BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bila dilihat dari potensi sumberdaya alamnya, Kabupaten Blitar adalah daerah yang bercorak agraris, sebagian besar penduduknya tinggal di pedesaan yang mengandalkan kehidupannya pada sektor pertanian yang termasuk diantaranya usaha peternakan. Dengan keunggulan komparatif sebagai daerah agraris penghasil komoditas peternakan ( telur dan susu ), maka pembangunan pertanian sub sektor peternakan perlu diletakkan sebagai prioritas dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi daerah mengingat pula dominansi sub sektor peternakan dalam pembentukan angka PDRB.
Dengan berlakunya otonomi daerah, memberikan peluang bagi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk lebih proaktif, kreatif dan inovatif dalam melakukan pembangunan sesuai dengan potensinya sebagai daerah pertanian yang dilakukan dengan pendayagunaan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui penerapan prinsip- prinsip agribisnis. Dinas Peternakan Kabupaten Blitar sebagai instansi teknis memiliki tugas dalam melaksanakan pembangunan peternakan serta pelayanan masyarakat di bidang peternakan di wilayah kerjanya.
Pembangunan peternakan di Kabupaten Blitar harus dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh stake-holder peternakan, baik oleh masyarakat peternak, pengusaha saprodi, pelaku pasar produk peternakan dan kegiatan usaha penunjang lainnya. Untuk
tersebut yang disusun dalam bentuk Rencana Stategis SKPD ( Renstra – SKPD ).
A.1 Kondisi Umum Daerah Geografis
Kabupaten Blitar memiliki luas wilayah 1.588,79 km2 dan ketinggian rata-rata 167 meter dpl, dengan batas-batas sebelah Barat Kabupaten Tulungagung dan Kediri, sebelah Utara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang, sebelah Timur Kabupaten Malang dan sebelah Selatan adalah Samudra Indonesia. Ditengah – tengahnya terdapat sungai sungai Brantas yang mengalir dari Timur ke Barat yang membatasi dua wilayah yang memiliki karakteristik lahan yang berbeda antara Kabupaten Blitar bagian utara dengan bagian selatan. Blitar Selatan seluas 689,85 Km-2 termasuk wilayah yang kurang subur disebabkan karena daerah tersebut merupakan daerah pegunungan berbatu kapur. Sedangkan bagian utara merupakan wilayah yang relatif lebih subur. Tingkat kesuburan tersebut dipengaruhi pula oleh adanya gunung Kelud yang masih aktif serta banyaknya aliran sungai yang berfungsi sebagai sarana penyebaran zat – zat hara yang terkandung dalam mineral hasil letusan gunung.
Iklim dan Agroekolog
Lokasi Kabupaten Blitar berada di sebelah Selatan Katulistiwa, terletak antara 111o 40 ’ – 112o 10’ Bujur Timur dan 7o 58’ – 8o 9’.51” Lintang Selatan. Hal ini secara langsung mempengaruhi perubahan iklim. Kabupaten Blitar termasuk tipe C3, apabila dilihat dari rata – rata curah hujan dan bulan – bulan tahun kalender perubahan iklimnya seperti di daerah – daerah lain mengikuti perubahan putaran 2 iklim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.
Kemampuan lahan dalam menumbuhkan komoditas sangat dipengaruhi oleh faktor – faktor iklim, tanah, fisiografi dan tipe penggunaan lahan. Lampiran 2 menunjukkan agroekologi Kabupaten Blitar yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Jenis Tanah
Jenis Tanah di wilayah Kabupaten Blitar ada beberapa macam yaitu :
- Entisol ;
Tanah yang masih sangat baru, yang belum terbentuk harizon kecuali dipermukaannya sepadan dengan Litosol, Regosol dan Aluvial Pasir. Jenis tanah Entisol mendominasi wiayah Kabupaten Blitar, hanya wilayah Kecamatan Doko yang tidak terdapat jenis tanah ini .
- Alfisol;
Tanah yang mengalami proses pelapukan tingkat sedang, terdapat akumulasi lempung pada lapisan bawahnya dan mempunyai kejenuhan basa tinggi. Spadan dengan Mediteran.
Jenis tanah ini terdapat di sebagian wilayah Kecamatan Kesamben, sebagian Kecamatan Doko dan sebagian kecamatan Selorejo.
- Oxisol;
Tanah yang telah mengalami proses pelapukan sangat lanjut dan hanya didominasi oleh mineral yang tahan pencucian,
- Andisol;
Tanah yang berasal dari pelapukan abu vulkanis dan didominasi oleh mineral non kristal yang amorf. Spadan dengan Andosol. Terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko dan Kecamatan Wlingi.
b. Rejim Kebasahan
Rejim kebasahan yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan komoditas adalah keadaan lengas tanah sepanjang tahun di dalam “Soil Moisture Control Section (SMCS) pada tegangan kurang dari 1500 kPa (titik layu permanen).
Rejim kebasahan wilayah Kabupaten Blitar sebagai berikut : - Ustic;
Rejim yang mempunyai lebih 4 bulan kering secara berturut – turut per tahun (Tipe C3, D3 dan E). Rejim Ustic terdapat disebagian besar wilayah Kabupaten Blitar.
- Udic;
Mempunyai 2-4 bulan kering secara berturut – turut per tahun (Tipe B2, C2 dan D2) terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko, Sebagian Kecamatan Wlingi dan Sebagian Kecamatan Ponggok.
c. Rejim Suhu Tanah
Rejim suhu yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan komoditas adalah suhu tanah pada kedalaman 50 cm. Rejim suhu yang ada di Kabupaten Blitar adalah :
- Isohyperthermic;
Rata – rata tahunan suhu tanah lebih 22 oC pada ketinggian 0 – 700 m dpl. Mendominasi wilayah Kabupaten Blitar.
- Isotermic;
Rata-rata tahunan suhu tanah 15 – 22 oC, berada pada kisaran ketuinggian 700 – 1500 m dpl. Terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko dan Sebagian Kecamatan Wlingi.
d. Fisiografi
Fisiografi dan bentuk wilayah mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara tidak langsung melalui tanah dan iklim. Bentuk wilayah dibagi atas derajat lerengnya. Peranan langsungnya pada potensi pertanian suatu lahan adalah pengaruhnya terhadap eradibilitas tanah. Dari bentuk wilayah dapat diketahui kemungkinan mekanisme lahan, keadaaan air, draenase dan sebagainya. Keadaan fisiografi Kabupaten Blitar terbagi menjadi beebrapa tipe yaitu :
- Tipe berombak s/d bergelombang; wilayah dengan kelerengan 3 – 15 %, perbedaan tinggi 5 – 50 m.
- Tipe Datar s/d landai; wilayah dengan kelerengan kurang 3
%’, perbedaan tinggi kurang 5 m.
- Tipe Berbukit s/d bergunung; wilayah dengan kelerengan lebih dari 15 %; perbedaan tinggi lebih 50 m ( sebagian wilayah Kecamatan Doko dan Wlingi).
A.2 Potensi Peternakan
Hasil-hasil peternakan di Kabupaten Blitar cukup beragam.
Dengan produk unggulan telur Kabupaten Blitar mampu memsuplay 70% kebutuhan telur di Jawa Timur dan 40% kebutuhan telur nasional.
dan prasarana secara kualitas maupun kuantitas, Peningkatan pembinaan dan pengembangan potensi kemampuan pegawai dalam kualitas kinerja serta dalam perencanaan dan pelaporan. Sedangkan isu strategis yang dihadapi Dinas Peternakan adalah :
1. Masih adanya Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yang menjadi tantangan tersendiri dalam upaya preventif maupun kuratifnya
2. Tuntutan pasar akan ketersediaan ternak yang sehat serta bahan pangan asal hewan yang ASUH
3. Bahan pakan ternak masih import sehingga menyebabkan tingginya biaya produksi
4. Fluktuasi harga produk peternakan (Telur, daging )
5. Keterbatasan bahan baku pakan ternak (jagung) dan ketergantungan impor (bungkil kedelai)
6. Isu peternakan "ramah lingkungan" menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pengolahan dan pemanfaatan limbah peternakan (sebagai sumber energi terbarukan (biogas) maupun bahan baku pupuk organik.
7. Pentingnya pengembangan SDM peternakan dalam rangka menghadapi MEA.
Potensi peternakan Kabupaten Blitar dapat dilihat pada populasi Ternak Tahun 2015 yaitu sebagai berikut :
Jenis Ternak Populasi
Sapi Potong 139.172
Sapi Perah 14.230
Kerbau 2.190
Kambing 139.021
Domba 7.395
Ayam Petelur 14.973.000
Ayam Buras 2.596.300
Ayam Pedaging 3.862.400
Itik 879.000
Entok 79.780
Puyuh 475.200
Dalam melaksanakan pembangunan peternakan ermasalahan Bidang Peternakan yang dihadapi adalah sebagai berikut:
- Bergantungnya bahan pakan dan obat-obatan dengan bahan import sehingga harga dipengarui fluktuasi mata uang
- Kelangkaan bahan pakan ( jagung) di pasaran
- Persaingan harga jual produk dengan daerah lain terutama di Jawa Tengah dan Jawa Barat yang secara lokasi mereka lebih diuntungkan karena lebih dekat.
B. Tujuan Penyusunan
Pada dasarnya penyusunan laporan ini merupakan implementasi dari Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dimana setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara Negara wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan suatu perencanaan yang ditetapkan oleh masing- masing instansi.
C. Dasar Hukum
Dasar hukum yang digunakan sebagai landasan dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Dinas Peternakan Kabupaten Blitar adalah :
1. TAP MPR RI Nomor : X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan dalam rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara;
2. TAP MPR RI Nomor : XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih, Bebas Korupsi dan Nepotisme;
3. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan daerah dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur;
4. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;
5. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan daerah;
6. Undang-undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Dinas 7. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah;
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;
9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah;
10. Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Kabupaten Blitar (Lembaran Daerah Kabupaten Blitar Tahun 2008 Nomor 3/D);
11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 20/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama;
12. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi;
13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Republik Indonesia No. 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. Rencana Strategik
Berdasarkan kondisi Kabupaten Blitar dan tantangan yang akan dihadapi serta mempertimbangkan sumber daya pembangunan yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar, maka Kepala Daerah menetapkan visi pembangunan lima tahun adalah : “ Menuju Kabupaten Blitar yang lebih sejahtera, maju dan berdaya saing”.
Sebagai upaya mewujudkan visi tersebut, Dinas Peternakan mempunyai tugas dan fungsi dalam pengurangan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan kesempatan kerja melalui pembinaan dan pengembangan sub sektor peternakan. Selain itu juga mempunyai peran dalam pembinaan peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) peternak sehingga hasil ternak maupun produknya memiliki kualitas yang baik sehingga mampu bersaing secara regional, nasional bahkan internasional.
Untuk mewujudkan visi tersebut Bupati dan Wakil Bupati Blitar memiliki 6 ( enam ) misi antara lain:
1. Meningkatkan Taraf Kehidupan Masyarakat melalui program pengentasan kemiskinan, optimalisasi dan pengembangan program pembangunan dan kemasyarakatan yang tepat sasaran.
2. Memantapkan kehidupan masyarakat berlandaskan nilai-nilai keagamaan ( religius), kearifan lokal dan hukum melalui optimalisasi kehidupan beragama dan kehidupan sosial serta penerapan perundang-undangan.
3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) masyarakat melalui peningkatan mutu di bidang pendidikan ( termasuk di dalamnya adalah wawasan kebangsaan, budi pekerti, praktek
keagamaan ) dan kesehatan serta kemudahan akses memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan yang memadahi.
4. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik melalui reformasi birokasi serta pelayanan publik berbasis teknologi informasi
5. Meningkatkan keberdayaan masyarakat dan usaha ekonomi masyarakat yang memiliki daya saing melalui ketrampilan dan keahlian, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM, Ekonomi kreatif, Jiwa Kewirausahaan, Potensi Lokal daerah dan penguatan sektor pariwisata serta pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
6. Meningkatkan pembangunan berbasis desa dan kawasan perdesaan melalui optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Dari 6 ( enam ) misi tersebut diatas yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan Kabupaten Blitar adalah misi yang ke -5 ( lima) yaitu Meningkatkan keberdayaan masyarakat dan usaha ekonomi masyarakat yang memiliki daya saing melalui ketrampilan dan keahlian, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM, Ekonomi kreatif, Jiwa Kewirausahaan, Potensi Lokal daerah dan penguatan sektor pariwisata serta pemanfaatan sumber daya alam dengan
Matrik Linieritas Tujuan, Sasaran, Indokator Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Peternakan Kab. Blitar
Tujuan Sasaran Indikator
Sasaran Strategi Kebijakan
Meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan aparatur
Terwujudnya manajemen organisasi yang professional
Prosentase kecukupan administrasi perkantoran dan sarana prasarana
Menciptakan efektifitas organisasi melalui pemenuhan administrasi perkantoran serta sarana dan prasarana secara kualitas maupun kuantitas
Peningkatan pemenuhan administrasi perkantoran, sarana dan prasarana
Prosentase
pemenuhan jenis/
dokumen perencanaan, laporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu
Meningkatnya kapasitas sumberdaya aparatur
Prosentase
pemenuhan kinerja berdasarkan perjanjian kinerja
Meningkatkan kualitas manajemen organisasi melalui peningkatan soft skill dan hard skill
Peningkatan pembinaan dan pengembangan potensi kemampuan pegawai dalam kualitas kinerja serta dalam perencanaan dan pelaporan
Meningkatkan derajat ekonomi masyarakat
Meningkatnya Jumlah populasi ternak
Prosentase peningkatan populasi ternak
Peningkatan kualitas mutu bibit dan pakan ternak
stabilisasi ketersediaan bibit dan pakan ternak melalui koordinasi pihak terkait Meningkatnya
status kualitas kesehatan ternak
Angka kejadiaan
zoonosa pada
manusia
Intensifikasi pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak
Fasilitasi sarana dan prasarana Puskeswan yang memadahi
Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan
Kenaikan Jumlah kelompok ternak dan peternak binaan
Pengembangan
produk hasil
peternakan dan penguatan modal
Optimalisasi jenis
pengolahan produk
peternakan
Memperluas
kemitraan kelompok
peternak dengan pengusaha atau lembaga lainnya Meningkatnya
pengawasan bahan/produk peternakan
Jumlah pengawasan mutu bahan/produk peternakan berupa Bahan Pangan Asal Hewan dan Bahan Non Pangan Asal
Optimaliasi RPH dan pengawasan produk berkualitas
Fasilitasi sosialisasi pemotongan ternak di RPH
serta pengawasan
produknya
Matrik linieritas tujuan, sasaran, indikator sasaran, strategi dan kebijakan Dinas Peternakan tersebut bertujuan untuk menunjukan keterkaitan masing-masing komponen. Linieritas tersebut kemudian diturunkan pada sasaran, indikator sasaran, program, indikator program, dan indikator kegiatan. Hal terebut bertujuan untuk melihat hirarki kinerja Dinas Peternakan termasuk dalam struktur jabatan (eselon), sehingga dapat diketahui tanggungjawab masing-masing eselon. Penjabaran tersebut memberikan kemudahan Dinas Peternakan dalam menyusun perjanjian kinerja, dan komponen lainnya dalam kerangka Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
B. PERJANJIAN KINERJA
Berikut perjanjian kinerja antara Dinas Peternakan Kab. Blitar dengan Pemerintah Daerah pada Tahun 2016 sebagai dasar pelaksanaan pembangunan peternakan di Kab. Blitar.
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2016 1. Meningkatnya usaha
peternakan
Prosentase Peningkatan
Populasi Ternak 1 % 2. Meningkatnya status
kesehatan ternak
Angka kejadian kasus
KLB penyakit ternak 0 kasus 3. Meningkatnya
pembinaan Kenaikan jumlah 25
Perjanjian kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Blitar meliputi 4 sasaran strategis pembangunan peternakan yaitu :
1. Meningkatnya usaha peternakan
Indikator sasaran ini adalah prosentase peningkatan populasi ternak.
Target capaian yang diperjanjikan adalah peningkatan populasi ternak sebesar 1 % yang meliputi ternak besar ( Sapi Potong, Sapi Perah, Kerbau dan Kuda ), Ternak Kecil ( Kambing, Domba dan babi ), Unggas ( Ayam Pedaging, Ayam Ras Petelur, Itik, Ayam Buras dan Entog ) dan Aneka Ternak ( Kelinci dan Burung Puyuh ). Data populasi ternak pada akhir tahun 2015 sebesar 23.206.488 dan ditargetkan meningkat sebanyak 232.065 ekor (1%). Program yang mendukung pencapaian target kinerja ini adalah Program Peningkatan Populasi Ternak yang dilaksanakan melalui 7 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 313.627.500,-. Penanggungjawab keberhasilan program tersebut adalah kepala bidang produksi.
2. Meningkatnya status kesehatan ternak
Indikator kinerja dari sasaran ini adalah angka kejadian kasus KLB penyakit ternak dengan target sebesar 0 kasus KLB atau ditargetkan pada tahun 2016 diupayakan tidak ada kasus KLB penyakit ternak di Kabupaten Blitar. Program yang mendukung pencapaian target kinerja ini adalah Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak yang dilaksanakan melalui 2 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 823.750.000,-. Penanggungjawab keberhasilan program tersebut adalah kepala bidang kesehatan hewan.
3. Meningkatnya pebinaan kelembagaan usaha peternakan
Indikator kinerja dari sasaran ini adalah Kenaikan jumlah kelompok dan ternak binaan dengan target sebanyak 25 ternak/kelompok ternak. Pada tahun 2015 Dinas Peternakan Kabupaten Blitar melaksanakan pembinaan sejumlah 422 peternak/kelompok ternak, dan pada tahun 2016 ditargetkan meningkat sebanyak 25
Program yang mendukung pencapaian target ini adalah Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, Program Pengembangan Usaha dan Lembaga Perdagangan, serta Program Pembinaan Lingkungan Sosial yang dilaksanakan melalui 3 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 277.000.000,-.
Penanggungjawab keberhasilan program tersebut adalah kepala bidang usaha peternakan.
4. Meningkatnya kualitas/mutu produk peternakan
Indikator kinerja dari sasaran ini adalah jumlah pengawasan mutu yang meliputi pengawasan bahan asal hewan (sampel produk pangan asal hewan), pengawasan pemotongan hewan qurban, pengawasan pemotongan hewan RPH, dan pengawasan produk non pangan asal hewan. Target pengawasan mutu pada tahun 2016 adalah 12.387 sampel/pengawasan. Program yang mendukung pencapaian target kinerja ini adalah Program Peningkatan Teknologi Peternakan yang dilaksanakan melalui 7 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 1.121.020.000,-. Penanggungjawab keberhasilan program tersebut adalah kepala bidang kesehatan masyarakat veteriner.
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tahun 2016 menyampaikan data-data keberhasilan kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Blitar tahun 2016 dengan berpedoman pada Indikator Kinerja Utama Tahun 2016 (IKU), serta disusun dalam pencapaian kinerja selama kurun waktu dari bulan Januari s/d Desember 2016 serta perbandingan dengan tahun 2015 yang menyangkut pencapaian sasaran strategis Dinas Peternakan Kabupaten Blitar yang termuat dalam Rencana Strategis Dinas Peternakan Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021.
Dalam rangka mengetahui kinerja instansi, Dinas Kabupaten Blitar melakukan penilaian kinerja 2016. Penilaian kinerja ini dimulai dengan telah ditentukannya Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Blitar maupun Dinas Peternakan. IKU tersebut telah tercantum didalam Perjanjian Kinerja Tahun 2016 yang berisi target capaian kinerja beserta anggaran yang diperlukan untuk pencapaiannya.
Terdapat dua jenis skala penilaian pengukuran :
a. Bilamana Indikator Sasaran mempunyai makna progres positif, maka skala yang digunakan sebagai berikut :
Skor Rentang Capaian Kategori Capaian
4 Lebih dari 100 % Sangat baik
3 75 % sampai 100 % Baik
2 55 % sampai 75 % Cukup
1 Kurang dari 55 % Kurang
b. Sebaliknya bilamana Indikator Sasaran mempunyai makna progres negatif, maka skala yang digunakan sebagai berikut :
Skor Rentang Capaian Kategori Capaian
1 Lebih dari 100 % Kurang
2 75 % sampai 100 % Cukup
3 55 % sampai 75 % Baik
4 Kurang dari 55 % Sangat Baik
Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing - masing indikator kinerja. Adapun capaian atau realisasi dari target kinerja pada tahun 2016 terdapat pada tabel berikut :
PENCAPAIAN KINERJA
NO URAIAN IKU TARGET
2016
REALISASI 2016
% CAPAIAN
REALISASI 2015 1. Prosentase
Peningkatan Populasi Ternak
1 %
(232.065)
1,8 % (422.415)
180 % 1,2 %
2. Angka kejadian kasus KLB penyakit ternak
0 kasus 0 kasus 100 % 0 kasus
3 Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan
25
peternak/
kelompok
123
peternak/
kelompok
492 % 144 ternak/
kelompok
4 Jumlah pengawasan 12.387 14.875 120 % 13.444
1. Sasaran I : Meningkatnya usaha peternakan
a. Pengukuran realisasi indikator kinerja Prosentase Peningkatan Populasi Ternak
Pengukuran peningkatan populasi ternak meliputi populasi ternak besar ( Sapi Potong, Sapi Perah, Kerbau dan Kuda ), Ternak Kecil ( Kambing, Domba dan babi ), Unggas ( Ayam Pedaging, Ayam Ras Petelur, Itik, Ayam Buras dan Entog ) dan Aneka Ternak ( Kelinci dan Burung Puyuh ).
POPULASI TERNAK
No JENIS TERNAK SATUAN POPULASI 2015
POPULASI 2016
PENINGKATAN %
1 S a p i Potong Ekor 139.172 141.374 2.202 1,58
2 Sapi Perah Ekor 14.230 14.941 711 5
3 Kerbau Ekor 2.190 2.012 (178) (8,13)
4 K u d a Ekor 169 172 3 1,78
5 B a b i Ekor 2.739 6.600 3.861 140,96
6 Kambing Ekor 139.021 139.401 380 0,27
7 D o m b a Ekor 7.395 7.468 73 0,99
8 Ayam Ras Petelor Ekor 14.973.000 15.217.400 244.400 1,63 9 Ayam Bukan Ras Ekor 2.596.300 2.626.100 29.800 1,15 10 Ayam Ras Pedaging Ekor 3.862.400 3.892.200 29.800 0,77
11 I t i k Ekor 879.000 936.900 57.900 6,59
12 Entok Ekor 79.780 82.780 3.000 3,76
13 Kelinci Ekor 13.392 13.690 298 2,23
14 Puyuh Ekor 475.200 522.800 47.600 10,02
15 Merpati Ekor 22.500 25.065 (435) (1,93)
JUMLAH 23.206.488 23.628.903 422.415 1,8
Prosentase Peningkatan Populasi Ternak
= 23.628.903 - 23.206.488 x 100 % 23.206.488
= 1,8 %
b. Pengukuran persentase pencapaian sasaran Persentase Pencapaian Sasaran
= 1,8 x 100 % 1
= 180 %
Pencapaian sasaran pembangunan meningkatnya usaha peternakan adalah Sangat baik dengan persentase pencapaian sebesar 180%.
Peningkatan populasi ternak ini didukung dengan pelaksanaan Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan yang dilaksanakan melalui 7 kegiatan. Melalui kegiatan pada program ini Dinas Peternakan melakukan pembinaan kepada masyarakat peternak dalam menerapkan sistem berternak yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu Dinas Peternakan Kab. Blitar juga selalu meningkatkan pelayanan inseminasi buatan, sehingga angka service per conception semakin baik dan hasil akhirnya berupa peningkatan angka kebuntingan dan kelahiran ternak.
2. Sasaran II : Meningkatnya status kesehatan ternak
a. Pengukuran indikator Angka kejadian kasus KLB penyakit ternak Kasus Kejadian Luar Biasa ( KLB ) penyakit ternak merupakan kejadian kasus penyakit strategis ternak yang terjadi di wilayah Kab. Blitar. Pengukuran indikator kinerja ini adalah ada/tidaknya kejadian KLB penyakit ternak di Kabupaten Blitar pada tahun bersangkutan. Data Tahun 2015 dan 2016 menunjukkan tidak terdapat Kejadian Luar Biasa ( KLB ) penyakit ternak di Kab. Blitar.
pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak. Melalui program ini Dinas Peternakan Kab. Blitar selalu berupaya melakukan pencegahan penyakit ternak melalui kegiatan vaksinasi maupun dengan cara memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada peternak tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. selain itu Dinas Peternakan juga selalu sigap dan responsif terhadap laporan adanya kejadian penyakit ternak sehingga pada tahun 2016 tidak terdapat KLB penyakit ternak.
Meskipun target program telah tercapai 100% namun karena sifat dari program ini adalah preventif/ pencegahan maka program ini harus berkelanjutan. Mengingat Kab. Blitar merupakan gudang ternak yang memiliki resiko tinggi terhadap ancaman penyakit ternak strategis.
3. Sasaran III
:
Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakana. Pengukuran indikator Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan
KELOMPOK DAN PETERNAK BINAAN
Uraian Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Jumlah
peternak/ternak/usaha terbina
278 422 545
Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan = 545 – 422 = 123
b. Pengukuran persentase pencapaian sasaran Persentase Pencapaian Sasaran
= 123 x 100 % 25
Pencapaian kinerja indicator ini adalah Sangat baik dengan persentase pencapaian sebesar 492 %. Salah satu sasaran strategis pembangunan peternakan adalah meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan dengan indikator kinerja kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan. Program pendukung pencapaian kinerja ini adalah Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, Program Pengembangan Usaha dan Lembaga Perdagangan, serta Program Pembinaan Lingkungan Sosial. Pada Tahun 2016 terdapat kenaikan peternak/ kelompok ternak binaan sebanyak 123 peternak/kelompok. Capaian kinerja ini jauh melampaui target, dimana pada perjanjian kinerja target hanya 25 peternak/ kelompok. Capaian kinerja yang sangat tinggi ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan minat peserta kontes ternak dan peternak/ pedagang ternak dalam menggunakan fasilitas Pasar Hewan Terpadu baik di Srengat maupun di Wlingi.
4. Meningkatnya kualitas/mutu produk peternakan a. Jumlah pengawasan mutu
Disektor hilir dari usaha peternakan akan menghasilkan produk peternakan yang Aman Sehat Utuh dan Halal ( ASUH ). Dalam tugas dan fungsinya dalam pengamanan bahan asal hewan, Dinas Peternakan melaksanakan pengawasan kualitas mutu bahan asal hewan sebagai berikut :
PENGAWASAN MUTU
Jenis pengawasan Capaian Tahun 2016 Pengawasan bahan asal hewan
(sampel produk pangan asal hewan)
152
Pengawasan pemotongan hewan qurban
13.018
Pengawasan pemotongan hewan RPH
1.691
Pengawasan produk non pangan asal hewan
14
JUMLAH 14.875
Jumlah pengawasan mutu = 14.875
c. Pengukuran persentase pencapaian sasaran Persentase Pencapaian Sasaran
= 14.875 x 100 % 12.387
= 120 %
Pencapaian kinerja indikator ini adalah Sangat baik dengan persentase pencapaian sebesar 120 %. Pada tahun 2016 Dinas Peternakan Kab. Blitar mempunyai target sebanyak 12.387 pengawasan, pada realisasinya mampu melaksanakan pengawasan sebanyak 14.875 pengawasan. Sedangkan pada Tahun 2015 melaksanakan sebanyak 13.444 pengawasan. Pencapaian yang tinggi terhadap pengawasan ini dikarenakan adanya peningkatan pemotongan hewan qurban di Kabupaten Blitar pada Tahun 2016.
Capaian kinerja Dinas peternakan dalam pencapaian target pada RPJMD ataupun Renstra dapat dilihat pada tabel berikut :
Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 s.d akhir periode RPJMD/RENSTRA Tahun 2021
Sasaran Strategis
Indikator Kinerja
Target akhir RPJMD/RENSTRA
Realisasi 2016
Tingkat Kemajuan Meningkatnya
Usaha Peternakan
Prosentase Peningkatan Populasi Ternak
5 % 1,8 % 36 %
Meningkatnya status
kesehatan ternak
Angka kejadian kasus KLB penyakit ternak
0 kasus 0 kasus 100%
Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha
peternakan
Kenaikan jumlah
kelompok dan peternak binaan
525 kelompok /peternak binaan
123 kelompok /peternak
binaan
23,4 %
Meningkatnya kualitas/mutu produk
peternakan
Jumlah pengawasan mutu
77.487 sampel 14.875 sampel
19,2%
Persentase anggaran pada masing – masing sasaran strategis dibandingkan dengan keseluruhan (total) anggaran pada Dinas Peternakan dapat dilihat pada tabel berikut :
Alokasi Anggaran Per Sasaran Pembangunan
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Anggaran % Anggaran
1 Meningkatnya Usaha Peternakan
Prosentase Peningkatan
Populasi Ternak 313.627.500 12,24 %
2 Meningkatnya status kesehatan ternak
Angka kejadian kasus
KLB penyakit ternak 850.150.000 33,18 %
3 Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan
Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan
277.600.000
10,83 %
4 Meningkatnya kualitas/ mutu produk peternakan
Jumlah pengawasan
mutu 1.121.020.000 43,75 %
Total Anggaran 2.562.397.500 100 %
Keterangan:
- Apabila dilihat prosentase pengawasan mutu bahan/produk peternakan dari segi anggaran paling menonjol (39%) hal ini dikarenakan adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa penambahan fasilitas RPH Wlingi dan SILPA DAK Tahun 2014. Namun untuk SILPA belum dapat direalisasi dikarenakan adanya aturan belanja hibah dari pemerintah daerah yang belum dapat dipenuhi dan kelompok penerima belum memenuhi syarat sebagai penerima hibah.
- Selain kegiatan diatas Dinas Peternakan Kab. Blitar juga memperoleh anggaran DAK untuk meningkatkan status kesehatan ternak berupa Pembangunan Puskeswan Binangun dan Rehab Puskeswan Kademangan. Namun rehab Puskeswan Kademangan juga belum dapat terealisasi karena aturan belanja hibah sehingga menjadi SILPA.
PENCAPAIAN KINERJA DAN ANGGARAN
Sasaran/
Program
Indikator Kinerja Anggaran
Target Realisasi Capaian Alokasi Realisasi Capaian
Meningkatnya Usaha Peternakan
Prosentase Peningkatan Populasi Ternak
1 % 1,8 % 180 % 313.627.500 306.202.500 97,63 %
Meningkatnya status kesehatan ternak
Angka kejadian kasus KLB penyakit ternak
0 kasus 0 kasus 100 % 850.150.000 480.163.592 56,5 %
Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan
Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan
25 ternak/
kelompo k ternak
123 ternak/
kelompok ternak
492 % 277.600.000 264.306.000 95,21 %
Meningkatnya kualitas/
mutu produk peternakan
Jumlah pengawasan mutu
12.387 sampel
14.875 sampel
120 %
sampel 1.121.020.000 639.192.650 57,02 %
EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA Sasaran/ Program Indikator %
Capaian
% Penyerapan anggaran
Tingkat Efisiensi Meningkatnya Usaha
Peternakan
Prosentase Peningkatan Populasi Ternak
180 % 97,63 % 82,37 %
Meningkatnya status kesehatan ternak
Angka kejadian
kasus KLB penyakit 100 % 56,5 % 43,5 %
Berdasarkan hasil analisa akuntabilitas kinerja Dinas Peternakan Kab. Blitar tahun 2016, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Pencapaian 3 (tiga) sasaran pembangunan sub sektor peternakan berhasil dengan sangat baik yaitu sasaran pembangunan meningkatnya usaha peternakan, meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan, serta meningkatnya kualitas/mutu produk peternakan. Sedangkan 1 (satu) sasaran pembangunan meningkatnya status kesehatan ternak tercapai dengan baik.
2. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2016 dengan target kinerja akhir Renstra rata-rata diatas 20%, pencapaian terendah adalah pada sasaran pembangunan meningkatnya kualitas/mutu produk peternakan yaitu 19,2 %.
3. Dinas Peternakan Kab. Blitar dapat melaksanakan efisiensi penggunaan sumber daya pada pencapaian setiap sasaran pembangunan pembangunan peternakan.
Selain pencapaian sasaran pembangunan peternakan sesuai perjanjian kinerja, pada Tahun Anggaran 2016 Dinas Peternakan Kab.
Blitar meraih prestasi dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur memperoleh Juara I Lomba Agribisnis Ternak Ayam Buras yang diraih oleh KSU Barokah ( M. Dedik Supriyadi ). Dengan Foto copi penghargaan terlampir.
B. Realisasi Anggaran
Program yang dilaksanakan Dinas Peternakan Kab. Blitar pada Tahun 2016 adalah sebagai berikut :
a. Pelayanan Administrasi Perkantoran
b. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur c. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Apartur
d. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja
e. Pemeliharaan Kesehatan dan Penanggulangan Penyakit Menular f. Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
g. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan h. Peningkatan penertapan Teknologi peternakan i. Pembinaan Lingkungan Sosial
Dengan total anggaran APBD II Rp. 3,617,622,500,- terealisasi Rp.
2,721,931,656,- ( 75,24%). Selisih antara anggaran dan realisasi diatas dikarenakan:
a. Fasilitasi pembangunan/ rehabilitasi puskeswan dan sarana pendukungnya (DAK dan pendamping DAK)
Target output kegiatan ini adalah terbangunnya/rehabilitasi 2 unit puskeswan, tetapi cuma terealisasi 1 unit puskewan di Kecamatan Binangun. Capaian kinerja tidak sesuai target karena rehabilitasi puskeswan kademangan termasuk belanja hibah, sedangkan pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Blitar tidak bisa melaksanakan hibah karena belanja bidang kesehatan belum mencapai 10 %.
b. Pembangunan/rehabilitasi/renovasi sarana dan prasarana peternakan (SILPA DAK)
Kegiatan ini tidak terlaksana karena kegiatan ini merupakan belanja hibah, yaitu pembangunan Tempat Penampungan Susu pada kelompok tani/ternak. Pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Blitar belum bisa melaksanakan hibah karena belanja urusan kesehatan belum mencapai 10%, serta belum ada kelompok yang memenuhi syarat penerima bantuan hibah.
c. Adanya efisiensi dan selisih harga penawaran.
Berikut Tabel Realisasi anggaran tahun 2016 pada Dinas Peternakan kab.
Blitar
NO PROGRAM /KEGIATAN
ALOKASI BIAYA KELUARAN (OUTPUT)
ANGGARAN REALISASI % URAIAN TARGET REALISASI
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
516,488,879
476,924,203
92.34
Penyediaan dan Peningkatan Administrasi Perkantoran
516,488,879
476,924,203
92.34
Tersediamya sarana administrasi perkantoran , jasa teknis
12 bulan, 20 orang
12 bulan, 20 orang
2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
509,186,121
501,516,411
98.49
Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
509,186,121
501,516,411
98.49
Tersedianya sarana perawatan kendaraan, publikasi media, perawatan jaringan, pemeliharaan gedung serta pengadaan alat kantor
5 unit kendaraan, jaringan
5 unit kendaraan, jaringan
3 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
55,950,000
53,626,300
95.85
Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
55,950,000
53,626,300
95.85
Tersedianya dokumen perencanaan dan pelaporan serta Ranperda peternakan
7 dokumen 7 dokumen
4 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak
823,750,000
480,163,592
58.29
Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak
80,000,000
78,812,875
98.52
Terlayaninya pencegahan dan pelayanan kesehatan hewan
1000 ekor 2960 ekor
Fasilitasi Pembangunan / Rehabilitasi Puskeswan dan Sarana Pendukungnya (DAK dan pendamping DAK)
743,750,000
401,350,717
53.96
Terbangunnya puskeswan dan tersedianya sarana prasarana
2 unit 1 unit
5 Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
313,627,500
306,202,500
97.63
Sosialisasi, Monitoring, Pengawasan Peredaran dan Penggunaan Obat Hewan
26,400,000
24,100,000
91.29
Termonitornya
penggunaan obat hewan
72 PS 78 PS, 20 Peternak
Monitoring Pelaksanaan UKL/UPL bidang Peternakan
27,652,500
27,652,500
100.00
Termonitoringnya pelaksanaan UKL/UPL Bidang Peternakan
80 peternak 106 peternak
Pelatihan Penyusunan Ransum Unggas dan Ruminansia serta Monitoring Kredit KKPE
90,000,000
86,545,000
96.16
Terlatihnya peternak dalam pemyusunan ransum unggas
120 orang 120 orang
Pelatihan Pengolahan Susu, Daging dan Telur
21,875,000
21,875,000
100.00
Terlatihnya peternak dalam pengolahan daging, telur,susu
25 orang 25 orang
Pemantauan
Perkembangan Ternak Bantuan Pemerintah
20,000,000
19,980,000
99.90
Terpantaunya perkembangan ternak bantuan pemerintah
50 peternak 9892 ekor
Penilaian Pelaku Agribisnis Bidang Peternakan
15,000,000
14,850,000
99.00
Terkirimnya peternak/
kelompok ternak dalam lomba bidang
peternakan
30 kelompok/
peternak 44 kelompok/
peternak
Penyusunan Data Potensi Produksi Peternakan
112,700,000
111,200,000
98.67
Tersusunnya data potensi produksi peternakan
1 buku 1 buku
6 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan
115,000,000
115,000,000
100.0 0
Promosi atas hasil produksi peternakan unggulan daerah
115,000,000
115,000,000
100.00
Terselenggaranya promosi produk peternakan
200 ekor 365 ekor
7 Program Peningkatan Penerapan Teknologi
1,121,020,000
639,192,650
57.02
Pangan Asal Hewan
Pembangunan/Rehabilitasi/
Renovasi Sarana dan Prasarana RPH Wlingi (DAK dan Pendamping DAK)
461,250,000
380,676,000
82.53
Terbangunnya kandang peristirahatan di RPH Wlingi
1 unit 1 unit
Fasilitasi Rumah Potong Hewan
50,000,000
49,000,000
98.00
Tersedianya
pemeliharaan dan sarana prasarana RPH
2 RPH 2 RPH
Pengembangan Teknologi Peternakan Tepat Guna dan Pengawasan Mutu Pakan
70,000,000
69,907,500
99.87
Termonitornya bahan pakan ternak
650 sampel 707 sampel
Pemantauan
Penyembelihan Hewan Qurban dan Monitoring Produk Non Pangan Asal Hewan
40,120,000
40,120,000
100.00
Termonitornya hewan qurban dan bazar hewan qurban dan bazar hewan qurban
11.850 ekor, 20 pelaku usaha
13.018 ekor, 14 pelaku usaha
Pembangunan/Rehabilitasi/
Renovasi Sarana dan Prasarana Peternakan (DAK dan Pendamping DAK)
400,000,000
-
- Terbangunnya sarana dan prasarana peternakan
1 unit 0 unit
8 Program Pengembangan Usaha dan Lembaga Perdagangan
12,600,000
12,600,000
100.0 0
Penyelenggaraan Pasar Murah Kabupaten Blitar Menjelang Idul Fitri
12,600,000
12,600,000
100.00
Terselenggaranya subsidi telur pasar murah
6000 paket telur
3180 paket telur
9 Program Pembinaan Lingkungan Sosial
150,000,000
136,706,000
91.14
Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Kerja Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau dan atau daerah hasil bahan baku industri hasil tembakau
150,000,000
136,706,000
91.14
Terlatihnya peternak.
Kelompok ternak di lingkungan industri tembakau
170 peternak
180 peternak
3,617,622,500 2,721,931,656 75.24
BAB IV. PENUTUP
Dinas Peternakan masih terus mengadakan perbaikan-perbaikan yang akan dituangkan dalam perencanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi menyeluruh untuk tahun berikutnya. Sebab hasil LAKIP ini tidaklah hanya dibandingkan dengan capaian kinerja nyata pada tahun sebelumnya, tetapi harus memperhatikan pula kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan, juga harus membandingkan dengan indikator lain seperti tingkat kesejahteraan masyarakat peternak, kondisi perekonomian dan sebagainya.
Apabila dalam perjalanan organisasi terjadi perubahan kebijaksanaan ataupun perubahan lingkungan strategis, maka akan dilakukan penyesuaian- penyesuaian dengan tetap memperhatikan visi, misi serta tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan Kabupaten Blitar.
Penilaian Akuntabilitas Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Blitar merupakan salah satu cara untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan yang selanjutnya ditulis sebagai bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Namun apa yang telah dilaksanakan masih terdapat beberapa kekurangan, sehingga masih diperlukan kerja dan usaha yang lebih keras dalam mewujudkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang, untuk itu tidak menutup kemungkinan adanya masukan dan saran dalam penyempurnaan kegiatan-kegiatan yang akan datang.