• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bila dilihat dari potensi sumberdaya alamnya, Kabupaten Blitar adalah daerah yang bercorak agraris, sebagian besar penduduknya tinggal di pedesaan yang mengandalkan kehidupannya pada sektor pertanian yang termasuk diantaranya usaha peternakan. Dengan keunggulan komparatif sebagai daerah agraris penghasil komoditas peternakan ( telur dan susu ), maka pembangunan pertanian sub sektor peternakan perlu diletakkan sebagai prioritas dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi daerah mengingat pula dominansi sub sektor peternakan dalam pembentukan angka PDRB.

Dengan berlakunya otonomi daerah, memberikan peluang bagi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk lebih proaktif, kreatif dan inovatif dalam melakukan pembangunan sesuai dengan potensinya sebagai daerah pertanian yang dilakukan dengan pendayagunaan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui penerapan prinsip- prinsip agribisnis. Dinas Peternakan Kabupaten Blitar sebagai instansi teknis memiliki tugas dalam melaksanakan pembangunan peternakan serta pelayanan masyarakat di bidang peternakan di wilayah kerjanya.

Pembangunan peternakan di Kabupaten Blitar harus dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh stake-holder peternakan, baik oleh masyarakat peternak, pengusaha saprodi, pelaku pasar produk peternakan dan kegiatan usaha penunjang lainnya. Untuk

(2)

tersebut yang disusun dalam bentuk Rencana Stategis SKPD ( Renstra – SKPD ).

A.1 Kondisi Umum Daerah Geografis

Kabupaten Blitar memiliki luas wilayah 1.588,79 km2 dan ketinggian rata-rata 167 meter dpl, dengan batas-batas sebelah Barat Kabupaten Tulungagung dan Kediri, sebelah Utara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang, sebelah Timur Kabupaten Malang dan sebelah Selatan adalah Samudra Indonesia. Ditengah – tengahnya terdapat sungai sungai Brantas yang mengalir dari Timur ke Barat yang membatasi dua wilayah yang memiliki karakteristik lahan yang berbeda antara Kabupaten Blitar bagian utara dengan bagian selatan. Blitar Selatan seluas 689,85 Km-2 termasuk wilayah yang kurang subur disebabkan karena daerah tersebut merupakan daerah pegunungan berbatu kapur. Sedangkan bagian utara merupakan wilayah yang relatif lebih subur. Tingkat kesuburan tersebut dipengaruhi pula oleh adanya gunung Kelud yang masih aktif serta banyaknya aliran sungai yang berfungsi sebagai sarana penyebaran zat – zat hara yang terkandung dalam mineral hasil letusan gunung.

Iklim dan Agroekolog

Lokasi Kabupaten Blitar berada di sebelah Selatan Katulistiwa, terletak antara 111o 40 ’ – 112o 10’ Bujur Timur dan 7o 58’ – 8o 9’.51” Lintang Selatan. Hal ini secara langsung mempengaruhi perubahan iklim. Kabupaten Blitar termasuk tipe C3, apabila dilihat dari rata – rata curah hujan dan bulan – bulan tahun kalender perubahan iklimnya seperti di daerah – daerah lain mengikuti perubahan putaran 2 iklim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.

(3)

Kemampuan lahan dalam menumbuhkan komoditas sangat dipengaruhi oleh faktor – faktor iklim, tanah, fisiografi dan tipe penggunaan lahan. Lampiran 2 menunjukkan agroekologi Kabupaten Blitar yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Jenis Tanah

Jenis Tanah di wilayah Kabupaten Blitar ada beberapa macam yaitu :

- Entisol ;

Tanah yang masih sangat baru, yang belum terbentuk harizon kecuali dipermukaannya sepadan dengan Litosol, Regosol dan Aluvial Pasir. Jenis tanah Entisol mendominasi wiayah Kabupaten Blitar, hanya wilayah Kecamatan Doko yang tidak terdapat jenis tanah ini .

- Alfisol;

Tanah yang mengalami proses pelapukan tingkat sedang, terdapat akumulasi lempung pada lapisan bawahnya dan mempunyai kejenuhan basa tinggi. Spadan dengan Mediteran.

Jenis tanah ini terdapat di sebagian wilayah Kecamatan Kesamben, sebagian Kecamatan Doko dan sebagian kecamatan Selorejo.

- Oxisol;

Tanah yang telah mengalami proses pelapukan sangat lanjut dan hanya didominasi oleh mineral yang tahan pencucian,

(4)

- Andisol;

Tanah yang berasal dari pelapukan abu vulkanis dan didominasi oleh mineral non kristal yang amorf. Spadan dengan Andosol. Terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko dan Kecamatan Wlingi.

b. Rejim Kebasahan

Rejim kebasahan yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan komoditas adalah keadaan lengas tanah sepanjang tahun di dalam “Soil Moisture Control Section (SMCS) pada tegangan kurang dari 1500 kPa (titik layu permanen).

Rejim kebasahan wilayah Kabupaten Blitar sebagai berikut : - Ustic;

Rejim yang mempunyai lebih 4 bulan kering secara berturut – turut per tahun (Tipe C3, D3 dan E). Rejim Ustic terdapat disebagian besar wilayah Kabupaten Blitar.

- Udic;

Mempunyai 2-4 bulan kering secara berturut – turut per tahun (Tipe B2, C2 dan D2) terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko, Sebagian Kecamatan Wlingi dan Sebagian Kecamatan Ponggok.

c. Rejim Suhu Tanah

Rejim suhu yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan komoditas adalah suhu tanah pada kedalaman 50 cm. Rejim suhu yang ada di Kabupaten Blitar adalah :

- Isohyperthermic;

Rata – rata tahunan suhu tanah lebih 22 oC pada ketinggian 0 – 700 m dpl. Mendominasi wilayah Kabupaten Blitar.

- Isotermic;

(5)

Rata-rata tahunan suhu tanah 15 – 22 oC, berada pada kisaran ketuinggian 700 – 1500 m dpl. Terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko dan Sebagian Kecamatan Wlingi.

d. Fisiografi

Fisiografi dan bentuk wilayah mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara tidak langsung melalui tanah dan iklim. Bentuk wilayah dibagi atas derajat lerengnya. Peranan langsungnya pada potensi pertanian suatu lahan adalah pengaruhnya terhadap eradibilitas tanah. Dari bentuk wilayah dapat diketahui kemungkinan mekanisme lahan, keadaaan air, draenase dan sebagainya. Keadaan fisiografi Kabupaten Blitar terbagi menjadi beebrapa tipe yaitu :

- Tipe berombak s/d bergelombang; wilayah dengan kelerengan 3 – 15 %, perbedaan tinggi 5 – 50 m.

- Tipe Datar s/d landai; wilayah dengan kelerengan kurang 3

%’, perbedaan tinggi kurang 5 m.

- Tipe Berbukit s/d bergunung; wilayah dengan kelerengan lebih dari 15 %; perbedaan tinggi lebih 50 m ( sebagian wilayah Kecamatan Doko dan Wlingi).

A.2 Potensi Peternakan

Hasil-hasil peternakan di Kabupaten Blitar cukup beragam.

Dengan produk unggulan telur Kabupaten Blitar mampu memsuplay 70% kebutuhan telur di Jawa Timur dan 40% kebutuhan telur nasional.

(6)

dan prasarana secara kualitas maupun kuantitas, Peningkatan pembinaan dan pengembangan potensi kemampuan pegawai dalam kualitas kinerja serta dalam perencanaan dan pelaporan. Sedangkan isu strategis yang dihadapi Dinas Peternakan adalah :

1. Masih adanya Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yang menjadi tantangan tersendiri dalam upaya preventif maupun kuratifnya

2. Tuntutan pasar akan ketersediaan ternak yang sehat serta bahan pangan asal hewan yang ASUH

3. Bahan pakan ternak masih import sehingga menyebabkan tingginya biaya produksi

4. Fluktuasi harga produk peternakan (Telur, daging )

5. Keterbatasan bahan baku pakan ternak (jagung) dan ketergantungan impor (bungkil kedelai)

6. Isu peternakan "ramah lingkungan" menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pengolahan dan pemanfaatan limbah peternakan (sebagai sumber energi terbarukan (biogas) maupun bahan baku pupuk organik.

7. Pentingnya pengembangan SDM peternakan dalam rangka menghadapi MEA.

Potensi peternakan Kabupaten Blitar dapat dilihat pada populasi Ternak Tahun 2015 yaitu sebagai berikut :

Jenis Ternak Populasi

Sapi Potong 139.172

Sapi Perah 14.230

Kerbau 2.190

Kambing 139.021

Domba 7.395

(7)

Ayam Petelur 14.973.000

Ayam Buras 2.596.300

Ayam Pedaging 3.862.400

Itik 879.000

Entok 79.780

Puyuh 475.200

Dalam melaksanakan pembangunan peternakan ermasalahan Bidang Peternakan yang dihadapi adalah sebagai berikut:

- Bergantungnya bahan pakan dan obat-obatan dengan bahan import sehingga harga dipengarui fluktuasi mata uang

- Kelangkaan bahan pakan ( jagung) di pasaran

- Persaingan harga jual produk dengan daerah lain terutama di Jawa Tengah dan Jawa Barat yang secara lokasi mereka lebih diuntungkan karena lebih dekat.

B. Tujuan Penyusunan

Pada dasarnya penyusunan laporan ini merupakan implementasi dari Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dimana setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara Negara wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan suatu perencanaan yang ditetapkan oleh masing- masing instansi.

(8)

C. Dasar Hukum

Dasar hukum yang digunakan sebagai landasan dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Dinas Peternakan Kabupaten Blitar adalah :

1. TAP MPR RI Nomor : X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan dalam rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara;

2. TAP MPR RI Nomor : XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih, Bebas Korupsi dan Nepotisme;

3. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan daerah dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur;

4. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;

5. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan daerah;

6. Undang-undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Dinas 7. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas

Kinerja Instansi Pemerintah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;

9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah;

10. Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Kabupaten Blitar (Lembaran Daerah Kabupaten Blitar Tahun 2008 Nomor 3/D);

11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 20/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama;

(9)

12. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi;

13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Republik Indonesia No. 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

(10)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Strategik

Berdasarkan kondisi Kabupaten Blitar dan tantangan yang akan dihadapi serta mempertimbangkan sumber daya pembangunan yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar, maka Kepala Daerah menetapkan visi pembangunan lima tahun adalah : “ Menuju Kabupaten Blitar yang lebih sejahtera, maju dan berdaya saing”.

Sebagai upaya mewujudkan visi tersebut, Dinas Peternakan mempunyai tugas dan fungsi dalam pengurangan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan kesempatan kerja melalui pembinaan dan pengembangan sub sektor peternakan. Selain itu juga mempunyai peran dalam pembinaan peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) peternak sehingga hasil ternak maupun produknya memiliki kualitas yang baik sehingga mampu bersaing secara regional, nasional bahkan internasional.

Untuk mewujudkan visi tersebut Bupati dan Wakil Bupati Blitar memiliki 6 ( enam ) misi antara lain:

1. Meningkatkan Taraf Kehidupan Masyarakat melalui program pengentasan kemiskinan, optimalisasi dan pengembangan program pembangunan dan kemasyarakatan yang tepat sasaran.

2. Memantapkan kehidupan masyarakat berlandaskan nilai-nilai keagamaan ( religius), kearifan lokal dan hukum melalui optimalisasi kehidupan beragama dan kehidupan sosial serta penerapan perundang-undangan.

3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) masyarakat melalui peningkatan mutu di bidang pendidikan ( termasuk di dalamnya adalah wawasan kebangsaan, budi pekerti, praktek

(11)

keagamaan ) dan kesehatan serta kemudahan akses memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan yang memadahi.

4. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik melalui reformasi birokasi serta pelayanan publik berbasis teknologi informasi

5. Meningkatkan keberdayaan masyarakat dan usaha ekonomi masyarakat yang memiliki daya saing melalui ketrampilan dan keahlian, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM, Ekonomi kreatif, Jiwa Kewirausahaan, Potensi Lokal daerah dan penguatan sektor pariwisata serta pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

6. Meningkatkan pembangunan berbasis desa dan kawasan perdesaan melalui optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dari 6 ( enam ) misi tersebut diatas yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan Kabupaten Blitar adalah misi yang ke -5 ( lima) yaitu Meningkatkan keberdayaan masyarakat dan usaha ekonomi masyarakat yang memiliki daya saing melalui ketrampilan dan keahlian, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM, Ekonomi kreatif, Jiwa Kewirausahaan, Potensi Lokal daerah dan penguatan sektor pariwisata serta pemanfaatan sumber daya alam dengan

(12)

Matrik Linieritas Tujuan, Sasaran, Indokator Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Peternakan Kab. Blitar

Tujuan Sasaran Indikator

Sasaran Strategi Kebijakan

Meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan aparatur

Terwujudnya manajemen organisasi yang professional

Prosentase kecukupan administrasi perkantoran dan sarana prasarana

Menciptakan efektifitas organisasi melalui pemenuhan administrasi perkantoran serta sarana dan prasarana secara kualitas maupun kuantitas

Peningkatan pemenuhan administrasi perkantoran, sarana dan prasarana

Prosentase

pemenuhan jenis/

dokumen perencanaan, laporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu

Meningkatnya kapasitas sumberdaya aparatur

Prosentase

pemenuhan kinerja berdasarkan perjanjian kinerja

Meningkatkan kualitas manajemen organisasi melalui peningkatan soft skill dan hard skill

Peningkatan pembinaan dan pengembangan potensi kemampuan pegawai dalam kualitas kinerja serta dalam perencanaan dan pelaporan

Meningkatkan derajat ekonomi masyarakat

Meningkatnya Jumlah populasi ternak

Prosentase peningkatan populasi ternak

Peningkatan kualitas mutu bibit dan pakan ternak

stabilisasi ketersediaan bibit dan pakan ternak melalui koordinasi pihak terkait Meningkatnya

status kualitas kesehatan ternak

Angka kejadiaan

zoonosa pada

manusia

Intensifikasi pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak

Fasilitasi sarana dan prasarana Puskeswan yang memadahi

Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan

Kenaikan Jumlah kelompok ternak dan peternak binaan

Pengembangan

produk hasil

peternakan dan penguatan modal

Optimalisasi jenis

pengolahan produk

peternakan

Memperluas

kemitraan kelompok

peternak dengan pengusaha atau lembaga lainnya Meningkatnya

pengawasan bahan/produk peternakan

Jumlah pengawasan mutu bahan/produk peternakan berupa Bahan Pangan Asal Hewan dan Bahan Non Pangan Asal

Optimaliasi RPH dan pengawasan produk berkualitas

Fasilitasi sosialisasi pemotongan ternak di RPH

serta pengawasan

produknya

(13)

Matrik linieritas tujuan, sasaran, indikator sasaran, strategi dan kebijakan Dinas Peternakan tersebut bertujuan untuk menunjukan keterkaitan masing-masing komponen. Linieritas tersebut kemudian diturunkan pada sasaran, indikator sasaran, program, indikator program, dan indikator kegiatan. Hal terebut bertujuan untuk melihat hirarki kinerja Dinas Peternakan termasuk dalam struktur jabatan (eselon), sehingga dapat diketahui tanggungjawab masing-masing eselon. Penjabaran tersebut memberikan kemudahan Dinas Peternakan dalam menyusun perjanjian kinerja, dan komponen lainnya dalam kerangka Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

B. PERJANJIAN KINERJA

Berikut perjanjian kinerja antara Dinas Peternakan Kab. Blitar dengan Pemerintah Daerah pada Tahun 2016 sebagai dasar pelaksanaan pembangunan peternakan di Kab. Blitar.

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2016 1. Meningkatnya usaha

peternakan

Prosentase Peningkatan

Populasi Ternak 1 % 2. Meningkatnya status

kesehatan ternak

Angka kejadian kasus

KLB penyakit ternak 0 kasus 3. Meningkatnya

pembinaan Kenaikan jumlah 25

(14)

Perjanjian kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Blitar meliputi 4 sasaran strategis pembangunan peternakan yaitu :

1. Meningkatnya usaha peternakan

Indikator sasaran ini adalah prosentase peningkatan populasi ternak.

Target capaian yang diperjanjikan adalah peningkatan populasi ternak sebesar 1 % yang meliputi ternak besar ( Sapi Potong, Sapi Perah, Kerbau dan Kuda ), Ternak Kecil ( Kambing, Domba dan babi ), Unggas ( Ayam Pedaging, Ayam Ras Petelur, Itik, Ayam Buras dan Entog ) dan Aneka Ternak ( Kelinci dan Burung Puyuh ). Data populasi ternak pada akhir tahun 2015 sebesar 23.206.488 dan ditargetkan meningkat sebanyak 232.065 ekor (1%). Program yang mendukung pencapaian target kinerja ini adalah Program Peningkatan Populasi Ternak yang dilaksanakan melalui 7 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 313.627.500,-. Penanggungjawab keberhasilan program tersebut adalah kepala bidang produksi.

2. Meningkatnya status kesehatan ternak

Indikator kinerja dari sasaran ini adalah angka kejadian kasus KLB penyakit ternak dengan target sebesar 0 kasus KLB atau ditargetkan pada tahun 2016 diupayakan tidak ada kasus KLB penyakit ternak di Kabupaten Blitar. Program yang mendukung pencapaian target kinerja ini adalah Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak yang dilaksanakan melalui 2 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 823.750.000,-. Penanggungjawab keberhasilan program tersebut adalah kepala bidang kesehatan hewan.

3. Meningkatnya pebinaan kelembagaan usaha peternakan

Indikator kinerja dari sasaran ini adalah Kenaikan jumlah kelompok dan ternak binaan dengan target sebanyak 25 ternak/kelompok ternak. Pada tahun 2015 Dinas Peternakan Kabupaten Blitar melaksanakan pembinaan sejumlah 422 peternak/kelompok ternak, dan pada tahun 2016 ditargetkan meningkat sebanyak 25

(15)

Program yang mendukung pencapaian target ini adalah Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, Program Pengembangan Usaha dan Lembaga Perdagangan, serta Program Pembinaan Lingkungan Sosial yang dilaksanakan melalui 3 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 277.000.000,-.

Penanggungjawab keberhasilan program tersebut adalah kepala bidang usaha peternakan.

4. Meningkatnya kualitas/mutu produk peternakan

Indikator kinerja dari sasaran ini adalah jumlah pengawasan mutu yang meliputi pengawasan bahan asal hewan (sampel produk pangan asal hewan), pengawasan pemotongan hewan qurban, pengawasan pemotongan hewan RPH, dan pengawasan produk non pangan asal hewan. Target pengawasan mutu pada tahun 2016 adalah 12.387 sampel/pengawasan. Program yang mendukung pencapaian target kinerja ini adalah Program Peningkatan Teknologi Peternakan yang dilaksanakan melalui 7 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 1.121.020.000,-. Penanggungjawab keberhasilan program tersebut adalah kepala bidang kesehatan masyarakat veteriner.

(16)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tahun 2016 menyampaikan data-data keberhasilan kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Blitar tahun 2016 dengan berpedoman pada Indikator Kinerja Utama Tahun 2016 (IKU), serta disusun dalam pencapaian kinerja selama kurun waktu dari bulan Januari s/d Desember 2016 serta perbandingan dengan tahun 2015 yang menyangkut pencapaian sasaran strategis Dinas Peternakan Kabupaten Blitar yang termuat dalam Rencana Strategis Dinas Peternakan Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021.

Dalam rangka mengetahui kinerja instansi, Dinas Kabupaten Blitar melakukan penilaian kinerja 2016. Penilaian kinerja ini dimulai dengan telah ditentukannya Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Blitar maupun Dinas Peternakan. IKU tersebut telah tercantum didalam Perjanjian Kinerja Tahun 2016 yang berisi target capaian kinerja beserta anggaran yang diperlukan untuk pencapaiannya.

Terdapat dua jenis skala penilaian pengukuran :

a. Bilamana Indikator Sasaran mempunyai makna progres positif, maka skala yang digunakan sebagai berikut :

Skor Rentang Capaian Kategori Capaian

4 Lebih dari 100 % Sangat baik

3 75 % sampai 100 % Baik

2 55 % sampai 75 % Cukup

1 Kurang dari 55 % Kurang

(17)

b. Sebaliknya bilamana Indikator Sasaran mempunyai makna progres negatif, maka skala yang digunakan sebagai berikut :

Skor Rentang Capaian Kategori Capaian

1 Lebih dari 100 % Kurang

2 75 % sampai 100 % Cukup

3 55 % sampai 75 % Baik

4 Kurang dari 55 % Sangat Baik

Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing - masing indikator kinerja. Adapun capaian atau realisasi dari target kinerja pada tahun 2016 terdapat pada tabel berikut :

PENCAPAIAN KINERJA

NO URAIAN IKU TARGET

2016

REALISASI 2016

% CAPAIAN

REALISASI 2015 1. Prosentase

Peningkatan Populasi Ternak

1 %

(232.065)

1,8 % (422.415)

180 % 1,2 %

2. Angka kejadian kasus KLB penyakit ternak

0 kasus 0 kasus 100 % 0 kasus

3 Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan

25

peternak/

kelompok

123

peternak/

kelompok

492 % 144 ternak/

kelompok

4 Jumlah pengawasan 12.387 14.875 120 % 13.444

(18)

1. Sasaran I : Meningkatnya usaha peternakan

a. Pengukuran realisasi indikator kinerja Prosentase Peningkatan Populasi Ternak

Pengukuran peningkatan populasi ternak meliputi populasi ternak besar ( Sapi Potong, Sapi Perah, Kerbau dan Kuda ), Ternak Kecil ( Kambing, Domba dan babi ), Unggas ( Ayam Pedaging, Ayam Ras Petelur, Itik, Ayam Buras dan Entog ) dan Aneka Ternak ( Kelinci dan Burung Puyuh ).

POPULASI TERNAK

No JENIS TERNAK SATUAN POPULASI 2015

POPULASI 2016

PENINGKATAN %

1 S a p i Potong Ekor 139.172 141.374 2.202 1,58

2 Sapi Perah Ekor 14.230 14.941 711 5

3 Kerbau Ekor 2.190 2.012 (178) (8,13)

4 K u d a Ekor 169 172 3 1,78

5 B a b i Ekor 2.739 6.600 3.861 140,96

6 Kambing Ekor 139.021 139.401 380 0,27

7 D o m b a Ekor 7.395 7.468 73 0,99

8 Ayam Ras Petelor Ekor 14.973.000 15.217.400 244.400 1,63 9 Ayam Bukan Ras Ekor 2.596.300 2.626.100 29.800 1,15 10 Ayam Ras Pedaging Ekor 3.862.400 3.892.200 29.800 0,77

11 I t i k Ekor 879.000 936.900 57.900 6,59

12 Entok Ekor 79.780 82.780 3.000 3,76

13 Kelinci Ekor 13.392 13.690 298 2,23

14 Puyuh Ekor 475.200 522.800 47.600 10,02

15 Merpati Ekor 22.500 25.065 (435) (1,93)

JUMLAH 23.206.488 23.628.903 422.415 1,8

Prosentase Peningkatan Populasi Ternak

= 23.628.903 - 23.206.488 x 100 % 23.206.488

= 1,8 %

(19)

b. Pengukuran persentase pencapaian sasaran Persentase Pencapaian Sasaran

= 1,8 x 100 % 1

= 180 %

Pencapaian sasaran pembangunan meningkatnya usaha peternakan adalah Sangat baik dengan persentase pencapaian sebesar 180%.

Peningkatan populasi ternak ini didukung dengan pelaksanaan Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan yang dilaksanakan melalui 7 kegiatan. Melalui kegiatan pada program ini Dinas Peternakan melakukan pembinaan kepada masyarakat peternak dalam menerapkan sistem berternak yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu Dinas Peternakan Kab. Blitar juga selalu meningkatkan pelayanan inseminasi buatan, sehingga angka service per conception semakin baik dan hasil akhirnya berupa peningkatan angka kebuntingan dan kelahiran ternak.

2. Sasaran II : Meningkatnya status kesehatan ternak

a. Pengukuran indikator Angka kejadian kasus KLB penyakit ternak Kasus Kejadian Luar Biasa ( KLB ) penyakit ternak merupakan kejadian kasus penyakit strategis ternak yang terjadi di wilayah Kab. Blitar. Pengukuran indikator kinerja ini adalah ada/tidaknya kejadian KLB penyakit ternak di Kabupaten Blitar pada tahun bersangkutan. Data Tahun 2015 dan 2016 menunjukkan tidak terdapat Kejadian Luar Biasa ( KLB ) penyakit ternak di Kab. Blitar.

(20)

pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak. Melalui program ini Dinas Peternakan Kab. Blitar selalu berupaya melakukan pencegahan penyakit ternak melalui kegiatan vaksinasi maupun dengan cara memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada peternak tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. selain itu Dinas Peternakan juga selalu sigap dan responsif terhadap laporan adanya kejadian penyakit ternak sehingga pada tahun 2016 tidak terdapat KLB penyakit ternak.

Meskipun target program telah tercapai 100% namun karena sifat dari program ini adalah preventif/ pencegahan maka program ini harus berkelanjutan. Mengingat Kab. Blitar merupakan gudang ternak yang memiliki resiko tinggi terhadap ancaman penyakit ternak strategis.

3. Sasaran III

:

Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan

a. Pengukuran indikator Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan

KELOMPOK DAN PETERNAK BINAAN

Uraian Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Jumlah

peternak/ternak/usaha terbina

278 422 545

Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan = 545 – 422 = 123

b. Pengukuran persentase pencapaian sasaran Persentase Pencapaian Sasaran

= 123 x 100 % 25

(21)

Pencapaian kinerja indicator ini adalah Sangat baik dengan persentase pencapaian sebesar 492 %. Salah satu sasaran strategis pembangunan peternakan adalah meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan dengan indikator kinerja kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan. Program pendukung pencapaian kinerja ini adalah Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, Program Pengembangan Usaha dan Lembaga Perdagangan, serta Program Pembinaan Lingkungan Sosial. Pada Tahun 2016 terdapat kenaikan peternak/ kelompok ternak binaan sebanyak 123 peternak/kelompok. Capaian kinerja ini jauh melampaui target, dimana pada perjanjian kinerja target hanya 25 peternak/ kelompok. Capaian kinerja yang sangat tinggi ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan minat peserta kontes ternak dan peternak/ pedagang ternak dalam menggunakan fasilitas Pasar Hewan Terpadu baik di Srengat maupun di Wlingi.

4. Meningkatnya kualitas/mutu produk peternakan a. Jumlah pengawasan mutu

Disektor hilir dari usaha peternakan akan menghasilkan produk peternakan yang Aman Sehat Utuh dan Halal ( ASUH ). Dalam tugas dan fungsinya dalam pengamanan bahan asal hewan, Dinas Peternakan melaksanakan pengawasan kualitas mutu bahan asal hewan sebagai berikut :

(22)

PENGAWASAN MUTU

Jenis pengawasan Capaian Tahun 2016 Pengawasan bahan asal hewan

(sampel produk pangan asal hewan)

152

Pengawasan pemotongan hewan qurban

13.018

Pengawasan pemotongan hewan RPH

1.691

Pengawasan produk non pangan asal hewan

14

JUMLAH 14.875

Jumlah pengawasan mutu = 14.875

c. Pengukuran persentase pencapaian sasaran Persentase Pencapaian Sasaran

= 14.875 x 100 % 12.387

= 120 %

Pencapaian kinerja indikator ini adalah Sangat baik dengan persentase pencapaian sebesar 120 %. Pada tahun 2016 Dinas Peternakan Kab. Blitar mempunyai target sebanyak 12.387 pengawasan, pada realisasinya mampu melaksanakan pengawasan sebanyak 14.875 pengawasan. Sedangkan pada Tahun 2015 melaksanakan sebanyak 13.444 pengawasan. Pencapaian yang tinggi terhadap pengawasan ini dikarenakan adanya peningkatan pemotongan hewan qurban di Kabupaten Blitar pada Tahun 2016.

(23)

Capaian kinerja Dinas peternakan dalam pencapaian target pada RPJMD ataupun Renstra dapat dilihat pada tabel berikut :

Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 s.d akhir periode RPJMD/RENSTRA Tahun 2021

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target akhir RPJMD/RENSTRA

Realisasi 2016

Tingkat Kemajuan Meningkatnya

Usaha Peternakan

Prosentase Peningkatan Populasi Ternak

5 % 1,8 % 36 %

Meningkatnya status

kesehatan ternak

Angka kejadian kasus KLB penyakit ternak

0 kasus 0 kasus 100%

Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha

peternakan

Kenaikan jumlah

kelompok dan peternak binaan

525 kelompok /peternak binaan

123 kelompok /peternak

binaan

23,4 %

Meningkatnya kualitas/mutu produk

peternakan

Jumlah pengawasan mutu

77.487 sampel 14.875 sampel

19,2%

(24)

Persentase anggaran pada masing – masing sasaran strategis dibandingkan dengan keseluruhan (total) anggaran pada Dinas Peternakan dapat dilihat pada tabel berikut :

Alokasi Anggaran Per Sasaran Pembangunan

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Anggaran % Anggaran

1 Meningkatnya Usaha Peternakan

Prosentase Peningkatan

Populasi Ternak 313.627.500 12,24 %

2 Meningkatnya status kesehatan ternak

Angka kejadian kasus

KLB penyakit ternak 850.150.000 33,18 %

3 Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan

Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan

277.600.000

10,83 %

4 Meningkatnya kualitas/ mutu produk peternakan

Jumlah pengawasan

mutu 1.121.020.000 43,75 %

Total Anggaran 2.562.397.500 100 %

Keterangan:

- Apabila dilihat prosentase pengawasan mutu bahan/produk peternakan dari segi anggaran paling menonjol (39%) hal ini dikarenakan adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa penambahan fasilitas RPH Wlingi dan SILPA DAK Tahun 2014. Namun untuk SILPA belum dapat direalisasi dikarenakan adanya aturan belanja hibah dari pemerintah daerah yang belum dapat dipenuhi dan kelompok penerima belum memenuhi syarat sebagai penerima hibah.

- Selain kegiatan diatas Dinas Peternakan Kab. Blitar juga memperoleh anggaran DAK untuk meningkatkan status kesehatan ternak berupa Pembangunan Puskeswan Binangun dan Rehab Puskeswan Kademangan. Namun rehab Puskeswan Kademangan juga belum dapat terealisasi karena aturan belanja hibah sehingga menjadi SILPA.

(25)

PENCAPAIAN KINERJA DAN ANGGARAN

Sasaran/

Program

Indikator Kinerja Anggaran

Target Realisasi Capaian Alokasi Realisasi Capaian

Meningkatnya Usaha Peternakan

Prosentase Peningkatan Populasi Ternak

1 % 1,8 % 180 % 313.627.500 306.202.500 97,63 %

Meningkatnya status kesehatan ternak

Angka kejadian kasus KLB penyakit ternak

0 kasus 0 kasus 100 % 850.150.000 480.163.592 56,5 %

Meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan

Kenaikan jumlah kelompok dan peternak binaan

25 ternak/

kelompo k ternak

123 ternak/

kelompok ternak

492 % 277.600.000 264.306.000 95,21 %

Meningkatnya kualitas/

mutu produk peternakan

Jumlah pengawasan mutu

12.387 sampel

14.875 sampel

120 %

sampel 1.121.020.000 639.192.650 57,02 %

EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA Sasaran/ Program Indikator %

Capaian

% Penyerapan anggaran

Tingkat Efisiensi Meningkatnya Usaha

Peternakan

Prosentase Peningkatan Populasi Ternak

180 % 97,63 % 82,37 %

Meningkatnya status kesehatan ternak

Angka kejadian

kasus KLB penyakit 100 % 56,5 % 43,5 %

(26)

Berdasarkan hasil analisa akuntabilitas kinerja Dinas Peternakan Kab. Blitar tahun 2016, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

1. Pencapaian 3 (tiga) sasaran pembangunan sub sektor peternakan berhasil dengan sangat baik yaitu sasaran pembangunan meningkatnya usaha peternakan, meningkatnya pembinaan kelembagaan usaha peternakan, serta meningkatnya kualitas/mutu produk peternakan. Sedangkan 1 (satu) sasaran pembangunan meningkatnya status kesehatan ternak tercapai dengan baik.

2. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2016 dengan target kinerja akhir Renstra rata-rata diatas 20%, pencapaian terendah adalah pada sasaran pembangunan meningkatnya kualitas/mutu produk peternakan yaitu 19,2 %.

3. Dinas Peternakan Kab. Blitar dapat melaksanakan efisiensi penggunaan sumber daya pada pencapaian setiap sasaran pembangunan pembangunan peternakan.

Selain pencapaian sasaran pembangunan peternakan sesuai perjanjian kinerja, pada Tahun Anggaran 2016 Dinas Peternakan Kab.

Blitar meraih prestasi dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur memperoleh Juara I Lomba Agribisnis Ternak Ayam Buras yang diraih oleh KSU Barokah ( M. Dedik Supriyadi ). Dengan Foto copi penghargaan terlampir.

B. Realisasi Anggaran

Program yang dilaksanakan Dinas Peternakan Kab. Blitar pada Tahun 2016 adalah sebagai berikut :

a. Pelayanan Administrasi Perkantoran

b. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur c. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Apartur

d. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja

(27)

e. Pemeliharaan Kesehatan dan Penanggulangan Penyakit Menular f. Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

g. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan h. Peningkatan penertapan Teknologi peternakan i. Pembinaan Lingkungan Sosial

Dengan total anggaran APBD II Rp. 3,617,622,500,- terealisasi Rp.

2,721,931,656,- ( 75,24%). Selisih antara anggaran dan realisasi diatas dikarenakan:

a. Fasilitasi pembangunan/ rehabilitasi puskeswan dan sarana pendukungnya (DAK dan pendamping DAK)

Target output kegiatan ini adalah terbangunnya/rehabilitasi 2 unit puskeswan, tetapi cuma terealisasi 1 unit puskewan di Kecamatan Binangun. Capaian kinerja tidak sesuai target karena rehabilitasi puskeswan kademangan termasuk belanja hibah, sedangkan pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Blitar tidak bisa melaksanakan hibah karena belanja bidang kesehatan belum mencapai 10 %.

b. Pembangunan/rehabilitasi/renovasi sarana dan prasarana peternakan (SILPA DAK)

Kegiatan ini tidak terlaksana karena kegiatan ini merupakan belanja hibah, yaitu pembangunan Tempat Penampungan Susu pada kelompok tani/ternak. Pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Blitar belum bisa melaksanakan hibah karena belanja urusan kesehatan belum mencapai 10%, serta belum ada kelompok yang memenuhi syarat penerima bantuan hibah.

c. Adanya efisiensi dan selisih harga penawaran.

(28)

Berikut Tabel Realisasi anggaran tahun 2016 pada Dinas Peternakan kab.

Blitar

NO PROGRAM /KEGIATAN

ALOKASI BIAYA KELUARAN (OUTPUT)

ANGGARAN REALISASI % URAIAN TARGET REALISASI

1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

516,488,879

476,924,203

92.34

Penyediaan dan Peningkatan Administrasi Perkantoran

516,488,879

476,924,203

92.34

Tersediamya sarana administrasi perkantoran , jasa teknis

12 bulan, 20 orang

12 bulan, 20 orang

2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

509,186,121

501,516,411

98.49

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

509,186,121

501,516,411

98.49

Tersedianya sarana perawatan kendaraan, publikasi media, perawatan jaringan, pemeliharaan gedung serta pengadaan alat kantor

5 unit kendaraan, jaringan

5 unit kendaraan, jaringan

3 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

55,950,000

53,626,300

95.85

Peningkatan

Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

55,950,000

53,626,300

95.85

Tersedianya dokumen perencanaan dan pelaporan serta Ranperda peternakan

7 dokumen 7 dokumen

4 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak

823,750,000

480,163,592

58.29

Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak

80,000,000

78,812,875

98.52

Terlayaninya pencegahan dan pelayanan kesehatan hewan

1000 ekor 2960 ekor

Fasilitasi Pembangunan / Rehabilitasi Puskeswan dan Sarana Pendukungnya (DAK dan pendamping DAK)

743,750,000

401,350,717

53.96

Terbangunnya puskeswan dan tersedianya sarana prasarana

2 unit 1 unit

(29)

5 Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

313,627,500

306,202,500

97.63

Sosialisasi, Monitoring, Pengawasan Peredaran dan Penggunaan Obat Hewan

26,400,000

24,100,000

91.29

Termonitornya

penggunaan obat hewan

72 PS 78 PS, 20 Peternak

Monitoring Pelaksanaan UKL/UPL bidang Peternakan

27,652,500

27,652,500

100.00

Termonitoringnya pelaksanaan UKL/UPL Bidang Peternakan

80 peternak 106 peternak

Pelatihan Penyusunan Ransum Unggas dan Ruminansia serta Monitoring Kredit KKPE

90,000,000

86,545,000

96.16

Terlatihnya peternak dalam pemyusunan ransum unggas

120 orang 120 orang

Pelatihan Pengolahan Susu, Daging dan Telur

21,875,000

21,875,000

100.00

Terlatihnya peternak dalam pengolahan daging, telur,susu

25 orang 25 orang

Pemantauan

Perkembangan Ternak Bantuan Pemerintah

20,000,000

19,980,000

99.90

Terpantaunya perkembangan ternak bantuan pemerintah

50 peternak 9892 ekor

Penilaian Pelaku Agribisnis Bidang Peternakan

15,000,000

14,850,000

99.00

Terkirimnya peternak/

kelompok ternak dalam lomba bidang

peternakan

30 kelompok/

peternak 44 kelompok/

peternak

Penyusunan Data Potensi Produksi Peternakan

112,700,000

111,200,000

98.67

Tersusunnya data potensi produksi peternakan

1 buku 1 buku

6 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan

115,000,000

115,000,000

100.0 0

Promosi atas hasil produksi peternakan unggulan daerah

115,000,000

115,000,000

100.00

Terselenggaranya promosi produk peternakan

200 ekor 365 ekor

7 Program Peningkatan Penerapan Teknologi

1,121,020,000

639,192,650

57.02

(30)

Pangan Asal Hewan

Pembangunan/Rehabilitasi/

Renovasi Sarana dan Prasarana RPH Wlingi (DAK dan Pendamping DAK)

461,250,000

380,676,000

82.53

Terbangunnya kandang peristirahatan di RPH Wlingi

1 unit 1 unit

Fasilitasi Rumah Potong Hewan

50,000,000

49,000,000

98.00

Tersedianya

pemeliharaan dan sarana prasarana RPH

2 RPH 2 RPH

Pengembangan Teknologi Peternakan Tepat Guna dan Pengawasan Mutu Pakan

70,000,000

69,907,500

99.87

Termonitornya bahan pakan ternak

650 sampel 707 sampel

Pemantauan

Penyembelihan Hewan Qurban dan Monitoring Produk Non Pangan Asal Hewan

40,120,000

40,120,000

100.00

Termonitornya hewan qurban dan bazar hewan qurban dan bazar hewan qurban

11.850 ekor, 20 pelaku usaha

13.018 ekor, 14 pelaku usaha

Pembangunan/Rehabilitasi/

Renovasi Sarana dan Prasarana Peternakan (DAK dan Pendamping DAK)

400,000,000

-

- Terbangunnya sarana dan prasarana peternakan

1 unit 0 unit

8 Program Pengembangan Usaha dan Lembaga Perdagangan

12,600,000

12,600,000

100.0 0

Penyelenggaraan Pasar Murah Kabupaten Blitar Menjelang Idul Fitri

12,600,000

12,600,000

100.00

Terselenggaranya subsidi telur pasar murah

6000 paket telur

3180 paket telur

9 Program Pembinaan Lingkungan Sosial

150,000,000

136,706,000

91.14

Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Kerja Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau dan atau daerah hasil bahan baku industri hasil tembakau

150,000,000

136,706,000

91.14

Terlatihnya peternak.

Kelompok ternak di lingkungan industri tembakau

170 peternak

180 peternak

3,617,622,500 2,721,931,656 75.24

(31)

BAB IV. PENUTUP

Dinas Peternakan masih terus mengadakan perbaikan-perbaikan yang akan dituangkan dalam perencanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi menyeluruh untuk tahun berikutnya. Sebab hasil LAKIP ini tidaklah hanya dibandingkan dengan capaian kinerja nyata pada tahun sebelumnya, tetapi harus memperhatikan pula kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan, juga harus membandingkan dengan indikator lain seperti tingkat kesejahteraan masyarakat peternak, kondisi perekonomian dan sebagainya.

Apabila dalam perjalanan organisasi terjadi perubahan kebijaksanaan ataupun perubahan lingkungan strategis, maka akan dilakukan penyesuaian- penyesuaian dengan tetap memperhatikan visi, misi serta tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan Kabupaten Blitar.

Penilaian Akuntabilitas Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Blitar merupakan salah satu cara untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan yang selanjutnya ditulis sebagai bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Namun apa yang telah dilaksanakan masih terdapat beberapa kekurangan, sehingga masih diperlukan kerja dan usaha yang lebih keras dalam mewujudkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang, untuk itu tidak menutup kemungkinan adanya masukan dan saran dalam penyempurnaan kegiatan-kegiatan yang akan datang.

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa pondok pesantren Babul Maghfirah dalam pelaksanaan pendidikan Kewirausahaan berbasis pondok pesantren telah melakukan berbagai upaya dalam menumbuhkan semangat

23 Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, yaitu: 1) Unsur barangsiapa; 2) Unsur dengan sengaja; 3) Unsur melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak; 4)

Kita ketahui bahwa proses yang ada dalam pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi dalam hal ini adalah pelelangan umum secara pascakualifikasi metode satu sampul

Dengan menggunakan perangkat lunak ini, pemakai yang awam dengan perintah XML dapat dengan mudah membuat suatu XSD yang digunakan dalam suatu file XML.. Dengan perangkat lunak ini

Berdasarkan hasil penelitian Kriesat (2014) didapatkan bahwa memiliki pengalaman pribadi dalam menyusui tidak meningkatkan sikap menyusui (p = 0,35). Hasil penelitian

Analisis demikian dimaksudkan sebagai tahapan-tahapan pengkajian teks, pesan, petunjuk maupun informasi Khawf dan Raja>’ yang keberadaannya terpisah dan terpotong

Trans 7 (Analisis Tema Authentic Halal Greek Food Yunani) karya Umrotul Fadilah mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Walisongo

Mengacu pada hasil dokumentasi yang penulis peroleh, tenaga pengajar di MA Al-Fatah Palembang memiliki sumber daya yang sangat tinggi akan tetapi dengan jumlah