4 2.1. Konsep Dasar Sistem
A. Sistem
1. Pengertian Sistem
Menurut Pratama (2014:7) menyatakan bahwa “Sistem adalah sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama”.
Sedangkan, menurut Jogiyanto (2014:1) mengemukakan bahwa “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubugan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.
1. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan menurut Jogiyanto (2014:6) diantaranya sebagai berikut ini :
a. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
1) Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan.
2) Sistem Fisik adalah sistemsistem yang ada secara fisik. Misalnya, sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya.
b. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
1) Sistem Alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.
2) Sistem Buatan Manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system.
c. Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu
1) Sistem Tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.
Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti.
2) Sistem Tak Tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probalitas.
d. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
1) Sistem Tertutup adalah sistem yang tidak berhubngan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya.
2) Sistem Terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.
2. Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakterisitik atau sifat-sifat yang tertentu menurut Jogiyanto (2014:3), yaitu :
a. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
b. Batas Sistem
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
c. Lingkungan Luar Sistem
Apapun diluar batas dari sistem yang memperoleh operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
d. Penghubung Sistem
Media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya.
e. Masukan Sistem
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem.
f. Keluaran Sistem
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
g. Pengolah Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
h. Sasaran Sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak aka nada gunanya.
2. Informasi
Menurut Pratama (2014:8) mengatakan bahwa “Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti, dan manfaat”.
Sedangkan, menurut Mardi (2014:5) menyatakan bahwa “Informasi adalah hasil proses atau hasil pengolahan data, meliputi hasil gabungan, analisis, penyimpulan, dan pengolahan sistem informasi komputerisasi”.
3. Sistem Informasi
Menurut Kadir dalam (Dewi, 2018) mengemukakan bahwa “Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai”.
Sedangkan, menurut Sutarbi (2016:40) mendefinisikan bahwa : Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasional yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
4. Jasa
Menurut Kotler dalam Lupiyoadi (2014:7) “Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksi jasa mungkin berkaitan dengan produk fisik atau tidak.”
B. Program
1. Pengertian Program
Menurut Rosa dan Shalahudin (2018:67) mengemukakan bahwa “Pemograman terstruktur adalah konsep paradigma atau sudut pandang pemograman yang membagi- bagi program berdasarkan fungsi-fungsi atau prosedur-prosedur yang dibutuhkan program komputer”.
2. Netbeans IDE 8.1
Menurut Rusmayanti (2014:36) mengemukakan bahwa “Netbeans merupakan salah satu IDE yang dikembangkan dengan bahasa pemograman java. Netbeans mempunyai lingkup pemograman java terintegrasi dalam suatu perangkat lunak yang didalamnya menyediakan pembangunan GUI, text editor, complier, dan interpreter”.
C. Basis Data (Database) 1. Pengertian Basis Data
Menurut Rosa dan Shalahuddin bahwa (2018:43), “Basis Data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”.
Menurut Yudi Priyadi dalam Mayangky dan Suharyanto (2018:68), Menjelaskan bahwa Basis Data adalah sekumpulan notasi atau simbol untuk menggambarkan data dan relasinya, berdasarkan suau konsep dan aturan tertentu suatu pemodelan atau sekumpulan fakta berupa representasi tabel yang saling berhubungan dan disimpan dalam media penyimpanan digital.
2. MySQL
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:46) “SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS. SQL awalnya dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus”.
Sedangkan, menurut Priyadi (2014:82) menjelaskan bahwa “SQL merupakan membangun suatu aplikasi komputer yang merujuk pada konsep Relation Database Management System (RDBMS), terdapat suatu struktur bahasa yang sudah standar untuk
membangun basis datanya”.
D. Model Pengembangan Perangkat lunak
Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2015:28), “Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung (support)”.
Berdasarkan pendapat dari para ahli yang telah dikemukakan di atas, penulis menyimpulkan bahwa model waterfall merupakan model pengembangan perangkat lunak melalui pendekatan secara sistematis dan terurut mulai dari analisis, desain, pengkodean, dan pengujian dan mirip dengan system development life cycle (SDLC).
Gambar II.1. Alur Model Waterfall
Adapun tahapan dari model waterfall menurut Sukamto dan Shalahuddin Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2015:29)
(2015:29) yaitu:
1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara insentif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
2. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengkodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.
3. Pembuatan Kode Program
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
4. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secar adari segi logic dan fungsional serta memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
5. Pendukung (support) atau Pemeliharaan (maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika
sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.
2.2. Teori Pendukung
Adapun teori pendukung yang dijelaskan sebagai model sistem yang akan dirancang, diantaranya sebagai berikut :
A. Unified Modeling Language (UML)
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:137) mengemukakan “Unified Modeling Language atau UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi
mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.
B. Activity Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:161) mendefinisikan bahwa “Activiy Diagram menggambarkan aliran kerja (workflow) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis ataupun menu yang ada pada perangkat lunak”.
C. Use Case Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:155) bahwa “Use Case Diagram merupakan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat”.
D. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:50), bahwa “Entity Relationship Diagram atau (ERD) digunakan untuk pemodelan basis data relasional sehingga jika penyimpanan basis data menggunakan OODBMS, maka perancangan basis data tidak perlu menggunakan ERD”.
E. Logical Record Structured (LRS)
Menurut Kristanto, A. dalam Nissa dan Suharyanto (2018:69), Logical Record Structured (LRS) adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang
terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas. Menentukan kardinalitas, jumlah tabel, dan Foreign Key.
F. Sequence Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:165), mendefinisikan bahwa “Sequence Diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek”.