• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 1 MENGGALA PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KABUPATEN TULANG BAWANG

Alamat : Jln. Lintas Timur Kampung Lebuh Dalem Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang Kode Pos 34615e-mail [email protected]

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Menggala

Kelas / Semester : X / Ganjil

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Materi Pokok : Teks Anekdot (I)

Tema/Topik : Kritik dan Humor dalam Layanan Publik Pertemuan ke : 1, 2,3

Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran ( 3 X pertemuan ) A. Kompetensi Inti

KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan

faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar

1.2.Mensyukuri anugerah Tuhan akan beradaan bahasa Indonesia dan menggunakannya Sebagai sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis informasi lisan dan tulis melalui teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, Prosedur kompleks, dan negosiasi

2.1. Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.

3.1. Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan 1 Mendifinisikan teks anekdot.

2 Menentukan struktur isi teks anekdot 3 Menentukan ciri bahasa teks anekdot

TUTWURI HAND AYAN

I

(2)

4 Mengidentifikasi teks anekdot “KUHP dalam anekdot” berdasarkan struktur anekdot

5 Mengidentifikasi teks anekdot “KUHP dalam anekdot” berdasarkan ciri bahasa anekdot

4.1. Menginterpretasi makna teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik secara lisan maupun tulisan

1 Menjelaskan makna kata, istilah, ungkapan dalam teks anekdot” KUHP dalam Anekdot”.

2 Menanggapi teks anekdot” KUHP dalam Anekdot”.

3 Membuat kalimat yang mengandung kelucuan

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah membaca teks anekdot, Peserta didikdapat menunjukkan rasa syukur atas keberadaan bahasa Indonesia yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi, hiburan dan kritik sosial

2. Selama proses pembelajaran, Peserta didikmenunjukkan penggunaan bahasa Indonesia sikap tanggung jawab, peduli, responsive, dan santun.

3. Setelah membaca teks anekdot, Peserta didikdapat mendifinisikan teks anekdot.

4. Setelah membaca teks anekdot , Peserta didikdapat mengidentifikasi teks anekdot

“KUHP dalam anekdot” berdasarkan struktur anekdot

5. Setelah membaca teks anekdot, Peserta didikdapat menemukan ciri bahasa teks anekdot “KUHP dalam anekdot”.

6. Setelah menemukan ciri teks anekdot, Peserta didikdapat menjelaskan makna kata, istilah, ungkapan dalam teks anekdot “KUHP dalam anekdot” secara lisan

D. Materi Pembelajaran

- Fakta : Teks Anekdot

- Prinsip : Struktur dan Kaidah

- Konsep : pengertian teks anekdot, makna istilah - Prosedur : Langkah-langkah menyusun teks - Nlai-nilai : responsif,

E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik

Metode Pembelajaran : diskusi , penugasan

F. Media, Alat, dan Sumber Belajar

1. Media : Macam-macam teks anekdot 2. Alat : LCD, Laptop

3. Sumber Belajar : Buku Peserta didik“ Bahasa Indonesia “ Ekspresi Diri dan Akademik “

(3)

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu A. Pendahuluan 1) Salam, mengabsen dan memotivasi untuk

mengondisikan Peserta didikmemulai pembelajaran.

2) Peserta didik menerima informasi tentang tema dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam materi

“Kritik Humor dan Layanan Publik” Teks yang akan dipelajari adalah Teks Anekdot.

3) Peserta didik dipandu guru membagi kelompok kecil yang beranggota 4 orang.

10 menit

B. Inti Mengamati

1) Peserta didik menyimak arahan guru bahwa melalui pembelajaran ini dapat mengembangkan sikap santun, jujur, tanggung jawab, dan cinta damai.

2) Peserta didik diminta guru untuk mencari wacana yang berisi kritik dan humor mengenai layanan publik dan membaca wacana tersebut.

3) Peserta didik membaca teks anekdot yang berjudul

“KUHP dalam Anekdot”

Menanya

4) Peserta didik bertanya jawab dengan guru tentang pengertian pelayanan publik dan teks anekdot

5) Peserta didik menjawab pertanyaan secara lisan tugas 1 secara bergantian.

Mengeksplorasi

6) Peserta didik menemukan struktur isi teks anekdot

“KUHP dalam Anekdet” (abstrak, orientasi, krisis, respon, coda)

7) Peserta didik menemukan ciri bahasa teks anekdot (pertanyaan retoris, proses material, dan konjungsi temporal)

Mengasosiasi

8) Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan hasil temuan terkait dengan struktur isi teks anekdot

“KUHP dalam Anekdet” (abstrak, orientasi, krisis, respon, coda)

70 menit

(4)

Mengomunikasikan

9) Peserta didik mengomunikasikan dan saling menilai kebenaran/ketepatan kesimpulan antarkelompok 10) Peserta didik menanggapi presentasi

teman/kelompok lain secara santun

D. Penutup 1) Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran

2) Peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang dilakukan.

10 menit

Pertemuan kedua

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu A.

Pendahuluan 1) Peserta didik merespon salam dari guru, mengabsen dan memotivasi untuk mengondisikan Peserta didikmemulai pembelajaran.

2) Peserta didik menerima informasi keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3) Peserta didik menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

10 menit

B. Inti Mengamati

1) Peserta didik membaca teks anekdot yang berjudul

“Anekdot Hukum Peradilan”

Menanya

2)

Peserta didik membuat pertanyaan yang berhubungan teks anekdot

Mengeksplorasi

3) Peserta didik menemukan struktur isi teks anekdot“Anekdot Hukum Peradilan” (abstrak, orientasi, krisis, respon, coda)

4) Peserta didik menemukan ciri bahasa teks anekdot

“Anekdot Hukum Peradilan” pertanyaan retoris, proses material, dan konjungsi temporal)

5) Peserta didik mengidentifikasi makna partisipan dalam teks anekdot “Anekdot Hukum Peradilan”

Mengasosiasi

6)

Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan hasil

70 menit

(5)

temuan terkait dengan struktur isi (abstrak, orientasi, krisis, respon, coda) dan ciri bahasa teks anekdot (pertanyaan retoris, proses material, dan konjungsi temporal)

7)

Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan makna kata, istilah, ungkapan teks anedot dalam diskusi kelas dengan saling menghargai.

Mengomunikasikan

8)

Peserta didik mengomunikasikan dan saling menilai kebenaran/ketepatan kesimpulan antarkelompok

9)

Peserta didik mempresentasikan makna kata, istilah, ungkapan teks anedot dengan rasa percaya diri.

10)

Peserta didik menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara santun

E. Penutup 1) Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran

2) Peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang dilakukan.

3) Peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan guru.

10 menit

Pertemuan ketiga

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu A. Pendahuluan 1) Peserta didik merespon salam dari guru, mengabsen dan

memotivasi untuk mengondisikan Peserta didikmemulai pembelajaran.

2) Peserta didik menerima informasi keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3) Peserta didik menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

10 menit

B. Inti Mengamati

1) Peserta didik mencari sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian dalam teks “Aneksdot Hukum Peradilan”

Menanya

2) Peserta didik bertanya jawab dengan guru tentang sindiran dan pengandaian.

Mengeksplorasi

3)

Peserta didik mencari contoh lain sindiran yang

70 menit

(6)

diungkapkan dengan penggunaan lawan kata.

Mengasosiasi

4)

Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk mengidentifikasi penggunaan konjungsi yang menyatakan urutan, akibat, dan yang diganti dengan penggunaan kata-kata sinonim dalam teks “Anekdot Hukum peradilan.

Mengomunikasikan

5)

Peserta didik mengomunikasikan dan saling menilai kebenaran/ketepatan kesimpulan antarkelompok

6)

Peserta didik menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara santun

F. Penutup 1) Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran

2) Peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang dilakukan.

10 menit

H. Penilaian

1. Penilaian proses Aspek Sikap No Aspek

penilaian Teknik

penilaian Waktu

penilaian Instumen

penilaian Keterangan 1. Religius Pengamatan

saat kegiatan belajar

Proses Lembar pengamatan

2. Tanggung jawab 3. Peduli

4. Responsif 5. Santun

Lembar pengamatan sikap No Nama

siswa Religius Tanggu

g jawab Peduli Respons

if Santun Jml

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Skor nilai

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Keterangan

1. jika tidak pernah berperilaku dalam kegiatan 2. jika kadang-kadang berperilaku dalam kegiatan 3. jika sering berperilaku dalam kegiatan

(7)

4. jika selalu berperilaku dalam kegiatan

Pedoman Penskoran

𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 = 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡

𝟐𝟎 𝐱𝟏𝟎𝟎%

90 - 100 = ST (selalu diperlihatkan) 80 – 89 = SM sering diperlihatkan) 70 – 79 = MT (mulai tampak) 60 – 69 = BT (belum tampak)

2. Penilaian hasil belajar Aspek Pengetahuan dan Keterampilan Indikator pencapaian

kompetensi Teknik

penilaian Bentuk

penilaian Instumen Mendefinisikan teks

anekdot “KUHP dalam anekdot”

Lisan Isian 1. Jelaskan definisi teks anekdot “KUHP dalam anekdot” ?

Mengidentifikasi struktur teks Anekdot” KUHP”

dalam Anekdot

Lisan Lsian 2. Jelaskan struktur teks anekdot “KUHP dalam anekdot” ?

Mengidentifikasi kaidah teks Anekdot” KUHP”

dalam Anekdot

Lisan Isian 3. Jelaskan kaidah teks anekdot “KUHP dalam anekdot”

Mengidentifikasi isi teks anekdot “KUHP dalam anekdot”

Lisan Isian 4. Menentukan isi teks

“KUHP dalam anekdot”

Menuliskan kembali isi teks anekdot “KUHP dalam anekdot”

Tertulis Keterampilan

tertulis 5. Tuliskanlah kembali isi teks anekdot “KUHP dalam anekdot”?

Menceritakan kembali isi teks anekdot “KUHP dalam anekdot” dalam bahasa kalian sendiri.

Lisan Keterampilan

berbicara 6. Ceritakan kembali isi teks anekdot “KUHP dalam anekdot” dalam bahasa sendiri?

(8)

KUNCI JAWABAN

Contoh teks anekdot ”KUHP dalam anekdot”

Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana.Suasana biasa-biasa saja.

Saat sesi tanya- jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen.”Apa kepanjangan KUHP,pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad.”Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,”pinta pak dosen.Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara,Pak…!”

MahaPeserta didiklain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad,

“Saudara Ahmad, dari mana saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas,”Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak…!” Semua mahaPeserta didikdi kelas itu tercengang . Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.

Gelak tawa mereda.Kelas kembali berlangsung normal

1. Jelaskan pengertian anekdot berdasarkan teks anekdot tersebut!

 Jenis teks yang berisi peristiwa-peristiwa lucu, konyol, atau menjengkelkan sebagai akibat dari krisis yang ditanggapi dengan reaksi.

2. Jelaskan struktur dan kaidah teks anekdot “KUHP dalam anekdot” ?

 Struktur teks anekdot “ KUHP dalam anekdot”

Abstraksi ---Seorang dosen memberikan kuliah hukum pidana Orientasi---Suasana kelas biasa-biasa saja (Paragraf 1)

Krisis ---KUHP dipelesetkan menjadi “Kasih Uang Habis Perkara” (Paragraf 2)

Reaksi--- MahaPeserta didiktercengang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala (Paragraf 3)

Koda--- Kelas kembali berlangsung normal (Paragraf 4) 2. Jelaskan kaidah teks anekdot “KUHP dalam anekdot”!

 Kaidah teks anekdot “ KUHP dalam anekdot”

Kata sambung ---- MahaPeserta didiklain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad

Kata kerja--- Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana

Kalimat perintah----.”Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,”pinta pak dosen.Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara,Pak…!”

4. Jelaskan isi teks anekdot “KUHP dalam anekdot” ?

 Isi teks anekdot “KUHP dalam anekdot” adalah menyindir tentang keadilan hukum yang terjadi di Negara Indonesia .

5. Tuliskanlah kembali isi teks anekdot “KUHP dalam anekdot” dalam bahasa kalian sendiri?

 Teks anekdot “KUHP dalam anekdot”: Menceritakan Seorang pria yang bernama Ali menanyakan kepanjangan KUHP kepada dosennya.Lalu,dosennya melemparkan jawaban kepada Ahmad. Kemudian ,Ahmad menjelaskan bahwa KUHP itu adalah singkatan dari “Kasih Uang Habis Perkara”. Sehingga, semua mahaPeserta didiktertawa.

(9)

Pedoman Penilaian

No soal Nilai Keterangan

1 10

2 20

3 20

4 25

5 25

Jumlah 100

3. Penilaian Proses Aspek Keterampilan

No. Nama

Siswa Aspek yang dinilai

JUMLAH KOMENTAR ISI STRUKTUR

TEKS KOSAKATA KALIMAT MEKANIK

PEDOMAN PENILAIAN KETERAMPILAN DALAM PELAJARAN TEKS ANEKDOT

Skor Kriteria Komentar

Isi 27—30 Sangat baik—sempurna: menguasai topik tulisan;

substantif; abstraksi, orientasi,krisis, reaksi, koda; relevan dengan topik yang dibahas

22—26 Cukup—baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai; pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci

17—21 Sedang—cukup: penguasaan permasalahan terbatas;

substansi kurang; pengembangan topik tidak memadai 13—16 Sangat kurang—kurang: tidak menguasai

permasalahan; tidak ada substansi; tidak relevan; tidak layak dinilai

Sruktur

teks 18—20 Sangat baik—sempurna: ekspresi lancar; gagasan terungkap padat dengan jelas; tertata dengan baik;

urutan logis; kohesif

14—17 Cukup—baik: kurang lancar; kurang terorganisasi, tetapi ide utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap

10—13 Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait; urutan dan pengembangan kurang logis

7—9 Sangat kurang—kurang: tidak komunikatif; tidak terorganisasi; tidak layak dinilai

Kosakata 18 – 20 Sangat baik—sempurna: penguasaan kata canggih;

pilihan kata dan ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat

(10)

14-17 Cukup—baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk, dan penggunaan kata/ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu

10-13 Sedang—cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi kesalahan bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan; makna membingungkan atau tidak jelas

7-9 Sangat kurang—kurang: pengetahuan tentang kosakata, ungkapan, dan pembentukan kata rendah; tidak layak nilai

Kalimat 18-20 Sangat baik—sempurna: konstruksi kompleks dan efektif; terdapat hanya sedikit kesalahan penggunaan bahasa (urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, preposisi) 14-17 Cukup—baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif;

terdapat kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi makna cukup jelas

10-13

Sedang—cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi kalimat tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi, urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna membingungkan atau kabur

7-9 Sangat kurang—kurang: tidak menguasai tata kalimat; terdapat banyak kesalahan; tidak komunikatif;

tidak layak dinilai

Mekanik 9-10 Sangat baik—sempurna: menguasai aturan penulisan;

terdapat sedikit kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf

7-8 Cukup – baik: Kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan,tanda baca, penggunaan huruf capital, dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna 4-6 Sedang- cukup : sering terjadi kesalahan ejaan,tanda

baca, penggunaan huruf kapital,dan penataan paragraph;

tulisan tangan tidak jelas; makna membingungkan atau kabur

1-3 Sangat Kurang-kurang : tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf capital, dan penataan paragraf; tulisan tidak terbaca; tidak layak dinilai

Mengetahui, Kepala Sekolah

FERDAYANA, S.P., M.Pd.I NIP. 19720419 200902 2 001

Tualng Bawang, 27 Juni 2022 Guru Mata Pelajaran

ARIEF TIANTORO, M.Pd NIP. 19850303 201101 1 008

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil análisis menunjukkan tingkat pengetahuan atlet tentang cedera ankle dan terapi latihan di Persatuan Sepak Bola Telaga Utama masuk dalam kategori

Salah satu cara adalah melakukan penelititan terhadap “Tingkah Laku Bertelur Burung Maleo di Muara Pusian Dalam Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW)

Produk pembiayaan syariah yang didasarkan atas prinsip bagi hasil adalah sebagai berikut (Karim 2011). Bank umum dari usaha bagi hasil adalah musyarakah.

Studi ini menganalisa tentang dinamika politik dalam implementasi kebijakan kampanye putaran kedua pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017. Kebijakan

Dalam rapat pleno tersebut dijelaskan oleh Komisioner Bawaslu Jawa Barat bahwa perkara laporan kami Nomor 014/LP/PB/Prov/13.00/VII/2018 tidak ditindaklanjuti karena

Pemodelan sistem informasi harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mulai melakukan implementasi program atau pengkodean program. Pemodelan sistem informasi ini bertujuan

Konsentrasi rata-rata Nitrat di perairan Kalimantan Selatan pada penelitian Bulan November 2010 terukur sebesar 0,035 mg N-NO3/l. Konsentrasi ini dua kali lebih besar