SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Nomor :B-927/FHm/KP.01.4/05/2018
Tentang
PERATURAN AKADEMIK FAKULTAS HUMANIORA DEKAN FAKULTAS HUMANIORA
Menimbang : a) bahwa dalam rangka terselenggaranya Tri Darma Perguruan Tinggi yang burmutu, terbinanya budaya akademik, dan untuk terwujudnya aksesibilitas, Ekuitas dan akuntabilitas pelaksanaan pendidikan tinggi di Fakultas Humaniora;
b) bahwa untuk meningkatkan relefansi, atmosfer akademik keberlanjutan, daya saing dan efisiensi serta produktifitas manajemen pendidikan dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan dan perubahan masyarakat, dan peraturan perundang-undangan, serta dalam mewujudkan visi Fakukltas Humaniora, perlu dilakukan penyusunan peraturan akademik.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);
4. Peraturan Menteri Agama Nomor 40 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang;
SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Nomor :B-927/FHm/KP.01.4/05/2018
Tentang
PERATURAN AKADEMIK FAKULTAS HUMANIORA DEKAN FAKULTAS HUMANIORA
Menimbang : a) bahwa dalam rangka terselenggaranya Tri Darma Perguruan Tinggi yang burmutu, terbinanya budaya akademik, dan untuk terwujudnya aksesibilitas, Ekuitas dan akuntabilitas pelaksanaan pendidikan tinggi di Fakultas Humaniora;
b) bahwa untuk meningkatkan relefansi, atmosfer akademik keberlanjutan, daya saing dan efisiensi serta produktifitas manajemen pendidikan dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan dan perubahan masyarakat, dan peraturan perundang-undangan, serta dalam mewujudkan visi Fakukltas Humaniora, perlu dilakukan penyusunan peraturan akademik.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);
4. Peraturan Menteri Agama Nomor 40 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang;
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1947);
6. Keputusan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor: Un.03/PP/.00.9/2769/2017 tentang Daftar dan Sebaran Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang;
7. Keputusan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor: B.2438/Un.3/KP.078/4/2018 tentang Rencana Strategis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2018-2022.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : Keputusan Dekan Fakultas Humaniora tentang peraturan Akademik Fakultas Humaniora.
Pertama : Peraturan Akademik Fakultas Humaniora merupakan pernyataan peraturan akademik Fakultas dan civitas akademika;
Kedua : Memberlakukan peraturan Akademik fakultas humaniora sebagaimana terlampir dalam keputusan ini;
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan ditinjau kembali dan diubah sebagaimana mestinya;
Ditetapkan di : Malang Pada Tanggal : 26 Mei 2018
Lampiran : Keputusan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor Un.3/ / /201…
Tanggal 22 Mei 201…
TENTANG
PERATURAN AKADEMIK FAKULTAS HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Akademik ini yang dimaksud dengan:
1. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia.
2. Ilmu Pengetahuan adalah rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan tertentu, yang dilandasi oleh metodologi ilmiah untuk menerangkan gejala alam dan/atau kemasyarakatan tertentu.
3. Teknologi adalah penerapan dan pemanfaatan berbagai cabang ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan dan kelangsungan hidup, serta peningkatan mutu kehidupan manusia.
4. Tridharma Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut tridharma adalah kewajiban perguruan tinggi untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan, kegiatan penelitian, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
5. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama.
6. Fakultas adalah pelaksana akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang merupakan himpunan sumber daya pendukung yang dikelompokkan menurut jurusan atau program studi, yang mengkoordinasikan atau menyelenggarakan pendidikan akademik dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/ atau olahraga.
8. Jurusan adalah satuan pelaksana akademik pada fakultas yang mempunyai tugas menyelenggarakan program studi dalam 1 (satu) disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ atau seni di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
9. Laboratorium adalah perangkat penunjang pelaksanaan pendidikan dilingkungan fakultas.
10. Penelitian adalah kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya untuk menemukan
Lampiran : Keputusan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor Un.3/ / /201…
Tanggal 22 Mei 201…
TENTANG
PERATURAN AKADEMIK FAKULTAS HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Akademik ini yang dimaksud dengan:
1. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia.
2. Ilmu Pengetahuan adalah rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan tertentu, yang dilandasi oleh metodologi ilmiah untuk menerangkan gejala alam dan/atau kemasyarakatan tertentu.
3. Teknologi adalah penerapan dan pemanfaatan berbagai cabang ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan dan kelangsungan hidup, serta peningkatan mutu kehidupan manusia.
4. Tridharma Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut tridharma adalah kewajiban perguruan tinggi untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan, kegiatan penelitian, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
5. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama.
6. Fakultas adalah pelaksana akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang merupakan himpunan sumber daya pendukung yang dikelompokkan menurut jurusan atau program studi, yang mengkoordinasikan atau menyelenggarakan pendidikan akademik dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/ atau olahraga.
8. Jurusan adalah satuan pelaksana akademik pada fakultas yang mempunyai tugas menyelenggarakan program studi dalam 1 (satu) disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ atau seni di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
9. Laboratorium adalah perangkat penunjang pelaksanaan pendidikan dilingkungan fakultas.
10. Penelitian adalah kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/ atau menyelesaikan masalah dalam ilmu, teknologi, dan/ atau Kesenian.
11. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang memanfaatkan ilmu, teknologi, dan/ atau kesenian dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat di luar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang .
12. Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
13. Rektor adalah pemimpin tertinggi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berwewenang dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
14. Biro adalah unsur pelaksana administrasi di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
15. Dekan adalah pimpinan tertinggi fakultas di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berwewenang dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan fakultas.
16. Lembaga adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi institut di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan penjaminan mutu.
17. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat mempuyai tugas melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau, dan menilai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan kebijakan Rektor.
18 Lembaga Penjaminan Mutu mempunyai tugas mengkoordinasikan, mengendalikan, mengaudit, memantau, menilai, dan mengembangkan mutu penyelenggaraan kegiatan akademik.
19. Ketua Jurusan yang selanjutnya disingkat Kajur ialah dosen yang sesuai dengan kompetensi keilmuannya ditetapkan oleh Dekan sebagai pemimpin dan penanggung jawab jurusan tertentu di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
20. Ketua Program Studi yang selanjutnya disingkat KPS ialah dosen yang sesuai dengan kompetensi keilmuannya ditetapkan oleh Direktur sebagai pemimpin dan penanggung jawab program studi tertentu di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
21. Kelompok Dosen Serumpun adalah kelompok kerja dosen dengan tugas utama sebagai dosem dam memberikan pertimbangan kepada Ketua Jurusan/
Program Studi (KPS) dalam rangka pengambilan keputusan.
22. Dosen tetap adalah pendidik Pendidikan profesional dan ilmuwan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diangkat sesuai dengan keahliannya dengan tugas utama merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil pembelajaran serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan cara mentransformasikan, mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga.
23. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang setelah lulus seleksi masuk.
24. Pembimbing Akademik (PA) ialah dosen yang ditetapkan dengan surat keputusan dekan untuk membimbing dan menasehati mahasiswa dalam kaitannya dengan kelancaran studi dan/ atau masalah-masalah yang berkaitan
dengan studi mahasiswa yang ditentukan sebagai mahasiswa bimbingannya selama mengikuti proses pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
26. Sivitas akademika adalah komunitas dosen dan mahasiswa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
27. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan dan disusun oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang .
28. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah, atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
29. Satuan kredit semester (sks) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu, serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi khususnya dosen.
30. Kuliah merupakan proses pembelajaran yang dapat meliputi komunikasi langsung atau tidak langsung, praktikum, percobaan, dan pemberian tugas akademik lainnya.
31. Skripsi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/ atau penelitian yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa melalui seminar proposal dan seminar hasil di bawah bimbingan tim pembimbing untuk mahasiswa program sarjana.
32. Gelar akademik adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik.
33. Sebutan Pendidikan profesional adalah sebutan yang diberikan kepada lulusan pendidikan Pendidikan profesi dan vokasi pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan Pendidikan profesi dan vokasi.
34. Pelanggaran dalam penyelenggaraan akademik adalah perbuatan yang dilakukan oleh sivitas akademika yang bertentangan dengan peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam bidang penyelenggaraan akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
38. Sanksi adalah tindakan hukuman yang dikenakan terhadap sivitas akademika yang melakukan pelanggaran dalam penyelenggaraan akademik di UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang.
dengan studi mahasiswa yang ditentukan sebagai mahasiswa bimbingannya selama mengikuti proses pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
26. Sivitas akademika adalah komunitas dosen dan mahasiswa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
27. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan dan disusun oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang .
28. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah, atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
29. Satuan kredit semester (sks) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu, serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi khususnya dosen.
30. Kuliah merupakan proses pembelajaran yang dapat meliputi komunikasi langsung atau tidak langsung, praktikum, percobaan, dan pemberian tugas akademik lainnya.
31. Skripsi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/ atau penelitian yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa melalui seminar proposal dan seminar hasil di bawah bimbingan tim pembimbing untuk mahasiswa program sarjana.
32. Gelar akademik adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik.
33. Sebutan Pendidikan profesional adalah sebutan yang diberikan kepada lulusan pendidikan Pendidikan profesi dan vokasi pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan Pendidikan profesi dan vokasi.
34. Pelanggaran dalam penyelenggaraan akademik adalah perbuatan yang dilakukan oleh sivitas akademika yang bertentangan dengan peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam bidang penyelenggaraan akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
38. Sanksi adalah tindakan hukuman yang dikenakan terhadap sivitas akademika yang melakukan pelanggaran dalam penyelenggaraan akademik di UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang.
BAB II PENDIDIKAN Fungsi, Tujuan, dan Arah
Pasal 2
(1) Pendidikan tinggi berfungsi membentuk dan mengembangkan kemampuan, watak, dan kepribadian manusia melalui pelaksanaan:
a. Dharma pendidikan untuk menguasai, menerapkan, serta menyebarluaskan nilai-nilai luhur, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga;
b. Dharma penelitian untuk menemukan, mengembangkan, mengadopsi, dan/
atau mengadaptasi nilai- nilai luhur, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga; dan
c. Dharma pengabdian kepada masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai luhur, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
(2) Pendidikan tinggi bertujuan a. Membentuk insan yang:
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;
2. Sehat, berilmu, dan cakap;
3. Kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri dan berjiwa wirausaha;
serta
4. Toleran, peka sosial dan lingkungan, demokratis, dan bertanggung jawab.
b. Menghasilkan produk-produk ilmu pengetahuan, teknologi, seni, atau olahraga yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, negara, umat manusia, dan lingkungan.
(3) Pendidikan akademik bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dalam menerapkan, mengembangkan, dan/ atau memperkaya khasanah ilmu, teknologi, dan/ atau kesenian serta menyebarluaskan dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
(4) Program sarjana diarahkan pada terbentuknya lulusan yang memiliki kualifikasi sebagai berikut:
a. Menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan dalam bidang keahlian tertentu sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keahliannya;
b. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama;
c. Mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya baik dalam bidang keahliannya maupun dalam berkehidupan bersama di masyarakat;
d. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/
atau kesenian yang merupakan keahliannya.
Program Pendidikan Pasal 3
(1) Fakultas Humaniora menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
(2) Pendidikan tinggi di Fakultas Humaniora terdiri atas pendidikan akademik dan Pendidikan profesi.
(3) Pendidikan akademik di Fakultas Humaniora adalah program sarjana.
Bahasa Pengantar Pasal 4
Program Pendidikan Pasal 3
(1) Fakultas Humaniora menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
(2) Pendidikan tinggi di Fakultas Humaniora terdiri atas pendidikan akademik dan Pendidikan profesi.
(3) Pendidikan akademik di Fakultas Humaniora adalah program sarjana.
Bahasa Pengantar Pasal 4
(1) Bahasa pengantar dalam kegiatan akademik (lisan dan/ atau tulisan) adalah Bahasa Indonesia baku.
(2) Bahasa asing dapat digunakan sebagai pengantar kalau diperlukan dalam penyampaian pengetahuan dan/ atau pelatihan dan/ atau keterampilan.
Tahun Akademik Pasal 5
(1) Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan dimulai pada bulan September.
(2) Tahun akademik dibagi minimum dua semester yaitu semester ganjil dan semester genap, masing- masing terdiri atas 16 minggu.
(3) Semester ganjil dimulai dari September sampai dengan Pebruari tahun berikutnya.
(4) Semester genap dimulai dari Maret sampai dengan Agustus.
BAB III
BEBAN DAN MASA STUDI Pasal 6
(1) Beban studi program sarjana regular sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) sks dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) sks yang dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 (delapan) semester dan paling lama 10 (sepuluh) semester setelah pendidikan menengah.
(2) Tatap muka teori. Dalam perkuliahan, satu sks terdiri atas tiga komponen kegiatan per minggu per semester yang tidak terpisah satu sama lain dan tidak saling mensubstitusi.
Bagi mahasiswa :
a. 55 menit acara tatap muka terjadwal dengan dosen (kuliah)
b. 1 - 2 jam kegiatan studi terstruktur tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen dan dinilai, misalnya pekerjaan rumah;
c. 1- 2 jam kegiatan studi mandiri untuk mendalami atau mempersiapkan suatu tugas yang berhubungan dengan suatu mata kuliah atau untuk tujuan lain yang tidak dinilai dosen.
Bagi dosen:
a. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa (mengajar);
b. 1 – 2 jam perencanaan dan evaluasi kegiatan terstruktur;
c. 1 - 2 jam pengembangan materi.
(3) Tutorial. Satu sks tutorial adalah kegiatan pembimbingan kelas sebanyak 3 - 4 jam per minggu selama satu semester disertai dengan 1 - 2 jam kegiatan terstruktur dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(4) Praktikum. Satu sks praktikum di laboratorium adalah beban tugas di laboratorium sebanyak 2-3 jam per minggu selama satu semester disertai dengan 1 —2 jam kegiatan terstruktur dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(5) Praktik lapangan. Praktik lapangan adalah kegiatan perkuliahan di luar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang antara lain praktik umum, kuliah kerja lapangan, kuliah kerja nyata. Satu sks praktik lapangan adalah kegiatan praktik lapangan selama 4 - 5 jam per minggu selama satu semester disertai dengan 1 - 2 jam kegiatan terstruktur dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(6) Seminar. Satu sks seminar adalah 50 menit tatap muka per minggu selama satu semester disertai dengan 1 - 2 jam kegiatan terstruktur tidak terjadwal dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(7) Penelitian dan Penyusunan skripsi/ tugas akhir.
Bagi mahasiwa: Satu sks penelitian dan penyusunan disertasi/ tesis/ skripsi/
tugas akhir adalah setara dengan 5 - 6 jam per hari kerja efektif selama satu bulan (satu bulan = 25 hari kerja).
Bagi dosen (berlaku bagi semua pembimbing)
a. Pembimbingan 1 (satu) mahasiswa program sarjana berbobot 1/ 6 sks per semester.
BAB IV KURIKULUM Jenis Kurikulum
Pasal 7
(1) Kurikulum pendidikan tinggi yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi mengarah pada kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
(2) Kurikulum lainnya yaitu kurikulum inti dan kurikulum institusional masih berlaku bagi Program Studi/ Jurusan yang belum siap menerapkan KKNI.
(3) Kurikulum inti merupakan penciri kompetensi utama yang bersifat:
a. Dasar untuk mencapai kompetensi lulusan;
b. 1 - 2 jam kegiatan studi terstruktur tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen dan dinilai, misalnya pekerjaan rumah;
c. 1- 2 jam kegiatan studi mandiri untuk mendalami atau mempersiapkan suatu tugas yang berhubungan dengan suatu mata kuliah atau untuk tujuan lain yang tidak dinilai dosen.
Bagi dosen:
a. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa (mengajar);
b. 1 – 2 jam perencanaan dan evaluasi kegiatan terstruktur;
c. 1 - 2 jam pengembangan materi.
(3) Tutorial. Satu sks tutorial adalah kegiatan pembimbingan kelas sebanyak 3 - 4 jam per minggu selama satu semester disertai dengan 1 - 2 jam kegiatan terstruktur dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(4) Praktikum. Satu sks praktikum di laboratorium adalah beban tugas di laboratorium sebanyak 2-3 jam per minggu selama satu semester disertai dengan 1 —2 jam kegiatan terstruktur dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(5) Praktik lapangan. Praktik lapangan adalah kegiatan perkuliahan di luar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang antara lain praktik umum, kuliah kerja lapangan, kuliah kerja nyata. Satu sks praktik lapangan adalah kegiatan praktik lapangan selama 4 - 5 jam per minggu selama satu semester disertai dengan 1 - 2 jam kegiatan terstruktur dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(6) Seminar. Satu sks seminar adalah 50 menit tatap muka per minggu selama satu semester disertai dengan 1 - 2 jam kegiatan terstruktur tidak terjadwal dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(7) Penelitian dan Penyusunan skripsi/ tugas akhir.
Bagi mahasiwa: Satu sks penelitian dan penyusunan disertasi/ tesis/ skripsi/
tugas akhir adalah setara dengan 5 - 6 jam per hari kerja efektif selama satu bulan (satu bulan = 25 hari kerja).
Bagi dosen (berlaku bagi semua pembimbing)
a. Pembimbingan 1 (satu) mahasiswa program sarjana berbobot 1/ 6 sks per semester.
BAB IV KURIKULUM Jenis Kurikulum
Pasal 7
(1) Kurikulum pendidikan tinggi yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi mengarah pada kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
(2) Kurikulum lainnya yaitu kurikulum inti dan kurikulum institusional masih berlaku bagi Program Studi/ Jurusan yang belum siap menerapkan KKNI.
(3) Kurikulum inti merupakan penciri kompetensi utama yang bersifat:
a. Dasar untuk mencapai kompetensi lulusan;
b. Acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi/ jurusan;
c. Berlaku secara nasional dan internasional;
d. Fleksibel dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa datang;
e. Kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi, masyarakat pendidikan profesi, dan pengguna lulusan.
(4) Kurikulum institusional merupakan sejumlah bahan kajian dan mata kuliah yang merupakan bagian dari kurikulum UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pembobotan dan Penyusunan Kurikulum Pasal 8
(1) Kompetensi hasil didik suatu program studi/ jurusan terdiri atas kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya yang bersifat khusus dan relevan dengan kompetensi utama.
(2) Perbandingan beban ekivalen dalam bentuk sks antara kompetensi utama dengan kompetensi pendukung serta kompetensi lainnya di dalam kurikulum sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berturut-turut antara 40-80%, 20- 40% dan 0-30%.
(3) Mata Kuliah kompetensi dasar dalam struktur kurikulum Fakultas Humaniora adalah mata kuliah yang harus ditempuh oleh semua mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(4) Mata Kuliah kompetensi lainnya adalah mata kuliah yang bertujuan mewujudkan kompetensi lain di luar kompetensi utama yang ditetapkan oleh jurusan/ prodi atau yang dipilih oleh mahasiswa.
(6) Mata kuliah wajib adalah mata kuliah yang harus diambil oleh mahasiswa dan tidak dapat diganti dengan mata kuliah lain.
(7) Mata kuliah pilihan terdiri atas mata kuliah konsentrasi dan mata kuliah pilihan bebas yang mendukung pencapaian kompetensi lainnya.
(8) Mata kuliah pilihan bebas adalah mata kuliah pilihan yang tercantum dalam kurikulum program studi/ jurusan dan yang tidak tercantum dalam kurikulum program studi tetapi dapat diambil oleh mahasiswa dari berbagai program studi/ jurusan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(9) Mata kuliah pilihan bebas dapat diambil dengan syarat bahwa semua mata kuliah wajib dan pilihan konsentrasi telah atau sedang diambil dan beban studi tidak melebihi maksimum.
(10) Setiap mata kuliah diberi kode mata kuliah yang berisi 3 kode huruf yaitu 3 huruf pertama nama penyelenggara, dan 6 angka yang terdiri dari: 1 angka menyatakan level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yaitu diploma 5, sarjana 6, Pendidikan profesi 7, pascasarjana 8; 2 angka tahun pembuatan kurikulum, 1 angka tahun penyelenggaraan MK tersebut dan 2 angka nomor urut mata kuliah pada jurusan/ program studi yang menawarkan mata kuliah tersebut. Mata kuliah yang mempunyai
mata kuliah
prasyarat diberi keterangan dengan menuliskan kode mata kuliah prasyarat di depan kode mata kuliah tersebut.
(11) Mata kuliah yang memiliki mata kuliah prasyarat hanya dapat diambil jika mata kuliah prasyarat telah diambil dengan hutuf mutu minimum C; mahasiswa dari jurusan/ fakultas lain dapat mengambil mata kuliah berprasyarat tanpa harus mengikuti mata kuliah prasyarat asalkan mendapat persetujuan dari ketua jurusan/ program studi yang menawarkan mata kuliah tersebut.
(12) Mata kuliah pilihan dapat dilaksanakan hanya kalau mahasiswa pendaftar berjumlah minimum sembilan orang.
(13) Mata kuliah yang tidak ditawarkan pada suatu semester dapat diberikan pada semester itu asalkan jumlah mahasiswa pendaftar minimum sembilan
orang.
(14) Kurikulum sarjana disusun oleh satuan tugas kurikulum yang dibentuk oleh dekan atas usul ketua jurusan dengan berpedoman pada keputusan menteri.
dengan berpedoman kepada keputusan menteri.
(15) Kurikulum yang sudah disetujui oleh senat fakultas/ dewan pertimbangan PPS disahkan oleh senat institut dan ditetapkan dengan keputusan rektor.
(16) Kurikulum akan ditinjau kembali minimal 1 kali dalam 5 tahun untuk disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni serta kebutuhan masyarakat.
(17) Perubahan yang tidak mendasar antara lain penambahan mata kuliah pilihan dan penyesuaian serta pengembangan silabi, dapat dilaksanakan dengan keputusan dekan setelah mendapatkan persetujuan senat fakultas.
(18) Untuk efektivitas dan efisiensi, penyelenggaran pendidikan, kurikulum disusun secara matriks antara program studi dengan penyelenggara jurusan.
Mata Kuliah Pasal 9
prasyarat diberi keterangan dengan menuliskan kode mata kuliah prasyarat di depan kode mata kuliah tersebut.
(11) Mata kuliah yang memiliki mata kuliah prasyarat hanya dapat diambil jika mata kuliah prasyarat telah diambil dengan hutuf mutu minimum C; mahasiswa dari jurusan/ fakultas lain dapat mengambil mata kuliah berprasyarat tanpa harus mengikuti mata kuliah prasyarat asalkan mendapat persetujuan dari ketua jurusan/ program studi yang menawarkan mata kuliah tersebut.
(12) Mata kuliah pilihan dapat dilaksanakan hanya kalau mahasiswa pendaftar berjumlah minimum sembilan orang.
(13) Mata kuliah yang tidak ditawarkan pada suatu semester dapat diberikan pada semester itu asalkan jumlah mahasiswa pendaftar minimum sembilan
orang.
(14) Kurikulum sarjana disusun oleh satuan tugas kurikulum yang dibentuk oleh dekan atas usul ketua jurusan dengan berpedoman pada keputusan menteri.
dengan berpedoman kepada keputusan menteri.
(15) Kurikulum yang sudah disetujui oleh senat fakultas/ dewan pertimbangan PPS disahkan oleh senat institut dan ditetapkan dengan keputusan rektor.
(16) Kurikulum akan ditinjau kembali minimal 1 kali dalam 5 tahun untuk disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni serta kebutuhan masyarakat.
(17) Perubahan yang tidak mendasar antara lain penambahan mata kuliah pilihan dan penyesuaian serta pengembangan silabi, dapat dilaksanakan dengan keputusan dekan setelah mendapatkan persetujuan senat fakultas.
(18) Untuk efektivitas dan efisiensi, penyelenggaran pendidikan, kurikulum disusun secara matriks antara program studi dengan penyelenggara jurusan.
Mata Kuliah Pasal 9
(1) Isi dan luas bahasan suatu mata kuliah harus mendukung tercapainya tujuan program pendidikan dan diukur dengan sks.
(2) Suatu mata kuliah dapat diasuh oleh satu dosen atau tim dosen yang ditetapkan oleh dekan atas usulan ketua jurusan/ program studi.
(3) Suatu mata kuliah dapat diajarkan jika diikuti oleh peserta sekurang- kurangnya 9 orang, kecuali dalam hal-hal khusus yang ditentukan oleh dekan/ direktur atau ketua jurusan/ program studi.
Kontrak Perkuliahan, Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Rencana Kegiatan Program Pembelajaran Semester (RKPPS)
Pasal 10
(1) Kontrak perkuliahan memuat komponen-komponen tujuan/ manfaat perkuliahan, deskripsi perkuliahan, tujuan instruksional, organisasi materi, strategi perkuliahan, tugas-tugas, kriteria penilaian, jadwal perkuliahan dengan menyebutkan pokok bahasan dan bahan bacaan yang relevan.
(2) RPS memuat komponen-komponen: judul mata kuliah, nomor kode/ sks, deskripsi singkat, tujuan instruksional umum, tujuan instruksional khusus, pokok bahasan, sub-pokok bahasan, estimasi waktu dan daftar pustaka.
(3) RKPPS memuat komponen-komponen nama dan kode mata kuliah, sks, waktu pertemuan, urutan pertemuan, tujuan instruksionl umum, tujuan
instruksional khusus, pokok bahasan, sub-pokok bahasan, kegiatan belajar mengajar, evaluasi dan daftar pustaka.
(4) Kontrak perkuliahan, RPS dan RKPPS dibuat oleh dosen mata kuliah dan disampaikan kepada mahasiswa pada awal perkuliahan.
(5) Monitoring pelaksanaan RPS dan RKPPS dilakukan oleh ketua jurusan bersama tim penjaminan mutu fakultas dan atau universitas.
BAB V SIVITAS AKADEMIKA Ruang Lingkup
Pasal 11
(1) Sivitas akademika merupakan komunitas yang memiliki tradisi ilmiah dengan mengembangkan budaya akademik.
(2) Budaya akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan seluruh sistem nilai, gagasan, norma, tindakan, dan karya yang bersumber dari ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan asas pendidikan tinggi.
(3) Pengembangan budaya akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan interaksi sosial tanpa membedakan suku, agama, ras, antar golongan, jenis kelamin, kedudukan sosial, tingkat kemampuan ekonomi, dan
aliran politik.
(4) Interaksi sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan
dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah.
(5) Sivitas akademika berkewajiban memelihara dan mengembangkan budaya
dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah.
(5) Sivitas akademika berkewajiban memelihara dan mengembangkan budaya
akademik dengan memperlakukan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai proses dan produk, serta sebagai amal dan paradigma moral.
Dosen Pasal 12
(1) Dosen terdiri atas dosen tetap (PNS dan non PNS), dosen tidak tetap (Luar Biasa-LB), dan dosen tamu.
(2) Dosen tetap adalah dosen yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(3) Dosen tidak tetap (Luar Biasa-LB) adalah dosen paruh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tidak tetap di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(4) Dosen serumpun (peer group) adalah kumpulan dosen yang memiliki keahlian dan minat yang sama.
(5) Dosen tamu adalah seseorang yang diundang untuk mengajar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk jangka waktu tertentu.
(6) Dekan/ Direktur dengan persetujuan senat fakultas dapat mengusulkan kepada Rektor untuk mengangkat dosen tidak tetap yang memenuhi persyaratan akademik untuk program studi pada program sarjana.
(7) Dosen tetap yang mengajar pada program sarjana (S1) wajib mengajar pada program studi paling sedikit 10 sks.
Mahasiswa Pasal 13
(1) Mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, dan/ atau pendidik profesional.
(2) Mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara aktif mengembangkan potensinya dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, dan/ atau penguasaan, pengembangan, dan pengamalan suatu cabang ilmu pengetahuan dan/ atau teknologi untuk menjadi ilmuwan, intelektual, praktisi, dan/ atau pendidik profesional yang berbudaya.
(3) Mahasiswa memiliki kebebasan akademik dengan mengutamakan penalaran dan akhlak mulia serta bertanggung jawab sesuai dengan budaya akademik.
(4) Mahasiswa berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, potensi, dan kemampuannya.
(5) Mahasiswa dapat menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak melebihi ketentuan batas waktu yang ditetapkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(6) Mahasiswa berkewajiban menjaga etika dan mentaati norma pendidikan tinggi untuk menjamin terlaksananya tridharma dan pengembangan budaya akademik.
(7) Mahasiswa mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan dirinya melalui
kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler sebagai bagian dari proses pendidikan.
(8) Kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dapat dilaksanakan melalui organisasi kemahasiswaan.
(9) Ketentuan lain mengenai kegiatan ko-kurikuler dan ekstra- kurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diatur secara tersendiri dalam peraturan Rektor.
BAB VI PENERIMAAN MAHASISWA
Penerimaan Mahasiswa Baru Pasal 14
(1) Penerimaan mahasiswa baru program diloma, sarjana, pendidikan profesi, magister dan doktor pada semua strata dilakukan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(2) Penerimaan mahasiswa baru sarjana reguler:
a. Penerimaan mahasiswa baru program sarjana dilaksanakan melalui 4 jalur yaitu:
1) Sistem penelusuran prestasi dilakukan melalui seleksi berkas berdasarkan prestasi.
2) Sistem penyaringan mahasiswa secara nasional yang dilakukan melalui ujian tulis.
3) Sistem penerimaan lain yang ditetapkan oleh rektor.
b. Bagi program studi tertentu dilakukan tes wawancara dan/ atau psikotes.
(4) Seorang mahasiswa tidak diperkenankan menempuh 2 (dua) Program Studi pada waktu yang bersamaan.
Penerimaan Mahasiswa Asing Pasal 15
kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler sebagai bagian dari proses pendidikan.
(8) Kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dapat dilaksanakan melalui organisasi kemahasiswaan.
(9) Ketentuan lain mengenai kegiatan ko-kurikuler dan ekstra- kurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diatur secara tersendiri dalam peraturan Rektor.
BAB VI PENERIMAAN MAHASISWA
Penerimaan Mahasiswa Baru Pasal 14
(1) Penerimaan mahasiswa baru program diloma, sarjana, pendidikan profesi, magister dan doktor pada semua strata dilakukan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(2) Penerimaan mahasiswa baru sarjana reguler:
a. Penerimaan mahasiswa baru program sarjana dilaksanakan melalui 4 jalur yaitu:
1) Sistem penelusuran prestasi dilakukan melalui seleksi berkas berdasarkan prestasi.
2) Sistem penyaringan mahasiswa secara nasional yang dilakukan melalui ujian tulis.
3) Sistem penerimaan lain yang ditetapkan oleh rektor.
b. Bagi program studi tertentu dilakukan tes wawancara dan/ atau psikotes.
(4) Seorang mahasiswa tidak diperkenankan menempuh 2 (dua) Program Studi pada waktu yang bersamaan.
Penerimaan Mahasiswa Asing Pasal 15
(1) Penerimaan mahasiswa asing UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berpedoman pada keputusan Kementerian Agama.
2) Warga Negara asing dapat diterima sebagai mahasiswa Program Pascasarjana (PPs), jika memenuhi persyaratan PPs seperti tercantum pada Pasal 13, memiliki kemampuan Bahasa Indonesia yang memadai untuk mengikuti kuliah, dan memperoleh izin belajar dari Menteri.
(3) Mahasiswa asing yang terdaftar sebagai mahasiswa program magister atau doktor pada perguruan tinggi luar negeri yang diakui Kementerian Agama dapat diterima sebagai mahasiswa riset selama periode tertentu di PPs.
(4) Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang memiliki Perjanjian Kerjasama resmi dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat mengikuti pembelajaran di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sesuai dengan kesepakatan kerjasama sambil mematuhi aturan dari Kementerian Agama.
Mahasiswa Baru Lanjutan Program Diploma Pasal 16
(1) Lulusan program diploma dapat diterima sebagai mahasiswa baru program sarjana di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada program studi yang relevan.
(2) Calon mahasiswa yang diterima pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan IPK minimal 2,75.
(3) Pengecualian terhadap ayat (2) di atas hanya dapat dilakukan atas persetujuan Rektor.
Mahasiswa Kerja Sama Pasal 17
(1) Mahasiswa titipan adalah mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang memiliki kerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk belajar atau diuji dalam satu atau beberapa mata kuliah pada program studi yang relevan atas persetujuan Rektor.
(2) Mahasiswa titipan diwajibkan untuk mengikuti peraturan yang berlaku di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(3) Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang kuliah di perguruan tinggi mitra UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, di dalam atau di luar negeri, nilai mata kuliahnya dapat diakui oleh program studi yang relevan.
(4) Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat mengikuti program dual degree / joint degree.
(5) Ketentuan lebih lanjut dari ayat (1), (2), (3), dan (4) diatur tersendiri.
BAB VII PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Penyelenggaraan Pendidikan
(1) Administrasi akademik pendidikan diselenggarakan dengan menerapkan Sistem Kredit Semester.
(2) Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban tugas dosen, dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan dan yang memungkinkan perguruan tinggi untuk melaksanakan penyajian program studi yang beraneka ragam dan luwes, serta memberi kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih dan melaksanakan program studi yang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dipunyai.
(3) Pendidikan dilaksanakan dalam Jurusan dan program studi.
(4) Penyelenggaraan program pendidikan sarjana dan Pendidikan profesi dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun oleh jurusan atau fakultas dan disahkan oleh Rektor setelah melalui pertimbangan Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pendaftaran Ulang dan Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Pasal 19
(1) Untuk mengikuti kegiatan akademik pada setiap semester, mahasiswa wajib mendaftar ulang sesuai kalender akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(2) Mahasiswa yang telah mendaftar ulang akan diaktifkan kartu mahasiswanya untuk semester yang akan ditempuh.
(3) Mahasiswa yang mendaftar ulang diwajibkan mengisi KRS sesuai kalender akademik, dengan sejumlah mata kuliah yang diprogramkan untuk diikuti pada semester berikutnya dan/ atau mata kuliah yang belum lulus pada semester sebelumnya.
(4) Pengisian KRS bagi mahasiswa program sarjana dan program Pendidikan profesi dilakukan dengan berkonsultasi dengan dosen penasehat akademik (PA) mengenai mata kuliah dan jumlah sks yang akan diprogramkan.
(5) Mahasiswa dinyatakan sah sebagai peserta mata kuliah apabila mata kuliah tersebut diprogramkan pada semester berjalan.
(6) KRS diusulkan dan ditandatangani oleh dosen PA dan disahkan oleh Ketua Jurusan/ program studi.
Pembatalan dan Penggantian Mata kuliah Pasal 20
(1) Seorang mahasiswa dapat membatalkan atau mengganti mata kuliah yang
(1) Administrasi akademik pendidikan diselenggarakan dengan menerapkan Sistem Kredit Semester.
(2) Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban tugas dosen, dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan dan yang memungkinkan perguruan tinggi untuk melaksanakan penyajian program studi yang beraneka ragam dan luwes, serta memberi kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih dan melaksanakan program studi yang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dipunyai.
(3) Pendidikan dilaksanakan dalam Jurusan dan program studi.
(4) Penyelenggaraan program pendidikan sarjana dan Pendidikan profesi dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun oleh jurusan atau fakultas dan disahkan oleh Rektor setelah melalui pertimbangan Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pendaftaran Ulang dan Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Pasal 19
(1) Untuk mengikuti kegiatan akademik pada setiap semester, mahasiswa wajib mendaftar ulang sesuai kalender akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(2) Mahasiswa yang telah mendaftar ulang akan diaktifkan kartu mahasiswanya untuk semester yang akan ditempuh.
(3) Mahasiswa yang mendaftar ulang diwajibkan mengisi KRS sesuai kalender akademik, dengan sejumlah mata kuliah yang diprogramkan untuk diikuti pada semester berikutnya dan/ atau mata kuliah yang belum lulus pada semester sebelumnya.
(4) Pengisian KRS bagi mahasiswa program sarjana dan program Pendidikan profesi dilakukan dengan berkonsultasi dengan dosen penasehat akademik (PA) mengenai mata kuliah dan jumlah sks yang akan diprogramkan.
(5) Mahasiswa dinyatakan sah sebagai peserta mata kuliah apabila mata kuliah tersebut diprogramkan pada semester berjalan.
(6) KRS diusulkan dan ditandatangani oleh dosen PA dan disahkan oleh Ketua Jurusan/ program studi.
Pembatalan dan Penggantian Mata kuliah Pasal 20
(1) Seorang mahasiswa dapat membatalkan atau mengganti mata kuliah yang
telah tercantum dalam KRS dengan alasan yang dapat diterima dan harus dengan persetujuan PA dan ketua jurusan/ ketua Program studi yang bersangkutan.
(2) Pembatalan dan penggantian mata kuliah sebagaimana yang ditentukan pada ayat (1) di atas dilakukan dengan mengisi formulir yang disiapkan untuk itu, selambat-lambatnya pada minggu kedua semester yang sedang berjalan.
Pembimbing Akademik Pasal 21
(1) Selama menjalani studi, setiap mahasiswa sarjana, dibimbing oleh seorang pembimbing akademik (PA) yang ditetapkan oleh dekan atas usul ketua jurusan/ program studi.
(2) Persyaratan dan ketentuan PA:
a. Berstatus dosen tetap dan aktif;
b. Minimal memiliki jabatan akademik Asisten Ahli.
c. Wajib melaksanakan tugas sebagai berikut:
1) Membantu mahasiswa dalam merencanakan studi setiap semester dan memantau perkembangan studi mahasiswa yang dibimbingnya sampai selesai studi;
2) Membimbing mahasiswa tentang hak dan kewajibannya;
3) Membantu mahasiswa untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, jika perlu dengan meminta bantuan pada Wakil Dekan bidang akademik.
d. Pelaksanaan tugas PA di jurusan/ program studi dikoordinasi oleh Wakil Dekan bidang akademik/ ketua jurusan/ ketua program studi.
1) Apabila PA tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan sementara (sakit dan lain-lain), maka tugasnya dapat digantikan oleh Wakil Dekan bidang akademik/ ketua jurusan/ ketua program studi;
2) Apabila PA tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan tetap, maka Dekan akan menetapkan penggantinya.
(4) Fungsi PA adalah sebagai berikut:
a. Membantu mahasiswa dalam menyusun rencana studi (RS);
b. Membantu mahasiswa dalam mempertimbangkan mata kuliah yang akan diambil sesuai dengan beban sks yang dapat diambil dan memvalidasi c. Memonitor dan mengevaluasi perkembangan studi mahasiswa. RS;
(5) Kewajiban PA:
a. Menguasai kurikulum program studi yang diikuti oleh mahasiswa;
b. Mengenal situasi akademik jurusan/ program studi yang terkait;
c. Mengetahui berbagai program kemahasiswaan;
d. Menetapkan dan mengumumkan jadwal pembimbingan;
e. Melayani mahasiswa bimbingan dengan sebaik-baiknya;
f. Melapor kepada ketua atau sekretaris jurusan/ prodi bila meninggalkan tugas;
g. Memiliki catatan hasil pemantauan mahasiswa bimbingan.
(6) Wewenang PA adalah sebagai berikut:
a. Memberi nasihat;
b. Memberi peringatan bila mahasiswa melakukan pelanggaran;
c. Membantu menyelesaikan masalah (masalah studi atau pribadi) yang menghambat kelancaran studi mahasiswa;
d. Membantu mengatasi kesukaran mahasiswa dalam studi;
e. Meneruskan permasalahan mahasiswa yang bukan wewenangnya kepada yang berwenang untuk menangani masalah tersebut;
f. Merekomendasikan mahasiswa bimbingan untuk berkonsultasi kepada Ketua Jurusan/ Prodi/ Wakil Dekan Bidang Akademik apabila diperlukan.
(7) Jumlah bimbingan per dosen per semester disesuaikan dengan rasio dosen:
mahasiswa, namun sedapat-dapatnya untuk menjamin keefektifan pembimbingan, setiap PA program sarjana maksimum membimbing 20 mahasiswa sedangkan untuk program pascasarjana maksimum 10 mahasiswa dalam setiap semester.
(8) Jangka waktu pembimbingan:
a. Setiap mahasiswa mendapat bimbingan sejak pertama terdaftar menjadi mahasiswa sampai lulus;
b. Jika PA tidak berada di tempat untuk sementara waktu, maka tugasnya dapat digantikan oleh ketua jurusan/ ketua program studi atau wakil dekan I (WD I).
c. Jika PA meninggalkan tugas lebih dari 6 bulan, maka tugasnya dialihkan kepada dosen lain dengan surat keputusan dekan terkait.
Cuti Akademik Pasal 22
(1) Cuti akademik adalah penundaan kegiatan akademik mahasiswa dalam batas waktu tertentu.
(2) Mahasiswa program sarjana, yang memiliki alasan yang kuat dan sah berhak untuk mengambil cuti akademik.
(3) Mahasiswa penerima beasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik kecuali mendapat pertimbangan khusus dari pimpinan fakultas/ PPs dan Rektor.
(4) Cuti akademik diberikan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Untuk program sarjana, cuti akademik diberikan paling banyak 2 (dua) kali selama masa studi dan sekali cuti paling lama 2 (dua) semester.
(5) Cuti akademik terdiri atas 2 jenis yakni cuti akademik I dan II.
Cuti akademik I adalah cuti akademik tanpa perhitungan masa studi dan tanpa pembayaran SPP/ UKT sedangkan cuti akademik II adalah cuti akademik dengan perhitungan masa studi dan pembayaran SPP/ UKT.
(6) Cuti akademik I dapat diambil paling lama 2 (dua) semester untuk S-1, 1 (satu)
(6) Wewenang PA adalah sebagai berikut:
a. Memberi nasihat;
b. Memberi peringatan bila mahasiswa melakukan pelanggaran;
c. Membantu menyelesaikan masalah (masalah studi atau pribadi) yang menghambat kelancaran studi mahasiswa;
d. Membantu mengatasi kesukaran mahasiswa dalam studi;
e. Meneruskan permasalahan mahasiswa yang bukan wewenangnya kepada yang berwenang untuk menangani masalah tersebut;
f. Merekomendasikan mahasiswa bimbingan untuk berkonsultasi kepada Ketua Jurusan/ Prodi/ Wakil Dekan Bidang Akademik apabila diperlukan.
(7) Jumlah bimbingan per dosen per semester disesuaikan dengan rasio dosen:
mahasiswa, namun sedapat-dapatnya untuk menjamin keefektifan pembimbingan, setiap PA program sarjana maksimum membimbing 20 mahasiswa sedangkan untuk program pascasarjana maksimum 10 mahasiswa dalam setiap semester.
(8) Jangka waktu pembimbingan:
a. Setiap mahasiswa mendapat bimbingan sejak pertama terdaftar menjadi mahasiswa sampai lulus;
b. Jika PA tidak berada di tempat untuk sementara waktu, maka tugasnya dapat digantikan oleh ketua jurusan/ ketua program studi atau wakil dekan I (WD I).
c. Jika PA meninggalkan tugas lebih dari 6 bulan, maka tugasnya dialihkan kepada dosen lain dengan surat keputusan dekan terkait.
Cuti Akademik Pasal 22
(1) Cuti akademik adalah penundaan kegiatan akademik mahasiswa dalam batas waktu tertentu.
(2) Mahasiswa program sarjana, yang memiliki alasan yang kuat dan sah berhak untuk mengambil cuti akademik.
(3) Mahasiswa penerima beasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik kecuali mendapat pertimbangan khusus dari pimpinan fakultas/ PPs dan Rektor.
(4) Cuti akademik diberikan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Untuk program sarjana, cuti akademik diberikan paling banyak 2 (dua) kali selama masa studi dan sekali cuti paling lama 2 (dua) semester.
(5) Cuti akademik terdiri atas 2 jenis yakni cuti akademik I dan II.
Cuti akademik I adalah cuti akademik tanpa perhitungan masa studi dan tanpa pembayaran SPP/ UKT sedangkan cuti akademik II adalah cuti akademik dengan perhitungan masa studi dan pembayaran SPP/ UKT.
(6) Cuti akademik I dapat diambil paling lama 2 (dua) semester untuk S-1, 1 (satu) semester untuk S-2 dan hanya 1 (satu) kali selama masa studi, sedangkan cuti
akademik II dapat dilakukan setelah cuti akademik I selesai selama tidak melampaui masa studi maksimum.
(7) Mahasiswa dapat mengajukan permohonan cuti akademik kepada Rektor melalui dekan/ direktur atas pertimbangan PA yang diketahui oleh wakil dekan bidang akademik atau ketua jurusan/ ketua program studi, selambat- lambatnya 2 (dua) minggu sebelum semester berjalan, serta melampirkan persyaratan sebagai berikut:
a. Kartu mahasiswa asli;
b. Salinan bukti pembayaran SPP/ UKT untuk semester sebelumnya (yang sedang berjalan) untuk permohonan cuti akademik I atau salinan bukti pembayaran SPP/ UKT untuk semester yang tidak akan ditempuhnya untuk cuti akademik II.
Syarat Mengikuti Perkuliahan Pasal 23
(1) Pada setiap awal semester, setiap mahasiswa wajib melaksanakan registrasi administrasi dan akademik.
(2) Registrasi administrasi:
a. Setiap mahasiswa wajib membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan
(SPP)/ Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk setiap semester.
b. Setiap mahasiswa harus mendapat pengesahan kartu mahasiswa untuk semester yang bersangkutan.
(3) Registrasi akademik
a. Setiap mahasiswa wajib melakukan registrasi akademik yakni menyusun Kartu Rencana studi melalui program Sistem Administrasi Akademik (Siakad) on-line sebelum awal perkuliahan dimulai.
b. Setiap mahasiswa wajib mengisi KRS melalui program siakad on-line setelah berkonsultasi dengan PA (Panasehat Akademik).
c. Setiap mahasiswa wajib meminta PA untuk memvalidasi KRS.
d. Pergantian mata kuliah dapat dilakukan selambatnya sampai 2 (dua) minggu perkuliahan berjalan.
e. Perubahan KRS harus dikonsultasikan dengan PA, yang akan melakukan devalidasi dan validasi ulang KRS mahasiswa.
f. Perubahan KRS tidak dapat dilaksanakan setelah selesai dari waktu yang telah ditetapkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tercantum dalam kalender akademik.
Proses Perkuliahan Pasal 24
(1) Dalam penyelenggaraan pendidikan dapat dilaksanakan dengan tatap muka teori, seminar, simposium, kolokium, diskusi panel, lokakarya, praktikum, latihan, diskusi kelas, simulasi, penelitian, praktik lapangan, dan kegiatan ilmiah lainnya yang bebannya dinyatakan dengan sks.
(2) Proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan pembelajaran berbasis
(3) Seminar merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari suatu topik khusus di bawah pimpinan seorang yang ahli dan berwenang dalam bidang tersebut.
(4) Kolokium adalah seminar informal atau pertemuan yang dihadiri para ahli untuk memberi jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan oleh pesera mengenai topik yang sudah ditentukan. Para ahli tidak menyampaikan makalah.
(5) Simposium merupakan pertemuan terbuka dengan beberapa pembicara yang menyampaikan ceramah pendek mengenai aspek yang berbeda tetapi saling berkaitan tentang suatu masalah.
(6) Diskusi panel merupakan forum pertukaran pikiran yang dilakukan oleh civitas akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengenai suatu masalah tertentu yang telah dipersiapkan sebelumnya.
(7) Lokakarya merupakan pertemuan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta dengan menggunakan berbagai jenis metode pertemuan ilmiah.
(8) Pada tatap muka hari pertama kuliah, dosen wajib menyampaikan kontrak perkuliahan antara lain berisi Silabus Mata Kuliah, Satuan Acara Pembelajaran (SAP), metode pembelajaran, jadwal kuliah (pokok bahasan, dosen, tempat, dan waktu kuliah) per minggu, bahan bacaan, evaluasi (tugas terstruktur, ujian praktikum untuk mata kuliah yang ada praktikumnya, ujian tengah semester/ UTS, dan ujian akhir semester/ UAS), dan sistem penilaian.
(9) Silabus dan kontrak perkuliahan disusun oleh penanggung jawab mata kuliah maksimum 16 kali tatap muka per semester; bila penyelenggaraan mata kuliah itu dalam bentuk praktikum, maka silabus mata kuliah praktikum dibuat setara dengan 16 kali tatap muka.
(10)Satu mata kuliah dapat diasuh oleh lebih dari 1 (satu) dosen bila mata kuliah itu terdiri atas gabungan lebih dari 1 (satu) disiplin atau keahlian sehingga diperlukan lebih dari 1 (satu) dosen, atau untuk kesinambungan mata kuliah diperlukan pemagangan dosen, atau mata kuliah itu memerlukan pengasuh yang lebih banyak karena disertai praktikum.
(11)Perkuliahan oleh tim dosen dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Sebelum semester baru dimulai, penanggung jawab harus mengadakan rapat dengan agenda mengevaluasi keberhasilan pembelajaran yang lalu dan menyusun perencanaan perkuliahan semester mendatang termasuk pembagian topik bahasan.
b. Setiap anggota tim harus menguasai materi kuliah secara keseluruhan sehingga topik bahasan untuk setiap anggota dosen dapat berbeda pada setiap semester dan setiap anggota tim dapat menggantikan tugas dosen lain yang berhalangan hadir dalam pokok bahasan yang seharusnya hari itu disajikan.
c. Sedapat-dapatnya setiap anggota tim selalu hadir pada setiap tatap muka agar terdapat kesinambungan dalam seluruh perkuliahan dan para
(3) Seminar merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari suatu topik khusus di bawah pimpinan seorang yang ahli dan berwenang dalam bidang tersebut.
(4) Kolokium adalah seminar informal atau pertemuan yang dihadiri para ahli untuk memberi jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan oleh pesera mengenai topik yang sudah ditentukan. Para ahli tidak menyampaikan makalah.
(5) Simposium merupakan pertemuan terbuka dengan beberapa pembicara yang menyampaikan ceramah pendek mengenai aspek yang berbeda tetapi saling berkaitan tentang suatu masalah.
(6) Diskusi panel merupakan forum pertukaran pikiran yang dilakukan oleh civitas akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengenai suatu masalah tertentu yang telah dipersiapkan sebelumnya.
(7) Lokakarya merupakan pertemuan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta dengan menggunakan berbagai jenis metode pertemuan ilmiah.
(8) Pada tatap muka hari pertama kuliah, dosen wajib menyampaikan kontrak perkuliahan antara lain berisi Silabus Mata Kuliah, Satuan Acara Pembelajaran (SAP), metode pembelajaran, jadwal kuliah (pokok bahasan, dosen, tempat, dan waktu kuliah) per minggu, bahan bacaan, evaluasi (tugas terstruktur, ujian praktikum untuk mata kuliah yang ada praktikumnya, ujian tengah semester/ UTS, dan ujian akhir semester/ UAS), dan sistem penilaian.
(9) Silabus dan kontrak perkuliahan disusun oleh penanggung jawab mata kuliah maksimum 16 kali tatap muka per semester; bila penyelenggaraan mata kuliah itu dalam bentuk praktikum, maka silabus mata kuliah praktikum dibuat setara dengan 16 kali tatap muka.
(10)Satu mata kuliah dapat diasuh oleh lebih dari 1 (satu) dosen bila mata kuliah itu terdiri atas gabungan lebih dari 1 (satu) disiplin atau keahlian sehingga diperlukan lebih dari 1 (satu) dosen, atau untuk kesinambungan mata kuliah diperlukan pemagangan dosen, atau mata kuliah itu memerlukan pengasuh yang lebih banyak karena disertai praktikum.
(11)Perkuliahan oleh tim dosen dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Sebelum semester baru dimulai, penanggung jawab harus mengadakan rapat dengan agenda mengevaluasi keberhasilan pembelajaran yang lalu dan menyusun perencanaan perkuliahan semester mendatang termasuk pembagian topik bahasan.
b. Setiap anggota tim harus menguasai materi kuliah secara keseluruhan sehingga topik bahasan untuk setiap anggota dosen dapat berbeda pada setiap semester dan setiap anggota tim dapat menggantikan tugas dosen lain yang berhalangan hadir dalam pokok bahasan yang seharusnya hari itu disajikan.
c. Sedapat-dapatnya setiap anggota tim selalu hadir pada setiap tatap muka agar terdapat kesinambungan dalam seluruh perkuliahan dan para dosen dapat saling memberi masukan serta dapat melakukan evaluasi yang baik pada akhir perkuliahan.
d. Penanggung jawab mata kuliah bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan perkuliahan termasuk menjaga kesinambungan dan menyelaraskankan seluruh isi perkuliahan.
(12) Kelas-kelas paralel untuk suatu mata kuliah harus mempunyai silabus, buku ajar, kontrak perkuliahan, satuan acara perkuliahan, dan sistem pengukuran keberhasilan pembelajaran yang sama dan dikoordinasikan oleh koordinator mata kuliah yaitu dosen yang mempunyai kemampuan dan pengalaman yang terbanyak dalam pembelajaran mata kuliah tersebut.
(13) Pelaksanaan perkuliahan dilaksanakan sesuai dengan silabus dan kontrak perkuliahan.
(14) Dosen yang memberi kuliah dan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan wajib mengisi daftar kehadiran.
(15) Pembelajaran dengan media elektronik mengikuti ketentuan-ketentuan yang sama seperti yang tercantum pada ayat (1, 2, 10, 11, dan 13) dalam pasal ini.
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Praktik Kerja Lapangan (PPL) Pasal 25
(1) Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), yaitu praktik kerja sebagai penerapan ilmu yang berkaitan dengan matakuliah keahlian khusus yang dikembangkan oleh program studi untuk memperoleh pengalaman yang ada di masyarakat/ lapangan. Nilai kredit KKM terkait dengan matakuliah yang memerlukan KKM
(2) Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah kegiatan belajar mahasiswa yang dilakukan di lapangan secara terbimbing dan terpadu antara teori dan praktik. Jenis PKL terdiri dari PKL kependidikan dan PKL non kependidikan.
a. PKL Kependidikan adalah kegiatan belajar mahasiswa yang dilaksanakan di lapangan (Sekolah). Sedangkan kegiatannya meliputi latihan mengajar, membimbing siswa, mempelajari manjemen sekolah dan atau tugas-tugas kependidikan lainnya secara terbimbing dan terpadu untuk pembentukan kemampuan dan profesi kependidikan. PKL kependidikan dilaksanakan dalam bentuk PPL, keguruan, yang terdiri atas PPL keguruan I dan PPL keguruan II.
1) PPL keguruan I adalah PKL keguruan yang dilaksanakan di Laboratorium Micro Teaching dengan penekanan pada latihan mengajar terbatas sebagai persiapan mahasiswa untuk mengikuti PKL II.
2) PKL keguruan II adalah PPL keguruan yang dilaksanakan oleh mahasiswa di sekolah untuk mendapatkan pengalaman lapangan (riil/ faktual) untuk tugas mengajar, membimbing siswa, administrasi sekolah dan tugas kependidikan lainnya.
b. PKL non kependidikan adalah kegiatan belajar mahasiswa yang dilakukan di lapangan secara terbimbing dan terpadu dalam keahlian bidang studi