i BOOK CHAPTER
PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT OLEH MAHASISWA KKN PPM UNIVERSITAS UDAYANA DI LOKASI KKN PADA DESA-DESA
DI KABUPATEN BANGLI
EDITOR:
I Nyoman Suarsana I Gede Rai Maya Temaja
KONTRIBUTOR:
drh. I Made Sukada, MSi, dkk
Dr. Ni Made Swasti Wulanyani, S.Psi, M.Erg, dkk
Ir. Ni Gusti Ayu Made Dwi Adhi Suastuti, M.Si, M.Si, dkk
Ns. Putu Oka Yuli Nurhesti, S.Kep., MM., M.Kep, dkk
Dr. Anak Agung Istri Ari Atu Dewi, SH., MH, dkk
Dr. drh. Nyoman Adi Suratma, M.P, dkk Ns. Ni Komang Ari Sawitri, S.Kep., M.Sc.PhD., dkk
Dr. Ir. Made Ria Defiani, MSc.(Hons.), dkk Ir. I Putu Eka N Kencana, MT, dkk
Ir. S. Poniman, M. Si, dkk
Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, M.Kes, dkk I Wayan Supardi, S.Si.,M.Si , dkk
LAY OUT ISI:
Chonti
DESAIN SAMPUL:
I Gede Ngurah Aryawan, S.Kom.
PENERBIT:
Swasta Nulus
Jl. Dewi Supraba 17 Denpasar [email protected]
CETAKAN:
Pertama: 2019. 240 hlm, 21x29 cm Font: Times New Roman 12
ISBN: 978-623-7559-03-0
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS UDAYANA
KATA PENGANTAR
Universitas U{ayana telah nrelaksanakan KKN PPM Pcriode XIX tahun 2019, yang dilaksalakan liulai tanggal 13 Juti s.d. 26 Agustus 20 19. Jumalh trahasiswa Yang melaksanakan KKN PPM sebanyak 3305 oratrg mahasisw.a yarrg disebar di 172 dcsa lakasi KKN di I kabupaten di provinsi
Balj. Distribusi KKN PPM di Bali meliputi 22 desa masing-masing di kabupalcn Jernbrana, Bulele,ng.
Karangascm. Gianyar, Bangli dan Tabanan. Sedangkan di kabupatean Badung sebatlvak 20 desa dan kabupaten Klungkung sebanyak 28 desa.
Mahasiswa KKN PPM selain melaporkan hasil kegiatan dalam hentuk laporan akhir kelompok juga membuat book chapter tii masing-masing kelompok desa KKN. Book chapter firemuat dan memhahas beberapa program ke{a yang mengikuti penulisan artikel ilmiah, yang meliputi ada abstrak, pendahuluan, target dan tujuan. metcde pelaksanaan. hasil kegiatan dan peurbahasan, kesimpulan, dan dattar pustaka.
Selama pelaksanaan KKN-RM. mahasisrva mendapat kesetnpatan seluas-luasnya untuk belajar rnenerapkan IPTEKS yang diporoleh di kampus, dan bela-iar lebih luas tsntang n'rernberdayakan masyarakat, belajar bermasyarakat r-lan belajar membagun desa- Mahasisrva berinteraksi tlengan masyarakat, berkomunikasi dan belajar banyak teiltang etika dar: kchidupan scbagai modal penting dalarn rneningkatkan soft skill.
Secara ulnum pelaksanaan KKN PPI\{ periode XIX tahun 2019, berjalan dengan baik, lancau' dan sukses. Hal ini karena tclah dipcrsiapkan der.rgan perencallaan yang lama. Namun demikian masih tcrdapat bcberapa hambatan yang diluar kemampuan panitia untuk memprediksinya. Kekurangafl- kekurangan ini akan menladi bahan intropeksi bagi pantia KKN sehingga pelaksanaarr KKN dinrasa mendatang mcnjadi lebih baik.
Pada kesempatan yang baik ini, kami ingin menvampaikar.r terimakasih banyak kcpada Rektor dan Ketua LPPM Unud yang telah memtasilitasi kegiatarr KKN-PPM peritrde XIX. Dekan di lingkungan Unud, panitia pelaksana KKN PPM peride XIX, Koordinator kabupaten (Korkab). Dosen pembipbing lapangan (DPL). Seluruh perbekel dan desa yang menjadi lokasr KKN PPM periode XlX, yang telah berkerja keras, menerima dan membimbing mahasisu'a sehingga pelaksanaan KKl"l PPM periocle XIX berjalan dengan baik. Kami juga ingin menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan KKN ada hal-hal yang kurang berkenaan.
Sekian dan terimakasih
Jinrbaran, l0 Septen:ber 2{Jlt)
Pelaksana KKN PPM Lrnud Periode XIX
Ketua
Prof. Dr, NIP. 196
Suarsana, MSi
1 199303 1003
ii
PRAKATA
Dalam rangka pelaksanaan Tri Dhanrra Perguruan Tinggi, terutanla bidang Pengabdian Kepada MasyaLrakat, kegiatan KKN cli Unud adalah salah satu program wajib dalam setiap tahun akademik bagi pala mahasiswa dan merupakan kegiatirn intrakulikuler wajib yang memadukan peiaksal.raan TRI DHARMA Pcrguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penclitian dan Fergabdian serta wajib diikuti oleh selun-rh Mahasiswa Unud, selragai sualu syarat kelulllsau mahasiswa scbelum mcngakhiri studinya di Unud.
Kcgiatan KKN PPM di Universitas Udayana dilaksanakan di dcsa selama I bulan dan 1 minggu atau dengan bobot 3 satuan kredit semester (SKS). Selarna proses pelaksarakan KKN PPM, mahasiswa dalam satg kelompok desa KKN dibimbing cleh Dosen Pemtrin:bing Lapangan {DPL). DPL berrugas untuk memberi bimbingan mulai dari orientasi dan observasi ke lokasi lapangan, membantu melancar*an proses pendekatan sosiai mahasisr.r'a dengan masyalakat. Berfungsi memberi bimbingan selama di lapangan, menumbuhkan disipiiin dan motivasi, setla mendampingi mahasiswa dalam rnelaksanakan prograln kerja KKN PPM dan meinbantu memecahkan rnasalalt yang dihadapi agar pr'og1'am-ptogram KKN terlaksana dengan baik.
Berkaitan dengan pelaksanaan KI(N PPM, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Udayana akan terus beikonil'ibusi dala*r rnemberi pendarnpingan dan pemberdayaan kcpada masyarakat di lokasi KKN PPM untuk dapat mcningkatkan daya dar"r potensi masyarakat perdesaan schingga tnampu memanlaatkan sumber daya alam unluk kesejahteraan.
Karrri ntcnyambut dengan baik dan selrang hati atas tclah terbitnva trook thapter ini dan ini rnenunjukkan Lembaga Penelitian dan pcngabdian Kepada Masyarakal telah ikut betperan aktif dj dalam membangun masyarakat dari pinggiran, memberda;zakan masyarakat schingga apa yang telah dilakukan Univcrsitas Udayana dapat dirasakan maufaattrya oleh masYarakat-
Semoga hook chaltter tentallg pembedayaan datr pendampingan masyarakat olch malrasisrva
KKN Univeristas Udavana ini dapat dimanfaatkan sebesar-besar dan selsas-seluasnya untuk kepentingan desa, institusi dan pemerintah daeral: maupull pusat,
Sekian dan Terimakasih
0 2019
Udayana
Gede Rai Maya Ternaja, MP 009198803 1002
)
iii
iv DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ii
PRAKATA iii
DAFTAR ISI iv
BAGIAN 1 KKN Pendampingan dan Pemberdayaan Potensi Desa Bayung Gede Melalui Pendekatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Berlandaskan Nilai-Nilai Tri Hita Karana ……….
drh. I Made Sukada, M.Si, dkk
1-21
BAGIAN 2 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Melalui Upaya Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Untuk Mengoptimalkan Sumber Daya Alam Dengan Implementasi Konsep Tri Hita Karana Di Desa Tiga ………
Dr. Ni Made Swasti Wulanyani, S.Psi, M.Erg, dkk
22-41
BAGIAN 3 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Optimalisasi Pelaksanaan Sapta Pesona Guna Mewujudkan Wisata Alam dan Budaya di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli ………
Ir. Ni Gusti Ayu Made Dwi Adhi Suastuti, M.Si, M.Si, dkk
42-61
BAGIAN 4 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Batur Tengah Melalui Peningkatan Produksi, Kesehatan, dan Pendidikan ………
Ns. Putu Oka Yuli Nurhesti, S.Kep., MM., M.Kep, dkk 62-79 BAGIAN 5 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN
PPM) untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter, Kreatif, Inovatif, Unggul serta Berbudaya, di Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Provinsi Bali ……….
Dr. Anak Agung Istri Ari Atu Dewi, SH., MH, dkk
80-100
BAGIAN 6 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat
“Pengembangan Potensi Alam Dan Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Hidup Di Desa Apuan” ..
Dr. drh. Nyoman Adi Suratma, M.P, dkk
101-120
v BAGIAN 7 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN
PPM) untuk Memberdayakan Masyarakat serta Meningkatkan Kesehatan Lingkungan di Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali ………
Ns. Ni Komang Ari Sawitri, S.Kep., M.Sc.PhD., dkk
121-139
BAGIAN 8 Pengembangan Potensi Sumber Daya Alam dan Manusia di Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli ……….
Dr. Ir. Made Ria Defiani, MSc.(Hons.), dkk 140-158 BAGIAN 9 Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Jehem Melalui
Penguatan Potensi Perekonomian Dan Pemberdayaan Masyarakat …
Ir. I Putu Eka N Kencana, MT, dkk 159-174
BAGIAN 10 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) untuk Peningkatan Kualitas Hidup dalam Bidang Kesehatan dan Kebersihan serta Pemberdayaan Masyarakat di Desa Selulung ..
Ir. S. Poniman, M. Si, dkk
175-193
BAGIAN 11 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengembangan Intelektualitas Masyarakat Desa Susut Berbasis IPTEK untuk Mencapai Kemandirian dan Potensi dalam Bidang Kesehatan serta Komoditas Lokal ………..
Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, M.Kes, dkk
194-216
BAGIAN 12 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (Kkn Ppm) Untuk Mewujudkan Desa Tembuku Menjadi Desa Wisata Yang Unggul Dan Produktif ………
I Wayan Supardi, S.Si.,M.Si , dkk
217-240
194
BAGIAN 11
KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN INTELEKTUALITAS MASYARAKAT DESA SUSUT BERBASIS IPTEK UNTUK MENCAPAI KEMANDIRIAN DAN POTENSI DALAM BIDANG KESEHATAN SERTA KOMODITAS
LOKAL
Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, M.Kes, dkk
195 JUDUL
KEGIATAN
: KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN
PENGEMBANGAN INTELEKTUALITAS MASYARAKAT DESA SUSUT BERBASIS IPTEK UNTUK MENCAPAI KEMANDIRIAN DAN POTENSI DALAM BIDANG KESEHATAN SERTA KOMODITAS LOKAL LAMA
KEGIATAN
: 13 Juli s.d 26 Agustus 2019
LOKASI KKN
: DESA SUSUT, KECAMATAN SUSUT, KABUPATEN BANGLI
Oleh:
Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, M.Kes I M.B.A.D. Ananda
I.A. Mahatrini A.M. Kosasih M.U. Yusrika H.H.P. Iqra A.A.U. Giantari I.G. Sinaga
I.D.K.G.M. Widia N.A.T. Utami P.K.P. Indrayanti
P.P. Astawa J.R. Hidayah N.P.D.Punkyanti A.A.A.D.P.Pradnyani I.G.B. Basudewa N.A. Gani
N.P.F. Megantari I.D.A.M.W. Putra G.A.K. Juliana
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
196 RINGKASAN
Desa Susut merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Di era keterbukaan informasi saat ini, kesadaran masyarakat Desa Susut akan pentingnya memanfaatkan teknologi dalam memberikan informasi dan menjalankan segala program desa perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, kegiatan KKN PPM ini bertujuan untuk mengembangkan intelektualitas masyarakat Desa Susut berbasis IPTEK untuk mencapai kemandirian dan potensi dalam bidang kesehatan serta komoditas lokal. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui 4 program pokok, yaitu bidang kesehatan masyarakat, prasarana fisik, peningkatan produksi, dan sosial budaya. Program pokok bidang kesehatan masyarakat telah berhasil menyelenggarakan pemeriksaan dan pengobatan mata gratis, disertai operasi katarak gratis yang bekerja sama dengan JFF (John Fawcett Foundation). Di samping itu, bidang kesehatan masyarakat juga berhasil melakukan screening anak SD yang memiliki kutu rambut dan memberantas kutu rambut dengan peditox, serta memberikan penyuluhan pentingnya diterapkan gaya hidup bersih. Program pokok dari bidang prasarana fisik telah berhasil melakukan peremajaan tapal batas Desa Susut dan Desa Sulahan serta tapal batas diantara Banjar Juuk Bali dan Banjar Penatahan yang sebelumnya tampak pudar/tidak jelas. Program pokok dari bidang peningkatan produksi telah memberikan penyuluhan ke Simantri terhadap pengolahan pupuk kotoran sapi dan pembuatan verticulture pada anak SD di Desa Susut. Sedangkan program pokok bidang sosial budaya, yaitu pembinaan pemasaran dan pengemasan produk, diadakan pelajaran tambahan terutama penggunaan bahasa inggris dan aktivitas yang bermanfaat bagi anak-anak, dan membuat video profil desa.
Kata kunci: katarak, kutu rambut, simantri, verticulture, kemasan produk
197 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Analisis Situasi
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) merupakan bentuk penegasan loyalitas dan solidaritas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) untuk mewujudkan visi dan misi Universitas Udayana. Rekontekstualisasi kegiatan KKN PPM diharapkan mampu menghasilkan lulusan UNUD sebagai pemimpin sejati, yakni lulusan UNUD yang mempunyai empati dan peduli terhadap permasalahan masyarakat ekonomi lemah dan mampu memberdayakan mereka untuk menolong mereka sendiri.
Desa Susut merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Desa Susut terletak ± 7 km dari Ibukota Kecamatan Susut dan ± 6 km dari Ibukota Kabupaten Bangli. Desa Susut ini merupakan daerah yang beriklim tropis sehingga semua jenis tanaman cocok untuk ditanam. Wilayah Desa Susut memiliki luas wilayah 5,70 km2 dengan sebagian besar lahan digunakan untuk pertanian yang terdiri dari delapan (8) desa pakraman, sembilan (9) banjar dinas, dan dua belas (12) subak. Banjar dinas Desa Susut meliputi Banjar Dinas Pukuh, Banjar Dinas Penatahan, Banjar Dinas Juuk Bali, Banjar Dinas Tangkas, Banjar Dinas Manuk, Banjar Dinas Susut Kaja, Banjar Dinas Susut Kelod, Banjar Dinas Persiapan Lebah, dan Banjar Dinas Persiapan Penglumbaran. Memiliki jumlah penduduk laki-laki sebanyak 3.185 orang dan perempuan sebanyak 3.150 orang, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 1.880 KK. Secara geografis, batas-batas wilayah Desa Susut adalah sebagai berikut: di sebelah Utara: Desa Sulahan; di sebelah Timur: Kelurahan Kawan; di sebelah Barat:
Desa Selat; di sebelah Selatan: Desa Abuan
Sebagai desa tujuan KKN PPM maka perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat.
Kata “pemberdayaan” berarti membuat sesuatu menjadi berdaya atau mempunyai daya atau mempunyai kekuatan (Riza dan Roesmidi. 2006). Upaya pemberdayaan terhadap masyarakat harus terarah serta ditujukan langsung kepada yang memerlukan. Oleh karena itu, program-program yang dilaksanakan sesuai dengan berbagai masalah dan kebutuhan. Program-program tersebut juga langsung mengikutsertakan atau bahkan
198 dilaksanakan oleh masyarakat desa yang menjadi sasaran, sehingga meningkatkan kemampuan masyarakat dengan pengalaman dalam merancang, melaksanakan, mengelola, dan mempertanggungjawabkan upaya peningkatan diri dan ekonominya.
Dilihat dari mata pencaharian penduduk, dapat dibedakan seperti petani atau buruh tani, peternakan, TNI, Polri, pensiunan TNI/Polri/PNS, karyawan swasta, seniman, montir. Ditinjau dari keadaan sosial, Desa Susut memiliki organisasi sosial kemasyarakatan yang berperan menstimulasikan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan yang dinamis. Adapun organisasi sosial tersebut adalah organisasi perempuan yaitu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan organisasi pemuda yaitu Sekaa Teruna Teruni (STT).
1.2 Usulan Penyelesaian Masalah
Desa Susut masih memiliki berbagai permasalahan yang menyangkut berbagai bidang. Prioritas masalah di Desa Susut dan usulan penyelesaian masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemahaman tentang operasi katarak dapat menyebabkan kebutaan menyebabkan masayarakat Desa Susut enggan untuk memeriksakan kesehatan matanya apalagi melakukan operasi jika mengalami katarak. Oleh karena itu dilakukan penyuluhan tentang terapi operatif katarak bagi penderita katarak dan masyarakat di Desa Susut.
Melalui kerja sama dengan Yayasan JFF JFF (John Fawcett Foundation), maka diadakan pemeriksaan dan pengobatan mata gratis bagi masyarakat Desa Susut.
2. Permasalahan kesehatan lainnya adalah belum optimalnya pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat terutama bagi anak usia dini (6-10 tahun) dan banyaknya siswa sekolah yang menderita kutu rambut. Pemecahan masalah yang dilakukan dalam bidang ini terdiri atas pemberian pendidikan kesehatan dan pelatihan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa SD Negeri 2 Susut dan SD Negeri 3 Susut. Selain itu, perlunya diadakan penyuluhan dan demonstrasi merawat kulit kepala dengan baik serta memberikan sisir kutu bagi mereka.
3. Tapal batas Desa yang sudah memulai pudar sehingga warga yang melintas tidak bisa melihat dengan jelas tulisan yang ada di tapal batas tersebut. Pemecahan masalah yang dilakukan dalam bidang ini adalah berupa pembaharuan berupa
199 menambahkan cat pada tapal batas yang ada diantara Desa Susut dan Desa Sulahan serta tapal batas diantara Banjar Juuk Bali dan Banjar Penatahan.
4. Pemahaman anggota simantri masih kurang terhadap pengolahan pupuk kotoran sapi yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi pertanian. Pemecahan masalah yang dilakukan adalah penyuluhan dan demonstrasi mengenai proses pembuatan pupuk kotoran sapi yang ditujukan kepada anggota Simantri di Banjar Penatahan.
5. Pengetahuan masyarakat masih kurang mengenai pemanfaatan botol bekas untuk bercocok tanam dengan sistem verticulture untuk mengurangi adanya botol bekas dan berfungsi sebagai media bercocok tanam di lahan sempit. Pemecahan masalah yang dilakukan adalah mendemontrasikan cara pembuatan verticulture dengan memanfaatkan botol bekas yang ditujukan kepada siswa kelas IV, V, dan VI SD Negeri 2 di Desa Susut.
6. Kurangnya pemahaman pedagang atau pemilik usaha terhadap pemasaran dan pengemasan produk, Oleh karena itu, penyuluhan ini bagi warga di Desa Susut yang memiliki UKM (Usaha Micro Kecil dan Menengah) dan pembuatan kemasan logo untuk salah satu produknya.
7. Kurang adanya upaya pengoptimalan tentang pembuatan video profile mengenai sistem dan tata pemerintahan Desa. Pemecahan masalahnya adalah dengan mengambil video dimulai dari hari kerja di Kantor Desa dan hasil pembangunan sarana prasarana fisik di Desa Susut.
8. Pelajaran tambahan Bahasa Inggris dan ketrampilan dilaksanakan pada 3 Sekolah Dasar yang ada di Desa Susut pada kelas 3, 4, 5, 6 untuk meningkatkan pengetahuan mereka.
1.3 Tujuan Kegiatan 1.3.1 Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakannya KKN PPM Universitas Udayana yang berlokasi di Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli secara spesifik dapat di jabarkan sebagai berikut:
1. Bidang Kesehatan Masyarakat: (i) Meningkatkan pemahaman masyarakat pentingnya terapi operatif katarak bagi penderita katarak dan meningkatkan
200 derajat kesehatan mata masyarakat; (ii) Meningkatkan pengetahuan anak SD mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat; (iii) Meningkatkan pengetahuan anak SD mengenai pentingnya merawat kulit rambut sejak dini dan pengobatan kutu rambut.
2. Bidang Prasarana Fisik: Peremajaan tapal atas wilayah Desa Susut agar memudahkan melihat perbatasan Desa.
3. Bidang Peningkatan Produksi: (i) Meningkatkan pemahaman Simantri di Desa Susut mengenai bimbingan teknis pengolahan pupuk dan biopeptisida; (ii) Meningkatkan pengetahuan anak SD mengenai pemanfaatan lahan sempit.
4. Bidang sosial budaya: (i) Meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pembinaan pemasaran dan pengemasan produk; (ii) Meningkatkan pengetahuan anak SD dalam pelajaran bahasa inggris dan ketrampilan, (iii) Membantu dalam upaya pengoptimalan tentang pembuatan video profil desa.
201 BAB II
TARGET DAN LUARAN
2.1 Sasaran Kegiatan
Tema Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat di Desa Susut adalah “Pengembangan intelektualitas masyarakat Desa Susut berbasis IPTEK untuk mencapai kemandirian dan potensi dalam bidang kesehatan serta komoditas lokal.”. Sasaran kegiatan KKN PPM di Desa Susut adalah Perangkat Desa Dinas dan Adat, Anak-anak Sekolah Dasar, Simantri, warga di Desa Susut yang memiliki UKM (Usaha Micro Kecil dan Menengah), dan masyarakat di Desa Susut.
2.2 Target Luaran
Adapun target luaran yang ingin dicapai melalui kegiatan KKN PPM di Desa Susut adalah:
1. Peningkatan pengetahuan mengenai katarak dan peningkatan derajat kesehatan mata masyarakat.
2. Peningkatan pengetahuan tentang bagaimana merawat kulit kepala dengan baik disertai dengan pemberantasan kutu rambut.
3. Peningkatan pengetahuan dan penerapan gaya hidup bersih terutama pada anak usia dini
4. Peremajaan tapal batas wilayah Desa Susut.
5. Peningkatan pengetahuan Simantri terhadap pengolahan pupuk kotoran sapi dan biopeptisida.
6. Pembuatan verticulture pada anak SD di Desa Susut.
7. Pembinaan pemasaran dan pengemasan produk.
8. Peningkatan kemampuan anak-anak sekolah dasar dalam penggunaan bahasa inggris.
9. Adanya video profile desa mengenai sistem dan tata pemerintahan Desa Susut.
202 BAB III
METODE PELAKSANAAN
Pelaksanaan KKN PPM di Desa Susut terbagi menjadi empat bidang, yaitu:
kesehatan masyarakat, prasarana fisik, peningkatan produksi, dan sosial budaya.
Pelaksanaan program untuk masing-masing bidang dilakukan sebagai berikut:
1. Bidang Kesehatan Masyarakat: (i) Pemeriksaan Mata, Pembagian Kacamata, Pemberian Obat dan Pemeriksaan Mata Gratis bersama John Fawcett Foundation (JFF) di Desa Susut, Balai banjar Susut Kaja. Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang disebabkan oleh kekeruhan pada lensa. Biasanya katarak menyerang orang lanjut usia yang disebut juga dengan katarak senilis (Tana et al., 2009). Di Desa Susut terutama di Banjar Susut Kaja banyak orang lanjut usia yang menderita katarak tetapi tidak ingin di operasi. Ini disebabkan oleh adanya stigma yang menyebar bahwa operasi katarak dapat menyebabkan kebutaan. Sehingga, banyak orang lanjut usia yang takut untuk dioperasi. Selain itu, banyak masyarakat yang tidak melakukan pemeriksaan mata rutin walaupun penglihatan mereka telah kabur. Untuk mengatasi stigma tersebut, maka dilakukan sosialiasi mengenai stigma kepada masyarakat Banjar Susut Kaja pada saat masyarakat melakukan musyawarah. Sehingga, dapat dijelaskan lebih jauh mengenai stigma dan masyarakat dan bertanya lebih banyak. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan door to door ke rumah warga di setiap sembilan banjar. Sosialisasi door to door ini bertujuan untuk mengajak warga untuk melakukan pemeriksaan mata gratis dan menjelaskan stigma yang ada kepada warga.
Program kerja melakukan pemeriksaan mata gratis yang bekerja sama dengan John Fawcett Foundation (JFF). Pemeriksaan mata ini memberikan fasilitas berupa pemberian obat gratis, pemberian kacamata gratis, dan pemberian operasi katarak gratis. Selain itu, pemeriksaan ini juga dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter mata dan operasi katarak juga dilakukan pada saat hari dilaksanakannya pemeriksaan mata sehingga pasien yang menderita penyakit katarak langsung mendapatkan tindakan langsung dan dilakukan evaluasi setelah operasi pada satu hari setelah dilakukan operasi untuk mencegah terjadinya komplikasi, melihat progres dari kesembuhan pasien, dan memberikan pengobatan lebih lanjut. (ii)
203 Gerakan Bebas Kutu Rambut (GEBIAR) pada Anak SDN 3 di Desa Susut, Banjar Penatahan. Kutu rambut ini sering kali berinfestasi pada anak-anak usia sekolah dasar. Hal ini dikarenakan anak-anak usia sekolah dasar memiliki banyak faktor risiko yang meningkatkan pertumbuhan kutu rambut, diantaranya adalah kebersihan rambut, tidak menggunakan shampoo, menggunakan barang yang kontak dengan rambut secara bersama dan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi kutu rambut. Gebiar merupakan salah satu program kerja bidang kesehatan masyarakat KKN-PPM Unud ke-19 Desa Susut yang berfokus pada pencerdasan, screening, upaya penatalaksanaan dan pencegahan terhadap anak-anak usia sekolah dasar di Desa Susut. Program Gebiar ini dimulai dengan sosialisasi terkait mengenai kutu rambut, gejala dan tanda infestasi kutu rambut hingga cara mencegah kutu rambut.
Selanjutnya dilakukan screening kutu rambut dengan sisir bergigi rapat yang telah dilakukan proses desinfeksi. Jika ditemukan kutu rambut maka akan diberikan Permethrin 1% (Peditox) kepada anak-anak. Peditox diberikan 2 dosis untuk penggunaan pertama kali dan penggunaan kedua jika dalam 7 hari masih dapat ditemukan kutu. Program ini akan diberikan kepada seluruh siswa SD Negeri 3 di Desa Susut.
Dengan diadakannya program ini diharapkan siswa di SD Negeri 3 Desa Susut dapat bebas dari parasit kutu rambut yang pada stadium akhir dapat mengganggu kualitas hidup dan prestasi dari inangnya. (iii) Pemberian Sosialisasi dan Pelatihan Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada SD Negeri 2 di Desa Susut. Salah satu menjaga kebersihan yang paling mudah dilakukan adalah mencuci tangan.
Dimana mencuci tangan ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dan hal ini merupakan kegiatan yang harus diketahui oleh seluruh kalangan.
2. Bidang Prasarana Fisik: Peremajaan Tapal Batas Desa dan Tapal Batas Banjar di Desa Susut. Tapal Batas Desa dan Tapal batas banjar merupakan penunjuk bagi orang yang mengunjungi atau melewati suatu desa. Selain itu fungsi dari suatu tapal batas desa dan tapal batas banjar adalah menjadi pembatas setiap desa. Program peremajaan tapal batas dimulai dari dilakukannya survei tapal batas yang dirasa kurang jelas dan kurang indah. Tapal batas yang dirasa diperlukannya peremajaan adalah perbatasan banjar juuk bali dengan banjar manuk dan perbatasan banjar penatahan dengan desa sulahan. Selanjutnya, setelah mengetahui tapal batas desa
204 yang akan diremajakan kami meminta ijin kepada kepala desa susut, kepala kewilayahan banjar penatahan, dan kepala kewilayahan banjar juuk bali untuk melaksanakan program peremajaan tapal batas banjar dilokasi yang telah ditentukan dengan melakukan cat ulang menjadi lebih jelas.
3. Bidang Peningkatan Produksi: (i) Penanaman Tanaman dengan Metode Tanam Vertikultur pada Anak SD N 2 di Desa Susut, Banjar Manuk. Sistem pertanian vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertical atau bertingkat. Sistem ini cocok diterapkan di lahan-lahan sempit atau di pemukiman yang padat penduduknya. Sistem ini dapat menjadi solusi kesulitan mencari lahan pertanian yang tergusur oleh perumahan dan industri. Jenis tanamannya adalah tanaman sayuran atau tanaman hias (Yosandy et al., 2018). Metode Tanam Vertikultur berfokus pada kreativitas yang ramah lingkungan. Program Vertikultur ini dimulai dengan sosialisasi terkait urgensi pemenuhan kebutuhan pangan harian, dan kegiatan bercocok tanam sebagai kegiatan yang bermanfaat untuk dipelajari dan dipraktikan sejak dini di era teknologi saat ini. Selanjutnya dilakukan demonstrasi metode vertikultur dengan menggunakan botol bekas air mineral yang ukurannya 1,5 liter sebagai pengganti pot, tanah, bibit tanaman, dan tali untuk mengikat. Kemudian botol diposisikan vertikal, dan dipotong persegi panjang di atasnya, sedangkan pada bagian bawah diberi lubang kecil untuk sirkulasi penyiraman. Kemudian pada bagian pinggir botol dilubangi untuk jalannya tali.
Tali digantungkan pada dahan pohon. Satu tali terdiri atas 2 botol dengan jarak yang disesuaikan, untuk kemudian semua anak diwajibkan membuat satu buah model tingkatan tersebut. Setelah media tanam siap, langkah selanjutnya mengisi media tanam dengan tanah, untuk bibit yang digunakan adalah tanaman pakcoy dan kangkung darat/kangkung cabut. Program ini diberikan kepada siswa kelas IV, V, dan VI SDN 2 di Desa susut. (ii) Bimbingan Teknis Pembuatan Pupuk Kompos dan Biopestisida diSimantri 609 Desa Susut. Bimbingan Teknis Pembuatan Pupuk Kompos dan Biopestisida merupakan salah satu program kerja yang berfokus pada pelatihan dan pendampingan. Bimtek ini diadakan sebab terkait urgensi harga pupuk buatan di Desa Susut yang semakin mahal dan pengaruh negatif dari pupuk buatan. Mata pencaharian penduduk desa Susut yang sebagian besar bertani dan beternak sapi memungkinkan tersedianya Iimbah pertanian dan kotoran sapi yang
205 dapat dibuat kompos untuk pengganti pupuk buatan. Tujuan diadakannya program kerja ini adalah memanfaatkan sumber daya lokal yang ada di Desa Susut seperti jerami padi dan kotoran ternak sebagai bahan dasar pupuk organik serta memasyarakatkan pemakaian pupuk organik. Sebagai alternatif pengganti pupuk buatan/kimia. Langkah- langkah kegiatan Bimtek ini dilakukan meliputi : Persiapan kegiatan dengan melakukan koordinasi lapang dengan kepala desa, kelompok Simantri 609 Desa Susut, dan narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangli. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan kompos dengan bantuan aktivator EM4 dan Pestisida Nabati dari tanaman sereh yang dicampur air. .
4. Bidang Sosial Budaya. (i) Pembinaan pelajaran tambahan Bahasa Inggris dan Keterampilan Seni. Perkembangan era globalisasi membawa pengaruh yang besar bagi negeri ini. Pemahaman budaya dan interaksi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan bagi kehidupan. Dalam perkembangannya Bahasa Inggris sangat diperlukan karena merupakan tonggak interaksi komunikasi internasional atau Bahasa Lintas Negara. Kurangnya penerapan pelajaran Bahasa Inggris pada kurikulum Sekolah Dasar membuat pemahaman siswa menjadi kurang dan kurangnya pengoptimalan terhadap sistem ajar yang menarik membuat siswa menjadi malas untuk belajar. Di Desa Susut terdapat 3 Sekolah Dasar yaitu SD N 1 Susut, SD N 2 Susut dan SD N 3 Susut. Pembinaan pelajaran tambahan Bahasa Inggris tersebut dilakukan di ketiga Sekolah Dasar tersebut setiap 2 kali seminggu pada sore hari. Pelajaran tambahan Bahasa Inggris yang diberikan berupa pengetahuan dasar seperti abjad, angka, warna, buah, binatang, aktivitas, bagian tubuh, dan keluarga. Pemberian materi tersebut dilakukan dengan metode-metode yang mengedepankan bahwa belajar Bahasa Inggris itu mudah dan asik, sehingga siswa/i Sekolah Dasar tersebut mau belajar dan dapat menangkap pelajaran tersebut dengan baik. Pelaksanaan program kerja ini mengambil waktu 1 jam. Kemudian pelajaran tambah lainnya adalah ketrampilan seni yang memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang memiliki nilai estetika dan nilai guna. Keterampilan yang dibuat meliputi celengan dan tempat pensil. Pelaksanaan keterampilan seni mengambil waktu 30 menit. Sehingga total waktu program kerja pelajaran tambahan setiap kali mengajar adalah 1 jam 30 menit. Pelaksanaan program kerja
206 pelajaran tambahan diutamakan pada kelas 3, 4, 5, dan 6. (ii) Pembinaan Pemasaran dan Pengemasan Produk. Dalam dunia bisnis, marketing merupakan hal yang paling penting. Marketing atau pemasaran adalah proses menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum. Di era digital ini strategi atau cara marketing telah berkembang, banyak pengusaha yang sudah memanfaatkan media sosial sebagai salah satu strategi pemasaran. Desa Susut memiliki beberapa banjar dan UMKM di lingkungannya. Berdasarkan hasil survei, terdapat usaha keripik di Banjar Manuk yang belum memiliki media promosi dan pengemasan logo yang menarik. Pembinaan pemasaran dan pengemasan produk tersebut dilakukan bertahap melalui survey dan konsultasi dengan pemilik usaha. Pemilik usaha keripik bernama Pak Bolang. Pemilik usaha dibuatkan logo dan sosial media untuk media pemasarannya. Kami membuatkan logo usaha, kemudian dicetak dan dikembangkan melalui sosial media khususnya instagram. Pengemasannya sederhana, dikemas melalui plastik dan ditempel menggunakan stiker yang kami cetak. Dengan diadakannya program ini diharapkan pengusaha UMKM lebih mampu untuk mengetahui dan menerapkan pentingnya teknik pemasaran dan pengemasan dalam mengebangkan usahanya. (iii) Pembuatan Video Profil Pemerintahan Desa Susut. Video profil ini dibuat agar masyarakat Desa Susut baik yang sudah menetap di Desa Susut ataupun berada di luar Desa Susut, serta masyarakat luas dapat melihat bagaimana perkembangan Desa Susut. Pembuatan video ini dilakukan selama 3 minggu dengan waktu tentatif mengikuti keadaan pengerjaan proker lainnya. Diharapkan dengan adanya video profil ini masyarakat Desa Susut dan masyarakat diluar Desa Susut dapat mengetahui kinerja pemerintahan Desa Susut.
207 BAB IV
HASIL KEGIATAN
4.1 Pemeriksaan Mata, Pembagian Kacamata, Pemberian Obat dan Pemeriksaan Mata Gratis bersama John Fawcett Foundation (JFF)
Pelaksanaan kegiatan Pemeriksaan Mata Gratis ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah direncanakan seperti terlihat pada Gambar 1.
Masyarakat Desa Susut dan desa sekitarnya mengikutin kegiatan ini dengan sangat antusias. Pemeriksaan Mata Gratis ini dihadiri oleh 346 pasien dan pasien katarak yang dioperasi sebanyak 5 orang. Rentang masyarakat yang hadir pada kegiatan Pemeriksaan Mata Gratis adalah dari orang tua dewasa hingga orang lanjut usia. Selain itu, banyak masyarakat yang mengalami kelainan refraksi yaitu menderita miopi atau hipermetropi atau presbiopi maupun silinder sehingga masyarakat banyak yang mendapatkan kacamata gratis. Masyarakat yang mengalami penyakit mata selain katarak juga diberikan obat gratis. Adanya pemberian obat, kacamata, dan operasi katarak gratis menyebabkan antusias masyarakat tinggi untuk menghadiri kegiatan Pemeriksaan Mata Gratis. Registrasi ditutup pukul 12 siang. Masih ada masyarakat yang datang setelah registrasi telah ditutup (setelah jam 12).
Gambar 1. Pelaksanaan Program Kesehatan Masyarakat Pemeriksaan Mata, Pembagian Kacamata, Pemberian Obat dan Operasi Katarak Gratis bersama John Fawcett
Foundation (JFF) di Balai Banjar Susut Kaja, Desa Susut.
Saat kegiatan berlangsung terdapat kesulitan mengatur masyarakat pada saat mengantri karena banyak yang saling mendahului. Namun dengan kerja sama tim,
208 akhirnya mereka bersedia mengantri dengan tertib. Pada lokasi kegiatan, terdapat kegiatan yang bersamaan waktunya dengan kegiatan lainnya, yaitu persiapan pembuatan upacara adat dan adanya pasar murah dari pemerintah, sehingga lokasi tempat kegiatan menjadi sangat ramai.
4.2 Gerakan Bebas Kutu Rambut (GEBIAR) dan Sosialisasi Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Pelaksanaan kegiatan Gebiar ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah direncanakan. Siswa SD yang mengikuti program ini sangat antusias dengan program yang diberikan. Siswa tertarik dengan penyuluhan terutama ketika poster pencerdasan terkait kutu dipaparkan. Ditambah dengan cara penyampaian materi yang menarik dan sesuai dengan dunia anak mampu menarik perhatian para siswa untuk menyimak materi tersebut seperti terlihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Pelaksanaan Program Kesehatan Masyarakat Gerakan Bebas Kutu Rambut (GEBIAR) pada anak SD N 3 di Desa Susut.
Siswa kemudian diperiksa dengan secara manual dengan bantuan sisir serit untuk menemukan adanya kutu ataupun telur kutu. Dari 102 siswa yang diperiksa (55 laki- laki (53,9%) dan 47 perempuan (46,1%)) kondisi rambut kepalanya, 59 (57,8%) diantaranya terinfeksi kutu rambut. Setelah siswa dikonfirmasi mengalami kutu kepala, maka akan diberikan obat kutu berupa permethrine 1% dalam dua dosis. Dengan dosis kedua diberikan jika dalam kurun waktu seminggu masih ditemukan kutu kepala pada
209 anak-anak. Anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan baik.
Pelaksanan penyuluhan PHBS ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah direncanakan seperti terlihat pada Gambar 3. Siswa-siswa SD sangat antusias dengan kegiatan karena penyuluhan ini merupakan hal yang baru serta mereka berterima kasih dengan adanya kegiatan penyuluhan ini.
Cara penyampaian materi yang menarik dan sesuai dengan dunia anak mampu menarik perhatian para siswa untuk menyimak materi tersebut. Tidak cukup hanya dengan antusias saja, siswa-siswi SD Negeri 2 Susut, Bangli tahu dan mengerti bahwasanya terdapat 7 langkah cara mencuci tangan yang baik dan benar serta menjaga kebersihan dan kesehatan diri dan juga lingkungan.
Gambar 3. Pelaksanaan Program Kesehatan Masyarakat PHBS cara memcuci tangan yang baik dan benar pada anak SD N 2 di Desa Susut.
4.3 Prasarana Fisik
Tapal Batas Desa dan Tapal batas banjar merupakan penunjuk bagi orang yang mengunjungi atau melewati suatu desa. Selain itu fungsi dari suatu tapal batas desa dan tapal batas banjar adalah menjadi pembatas setiap desa. Pelaksanaan kegiatan peremajaan tapal batas desa ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal kegiatan dan pewarnaan yang telah direncanakan seperti terlihat pada Gambar 4 dan Gambar 5. Peremajaan tapal batas perbatasan desa Susut dengan desa Sulahan di Banjar penatahan dilakukan tanggal 1 Agustus 2019. Sedangkan pengecatan tapal batas Banjar Juuk Bali dengan Banjar Manuk dilakukan Tanggal 14 Agustus 2019.
210 Gambar 4. Peremajaan tapal batas wilayah Desa Susut.
Gambar 5. Peremajaan tapal batas antara Br. Juuk Bali dengan Br. Penatahan
4.4 Peningkatan Produksi
Penanaman Tanaman dengan Metode Tanam Vertikultur pada Anak SD N 2 di Desa Susut, Banjar Manuk. Pelaksanaan kegiatan vertikultur ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah direncanakan seperti terlihat pada Gambar 6. Siswa SD yang mengikuti program ini sangat antusias dengan program yang diberikan. Siswa tertarik dengan penyuluhan terutama ketika gambar macam-macam sayuran ditampilkan. Ditambah dengan cara penyampaian materi yang menarik dan sesuai dengan dunia anak mampu menarik perhatian para siswa untuk menyimak materi tersebut. Siswa kemudian menyimak dengan baik ketika masuk sesi demonstrasi, beberapa siswa bahkan sudah bisa membuat sendiri media tanam sehingga membantu efisiensi waktu daripada kegiatan ini. Dari 53 siswa dibagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing membuat 7 pasang media tanam vertikultur. Anak-anak sangat antusias. Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan baik.
211 Gambar 6. Pelaksanaan Program Kerja Peningkatan Produksi Pembuatan
verticulture pada anak SD Negeri 2 di Desa Susut.
Kegiatan lain untuk program peningkatan produksi adalah bimbingan teknis pembuatan pupuk kompos dan biopestisida yang berfokus pada pelatihan dan pendampingan seperti terlihat pada Gambar 7. Hasil pelaksanaan kegiatan Bimtek pembuatan pupuk kompos dan biopestisida ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah direncanakan. Anggota Simantri yang mengikuti program ini sangat antusias dengan program yang diberikan. Hasil pelaksanaan kegiatan Bimtek pembuatan pupuk kompos dan biopestisida ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah direncanakan. Anggota Simantri yang mengikuti program ini sangat antusias dengan program yang diberikan.
Gambar 7. Pelaksanaan Program Kerja Peningkatan Produksi Penyuluhan ke Simantri terhadap pengolahan pupuk kotoran sapi dan biopeptisida.
212 4.5 Bidang Sosial Budaya
Program kerja yang dilakukan dalam kegiatan KKN PPM di Desa Susut ini salah satunya adalah melakukan pembinaan pemasaran dan pengemasan produk Dimana pembinaan pemasaran dan pengemasan produk tersebut dilakukan bertahap melalui survey dan konsultasi dengan pemilik usaha. Pemilik usaha keripik bernama Pak Bolang. Pemilik usaha dibuatkan logo dan sosial media untuk media pemasarannya.
Kami membuatkan logo usaha, kemudian dicetak dan dikembangkan melalui sosial media khususnya instagram. Pengemasannya sederhana, dikemas melalui plastik dan ditempel menggunakan stiker yang kami cetak. Pembinaan pemasaran produk dilakukan dengan pembuatan media sosial, email dengan tujuan agar pemasaran produk dapat lebih berkembang lagi. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan logo sebagai branding produk khas peyek manuk untuk dapat meningkatkan salah satu rumah industri di Desa Susut. Saat hari pelaksanaan berlangsung, diadakan juga demonstrasi pengemasan peyek dengan menempelkan stiker. Kami memberikan 80 stiker logo dan memberikan kenang-kenangan berupa bingkai logo. Pak Bolang sangat mengapresiasi desain logo untuk pengemasan produk kripik peyek manuk seperti terlihat pada Gambar 8.
Gambar 8. Pelaksanaan Program Kerja Sosial Budaya Penyerahan Logo Produk Keripik Bolang Banjar Manuk.
Kegiatan bidang sosial budaya lainnya adalah pembinaan pelajaran tambahan Bahasa Inggris dan Keterampilan Seni berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah direncanakan seperti terlihat pada Gambar 9. Dalam pelaksanaannya, siswa/i di Sekolah Dasar sangat antusias mengikuti pembinaan pelajaran tersebut. Terlihat dari kedatangan yang lumayan banyak serta semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa/i sudah mampu
213 menggunakan bahasa inggris walaupun masih belum sesuai pronounce. Kemudian pelajaran tambah lainnya adalah ketrampilan seni yang memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang memiliki nilai estetika dan nilai guna. Keterampilan yang dibuat meliputi celengan dan tempat pensil. Siswa SD mampu mengolah bahan bekas utamanya plastik.
Gambar 9. Pelaksanaan Program Kerja Sosial Budaya Pelajaran Tambahan di SD N 1, SD N 2 dan SD N 3 Desa Susut
Kegiatan lainnya adalah Pembuatan Video Profil Pemerintahan Desa Susut (Gambar 10). Pemerintahan Desa Susut dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dibantu oleh seorang Sekretaris Desa dan dibantu oleh beberapa Kasi (Kepala Seksi) dan KAUR (Kepala Urusan), yang meliputi Kasi Pemerintahan, Kasi Kesejahteraan Rakyat, dan Kasi Pelayanan, serta Kaur Umum, Kaur Keuangan dan Kaur Perencanaan. Dimana setiap Kasi dan Kaur tersebut membidangi beberapa bidang yaitu bidang Pemerintahan Desa, bidang Pembangunan Desa, bidang Pemberdayaan Masyarakat, serta bidang Kemasyarakatan Desa. Bidang Pemerintahan Desa bergerak dalam berbagai hal yang berkaitan dengan urusan antara masyarakat dengan Pemerintahan Desa Susut. Beberapa hal yang sudah dilakukan oleh bidang Pemerintahan Desa Susut meliputi pelayanan terhadap masyarakat baik berupa mengurus KK, akta kerahiran, surat pindah dan lain- lain. Selain itu, bidang Pemerintahan Desa Susut juga mengurus hal-hal yang berkaitan dengan keuangan meliputi pembuatan RPJM dan RPJP. Bidang Pembangunan Desa dibawahi oleh Kaur Kesejahteraan yang bergerak dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pembangunan sarana prasarana fisik dan non fisik Desa Susut. Beberapa hal yang sudah dilakukan meliputi pembangunan kawasan wisata pemandian di Br. Juuk Bali, pembukaan jalan di timur SMP N 3 Susut, pembangunan jalan usaha tani di Br.
214 Tangkas, pembangunan senderan tembok batu di Br. Manuk serta pembangunan jalan menuju Pura Pucak Demulih di Br. Penatahan. Bidang Pemberdayaan Masyarakat di kepalai oleh Kaur Kesejahteraan yang bergerak dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pelatihan-pelatihan dan pemberdayaan kelompok UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Beberapa hal yang sudah di lakukan meliputi pemberdayaan kerajinan dulang di Br. Susut Kaja dan pemberdayaan kerajinan handpan di Br. Manuk. Bidang Kemasyarakatan Desa bergerak dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pembinaan- pembinaan kepada Lembaga Desa yang berada di wilayah Desa Susut. Lembaga tersebut meliputi Lembaga Pemberdayaan Desa, Karang Taruna, dan PKK. Dalam perjalanannya segala kegiatan tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat Desa Susut itu sendiri. Maka dari itu, diperlukan sarana agar masyarakat Desa Susut dapat mengetahui hal-hal apa saja yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Desa Susut dengan cara memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang saat ini, yaitu melalui video.
Setelah melakukan pengambilan gambar dan video pada lokasi-lokasi tertentu di Desa Susut, seperti salah satunya di Pura Pucak Demulih. Tim penulis melakukan beberapa penyuntingan dan penyesuaian, sehingga dapat memberikan gambaran secara holistik terkait profil Desa Susut. Video yang berdurasi 3 menit tersebut memberikan penjelasan secara rinci tentang apa saja yang telah dilakukan oleh masyarakat Desa Susut.
Gambar 10. Pelaksanaan Program Kerja Sosial Budaya Video Sistem dan Tata Pemerintahan Desa Susut.
215 BAB V
KESIMPULAN
Simpulan yang dapat ditarik dari pelaksanaan 4 program kerja KKN PPM di Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli adalah:
1. Program dari bidang Kesehatan Masyarakat berupa pemeriksaan mata dan pemberian obat mata gratis, serta operasi katarak berjalan sangat baik yang dkatkan derajat kesehatan mata masyarakat desa Susut. Kegiatan bidang kesehatan masyarakat lainnya adalah Gerakan Bebas Kutu Rambut (GEBIAR) dan Pemberian Sosialisasi dan Pelatihan Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Sekolah Dasar.
2. Program dari Bidang Prasarana Fisik, yaitu peremajaan tapal batas wilayah Desa diantara Desa Sulahan dan Desa Susut serta tapal batas diantara Banjar Juuk Bali dan Banjar Penatahan di desa Susut dilakukan dengan cat ulang sehingga tulisan menjadi lebih jelas.
3. Program dari Bidang Peningkatan Produksi, yaitu: penanaman tanaman dengan metode tanam vertikultur pada Anak SD dan bimbingan teknis pembuatan pupuk kompos dan biopestisida di Simantri 609 Desa Susut.
4. Program dari Bidang Sosial Budaya, yaitu pembinaan pelajaran tambahan bahasa inggris dan keterampilan seni untuk siswa sekolah dasar. Kegiatan lainnya adalah pembinaan pemasaran dan pengemasan produk dengan membuatkan dan mencetakkan logo dan sosial media untuk media pemasarannya di Pak Bolang UKM kripik peyek manuk. Selain itu, telah dihasilkan video profil desa mengenai sistem dan tata pemerintahan Desa Susut.
216 DAFTAR PUSTAKA
Riza, R. dan Roesmidi. 2006. Pemberdayaan Masyarakat. Sumedang : Alqaprint Jatinangor
Tana, L., Rif’ati, L., dan Kristanto, Y. 2009. Determinan Kejadian Katarak di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar 2007. Bul. Penelit. Kesehat. 37(3); 144-125.
Yosandy, D. S. O., Baskara, M., dan Herlina, N. 2018. Pengaruh Media Tnam pada Sistem Vertikulture terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.). Journal Produksi Tanaman. 6(2): 210-216.