• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merumuskan paradigma pembelajaran abad 21 menekankan pada kemampuan peserta didik dalam mencari informasi dari berbagai sumber, merumuskan permasalahan, berpikir analisis dan kerjasama dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran abad 21 harus memiliki keterampilan berpikir kritis, pengetahuan dan pengetahuan literasi digital, literasi informasi, literasi media, menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Berikut adalah keterampilan abad 21 diantaranya keterampilan (1) life and career skills, (2) learning and innovation skills meliputi dan (3) information media and technology skills, (Trilling dan Fadel, 2009).

Penjelasan mengenai keterampilan abad 21 yaitu keterampilan (1) life and career skills meliputi keterampilan hidup dan berkarir atau fleksibel dan adaptabilitas, memiliki inisiatif dan dapat mengatur diri sendiri, interaksi sosial budaya, produktivitas dan akuntabilitas dan memiliki sifat kepemimpinan serta tanggung jawab, (2) learning and innovation skills yaitu keterampilan berpikir kritis dalam mengatasi masalah, komunikasi dan berkolaborasi serta ditekankan untuk memiliki sifat kreatif dan inovatif, dan (3) information media and technology skills meliputi literasi informasi yaitu siswa mampu mengakses informasi secara efektif dan efisien, literasi media yaitu kemampuan memilih dan mengembangkan media yang digunakan untuk berkomunikasi, dan literasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yaitu kemampuan menyediakan media yang sesuai untuk berkomunikasi, (Trilling dan Fadel, 2009).

Keterampilan yang menjadi fokus pembelajaran abad 21 adalah keterampilan yang menguasai media teknologi, informasi dan komunikasi (ICT), keterampilan ini menghendaki di masa yang akan datang melek informasi, melek media, melek ICT.

Kemampuan melek informasi atau literasi informasi mencangkup kemampuan menggunakan media informasi lebih efektif dan efisien, kompeten dan mengkritisi informasi dan kemampuan menggunakan informasi secara akurat dan kreatif.

Keterampilan melek media atau literasi media mencangkup menggunakan media sebagai alat untuk berkomunikasi, berkarya dan berkreatifitas, (Wijaya, Y, dkk. 2016).

(2)

Kecanggihan teknologi tidak lepas dari kalangan generasi muda merupakan kelompok umur yang sangat mudah menyerap perkembangan teknolog, hal ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, di tangan mereka hampir tidak dapat dilepaskan dari laptop atau notebook, handphone atau smartphone sampai gadget atau tablet.

Demikian juga dengan media yang diakses, semakin canggihnya teknologi menjadikan dunia seakan ada di genggaman tangan mereka, baik di jenjang SD, SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi, melalui ujung jari mereka dapat mengakses informasi yang diinginkan sehingga memudahkan dalam mencari segala informasi menjadikan dunia seakan dalam genggaman tangan, (Wijaya, G.A. 2014).

Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) menurut Darmawan (2011) merupakan suatu perpaduan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang berkembang sangat pesat jauh melampaui bidang-bidang teknologi lainnya. Berbicara mengenai ICT yang terus berkembang banyak dimanfaatkan diberbagai bidang kehidupan manusia termasuk bidang pendidikan. Integrasi Teknologi Informasi ke dalam dunia pendidikan telah menciptakan pengaruh besar dengan memanfaatkan kecanggihan Teknologi Informasi, mutu dan efisiensi pendidikan dapat ditingkatkan.

Darmawan (2011) memaparkan hasil dari integrasi antara Information Technology (IT) dengan dunia pendidikan adalah proses pembelajaran berbasis IT yaitu suatu pembelajaran yang bersifat massal dan dapat melibatkan ribuan orang.

Hanya dengan berada di depan komputer yang terhubung dengan internet seseorang dapat terhubung secara virtual global untuk saling bertukar informasi dengan ribuan komputer penyediaan informasi yang dibutuhkan yang terhubung ke internet pada saat yang sama. Produk dari pembelajaran berbasis IT adalah e-learning atau pembelajaran elektronik atau merupakan suatu materi pembelajaran atau pengalaman pembelajaran yang disampaikan melalui teknologi elektronika, dalam pelaksanaanya peserta didik belajar dari internet dan sumber lain seperti video dan audio merupakan, (Sanjaya, 2012).

Pemanfaatan teknologi yaitu dengan memanfaatkan internet sudah sampai pada tahap yang gemar bermain media sosial dan game online. Media sosial yang paling sering dan hampir setiap hari mereka buka adalah facebook. Suariadhi, G. (2014: 2) dalam penelitiannya memaparkan e-learning selanjutnya di kembangkan menjadi suatu Learning Management System (LMS) yaitu pembelajaran berbasis web dapat berisi materi-materi yang dikemas dalam bentuk multimedia (teks, animasi, video,

(3)

sound), yang diberikan sebagai supplement dan enrichment bagi pengembangan kompetensi pembelajar. Salah satu LMS adalah Edmodo merupakan sebuah aplikasi yang menarik bagi guru dan siswa karena sangat mirip dengan media sosial memiliki fitur seperti facebook, tetapi lebih menekankan pada edukasi atau dikhususkan untuk proses pembelajaran di sekolah, (Basori, 2013).

Literasi informasi diartikan sebagai keberaksaraan informasi. Dua kata yang merupakan terjemahan dari istilah asing information literacy ini kemudian juga diterjemahkan menjadi kemelekan informasi. Keberaksaraan informasi secara istilah, menurut Nurohman (2014) dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengenal kebutuhan informasi untuk memecahkan masalah, mengembangkan gagasan, pengumpulan informasi, menetapkan informasi yang cocok, relevan dan otentik, mengajukan pertanyaan penting, menggunakan berbagai strategi. Kemampuan melek informasi mencakup mengakses informasi lebih efektif dan efisien, kompeten dan mengkritisi informasi dan kemampuan menggunakan informasi secara akurat dan kreatif, (Wijaya, Y, ddk. 2016).

Berdasarkan pemaparan diatas dan didukung hasil studi literatur masalah yang dihadapi adalah di era globalisasi yang merupakan generasi yang menganggap komunikasi sebagai bagian integral dari kehidupan. Pemahaman siswa dalam menyerap informasi yang diberikan guru melalui beberapa sumber belajar tentunya harus ditekankan, bagaimana siswa menyerap informasi dan lain sebagainya. Sekarang siswa mempunyai motivasi yang rendah dalam hal membaca dan perpustakaan dianggap belum berfungsi secara optimal menjadi sumber informasi, siswa lebih banyak mencari literatur atau sumber belajar dari internet karena lebih mudah dan efisien. Proses mencari literatur di internet siswa hampir tidak pernah tertinggal membuka media sosial meliputi facebook, twitter dan instagram terdapat kesesuaian hasil observasi di tempat yang akan dijadikan tempat penelitian di SMA Negeri 1 Tukdana dengan tersedianya sarana teknologi informasi (internet) serta perpustakaan yang tentunya harus dimanfaatkan secara optimal.

Peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian dalam meningkatkan literasi informasi siswa melalui media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui cara siswa dalam menyerap informasi dari media pembelajaran yang memanfaatkan kecanggihan teknologi sekaligus merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang ditekankan dalam pendidikan yang diterapkan dalam pembelajaran e-learning,

(4)

penelitian ini dianggap sesuai dengan tempat yang akan dijadikan penelitian dikarenakan sarana dan prasarana yang menunjang seperti karakteristik siswa yang membawa alat-alat elektronik dan akses wifi yang tersedia di sekolah menunjang untuk pembelajaran e-learning.

Peningkatan literasi informasi siswa melalui pembelajaran e-learning berbasis media sosial menggunakan edmodo akan dibuktikan melalui penelitian yang berjudul

“Penerapan Media Pembelajaran E-Learning Berbasis Edmodo untuk Meningkatkan Literasi Informasi Siswa pada Pokok Bahasan Perubahan Lingkungan”. Diharapkan penelitian ini dalam proses pelaksanaanya diberi kemudahan dan kelancaran, diharapkan juga hasil penelitian dapat diterima dan bermanfaat bagi semua kalangan serta dapat dijadikan sumber referensi untuk penelitian berikutnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang tersebut, berikut adalah rumusan masalah dalam penelitian ini:

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka identifikasi masalah yang dijadikan dasar dalam penelitian ini adalah:

a. Permasalahan waktu yang sangat singkat dalam proses belajar b. Perpustakaan kurang berfungsi sebagai sumber informasi

c. Motivasi siswa belajar Biologi dan minat membaca yang rendah

d. Kegemaran siswa menggunakan media sosial yang digunakan untuk menghasilkan hal-hal yang kurang bermanfaat

e. Pemanfaat fasilitas wifi yang kurang optimal 2. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka batasan permasalah yang dijadikan dasar dalam penelitian ini adalah

a. Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan pada kelas X MIPA di SMA N 1 Tukdana

b. Perbedaan yang signifikan peningkatan literasi informasi siswa yang diterapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo dengan siswa yang tidak

(5)

diterapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan pada kelas X MIPA di SMA N 1 Tukdana

c. Respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan media e-learning pembelajaran berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan pada kelas X MIPA di SMA N 1 Tukdana

C. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang dijadikan dasar pada penelitian ini sebagai berikut.

1. Bagaimana aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo dengan siswa yang tidak menerapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan pada kelas X MIPA di SMA N 1 Tukdana ?

2. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan literasi informasi siswa yang menerapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo dengan siswa yang tidak menerapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan pada kelas X MIPA di SMA N 1 Tukdana ? 3. Bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan media

pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan pada kelas X MIPA di SMA N 1 Tukdana ?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan pada penelitian ini sebagai berikut:

1. Mengetahui aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo dengan siswa yang tidak menerapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan pada kelas X MIPA di SMA N 1 Tukdana.

2. Mengetahui perbedaan yang signifikan peningkatan literasi informasi siswa yang menerapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo dengan siswa yang tidak menerapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan pada kelas X MIPA di SMA N 1 Tukdana

3. Mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan pada kelas X MIPA di SMA N 1 Tukdana

(6)

E. Manfaat Penelitian

Adapun kegunaan atau manfaat dari penelitian pengaruh media pembelajaran e- learning berbasis edmodo untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan perubahan lingkungan di SMAN 1 Tukdana adalah sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta kontribusi yang bersifat konstruktif bagi pengembangan media pembelajaran serta berguna pada proses pembelajaran dalam peningkatan mutu pendidikan.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Siswa

Penelitian ini memberikan manfaat secara positif dan pengalaman langsung bagi siswa, karena dengan penggunaan media e-learning berbasis edmodo siswa akan termotivasi dan terangsang dalam belajar dan meningkatkan literasi informasi serta dapat berkomunikasi secara tidak langsung terhadap materi yang sedang dipelajarinya.

b. Bagi Guru Mata Pelajaran Biologi

Hasil penelitian yang berupa media e-learning berbasis edmodo dapat dijadikan salah satu media alternatif untuk mengatasi keterbatasan waktu, ruang, tenaga dan daya indera dalam membantu proses pembelajaran di kelas/sekolah, sehingga media ini diharapkan dapat mewakili peranan guru.

c. Bagi Kepala Sekolah

Media e-learning berbasis edmodo ini dapat menambah koleksi media dan informasi mengenai jenis media serta dijadikan acuan oleh guru-guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien.

d. Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan literatur tambahan bagi peneliti lain sehingga peneliti lain bisa mengembangkan hasil penelitiannya.

F. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu dilakukan di Bali oleh Suriadhi tahun 2014 dengan judul “ Pengembangan Media E-learning Berbasis Edmodo pada Mata Pelajaran IPA kelas VII di SMP Negeri Singaraja”, berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan media pembelajaran e-

(7)

learning berbasis edmodo dilihat dari hasil belajar siswa setelah menggunakan media e-learning dan edmodo setelah dianalisis lebih besar prosentase nilai posttestnya.

Pengembangan media menggunakan model ADDIE, selanjutnya dibuat storyboard bertujuan memudahkan tampilan desain dan pengaturan letak konten pada media.

Penelitian mengenai literasi informasi sekarang ini semakin marak dilakukan bahkan menjadi tren dalam kajian ilmu perpustakaan dan informasi. Di beberapa negara penelitian tentang topik ini sudah lama dilakukan. Techataweewan Woraratapanya, Sanrach (2009) mengkaji tentang integrasi literasi informasi ke dalam tutorial berbasis web kerjasama dengan fakultas dan perpustakawan di Thailand, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui interview dengan menggunakan metode Focus Discussion Group (FDG) dan hasil penelitian menunjukan terdapat integrasi literasi informasi dalam kurikulum sangat penting untuk mendukung pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa. Kerja sama antara perpustakaan dan fakultas dalam pengajaran merupakan metode yang sangat kuat dalam mendorong untuk keterampilan mereka.

Reza, M., Y. (2013) memaparkan hasil penelitian mengenai literasi informasi siswa SMA International Baccalaureate (IB) Program Diploma di Cita Hati Surabaya dimana hasil penelitiannya membuktikan bahwa mayoritas siswa telah memiliki keterampilan dalam literasi informasi, hal ini berdasarkan pada tujuh keterampilan yang digunakan peneliti untuk melihat gambaran literasi informasi pada siswa SMA International Baccalaureate (IB) Program Diploma di Cita Hati Surabaya meliputi tool literacy, resources literacy, social structural literacy, research literacy, publishing literacy, emerging technology literacy dan critical literacy.

Berdasarkan dari ketiga penelitian terdahulu pertama media pembelajaran berbasis edmodo efektif dijadikan media pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar. Media pembelajaran e-learning berbasis edmodo dapat diaplikasikan pada seluruh mata pelajaran dan terbukti dapat membantu guru dan mengatasi permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran. Penelitian terdahulu kedua dan ketiga mengenai literasi informasi bagi siswa dianggap perlu sebagai keterampilan yang harus dimiliki. Oleh karena itu peneliti ingin menerapkan pembelajaran menggunakan media e-learning berbasis edmodo untuk meningkatkan literasi informasi siswa.

(8)

G. Kerangka Berpikir

Pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Tukdana pada kelas X sudah berjalan sesuai dengan prosedur. Namun terkadang materi dalam pembelajaran biologi belum terserap secara optimal karena terbatasnya waktu yang tersedia di sekolah. Selain itu masih ditemukan siswa yang merasa jenuh dan bosan belajar bersumber pada buku- buku biologi yang tebal, dan perpustakaan kurang dioptimalkan sebagai sumber informasi. Padahal di sekolah sudah tersedia fasilitas wifi untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Namun itu belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Tukdana.

Siswa SMA Negeri 1 Tukdana lebih senang mencari literatur tambahan dalam pembelajaran melalui internet. Namun dalam pencarian literatur tersebut siswa tentunya akan membuka situs jejaring sosial yang familiar di kalangan mereka yaitu facebook. Mereka menghabiskan waktu bersama facebook dibanding untuk belajar. Di sinilah guru dituntut aktif dan kreatif serta dapat memanfaatkan dan mengembangkan media yang menarik dan dekat dengan peserta didik yang akan meningkatkan motivasi, minat belajar peserta didik dalam pembelajaran.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dipandang perlu mengarahkan penggunaan facebook kearah yang positif terutama peserta didik di SMA Negeri 1 Tukdana, maka penulis menjadikan alternatif penggunaan edmodo sebagai sarana media e-learning karena memiliki fitur yang sama dengan facebook yang mendatangkan manfaat daripada membuat waktu belajar tersita atau terbuang yang tentunya akan menarik dan dekat dengan peserta didik yang akan meningkatkan motivasi, minat belajar peserta didik. Pembelajaran online berbasis edmodo yang diterapkan dapat memudahkan dan mempercepat akses belajar termasuk didalamnya sistem penyampaian informasi, materi ajar menjadi lebih cepat, mudah, terjangkau serta proses belajar mengajar siswa dan guru dapat menjadi lebih menyenangkan dan interaktif tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Bertitik tolak dari kerangka berpikir demikian, dapat ditegaskan bahwa penerapan media e-learning berbasis edmodo secara tepat dalam pembelajaran biologi akan berpengaruh terhadap kemampuan literasi informasi siswa dalam pembelajaran.

Adapun gambaran mengenai kerangka pemikiran penerapan e-learning berbasis edmodo sebagai upaya kemampuan literasi informasi siswa sebagai berikut:

(9)

Gambar 2.3 Kerangka Berpikir Penerapan Media E-learning Berbasis Edmodo

H. Hipotesis

Berdasarkan kerangka berpikir penelitian ini, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan literasi informasi siswa yang diterapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo dengan siswa yang tidak diterapkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada pokok bahasan perubahan lingkungan di SMA Negeri 1 Tukdana

.

Study Literatur

Permasalahan pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Tukdana

Kurang optimal perpustakaan sebagai sumber informasi

Guru Siswa

Pembelajaran konvensional pada pembelajaran Biologi dengan Media multimedia dan bersumber pada buku

Implementasi media e-learning berbasis edmodo pada pembelajaran Biologi pada

pokok bahasan perubahan lingkungan

Pembelajaran biologi akan menjadi menarik bagi siswa dan dapat meningkatkan kemampuan literasi informasi siswa

Gambar

Gambar 2.3  Kerangka Berpikir Penerapan Media E-learning Berbasis Edmodo

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan : Untuk menghindari gangguan vital pada pasien PPOK akibat terganggunya ventilasi pada pasien PPOK dapat pula dilakukan dengan program latihan,

Penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul oleh Sari Dini Ulan (2017) juga menunjukkan bahwa 43 orang (71,7%) ibu bersalin

Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar,

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Lusardi (2003) sekitar 30% rumah tangga yang akan masuk masa pensiun telah melakukan sedikit perencanaan untuk masa

5) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dalam rangka menunjang perbaikan regulasi pengusahaan UCG diperlukan litbang UCG di Indonesia. Hal ini perlu dilakukan mengingat

Perlakuan 1 dosis pupuk kandang saja mempunyai persentase gabah hampa yang paling tinggi dibandingkan perlakuan yang lain sedangkan perlakuan 1 dosis pupuk kandang dan ¾ dosis

Materi Debat Bahasa Indonesia Siswa SMK Tingkat Nasional Tahun 2016 adalah isu-isu yang aktual tentang kebahasaan dan tentang hal umum yang ada di masyarakat. Isu-isu

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk