LAPORAN AKHIR TA II UN 2018
I'ENELITIAN TERAI'AN UNGGULAN I'ERGURUAN TINGGI (PTUPT)
I'ENGGUNAAN VARIASI BAHASA DALMI KHOT8AH SALAT JUMAT BERDASARKAN STRATIFIKASI SOSIAL JAMAAH
I)I i\lASJID-J\lASJlD WfLAYAI{ PROVINSI JAWA T1MUR:
SUATU KAJIA1'l SOSIOLl:'lGUISTIK
TAIIUN KE-I DARI RENCANA 2 TAIIUN
EDDY
suc nu ,
Drs., M.Hum.Ill". SYAMSUL SODIQ, M.Pd.
ALI YUSUF, S.Ag., M.Pd.
OJBlA Y Al OLEII:
0008055503 0013026601 00270872116
DIHEKTORAT RISET OAl~ PENGABDIAN MASYARAh':AT
omEKTORAT JENDEI{AL PENGUATAN RISET OA~ PENGEMBANGAN KEMENTERIAN fUSET. TEKNOLOGI. DAN 1'~:NJ)fI)l KAN TINGG) SESUAI DENCAN PERJANJIAN PENDANAAN PENELITIAN OAN PENGABDlA,.'1
KEIJADA MASYAI{AKAT
NO,\IOR: t22ISP2\VPTNRHfI)IU'i\l12018
UNrvERSITAS AlRLANGGA NOVEMBER 2018
PENELlTlAN TERAPAN UNGGULAN PERGURUAN TlNGGI
(PTUPT)
1£
f< 13I'ENGGUNAAN VARJASI BAHASA DALAM KHOTBAH SALAT JUMAT BERDASARKAN STRA TIFIKASI SOSIAL JAMAAH
DI MASJID-MASJID WlLAVAH PROVINSI JAWA T!MUR:
SUATU KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
TAHUN KE-I DARI RENCANA 2 TAHUN
EDDY SUGIRJ, Drs., M.Hum.
Dr. SVAMSUL SODlQ. M.Pd.
ALI YUSUF. S.Ag .• M.Pd.
DlBlAYAJ OLEH:
0008055503 0013026601 0027087206
D1REKTORAT lUSH DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN R1SET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET. TEKNOLOGI. DAN PENDfDlKAN TINGGI SESUAI DENGAN PERJANJIAN PENDANAAN PENELITIAN DAN I'ENGABDIAN
KEPADA MASYARAKAT
NOMOR: 1221SP2HIPTNBHlDRPM/2018
UNIVERSITAS AIRLANGGA NOVEMBER 2018
Judul
PenelitilPelakslina Nama Lcngkap Perguruan Tinggi NlDN
Jabalan FungsionaJ Program Studi NomorHP
Aluma! surel (e-mail) Anggota (I)
Nama Lcngkap NlDN
Perguruan Tinggi Anggota (2) Nama Lcngkap NlDN
HALAMAN PENGESAHAN
: PENGGUNAAN VARlASI BAHASA DALAM KHOTBAHSALATJUMATBERDASARKAN STRA TlFIKASI SOSIAL JAMAAH DI MASJID- MASJTD WILA Y AH PROVINSI JA WA TIMUR:
SUATU KAHAN SOSIOLINGUISTIK
: Drs EDDY SUGlRl, M.Hum : Universitas Airlangga : 0008055503
: Lcktor Kepala
: Bahasa dan Sastra Indonesia : 085102261555
: Dr. Drs SYAMSUL SODlQ M.Pd : 00 1302660 I
: Universitas Negeri Surabaya
: ALI YUSUF M.Pd : 0027087206 Perguruan Tinggi
Institusi Mitra (jika ada) Nama Institusi Mitra Alamut
: Universilas Negeri Surabaya
Penanggung Jawab Tahun Pelaksanaan Biaya Tabun Berjalan Biaya Keseluruhan
: Tahun ke 1 dari rencana 2 tabun : Rp 97,500,000
: Rp 247.500,000
lImu Budaya
S.S., M.A., Ph.D.) 1994032003
:- Mcnyetujui,
KO[a Surabaya, 9 - II -2018
KCIUa,
(Drs EDDY SU !RI, NIPINIK 19550805198
/ ' ·Kel\}D baga Penelitian dan Inovasi
((i ;~ . . " I C)
~
~~"::>':.,;:.'
Prof: Drii.J:I?), Pumobasuk.); ~.-
, M Si., Ph.D.) .~ mt'K 196705071991021001Tujuan pcneiitian ini adalah (1) mengkaji faktor-faktor yang mcmcngaruhi penggunaan variasi bahasa dalam wacana khotbah saint Jumal di masjid-masjid Wilayah Provinsi Jawa Timur dan (2) mendeskripsikan bcntuk-bcntuk variasi bahasa dalam khotbah salat Jurnat berdasarkan siratifikasi sosinl jamaah di masjid-masjid Wilayah Provinsi Jawn Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan selling apa adanya (nDlllral selling) yang pada dasamya mendeskripsikan secara kualitatif dalam bentuk kata- kala dan angka-angka hanya digunakan uotuk. memperkuat data. Objek penelitian ini wacana lisan khotbah salat Jumal di masjid-masjid Wilayah Provinsi lawn Timur yang terdiri abs Wilayah Madiun, lombang, Surabaya, Bangkalan, dan Jemhcr. Teknik penarikan sampeJ yang digunakan adalah plUposive sample. Setiap wilayah kotalkabupaten diambil satu masjid pada waktu salat Jumat. Tckniklmetodc pcngumpulan datanya menggunakan tcknik rekam dan teknik catat. Selain ilU, teknik wawancara bcbas juga dilakukan kepada 10 jamaah salat Jumal pada setiap masjid. Jadi, jumlah infonnan scbayak 100 orang jamaah. Metodc pengumpulan data Simak Bebas Libat Cakap juga digunakan dalam penelitian ini. Dala-data tcrsebut diklasiftkasikan, diana lis is, kemudian disimpulkan. Hasil penelitian mcmbuktikan babwa wucana kotbah salat Jurnat di masjid-masjid di wilayah Propinsi Jawa Timur mcnggunakan ragam bahasa campur.m, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Arab. Sedangkan, di wiJayah kala bahasa yang digunakan dominan bahasa Indonesia dan bahasa Amb. Bahasa Jawa halus cenderung digunakan di wilayah pedesaan. Sceara umum para jamaah sudah dapal mcmahami isi khotbah salat luma!.
Kala-kala Kunci: ragam bahasa; kotbah; salat Jumat; Sosiolinguistik
MIt.11C
PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SUItABAYA
PRAKATA
Dengan mengucap syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpabkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penelitian Unggulan Terapan Perguruan Tinggi Universitas Airlangga tahun 2018 dapat kami selesaikan tepat waktunya. Penelitian ini terselenggara berkat kerja sama yang baik antara Pemirnpin Universitas Airlangga dan Fakultas Dmu Budaya, serta peneliti. Kiranya perlu dimaklumi bahwa hasil penelitian ini belum merupakan hasil penelitian yang fmal (mendalam), akan tetapi masih merupakan penjajakan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat disempurnakan tahap III tahun kedua. Selain itu, kami sangat mngharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.
Dengan selesainya penelitian ini, kami mengucapkan terima kasih kepada (1) Rektor Universitas Airlangga,
(2) Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.
(3) Para Khotib dan Jamaah di masjid-masjid di Wilayah Provinsi Jawa Timur, yang ditempati penelitian ini,
(3) Para mahasiswa Fakultas Dmu Budaya Universitas Airlangga yan telah bersedia membantu dalam penelitian ini.
Penelitian ini masih banyak kekurangannya, oleh sebab itu kritik dan saran sangat saya harapkan. Kami berharap mudah-mudahan hasil penelitian ini bennanfaat bagi semua pihak. yang akan melakukan penelitian lebih lanjut.
Surabaya, 10 November 2018
Tim Peneliti
LAMPlRAN I. Khotbah Jumat Berbahasa Madura
LAMPlRAN 2. TCJjemahan Khotbah Jumat Berbahasa Madura
LAMPIRAN 3. Khotbah Jumat Bcrbahasa Jawa
LAMPIRAN 4. TCJjemahan Khotbah Jmnat Berbahasa Jawa
LAMPlRAN 5. (Artikeillmiah)
82 90
96 103
106
. PERPUSTAKAAN
~
. UNIVERSITAS M I LIK AIRLANC'JQASURABAYA
DAFfARISI
HALAMANSAMPUL
HALAMANPENGESAHAN
RINGKASAN
PRAKATA
DAFT AR LAMPIRAN
DAFTAR lSI
BAB I. PENDAHULUAN
BAB 2. TINJAUAN PUST AKA
BAB 3. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
BAB 4. METODE PENELITIAN
BAB 5. HASLL DAN LUARAN YANG DICAPAI
BAH 6. RENCANA TAHAPAN BER[J(UTNYA
BAB 7. SIMP ULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN I. Khotbah Jumat Berbahasa Madura
LAMPIRAN 2. Teljcmalmn Kholhah Jumat Bcrbahasa Madura
SU R A8 A Y A
I
ii
iii
IV
V
VI
4
8
10
12
75
77
78
82 90
LAMPJRAN 4. TerjemahanKhotbah Jumat Berbahasa Jawa
LAMPIRAN 5. (Artikel Ilmiah)
. . . 111 . . . . 103
106
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Lalar Belakang Masalab
SUR AB AYA
Masyarakat di WiJayah Provinsi lawn Timur termasuk masyarakat yang beragam atau multikultural. Keragaman yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi masyarakat yang memiliki perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang (Sctiadi,20 15: 147). Pcrbcdaan-pcrbcdaan itu mengaeu pada stratifikasi sosial.
Stratifikasi sosial dalam masyarakat mcnunjukkan adunya kclas-kclas atau tingkatan sosial, tcnnasuk dalam bentuk variasi bahasa yang digunakan. Variasi bahasa Indonesia baku biasanya digunakan pada masyarakat golong311 atas sedangkan variasi bahasa nonbaku biasanya digunakan galongan bawah (Chacr dan Agustin,1995:54-55). Sumarsono dan Partana (2002:28-29) mcngatakan bahwu ragam baku adalah bahasa kalangan tcrdidik ainu ilmuwan. Sclain itu, ragam baku (standard) digunakan dalam situasi fannal.
Sclain masyarakat majcmuk, masyarakat di Wilayah Provinsi lawn Timur juga tcrmasuk masyarnkat dwi bahasawan (bilillguulisme) maupun multibahasawan (mliltilingllalisme). Sclain mcnguasai dun bahasa ada pula yang mcnguasai banyak bahasa (Iebih dari dua bahnsa), misalnya dalam bcrkomunikasi ada yang mcnggunakan bahasa fndoncsia dan bahasa Jawa, bahkan ada yang mcnguasai bahasa Indoncsia, babasa lawa, dan bahasa Madura. Tidak jarang pula masyarakat yang mcnggunakan ragam bahasa nonhaku atau ragam bahasa campuran anlara bahasa Indonesia dan bahasa lawa. Pada masyarakat golongan bawah yang umumnya masyarakat pcdcsaan sering menggunakan bahasa lawn dalam
yang sering menggunakan lebih dari satu bahasa dalam satu situasi (Ferguson, 1972:232).
Berdasarkan kenyataan yang ada di masyarakat Jawa Timur yang multikultmal dan dwi bawasawan maupun multibabasawan tersebut perlu kiranya seorang khotib untuk menggunakan ragam bahasa yang tepat dalam wacana khotbah salat Jumat :Y3Dg akan dibawakannya. Dengan menggunakan ragam babasa yang tepat atau sesuai dengan stratifikasi sosial (golongan masyarakat) dibarapkan isi atau pesan-pesan yang disampaikan dalam khotbah salat Jumat di masjid-masjid di Wilayah Provinsi Jawa Timur dapat dipahami oleh jamaah. Penelitian ini perIu segera dilakukan karena masih ada beberapa masjid di Wilayab Provinsi Jawa Timur yang wacana khotbahnya masih menggunakan ragam bahasa yang kurang sesuai dengan stratifikasi sosial jamaah salat Jumat tennasuk kemampuan penguasaan bahasa jamaah salat Jumatnya. Misalnya, suatu masjid yang masyarakatnya dari stratifikasi sosial bawah dan beretnis Jawa wacana khotbah salat Jumatnya menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini berakibat-isi atau pesan khotbah kurang bisa dipahami oleh jamaab. Inovasi materi khotbah salat Jumat dengan menggunakan variasi babasa yang disesuaikan dengan stratifikasi sosial Jamaab salat Jumat memang sangat penting agar pesan atau isi khotbah salat Jumat dapat dimengerti atau dipahami oleb jamaah salat Jumat khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Dengan materi khotbah Jumat yang mudab dimengerti atau dipahami oleh jamaah salat Jumat atau masyarakat, sudah barang tentu pembangunan karakter bangsa dapat segera terwujut Inovasi materi khotbah salat Jumat dengan menggunakan ragam babasa yang disesuaikan dengan stratifikasi sosial jamaab memang sangat penting.
Dengan demikian pembangunan karakter bangs a dapat segera terwujut. Selain itu.
sampai saat ini belum ada peta penggunaan ragam bahasa dalam khotbah salat Jumat di Wilayah Provinsi Jawa Timur. Buku-buku kumpulan materi salat Jumat dengan berbagai variasi bahasa di Wilayah Provinsi Jawa Timur juga belum ada. Oleh sebab itu, penelitian dengan topilc seperti ini sangat mendesak untuk dilaksanakan mengingat masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Wilayah Provinsi Jawa Timur yang majemuk (multikulturaI) sangat riskan terbadap konflik atau gesekan- gesekan sosial.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:
a. Bagaimanakah bentuk-bentuk variasi bahasa dalam khotbah saIat Jumat berdasarkan stratifikasi sosial jamaah di masjid-masjid Wilayah Provinsi Jawa Timur?
b. Apakah faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan variasi bahasa dalam wacana khotbah salat Jumat di masjid-masjid wilayah Provinsi Jawa Timur?
BAB2
TINJAUAN PUST AKA
SURABAYA
Sosiolinguistik adaJah kajian tentang bahasa yang dikaitkan dcngan kondisi kemasyarakatan (Swnarsono dan Partana.2002: 1). Sosiolinguistik disebut juga linguistik Institusional (Institutional Linguistics) (Halliday,1970). Fishman (1972) merumuskan sosiologi bahasa (sociology of language) dcngan definisi sebagai berikut: "The sosciology of languagefocosses upon the entire gamut oj topics related to the social orgollizalion of language behavior, including 1101 only language usage per se, but also language attitudes, overt behavior toward language and language users.
Fungsi utama bahasa adalah scbagai alat komunikasi atuu runt bcrinteraksi yang hanya dimiliki olch manusia (Chaer dan Lconi,t995:14). Bahasa itu beragam, artinya, meskipun scbuah bahasa mempunyai kaidah atau pola tcrtentu yang sarna, namun karena bahasa itu digunakan olch pcnutur yang hcterogen, maka bahasa itu jadi berngam (Appel,1976:22). Fishman (1976:28) menyebutkan bahwa masyarakat tutur adalah suatu masyarakat yang anggota-anggotanya setidak-tidaknya mengenal salu variasi bahasa bcscrta nonna-nonna yang scsuai dcngan pcnggunaannya.
Meskipun tidak semua komunikasi mcrupakan bahasa, bahasa mcrupakan media komunikasi yang paling canggih dan produktif (lbmhim,1992:125). Sistcm verbal dapat digunakan untuk mengacu berbagai objek dan konsep.
Jika berbicara mengenai variasi bahasa dalam kcragaman sosial di mDsyarakat malca sosiolinguistik adalah ilmu inlcrdisipliner yang digunakan sebagai alat untuk mengalasinya. Sebagai objek dalam sisioiinguistik, bahasa tidak dilihat
atau didekati sebagai sarana interaksi atau komunikasi di dalam masyarakat.
Kridalaksana dalam Cbaer dan Leoni (1995:3) mengatakan bahwa sosiolinguistik adalah ilmu yang memelajari ciri-ciri dan pelbagai variasi babasa, serta bubungan antara para bahasawan dengan eiri fungsi variasi bahasa itu dalam suatu masyarakat bahasa. Tidak adanya sikap positif masyarakat terbadap bahasanya, maka akan rentanlah eksistensi bahasa yang dimilikinya. Seperti dikemukakan Garvin dan Mathiot (1968) bahwa sikap positif babasa akan membawa pada (1) kesetiaan babasa yang mendorong sikap memertahankan bahasanya dan berusaha mencegab babasa lain, (2) kebanggaan bahasa yang mendorong pada babasa dan menggunakannya sebagai lambang identitas dan kesatuan masyarakat, (3) kesadaran adanya norma bahasa yang mendorong penggunaan bahasa dengan cermat dan santun.
Variasi atau ragam bahasa merupakan salah satu bahasan pokok dalam studi linguistik. Muneulnya variasi tersebut berdasarkan faktor-faktor yang betpengaruh di dalamnya. Siapa yang berbicara, dalam suasana apa pembicaraan itu dilakukan, apa yang menjadi pokok pembicaraan, merupakan faktor-faktor yang sangat menentukan terjadinya pemakaian bahasa dalam masyarakat.
Khotbah salat Jumat merupakan salah satu sarana yang digunakan urnat Islam yang bertujuan mengajak masyarakat untuk berbuat baik dan mencegah perbuatan buruk: (saran a dakwah). Dalam agama Islam ada 5 macam khotbah, yaitu khotbah Jumat, kbotbab hari raya, kbotbah gerhana, kbotbah permintaan hujan, dan khotbah nikah. Khotbah Jurnat berbeda dengan khotbah yang lainnya. Khotbah hari raya, kbotbah gerhana, dan kbotbah permintaan hujan disampaikan sesudah salat, sedangkan khotbah Jurnat disampaikan sebelurn salat. Khotbah Jumat juga berbeda
dengan khotbah nikah jika dilihat dari hukumnya. Khotbah Jumat bukumnya wajib, sedangkan khotbah nikah bukumnya tidak wajib.
Seorang yang menyampaikan dakwah disebut khotib. Agar dapat menarik simpati dari jamaah atau orang yang menyimak khotbah, dipedukan sebuah keterampilan berbicara yang baik (Saddhono dan Wijana,2011:433). Menwut Moeliono (2008:498) khotbah berard "pidato" atau "amana!" (terutama yang menguraikan tentang agama). Kata khotbah berasal dari bahasa Arab khutbatul-
Jum 'ah yang artinya Friday sermon, yang berarti ''nasihat atau wejangan hari Jumat"
(Baal-Baki,1993:515). Sabiq (2013:291) mengatakah bahwa khotbah berarti sebuah wasiat untuk bertakwa kepada khalayak baik bentuknya janji kesenangan maupun ancaman kesengsaraan. Khotbah Jumat disampaikan khotib di masjid sebelum salat Jumal Adapun isi tuturan yang ada dalam khotbah tidak lain merupakan ajakan khob"b kepada jamaahnya untuk menjadi orang yang bertakwa. Dengan demikian, khotbah Jumat merupakan nasihat khotib kepada jamaah sebagai mitra wieara di masjid yang dituturkan pada hari Jumat sebelum saIat Juroat ditunaikan (Saddhono dan Wijana,2011:494).
Khotbah Jumat sebagai suatu ritual agama Islam tentu tidak akan Iepas dari bahasa Arab. Oleh karena itu, unsur-unsur bahasa Arab teotu akan seialu muneul dalam khotbah Juroat. Selain karena tuntutan rukun, khotbah Juroat juga karena konsep-konsep keagamaan itu sendiri. Hal lain yang memengaruhi pemakaian variasi bahasa dalam khotbah salat Jumat juga kondisi masyarakat sebagai jamaah sal at Jumat atau pendengarnya. Kemajemukan atau keragaman tingleat sosial ekonomi masyarakatnya sebagai jamaah salat Juroat, akan menentukan pemilihan ragam
bahasa dalam wacana khotbah salat Jumat oleh khotib, orang yang memberikan khotbab terutama di masjid-masjid Wilayab Provinsi Jawa Timur.
Khotbab Jumat sebagai salah satu wacana lisan berdasarkan jumlah pesertanya dikategorikan sebagai wacana mono log (Rani dkk.,2006:25; Sumarlam, 2008: 15). Hal ini dikarenakan yang terhoat dalam peristiwa tutur tersebut hanya satu, yaitu khotib atau yang memberikan khotbab. Mitra tutur dalam khotbah salat Jumat banya mendengarkan dan merespon beberapa hal dari khotib atau penutur.
Respon tersebut berupa menjawab salam dan mengamini doa khotib.
Dell Hymes (1972) dalam Wardhaugh (1990) mengatakan bahwa "sebuah percakapan bam dapat disebut sebagai sebuah peristiwa tutur kalau memenuhi syarat delapan komponen yang bila huruf pertamanya dirangkai menjadi akronem SPEAKING, yaitu S (=Setting an scene), P (=Parlicipants), E (=Ends: Purpuse and goal), A (=Act sequences), K (=Key: tone or spirit of act), I (=lntrumentalities), N (=Norms of interaction and interpretation, G (=Genres)."
BAB3
I
SURABAYATUJUAN DAN MANF AA T PENELITlAN 3.1 Tujuan Penelilian
a, Mendeskripsikan bentuk-bentuk vanasl bahasa dalam khotbab salat Jumat bcruasarkan stratifikasi sosial jamaah di masjid-masjid Wilayah Provinsi lawn Timur.
h. Mcngkaji faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan variasi bahasa dalam waeana khotbah salat Jumat di masjid-masjid Wilayah Provinsi lawn Timur.
3.2 Manfaat Pcnciitian
3.2.1 Manfaat Teoretis
a. Pcnclitian ini membcrikan sumbangan teori bagi ilmu bahasa umumnya dan
Sosiolinguistik pada khususnya.
h. Pcnclitian ini dapal mcmbcrikan informasi kcpada khotib dan jamaah salat Jumat, serm pembaca wllumnya tenlang bentuk dan pcnggunaan variasi bahasa dalam khotbah salat Jumat di Wilayah Provinsi lawn Timur.
c. Mcndapatkan gambaran tcntang bentuk variasi bahasa yang digunakan dalam wacana kholbah salat Jumal di ruasjid WiJayah Provinsi Jawa Timur.
3.2.2 Manraal Praktis
a. Peneiitian ini dapat digunakan scbagai refcrcnsi bagi pcmbaca khususnya khotib dan jamaah salat Jumat di masjid-masjid wilayah Provinsi Jawn timur.
b. Pela dapat digunakan scbagai pcdoman pcoyusunan naskah khotbah Jumat khususoya bagi khotib di masjid-masjid Wilayah lawn Timur dan moah bahasa.
e. Buku hasil penelitian ini juga dapat digunakan setiagai bahan baeaan bagi guru dan dosen bahasa Indonesia, serta peminat bidang kebahasaan.
BAB4
METODE PENELITIAN
Metode pcnelitian dapat diartikan sebagai eara ketja atau dengan kala lain, metode penelitian mcrupakan alat, prosedur, dan teknik yang dipilih datam melaksanakan penelitian. Mctode adalah cam atau sistcm mcngerjakan scsuatu
(Asyari,20 15:66). Mctode sangal diperlukan dalam pcnclilian, schab dengan melodc tersebut suatu penelitian diharapkan dapat memperoieh hasil yang lebih baik.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dcngan setting apa
adanya (natural setting) yang pada dasarnya mendeskripsikan seearn kualitatif dalam bentuk kala-kata dan hukan angka-angka matematis atau statistik. PopuJasi dalam kajian ini adalah khotbah sal at Jumat di masjid-masjid Wilayah Provinsi Jawa Timur yang tcrdiri dan lima kOlalkabupaten, yaitu Surabaya scbagai ibu kota Provinsi lawn Timur, sebelah barnt masjid di Kabupatcn Madiun, scbelah selatan masjid yang berada di Kabupaten Malang, sebelah utara masjid di Kabupaten Bangkalan, dan sebelah Timor masjid di Kabupaten Jcmbcr.
Teknik penarikan sampei yang digunakan adalah purposive sample. Setiap wilayah kota/kabupaten diambil dua masjid pada waktu salat Jumat. Tekniklmctodc pengumpulan dalanyn menggunakan teknik rekam dan teknik eatat. Teknik eatat di dalamnya juga tcrmasuk metodc simnk (Mahsun,2007:90) Tcknik wawaneara bcbns juga dilakukan kepada scorang khotib dan 10 jamaah salat Jumat pada setiap masjid.
Karcna setiap masjid diambil scorang khotib dan 10 orang jamaah, schingga jumlah subjck atau inform an (Dwi Loka dan Riana,2015:45) scbal1yak 10 khotib dan 100 orangjamaah. Metode pengumpulan data Simak Scbas Libat Cakap juga digunakan
dalam penelitian ini (Sudaryanto,1988:4; Kesuma,2007:44). Data-data tersebut dipilab-pilah (dildasifikasikan), dianalisis, kemudian disimpulkan.
Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertu1is maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleb karena itu, peneliti barus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi objek yang diteliti menjadi lebih jelas.
BABY
BASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI
5.1 Pcnggunnan dan Bcntuk·Bentuk Variasi Bahasa dalam Khotbah Salat Jumat Berdasarkan Stratifikasi Sosial Jamaab Masjid di
Madiun Kota
5.1.1 Umur Responden
Umur Frekucnsi %
10 30 Tabun 5 50
31 50 Tabun 4 40
51-70Tahun I 10
>70 0 0
lumlah 10 100
Data: Pnmcr Dan sepuluh responden kebanyakan bcrusia muda yakni 10 tahun - 30 tahun sebanyak 5 orang atau 50%, sedangkan yang bcrusia 31 - 50 tahun sebanyak 4 orang atau 40%, yang berusia 51 - 70 tabun sebanyak I orang atau 10%, scdang yang bcrumur lebih dari 70 tahun tidak ada. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kcbanyakan bcrusia 10 -30 tahun yaitu 5 orang atau 50%.
5.1.2 Tingkat Pendldlkan Responden
Tingkat Pendidikan Frekuensi %
SD/Sederajat 0 0
8MP/Sederajat 4 40
SLAlSederajat 5 50
81182/83 1 10
Jumlab 10 100
Data: Primer Dari sepuluh responden yang berpendidikan 8D/8ederajat tidak ada, yang berpendidikan 8MP/8ederajat sebanyak 4 orang atau 40%, yang berpendidikan 8LTAlSederajat sebanyak 5 orang atau 50%, sedangkan yang 81 sebanyak 1 orang atau 10%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpendidikan 8LTAl8ederajat.
5.1.3 Penghasilan/Pendapatan Responden Settap Bulan
Penghasilan Per Bulan Frekuensi %
1-5 Juts 3 30
6-10 Juta 7 70
10-15 Juta 0 0
>15 Juta 0 0
Jumlab 10 100
Data: Pruner
.
Dari sepuluh responden yang berpengbasilan 1 - 5 juta per bulan sebanyak 3 orang atau 30%, yang berpengbasilan 6 - 10 juta sebanyak 7 orang atau 70 %, Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpengasilan 6 - 10 juta per bulan sebanyak 7 orang atau 70%. Hal ini termasuk kelas menengah ke atas.
5.1.4 Bahasa yang Dlgunakan dalam Komunikasi Sehari-hari di LIogkungan KeJuarga
Bahasa yang Digunakan dalam Komunikasi Frekuensi % Sehari-hari di Liogkungan Ke)uarga
Bahasa Indonesia 2 20
Bahasa Jawa 2 20
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BC 1) terdiri BI, dan BJ 4 40 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI. dan BA 0 0 Bahasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BJ, dan 2 20 BA
Jumlah 10 100
Data: Pnmer Dari sepuluh responden yang menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari dalam keluarga ada 2 orang atau 20%, yang menggunakan bahasa Jawa ada 2 orang atau 20%, yang mengunakan bahasa campuran 1 (babasa Indonesia dan babasa Jawa) ada 4 orang atau 40%,
sedangkan yang menggunakan bahasa campuran 3 (bahasa Indonesi~ bahasa Jawa, dan bahasa Arab) ada 2 orang atau 20%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden yang menggunakan bahasa campuran I (BCI) Iebih banyakllebih dominan yaitu 4 orang alau 40%.
S.l.S Bahasa yaug Diganakan dalam Komunikasi di LiDgkungan Pekerjaan
Bahasa yang Digunakan dalam Frekuensi % Komunikasi iii LJngkungan Pekerjaan
Bahasa Indonesia 6 60
Bahasa Jawa 0 0
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BC 1) terdiri BI, dan BJ 3 50 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 0 0 Bahasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BJ, dan 1 10 BA
Jumlah 10 100
Data: Primer Dari sepnluh responden yang menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi di lingkungan pekerjaan adalah 6 orang atan 60%, yang menggunakan bahasa campuran 1 (BC I) terdiri BI dan BJ 3 orang alan 30 %, yang menggunakan bahasa campuran 3 (BC 3) terdiri BI, BA, BJ ada 1 orang atan 10 %. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan
menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi di lingkungan pekajaan sebanyak 6 orang atau 600At.
5.1.6 Bahasa yang Digunakan dalam Kbotbah Salat Jumat di Masjid Tempat Responden Salat Jumat
Bahasa yang Dlgunakan dalam Khotbah Salat Frekuensi % Jamat dI MasJid Tempat Responden Salat
Jamat
Bahasa Indonesia 0 0
BabasaJawa 0 0
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BCI) terdiri B~ dan BJ 0 0 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri B~ dan BA 10 100 Bahasa Campuran 3 (BC3) terdiri B~ BJ, dan BA 0 0
JumJab 10 100
Data: Pnmer Dari sepuluh responden yang menyatakan babwa babasa yang digunakan dalam khotbah Salat Jumat di Masjid tempat responden salat Jumat adalah variasi bahasa Campuran 2 (BC2) yang terdiri BI dan BA adalah 10 orang atau 100%. Jadi, pada umumnya khotbab Jumat menggunakan ragam babasa campuran yakni babasa Indonesia dan bahasa Arab.
5.1.7 Pemahaman Responden Terhadap Khotbah Salat Jumat di MadiunKota
Pemahaman Khotbah Salat Jumal Frekuensi %
Tidak Memahami 0 0
Kurang Memahami 1 10
Memahami 8 80
Sangat memahami 1 10
Jumlah 10 100
Data: Pnmer
.
Dari sepuluh responden yang menyatakan bahwa kurang memahami isi khotbah salat Jumat adalah 1 orang, yang memahami sebanyak 8 orang, dan yang sangat memahami hanya 1 orang atau 10%. Jadi, pada umwnnya para jamaah salat Jumat memahami isi khotbah salat Jumat yaitu 8 orang atau 80%.
5.1.8 Betuk Variasi Bahasa Campuran (Bahasa Indonesia dan Bahasa ArablBCl)
Data: 1
'Watlu 'alayhim naba-a ibnay aadama bilhaqqi idz qan-abaa qurbaanan fatuqubbilD min ahadihimaa walam yutaqabbal mina al-aakJuzri qaala la-
aqtulannaka qaala innamaa yataqabbalu allaahu mina almuttaqiina'
'Ceritakan1ah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dati salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).
Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah banya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa'.
Data: 2
'Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu /cutiba 'alay/cumu shiyaamu kamaa /cutiba 'alaa ladziina min qablikum la'allakum tattaquuna'.
'Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa'.
5.2 Penggunaan dan Bentuk-Bentuk Variasi Bahasa dalam Kbotbah Salat Jumat Berdasarkan Stratifikasi Sosial Jamaah Masjid di Madiun Pioggiran
5.2.1 Umur Responden
Umur Frekuensi %
10-30Tahun 2 20
31-50 Tahun 6 60
51-70Tahun 1 10
>70 1 10
Jumlah 10 100
Data: Primer Dari sepuluh responden yang berusia 10 - 30 tabun sebanyak 2 orang atau 20%, yang berusia 31 - 50 tabun sebanyak 6 orang atau 60%, yang berusia 51 - 70 tabun sebanyak 1 orang atau 10%, sedangkan yang berusia >70 tabun sebanyak 1 orang atau 10%. J~ dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berusia 31 - 50 tabun yaitu 6 orang atau 60%.
5.2.2 Tmgkat Pendidikan RespondeD
Tingkat Pendidikan Frekuensi %
SD/Sederajat 0 0
SMP/Sederajat 6 60
SLAlSederajat 4 40
81182/83 0 0
Jumlah 10 100
Data: Pruner
Dari sepuluh responden yang berpendidikan SD/Sederajat tidak ada, yang belpendidikan SMP/Sederajat sebanyak 6 orang atau 60%, yang berpendidikan SLTAISederajat sebanyak 4 orang atau 40%, sedangkan yang SI tidak ada Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpendidikan SLTP/Sederajat
~bm~6orangatau60%.
5.2.3 PenghasllanIPendapatan RespondeD Setiap Bulan
Penghasilan Per Bulan Frekuensi %
I-5Juta 8 80
6-IOJuta 2 20
10-15 Juta 0 0
>15 Juta 0 0
Jumlah 10 100
Data: Pnmer Dari sepuluh responden yang berpenghasilan 1 - 5 juta per bulan sebanyak 8 orang atau 80%, yang berpenghasilan 6 - 10 juta sebanyak 2 orang atau 20 %, yang berpenghasilan 10 - 15 juta tidak ada, dan yang berpenghasilan >15 juta tidak ada.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpengasilan 1 - 5 juta rupiah per bulan. Hal ini termasuk kelas menengab ke bawab.
5.2.4 Bahasa yang Digunakan dalam Komunikasi Seharl-harl di Lingkungan Keluarga
Bahasa yang Diganakan dalam KomuDikasi Frekuensi % Seharl-harl di Linglmngan Keluarga
Bahasa Indonesia 2 20
Bahasa Jawa 2 20
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BC 1) terdiri BI, dan BJ 5 50 Bahasa Campunm 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 0 0 Bahasa Campunm 3 (BC3) terdiri BI, BJ, dan BA 1 10
Jumlah 10 100
Data: Pnmer
.
Dari sepuluh responden yang menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari dalam keluarga ada 2 orang atau 20%, yang menggunakan bahasa Jawa ada 2 orang atau 20%, yang mengunakan bahasa campuran 1 atau BCI (bahasa Indonesia dan bahasa Jawa) ada 5 orang atau 50%, sedangkan yang menggunakan bahasa campuran 3 (bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Arab) ada I orang atau 10%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden yang menggunakan bahasa campuran 1 (BC 1) paling banyak yakni 5 orang atau 50%.
5.25 Bahasa yang Digunakan dalam Komunikasi di Lingkuogan Pekerjaao Bahasa yang Digunakan da1am Komunikasi di Frekuensi % Linglmngan Pekerjaao
Bahasa Indonesia 2 20
BabasaJawa 2 20
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BC 1) terdiri BI, dan BJ 6 60 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 0 0 Bahasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BJ, dan BA 0 0
Jumlah 10 100
Data: Pruner
.
Dari sepuluh responden yang menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi di lingkungan pekeljaan adalah 2 orang atau 20%, yang menggunakan bahasa Jaw ada 2 orang atau 20%, yang menggunakan bahasa campuran 1 (BC 1) terdiri BI dan BJ ada 6 orang atau 60 %. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan menggunakan bahasa Bampuran (BC 1) dalam berkomunikasi di lingkungan pekeljaan yakni sebanyak 6 orang atau 60%.
5.2.6 Bahasa yang Digunakan dalam Khotbah Salat Jumat dl Majid Tempat Responden Salat Jumat
Bahasa yang Dlgunakan dalam Khotbah Salat Frekuensi % Jomat di Majid Tempat Responden Salat Jumat
Bahasa Indonesia 0 0
Bahasa Jawa 0 0
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BC 1) terdiri BI, dan BJ 0 0 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 10 100 Bahasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BJ, dan BA 0 0
Jumlah 10 100
Data:Pnmer
.
Dari sepuluh responden yang menyatakan bahwa bahasa yang digunakan dalam khotbah Salat Jumat di Masjid tempat responden salat Jumat adalah variasi bahasa Campuran dari Bahasa Indonesia dan bahasa Arab adalah 10 orang atau 100%. Jadi, pada umumnya di Masjid Madiun pinggiran khotbah Jumat menggunakan ragam bahasa campuran yakni bahasa Indonesia dan babasa Arab.
S.2.7 Pemahaman RespoDden Terhadap Khotbah SaJat Jumat ell Madiun Pinggiran
Pemahaman Khotbah Salat Jumat. Frekuensi %
Tidak Memahami 0 0
Kurang Memabami 2 20
Memahami 8 80
Sangat memabami 0 0
Jumlah 10 100
Data: Primer Dari sepuluh responden yang menyatakan bahwa kurang memahami isi khotbah salat Jumat adalab 2 orang atau 20%, yang memahami sebanyak 8 orang atau 80%. Jadi, pada umumnya para jamaah salat Jumat di Masjid Madiun pinggiran memahami isi khotbah salat Jumat yaitu 8 orang atau 80%.
5.2.8 Betuk Variasi Babasa Campuran (Babasa Indonesia dan Bahasa ArablBC1)
Data: 3
Subhmma alladzii asraa bi'abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa ladzii baaraknaa hawlahu linurlyahu minaayaatinaa innahu huwa alssamii'u albashiiru.
'Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari AI Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah K.ami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami.
Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetabui'.
Maksudnya: AI Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya.
5.3 Penggunaan Penggunaan dan Bentuk-Bentuk Variasi Bahasa dalam Khotbah Salat Jumat Berdasarkan Stratifikasl Sosial Jamaah Masjid dJ Jombang Kota
5.3.1 Umur Responden
Umur Frekuensi %
10-30Tahun 4 40
31-50Tahun 5 50
51-70Tahun 1 10
>70 0 0
Jumlah 10 100
Data: Pruner .
Dari sepuluh responden kebanyakan berusia muda yakni 10 tabun - 30 tahun sebanyak 4 orang atau 40%, sedangkan yang berusia 31 - 50 tabun sebanyak 5 orang atau 50%, yang berusia 51 - 70 tabun sebanyak 1 orang atau 10%, sedang yang
berumur lebih dati 70 tabun tidak ada. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berusia 3) -SO tahun yaitu 5 orang atau 50%.
5.3.2 TiDgkat Peudldikan Responden
Tingkat Pendidikan Frekuensi %
SD/Sederajat 0 0
SMP/Sederajat 2 20
SLAlSederajat 6 60
S1IS2IS3 2 20
Jumlah 10 100
Data: Primer Dari sepuluh responden yang berpendidikan SD/Sederajat tidak ada, yang berpendidikan SMP/Sederajat sebanyak 2 orang atau 20%, yang berpendidikan SLTAISederajat sebanyak 6 orang atau 60%, sedangkan yang SI sebanyak 2 orang atau 20%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpendidikan SLTAISederajat yaitu 6 orang atau 60%.
5.3.3 PenghasilanIPendapatan Responden Setiap Bulan
Penghasilan Per Bulan Frekuensi %
1-5 Juta 6 60
6-10Juta 4 40
10-15 Juta 0 0
>15 Juta 0 0
Jumlab 10 100
Data:Pnmer
Dari sepuluh responden yang berpenghasilan 1 - 5 juta per bulan sebanyak 6 orang atau 60%, yang berpengbasilan 6 - 10 juta sebanyak 4 orang atau 60 %. 1 adi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpengasilan 6 - 10 juta per bulan sebanyak 7 orang atau 7OD.4. Hal ini termasuk kelas menengah ke bawah.
5.3.4 Bahasa yang Dlgunakan dalam Komunlkasl Sehari-hari dI Lingkungan Keluarga
Bahasa Responden di Lingkungan Keluarga Frekuensi %
Bahasa Indonesia 2 20
Bahasa Jawa 2 20
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran I (BC I) terdiri BI, dan BJ 4 40 Bahasa Campuran 2 (Be2) terdiri BI, BJ, dan BA 2 40
Jumlah 10 100
Data: Pnmer
.
Dari sepuluh responden yang menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari dalam keluarga ada 2 orang atau 20%, yang menggunakan bahasa Jawa ada 2 orang atau 20%, yang mengunakan bahasa campuran 1 (bahasa Indonesia dan bahasa Jawa) ada 4 orang atau 40%, sedangkan yang menggunakan bahasa campuran 2 (bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Arab) ada 2 orang atau 20%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden yang menggunakan bahasa campuran 1 (BCI) lebih banyakllebih dominan yaitu 4 orang atau 40%.
5.3.5 Bahasa yang Digunakan dalam KomuDikasi dI Lingkungan Pekerjaan Bahasa yang Digunakan dalam Komunikasi di Frekuensi % Lingkungan Pekerjaan
Bahasa Indonesia 5 50
BahasaJawa 2 20
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran I (BCI) terdiri BI, dan BJ 3 30 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 0 0 Bahasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BI, dan BA 0 0
Jumlah 10 100
Data: Pnmer Dari sepuluh responden yang menggunakan babasa Indonesia dalam komunikasi di lingkungan pekeljaan adalah 5 orang atau 50%, yang menggunakan bahasa Jawa ada 2 orang atau 20%, yang menggunakan bahasa campuran 1 (Be 1) terdiri BI dan BJ ada 3 orang atau 30 %. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi di lingkungan pekerjaan yakni sebanyak 5 orang atau 50%.
5.3.6 Bahasa yang Digunakan dalam Khotbah Salat Jumat di Masjid Tempat Responden Salat Jumat
Bahasa yang Digunakan dalam Khotbah Salat Frekuensi % Jumat di Masjid Tempat Responden Salat Jumat
Bahasa Indonesia 0 0
BabasaJawa 0 0
Bahasa Madura 0 0
BabasaArab 0 0
Babasa Campuran 1 (BC 1) terdiri BI, dan BJ 0 0 Babasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 10 100 Babasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BJ, dan BA 0 0
Jmnlah 10 100
Data: Primer Dari sepuluh responden yang menyatakan bahwa bahasa yang digunakan dalam khotbah Salat Jumat di Masjid tempat responden salat Jumat adalah variasi bahasa Campuran dari Bahasa Indonesia dan bahasa Arab adalah 10 orang atau 100%. Jadi, pada umumnya di Masjid Jombang Kota khotbah Jumat menggunakan ragam bahasa campuran yakni bahasa Indonesia dan bahasa Arab.
5.3.7 Pemalaaman Responden Terhadap Khotbah Salat Jumat di Masjid JombaDg Kota
Pemabamao Khotbah Salat Jumat. Frekuensi %
Tidak Memahami 0 0
Kurang Memahami 1 10
Memahami 7 70
Sangat memahami 2 20
Jumlah 10 100
Data: Pnmer Dari sepuluh responden yang menyatakan bahwa kurang memahami isi khotbah salat Jumat adalah 1 orang atau 10%, yang memahami sebanyak 7 orang atau 700/0, dan yang sangat memahami hanya 2 orang atau 20%. Jadi, pada umumnya para jamaah salat Jumat di Masjid Jombang kota yang memahami isi khotbah salat Jumat yaitu 7 orang atau 70%.
5.3.8 Bentuk Variasi Bahasa Campuran (Bahasa Indonesia dan Bahasa ArabIBCl)
Data: 4
Wa-innaka la'alaa khuluqin 'azhiim.
'Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung' .
Data: 5
Laqad kaana lakum
fi;
rasuuli llaahi uswatun hasanatun liman kaana yarjuu allaaha waalyawma al-aakhira wadzalcara allaaha katsiiraan.'Sesungguhnya telab ada pada (diri) Rasulullab itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah'
5.4 Penggunaan dan Bentuk-Bentuk Variasl Bahasa dalam Khotbah Salat Jumat Berdasarkan Stratifikasi Sosial Jamaah Masjid dl Jombang Pinggiran
5.4.1 Umur Responden
Umur Frekuensi %
10-30 Tahun 2 20
31-50 Tabun 2 20
SI-70Tahun 6 60
>70 0 0
Jumlab 10 100
Data: Primer Dari sepuluh responden kebanyakan berusia tua yakni 51 tahun - 70 tabun sebanyak 6 orang atau 60%, sedangkan yang berusia 10 - 30 tabun sebanyak 2 orang atau 20%, yang berusia 31 - 50 tabun sebanyak 2 orang atau 20%, sedang
yang berum.ur lebih dari 70 tahun tidak ada. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berusia 51 -70 tahun yaitu 6 orang atau 60%.
5.4.2 TiDgkat Pendidikan Responden
Tingkat Pendidikan Frekuensi %
SDlSederajat 4 40
SMP/Sederajat 3 30
SLAlSederajat 2 20
Sl/S2IS3 1 10
Jumlah 10 100
Data: Pnmer
.
Dari sepuluh responden yang berpendidikan SD/Sederajat adalah 4 orang atau 40%, SMP/Sederajat sebanyak 3 orang atau 30%, yang berpendidikan SMAlSederajat sebanyak 2 orang atau 20%, sedangkan yang S 1 sebanyak 1 orang atau 10%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpendidikan SD/Sederajat yaitu 4 orang atau 40%.
5.4.3 PenghasilanIPendapatan Responden Setiap Bulan
Penghasilan Per Bulan Frekuensi %
1-5 Juta 9 90
6-10Juta I 10
10-15 Juta 0 0
>15 Juta 0 0
Jumlah 10 100
Data: Pnmer
.
Dari sq,uluh responden yang berpenghasilan 1 - 5 juta per bulan sebanyak 9 orang atau 90%, yang berpenghasilan 6 - 10 juta sebanyak 1 orang atau 10 %, yang berpenghasilan 10 -15 juta tidak ada, dan yang berpenghasilan >15 juta tidak ada. Judi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpengasilan 1 - 5 juta per bulan sebanyak 9 orang atau 90%. Hal ini termasuk kelas menengah ke bawah.
5.4.4 Bahasa yang Digunakan daJam Komunikasl Seharl-harl dl Ltngkungan Keluarga
Bahasa Responden di Lingkungan Keluarga Frekuensi %
Bahasa Indonesia 0 0%
Bahasa Jawa 8 80
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BCl) terdiri BI, dan BJ 1 10 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, BI, dan BA 1 10
Jumlah 10 100
Data: Pruner Dari sepuluh responden yang menggunakan bahasa Jawa ada 8 orang atau 80%, dan yang mengunakan bahasa campuran 1 (bahasa Indonesia dan bahasa Jawa) ada 1 orang atau 10%, sedangkan yang menggunakan bahasa campuran 2 (bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Arab) ada 1 orang atau 10%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden yang menggunakan bahasa Jawa Iebih banyakllebib dominan yaitu 8 orang atau 80%.
5.4.5 Bahasa yang Dlgunakan dalam Komunlkasl dl Lingkungan Pekerjaan Bahua yang Dlgunakan dalam Komunlkasi di Frekuensi % Lblgkungan Pekerjaan
Bahasa Indonesia 0 0
Babasalawa 9 90
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran I (BCI) terdiri BI, dan Bl I to
Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 0 0
Bahasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BI, dan BA 0 0
Iumlah 10 100
Data: Primer Dari sepuluh responden yang menggunakan bahasa Jawa ada 9 orang atau 90%, yang menggunakan Bahasa Campuran I (BCI) terdiri BI, dan BJ sebanyak 1 orang atau 10%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi di Iingkungan pekerjaan yakni sebanyak 8 orang atau 80%.
5.4.6 Babasa yang Digunakan dalam Khotbah Salat Jumat di Masjid Tempat Responden Salat Jumat
Babasa yang Digunakan dalam Khotbab Salat Frekuensi % Jumat di Masjid Tempat Responden Salat Jumat
Bahasa Indonesia 0 0
Bahasalawa 0 0
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BC 1) terdiri BI, dan BJ 0 0 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 0 0 Bahasa Campuran 3 (Be3) terdiri BI, BJ, dan BA 10 100
lumlah 10 100
Data: Pnmer Dari sepuluh responden yang menyatakan bahwa bahasa yang digunakan dalam khotbah Salat Jumat di Masjid tempat responden salat Jumat adalah variasi babasa campuran (BC3) yakni variasi bahasa Jaw~ bahasa Indonesia, bahasa Arab adalab 10 orang atau 100%. Iadi, pada umumnya di Masjid di Jombang pinggiran khotbab Jumat menggunakan ragam bahasa campuran yakni bahasa Iaw~ bahasa Indonesia, dan bahasa Arab.
5.4.7 Pemahaman Responden Terhadap Khotbah Salat Jumat di Masjld Jombang Pingginn
Pemahaman Khotbab Salat Jumat. Frekuensi %
Tidak Memabami 0 0
Kurang Memahami 2 20
Memabami 6 60
Sangat memahami 2 20
Jumlah 10 100
Data:Pnmer Dari sepuluh responden yang menyatakan bahwa kurang memahami isi khotbah salat Jumat adalah 2 orang atau 20%, yang memahami sebanyak 6 orang atau 60%, dan yang sangat memahami banya 2 orang atau 20%. Jadi, pada umumnya para jamaah salat Jumat di Masjid Jombang pinggiran yang memabami isi khotbah salat Jumat yaitu 6 orang atau 60%. Hal ini karena mereka berbahasa ibu bahasa Jawa.
5.4.8 Betuk Variasi Babasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BJ, dan BA Oata: 6
Hadirin jamaah Jumah engkang minulya.
Sumonggo kulo soho panjenengan sedoyo selalu bersyukur kalian sami netepi ajrih dhumateng ngersanipun Allah SWT. Sarono estu-estu ngelampahi perintah-
perintahipun Allah talazla soho nebihi dhumateng sedoyo awisan-awisan Allah SWT.
'Hadirin jamaah Jumat yang kami mulyakan.
Marilah saya dengan Anda semua selalu bersyukur dengan tetap takut kepada Al1Iah SWT. Dengan sungguh-sungguh menjalankan perintah-pcrintah-Nya Allah SWT dengan menjauhi dari semua larangan-larangan Allah SWT.
Data: 7
Sakwuse kulo sampeyan mahami perkoro iki, kanti dasar-dasar dalil al- quran, lha kok isih nglakoni maksiyat teros lanpo wates, opo meneh babar pisan ora nggatekno, berarti kulo sampeyan pancen lermasuk "ZHOLUUMAN JAHUULAN" menungso sing bangel zdolime marang Alloh Ian bangel olehe bodo kanggone agomo.
'Selama saya dan Anda memahami masalah ini, dengan dasar-dasar bukum- hukwn Ai Quran, lha kok masih menjalankan malcsiat terus tanpa batas, apalagi sarna sekali tidak memerhatikan, berarti saya dan Anda memang termasuk "ZHOLUUMAN JAHUULAN" manusia yang sangat zalim kepada Allah dan sangat bodoh bagi agama'.
5.5 Penggunaan Variasi Bahasa dalam Khotbah Salat Jumat Berdasarkan Stratiflkasl Sosial Jamaah Masjid di Jember Kota
5.5.1 Umur Responden
Umur Frekuensi %
10-30Tahun 5 50
31-50Tahun 3 30
51-70Tahun 2 20
>70 0 0
Jumlah 10 100
Data: Pruner
Dari sepuluh responden kebanyakan berusia muda yalari 10 tahun - 30 tahun sebanyak 5 orang atau 50%, sedangkan yang berusia 31 - 50 tahun sebanyak 3 orang atau 30%, yang berusia 51 - 70 tahun sebanyak 2 orang atau 20%, sedang yang bemmur lebih dari 70 tabun tidak ada atau OOA. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berusia muda yaitu 10 -30 tahun yaitu 5 orang atau 50%.
5.5.2 Tingkat Pendidfkan Responden
Tingkat Pendidikan Frekuensi %
8D/8ederajat 0 0
8MP/8ederajat 1 10
8LA18ederajat 6 60
81182183 3 30
Jumlah 10 100
Data: Pruner Dari sepuluh responden yang berpendidikan 8MP/8ederajat sebanyak 1 orang atau 10%, yang berpendidikan SMAl8ederajat sebanyak 6 orang atau 60%, sedangkan yang 81 sebanyak 3 orang atau 30%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpendidikan yaitu SMAlSederajat sebanyak 6 orang atau 60%.
5.5.3 PengbasDaniPendapatan Responden Setiap Bulan
Penghasilan Per Bulan Frekuensi %
I-Sluta I 10
6-10Iuta 5 50
10-15 Juta 4 40
>15 Juta 0 0
Jumlah 10 100
Data: Pnmer
.
Dari sepuluh responden yang berpenghasilan 1 - 5 juta per bulan sebanyak 1 orang atau 10%, yang berpenghasilan 6 - 10 juta sebanyak 5 orang atau 50 %, yang berpenghasilan 10 - 15 juta sebanyak 4 orang atau 40%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan berpengasilan 6 - 10 juta per bulan sebanyak 5 orang atau SO%. Hal ini termasuk kelas menengah ke bawah.
5.5.4 Bahasa yang Dlgunakan dalam Komunikasi Sehari-harl di Lingkungan Keluarga
Bahasa Responden di Lingkungan Keluarga Frekuensi %
Bahasa Indonesia 8 80
Bahasa Jawa 0 0
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BC 1) terdiri BI, dan BJ 2 20 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, BJ, dan BA 0 0
Iumlah 10 100
Data: Primer
Dari sepuluh responden yang menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari dalam keluarga ada 8 orang atau 80%, yang mengunakan bahasa campuran 1 (bahasa Indonesia dan bahasa Jawa) ada 2 orang atau 20%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden yang menggunakan bahasa Indonesia sebanyak 8 orang atau 80%.
5.5.5 Bahasa yang Digunakan dalam Komunikasi di Lingkungan Pekerjaan Bahasa yang Dlgunakan dalam Komunikasi di Frekuensi % Lingimngan PekerJaan
Bahasa Indonesia 8 80
Bahasa Jawa 0 0
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BCI) terdiri BI, dan BJ 1 10 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 0 0 Bahasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BJ, dan BA 1 10
Jumlab 10 100
Data: Pruner Dari sepuluh responden yang menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi di lingkungan pekeIjaan adalah 8 orang atau 80%, yang menggunakan bahasa campuran I (BC 1) terdiri BI dan BJ 1 orang atau 10 %, yang menggunakan bahasa campuran 3 (BC 3) terdiri BI, BA, BJ ada 1 orang atau 10 %. Jadi, dapat disimpulkan bahwa para responden kebanyakan menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi di lingkungan pekerjaan sebanyak 8 orang atau 80%.
5.5.6 Bahasa yang Digunakan dalam Khotbah Salat Jamat d1 Masjid Tempat RespondeD Salat Jumat
Bahasa yang Digunakan dalam Khotbah Salat Frekuensi % Jumat di Masjid Tempat RespoDden Salat Jumat
Bahasa Indonesia 0 0
Bahasa Jawa 0 0
Bahasa Madura 0 0
Bahasa Arab 0 0
Bahasa Campuran 1 (BC 1) terdiri BI, dan BJ 0 0 Bahasa Campuran 2 (BC2) terdiri BI, dan BA 10 100 Bahasa Campuran 3 (BC3) terdiri BI, BJ, dan BA 0 0
Jumlah 10 100
Data: Primer
.
Dari sepuluh responden yang menyatakan bahwa bahasa yang digunakan dalam khotbah Salat Jumat di Masjid tempat responden salat Jumat adalah variasi bahasa campuran yakni bahasa Jawa dicampur dengan bahasa Arab adalah 10 orang atau 100%. Jadi, pada umumnya di Masjid di Jember Kota khotbah Jumat menggunakan ragam bahasa campuran yakni bahasa Indonesia dan bahasa Arab.
5.5.7 Pemahaman RespondeD Terhadap Khotbah Salat lumat.
Pemabamau Khotbah Salat Jumat Frekuensi %
Tidak Memahami 0 0
Kurang Memabami 1 10
Memahami 8 80
Sangat memahami 1 10
Jumlah 10 100
Data: Primer Dari sepulub responden yang menyatakan bahwa kurang memahami isi khotbah salat Jumat adalah 1 orang atau 10%, yang memahami sebanyak 8 orang atau 80%, dan yang sangat memahami hanya 1 orang atau 10%. Jam, pada umumnya para jamaah saIat Jumat memahami isi khotbah sal at Jumat yaitu 8 orang atau 80%.
5.5.8 Betuk Variasi Bahasa Campuran (Bahasa Indonesia dan Bahasa ArabIBCl)
Falammaa ba/agha ma'ahu ssa'ya qaala yaa bunayya innii araafii lmanaami annii adzbahuka Janzhur maadzaa taraa qaala yaa abati tal maa tulmaru satajidunii in syaa-a al/aahu mina shaabiriina.