• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI LULU NURRAHMAWATI PUTRI RAJAMUDDIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI LULU NURRAHMAWATI PUTRI RAJAMUDDIN"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, LEVERAGE, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS TERHADAP AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN

MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

SKRIPSI

LULU NURRAHMAWATI PUTRI RAJAMUDDIN 105731122418

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR

2022

(2)

ii

KARYA TUGAS AKHIR MAHASISWA JUDUL PENELITIAN:

PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, LEVERAGE, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS TERHADAP AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

SKRIPSI

Disusun dan Diajukan Oleh:

LULU NURRAHMAWATI PUTRI RAJAMUDDIN NIM: 105731122418

Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Progran Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Makassar

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

MAKASSAR 2022

(3)

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

“Jika manusia merasa cukup dengan dunia, maka hendaknya engkau merasa cukup dengan ALLAH. Jika engkau merasa gembira dengan dunia,

maka bergembiralah engkau dengan ALLAH”. (Al-Fawaid: 127)

PERSEMBAHAN

Puji syukur kepada Allah SWT atas Ridho-Nya serta karunianya sehingga skripsi ini telah terselesaikan dengan baik.

Alhamdulillah Rabbil’alamin.

Skripsi ini kupersembahkan untuk kedua orang tua saya tercinta Orang-orang yang saya sayangi dan almamaterku

PESAN DAN KESAN

Tidak ada yang rasa syukur yang dapat dipanjatkan selain kepada Yang Maha Kuasa karena hanya atas seijin-Nya lah saya dapat menjalani semua

hingga akhir.

Tidak ada ucapan terima kasih yang paling tulus selain ditujukan kepada kedua orang tua yang telah berkorban dan bekerja keras mendukung

sehingga saya dapat kuliah hingga lulus seperti sekarang ini.

Ucapan syukur dan terima kasih itulah yang akan terus saya bawa dalam menjalani kehidupan selanjutnya nanti.

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

viii

ABSTRAK

LULU NURRAHMAWATI PUTRI RAJAMUDDIN. 2022. Pengaruh Financial Distress, Leverage, Profitabilitas, dan Likuiditas terhadap Audit Report Lag pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh : Muhammad Nasrun dan Amran.

Tujuan penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh financial distress, leverage, profitabilitas, likuiditas terhadap Audit report lag. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi (2016-2020). Sumber data yang digunakan dalam pengumpulan data mencakup data sekunder.

Berdasarkan hasil penelitian ini membuktikan bahwa leverage dan profitabilitas berpengaruh terhadap audit report lag. Sedangkan financial distress dan likuiditas tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Penelitian ini juga membuktikan bahwa financial distress, leverage, profitabilitas, dan likuiditas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Audit Report Lag.

Kata kunci : Financial distress, leverage, profitabilitas, likuiditas, Audit Report Lag.

(9)

ix

ABSTRACT

LULU NURRAHMAWATI PUTRI RAJAMUDDIN. 2022. Effect of Financial Distress, Leverage, Profitability, and Liquidity on Audit Report Lag in Manufacturing Companies in the Consumer Goods Industry Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange. Thesis. Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar. Supervised by : Muhammad Nasrun dan Amran.

The purpose of this study is a type of descriptive research with the aim of knowing how much influence financial distress, leverage, profitability, liquidity has on audit report lag. The type of data used in this study is quantitative data obtained from the financial statements of the Manufacturing Sector of the Consumer Goods Industry (2016-2020). Sources of data used in data collection include secondary data. Based on the results of this study proves that leverage and profitability have an effect on audit report lag. Meanwhile, financial distress and liquidity have no effect on audit report lag. This study also proves that financial distress, leverage, profitability, and liquidity simultaneously have a significant effect on Audit Report Lag.

Keywords : financial distress, leverage, probability, liquidity, audit report lag.

(10)

x

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji dan Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya.

Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Financial Distress, Leverage, Profitabilitas, Likuiditas terhadap Audit Report Lag pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.

Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis Bapak Rrajamuddin dan Ibu Lia Guslia yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus. Dan saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, serta dukungan baik materi maupun moral, dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan

(11)

xi

yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Bapak Dr. H. Andi Jam’an, SE.,M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Ibu Mira, SE.,M.Ak.,Ak., selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Bapak Dr. Muhammad Nasrun, SE., M.Si.,AK., CA, selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga Skripsi selesai dengan baik.

5. Bapak Amran, SE., M.AK.,AK.CA, selaku Pembimbing II yang telah berkenan membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.

6. Bapak/Ibu dan Asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.

7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

8. Terkhusus teman, sahabat yang sudah peneliti anggap sebagai saudari sendiri, Yulianti, Risda Wilda, Andi Nursatrima, Nurmagfirah yang selalu ada untuk peneliti dalam keadaan apaun itu tanpa berpikir panjang membantu dan menolong peneliti, mungkin terima kasih peneliti tidak sebanding dengan apa yang telah dilalui bersama.

(12)

xii

9. Teman-teman kelas Akuntansi 18 F dan terkhusus sahabat semasa SMA yang tidak bisa saya tuliskan satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan Skripsi ini.

10. Rekan-rekan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi. Saudara EVIDANCE Angkatan 2018 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.

Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini. Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater tercinta Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.

Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Makassar, 12 Mei 2022

Lulu Nurrahmawati Putri Rajamuddin

(13)

xiii

DAFTAR ISI

SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN... v

SURAT PERNYATAAN KEABSAHAN ... vi

HALAMAN PERNYATAAN ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR GAMBAR ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II ... 7

TINJAUAN PUSTAKA ... 7

A. Tinjauan Teori ... 7

1. Teori Agensi ... 7

(14)

xiv

2. Definisi Audit ... 8

3. Jenis-Jenis Risiko Audit ... 9

4. Audit Report Lag (ARL) ... 10

5. Laporan Keuangan ... 11

6. Kinerja Keuangan ... 13

7. Financial Distress... 13

8. Leverage... 14

9. Profitabilitas ... 15

10. Likuiditas ... 16

B. Tinjauan Empiris ... 17

C. Kerangka Konseptual ... 23

D. Hipotesis ... 23

BAB III ... 27

METODE PENELITIAN ... 27

A. Jenis Penelitian ... 27

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 27

C. Jenis dan Sumber Data ... 27

D. Populasi dan Sampel ... 28

1. Populasi ... 28

2. Sampel Penelitian ... 28

3. Teknik Sampling ... 28

E. Metode Pengumpulan Data ... 29

F. Definisi Operasional Variabel ... 29

1. Variabel Independen ... 29

2. Variabel Dependen ... 30

G. Metode Analisis Data ... 30

(15)

xv

H. Uji Hipotesis ... 31

1. Uji Statistik Deskriptif ... 31

2. Uji Asumsi Klasik... 31

3. Uji Analisis Regresi Linear Berganda ... 33

4. Uji Hipotesis ... 33

BAB IV ... 35

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 35

A. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 35

1. Sejarah Bursa Efek Indonesia ... 35

2. Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia ... 37

3. Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia ... 38

B. Hasil Penelitian ... 38

1. Analisis Statistik Deskriptif ... 39

2. Uji Asumsi Klasik ... 41

3. Uji Analisis Regresi Linear Berganda ... 45

4. Uji Hipotesis ... 48

C. Pembahasan ... 52

BAB V ... 58

PENUTUP ... 58

A. Kesimpulan ... 58

B. Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... 61

BIOGRAFI PENULIS ... 64

LAMPIRAN ... 65

(16)

xvi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Variabel Independen ... 29

Tabel 4.1 Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 39

Tabel 4.2 Hasil Uji Multikolinearitas ... 43

Tabel 4.3 Hasil Uji Autokorelasi ... 45

Tabel 4.4 Persamaan DW, DU, dan DL ... 45

Tabel 4.5 Analisis Regresi Linear Berganda ... 46

Tabel 4.6 Uji t (Parsial) ... 48

Tabel 4.7 Uji Statistik F ... 50

Tabel 4.8 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 51

(17)

xvii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ... 23

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia ... 38

Gambar 4.2 Uji Normalitas... 41

Gambar 4.3 Hasil Uji Hetreoskedastisitas ... 44

(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Laporan keuangan adalah penyajian terstruktur dari kekayaan bersih, posisi keuangan, dan hasil operasi perusahaan (IAI, 2015). Laporan keuangan memberikan hasil akhir dari proses akuntansi dan memberikan informasi yang berguna kepada berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk tanggung jawab manajemen atas sumber daya yang didelegasikan selama periode waktu tertentu. Laporan keuangan yang telah diaudit merupakan salah satu sumber informasi yang paling dapat diandalkan dibandingkan dengan sumber yang tersedia di pasar modal (Ahmed dan Hossain, 2010). Informasi yang tersedia dalam laporan keuangan sangat dibutuhkan oleh investor untuk mengambil keputusan ekonomi. Oleh karena itu, laporan keuangan yang dihasilkan harus memenuhi empat karakteristik kuantitatif: pemahaman, relevansi, reliabilitas, dan komparabilitas (IAI, 2007). Ghozali dan Chariri (2007) menyatakan bahwa pengguna laporan keuangan diharapkan dapat mengevaluasi informasi yang disajikan untuk membuat keputusan ekonomi yang berkaitan dengan perusahaan. Salah satu kendala penyampaian laporan keuangan tepat waktu adalah perlunya akuntan bersertifikat untuk mengaudit laporan keuangan wajib.

Auditor mengharuskan laporan keuangan diaudit dengan tujuan untuk mengomentari validitas laporan keuangan. Artinya, laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen harus ditelaah untuk kesesuaiannya dengan standar akuntansi. Ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan elemen pokok bagi catatan laporan keuangan yang memadai (Dyer dan McHugh, 1974). Ketepatan

(19)

2

waktu mengimplikasikan bahwa laporan keuangan seharusnya disajikan pada suatu interval waktu untuk menjelaskan perubahan dalam perusahaan yang mungkin mempengaruhi pemakai informasi dalam membuat dan memprediksi suatu keputusan.

Permintaan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit juga semakin meningkat, yang merupakan sumber informasi bagi penerima laporan keuangan.

Shukeri dan Sherliza (2010) menemukan bahwa pasar modal memerlukan pelaporan keuangan yang tepat waktu untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam keputusan investasi. Seluruh emiten wajib menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) kepada Badan Pengatur Pasar Modal (Bapepam) dan mempublikasikannya pada tenggat waktu yang ditentukan.

Persyaratan bagi perusahaan yang diterbitkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit ditetapkan oleh Bapepam-LK, dan memiliki wewenang untuk menentukan persyaratan pelaporan keuangan yang mungkin diperlukan untuk mempublikasikan informasi yang akurat. Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menetapkan regulasi tentang interval waktu penyampaian laporan keuangan auditan. Aturan ini diatur dengan Peraturan No. X.K.2 Lampiran Bapepam dan UU LK dengan Nomor : Kep.346/BL/2011, emiten wajib mempublikasikan laporan keuangan selambat - lambatnya pada akhir bulan ketiga sejak tanggal pembukuan tahunan. Manfaat adanya audit terhadap laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor, yaitu:

menambah laporan keuangan, mengurangi kecurangan dan memberikan dasar yang lebih dipercaya untuk melaporkan pajak dan laporan keuangan lain yang harus diserahkan kepada pemerintah (Sastrawan & Latrini, 2016).

(20)

3

Waktu penyampaian laporan keuangan kepada publik harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam LK. Audit report lag (ARL) adalah periode dari batas akhir pembukuan perusahaan sampai dengan tanggal yang ditentukan dalam laporan audit hingga audit selesai (Afify, 2009). Dalam pelaksanaan pengauditan laporan keuangan, auditor tidak jarang menemukan banyak kendala misalnya jumlah karyawan yang melakukan audit, banyak transaksi yang harus diaudit, kerumitan dari transaksi dan pengendalian internal yang kurang baik (Petronila, 2007 dalam Sastrawan & Latrini, 2016). Karena itu, laporan audit diterbitkan lebih lambat dari tenggat waktu yang ditetapkan oleh Bapepam-LK. Hal ini dikarenakan pengendalian internal dan eksternal belum optimal dan memakan waktu lebih lama dari batas waktu yang ditetapkan dalam proses audit.

Penilitian yang berhubungan dengan Audit Report Lag telah banyak diteliti sebelumnya. Justita Dura (2017) meneliti tentang pengaruh profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap audit report lag. Hasil penelitan ini menyebutkan bahwa likuiditas, solvabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap audit report lag, sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh. Kemudian penelitian terbaru dilakukan oleh Otika Sari, Einde Evana, dan Ninuk Dewi Kesumaningrum pada tahun 2019 dengan judul Pengaruh Financial Distress, Opini Audit, dan Profitabilitas terhadap Audit Report Lag. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial distress tidak berpengaruh terhadap audit report lag, opini audit berpengaruh negatif terhadap audit report lag, dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit report lag.

Faktor yang berpengaruh terhadap audit report lag salah satunya adalah financial distress. Financial distress bisa diartikan suatu syarat dimana arus kas

(21)

4

yg didapatkan menurut operasi perusahaan tidak bisa menutupi kewajiban lancar misalnya hutang dagang atau beban bunga (Hapsari, 2012). Financial distress yang dialami perusahaan dikategorikan sebagai kesulitan likuiditas ringan sampai dengan kesulitan likuiditas berat yang mengarah pada kebangkrutan.

Faktor lain yang berpengaruh terhadap audit report lag adalah Leverage atau yang biasa disebut solvabilitas. Leverage adalah kemampuan perusahaan untuk mengukur jumlah aset perusahaan yang dibiayai dengan menggunakan hutang (Respati, 2004). Leverage menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan semua asetnya untuk membayar semua hutang yang ada.

Faktor selanjutnya yang berpengaruh terhadap audit report lag yaitu profitabilitas. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan atau profit dalam jangka waktu tertentu. Profitabilitas suatu entitas dapat diukur dengan menggunakan rasio profitabilitas. Semakin tinggi rasio profitabilitas, semakin banyak keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Berbeda dengan perusahaan dengan margin rendah, mereka akan cenderung memakan waktu lebih lama dalam proses audit laporan keuangan.

Likuiditas juga dikatakan sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap audit report lag. Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi hutang dan kewajiban yang harus dipenuhinya dengan menggunakan aktiva tetapnya dan seluruh aktivanya. Likuiditas suatu perusahaan merupakan salah satu perhatian utama investor dan kreditur (Dewi & Wiratmaja, 2016).

Likuiditas yang tinggi mencerminkan peningkatan kinerja, sehingga dalam hal ini perusahaan dapat menyampaikan laporan keuangan untuk diaudit lebih cepat.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti telah memilih empat variabel dependen yang mempengaruh Audit Report Lag, yaitu : Financial Distress, Leverage,

(22)

5

Profitabilitas, dan Likuiditas. Hal ini dilandasi dari banyaknya perbedaan dari hasil temuan sebelumnya dalam hal faktor-faktor yang mempengaruhi Audit Report Lag. Jika proses akuntansi di industri manufaktur memakan waktu lama, auditor akan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan proses audit.

Karena, banyak perusahaan yang menerapkan audit report delay yang tidak sesuai dengan ketentuan BAPEPAM-LK. Berdasarkan pemaparan diatas, maka peneliti tertarik untuk mengetahui “PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, LEVERAGE, PROFITABILITAS, DAN LIKUIDITAS TERHADAP AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah Financial Distress berpengaruh terhadap Audit Report Lag (ARL)?

2. Apakah Leverage berpengaruh terhadap Audit Report Lag (ARL) ? 3. Apakah Profitabilitas berpengaruh terhadap Audit Report Lag (ARL) ? 4. Apakah Likuiditas berpengaruh terhadap Audit Report Lag (ARL) ?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh Financial Distress terhadap Audit Report Lag (ARL).

2. Untuk mengetahui Leverage terhadap Audit Report Lag (ARL).

3. Untuk mengetahui Profitabilitas terhadap Audit Report Lag (ARL).

(23)

6

4. Untuk mengetahui Likuiditas terhadap Audit Report Lag (ARL).

D. Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada berbagai pihak yang terkait, yaitu :

1. Bagi Perusahaan

Pada penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi perusahaan khususnya dalam hal kinerja keuangan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan tentang bagaimana pengaruh Financial Distress, Laverage, Profitabilitas, dan Likuiditas terhadap Audit Report Lag pada perusahaan manufaktur.

2. Bagi Penulis

Diharapkan peneliti mampu menambah pengetahuan dan kesiapan bila nantinya terjun ke dunia kerja, terutama yang berhubungan dengan audit perusahaan ataupun laporan keuangan perusahaan.

(24)

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

1. Teori Agensi (Agency)

Teori utama yang mendasari manajemen suatu perusahaan adalah teori keagenan (Teori Agency). Teori agensi adalah teori yang membahas interaksi antara agen dan prinsipal. Teori ini terutama benar, ketika ada pemisahan antara pemilik (pemegang saham) dan manajemen. Pemilik merupakan prinsipal (principal), sedangkan manajemen merupakan agen (agent). Hubungan keagenan terjadi ketika satu orang atau lebih (prinsipal) mempekerjakan orang lain (agen) untuk melakukan layanan atau jasa dan orang tersebut mendelegasikan wewenang dalam pengambilan keputusan kepada agen yang ditunjuk. Jensen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa masalah keagenan disebabkan oleh konflik kepentingan dan asimetri informasi antara prinsipal dan agen. Masalah keagenan dapat merugikan prinsipal karena tidak terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis. Akibatnya, prinsipal tidak memiliki akses yang cukup untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Prinsipal dapat memperoleh informasi dan alat evaluasi yang diperlukan untuk kinerja yang dilakukan selama periode waktu tertentu melalui laporan pertanggungjawaban yang disiapkan oleh manajemen (agen). Namun, manajemen sebagai agen dapat melakukan kecurangan untuk meningkatkan laporan pertanggungjawaban, menguntungkan prinsipal, dan meningkatkan kinerja manajemen. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pihak ketiga yaitu auditor untuk meminimalisir insiden yang ada. Dengan bantuan auditor, laporan

(25)

8

keuangan perusahaan yang disajikan oleh agen diharapkan dapat lebih andal dan menguntungkan baik bagi pihak agen maupun prinsipal.

Teori keagenan membantu auditor memahami masalah yang muncul antara agen dan prinsipal. Dalam konteks agen, peran pihak ketiga adalah memantau kinerja manajemen sebagai agen dan memastikan bahwa agen bertindak sesuai keinginan prinsipal. Auditor dipercaya sebagai pihak yang mampu menghubungkan antara prinsipal dan agen. Jika dikaitkan dengan penelitian ini teori agency mempengaruhi auditor dalam mengelola kepribadian untuk bersikap jujur, adil, rasional, tidak memihak pada suatu kepentingan, berperilaku etis, dan mengindahkan norma-norma profesi dan norma moral.

Sehingga nantinya, seorang auditor dapat memberikan opini atas kewajaran dan hasil laporan keuangan yang disediakan oleh agen dan kendalanya dapat dilihat dari kualitas audit yang dihasilkan auditor.

2. Definisi Audit

Audit merupakan pemeriksaan kembali data-data yang dilakukan oleh pihak independen mulai dari catatan dan bukti transaksi yang ada. Data yang tertulis dalam laporan keuangan diperiksa kembali secara detail apakah sudah sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku, atau sebaliknya. Biasanya audit dilakukan untuk memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan atau perorangan. Pengauditan penting dilakukan karena dapat mempengaruhi pihak pemangku dalam pengambilan keputusan di masa depan. Akuntan publik melakukan tiga jenis aktivitas utama dalam pengauditan, yaitu :

1) Audit Laporan Keuangan

Audit laporan keuangan adalah audit terhadap laporan perusahaan atau

(26)

9

organisasi yang akan menghasilkan opini pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan keuangan tersebut.

2) Audit Operasional

Audit operasional merupakan eveluasi efektivitas dari setiap bahian prosedur dan metode operasi perusahaan. pada akhir audit operasional, biasanya auditor akan memberikan opini nya untuk memperbaiki prosedur yang ditetapkan perusahaan.

3) Audit Ketaatan

Audit ketaatan adalah review atas catatan keuangan perusahaan yang dilakukan untuk menentukan apakah perusahaan telah mengikuti prosedur, aturan, atau ketentuan yang ditetapkan oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

3. Jenis-Jenis Risiko Audit

Menurut Sukriono Agoes mengatakan bahwa risiko audit (audit risk) adalah risiko yang terjadi didalam hal auditor tanpa disadari tidak memodifikasikan pendapatnya sebagaimana mestinya atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material. Risiko dalam auditing bahwa auditor menerima suatu tingkat ketidakpastian tertentu dalam pelaksanaan audit. Risiko dibagi dalam 3 komponen yaitu:

1) Risiko Bawaan (inheren risk-IR) yaitu kerentanan suatu saldo akun/golongan transaksi suatu salah saji yang material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosdur sistem pengendalian internal (SPI) yang terkait. Risiko salah saji demikian lebih besar pada saldo akub/golongan transaksi tertentu dibandingkan yang lain.

(27)

10

2) Risiko Pengendalian (Control Risk-CR) yaitu risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah/dideteksi secara tepat waktu oleh struktur pengendalian internal perusahaan. Risiko ini akan selalu ada karena keterbatasan bawaan pada struktur pengendalian internal.

3) Risiko Deteksi (Detection Risk-DR) yaitu risiko karena bahan bukti yang dikumpulkan dalam segmen gagal menemukan salah saji yang melewati jumlah yang dapat ditoleransi, kalau salah saji semacam itu timbul. Atau risiko karena auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi dan berhubungan dengan fungsi efektivitas prosedur audit serta penerapannya oleh auditor.

4. Audit Report Lag (ARL)

Dalam konteks laporan audit, ketepatan waktu mengacu pada waktu yang diperlukan untuk menghasilkan informasi yang terkandung dalam laporan keuangan auditan kepada para pemangku kepentingan. Audit report lag adalah lamanya waktu penyelesaian audit yang diukur dari tanggal penutupan tahun buku atau akhir tahun fiskal hingga tanggal diterbitkannya laporan keuangan auditan (Soetedjo, 2006 dalam Himawan & Venda, 2020). Audit report lag menyediakan informasi akuntan ke publik yang memberikan nilai informasi dari laporan keuangan auditan. Keterlambatan dalam pelaporan audit (Audit Report Lag) mencerminkan timeliness dalam membuat laporan keuangan yang tersedia untuk publik. Apabila nilai ARL semakin tinggi, maka semakin berkurang nilai dan manfaat yang terkandung dalam laporan keuangan. Informasi keuangan harus diserahkan kepada para pemangku kepentingan baik investor maupu kreditur

(28)

11

dalam waktu secepat mungkin agar dapat mendukung keputusan yang berguna.

Tujuan menyeluruh suatu laporan keuangan audit yaitu menyatakan pendapat apakah laporan keuangan perusahaan sudah menyajikan secara wajar pada seluruh hal yg material dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku secara umum. Relevansi waktu penyelesaian audit dapat mempengaruhi ketepatan waktu informasi tersebut saat akan dipublikasi hingga berdampak pada pasar modal dan dapat mempengaruhi tingkat ketidakpastian keputusan yang didasarkan pada informasi yang dipublikasikan. Ketepatwaktuan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangan audit, tergantung dari lamanya auditor dalam menyelesaikan pekerjaan auditnya (audit report lag).

Ddyer dan McHugh (1975), dalam Himawan & Venda (2020) menjelaskan bahwa keterlambatan atau lag terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu : 1) Preliminary lag, yaitu interval waktu atau jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai penerimaan laporan akhir preliminary oleh bursa; 2) Auditor’s report lag yaitu interval waktu atau jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai tanggal laporan auditor ditandatangani; dan 3) Total lag yaitu interval waktu atau jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai tanggal penerimaan laporan dipublikasikan oleh bursa.

5. Laporan Keuangan

Menurut PSAK No. 1 (2015: 1), “Laporan keuangan adalah penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas”. Laporan ini menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasi dalam nilai moneter.

Laporan keuangan dibuat untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini untuk memungkinkan bagi para pemangku kepentingan dan

(29)

12

pengguna informasi akuntansi untuk mengambil penilaian dan tindakan pencegahan yang tepat dan cepat jika terjadi masalah atau perubahan posisi keuangan perusahaan. Mengingat pentingnya hal ini, maka laporan keuangan harus disajikan secara akurat, dan hati-hati, yang dibuat oleh seorang akuntan.

Laporan keuangan terdiri dari catatan-catatan tentang kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan selama periode tertentu. Pada pasar modal laporan keuangan menjadi sumber terpercaya bagi para pihak pemangku ketimbang informasi lainnya. Investor dan kreditur akan lebih mudah dalam mengambil keputusan apabila laporan keuangan yang tersedia telah diaudit.

Dalam praktiknya penyusunan laporan keuangan tidak dibuat secara acak atau asal, tetapi harus dibuat sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku. Hal ini diperlukan agar laporan keuangan mudah dipahami dan dimengerti oleh para investor. Investor dan analis keuangan menggunakan data keuangan untuk menganalisis kinerja perusahaan dan memprediksi arah masa depan harga sahamnya. Salah satu sumber terpenting dari informasi keuangan yang dapat diandalkan dan diaudit adalah laporan tahunan, yang mencakup laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang relevan menyangkut posisi keuangan, dan kinerja keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi banyak pihak, baik pihak internal maupun eksternal. Untuk mencapai tujuan ini, laporan keuangan memberikan informasi tentang elemen bisnis dari aset, kewajiban, pendapatan dan beban, serta perubahan modal dan arus kas. Menurut Kasmir, secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu (Himawan & Venda, 2020).

(30)

13 6. Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan dalam dunia bisnis memiliki arti yang sangat luas.

Pengertian kinerja keuangan menurut Sutrisno (2009), adalah sebuah prestasi yang telah dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang mencerminkan suatu masalag kesehatan perusahaan tersebut. Keuangan perusahaan merupakan ukuran bagaimana suatu perusahaan dapat bertahan di masa yang akan datang. Semua data keuangan ditampilkan dalam laporan kinerja. Mulai dengan laporan kas masuk dan kas keluar, yang memungkinkan perusahaan memantau semua tren keuangan dengan jelas. Kinerja keuangan juga dapat digambarkan sebagai suatu analisis yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suatu perusahaan telah menggunakan aturan sesuai dengan standar akuntansi keuangan untuk melakukannya dengan benar. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah gambaran kondisi suatu perusahaan dalam periode tertentu baik dari segi penyedia dana, atau dengan menjadi penyalur dana yang dapat diuukur dengan rasio likuiditas, profitabilitas, leverage, dan aktivitas.

7. Financial Distress

Financial distress atau kebangkrutan adalah kegagalan suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya untuk menghasilkan keuntungan dan ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang yang telah berakhir. Financial distress dapat disebut likuidasi perusahaan atau lebih dikenal dengan sebutan penutupan perusahaan atau insolvibilitas (Syukra, 2017). Probabilitas kebangkrutan yang tinggi merupakan badnews bagi perusahaan. Untuk menghindari kualitas pelaporan

(31)

14

keuangan yang buruk, perusahaan seringkali berusaha untuk memperbaikinya, namun hal ini memakan banyak waktu dan seringkali menunda penyusunan laporan keuangan.

Untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan dan memprediksi kemungkinan terjadinya kebangkrutan perusahaan, maka dapat menggunakan model prediksi kebangkrutan yang dikembangkan oleh Altman (1969). Model altman ini disebut juga dengan model Z-score. Perusahaan yang diteliti menggunakan model Z-score kemudian digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu perusahaan yang tidak bangkrut, perusahaan yang termasuk rawan dan perusahaan yang berpotensi mengalami kebangkrutan. Penggolongan ini berdasarkan nilaiZ-score dengan kriteria penilaian sebagai berikut :

1) Z-score > 2,99 dikategorikan sebagai perusahaan yang sangat sehat sehingga dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut.

2) 1,81 ≤ Z-score ≤ 2,99 berada di daerah rawan di mana perusahaan tersebut tidak dapat ditentukan apakah termasuk perusahaan yang bangkrut atau tidak.

3) Z-score < 1,81 dikategorikan sebagai perusahaan yang memiliki kesulitan keuangan yang sangat besar dan berisiko bangkrut.

8. Leverage

Leverage atau biasa disebut ratio leverage adalah jumlah proporsi utang yang dimiliki perusahaan (Tampubolong & Siagian, 2020). Rasio leverage menunjukkan seberapa besar kebutuhan pendanaan perusahaan dibiayai oleh utang. Apabila perusahaan tidak memiliki utang, artinya perusahaan beroperasi sepenuhnya dengan menggunakan modal pribadi atau tanpa menggunakan

(32)

15

utang. Dana yang berasal dari utang digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan operasi bisnis. Dengan demikian, profit yang dihasilkan jauh lebih besar ketimbang perusahaan yang menggunakan modal pribadi. Proporsi yang besar dari utang terhadap total aktiva akan meningkatkan kecenderungan kerugian. Perusahaan dengan leverage yang lebih tinggi akan memiliki waktu penyelesaian audit yang lebih lama. Hal ini karena auditor cenderung bekerja dengan hati-hati, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan audit dan mempersulit pencapaian ketepatan waktu.

Disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai rasio leverage maka perusahaan akan sulit melunasi utang, dikarenakan tingginya penggunaan utang untuk pendanaan perusahaan. Pengukuran rasio leverage dilakukan dengan menggunakan rumus Debt to Equity Ratio (DER) dengan rumus total utang dibagi dengan total modal.

9. Profitabilitas

Profitabilitas atau rasio profitabilitas adalah rasio yang menggambar suatu kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan atau laba melalui sumber daya dan kemampuan yang dimiliki perusahaan. Menurut Husnan (2001). Rasio profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada tingkat aset, pendapatan, dan modal saham tertentu. Profitabilitas adalah hasil akhir dari serangkaian kebijakan dan keputusan perusahaan. Profitabilitas sangat penting bagi bisnis, terutama bagi mereka yang telah berinvestasi di dalamnya. Profitabilitas merupakan faktor yang memerlukan perhatian besar, karena suatu perusahaan harus berada pada posisi yang menguntungkan (profit) agar dapat bertahan. Tanpa adanya

(33)

16

keuntungan akan sangat sulit bagi perusahaan untuk mengumpulkan modal dari luar. Sedangkan perusahaan yang mengalami kerugian akan meminta auditor untuk menjadwalkan audit lebih lambat dari yang direncanakan. Akibatnya, perusahaan yang kurang menguntungkan lebih mungkin mengalami publikasi laporan keuangan audit yang lebih lama daripada perusahaan yang lebih menguntungkan. Hal ini dapat membawa dampak besar pada pasar modal akibat hasil pengumuman tersebut.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi nilai rasio profitabilitas maka semakin baik pula menejemen dalam mengelola perusahaan.

Adapun pengukuran rasio profitabilitas yang digunakan oleh penulis yaitu, Return on Assets (ROA) dengan rumus laba bersih dibagi total aset.

10. Likuiditas

Likuiditas atau cash ratio menurut (Munawir, 2004) adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus segera dibayar (utang jangka pendek) dengan kas yang tersedia ditambah dengan efek-efek yang liquid. Hasil rasio likuditas dapat digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasikan kondisi keuangan jangka pendek, tetapi juga membantu manajemen menentukan efisiensi modal kerja yang digunakan oleh perusahaan. Penting juga bagi kreditur dan pemegang saham untuk mengetahui prospek pembayaran dividen dan bunga di masa depan (Munawir, 2014 : 71). Likuiditas terdiri dari tiga komponen dasar: kepadatan, kedalaman dan elastisitas. Ketiganya saling terkait untuk menjaga tingkat likuiditas dan stabilitas keuangan bagi suatu perusahaan atau organisasi.

1) Kepadatan. Internal ini mewakili kesenjangan antara harga yang disepakati

(34)

17 dan harga reguler produk.

2) Kedalaman. Selisih antara jumlah atau kuantitas produk yang dijual dan jumlah produk yang dibeli pada tingkat harga tertentu.

3) Elastisitas. Kecepatan perubahan harga yang signifikan yang menghasilkan penetapan harga yang efisien setelah terjadi penyimpangan atau fluktuasi harga.

Dapat disimpulkan bahwa rasio likuiditas dapat mengukur sejauh mana perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau jangka panjangnya. Semakin tinggi nilai rasio likuiditas, semakin baik pula kinerja perusahaan. Pengukuran rasio likuiditas dapat dilakukan dengan menggunakan Quick Ratio (Rasio cepat) dengan rumus aktiva lancar dikurangi persediaan dibagi dengan utang lancar.

B. Tinjauan Empiris

Tinjauan empiris merupakan salah satu bagian indikator dalam persyaratan karya tulis ilmiah, dimana dalam tinjauan empiris menjelaskan tentang hasil penulisan karya tulis ilmiah terdahulu, sebagai salah satu penarikan interpretasi dari karya tulis ilmiah dan berfungsi sebagai landasan untuk memperoleh hasil penulisan karya tulis ilmiah yang relevan dan objektif. Maka dari itu tinjauan empiris dalam penelitian ini, sebagai berikut :

Penelitian yang dilakukan oleh Puji Rahayu, Siti Noor Khikmah, dan Veni Soraya Dewi pada tahun 2021 yang berjudul Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Kap dan Financial Distress Terhadap Audit Report Lag. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan bukti secara empiris terkait Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Kap dan

(35)

18

Financial Distress Terhadap Audit Report Lag. Adapun variabel independen dalam penelitian ini yaitu Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Kap Dan Financial Distress, sedangkan variabel dependen yaitu yaitu Audit Report Lag. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variabel profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit report lag dan ukuran KAP berpengaruh positif terhadap audit report lag, sedangkan variabel ukuran perusahaan, solvabilitas, ukuran KAP dan financial distress tidak berpengaruh terhadap audit report lag.

Penelitian yang dilakukan oleh Widyawati Lekok, dan Verlin Rusly pada tahun 2020 dengan judul Audit Report Lag pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang berpengaruh terhadap Audit Report Lag pada perusahaan Manufaktur. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan umur perusahaan berpengaruh terhadap audit report lag, sedangkan variabel independen lainnya yaitu solvabilitas, ukuran kantor akuntan publik, ukuran komite audit, dewan komisaris independen, dan konsentrasi kepemilikan saham tidak berpengaruh terhadap audit report lag didalam perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Otika Sari, Einde Evana, dan Ninuk Dewi Kesumaningrum pada tahun 2019 dengan judul Pengaruh Financial Distress, Opini Audit, dan Profitabilitas terhadap Audit Report Lag. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan bukti secara empiris mengenai Pengaruh Financial Distress, Opini Audit, dan Profitabilitas terhadap Audit Report Lag. Adapun

(36)

19

variabel independen dalam penelitian ini yaitu Financial Distress, Opini Audit, dan Profitabilitas, sedangkan variabel Independen yaitu Audit Report Lag. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial distress tidak berpengaruh terhadap audit report lag, opini audit berpengaruh negatif terhadap audit report lag, dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit report lag.

Penelitian yang dilakukan oleh I Gede Aditya Cahya Gunarsa, dan I Gam Asri Dwija Putri pada tahun 2017 dengan judul Pengaruh Komite Audit, Independensi Komite Audit, dan Profitabilitas terhadap Audit Report Lag.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti secara empiris mengenai Pengaruh Komite Audit, Independensi Komite Audit, dan Profitabilitas terhadap Audit Report Lag. Adapun variabel independen dalam penelitian ini yaitu Komite Audit, Independensi Komite Audit, dan Profitabilitas, sedangkan variabel dependen yaitu Audit Report Lag. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komite audit, independensi komite audit, dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit report lag.

Penelitian yang dilakukan oleh Ryan Rich Tampubolon, dan Valentine Siagian pada tahun 2020 yang berjudul Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Likuiditas, dan Audit Tenure terhadap Audit Report Lag. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan bukti secara empiris mengenai Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Likuiditas, dan Audit Tenure terhadap Audit Report Lag. Adapun variabel independen dalam penelitian ini yaitu Profitabilitas, Solvabilitas, Likuiditas dan Audit Tenure, sedangkan variabel dependen yaitu Audit Report

(37)

20

Lag. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa profitabilitas dan solvabilitas masing-masing berpengaruh negatif signifikan terhadap audit report lag, selanjutnya likuiditas dan audit tenure berpengaruh positif signifikan terhadap audit report lag.

Penelitian yang dilakukan oleh Mutia Triyaningtyas dan Sudarno pada tahun 2019, dengan judul Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Audit Report Lag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang berpengaruh terhadap Audit Report Lag. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran KAP dan opini audit berpengaruh signifikan terhadap audit report. Sedangkan variabel ukuran perusahaan tidak signifikan dalam mempengaruhi panjang pendeknya audit report lag.

Penelitian yang dilakukan oleh Dewa Gede Agus Narayana dan I Ketut Yadnyana pada tahun 2017 dengan judul Pengaruh Struktur Kepemilikan, Financial Distress, dan Audit Tenure pada Ketepatwaktuan Publikasi Laporan Keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti secara empiris terkait Pengaruh Struktur Kepemilikan, Financial Distress, dan Audit Tenure pada Ketepatwaktuan Publikasi Laporan Keuangan. Adapun variabel independen dalam penelitian ini yaitu Struktur Kepemilikan, Financial Distress, dan Audit Tenure, sedangkan variabel dependen yaitu Ketepatwaktuan Publikasi Laporan Keuangan. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil analisi menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan audit tenure tidak berpengaruh pada ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan. Kepemilikan institusional dan financial distress berpengaruh

(38)

21

pada ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan.

Penelitian yang dilakukan oleh Danang Tri Atmojo, dan Darsono pada tahun 2017 dengan judul Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Audit Report Lag. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti secara empiris terkait Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Audit Report Lag. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat empat variabel yang terbukti signifikan yaitu variabel komite audit, konsentrasi kepemilikan, ukuran perusahaan dan opini auditor yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan yaitu berpengaruh negatif terhadap audit report lag. Sedangkan tiga variable yaitu dewan komisaris independen, kompleksitas operasi perusahaan dan tipe auditor tidak mempunyai pengaruh terhadap audit report lag.

Penelitian yang dilakukan oleh Annisa Dwi Arizky, dan Agus Purwanto pada tahun 2018 dengan judul Pengaruh Kualitas Audit, Karakteristik Corporate Governance, Kepemilikan Publik, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Audit Report Lag. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti secara empiris terkait Pengaruh Kualitas Audit, Karakteristik Corporate Governance, Kepemilikan Publik, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Audit Report Lag. Adapun variabel independen dalam penelitian ini yaitu Kualitas Audit, Karakteristik Corporate Governance, Kepemilikan Publik, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas, sedangkan variabel dependen yaitu Audit Report Lag. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa spesialisasi industri auditor, dewan komisaris independen, ukuran perusahaan, dan profitabilitas perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap audit report lag.

(39)

22

Sedangkan reputasi auditor, komite audit, dan kepemilikan publik tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit report lag.

Penelitian yang dilakukan oleh Ika Destriana Widiastuti dan Andi Kartika pada tahun 2018 dengan judul Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Umur Perusahaan, Solvabilitas Dan Ukuran Kap Terhadap Audit Report Lag. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti secara empiris terkait Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Umur Perusahaan, Solvabilitas Dan Ukuran Kap Terhadap Audit Report Lag. Adapun variabel independen dalam penelitian ini yaitu Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Umur Perusahaan, Solvabilitas dan Ukuran KAP, sedangkan variabel dependen yaitu Audit Report Lag. Alat analisis yang digunakan yaitu SPSS dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap lag laporan audit, variabel solvabilitas tidak berpengaruh positif signifikan terhadap lag laporan audit. variabel, ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap keterlambatan laporan audit, dan variabel umur perusahaan tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap keterlambatan laporan audit.

Berdasarkan penelitian terdahulu, banyak faktor yang dapat mempengaruhi Audit Report Lag. Namun, dalam penelitian ini Peneliti memilih empat variabel yang dianggap paling berpengaruh terhadap Audit Report Lag, yaitu Financial Distress, Leverage, Profitabilitas, dan Likuiditas. Hal ini dilandasi dari banyaknya perbedaan dalam menilai Audit Report Lag pada Perusahaan.

(40)

23 C. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual adalah model tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai hal yang penting, maka dari itu kerangka konseptual merupakan sebuah pemahaman yang memadai pemahaman-pemahaman lainnya, dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran atau suatu bentuk proses dari keseluruhan penelitian yang akan dilakukan.

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh yang terjadi antara variabel independen yaitu financial distress (X1), Leverage (X2), Profitabilitas (X3), dan Likuiditas (X4) terhadap variabel dependen yaitu Audit Report Lag (Y). Kerangka pemikiran penelitian ini diajukan dalam gambar berikut ini :

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

D. Hipotesis

1. Pengaruh Financial Distress terhadap Audit Report Lag

Financial distress merupakan kondisi ketidakmampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya. Kondisi financial distress yang terjadi pada perusahaan dapat meningkatkan risiko audit, khususnya risiko deteksi dan risiko

Likuiditas (X4) Profitabilitas (X3)

Audit Report Lag (Y) Leverage (X2)

Financial Distress (X1)

(41)

24

pengendalian. Dengan meningkatnya kedua risiko tersebut, maka auditor harus melakukan penilaian risiko (risk assessment) sebelum menjalankan proses pengauditan laporan keuangan, tepatnya pada tahap perencanaan audit (audit planning). Dengan adanya tahap perancanaan ini menyebabkan lamanya proses audit yang berdampak pada bertambahnya audit report lag.

Selain itu, financial distress dapat mendorong auditor untuk mendapatkan bukti yang falid mengenai informasi laporan keuangan yang bebas dari salah saji material, dan bisa saja memerlukan waktu yang lebih lama lagidalam mengaudit laporan keuangan perusahaan yang tidak mengalami kesulitan keuangan.

Dengan demikian, peneliti menggunakan nilai Z-score untuk memprediksi apakah financial distress berpengaruh terhadap audit report lag. Perusahaan yang memiliki nilai Z-score yang tinggi akan memiliki audit report lag yang lebih pendek, ketimbang perusahaan yang memiliki nilai Z-score yang rendah.

Berdasarkan asumsi di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H1 : Financial distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit report lag.

2. Pengaruh Leverage terhadap Audit Report Lag

Leverage adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Semakin tinggi nilai DER, maka semakin besar risiko yang dihadapi, sehingga auditor perlu meningkatkan perhatian bahwa laporan audit kurang dapat dipercaya. Untuk memperoleh kepercayaan dari pada pengguna, maka auditor perlu melakukan audit lebih seksama dan pastinya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, sehingga dapat meningkatkan audit report lag.

(42)

25

Hasil penelitian yang dilakukan Himawan dan Venda (2020), menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap audit report lag. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

H2 : Leverage berpengaruh positif dan dan signifikan terhadap audit report lag.

3. Profitabilitas terhadap Audit Report Lag

Profitabilitas merupakan keuntungan atau laba yang dihasilkan perusahaan. Profitabilitas yang tinggi merupakan kabar baik bagi perusahaan.

Semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dihasilkan semakin baik pula perushaan dalam mengelola produktivitas aset berupa keuntungan bersih. Tetapi, jika auditor dihadapkan dengan perusahaan yang memiliki profit yang kecil, seorang auditor perlu berhati-hati dalam melakukan proses audit. Hal ini dikarenakan, jika profit sebuah perusahaan rendah, maka audit report lag akan semakin tinggi, begitupun sebaliknya, jika perusahaan memiliki profit yang tinggi, maka audit report lag akan semakin rendah. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

H3 : Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report lag.

4. Pengaruh Likuiditas terhadap Audit Report Lag

Likuiditas merupakan rasio yang dapat mengukur potensi perusahaan dalam memenuhi kewajibannya secara tepat waktu. Semakin tinggi tingkat likuiditas, maka semakin baik pula kinerja keuangan perusahaan, dan ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat sesegera mungkin mencairkan asetnya

(43)

26

untuk melunasi kewajibannya sebelum tanggal jatuh tempo.

Tampubolon dan Siagian (2020) dalam penelitiannya menyatakan bahwa variabel likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap audit report lag.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H4 : Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit report lag.

(44)

27

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis dari penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatory research. Menurut Sugiyono (2017 : 11) mengemukakan bahwa penelitian dalam melihat hubungan variabel terhadap objek yang diteliti. Hubungan yang dimaksud adalah berupa hubungan korelasi atau hubungan kausalitas sebab-akibat. Penelitian dengan pendekatan explanatory research ini dijadikan dasar dalam menarik kesimpulan guna mengetahui bagaimana pengaruh financial distres, leverage, profitabilitas, dan likuiditas terhadap audit report lag.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitan dan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan pada Galeri Bursa Efek Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar lantai 2.

Adapun waktu penelitian dilaksanakan selama kurang lebih 2 bulan, yaitu selama bulan Februari sampai dengan Maret 2022.

C. Jenis dan Sumber Data

Jenis data dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder. Data sekunder ini merupakan data yang telah dikumpulkan oleh sebuah organisasi yang pengolahnya berupa data yang telah diterbitkan suatu perusahaan. Data sekunder berupa angka-angka pada laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020. Sumber data dalam

(45)

28

penelitian ini berasal dari website resmi www.idx.co.id

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi pada penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada laporan akhir tahun 2016 sampai dengan 2020.

2. Sampel Penelitian

Adapun sampel dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa karakter atau kriteria tertentu.

1) Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020.

2) Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang mempublikasikan Annual Report di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016-2020.

3) Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang mempublikasikan Annual Report nya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020, dalam mata uang rupiah.

3. Teknik Sampling

Penelitian ini menggunakan teknik atau metode purposive sampling yang dimana purposive sampling mempunyai tujuan agar mendapatkan sampel yang representatif sesuai dengan kriteria yang diinginkan peneliti maupun dengan tujuan perusahaan (Indriantoro & Supomo, 2014).

(46)

29 E. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang berasal dari pihak atau lembaga yang telah menggunakan atau mempublikasikannya (Chandrarin, 2017 : 124). Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, yang bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka, yang dimana data didapatkan berdasarkan sumber kepustkaan (buku-buku, jurnal, dan hasil penelitian lainnya) untuk menunjang data dalam penelitian ini.

F. Definisi Operasional Variabel 1. Variabel Independen

Pada penelitian ini dalam variabel independen melibatkan rasio keuangan yang mana akan berpengaruh pada audit report lag (ARL) yang diuraikan pada tabel berikut :

Tabel 3.1 Variabel Independen

No. Variabel Definisi Operasional Pengukuran

1. Financial Distress (X1)

Financial Distress adalah kondisi kesulitan keuangam yang dihadapi perusahaan dan ditandai dengan kebangkrutan.

Z-score = 1.21 X1 + 1.4 X2 + 3.3 X3 + 0.6 X4 + 1.5 X5

2. Leverage (X2) Leverage menunjukkan

seberapa besar

𝐷𝐸𝑅 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙

(47)

30

kebutuhan perusahaan didanai oleh utang.

3. Profitabilitas (X3) Profitabilitas

menunjukkan seberapa besar tingkat keuntungan yang diperoleh

perusahaan.

𝑅𝑂𝐴 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡 𝑥 100%

4. Likuiditas (X4) Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan

dalam membayar

kewajibannya sebelum jatuh tempo.

𝐶𝑅 = 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝑥 100%

2. Variabel Dependen

Pada penelitian ini menggunakan variabel dependen yaitu audit report lag (ARL) yang dimana perusahaan perushaan akan dinyatakan sebagai ARL apabila waktu yang diperlukan selama pengauditan lebih deri 90 hari, sesuai dengan yang telah ditentukan oleh BAPEPAM-LK. Adapun pengukuran dalam menetukan ARL dirumuskan sebagai berikut.

Audit Report Lag (ARL) = Tanggal laporan audit – tanggal akhir tahun fiskal.

G. Metode Analisis Data

Metode analisis data dalam penelitian ini adalah menggunalan alat ukur yaitu dengan bentuk SPSS serta analisis regresi linear berganda. Model regresi

(48)

31

linear berganda merupakan hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2, X3, X4) terhadap variabel dependen (Y), maka dari itu biasanya data yang digunakan adalah berskala interval atau rasio.

H. Uji Hipotesis

1. Uji Statistik Deskriptif

Uji statistik deskriptif bertujuan untuk menguji dan menjelaskan karakteristik sampel dalam penelitian. Dalam penelitian ini, uji statistik deskriptif berfungsi untuk mengetahui pengaruh financial distress, leverage, profitabilitas dan likuiditas terhadap audit report lag. Yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016 hingga 2020. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan pengukuran nilai minimum, mean, nilai maksimum, range dan standar deviasi data pada sampel.

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan sebagai data yang bisa di analisis secara akurat dalam sebuah penelitian. Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa data berkontribusi baik normal dan tidak. Jika asumsi klasik tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan bias pada hasil penelitian (Himawan &

Venda, 2020). Untuk melakukan uji asumsi klasik, maka peneliti melakukan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.

a. Uji Normalitas

Pengujian normalitas berfungsi sebagai salah satu cara untukmengetahui apakah model regresi, variabel independen, dan variabel dependen memiliki distribusi yang baik atau tidak. Analisis grafik dilakukan dengan

(49)

32

melihat normal probability plot yang akan membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normaal. Untuk dapat mengetahuinya digunakan uji Komogroc-Smirnov (K-S). Apabila nilai signifikan <0,05 maka data residual berdistribusi tidak normal, begitupun sebaliknya, apabila nilai signifikan

>0,05 maka data residual berdistribusi normal (Himawan & Venda, 2020).

b. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas berfungsi untuk mengetahui apakah terjadi korelasi (sebab dan akibat atau hubungan timbal balik) antara variabel dependen dengan variabel independen. Jika nilai tolerance ≤0,10 atau VIF ≥ 10, nilai tersebut menunjukkan adanya multikolineriatas (Himawan & Venda, 2020).

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas berfungsi untuk menguji apakah pada model regresi penelitian ini ada ketidaksamaan varian dari residual antara pengamatan satu dengan pengamatan lain. Jika nilai koefisien korelasi dari setiap variabel independen yang signifikan pada tingkat kekeliruannya 5% atau 0,05 menandakan bahwa terjadinya heteroskedastisitas, begitupun sebaliknya, jika tingkat kekeliruannya >0,05 maka disebut homoskedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi berfungsi untuk menguji apakah dalam moodel regresi linear ada korelasi antara kesalahan residual pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya).

(50)

33 3. Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Dalam penelitian ini, peneliti menguji hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya (variabel dependen dan variabel independen). Adapun bentuk umum rumus linear berganda, yaitu :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Keterangan :

Y = Audit Report Lag a = konstanta

X1 = financial distress X2 = Leverage

X3 = Profitabilitas X4 = Likuditas e = standar error

4. Uji Hipotesis

Untuk mengetahui uji hipotesis, dilakukan melalui tiga pengujian yaitum uji statistik j, uji statistik F, dan uji determinasi.

a. Uji Statistik t

Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2013 : 98). Untuk menguji hasil statistik t, harus membandingkan antara t hitung dengan tabel. Apabila nilai t hitung > dari pada tabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel dependen dengan variabel independen, atau bisa juga dengan signifikasi dibawah 0,05 maka dapat disimpulkan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel

(51)

34 dependen.

b. Uji statistik F

Uji statistik F bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel independen yang digunakan dlam model regresi secara simultan terhadap variabel dependen. Adapun tingkat signifikan uji statistik F, harus lebih kecil atau kurang dari 0,05.

c. Uji Koefisien Determinasi (Uji R2)

Dalam uji R2, menunjukkan seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Himawan & Venda, 2020). Nilai koefisien determinasi yaitu antara nol dan satu. Hasil dari nilai R2 yang amat kecil dapat menjelaskan bahwa variabel-variabel independen yang ada dalam menjelaskan variasi variabel dependen amatlah terbatas.

Sedangkan nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel- variabel independen memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependennya (Ghozali. 2013:95).

(52)

35

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Bursa Efek Indonesia

Secara historis, pasar modal sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.

Pasar modal atau bursa efek sudah ada di Batavia sejak zaman penjajahan Belanda sejak tahun 1912. Pasar modal pada waktu itu didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk mendukung pemerintah kolonial atau VOC (Vereeningde Oostindische Compagnie).

Pasar modal telah ada sejak tahun 1912, namun perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa tahap kesenjangan pasar modal sehingga mengalami kevakuman. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain Perang Dunia I dan Perang Dunia II, penyerahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada Pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang membuat bursa efek tidak dapat berfungsi dengan baik. Bursa Efek Indonesia sempat dijalankan pada tahun 1925 – 1942, namun karena adanya isu politik Perang Dunia II, Bursa Efek di Semarang dan Surabaya harus ditutup kembali di awal tahun 1939 dan dilanjutkan dengan penutupan Bursa Efek di Jakarta pada tahun 1942 – 1952.

Pemerintah Republik Indonesia membuka kembali pasar modal pada tahun 1977 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 10 Agustus 1977. Bursa Efek I dioperasikan dengan dukungan BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal) untuk merevitalisasi pasar modal. Beberapa tahun kemudian, pasar modal tumbuh seiring dengan berbagai insentif dan regulasi pemerintah, dan

Referensi

Dokumen terkait

Mahasiswa menyimak contoh-contoh kalimat/ ungkapan dari dosen, memahaminya, menemukan sendiri makna kalimat/ ungkapan dan struktur yang baru dipelajari, bertanya jawab,

Pendugaan tidak langsung pada area kecil menggunakan metode empirical Bayes dengan pendekatan jackknife memiliki presisi yang baik dalam menduga pengeluaran per kapita

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 011/P/2018 tentang Pengangkatan Anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan

Segenap Dosen Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang tidak dapat punulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas saran, kritik dan ilmu yang

Hal ini dapat dilihat bahwa mean total frekuensi mual sebelum pemberian aromaterapi pappermint adalah didapatkan frekuensi mual 4,53 dan sesudah pemberian aromaterapi pappermint

Pada kata „kucurannya‟ sebagai ranah target merujuk pada cinta Ridho kepada Allah, sedangkan „samudara‟ sebagai ranah sumber yang dipikirkan bahwa cinta sebagai air

Hasil analisis intervensi fungsi step pada data nilai kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika periode 1 Agustus 2015 – 31 Desember 2015 diperoleh model ARIMA

diadakan test ( ulangan ) dalam waktu yang singkat.Ulangan perminggu atau sekali dua ming gu lebih meranzsTng mahasisp1.9 untuk belajar de ngan giat dan tentu harus diberi