• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PERILAKU WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KLINIK PRATAMA RBG RZ, MEDAN TAHUN 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI PERILAKU WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KLINIK PRATAMA RBG RZ, MEDAN TAHUN 2016"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

1

SKRIPSI

PERILAKU WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KLINIK PRATAMA RBG RZ,

MEDAN TAHUN 2016

Oleh:

DHIRAJ A/L AZHILA NANDAN NIM. 120100440

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2016

(2)

SKRIPSI

PERILAKU WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KLINIK PRATAMA RBG RZ,

MEDAN TAHUN 2016

Hasil Skripsi Ini Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Kelulusan Sarjana Kedokteran

Oleh:

DHIRAJ A/L AZHILA NANDAN NIM. 120100440

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2016

(3)

i 3

(4)

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa isi skripsi ini asli ide peneliti,bukan merupakan jiplakan dari peneliti lain sebelumnya dan juga bukan dari karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan penulis tidak terdapat pendapat dari orang lain kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Medan, 27 Januari 2017

Dhiraj a/l Azhila Nandan Nim: 120100440

(5)

5

ABSTRAK

Angka kejadian kanker didunia memasuki masa kritis, dimana setiap tahun angka kejadian kanker semakin meningkat. Beberapa faktor yang disinyalir berhubungan dengan kejadian kanker payudara antara lain tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap pemeriksaan payudara sendiri oleh wanita usia subur.

Hal tersebut sebagaimana terjadi pada umumnya wanita usia subur di Klinik Pratama RBG RZ.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku deteksi dini kanker payudara Klinik Pratama RBG RZ, Medan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 43 wanita usia subur di wilayah kerja Klinik Pratama RBG RZ , Medan. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif melalui tabel distribusi frekuensi.

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden terhadap deteksi dini kanker payudara kurang yaitu sebesar 16 responden (37.2%), sikap responden terhadap deteksi dini kanker payudara adalah cukup yaitu sebesar 22 responden (51.2%), dan tindakan responden terhadap deteksi dini adalah kurang yaitu sebesar 28 responden (65.1%).

Saran yang dapat diberi bagi wanita usia subur adalah hendaknya meluangkan waktunya untuk melakukan deteksi dini kanker payudara. Bagi Institusi Pendidikan Keperawatan Institusi adalah kemampuan untuk melakukan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat

Kata kunci: Pengetahuan, perilaku, deteksi dini kanker payudara, wanita usia subur.

iii

(6)

ABSTRACT

Cancer incidence rates in the world entered a critical period, where every year the incidence of cancer was increasing. Several factors are allegedly associated with the incidence of breast cancer among others, the level of knowledge, attitude and behaviour of the examination by women. As it happens to most women in the region Pratama RBG RZ Clinic.

The purpose of this study was to determine the behavior of early detection of breast cancer at Pratama RBG RZ Clinic, Medan. This research was descriptive with cross sectional approach. The study sample was 43 women of childbearing age in Pratama RBG RZ Clinic, Medan. The data collection using questionnaires. The data processing techniques using Chi Square technique.

Based on the research results, it was concluded: Knowledge of mothers on the early detection of breast cancer is less in the amount of 16 respondents (37.2%), attitudes toward early detection of breast cancer is sufficient at 22 respondents (51.2%), where else, the action on early detection is less in women of childbearing age which totaled about 28 respondents (65.1%).

Advice that can be given to women of childbearing age are take the time to make early detection of breast cancer .The Nursing Education Institution should make the ability to conduct socialization or counselling to the community.

Keywords: Knowledge, behavior, early detection of breast cancer, women of childbearing age.

(7)

7

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan sebagai sarjana kedokteran program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Karya tulis ilmiah ini berjudul “Perilaku Wanita Usia Subur Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Di Klinik Pratama RBG RZ, Medan Tahun 2016”.

Dalam penyelesaian penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan ucapan rasa terima kasih kepada :

1. dr. Isti Ilmiati Fujiati, MSc, CM-FM, MPd.Ked dan dr. T. Ibnu Alferally, M.Ked(PA), SpPA, selaku Dosen Pembimbing penulisan skripsi saya yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan dan masukan kepada penulis, sehingga karya tulis ilmiah ini dapat diselesaikan dengan baik dan sempurna.

2. dr. Tetty Aman Nst, M.Med.SC, selaku Ketua Penguji yang telah memberikan komentar yang bermanfaat, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan lengkap.

3. Kedua orang tua saya, Azhila Nandan dan Banumathi, yang telah membesarkan dengan penuh pengorbanan, serta selalu memberi doa, semangat, dan dukungan moril.

4. dr. Fitria Ramadhani S.Pane dan seluruh ahli dari Klinik Pratama RBG RZ yang telah memberikan izin, kerjasama, dan bantuan dalam penelitian ini.

5. Kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan dalam dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini.

Kepada semua pihak tersebut, penulis ucapkan terima kasih. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membalas semua kebaikan yang selama ini diberikan kepada penulis dan melimpahkan rahmat-Nya.

v

(8)

Penulis menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini. Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat berguna bagi kita semua.

Medan, 27 Januari 2017

Dhiraj a/l Azhila Nandan 120100440

(9)

9

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN ... i

LEMBAR PERNYATAAN ... ii

ABSTRAK ... iii

ABSTRACT ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.3.1 Tujuan Umum ... 5

1.3.2 Tujuan Khusus ... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 7

2.1 Pengetahuan ... 7

2.1.1. Pengertian Pengetahuan ... 7

2.1.2. Tingkat Pengetahuan Dalam Dominan Kognitif .. 7

2.1.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pengetahuan ... 8

2.1.4. Cara Mengukur Pengetahuan ... 9

2.2 Kanker Payudara ... 10

2.2.1. Pengertian Kanker Payudara... 10

2.2.2. Etiologi ... 10

2.2.3. Tanda dan Gejala ... 11

2.2.4. Stadium Kanker Payudara ... 12

2.2.5. Diagnosa Kanker Payudara... 12

2.2.6. Pengobatan Kanker Payudara ... 12

2.2.7. Pencegahan Kanker Payudara ... 13

2.3 Deteksi Dini Kanker Payudara ... 13

2.3.1. Pengertian Deteksi dini kanker payudara ... 13

2.3.2. Tujuan Deteksi Dini Kanker Payudara ... 14

2.3.3. Klasifikasi Deteksi Dini Kanker Payudara ... 14

2.3.4. Manfaat Sadari ... 15

2.4 Wanita Usia Subur ... 16

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 17 3.1 Kerangka Konsep Penelitian ... 17 vii

(10)

3.2 Defenisi Operasional ... 17

3.2.1. Pengetahuan ... 17

3.2.2. Sikap ... 17

3.2.3. Tindakan ... 18

3.3 Skala Pengukuran ... 18

BAB 4 METODE PENELITIAN ... 20

4.1 Jenis Penelitian ... 20

4.2 Waktu dan Tempat Penelitian ... 20

4.2.1. Waktu Penelitian ... 20

4.2.2. Lokasi Penelitian ... 20

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian... 20

4.3.1 Populasi ... 20

4.3.2 Sampel ... 20

4.3.3 Jumlah Sampel ... 21

4.3.4 Cara Sampling ... 21

4.4 Teknik Pengumpulan Data ... 21

4.4.1 Instrument Penelitian ... 21

4.5 Teknik Pengolahan dan Analisa Data ... 21

4.5.1 Pengolahan data ... 21

4.5.2. Analisa Data ... 22

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 23

5.1 Hasil Penelitian ... 23

5.1.1 Deskripsi lokasi penelitian ... 23

5.1.2 Deskripsi Karakteristik Responden ... 23

5.1.3 Distribusi Jawaban Responden ... 25

5.1.3.1 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Tingkat Pengetahuan ... 25

5.1.3.2 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Sikap ... 27

5.1.3.3 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Tindakan ... 28

5.1.4 Perilaku WUS tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik RBG RZ Medan ... 30

5.2 Tabulasi Silang ... 30

5.2.1 Tabulasi Silang Pengetahuan Responden berdasarkan Karakteristik ... 30

5.2.2 Tabulasi Silang Sikap Responden berdasarkan Karakteristik ... 32

5.2.3 Tabulasi Silang Tindakan Responden berdasarkan Karakteristik ... 34

5.3 Perilaku WUS terhadap Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik RBG RZ Medan ... 36

5.4 Pembahasan ... 37

5.4.1 Karakteristik Responden ... 37

(11)

11

5.4.1.1 Umur ... 37

5.4.1.2 Tingkat Pendidikan ... 38

5.4.1.3 Status Perkawinan ... 38

5.4.1.4 Riwayat Keluarga Menderita Kanker Payudara ... 39

5.4.1.5 Riwayat Responden Menderita Kanker Payudara ... 39

5.4.1.6 Waktu melakukan SADARI ... 40

5.4.2 Distribusi Frekuensi antara Karakteristik Responden terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Tindakan ... 40

5.4.2.1 Perilaku WUS tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik Pratama RBG RZ Medan berdasarkan Tingkat Pengetahuan ... 40

5.4.2.2 Perilaku Wanita Usia Subur tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik Pratama RBG RZ berdasarkan Sikap ... 42

5.4.2.3 Perilaku Wanita Usia Subur tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik Pratama RBG RZ berdasarkan Tindakan 43 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN ... 47

6.1 Kesimpulan ... 47

6.2 Saran……… 47

DAFTAR PUSTAKA ... 49

(12)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

5.1 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Umur ... 23

5.2 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan ... 24

5.3 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan ... 24

5.4 Distribusi Karakteristik responden Berdasarkan Riwayat Penyakit dalam Keluarga ... 24

5.5 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Riwayat Menderita Kanker Payudara ... 25

5.6 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Tindakan Waktu Melakukan SADARI ... 25

5.7 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Pengetahuan ... 26

5.8 Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden Klinik Pratama RBG RZ Medan ... 26

5.9 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Sikap ... 27

5.10 Distribusi Sikap Responden Klinik Pratama RBG RZ Medan ... 28

5.11 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Tindakan ... 29

5.12 Distribusi Tindakan Responden Klinik Pratama RBG RZ Medan ... 30

5.13. Perilaku WUS tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik RBG RZ Medan ... 30

5.14 Tabulasi Silang Pengetahuan Responden berdasarkan Karakteristik ... 31

5.15 Tabulasi Silang Sikap Responden berdasarkan Karakteristik ... 33

5.16 Tabulasi Silang Tindakan Responden berdasarkan Karakteristik . 35 5.17 Tabulasi Silang Perilaku WUS terhadap Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik RBG RZ Medan ... 36

(13)

13

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman Gambar 1 Kerangka Konsep Penelitian………..…… 17

x

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Daftar Riwayat Hidup

2. Persetujuan Komisi Etik tentang Persetujuan Pelaksanaan Penelitian Kesehatan

3. Surat Izin Proposal 4. Leaflet SADARI 5. Surat Izin Penelitian

6. Surat Balasan Izin Penelitian

7. Penjelasan kepada Calon Responden 8. Informed Consent

9.

Kuesioner penelitian

10. Master Tabel 11. Hasil Analisis Data

(15)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Kanker payudara merupakan keganasan terbanyak kedua pada wanita setelah kanker mulut rahim. Tingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan penderita kanker payudara datang ke pelayanan kesehatan dalam stadium inoperabel atau stadium lanjut dan sukar disembuhkan, padahal pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya gejala kanker secara dini dapat dilakukan oleh diri sendiri sehingga dapat dilakukan sewaktu-waktu dan tanpa biaya.1

Kanker payudara merupakan kanker yang sering dialami perempuan saat kehamilan berlangsung dan setelah melahirkan, yakni sekitar 1 dari 3,000 kehamilan. Sekitar 3 persen dari seluruh kasus kanker payudara didapatkan pada saat kehamilan. Rata-rata usia pasien yang didiagnosis kanker payudara karena kehamilan adalah sekitar 32-38 tahun. Seiring perkembangan zaman, makin banyak perempuan yang memutuskan untuk menunda mempunyai anak.2

Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia perempuan, maka bisa terjadi peningkatan kasus di masa yang akan datang. Kanker payudara umumnya terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun yang sudah mengalami menopause. Sekitar 80 persen kasus kanker payudara terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun. Berdasarkan info dari Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2012, estimasi kanker payudara adalah kanker dengan presentase kasus baru tertinggi (43,3%) dan presentase kematian tertinggi (12,9%) pada perempuan di dunia.3

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi kanker payudara di Indonesia mencapai 1,4 per 1000 pendduk atau sekitar 330,000 orang..Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rumah Sakit tahun 2010, kanker payudara adalah jenis kanker tertinggi pada pasien rawat jalan maupun rawat inap mencapai 12,014 orang (28,7%).4

(16)

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang sering ditemui dikalangan wanita sedunia, meliputi 16% daripada semua jenis kanker yang diderita oleh kaum wanita dan sebanyak 519,000 wanita dilaporkan mengalami kematian akibatnya pada tahun 2004.5

Setiap tahun, lebih dari 1,15 juta kasus kanker payudara baru terdiagnosa dikalangan wanita dan antaranya 0,41 juta wanita akan meninggal akibat kanker ini. Lebih dari 50% insiden kanker payudara adalah di negara maju diantaranya Eropa dan Amerika Utara dan insiden yang terendah adalah di Africa dan Asia.

Namun begitu yang perlu dikuwatirkan adalah terjadinya peningkatan insidens pada negara yang dilaporkan sebelumnya dengan resiko yang rendah.6

Berdasarkan data American Cancer Society pada tahun 2013 di Amerika Serikat terdapat sebanyak 232,340 kasus baru kanker payudara invasif dan 39,620 kematian akibat kanker payudara (American Cancer Society, 2013).7 Survei yang dilakukan sekolah kedokteran Dunedin, Selandia Baru menyebutkan bahwa skrining yang dilakukan pada wanita usia 50-69 tahun terbukti mengurangi angka kematian akibat kanker payudara sebanyak 6-8 persen atau 20-34 pasien. Skrining yang dilakukan pada usia lebih muda (mulai 45 tahun) diperkirakan mencegah 1-7 kematian pasien.8

Kanker payudara menduduki tempat nomor dua dari insiden semua tipe kanker di Indonesia. Kanker serviks yang terbanyak, kanker payudara yang nomor 2 dan kanker nasofarinks nomor 3.9 Umur penderita kanker payudara yang termuda adalah 20–29 tahun, yang tertua adalah 80–89 tahun, dan terbanyak 40–

49 tahun.10

Penyakit kanker di negara berkembang diperkirakan akan terjadi peningkatan 99% pada tahun 2010. Sedangkan di negara maju, peningkatan jumlah penderita diperkirakan hanya 38%. Di dunia, diperkirakan 7,6 juta orang meninggal akibat kanker pada tahun 2005 dan 48 juta orang akan meninggal hingga 10 tahun ke depan. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 6 di Indonesia. Penderita kanker baru diperkirakan sekitar 100 orang untuk setiap 100,000 penduduk per tahunnya.

(17)

3

Di Asia, insidens berdasarkan Age Standardized Ratio (ASR) masih rendah di kebanyakkan negara walaupun angka mencakupi lebih dari 50 per 100 000 penduduk (world standardized rate) di Manila, Philippines dan South Karachi, Pakistan. 11 Menurut Park (2008), salah satu perkara yang harus diberi perhatian adalah dimana penderita kanker payudara di negara-negara Asia relatif lebih muda.12

Di Indonesia kurva angka kejadian meningkat pada usia di atas 30 tahun dan yang paling tinggi pada kelompok usia 45-66 tahun. Berdasarkan data dari SIRS (Sistem Informasi Rumah Sakit) di Indonesia pada tahun 2007, kejadian kanker payudara sebesar 8,227 kasus (16,85%). Survei yang dilakukan Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta tahun 2005 menunjukkan 80% masyarakat tidak mengerti pentingnya pemeriksaan dini payudara, 11,5% paham dan 8,5% tidak tahun.13

Berdasarkan data Subdit Kanker Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM) Kemenkes RI, jumlah perempuan seluruh Indonesia umur 30-50 tahun adalah 36.761.000. Sejak tahun 2007-2013 deteksi dini yang telah dilakukan oleh perempuan sebanyak 644.951 orang (1,75%) dengan penemuan suspek benjolan (tumor) payudara 1.682 orang (2,6 per 1000 penduduk).

Terjadinya metastatis karsinoma belum dapat ditentukan secara pasti, namun para ahli membuktikan bahwa ukuran tumor berkaitan dengan kejadian metastatis yaitu semakin kecil tumor maka semakin kecil juga kejadian metastatisnya. Apabila penyakit kanker payudara dapat dideteksi secara dini, maka proses pengobatan lebih mudah dan murah serta peluang sembuh lebih besar dibandingkan kanker payudara yang ditemukan pada stadium lanjut. 14

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nanik Widiawati (2009) yang berjudul “Hubungan Tingkat Pendidikan Formal dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Tentang Kanker Payudara Di Dukuh Ngambak Lipuro Bekonang Sukoharjo” dengan jumlah responden sebanyak 61 orang didapatkan hasil bahwa wanita dengan pendidikan formalnya tinggi, tingkat pengetahuan baik (19,7%), cukup (4,9%), dan kurang (0). Untuk wanita dengan pendidikan formalnya menengah, tingkat pengetahuan baik (36,1%), cukup (8,2%), dan kurang (0).

(18)

Sedangkan wanita dengan pendidikan formalnya dasar, tingkat pengetahuan baik (14,8%), cukup (11,5%), dan kurang (4,9%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi tingkat pendidikan formal semakin tinggi tingkat pengetahuannya tetapi tingkat keeratan hubungan bersifat lemah.15

Berdasarkan hasil penelitian Geethamalar, Fakultas Kedokteran USU Medan tahun 2010 terbukti bahwa prevalensi kanker payudara pada wanita berdasarkan usia dan jenis histopatologi, dilakukan penelitian di RSUP H.Adam Malik Medan. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif, setiap pasien yang didiagnosis kanker payudara pada tahun 2009 dianalisa data sekunder berupa umur, tipe histopatologi, lokasi kanker serta stadium. Seramai 146 orang pasien kanker payudara dengan usia rata-rata 47,9 tahun, mulai 24-80 tahun telah dianalisa. Prevalensi kelompok usia tertinggi mendapat kanker payudara adalah

<50 tahun sebesar 61,6%. Tipe histopatologi yang sering ditemui adalah invasif ductal karsinoma yaitu 78,1% dan diikuti oleh invasif lobular karsinoma 13%.

Pasien cenderung mendapat karsinoma pada payudara kiri (50%) dibanding payudara kanan (45,5%). Stadium terbanyak adalah stadium IV sebesar 39,7%

dan stadium IIIB 34,2%.16

Estimasi pasien di Klinik Pratama RBG RZ di Jl. Setia Budi Medan cuma untuk satu hari di bulan November 2016 adalah sekitar 44 orang. Dari info tersebut didapati 13 orang adalah lelaki dan 31 orang merupakan perempuan yang dibagi kepada dua kategori yaitu wanita usia subur dan wanita usia tidak subur.

Berhubungan dengan data ini, wanita berusia subur adalah diestimasi 20 orang per hari dan wanita tidak subur adalah 11 orang per hari. Selain itu, Klinik Pratama RBG RZ merupakan klinik bersalin dan karena itu terdapat lebih banyak perempuan jika dibandingkan dengan lelaki.

Justru itu, peneliti berasa klinik tersebut adalah ideal untuk melakukan penelitian berjudul “Perilaku Wanita Usia Subur Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik Pratama RBG RZ, Medan Tahun 2016” supaya terlihat pemahaman wanita mengenai kanker payudara. Saya juga memilih penelitian ini untuk melihat tahap kesadaran wanita terhadap perilaku deteksi dini kanker payudara.

(19)

5

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimanakah perilaku deteksi dini wanita usia subur terhadap kanker payudara di Klinik Pratama Rumah Bersalin Gratis (Rumah Zakat), Medan tahun 2016?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran tentang Perilaku Wanita Usia Subur tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik Pratama RBG RZ di Jl. Setia Budi Medan tahun 2016.

1.3.2 Tujuan Khusus

a. Untuk mendeteksi karakteristik wanita usia subur di Klinik Pratama RBG RZ berdasarkan usia dan pendidikan.

b. Untuk mengidentifikasi pengetahuan wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker payudara dalam melakukan deteksi dini.

c. Untuk mengidentifikasi sikap wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker payudara dalam melakukan deteksi dini.

d. Untuk mengidentifikasi tindakan wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker payudara dalam melakukan deteksi dini.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Teoritis

Menambah pengetahuan yang berhubungan dengan masalah kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara.

1.4.2 Aplikatif

a. Bagi tenaga kesehatan

Menambah wawasan tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara

(20)

b. Bagi institusi kesehatan

Menambah wawasan dan pengetahuan tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara sehingga mutu dalam bidang pendidikan meningkat.

c. Bagi masyarakat

Membantu memberikan informasi kepada masyarakat luas khususnya wanita usia subur tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara

(21)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan

2.1.1 Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil tahu seseorang dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek yang tertentu. Penginderaan manusia terjadi melalui indera yang dimilikinya seperti: indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera perasa, dan indera peraba. Pada saat penginderaan menghasilkan pengetahuan yang banyak diperoleh intensitas perhatian dan penerimaan sesuatu terhadap objek. Pengetahuan seseorang terhadap sesuatu dapat berbeda dan berkembang sesuai kemampuan, kebutuhan, pengalaman, dan banyaknya informasi yang ada dilingkungannya.17

2.1.2 Tingkat Pengetahuan Dalam Domain Kognitif

Pengetahuan yang mencakup di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yakni :

a. Tahu

Tahu diartikan hanya sebagai memanggil memori yang telah ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu atau mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Yang termasuk di dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima.

b. Memahami

Memahami diartikan sebagai objek yang bukan hanya tahu terhadap objek tersebut, tidak hanya dapat menyebutkan, tetapi orang tersebut harus dapat memberikan pendapat secara benar tentang objekyang diketahui tersebut.

c. Aplikasi

Aplikasi diartikan jika orang yang telah memahami objek yang dimaksud dapat menggunakan prinsip yang diketahui tersebut pada situasi yang lain.

(22)

d. Analisis

Analisis adalah kemampuan seseorang untuk menjabarkan atau memisahkan, kemudian mencari hubungan antara bagian keseluruhan yang terdapat dalam suatu masalah atau objek yang diketahui.Petunjuk bahwa pengetahuan seseorang itu sudah sampai pada tingkat analisis adalah jika individu tersebut telah dapat membedakan atau memisahkan, dan mengkelompokkan pengetahuan atas objek tersebut.

e. Sintesis

Sintesis menunjuk suatu kemampuan seseorang untuk merangkum atau meletakkan dalam satu hubungan yang sesuai dengan logika dari unsur-unsur pengetahuan yang dimiliki. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun perumusan baru dari perumusan yang telah ada.

f. Evaluasi

Evaluasi berkaitan dengan kemampuan individu untuk melakukan putusan atau penilaian terhadap suatu objek tertentu.Penilaian ini dengan sendirinya didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri yang berlaku di masyarakat.

2.1.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan

Menurut Evin (2009) dalam Notoatmodjo (2011) faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan yaitu :17

a. Umur

Usia mempengaruhi terhadap pemahaman dan pola pikir seseorang. Semakin cukup umur seseorang, tingkat kematangan dan keteguhan seseorang yang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat, seseorang yang lebih dewasa akan lebih dipercaya daripada yang masih dibawah kedewasaannya. Hal ini sebagai sesuatu yang merupakan akhir dari pengalaman dan kematangan jiwa.

b. Pendidikan

Pendidikan adalah suatu upaya untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam atau diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup.

(23)

9

Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin mudah menentukan dan menerima informasi. Semakin banyak informasi yang diketahui, semakin banyak juga pengetahuan yang didapat tentang kesehatan. Sebaliknya, pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan.

c. Pengalaman

Pengalaman sebagai sumber pengetahuan yang merupakan cara dalam memperoleh kebenaran dari pengetahuan dengan mengulang kembali pengetahuan yang didapat dari pemecahan masalah yang dihadapi pada masa lalu.

2.1.4 Cara Mengukur Pengetahuan

Pengukuran pengetahuan yang dikemukakan oleh Bloom Skinner dalam Evin (2009) dalam Notoatmodjo (2011) yaitu dengan cara orang yang bersangkutan mengungkapkan kata-kata yang diketahuinya dalam bentuk bukti jawaban baik lisan maupun tulisan.17

Pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :

a. Pertanyaan Subjektif berupa jenis pertanyaan esai

Hal ini karena penilaian untuk pertanyaan ini melibatkan suatu hal yang subjektif dari penilaian, sehingga nilainya akan beda dari seorang penilai dibandingkan dengan penilai yang lain dari suatu waktu ke waktu yang lain.

b. Pertanyaan objektif berupa pertanyaan pilihan berganda dan benar salah Hal ini karena pertanyaan-pertanyaan itu dapat dinilai secara pasti penilaiannya tanpa melibatkan faktor subjektivitas dari penilai.

Dari kedua pertanyaan tersebut, penilaian objektif khususnya dengan pilihan berganda lebih diminati untuk dijadikan sebagai alat ukur pengetahuan karena lebih mudah dipahami dengan pengetahuan yang akan diukur dan lebih cepat dinilai.

Pengukuran terhadap pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitian atau responden dimana kedalaman pengetahuan yang ingin diketahui

(24)

dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Menurut Arikunto (2006) menjelaskan tentang hasil pengukuran yang diperoleh dari pertanyaan obyektif (pilihan ganda) sebagai berikut: 18

a. Baik, jika prosentase jawaban : >75%

b. Cukup, jika prosentase jawaban : 60%-75%

c. Kurang, jika prosentase jawaban : <60%

2.2 Kanker Payudara

2.2.1 Pengertian Kanker Payudara

Payudara merupakan modifikasi kelenjar keringat yang berkembang menjadi susunan yang kompleks pada wanita dan rudimenter (tidak berkembang) pada pria, dan kelenjar ini khas untuk golongan mammalia. Pada wanita, pertumbuhan payudara terus berlanjut sampai dewasa, sedangkan pada pria, pertumbuhan payudara berhenti pada waktu lahir. Pertumbuhan dan perkembangan payudara dipengaruhi oleh hormon ovarium dan hormon hipofisis.19

Kanker payudara (Carcinoma mammae) adalah kanker yang terjadi pada payudara karena adanya pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel kelenjar dan salurannya.20

Kanker payudara merupakan suatu kondisi sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Kanker payudara merupakan pertumbuhan dan perkembangan sel yang abnormal yang terjadi pada jaringan payudara.21

2.2.2 Etiologi

Penyebab Kanker Payudara tidak diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor risiko yang diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara. Mansjoer (2000)22 menyebutkan beberapa faktor risiko terjadinya Kanker Payudara, antara lain:

(25)

11

a. Umur >30 tahun

b. Melahirkan anak pertama pada usia >35 tahun c. Tidak menikah dan nullipara

d. Usia menarche <12 tahun e. Usia menopause >55 tahun

f. Pernah mengalami infeksi, atau operasi timor jinak payudara g. Terapi hormonal lama

h. Mempunyai Kanker Payudara kontralateral i. Pernah mengalami radiasi di daerah dada

j. Ada riwayat keluarga dengan kanker payudara pada ibu atau saudara yang lain k. Kontrasepsi oral pada pasien tumor payudara jinak

2.2.3 Tanda dan Gejala

Menurut Sjamsuhidajat (2004)23 yang termasuk tanda dan gejala Kanker Payudara yaitu:

a. Nyeri pada payudara

Nyeri adalah fisiologis kalau timbul sebelum atau sewaktu haid dan dirasakan oleh kedua payudara. Kanker Payudara dalam taraf permulaan tidak menimbulkan rasa nyeri. Nyeri baru terasa kalau infiltrasi ke sekitar sudah mulai.

b. Adanya benjolan/massa di Kelenjar Payudara

Pembesaran pada kelenjar payudara yang terjadi pada pada waktu sebelum atau pada waktu haid saja merupakan keadaan yang fisiologis.

c. Gejala retraction merupakan panarikan ke dalam oleh putting payudara.

d. Nipple discharge. Yang disebut sebagai Nipple discharge ialah cairan yang dikeluarkan putting payudara secara spontan dan memberikan bekas di kutang.

Cairan yang keluar berupa darah.

e. Timbulnya kelainan kulit Kelainan kulit berupa kemerahan pada suatu tempat di payudara, edema kulit, peau d’orange (gambaran seperti kulit jeruk).

f. Pembesaran kelenjar getah bening atau tanda metastasis jauh.

(26)

2.2.4 Stadium Kanker Payudara

Mansjoer (2000)22, stadium kanker payudara yaitu:

a. Stadium I Tumor terbatas pada payudara dengan ukuran <2 cm, tidak terfiksasi pada kulit, tanpa dugaan metastasis aksila.

b. Stadium II Tumor dengan diameter >5 cm dengan metastasis aksila atau tumor dengan diameter 2-5 cm dengan/tanpa metastasis aksila.

c. Stadium IIIa Tumor dengan diameter >5 cm tapi masih bebas dari jaringan sekitarnya dengan/tanpa metastasis aksila yang masih bebas satu sama lain;

atau tumor dengan metastasis aksila yang melekat.

d. Stadium IIIb Tumor dengan metastasis infra atau supraklavikula atau tumor yang telah mengilfiltrasi kulit atau dinding thoraks.

e. Stadium IV Tumor yang telah mengadakan metastasis jauh, misalnya ke tulang punggung, paru-paru, hati, dan panggul.

2.2.5 Diagnosa Kanker Payudara

Diagnosis pasti hanya ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologis yang dilakukan dengan:

a. Biopsi eksisi, dengan mengangkat seluruh jaringan tumor beserta sedikit jaringan sehat disekitarnya bila tumor <5 cm.

b. Biopsi insisi, dengan mengangkat sebagian jaringan tumor dan sedikit jaringan sehat. Dilakukan untuk tumor-tumor yang inoperabel atau >5 cm.22

Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Pemeriksaan penunjang juga harus dilakukan untuk menegakkan diagnosis, antara lain: mammografi, ultrasonografi, dan biopsi 2.2.6 Pengobatan Kanker Payudara

Menurut Sjamsuhidajat (2004) 23, pengobatan kanker payudara terdiri dari:

a. Pembedahan Bedah kuratif yang mungkin dilakukan ialah mastektomi radikal dan bedah konservatif merupakan eksisi tumor luas. Terapi kuratif dilakukan jika tumor terbatas pada payudara dan tidak ada infiltrasi ke dinding dada dan kulit mamma atau infiltrasi dari kelenjar limfe ke struktur sekitarnya.

b. Radioterapi Radioterapi untuk kanker payudara biasanya digunakan sebagai terapi kuratif dengan mempertahankan mamma, dan sebagai terapi tambahan.

(27)

13

c. Kemoterapi Merupakan terapi sistemik yang digunakan bila ada penyebaran sisitemik dan sebagai terapi ajuvan. Kemoterapi ajuvan diberikan kepada pasien yang pada pemeriksaan histopatologik pascabedah mastektomi ditemukan metastasis di sebuah atau beberapa kelenjar.

d. Terapi hormonal Diberikan bila penyakit menjadi sistemik akibat metastasis jauh. Biasanya diberikan secara paliatif sebelum kemoterapi karena efek terapinya lebih lama dan efek sampingnya kurang

2.2.7 Pencegahan Kanker Payudara

Kanker payudara dapat dicegah dengan beberapa cara. Menurut Shadine (2009)12, kanker payudara dapat dicegah dengan cara :

a. Kesadaran akan payudara itu sendiri, b. Berikan ASI pada bayi,

c. Jika dalam pemeriksaan payudara sendiri ditemukan gumpalan, segera periksa kedokter,

d. Hindari mengkonsumsi alkohol, e. Memperhatikan berat badan, f. Lakukan olahraga secara teratur, g. Mengurangi makanan berlemak,

h. Lakukan screening pada payudara secara teratur setelah berumur 50 tahun, i. Mengatasi stres dengan baik,

j. Konsumsi buah dan sayur.

2.3 Deteksi Dini Kanker Payudara

2.3.1 Pengertian Deteksi dini kanker payudara

Deteksi dini kanker payudara merupakan upaya untuk mengetahui secara dini kelainan-kelainan pada payudara. Kanker payudara dapat ditemukan secara dini dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan pemeriksaan klinik.24

Deteksi Dini merupakan kegiatan atau kebiasaan pemeriksaan (perabaan) sendiri untuk menemukan timbulnya benjolan abnormal pada payudara.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesaat sehabis menstruasi. Sebelum menstruasi payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan.25

(28)

SADARI adalah upaya yang dilakukan guna mendeteksi dini terjadinya kanker payudara melalui berbagai tahapan yang dilakukan oleh seorang wanita.

SADARI merupakan suatu hal penting untuk instruksi pada pasien tentang teknik yang benar untuk memeriksa payudara secara mandiri.26

2.3.2 Tujuan Deteksi Dini Kanker Payudara

Tujuan dilaksanakannya SADARI oleh wanita adalah untuk mendeteksi dini terjadinya kanker payudara yang berupa benjolan-benjolan di sekitar payudara. SADARI hanya mendeteksi dini terjadinya kanker payudara, tidak mencegah kanker payudara. Sebagian wanita berfikir untuk apa melakukan SADARI apalagi yang masih berusia dibawah 30 tahun, kebanyakan beranggapan bahwa kasus kanker payudara jarang ditemukan pada usia di bawah 30 tahun.

Dengan melakukan SADARI sejak dini akan membantu deteksi kanker payudara pada stadium dini sehingga kesempatan untuk sembuh lebih besar.25

Menurut Shadine (2009)12, tujuan deteksi dini kanker payudara adalah untuk mengetahui gejala-gejala yang dapat meningkatkan terjadinya kanker payudara.

2.3.3 Klasifikasi Deteksi Dini Kanker Payudara

Deteksi dini kanker payudara antara lain dikelompokkan kedalam:

a. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

SADARI adalah periksa payudara sendiri yang dilakukan secara rutin setiap bulan setelah menstruasi. Sedangkan menurut Manuaba (1999) SADARI adalah upaya untuk menetapkan adanya tumor atau tidak dalam payudara yang dilakukan dengan peradabaan. Waktu terbaik untuk memeriksa payudara sendiri yaitu setelah periode menstruasi atau pada hari ke 7-10 setelah hari pertama menstruasi. Jika periode menstruasi tidak teratur atau kadang-kadang dalam sebulan tidak terjadi, dapat dilakukan pada hari yang sama pada setiap bulan. Untuk wanita yang sudah mengalami menopause dilakukan secara rutin setiap bulan.26

Menurut Manuaba (2005)16 cara SADARI dapat dilakukan antara lain dengan :

(29)

15

1) Pemeriksaan fisik payudara dimulai dengan inspeksi yang berhubungan secara khusus dengan keadaan asimetris, adanya benjolan pada kulit dan perubahan pada kulit. Hal-hal yang harus dilakukan:

a) Tangan dinaikkan ke atas kepala, b) Tangan diletakkan pada pinggang,

c) Ketika masih berdiri atau duduk lakukan pemeriksaan pada kelenjar aksilla.

2) Palpasi pada payudara, ada dua posisi yaitu berdiri dan terlentang.

Palpasi teratur ke semua arah–melingkar, meliputi Palpasi kelenjar Limpa Aksilla. Cara-cara yang dilakukan:

a) Lakukan gerakan memutar dengan menggunakan telapak tangan akan sangat sensitif untuk menemukan ciri-ciri benjolan.

b) Lakukan penekanan pada semua kuadran payudara dan putting, ini dilakukan untuk meneliti cairan yang keluar dari putting susu.

SADARI yang dilakukan secara teratur merupakan suatu aspek skrining yang penting. Suatu yang bijaksana untuk mengambil waktu, tempat dan metode yang rutin secara teratur untuk melakukan SADARI.26

b. Mammografi

Mammografi adalah jenis sadari lainnya selain dari cara pemeriksaan dini kanker payudara sendiri (sadari). Dengan mammografi dapat ditemukan benjolan yang kecil sekalipun. Bila secara klinis dicurigai ada tumor dan pada mammografi tidak ditemukan apa–apa, pemeriksaan harus dilanjutkan dengan biopsi sebab karsinoma tidak tampak pada mammogram.

c. Ultrasonografi Ultrasonografi berguna terutama untuk menentukan adanya benjolan.

d. Biopsi Untuk menentukan apakah akan segera disiapkan pembedahan atau dengan pemeriksaan penunjang lain atau langsung akan dilakukan eksterpasi.

2.3.4 Manfaat Sadari

Manfaat SADARI antara lain sebagai berikut:

a. Memperbaiki dan meningkatkan peredaran darah b. Mengurangi gejala kram akibat menstruasi

(30)

c. Mengurangi rasa sakit saat anda menjalani pembedahan (apapun) d. Mengurangi ketidanyamanan selama kehamilan

e. Meningkatkan kekencangan kulit payudara dan sekitarnya f. Meningkatkan produksi ASI

g. Mempercepat proses pengosongan kantung ASI h. Mencegah sumbatan ASI di saluran dan kelenjar susu i. Mempercepat kesembuhan saat terjadi pembengkakan j. Relaksasi payudara dan area dada

k. Mengencangkan otot penggantung payudara (otot pektoralis) hingga payudara menjadi lebih kencang dan terangkat

l. Mengencangkan payudara dan meningkatkan keindahannya secara menyeluruh

m. Mendeteksi kanker payudara (karena ini menjadi metode SADARI)

n. Meningkatkan pengeluaran cairan limfe yang akan mencegah timbulnya kanker dan membuang toksin yang tidak bermanfaat dari dalam tubuh

o. SADARI-Periksa Payudara Sendiri, yang akan membantu deteksi dini adanya benjolan di payudara

p. Mengurangi munculnya guratan dan strechmark payudara.25

2.4 Wanita Usia Subur

Wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita yang berusia antara usia 15 tahun sampai dengan usia 49 tahun.8 Wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita yang keadaan organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun.

Pada wanita usia subur ini berlangsung lebih cepat dari pada pria. Puncak kesuburan ada pada rentang usia 20-29 tahun. Masalah kesuburan alat reproduksi merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Dimana dalam masa wanita subur ini, setiap wanita usia subur harus menjaga dan merawat personal hygiene (kebersihan diri) dengan cara pemeliharaan keadaan alat reproduksinya dengan rajin membersihkannya, oleh karena itu dianjurkan untuk merawat diri agar terhindar dari gangguan kesehatan 27

(31)

BAB 3

KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

3.1 Kerangka Konsep Penelitian

Variabel Independent Variabel Dependent

Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian

3.2 Definisi Operasional 3.2.1 Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil tahu seseorang dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek yang tertentu. Penginderaan manusia terjadi melalui indera yang dimilikinya seperti: indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera perasa, dan indera peraba. Pada saat penginderaan menghasilkan pengetahuan yang banyak diperoleh intensitas perhatian dan penerimaan sesuatu terhadap objek. Pengetahuan seseorang terhadap sesuatu dapat berbeda dan berkembang sesuai kemampuan, kebutuhan, pengalaman, dan banyaknya informasi yang ada dilingkungannya.17

3.2.2 Sikap

Tidak ada definisi sikap yang baku, definisi yang diberikan para ahli memliki perbedaan satu sama lain, namun esensisnya sama sahaja. Menurut Schiffman sikap didefinisikan sebagai predisposi yang dipelajari (learned

Pengetahuan

Sikap

Tindakan

SADARI

(32)

predisposition) untuk berrespon terhadap satu obyek dalam suasana menyenangkan atau tidak menyenangkan secara konsisten.28

3.2.3 Tindakan

Tindakan bermaksud sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh sesorang indvidu.

3.3 Skala Pengukuran 3.3.1 Umur

Umur adalah waktu hidup wanita usia subur penderita kanker payudara sejak lahir sampai ulang tahun terakhir sesuai dengan observasi.

a. Cara ukur : Wawancara b. Alat ukur : Kuesioner c. Skala pengukuran : Numerik d. Hasil ukur :

1) 20 tahun-25 tahun 2) 26 tahun-30 tahun 3) 31 tahun-35 tahun 4) 36 tahun-40 tahun 5) 41 tahun-45 tahun

3.3.2 Pendidikan

Pendidikan adalah jenis pendidikan formal yang terakhir yang diselesaikan oleh penderita kanker payudara

a. Cara ukur : Wawancara b. Alat ukur : Kuestioner c. Skala pengukuran : Nominal d. Hasil ukur :

1) Pendidikan dasar : SD, SMP 2) Pendidikan menengah : SMA 3) Pendidikan tinggi : D3, S1, S2

(33)

19

3.3.3 Status Perkawinan

Status perkawinan adalah jumlah melahirkan penderita kanker payudara sesuai dengan data observasi

a. Cara ukur : Mencatat data observasi b. Alat ukur : Data observasi

c. Skala pengukuran : Nominal

(34)

4.1 Jenis penelitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross- sectional, dimana penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan wanita usia subur tetang deteksi dini kanker payudara tahun 2016 di Klinik Pratama RBG RZ di Jalan Setia Budi, Medan. Pada penelitian ini, pengumpulan data dilakukan secara simultan atau dalam satu waktu tertentu. (point time approach).

4.2 Waktu dan Tempat Penelitian 4.2.1 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakukan selama Desember 2016 hingga bulan Januari 2017.

4.2.2 Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Klinik Pratama RBG RZ di Jl. Setia Budi, Medan.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan data dari hasil kuesioner yang diberikan kepada wanita usia subur di Klinik Pratama RBG RZ. Pertimbangan pemilihan lokasi adalah karena Klinik Pratama RBG RZ merupakan klinik rujukan penderita kanker payudara dari wilayah Provinsi Sumatera Utara .

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1 Populasi

Populasi dari penelitian ini adalah semua wanita usia subur yang berkunjung di Klinik Pratama RBG RZ selama 13 Desember 2016 hingga 14 Desember 2016.

4.3.2 Sampel

Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti sedangkan kriteria inklusi pada penelitian adalah :

(35)

21

a. Wanita yang berkunjung ke Klinik Pratama RBG RZ

b. Wanita yang dapat berkomunikasi, membaca dan menulis dengan benar c. Wanita yang bersedia menjadi responden

d. Wanita yang berusia dari 20 tahun hingga 49 tahun Kriteria Eklusi

a. Wanita nonkooperatif

b. Kuesioner yang tidak diisi lengkap oleh responden 4.3.3 Jumlah Sampel

Semua wanita usia subur yang berkunjung ke Klinik Pratama RBG RZ pada 13 Disember 2016 hingga 14 Disember 2016.

4.3.4 Cara Sampling

Teknik sampling penelitian ini adalah total sampling yaitu seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel.

4.4 Teknik Pengumpulan Data

Jenis data yang dikumpulkan dari penelitian ini berupa data primer karena data diambil secara langsung dari wanita usia subur pada Klinik Pratama RBG RZ selama Desember 2016 hingga Januari 2017 dengan menggunakan kuesioner.

4.4.1 Instrument Penelitian

Instrumen untuk penelitian ini ialah kuesioner (daftar pertanyaan), yang dibahagikan secara langsung oleh peneliti kepada mahasiswa. Kuesioner ini berdasarkan Perilaku Deteksi Dini kanker payudara pada Wanita Usia Subur di Klinik Pratama RBG RZ.

4.5 Teknik Pengolahan dan Analisa data 4.5.1 Pengolahan data

Langkah-langkah dalam menganalisa data dalam penelitian ini adalah:

1. Editing

Yakni memeriksa data awal yang telah ada. Bertujuan untuk mengurangi kesalahan atau kekurangan yang ada.

2. Koding

(36)

Yakni memberikan kode pada masing-masing variabel penelitian untuk memudahkan dalam analisis data.

3. Entry

Yakni memasukkan data dalam program komputer untuk dilakukan pengolahan data sesuai dengan variabel yang sudah ada.

4. Tabulasi

Yakni mengelompokkan data hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian kemudian menyusunnya ke dalam tabel unutuk mempermudah dalam pembacaan hasil penelitian.

4.5.2 Analisa Data

Analisis data yang akan digunakan dalam Penelitian ini adalah Analisa Univariat. Jenis analisis statistik yang akan digunakan adalah statistik deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil yang diperoleh akan dianalisis dengan cara perhitungan presentase.

(37)

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.5 Hasil Penelitian

5.5.1 Deskripsi lokasi penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Klinik Pratama Rumah Bersalin Gratis(Rumah Zakat) yang berlokasi di Jalan Setia Budi NO. 46, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

5.5.2 Deskripsi Karakteristik Responden

Penelitian ini dilakukan pada 43 orang responden wanita usia subur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner kepada semua wanita usia subur yang berkunjung ke Klinik Pratama RBG RZ Jalan Setia Budi, Medan. Karakteristik responden pada penelitian ini adalah umur, pendidikan, status perkawinan, riwayat keluarga menderita kanker payudara, riwayat responden menderita kanker payudara, dan waktu melaksanakan SADARI. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan data-data sebagai berikut:

Tabel 5.1 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Umur

No Umur Frekuensi (n) Persentase (%)

1 <20 1 2.3

2 20-25 15 34.9

3 26-30 13 30.2

4 31-35 11 25.6

5 36-40 1 2.3

6 >40 2 4.7

Total 43 100.0

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden paling banyak berumur antara 20-25 tahun sebesar 15 responden (34.9%), responden paling kurang berumur antara <20 dan 36-40 sebesar 1 responden (2,3%).

(38)

Tabel 5.2 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan Frekuensi (n) Persentase (%)

1 Dasar 13 30.2

2 Menegah 20 46.5

3 Tinggi 10 23.3

Total 43 100.0

Dari tabel diatas, dilihat bahwa responden paling banyak memiliki tingkat pendidikan menengah (SMA/SMK) sebesar 20 responden (46,5%) dan responden paling sedikit memiliki tingkat pendidikan tinggi (D1, D3, S1, S2) sebesar 10 responden (23.3%)

Tabel 5.3 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan

No Status Perkawinan Frekuensi (n) Persentase (%)

1 Menikah 39 90.7

2 Belum menikah 4 9.3

Total 43 100.0

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa mayoritas responden berstatus sudah bernikah sebesar 39 orang (90.7%) dan wanita belum bernikah sebesar 4 orang (9.3%).

Tabel 5.4 Distribusi Karakteristik responden Berdasarkan Riwayat Penyakit dalam Keluarga

No Riwayat Penyakit dalam

Keluarga Frekuensi (n) Persentase (%)

1 Ada 4 9.3

2 Tidak ada 39 90.7

Total 43 100.0

Dari tabel diatas, didapati kebanyakan responden tidak mempunyai riwayat keluarga menderita kanker sebesar 39 responden (90.7%) dan responden yang ada riwayat keluarga adalah 4 responden (9.3%).

(39)

25

Tabel 5.5 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Riwayat Menderita Kanker Payudara

No Riwayat Menderita Kanker

Payudara Frekuensi (n) Persentase (%)

1 Benjolan/Tumor 3 7.0

2 Tidak ada 40 93.0

Total 43 100.0

Dari tabel diatas, didapati kebanyakan responden tidak mempunyai riwayat kanker sebesar 40 responden (93%) dan responden yang ada riwayat kanker seperti benjolan atau tumor adalah 3 responden (7%).

Tabel 5.6 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Tindakan Waktu Melakukan SADARI

No Waktu Melakukan SADARI Frekuensi Persentase (%)

1 Setiap 1 bulan sesudah menstruasi 10 23.3

2 Setiap 1 bulan sebelum menstruasi 5 11.6

3 Setiap 1 bulan saat menstruasi 3 7.0

4 Tidak Tentu 14 32.6

5 Belum pernah 11 25.6

Total 43 100.0

Dari tabel diatas jawaban responden untuk tindakan SADARI yang paling banyak memilih jawaban tidak tentu adalah sebesar 14 responden (32.6%.).

Manakala, jawaban responden yang memilih saat haid merupakan tindakan yang paling kurang dipilih oleh responden yaitu sebesar 3 responden (7.0%).

5.5.3 Distribusi Jawaban Responden

5.5.3.1 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Tingkat Pengetahuan Distribusi jawaban responden berdasarkan tingkat pengetahuan WUS tentang deteksi dini kanker payuara di Klinik Pratama RBG RZ Medan, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

(40)

Tabel 5.7 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Pengetahuan

No Pengetahuan Salah Benar Jumlah

f % f % f %

1 Definisi SADARI 19 44.2 24 55.8 43 100

2 Cara melakukan SADARI 26 60.5 17 39.5 43 100 3 Usia untuk melakukan SADARI 11 25.6 32 74.4 43 100 4 Kapan melakukan SADARI bagi

wanita haid 31 72.1 12 27.9 43 100

5 Kapan penting untuk melakukan

sadari 11 25.6 32 74.4 43 100

6 Seberapa sering harus melakukan

SADARI 24 55.8 19 44.2 43 100

7 Maksud penyakit kanker 18 41.9 25 58.1 43 100 8 Bagaimanakah gejala-gejala

kanker payudara 10 23.3 33 76.7 43 100

9 Faktor mempengaruhi terkena

kanker payudara 4 9.3 39 90.7 43 100

10 Apakah cara deteksi dini yang

efektif dan mudah 12 27.9 31 72.1 43 100

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa pertanyaan 9 (Menurut saudari, faktor apakah yang paling memengaruhi seseorang terkena kanker payudara?) merupakan pertanyaan yang paling banyak dijawab benar oleh responden. Jumlah responden yang menjawab benar pada pertanyaan 9 sebesar 39 responden (90.7%). Pertanyaan yang paling banyak salah adalah pertanyaan 4 (Bagaimana wanita haid pemerikasaan payudara sendiri (SADARI) dapat dilakukan sejak?) sebesar 31 responden (72.1%).

Dari jawaban responden di atas maka dapat diketahui perilaku responden berdasarkan tingkat pengetahuan pada tabel di bawah ini:

Tabel 5.8 Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden Klinik Pratama RBG RZ Medan

No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)

1 Baik 12 27.9

2 Cukup 15 34.9

3 Kurang 16 37.2

Total 43 100.0

(41)

27

Dari tabel diatas, didapati bahwa kebanyakan responden mempunyai pengetahuan kurang tentang SADARI yaitu sebesar 16 responden (37.2%).

Sedangkan reponden yang mempunyai pengetahuan cukup tentang SADARI adalah sebesar 12 responden (27.9) .

5.5.3.2 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Sikap

Distribusi jawaban responden berdasarkan sikap WUS tentang deteksi dini kanker payuara di Klinik Pratama RBG RZ Medan, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 5.9 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Sikap

No Sikap SS S KS TS Jumlah

f % f % f % f % f %

1 Waspada terhadap kanker

payudara 26 60.5 17 39.5 0 0.0 0 0.0 43 100

2 Melakukan SADARI setelah

muncul rasa nyeri 11 25.6 18 41.9 6 14.0 8 18.6 43 100 3 Diam saja jika payudara

membesar tetapi tidak nyeri 3 7.0 4 9.3 6 14.0 30 69.8 43 100 4 SADARI pada hari 5-10 dari

siklus haid hari pertama 9 20.9 29 67.4 3 7.0 2 4.7 43 100 5 SADARI secara berurutan

sesuai tahapnya 9 20.9 32 74.4 2 4.7 0 0.0 43 100 6 SADARI setiap bulan secara

kontinyu 13 30.2 24 55.8 3 7.0 3 7.0 43 100

7 SADARI sehabis mandi dan

didepan kaca 10 23.3 29 67.4 1 2.3 3 7.0 43 100 8 Seorang teman melakukan

SADARI meniru perilakunya

12 27.9 28 65.1 2 4.7 1 2.3 43 100 9 Manfaat SADARI deteksi

kanker payudara sebelum stadium lanjut

15 34.9 24 55.8 1 2.3 3 7.0 43 100 10 Keluarga adalah pusat

informasi untuk memperoleh perilaku

15 34.9 25 58.1 2 4.7 1 2.3 43 100 11 SADARi dibantu oleh orang

lain 2 4.7 21 48.81330.2 7 16.3 43 100

12 Update informasi tentang kesehatan, pencegahan dan pengobatan

14 32.6 25 58.1 1 2.3 3 7.0 43 100 13 Merasakan perubahan tubuh

badan sendiri 17 39.5 23 53.5 0 0.0 3 7.0 43 100

(42)

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa pernyataan 1 (Sebagai seorang wanita dewasa saya harus selalu waspada terhadap kanker payudara) merupakan pernyataan yang sangat disetujui oleh responden yaitu sebesar 26 responden (60.5%). Pernyataan yang paling banyak yang disetujui oleh responden adalah pernyataan 5 (Jika saya melakukan pemeriksaan payudara sendiri,saya akan melakukannya secara berurutan sesuai tahapnya) yaitu sebesar 32 responden (74.4%). Responden kurang setujui pernyataan 11 (Dalam pelaksaannya SADARI dapat dibantu oleh orang lain untuk memeriksa payudara kita) yaitu sebesar 13 responden (30.2%). Sebesar 30 responden (60.4%) tidak setujui langsung pernyataan 3 (Saya akan diam saja jika payudara membesar selama payudara saya tidak merasa nyeri).

Dari jawaban responden di atas maka dapat diketahui perilaku responden berdasarkan sikap pada tabel di bawah ini:

Tabel 5.10 Distribusi Sikap Responden Klinik Pratama RBG RZ Medan

No Sikap Frekuensi Persentase (%)

1 Baik 20 46.5

2 Cukup 22 51.2

3 Kurang 1 2.3

Total 43 100.0

Dari tabel diatas, didapati bahwa sebagian besar responden mempunyai sikap yang cukup baik tentang SADARI yaitu sebesar 22 responden (51.2%) sedangkan paling sedikit responden mempunyai sikap kurang baik tentang SADARI yaitu 1 responden (2.3%) saja.

5.5.3.3 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Tindakan

Distribusi jawaban responden berdasarkan tindakan WUS tentang deteksi dini kanker payuara di Klinik Pratama RBG RZ Medan, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

(43)

29

Tabel 5.11 Distribusi Jawaban Responden berdasarkan Tindakan

No Tindakan Ya Tidak Jumlah

f % f % f %

1 SADARI posisi duduk di depan

cermin 26 60.5 17 39.5 43 100

2 Kedua tangan dibelakang kepala

dan perhatikan payudara 21 48.8 22 51.2 43 100 3 Kedua tangan di pinggang sambil

menekan bahu 14 32.6 29 67.4 43 100

4 Meraba sekeliling payudara 35 81.4 8 18.6 43 100 5 Tidak menekan putting susu 25 58.1 18 41.9 43 100 6 Meraba payudara dengan posisi

kedua tangan dibelakang 17 39.5 26 60.5 43 100 7 Melakukan SADARI >5 kali 19 44.2 24 55.8 43 100 8 SADARI pada 7-14 sebelum

menstruasi 16 37.2 27 62.8 43 100

9 Teknik perabaan payudara

menggunakan 3 jari 25 58.1 18 41.9 43 100

10 SADARI dengan bantuan alat

bantu bantal kecil 11 25.6 32 74.4 43 100

11 Teknik posisi SADARI searah

putar jarum jam 12.00 22 51.2 21 48.8 43 100 Perilaku responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi 2 yaitu: “Ya”

dan “Tidak”, dan dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa tindakan nomor 4 (Pada saat saya memeriksa payudara sendiri, saya meraba sekeliling payudara menggunakan jari-jari tangan dengan gerakan memutar mulai dari tepi luar payudara sampai putting susu, dan vertikal) merupakan tindakan yang paling banyak dibuat oleh responden yaitu sebanyak 35 responden (81.4). Tindakan yang paling kurang dibuat oleh responden adalah tindakan nomor 10 (Saya melakukan SADARI dengan bantuan alat bantu bantal kecil) yaitu sebanyak 32 responden (74.4%).

Dari jawaban responden di atas maka dapat diketahui perilaku responden berdasarkan tindakan pada tabel di bawah ini:

(44)

Tabel 5.12 Distribusi Tindakan Responden Klinik Pratama RBG RZ Medan

No Tindakan Frekuensi Persentase (%)

1 Baik 7 16.3

2 Cukup 8 18.6

3 Kurang 28 65.1

Total 43 100.0

Dari tabel diatas, dilihati jelas tindakan kebanyakan responden terhadap SADARI adalah kurang yaitu sebesar 28 responden (65.1%). Manakala tindakan responden yang baik terhadap SADARI adalah sekecil 7 responden (16.3%) saja.

5.5.4 Perilaku WUS tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik RBG RZ Medan

Dari hasil penelitian berdasarkan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan WUS tentang deteksi dini kanker payudara di Klinik RBG RZ maka diperoleh katagori perilaku responden pada tabel di bawah ini :

Tabel 5.13. Perilaku WUS tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di Klinik RBG RZ Medan

No Perilaku Frekuensi Persentase (%)

1 Baik 30 69.8

2 Cukup 12 27.9

3 Kurang 1 2.3

Total 43 100.0

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa berdasarkan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan responden pada Klinik Pratama RBG RZ Medan responden memiliki perilaku dalam katagori baik sebanyak 30 responden (69,8%), cukup sebanyak 12 responden (27,9%) dan kurang baik hanya ada 1 responden (2,3%).

5.6 Tabulasi Silang

5.6.1 Tabulasi Silang Pengetahuan Responden berdasarkan Karakteristik Dari jawaban responden berdasarkan tingkat pengetahuan pada tabel dibawah ini:

(45)

31

Tabel 5.14 Tabulasi Silang Pengetahuan Responden berdasarkan Karakteristik

No Karakteristik Responden

Pengetahuan

Jumlah Baik Cukup Kurang

f % f % f % f %

1 Umur

a. <20 tahun 0 0.0 0 0.0 1 2.3 1 2.3 b. 20-25 tahun 5 11.6 7 16.3 3 7.0 15 34.9 c. 26-30 tahun 4 9.3 1 2.3 8 18.6 13 30.2 d. 31-35 tahun 3 7.0 4 9.3 4 9.3 11 25.6

e. 36-40 tahun 0 0.0 1 2.3 0 0.0 1 2.3

f. >40 tahun 0 0.0 2 4.7 0 0.0 2 4.7 2 Pendidikan

a. Pendidikan Dasar (SD, SMP)

2 4.7 4 9.3 7 16.3 13 30.2 b. Pendidikan Menengah

(SMA, SMK)

6 14.0 7 16.3 7 16.3 20 46.5 c. Pendidikan Tinggi (D1,

D3, S1, S2)

4 9.3 4 9.3 2 4.7 10 23.3 3 Status Perkawinan

a. Menikah 12 27.9 13 30.2 14 32.6 39 90.7

b. Belum Menikah 0 0.0 2 4.7 2 4.7 4 9.3 4 Riwayat keluarga

menderita kanker payudara

a. Ada 1 2.3 3 7.0 0 0.0 4 9.3

b. Tidak ada 11 25.6 12 27.9 16 37.2 39 90.7 5 Riwayat responden

menderita kanker payudara

a. Benjolan/ Tumor 2 4.7 1 2.3 0 0.0 3 7.0 b. Tidak ada 10 23.3 14 32.6 16 37.2 40 93.0 6 Waktu melakukan

SADARI

a. Setiap 1 bulan sesudah menstruasi

2 4.7 6 14.0 2 4.7 10 23.3 b. Setiap 1 bulan sebelum

menstruasi

1 2.3 1 2.3 3 7.0 5 11.6 c. Setiap 1 bulan saat

menstruasi

2 4.7 0 0.0 1 2.3 3 7.0 d. Tidak Tentu 4 9.3 5 11.6 5 11.6 14 32.6 e. Belum pernah 3 7.0 3 7.0 5 11.6 11 25.6

(46)

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa responden berumur 26-30 tahun memiliki tingkat pengetahuan kurang baik yaitu sebesar 8 responden (18,6%), responden dengan tingkat pendidikan dasar memiliki tingkat pengetahuan kurang baik yaitu sebesar 7 responden (16,3%) dan tingkat pendidikan menengah memiliki pengetahuan cukup baik dan kurang baik masing-masing sebesar 7 responden (16,3%), responden dengan status perkawinan menikah memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 14 responden (32,6%), riwayat keluarga responden menderita kanker payudara memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 16 responden (37,2%), tidak ada riwayat responden menderita kanker payudara memiliki pengetahuan kurang sebesar 16 responden (37,2%), dan waktu melakukan SADARI setiap 1 bulan sesudah menstruasi memiliki pengetahuan yang cukup sebesar 6 responden (14%).

5.6.2 Tabulasi Silang Sikap Responden berdasarkan Karakteristik

Dari jawaban responden berdasarkan tingkat pengetahuan pada tabel dibawah ini:

(47)

33

Tabel 5.15 Tabulasi Silang Sikap Responden berdasarkan Karakteristik

No Karakteristik Responden

Sikap

Jumlah Baik Cukup Kurang

f % f % f % f %

1 Umur

a. <20 tahun 1 2.3 0 0.0 0 0.0 1 2.3 b. 20-25 tahun 7 16.3 8 18.6 0 0.0 15 34.9 c. 26-30 tahun 5 11.6 8 18.6 0 0.0 13 30.2 d. 31-35 tahun 4 9.3 6 14.0 1 2.3 11 25.6

e. 36-40 tahun 1 2.3 0 0.0 0 0.0 1 2.3

f. >40 tahun 2 4.7 0 0.0 0 0.0 2 4.7 2 Pendidikan

a. Pendidikan Dasar (SD, SMP)

7 16.3 6 14.0 0 0.0 13 30.2 b. Pendidikan Menengah

(SMA, SMK)

6 14.0 13 30.2 1 2.3 20 46.5 c. Pendidikan Tinggi (D1,

D3, S1, S2)

7 16.3 3 7.0 0 0.0 10 23.3 3 Status Perkawinan

a. Menikah 19 44.2 19 44.2 1 2.3 39 90.7

b. Belum Menikah 1 2.3 3 7.0 0 0.0 4 9.3 4 Riwayat keluarga

menderita kanker payudara

a. Ada 3 7.0 1 2.3 0 0.0 4 9.3

b. Tidak ada 17 39.5 21 48.8 1 2.3 39 90.7 5 Riwayat responden

menderita kanker payudara

a. Benjolan/Tumor 3 7.0 0 0.0 0 0.0 3 7.0 b. Tidak ada 17 39.5 22 51.2 1 2.3 40 93.0 6 Waktu melakukan

SADARI

a. Setiap 1 bulan sesudah menstruasi

7 16.3 3 7.0 0 2.3 10 23.3 b. Setiap 1 bulan sebelum

menstruasi

2 4.7 3 7.0 0 2.3 5 11.6 c. Setiap 1 bulan saat

menstruasi

3 7.0 0 2.3 0 2.3 3 7.0 d. Tidak Tentu 5 11.6 9 20.9 0 0.0 14 32.6 e. Belum pernah 3 7.0 7 16.3 1 2.3 11 25.6

(48)

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa responden umur 26-30 tahun dan umur 20-25 tahun memiliki sikap cukup baik yaitu masing-masing sebesar 8 responden (18,6%), responden dengan tingkat pendidikan menengah memiliki sikap cukup sebesar 13 responden (30,2%), responden dengan status perkawinan menikah memiliki sikap cukup baik dan kurang baik yaitu sebesar 19 responden (44,2%), tidak ada riwayat keluarga responden menderita kanker payudara memiliki sikap cukup baik sebesar 21 responden (48,8%), tidak ada riwayat responden menderita kanker payudara memiliki sikap cukup baik sebesar 22 responden (51,2%) dan waktu melakukan SADARI tidak tentu sebesar 9 responden (20,9%).

5.6.3 Tabulasi Silang Tindakan Responden berdasarkan Karakteristik Dari jawaban responden berdasarkan tingkat pengetahuan pada tabel dibawah ini:

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku deteksi dini kanker payudara pada wanita pasangan usia subur sedangkan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI.. KANKER PAYUDARA METODE SADARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

Skripsi dengan judul “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Kedung Thomas RW03 Kelurahan Menur

Sedangkan menurut Manuaba (1999) SADARI adalah upaya untuk menetapkan adanya tumor atau tidak dalam payudara yang dilakukan dengan peradabaan. Waktu terbaik untuk memeriksa

Saya, Dhiraj a/l Azhila Nandan, mahasiswa semester IX Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, saat ini sedang melakukan penelitian yang berjudul

Perilaku Wanita Usia Subur dalam Mendeteksi Dini Kanker Payudara di Kecamatan Medan

Untuk menambah pengalaman penelitian dan untuk mengetahui perilaku wanita usia subur dalam mendeteksi dini kanker payudara di Kecamatan Medan Deli, sehingga menambah pengetahuan

Setelah mendapat penjelasan dari peneliti tentang maksud dan tujuan serta memahami penelitian yang dilakukan dengan judul : “Perilaku Wanita Usia Subur dalam Mendeteksi Dini