• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(TATAP MUKA TERBATAS)

Oleh: Rizki Rahayu, S.Pd.

([email protected])

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Mempawah Hilir Kelas/Semester : X/2

Tema : Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya bagi Kehidupan

Sub Tema : Potensi, Sebaran dan Pemanfaatan Perairan Darat : Pola Aliran Sungai Pembelajaran Ke- : 3

Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menyajikan peta pola aliran sungai dengan mengidentifikasi aliran sungai salah satu wilayah di Indonesia menggunakan peta, melalui penugasan kelompok.

2. Peserta didik dapat menyajikan hasil analisis pola aliran sungai berdasarkan gambar pola aliran sungai yang telah dibuat melalui penugasan kelompok.

B. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu Pendahuluan 1) Memberi salam, berdo’a dan mengecek kehadiran siswa.

2) Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan.

3) Apersepsi, mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya (saat tatap muka serta melalui daring).

4) Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

5) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.

6) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

7) Membagikan Lembar Kerja Peserta Didik.

10’

Inti 1) Peserta didik secara berkelompok mengumpulkan informasi mengenai pola aliran sungai.

2) Peserta didik menanyakan hal-hal yang belum dipahami dengan penuh rasa ingin tahu.

3) Secara berkelompok, mengamati dengan teliti aliran sungai pada peta salah satu pulau atau provinsi yang ada di Indonesia.

4) Peserta didik menggambar Peta Pola Aliran Sungai

5) Peserta didik menganalisis jenis pola aliran sungai dan struktur geomorfologi yang menyebabkannya.

6) Menyajikan gambar dan hasil analisis Pola Aliran Sungai.

60’

Penutup 1) Peserta didik menyimpulkan pelajaran

2) Guru bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan

3) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran 4) Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

10’

(2)

C. Penilaian Pembelajaran

Penilaian Teknik Penilaian Rubrik Penilaian

Instrumen Penilaian

Remedial ( < KBM)

Pengayaan ( >KBM) Sikap Observasi

Terlampir

Pemberian bimbingan secara khusus

1) Belajar kelompok 2) Belajar

mandiri Keterampilan Unjuk Kerja

membuat Peta Pola Aliran Sungai

Mengetahui, Kepala Sekolah

Endang Superi Wahyudi, S. Pd.

NIP. 19650101 198811 1 003

Mempawah, Januari 2022 Guru Mata Pelajaran

Rizki Rahayu, S. Pd.

NIP. 19840417 200903 2 001

(3)

LAMPIRAN PENILAIAN 1. PENILAIAN SIKAP

Observasi melalui Jurnal Guru

Nama Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Mempawah

Tahun Pelajaran : 2021/2022

Kelas/Semester : X/2

Mata Pelajaran : Geografi

No. Waktu Nama Kejadian/perilaku Butir sikap Pos

/Neg

Tindak lanjut 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Aspek yang dinilai : kerja sama, tanggung jawab, disiplin, menghargai pendapat/toleransi, jujur.

(4)

2. PENILAIAN KETERAMPILAN

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK

Judul : Menggambar Peta Pola Aliran Sungai Mata Pelajaran : Geografi

Kelas/Semester : X/2 Pertemuan Ke- : 3

Waktu : 60 menit

Kompetensi Dasar :

☺ PETUNJUK BELAJAR

a. Berdo’alah terlebih dahulu sebelum mengerjakan LKPD ini.

b. Bacalah dengan cermat dan teliti buku sumber dan pelajari materi Pola Aliran Sungai.

c. Kerjakanlah dengan teliti soal yang diberikan sesuai dengan tahapan langkah kerja yang telah ditetapkan.

☺ TUJUAN BELAJAR

Melalui kegiatan ini, kamu dapat:

a. menyajikan gambar peta pola aliran sungai dengan mengidentifikasi aliran sungai salah satu wilayah di Indonesia menggunakan peta, melalui penugasan kelompok;

b. menyajikan hasil analisis pola aliran sungai berdasarkan gambar pola aliran sungai yang telah dibuat melalui penugasan kelompok.

☺ LANGKAH KERJA

a. Carilah informasi mengenai pola aliran sungai.

b. Siapkan spidol atau pulpen untuk menggambar (minimal dua warna hitam dan biru), kertas kalkir dan atlas.

c. Gambarlah peta dasar salah satu wilayah atau provinsi yang ada di Indonesia pada kertas kalkir, dengan cara menjiplak gambaran yang ada di atlas.

d. Gambarlah aliran sungai pada peta tersebut.

e. Analisislah pola aliran sungai yang tampak pada gambar (meliputi jenis pola aliran dan faktor penyebab terjadinya pola aliran tersebut), tuliskan analisismu di bawah gambar Pola Aliran Sungai.

RUBRIK PENILAIAN KINERJA

Kriteria Indikator Skor

1 2 3 4

Hasil Gambar menggambar peta dasar dengan benar aliran sungai digambar dengan detil menuliskan judul dengan benar memperhatikan keindahan gambar memperhatikan kerapihan gambar

Analisis menyimpulkan jenis pola aliran dengan benar menguraikan alasan yang logis

Skor Total

Nilai = (skor total : 28)x100

4.7 Menyajikan proses dinamika hidrosfer menggunakan peta, bagan, gambar, tabel, grafik, video dan atau animasi.

(5)

Keterangan skor:

1 = kurang 2 = cukup baik 3 = baik

4 = sangat baik/memuaskan

(6)

MATERI

PERAIRAN DARAT

Menurut jenisnya Perairan Darat dapat di golongkan menjadi beberapa bagian yaitu : 1. Sungai

Adalah saluran alami yang berfungsi mengalirkan air hujan, air tanah, air salju yang mencair ke danau atau ke laut.

Jenis-Jenis Sungai

a. Berdasarkan jenis sumber airnya – Sungai hujan

– Sungai mata air

– Sungai gletser ( dari salju yang mencairr )

– Sungai campuran ( campuran dari ketiga sumber diatas ) b. Berdasarkan volume airnya

– Sungai ephemeral ( sungai yang mengalir saat terjadinya hujan atau setelah hujan ) – Sungai intermiten ( sungai yang mengalir hanya pada saat musim penghujan ) – Sungai pherenial ( sungai yang mengalir sepanjang tahun )

c. Berdasarkan arah aliran airnya

– Sungai konsekuen ( arah alirannya sesuai dengan struktur geologisnya ) – Sungai subsekuen ( arah aliran tegak lurus dengan sungai konsekuen )

– Sungai obsekuen ( arah alirannya berlawanan dengan sungai konsekuen dan menuju sungai subsekuen ) – Sungai resekuen ( arah alirannya sesuia dengan sungai konsekuen )

– Sungai insekuen ( sungai yang arah alirannya tidak teratur ) d. Berdasarkan struktur geologinya

– Sungai antiseden ( sungai yang mampu mempertahankan alirannya )

– Sungai reverse ( sungai yang tidak mampu mengimbangi pengangkatan sehingga terjadi perubahan arah aliran) – Sungai superposed ( sungai yang mengalir pada suatu dartan paneplain sehingga struktur batuan tersingkap )

Pola Aliran Sungai 1. Pola radial

Dapat dibedakan menjadi pola radial memusat ( Sentripetal ) dan pola radial menyebar ( Sentrifugal ). Pola radial memusat terjadi di daerah yang berupa basin sedangkan pola radial menyebar terjadi di daerah yang berbentuk kubah ( dome ).

2. Pola dendritik

Pola aliran yang tidak teratur. Anak sungai bermuara ke induk sungai dengan sudut tumpul . pola ini ada pada daerah dataran rendah

Pola Aliran Dendritik

(7)

3. Pola trellis

Pola ini terdapat pada daerah lipatan. Aliran dari anak sungai sejajar dengan sungai induk , dan alirannya bertemu membentuk sudut siku-siku

4. Pola annular

Annular adalah sungai utama melingkar dengan anak sungai yang membentuk sudut hampir tegak lurus.

Berkembang di dome dengan batuan yang berseling antara lunak dan keras.

5. Pola rektangular

Pola aliran terjadi pada daerah patahan. Anak-anak sungai yang menuju induk sungai membentuk sudut siku-siku

6. Pola aliran paralel

Pola aliran sungai yang arah alirannya hampir sejajar dengan sungai induk. Terbentuk di daerah dengan batuan seragam dengan kemiringan yang sama. Umumnya terbentuk di wilayah pesisir yang sempit atau lereng perbukitan yang panjang.

7. Pola pinnate

Pola pengaliran anak-anak sungai yang bermuara ke sungai induk membentuk sudut lancip. Banyak ditemui di daerah yang memiliki lereng tinggi dan curam.

2. Danau

(8)

Adalah tubuh air dalam jumlah besar yang menempati basin di wilayah daratan. Suatu genangan dapat disebut danau jika paling tidak memiliki tiga kriteria yaitu :

1. Mempunyai permukaan air yang cukup luas sehingga mampu menimbulkan gelombang 2. Air cukup dalam sehingga terdapat strata suhu pada kedalaman air tersebut

4. Vegetasi yang mengapung tidak cukup untuk menutupi seluruh permukaan danau Danau terjadi dari berbagai sebab

a. Danau Glasial

terjadi dari akibat adanya erosi dan pengendapan akibat aktivitas gletser di lereng-lereng bukit atau pegunungan

Danau Glasial Akibat Dari Mencairnya Es

b. Danau Vulkanik

Terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik. Kaldera yang terbentuk akibat letusan berapi tergenang oleh air hujan.

Danau seperti ini disebu juga danau crater

Danau Maninjau merupakan contoh danau vulkanik

c. Danau Tektonik

Terbentuk akibat adanya gerakan lempeng tektonik, gerakan ini dapat menyebabkan terjadinya patahan sehingga terbentuk lembah kemudian terisi air hujan dan membentuk suatu genangan yang disebut danau

Danau Singkarak merupakan contoh danau tektonik

d. Danau Tekto-Vulkanik

Terbentuk akibat adanya gerakan tektonik dan vulkanik sehingga terjadi patahan dan gunung berapi. Bekas gunung berapi menjadi suatu basin yang kemudian terisi air hujan dan terjadi danau

(9)

Danau Toba merupakan contoh danau tekto-vulkanik

e. Danau Karst

Terbentuk akibat adanya prose solusi atau pelarutan kapur oleh air sehingga terbentuk suatu dolin/dolina jika dolin ini terisi air hujan maka terbentuk danau

Danau Lais da Rims di Swiss merupakan contoh danau karst

f. Danau Aliran

Terjadi akibat pemotongan meander sehingga terbentuk sisa aliran yang tertinggal. Danau aliran ini juga dapat terjadi akibat sedimentasi yang besar sehingga menutup muara anak sungai dan terbentuk genangan

g. Danau Laguna

Terjadi akibat kombinasi antara angin dan ombak yang menyebabkan terjadinya tanggul pasir di sepanjang pantai dan kemudian membentuk suatu laguna

Danau San Juan merupakan contoh danau laguna

h. Danau Buatan

Terjadi akibat pembendungan sungai oleh manusia

Waduk Gajah Mungkur merupakan contoh danau buatan

3. Telaga

Telaga hampir sama dengan danau, hanya luasnya lebih sempit. Telaga tidak memiliki tingkatan suhu pada kedalamannya dan belum ada gelombang yang mengabrasi. Munculnya telaga sama dengan awal terjadinya sebuah danau.

Telaga ngebel di Ponorogo dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi 3.

(10)

4. Rawa

Adalah suatu daerah datar atau sedikit cekung yang tergenang oleh air. Rawa airnya bersifat asam, warna airnya kemerahan, dan kurang baik untuk irigasi.

5. Air tanah

Air tanah adalah air yang bergerak di dalam tanah yang terdapat di dalam ruang antara butir-butir tanah yang meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk lapisan tanah yang disebut akuifer. Air tanah dapat disebut aliran yang secara alami mengalir ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan.

a. Faktor-faktor yang mempengaruhi aliran air tanah

1) Tingkat porositas tanah dan batuan Porositas tanah adalah ruang volume pori-pori tanah yang dapatmeoloskan air dari satu lapisan ke lapisan yang lain.

2) Kemiringan lereng Lereng yang miring memiliki tingkat infiltrasi lebih tinggi daripada lerengyang landai atau lereng yang datar. Air hujan yang jatuh di wilayah dataran tinggi lebih cepat bergerak sebagai air larian (run off), sedangkanair yang jatuh di wilayah datar lebih banyak meresap melalui pori-poritanah.

3) Tingkat kelembaban tanah Tanah kering memiliki kemampuan untuk menyerap air lebih banyak dibanding dengan tanah yang lembap atau basah.

b. Klasifikasi air tanah 1) Beradasarkan letaknya

a) Air tanah freatis. Air tanah ini terjadi karena adanya penyerapan air dari permukaan tanah. Air tanah ini dimanfaatkan manusia dalam bentuk sumur dangkal dengan kedalaman 15 – 30 meter. Air tanah ini volume nya tergantung dengan musim. Ketika musim penghujan, volumenya akan banyak, namun ketika musim kemarau, volumenya akan sedikit. Air tanah permukaan disebut juga freatik atau air tanah dangkal. Air tanah ini berada di atas permukaan batuan kedap air. Lapisan kedap air merupakan lapisan yang sulit dilalui air tanah. Contoh dari jenis lapisan itu adalah lapisan lempung. Lapisan kedap air disebut pula lapisan impermeable. Sebaliknya, lapisan tidak kedap air memiliki sifat mudah dilalui air. Lapisan ini disebut sebagai lapisan permeable. Contoh lapisan permeable adalah pasir kerikil.

b) Air tanah artesis. Air yang terperangkap diantara dua lapisan kedap air. Letaknyajauh di dalam tanah.

Untuk pemanfaatan perlu dibuat sumur artesis atau sumur bor.

2) Berdasarkan asal-airnya

a) Air tanah meteorik. Air tanah yang airnya berasal dari hujan dan gletser.

b) Air tanah tubir. Air tanah yang airnya berasal dari dalam perut bumi, seperti airtanah yang tersimpan di dalam batuan sedimen.

c) Air tanah juvenile. Mata air panas yang naik ke permukaan karena gas-gas magma yang dilepaskan d) Air tanah fosil. Air tanah yang terperangkap dalam rongga-rongga batuan dan tetap tinggal dalam batuan tersebut sejak penimbunan terjadi.

Manfaat air tanah bagi manusia 1) Sebagai bagian dari siklus hidrologi.

2) Memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan mencuci.

3) Membantu proses produksi pada industri kecil atau industri rumah tangga.

4) Sebagai sumber irigasi pertanian, yang dialirkan melalui sumur bor.

Konservasi Air Tanah dan Daerah Aliran Sungai 1. Konservasi Air Tanah

a. Pengertian Konservasi Air Tanah

Konservasi air tanah adalah upaya memelihara keberadaan sertakeberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi air tanah agar senantiasa dalamkuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

b. Konservasi Air Tanah

Konservasi air tanah antara lain mencakup kegiatan sebagai berikut

1) Perlindungan air tanah Upaya perlindungan air tanah dapat dilakukan dengan menetapkankawasan lindung air tanah pada suatu wilayah cekungan air tanah atau kawasan sempadan mata air.

2) Pelestarian air tanah Upaya – upaya pelestarian air tanah dapat berupa kegiatan pelestarianfungsi daerah imbuhan air tanah dengan vegetasi (reboisasi, pembuatan hutan kota, dan pembuatan jalur hijau), dan teknologi (pembuatan sumur resapan air hujan) serta membuat peraturan tentang luasan lahan bangunan.

(11)

3) Pengawetan air tanah Upaya- upaya yang dapat dilakukan untuk pengawetan air tanah,antara lain menghemat penggunaan air tanah, sosialisasi gerakan hemat air, pemanfaatan air tanah untuk air minum menjadi prioritas utama.

2. Konservasi Daerah Aliran Sungai ( DAS )

Konservasi DAS adalah upaya-upaya pelestarian lingkungan DAS dengan tetap memperhatikan manfaat yang bisa didapatkan pada saat itudengan cara tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen ekosistemnya untuk pemanfaatan di masa yang akan datang. Tujuan konservasi DAS adalah untuk membina kelestarian dan keserasian ekosistem DAS serta meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam bagi manusia secara berkelanjutan.

Sumber:

Pesona Geografi. (2011). Perairan Darat. Tersedia: https://pesonageografi.wordpress.com/2011/02/19/perairan- darat/

Pratomo, Agus. (2020). Modul Pembelajaran Geografi Kelas X. Tersedia:

http://repositori.kemdikbud.go.id/21818/1/X_GEOGRAFI_KD-3.7_FINAL.pdf

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengukuran kedalaman sumur dan DHL menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari dua air tanah, yaitu airtanah bebas dangkal dengan rasa tawar yang dicirikan

Cara pengambilan air tanah yang paling tua dan sederhana adalah dengan membuat sumur gali dengan kedalaman lebih rendah dari posisi permukaan air tanah. Jumlah air yang dapat

tanah. Jumlah air yang dapat diambil dari sumur gali biasanya terbatas, dan air.. yang diambil adalah air dangkal. Untuk pengambilan air yang lebih besar. diperlukan luas dan

Hasil pengukuran kedalaman sumur dan DHL menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari dua air tanah, yaitu airtanah bebas dangkal dengan rasa tawar yang dicirikan

Air di permukaan bumi selalu mengalami perputaran. Perputaran air disebut dengan istilah siklus air. Siklus air dimulai dengan adanya proses pemanasan permukaan bumi oleh

Pada lokasi dengan tanah porus, sumur resapan air hujan cukup dibuat dengan diameter kecil dan dengan kedalaman relatif dangkal sudah dapat berfungsi dengan

Penyebaran akar tanaman caisim dengan kedalaman air tanah yang dangkal pada 20 sentimeter di bawah permukaan tanah pada fase akhir pertumbuhan....

Sumur Gradient Suhu Sumur gradien suhu adalah sumur dangkal dan umumnya ramping biasanya < 300 meter yang digunakan untuk mengukur gradien temperatur di bawah permukaan bumi,