RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMP Negeri 3 Golewa Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : IX / Ganjil
Materi Pokok : Cerita Pendek
Alokasi Waktu : 6 x 40 menit ( dua kali pertemuan) A. Kompetensi Inti
KI1 dan KI2 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya serta Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI4 : Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator
3.5 Mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca atau didengar
Mengidentifikasi isi cerita pendek yang dibaca.
Mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca.
Menganalisis unsur-unsur pembangun teks cerita pendek yang dibaca.
4.5 Menyimpulkan unsur-unsur pembangun karya sastra dengan bukti yang mendukung dari cerita pendek yang dibaca atau didengar
4.5.1 Menyimpulkan unsur-unsur pembangun cerita pendek dengan bukti yang
mendukung dari teks cerita pendek yang dibaca.
C. Tujuan Pembelajaran a) Pertemuan I
Melalui kegiatan diskusi kelompok dan tanya jawab, peserta didik dapat menemukan isi cerpen, mengidentifikasi, dan menganlisis unsur-unsur pembangun karya sastra dari teks cerita pendek yang dibaca dengan tepat.
b) Pertemua II
Melalui kegiatan diskusi kelompok dan tanya jawab, peserta didik dapat menyimpulkan unsur pembangun cerita pendek dengan tepat.
Fokus karater Toleransi
Tanggung jawab Disiplin
D. Materi Pembelajaran 1. Fakta
Teks cerita pendek yang berjudul “Pohon Keramat”
Teks cerita pendek yang berjudul “Bangkit”
Teks cerita pendek yang berjudul “Satu Senyuman Untuk Kakak”
2. Konsep
Pengretian teks cerita pendek
Ciri umum teks cerita pendek
Isi teks cerita pendek 3. Prinsip
Unsur pembangun teks cerita pendek 4. Prosedural
Cara menyimpulkan unsur pembangun teks cerita pendek.
E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : saintifik 2. Model Pembelajaran
Discovery Learning 3. Metode Pembelajaran
Tanya jawab, penugasan,diskusi,persentasi C. Media Pembelajaran
Media :
Lembar kerja (siswa)
Lembar penilaian Alat/Bahan :
Penggaris, spidol, papan tulis
Laptop & infocus
LCD Proyektor F. Sumber Belajar
Buku Bahasa Indonesia Siswa Kelas IX, Kemendikbud, Tahun 2018
Buku Kumpulan cerpen Kemedikbud tahun 2014.
Lingkungan setempat
G. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan pertama
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan 1. Mengucap salam, berdoa, mengkondisikan kelas ke dalam
situasi belajar, mengecek kehadiran siswa.
2. Guru menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai dan menunjukan manfaatnya dalam kehidupan sehari – hari.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4. Guru menyampaikan lingkup penilaian dan teknik penilaiannya yang akan digunakan
15 Menit
Inti Fase 1 : Stimulus / Rangsangan
1. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari empat orang.
2. Peserta didik membaca teks cerita pendek dalam buku siswa yang berjudul “Pohon Keramat”
3. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya terkait teks yang dibaca.
4. Peserta didik diberi pertanyaan untuk menemukan isi teks cerpen yang dibaca.
Fase 2 : Identifikasi Masalah
1. Guru membagi LKPD yang berisi langkah-langkah kegiatan mengidentifikasi dan menganalisis unsur pembangun teks cerita pendek.
2. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam LKPD.
3. Peserta didik diminta mengidentifikasi unsur dan menganalisis unsur pembentuk teks cerita pendek yang
90 menit
dibaca.
4. Peserta didik dibimbing sehingga timbul rasa ingin tahu untuk bertanya.
5. Peserta didik menalar tentang analisis unsur pembangun teks cerita pendek yang dibaca.
Fase 3 : Pengumpulan Data
Peserta didik diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mencari informasi dari berbagai sumber terkait dengan mengidentifikasi dan menganalisis unsur pembangun cerita pendek untuk membuktikan benar tidaknya jawaban mereka.
Fase 4 : Pengolahan Data
Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para peserta didik melalui, observasi, dan sebagainya.
Fase 5 : Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya jawaban tentang mengidentifikasi dan menganalisis cerita pendek.
Fase 6: Penarikan kesimpulan
1. peserta didik membuat peta konsep tentang unsur pembangun teks cerita pendek untuk dilaporkan.
2. Setiap kelompok mempersentasikan hasil diskusi di depan kelas.
3. Kelompok lain diberi kesempatan untuk mengomentari hasil diskusi kelompok yang pesentasi.
4. Guru memberikan penguatan atau materi tambahan untuk memperjelas materi yang dipelajari.
5. Peserta mengerjakan tugas individu.
Penutup 1. Guru meminta siswa untuk membuat reusme dengan menyebutkan poin-poin penting materi yang sudah dipelajari.
2. Guru menyampaikan refleksi berkaiatan dengan kegiatan pembelajaran
3. Guru menyampaikakan kegiatan belajar yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya.
4. Untuk memberi penguatan materi, peserta didik diarahkan untuk membaca berbagai referensi terkait dengan materi yang dipelajari baik dari buku mauapun internet.
15 menit
Penugasan
1. Bacalah sebuah cerpen dari internet yang bertema persahabatan.
2. Jelaskan unsur pembangun teks cerita pendek tersebut disertakan dengan buktinya Pertemuan kedua
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan 1. Mengucap salam, berdoa, mengkondisikan kelas ke dalam
situasi belajar, mengecek kehadiran siswa.
2. Guru menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai dan menunjukan manfaatnya dalam kehidupan sehari – hari.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4. Guru menyampaikan lingkup penilaian dan teknik penilaiannya yang akan digunakan
15 Menit
Inti Fase 1 : Stimulus / Rangsangan
1. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari empat orang.
90 menit
2. Peserta didik mengamati teks cerita pendek dalam yang berjudul “Satu Senyum Untuk Kakak”
3. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya terkait teks yang dibaca.
Fase 2 : Identifikasi Masalah
1. Guru membagi LKPD yang berisi langkah-langkah kegiatan menyimpulkan unsur pembangun teks cerita pendek.
2. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam LKPD.
3. Peserta didik diminta menyimpulkan unsur pembangun teks cerita pendek yang dibaca.
4. Peserta didik dibimbing sehingga timbul rasa ingin tahu untuk bertanya.
5. Peserta didik menalar tentang penyimpulan unsur pembangun cerita pendek yang dibaca.
Fase 3 : Pengumpulan Data
Peserta didik diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mencari informasi dari berbagai sumber terkait dengan penyimpulan unsur pembangun cerita pendek untuk membuktikan benar tidaknya jawaban mereka.
Fase 4 : Pengolahan Data
Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para peserta didik melalui, observasi, dan sebagainya.
Fase 5 : Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya jawaban tentang mengidentifikasi dan menganalisis cerita pendek.
Fase 6: Penarikan kesimpulan
1. peserta didik menyimpulkan hasil diskusi untuk dilaporkan.
2. Perwakilan setiap kelompok mempersentasikan hasil diskusi di depan kelas.
3. Kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi hasil diskusi kelompok yang pesentasi.
4. Guru memberikan penguatan atau materi tambahan untuk memperjelas materi yang dipelajari.
5. Peserta didik mengerjakan tugas individu.
Penutup 1. Guru meminta siswa untuk membuat reusme dengan menyebutkan poin-poin penting materi yang sudah dipelajari.
2. Guru menyampaikan refleksi berkaiatan dengan kegiatan pembelajaran
3. Guru menyampaikakan kegiatan belajar yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya.
4. Untuk memberi penguatan materi, peserta didik diarahkan untuk membaca berbagai referensi terkait dengan materi yang dipelajari baik dari buku mauapun internet.
15 menit
H. Penilaian
D. Penilaian sikap
Sikap Spiritual
No. Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Butir
Instrumen Waktu
Pelaksanaan Keterangan 1 Observasi Lembar
observasi (Catatan Jurnal)
Terlampir Saat
pembelajaran berlangsung
Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran (assessment for and of learning)
Sikap Sosial
No. Teknik Bentuk Instrumen
Contoh Butir Instrumen
Waktu Pelaksanaan
Keterangan 1 Observasi Lembar
observasi (catatan jurnal)
Terlampir Saat
pembelajaran berlangsung
Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran (assessment for and of
learning)
1. Penilaian Pengetahuan No Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Butir
Instrumen Waktu
Pelaksanaan Keterangan 1 Tes
Tertulis
Uraian Terlampir Saat Penilaian Harian
Penilaian untuk
pembelajaran (assessment for learning) dan sebagai pembelajaran (assessment as learning) 2. Penilaian Keterampilan
No
. Teknik Materi Contoh Butir Instrumen
Waktu
Pelaksanaan Keterangan 1 Praktik Menyimpulkan
isi cerita pendek.
Terlampir Selama PBM berlangsung.
Penilaian untuk, sebagai, dan/atau pencapaian pembelajaran (assessment for, as, and of learning)
Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. Pembelajaran Remedial
Berdasarkan hasil analisis ulangan harian, peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran remedial dalam bentuk;
1) bimbingan perorangan jika peserta didik yang belum tuntas ≤ 20%;
2) belajar kelompok jika peserta didik yang belum tuntas antara 20% dan 50%; dan 3) pembelajaran ulang jika peserta didik yang belum tuntas ≥ 50%.
4) Materi remedial : Mengidentifikasi unsur pemebentuk teks cerpen.
2. Pembelajaran Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pengayaan dalam bentuk penugasan untuk mempelajari soal-soal PAS.
Mengetahui Kepala SMPN 3 Golewa Daniel Kota, S.Pd
NIP. 19680131 20012 1 008
Rakateda, 27 Agustus 2021 Guru Mata Pelajaran
MARIA FRANSISKA LUNA, S. Pd Nip. 19860807 201503 2 005
Lampiran 1 MATERI AJAR 1. Pengertian Teks Cerita Pendek
Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah maupun cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Atau cerpen adalah sebuah karangan fiktif yang akan berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja.
2. Ciri-Ciri Cerita Pendek
1. Ceritanya jauh lebih pendek dibanding dengan novel atau cerita lain.
2. Memiliki jumlah kata kurang dari 10.000 kata atau tidak lebih dari sepuluh halaman.
3. Cerita yang akan diceritakan juga biasanya akan bersumber dari kehidupan sehari-hari .
4. Habis dibaca dalam sekali duduk.
5. Perwatakan tokoh digambarkansecara singkat.
6. Dalam cerpen hanya akan menceritakan inti sari dari cerita tersebut bukan kisah detail para tokohnya
7. Pemakaian kata yang sederhana sehingga mudah dipahami pembaca.
8. Pembaca dapat ikut merasakan langsung kisah yang akan diceritakan karena kesan yang ditinggalkan cerpen sangat mendalam.
9. Mempunyai alur ceritanya sederhana.
10. Pendalam tokohnya sangat sederhana.
3. Unsur-Uunsur Pembangun Cerita Pendek 1) Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik cerpen adalah unsur pembentuk cerpen yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri.ada Beberapa hal yang termasuk di dalam unsur instrinsik ialah:
1. Tema adalah pokok atau gagasan utama sebuah cerpen 2. Tokoh dan penokohan
Dalam penokohan dituliskan tokoh dan watak dari tokoh. Tokoh merupakan pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh terbagi atas tokoh utama dan tokoh tambahan.
Tokoh utama merupakan tokoh yang melakukan interaksi secara langsung atau terlibat dalam konflik.
Tokoh tambahan merupakan tokoh yang hanya diungkapkan dalam cerpen tanpa adanya interaksi yang dilakukan tokoh atau tokoh yang tidak terlibat dalam konflik.
Penokohan merupakan pelukisan watak atau karakter tokoh yang terdapat dalam sebuah cerita.
Contoh : Tokoh Bandung Bondowoso dalam cerita Roro Jonggrang memiliki watak gigih.
3. Latar dibedakan menjadi latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.
o Latar tempat menjelaskan di mana kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi.
o Latar waktu menjelaskan kapan kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi.
o Latar suasana menjelaskan gambaran suasana dalam sebuah cerpen.
4. Alur atau plot adalah rangkaian kronologi peristiwa. Alur dibedakan menjadi alur maju, alur mundur, dan alur campuran.
Alur maju adalah cerpen dengan peristiwa yang dimulai dari awal sampai akhir.
Alur mundur adalah cerpen dengan peristiwa yang dimulai dari akhir cerita ke awal cerita. Alur mundur disebut juga dengan istilah kilas balik.
Alur campuran adalah alur cerpen yang merupakan gabungan antara alur maju dan alur mundur
Tahap-tahap alur 1. Tahap pengenalan
Tahap pengenalan adalah tahapan awal cerita yang akan digunakan untuk mengenalkan tokoh, latar, situasi, waktu, atau lain sebagainya.
2. Tahap pemunculan konflik
Tahap pemunculan konflik adalah tahap yang dimunculkannya masalah.
Tahap ini ditandai dengan adanya ketegangan ataupun perdebatan antar tokoh.
3. Tahap konflik memuncak
Tahap konflik yang memuncak maupun biasa juga disebut dengan klimaks adalah tahap di mana ada permasalahan atau ketegangan berada pada titik paling puncak.
4. Tahap peleraian atau konflik menurun
Tahap konflik menurun atau biasa juga disebut disebut antiklimaks adalah tahap di mana ada masalah mulai dapat diatasi atau ketegangan berangsur- angsur menghilang.
5. Tahap penyelesaian
Tahap penyelesaian merupakan tahap di mana ada konflik yang sudah terselesaikan. Sudah tidak ada permasalahan ataupun ketegangan antar tokohnya,oleh karena itu telah menemukan penyelesaiannya.
5. Sudut Pandang
Sudut pandang (point of view) berisi pandangan pengarang terhadap cerpen, bisa saja pengarang menjadi orang pertama atau orang ketiga.
Sudut pandang orang pertama adalah pengarang terlibat langsung atau orang pertama dalam cerita yang ditandai dengan penggunaan kata ganti orang aku, saya, dan sebagainya.
Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak terlibat langsung dalam cerita yang ditandai dengan penggunaan kata ganti orang seperti dia, mereka, dan sebagainya atau menggunakan nama tokoh. Sudut pandang orang ketiga terbagi atas orang ketiga terarah dan orang ketiga serba tahu.
6. Amanat
Pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah cerita. Pesan dalam sebuah cerita menceriminkan pandangan hidup pengarang. Pesan yang disampaikan pengarang disebut pesan moral.
2) Unsur Ekstrinsik Cerita Pendek
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun cerpen dari luar cerpen itu sendiri.
1. Bahasa
Bahasa merupakan saran yang digunakan dalam karya sastra. Bahasa yang digunakan dalam karya sastra biasanya dipengaruhi oleh bahasa pengarang itu sendiri. Contoh, unsur bahasa daerah dimungkinkan masak dalam ke kraya sastra seperti cerpen.
2. Latar belakang pengarang
Latar belakang pengarang meliputi pemahama pembaca terhadap sejarah hasil- hasil karangan ayang ditulis pengarang sebelumnya. Latar belakang pengarang seperti biografi pengarang, kondisi psikologis pengarang, aliran sastra yang dianut pengarang dan lain-lain.
3. Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pendek.
4. Sebuah cerpen mengandung nilai-nilai kehidupan yang berlaku dalam masyarakat.
1. Nilai moral merupakan nilai kehidupan berkaitan dengan akhlak atau budi pekerti (baik dan buruk)
Contoh: berbaki kepada orang tua
2. Nilai sosial merupakan nilai yang terkait dengan norma atau aturan dalm kehidupan masyarakat. Nilai sosial berhubungan dengan orang lain.
Contoh : saling memberi, tenggang rasa, dan saling menghormati.
3. Nilai budaya merupakan nilai-nilai yang berkaitan dengan kebiasaan atau trdisi yang berlaku dalam masyarakat.
Contoh: adat istiadat, cara berpakian, budaya seni8, upacara adat dan lain- lain.
4. Nilai religi merupakan nilai yang berkaitan dengan kehidupan beragama.
Contoh: cara beribadah kpada Tuhan dan sistem kepercayaan.
5. Nilai politik merupakan nilai yang terkait dengan gejolak tata pemerinatahan.
Contoh: latar peristiwa politik.
4. Contoh Teks Cerita Pendek
Bangkit
Cahaya bulan malam ini begitu terang, bintang pun berkelap kelip memamerkan keindahannya. Aku berjalan menyusuri sebuah lorong nan sepi, tak ada satu orang pun di sana. Hatiku terasa sepi dan gundah dengan segala kekacauan yang terjadi hari ini. Sebuah hari dimana seharusnya kebahagiaan kudapati.
Namun apa yang terjadi? Hal buruk justru menimpaku bertubi-tubi, konflik dengan orang tua karena ketidaklulusanku, perayaan ulang tahun yang terpaksa gagal, hadiah sepeda motor yang gagal kudapat, adik yang menyebalkan dan sorak sorai teman-teman merayakan kelulusannya.
Hari-hari yang keras karena kisah cinta pahitku. Hingga indahnya malam ini seakan tak mampu membuatku tersenyum lagi. Tetesan air mata mulai mengalir di pipiku dan perlahan kuusap. Ya, sakit memang putus cinta.
Rasanya beberapa menit lalu kata-kata terakhirnya masih bisa kurasakan merobek- robek hatiku “sudah sana… pergilah jika itu yang kamu inginkan! Kamu kira aku tak bisa menemukan yang lebih baik darimu. Semoga kamu tak menyesali keputusanmu yang telah menyia-nyiakan cinta suciku!” kutipan pesan yang masuk ke ponselku.
Beberapa telephone masuk pun sengaja kutolak karena sudah begitu muaknya. Air mata terus mengalir di pipiku diikuti dengan sakit kepala yang mulai terasa. Seakan tak mampu bangkit, aku terus duduk termenung di pinggir jalan. “Halo mba.. lagi sedih banget nih kayanya, bisa bagi uangnya dong” ucap seorang pemuda yang sedang mabuk menghampiriku.
Karena tak meresponnya, pemuda itu pun pengancamku dengan sebilah pisau lipat yang dikeluarkan dari saku celana jeansnya. Tanpa berfikir panjang, kuambil tas di sebelahku dan kuserahkan semua uang yang kumiliki. “Ambil semua ini dan pergilah menjauh!”
Kembali kususuri jalan hingga sampailah ke sebuah jembatan tua dengan jurang tinggi di bawahnya. Kakiku mulai melangkah maju dan kuangkat kaki kananku.
Selangkah lagi tubuhku akan jatuh ke dalam jurang, semua kekacauan di hatiku seakan menghilangkan rasa takutku terhadap ketinggian.
Namun, tiba-tiba seseorang menarik bajuku. Ternyata pria pemabuk tadilah yang menarikku menjauh dari pinggir jembatan. “Kenapa kamu lakukan ini, kenapa kamu menolongku?!”
Tanpa berkata apa-apa ia pergi meninggalkanku lalu ku kejar dia. Setelah beberapa saat ia baru mulai berbicara.
“Aku sangat membenci orang-orang lemah sepertimu. Maaf jika aku menarikmu”
ucapnya sembari menatapku tajam dan menjulurkan tangannya. Kaget bukan main ku lihat tangannya yang ternyata sisa 2 jari saja.
“Kaget ya, ini adalah bukti kerasnya kehidupan di jalan. Jariku yang lain hilang dipotong preman karena persaingan.” Karena tak kusambut jabatan tangannya, ia pun meletakkan kembali tangannya dan melanjutkan ceritanya.
“Maaf kuambil tasmu, sudah 3 hari aku tak makan. Biasanya aku makan dari sisa makanan di tong sampah. Namun, karena hujan deras kemarin, semua makanan yang kuanggap masih layak sudah berubah membusuk.”
Memang jika dilihat dari tubuhnya, ia sangat kurus. Sembari menahan aroma alkohol yang begitu menyengat dari mulutnya, kuberikan kembali tasku padanya. “Ambilah
ini, mungkin kamu lebih membutuhkannya.”
Dari percakapan singkat dengannya, hatiku mulai kembali kuat. Tak bisa ku bayangkan jika aku yang berada di posisinya. Ya, meskipun hidupku selalu kecukupan, namun tak pernah ada rasa syukur di hati. Pria yang selama ini kuperjuangkan, namun ternyata selalu membuatku kecewa pun seakan tak lagi membebaniku. “Pulanglah, masih banyak yang menanti kepulanganmu!” ucapnya sembari beranjak menjauh dariku.
Malam semakin sunyi, ku susuri jalan ke arah rumah. Ketika sampai di persimpangan jalan, ku dapati kekasihku berdiri dengan segenggam bunga di tangannya.
Tiga orang yang kukenal juga berdiri menantiku, ya kedua orang tua dan adikku pun ikut mencariku. “Maaf sayang, aku telah banyak mengecewakanmu dan salah menilaimu” dia menggenggam erat tanganku. Tak kuasa menahan tangis haru.
Beberapa saat berlalu ia kemudian menyerahkan bunga di tangannya dan sebuah buku kecil yang ternyata diaryku. Di buku kecil itulah aku menuliskan keluh kesah dan rasa banggaku pada sosok pria yang sedang menggenggam erat tanganku ini.
Di balik sana, keluargaku tersenyum melihatku kembali. Kami pun masuk ke mobil dan pergi ke mall untuk merayakan ulang tahunku. Ya, meskipun hadiah motor tetap tak kudapat karena aku gagal lulus ujian.
Lampiran 2 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1
Mengidentifikasi dan menganalisis unsur pembangun teks cerita pendek
Kalian telah mempelajari materi menemukan isi teks cerita pendek. Sekarang kalian akan berlatih mengidentifikasi dan menganalisis unsur pembangu teks cerita pendek.
Petunjuk kegiatan:
1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari empat orang.
2. Bacalah teks cerita pendek yang berjudul “Bangkit” dengan saksama!
3. Identifikasilah unsur pembangun cerpen di atas!diskusikan dengan kelompokmu!
4. Analisislah unsur-unsur pembangun teks cerita pendek “Bangkit” yang kalian baca!
5. Buatlah peta konsep unsur pembangun cerita pendek!
6. Presentasikan hasil diskusi kalian di depan kelas!
Tugas 1
Menemukan isi teks cerita pendek
ALOKASI WAKTU 35 menit
MATERI POKOK
Kegiatan 1
Bangkit
Cahaya bulan malam ini begitu terang, bintang pun berkelap kelip memamerkan keindahannya.
Aku berjalan menyusuri sebuah lorong nan sepi, tak ada satu orang pun di sana. Hatiku terasa sepi dan gundah dengan segala kekacauan yang terjadi hari ini. Sebuah hari dimana seharusnya kebahagiaan kudapati.
Namun apa yang terjadi? Hal buruk justru menimpaku bertubi-tubi, konflik dengan orang tua karena ketidaklulusanku, perayaan ulang tahun yang terpaksa gagal, hadiah sepeda motor yang gagal kudapat, adik yang menyebalkan dan sorak sorai teman-teman merayakan kelulusannya.
Hari-hari yang keras karena kisah cinta pahitku. Hingga indahnya malam ini seakan tak mampu membuatku tersenyum lagi. Tetesan air mata mulai mengalir di pipiku dan perlahan kuusap. Ya, sakit memang putus cinta.
Rasanya beberapa menit lalu kata-kata terakhirnya masih bisa kurasakan merobek-robek hatiku
“sudah sana… pergilah jika itu yang kamu inginkan! Kamu kira aku tak bisa menemukan yang lebih baik darimu. Semoga kamu tak menyesali keputusanmu yang telah menyia-nyiakan cinta suciku!” kutipan pesan yang masuk ke ponselku.
Beberapa telephone masuk pun sengaja kutolak karena sudah begitu muaknya. Air mata terus mengalir di pipiku diikuti dengan sakit kepala yang mulai terasa. Seakan tak mampu bangkit,
aku terus duduk termenung di pinggir jalan. “Halo mba.. lagi sedih banget nih kayanya, bisa bagi uangnya dong” ucap seorang pemuda yang sedang mabuk menghampiriku.
Karena tak meresponnya, pemuda itu pun pengancamku dengan sebilah pisau lipat yang dikeluarkan dari saku celana jeansnya. Tanpa berfikir panjang, kuambil tas di sebelahku dan kuserahkan semua uang yang kumiliki. “Ambil semua ini dan pergilah menjauh!”
Kembali kususuri jalan hingga sampailah ke sebuah jembatan tua dengan jurang tinggi di bawahnya. Kakiku mulai melangkah maju dan kuangkat kaki kananku. Selangkah lagi tubuhku akan jatuh ke dalam jurang, semua kekacauan di hatiku seakan menghilangkan rasa takutku terhadap ketinggian.
Namun, tiba-tiba seseorang menarik bajuku. Ternyata pria pemabuk tadilah yang menarikku menjauh dari pinggir jembatan. “Kenapa kamu lakukan ini, kenapa kamu menolongku?!”
Tanpa berkata apa-apa ia pergi meninggalkanku lalu ku kejar dia. Setelah beberapa saat ia baru mulai berbicara.
“Aku sangat membenci orang-orang lemah sepertimu. Maaf jika aku menarikmu” ucapnya sembari menatapku tajam dan menjulurkan tangannya. Kaget bukan main ku lihat tangannya yang ternyata sisa 2 jari saja.
“Kaget ya, ini adalah bukti kerasnya kehidupan di jalan. Jariku yang lain hilang dipotong preman karena persaingan.” Karena tak kusambut jabatan tangannya, ia pun meletakkan kembali tangannya dan melanjutkan ceritanya.
“Maaf kuambil tasmu, sudah 3 hari aku tak makan. Biasanya aku makan dari sisa makanan di tong sampah. Namun, karena hujan deras kemarin, semua makanan yang kuanggap masih layak sudah berubah membusuk.”
Memang jika dilihat dari tubuhnya, ia sangat kurus. Sembari menahan aroma alkohol yang begitu menyengat dari mulutnya, kuberikan kembali tasku padanya. “Ambilah ini, mungkin kamu lebih membutuhkannya.”
Dari percakapan singkat dengannya, hatiku mulai kembali kuat. Tak bisa ku bayangkan jika aku yang berada di posisinya. Ya, meskipun hidupku selalu kecukupan, namun tak pernah ada rasa syukur di hati. Pria yang selama ini kuperjuangkan, namun ternyata selalu membuatku kecewa pun seakan tak lagi membebaniku. “Pulanglah, masih banyak yang menanti kepulanganmu!”
ucapnya sembari beranjak menjauh dariku.
Malam semakin sunyi, ku susuri jalan ke arah rumah. Ketika sampai di persimpangan jalan, ku dapati kekasihku berdiri dengan segenggam bunga di tangannya.
Tiga orang yang kukenal juga berdiri menantiku, ya kedua orang tua dan adikku pun ikut mencariku. “Maaf sayang, aku telah banyak mengecewakanmu dan salah menilaimu” dia menggenggam erat tanganku. Tak kuasa menahan tangis haru.
Beberapa saat berlalu ia kemudian menyerahkan bunga di tangannya dan sebuah buku kecil yang ternyata diaryku. Di buku kecil itulah aku menuliskan keluh kesah dan rasa banggaku pada sosok pria yang sedang menggenggam erat tanganku ini.
Di balik sana, keluargaku tersenyum melihatku kembali. Kami pun masuk ke mobil dan pergi ke
Unsur lainnya yang membangun cerpen “Bangkit” dari luar atau unsur… ... yaitu:
UNSUR INTRISNSIK URAIAN
………
………
………
……….
……..
Unsur lainnya yang membangun cerpen “Bangkit” dari luar atau unsur ekstrinsik yaitu:
UNSUR
EKSTRISNSIK URAIAN
Nilai ………
Nama Peserta didik: Kelas:
Catatan Guru: ...
...
...
Nilai:
mall untuk merayakan ulang tahunku. Ya, meskipun hadiah motor tetap tak kudapat karena aku gagal lulus ujian.
ANALISIS UNSUR- UNSUR CERITA PENDEK “BANGKIT”
Menyimpulkan unsur pembangun teks cerita pendek beserta buktinya.
Kalian telah mempelajari materi tentang unsur-unsur pembangun teks cerita pendek. Sekarang kalian akan berlatih menyimpulkan unsur pembangun teks cerita pendek disertakan dengan buktinya.
Petunjuk:
1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari empat orang.
2. Bacalah teks cerita pendek yang berjudul “Satu Senyuman Untuk Kakak” berikut!
SATU SENYUMAN UNTUK KAKAK
Hari masih siang tapi hujan sudah mengguyur ibu kota, Dania yang baru saja keluar dari kelas tak sempat pulang karena hujan turun begitu deras. Dania mencoba menelepon kakaknya tapi tak diangkat dan dia mencoba sms tapi tak dibalas, “Ishh, kesel deh! Masa gue harus pulang ujan ujanan sih” kesal Dania.
Akhirnya ia terpaksa hujan hujanan, Tapi saat ia melangkahkan satu kakinya, sebuah mobil sport berwarna hitam datang, lalu keluar seorang laki laki bertubuh tinggi yang tak lain adalah Kak Alvin, kakak Dania.
“Dek, maaf yah kakak telat jemput kamu soalnya tadi kena macet” jelas Kak Alvin sembari memayunginya. “Palingan itu alesan, bilang aja kakak banyak tugas jadi gak sempet jemput aku tepat waktu” cetus Dania dengan raut muka sinis. Kak Alvin hanya menghela nafas dan tersenyum karena Dania sudah terbiasa seperti ini. Dania pun segera masuk ke dalam mobil lalu menutup pintu itu dengan sangat keras.
“Dek, kapan kamu berubahnya sih, kakak pengen banget liat kamu senyum, mungkin itu khayalan yang gak mungkin terjadi” gumam Kak Alvin dalam hati. “Woyy!!! Kak, cepetan dong makin deras nih hujan” teriak Dania dengan rasa kesal. Lalu, Kak Alvin kaget mendengarnya akhirnya ia segera menutup payungnya dan segera memasuki mobil.
Di perjalanan, Dania dan kakaknya diam tak bersuara tak ada sedikitpun candaan di antara mereka, Kak Alvin ingin sekali bercanda dengan Dania hanya saja sikapnya yang gampang sekali marah, ia mengurungkan niatnya untuk sesekali bercanda dengan adik tercinta yang disayanginya itu. Kak Alvin terus menatap Dania dan tak menyadari kalau di depannya adalah sebuah mobil bak. “Kak, awas kak ada mobil nanti ketabrak kak!!!” panik Dania.
Akhirnya, kak Alvin mencoba menghindar dan membelokkan mobil, namun naas mobilnya menabrak sebuah pohon besar. Mereka pun terluka parah terkecuali kak Alvin yang wajahnya terkena pecahan kaca mobil hingga mengenai matanya, Dania hanya terluka di bagian kepala saja.
Ketika hujan berhenti, warga yang melihatnya segera menghampiri mobil itu lalu menghubungi ambulan. Berselang beberapa menit, dua ambulan datang dan membawa mereka ke rumah sakit.
Tugas 1
Kegiatan 2
Dania dan Kak Alvin dibawa ke ruangan UGD dan segera ditangani oleh dokter.
Beberapa menit kemudian Dania sadar dan melihat sekelilingnya “Saya ada dimana?”
tanya Dania pada seorang dokter dengan tubuh masih lemas.”Kamu lagi ada di rumah sakit, tadi kamu mengalami kecelakaan mobil dan sekarang saudara kamu masih belum sadar kemungkinan dia mengalami kebutaan pada matanya” jelas dokter itu. Dania pun mengingat kembali peristiwa yang terjadi, “Kak Alvin!!” teriak Dania dengan beruraian air mata lalu ia menghampiri ranjang kakaknya yang berdekatan dengan ranjangnya. Lalu ia memeluk tubuh kakaknya yang terbaring lemas dan tak berdaya dengan perban di matanya, “Kakak maafin aku kak, selama ini aku sering membuat kakak sedih, kesal dan marah aku janji aku bakal berubah dan menuruti apa kata kakak, sekarang kakak bangun kak!! Bangun!!” ucap Dania sembari memeluk kakaknya dengan air mata penyesalannya.
Mungkin kak Alvin mendengar apa kata katanya, tangannya bergerak pelan pelan dan mengusap kepalanya dengan lembut namun Dania tak menyadari dia terus saja memeluk kakaknya dan menangis, lalu ia merasakan usapan itu dan dia melihat ke sekelilingnya,
“kok perasaan tadi ada yang ngusap rambut gue tapi kok ada yahh” ucap Dania dengan rasa penasaran. Lalu ia melihat kakaknya, ternyata ia menyadari bahwa kakaknya yang mengusap kepalanya karena ia melihat tangannya yang bergerak “Kakak? Udah sadar”
panggil Dania pada Kak Alvin, dia hanya meraba raba sekelilingnya. “Kakak, ini aku Dania” ucapnya pada Kak Alvin dengan mendekatinya “Adek? ini beneran kamu?” Tanya kak Alvin dengan meraba raba tubuh Dania, “iya ini aku kak” jawab Dania dengan perasaan senang.
Lalu Dania memeluk kakaknya dengan erat, “kak maafin Dania yah! Dania tau kalau ini salah, maafin aku yah kak” ucap Dania dengan berurai air mata. Air mata pun jatuh dari pipi kak Alvin dan tersenyum bahagia “Iya, gak papa dek ini bukan salah kamu ini salah kakak sendiri, kakak emang lalai jadi kaya gini akhirnya”
Dania melepaskan pelukan kakaknya. “Kak, kakak mau apa dari nanti biar Dania turutin apa yang kakak mau” pinta Dania. “Kakak cuma pengen adek selalu tersenyum walaupun kakak udah gak bisa lihat tapi kakak bisa ngerasain kalau kamu itu tersenyum dan satu lagi, kakak gak mau adek terbebani oleh masalah itu aja yang kakak pengen, sederhana kok dan gampang juga”. Dania pun termenung dan menyadari bahwa selama ini ia tidak pernah tersenyum pada kakaknya dan ia pun tersenyum pada kakaknya walaupun dia tak melihatnya. “Ini Satu Senyuman Buat Kakak” katanya sembari memeluk kakaknya. Kini hari harinya dihiasi dengan senyuman dan ditemani oleh kakak yang selalu menemani dirinya sepanjang waktu.
3. Diskusikanlah dengan anggota kelompokmu mengenai penyimpulan unsur pembangun teks cerita pendek beserta buktinya.
A. Untuk menyimpulkan unsur pembangun teks cerpen, kerjakanlah soal-soal berikut!
1) Tentukanlah unsur-unsur pembangun teks cerita pendek
2) Simpulkan unsur pembangun teks cerita pendek dengan mengisi kotak berikut!
Unsur Simpulan dan Bukti Latar Tempat
Kutipan cerpen
Latar Waktu Kutipan cerpen
Sudut Pandang Kutipan cerpen
Karakter tokoh Kutipan cerpen
Alur /Plot
a. Tahap pengenalan
b. Tahap pemunculan konflik
c. Konflik memuncak
d. Peleraian
e. Penyelasaian
Kutipan cerpen
Tema Cerpen
Amanat cerpen
A. Presentasikan hasil diskusi kalian di depan kelas.
Nama Peserta didik: Kelas:
Catatan Guru: ...
...
...
Nilai:
Lampiran 3 INSTRUMEN DAN RUBRIK PENILAIAN 1. Penilaian Sikap
Teknik : observasi
Bentuk : lembar observasi Contoh : jurnal
Sikap Spiritual
No Waktu Nama siswa
Catatan
perilaku Butir sikap
Tindak Lanjut
Tanda tangan 1.
2.
3.
Penilaian sikap Sosial
No Waktu Nama siswa Catatan
perilaku
Butir sikap Tindak Lanjut
Tanda tangan 1.
2
3
4
2. Penilaian Pengetahuan Teknik : tes tertulis Bentuk : uraian Contoh instrumen :
Kisi – Kisi Penilaian Pengetahuan
KD IPK Materi Indikator Soal
Level Kognitif
Bentuk soal
No.
Soal Mengidentifikasi
unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca.
Menemukan isi teks cerita pendek.
Isi cerpen Disajikan sebuah teks cerita pendek, peserta didik dapat menentukan hal menarik dari cerita secara tepat.
C4 Uraian 1
Mengidntifikasi unsur pembangun teks ceruta pendek
Unsur intrinsik pembangun teks cerita pendek.
Disajikan sebuah teks cerita pendek, peserta didik dapat mengidentifikasi tema teks cerita pendek yang dibaca secara
C4 Uraian 2
tepat.
Mengidntifikasi unsur pembangun teks ceruta pendek
Unsur intrinsik pembangun teks cerita pendek.
Disajikan sebuah teks cerita pendek, peserta didik dapat mengidentifikasi latar tempat dan waktu beserta bukti dari teks cerita pendek yang dibaca secara tepat.
C4 Uraian 3
Mengidntifikasi unsur pembangun teks ceruta pendek
Unsur intrinsik pembangun teks cerita pendek.
Disajikan sebuah teks cerita pendek, peserta didik dapat menjelaskan alur beserta bukti dari teks cerita
pendek yang dibaca secara tepat.
C3 Uraian 4
Mengidntifikasi unsur pembangun teks ceruta pendek
Unsur intrinsik pembangun teks cerita pendek.
Disajikan sebuah teks cerita pendek, peserta didik dapat mengidentifikasi sudut pandang beserta bukti dari teks cerita pendek yang dibaca secara tepat.
C4 Uraian 5
Mengidntifikasi unsur pembangun teks cerita pendek
Unsur intrinsik pembangun teks cerita pendek.
Disajikan sebuah teks cerita pendek, peserta didik dapat mengidentifikasi amanat dari teks cerita pendek yang dibaca secara tepat.
C4 Uraian 6
Mengidntifikasi unsur pembangun teks cerita pendek
Unsur ekstrinsik pembangun teks cerita pendek.
Disajikan sebuah teks cerita pendek, peserta didik dapat mengidentifikasi nilai moral dari teks cerita pendek yang dibaca secara tepat.
C4 Uraian 7
Soal dan Kunci
Bacalah Teks Cerita Pendek Berikut!
No Soal Kunci Jawaban 1 Tentukan hal menarik dari teks cerpen
tersebut!
Hal menarik dari cerpen tersebut adalah ceritanya mengisahkan seorang anak yang sangat memahami kedua orang tuanya.
2 Tentukan tema teks cerpen tersebut! Kepatuhan 3 Tentukan latar tempat dan waktu beserta
bukti dari teks cerpen yang dibaca! Latar tempat di rumah, buktinya “Kana, ambilkan arang dan sekam!” suara ibu merambat di udara. Beradu deru mesin alkon yang melewati Sungai Pangambangan, di belakang rumah kami.
Latar waktu malam hari buktinya Aku yang sedang memandangi bintang-bintang bergegas menuju teras.
4 Tentukan alur teks cerita pendek yang dibaca!
Cerita menggunakan alur maju.
5 Jelaskan sudut pandang cerita pendek tersebut!
Cerita memggunakan sudut pandang orang pertama pelaku sampingan, karena cerita tersebut mengisahkan ibu dan ayah yang diceritakan oleh tokoh aku.
6 Jelaskan amanat cerita pendek tersebut! kita harus patuh pada orang tua.
Kita harus menjaga kebersihan dan keindahan dan selalu patuh kepad Tuhan.
7 Tentukan nilai moral yang terdapat dalam teks tersebut.
Nilai sosial dari kutipan cerpen tersebut adalah kepatuhan kepada orang tua.
Pedoman Penskoran
NO Rubrik Skor
1 Menentukan hal menarik dari cerpen
Tepat
Kurang tepat
Tidak tepat
5 3 1 2 Menentukan tema cerpen
Keseuaian tema dengan isi
Kurang sesuai dengan isi
Tidak sesuai dengan isi
5 3 1 3 Menjelaskan latar cerita dan bukti secara
tepat.
Menjelaskan latar cerita, namun kurang tepat menjelaskan bukti
Hanya menjelaskan latar tanpa disertai
5 3 2 Sekuntum Melati Ibu
Karya Miranda Seftiana
“Kana, ambilkan arang dan sekam!” suara ibu merambat di udara. Beradu deru mesin alkon yang melewati Sungai Pangambangan, di belakang rumah kami.
Aku yang sedang memandangi bintang-bintang bergegas menuju teras. Di sudut tempat yang menjadi transisi antara pekarangan dan pintu rumah tergeletak sekarung kulit padi yang telah hitam, juga beberapa bungkus arang yang biasa digunakan untuk membakar ayam atau ikan.
Ibu meletakan di sana, di tempat teduh oleh bayangan dahan belimbing wuluh. Sengaja
katanya, agar tidak mengganggu estetika. Karena menurut kepercayaan ibu, sesuatu yang kotor mesti dirahasiakan sebagaimana dilakukan Tuhan terhadap kesalahan manusia.
Aku tidak berani membantah. Sepanjang hidup pun tak pernah menganggap ibu salah, terlebih jika sudah melibatkan Tuhan. Bapak juga begitu. Dia tidak suka mendebat ibu. Paling tidak, demikianlah yang ku tahu sepanjang kebersamaan mereka sebagai orang tua. Meski dalam kesehariannya, lelaki dengan kumis melintang di antara hidung dan katup teratas bibir itu berbeda minat dengan ibu.
bukti.
Tidak dapat menjelaskan latar cerita dan bukti
1 4 Menentukan alur cerpen
Tepat
Kurang tepat
Tidak tepat
5 3 1 5 Menjelaskan sudut pandang cerita
Tepat
Kurang tepat
Tidak tepat
5 3 1 6 Menjelaskan amanat cerita
Tepat
Kurang tepat
Tidak tepat
5 3 1 7 Menentukan nilai moral dalam cerpen
Tepat
Kurang tepat
Tidak tepat
5 3 1
Skor maksimum 35
Nilai akhir = skor perolehan x 100%
Skor maksimum
3. Penilaian Keterampilan Teknik : praktik
Kisi -kisi :
KD IPK Materi Indikator Soal Level
Kognitif No.
Soal Menyimpulkan
Unsur-unsur pembangun karya sastra dengan bukti yang mendukung dari cerita pendek yang dibaca.
Menyimpulkan unsur
pembangun teks cerita
pendek disertai buktinya dari teks cerpen yang dibac.
Penyimpulan unsur
pembangun cerpen.
Disajikan sebuah teks cerpen, peserta didik dapat
menyimpulka n unsur pembentuk teks cerpen diserati dengan bukti yang terdaat dalam teks yang dibaca tersebut secara tepat.
C4 1
Soal dan Kunci
Bacalah cerpen berikut!
SATU SENYUMAN UNTUK KAKAK
Hari masih siang tapi hujan sudah mengguyur ibu kota, Dania yang baru saja keluar dari kelas tak sempat pulang karena hujan turun begitu deras. Dania mencoba menelepon kakaknya tapi tak diangkat dan dia mencoba sms tapi tak dibalas, “Ishh, kesel deh! Masa gue harus pulang ujan ujanan sih” kesal Dania.
Akhirnya ia terpaksa hujan hujanan, Tapi saat ia melangkahkan satu kakinya, sebuah mobil sport berwarna hitam datang, lalu keluar seorang laki laki bertubuh tinggi yang tak
lain adalah Kak Alvin, kakak Dania.
“Dek, maaf yah kakak telat jemput kamu soalnya tadi kena macet” jelas Kak Alvin sembari memayunginya. “Palingan itu alesan, bilang aja kakak banyak tugas jadi gak sempet jemput aku tepat waktu” cetus Dania dengan raut muka sinis. Kak Alvin hanya menghela nafas dan tersenyum karena Dania sudah terbiasa seperti ini. Dania pun segera masuk ke dalam mobil lalu menutup pintu itu dengan sangat keras.
“Dek, kapan kamu berubahnya sih, kakak pengen banget liat kamu senyum, mungkin itu khayalan yang gak mungkin terjadi” gumam Kak Alvin dalam hati. “Woyy!!! Kak, cepetan dong makin deras nih hujan” teriak Dania dengan rasa kesal. Lalu, Kak Alvin kaget mendengarnya akhirnya ia segera menutup payungnya dan segera memasuki mobil.
Di perjalanan, Dania dan kakaknya diam tak bersuara tak ada sedikitpun candaan di antara mereka, Kak Alvin ingin sekali bercanda dengan Dania hanya saja sikapnya yang gampang sekali marah, ia mengurungkan niatnya untuk sesekali bercanda dengan adik tercinta yang disayanginya itu.
Kak Alvin terus menatap Dania dan tak menyadari kalau di depannya adalah sebuah mobil bak. “Kak, awas kak ada mobil nanti ketabrak kak!!!” panik Dania. Akhirnya, kak Alvin mencoba menghindar dan membelokkan mobil, namun naas mobilnya menabrak sebuah pohon besar. Mereka pun terluka parah terkecuali kak Alvin yang wajahnya terkena pecahan kaca mobil hingga mengenai matanya, Dania hanya terluka di bagian kepala saja.
Ketika hujan berhenti, warga yang melihatnya segera menghampiri mobil itu lalu menghubungi ambulan. Berselang beberapa menit, dua ambulan datang dan membawa mereka ke rumah sakit.
Dania dan Kak Alvin dibawa ke ruangan UGD dan segera ditangani oleh dokter.
Beberapa menit kemudian Dania sadar dan melihat sekelilingnya “Saya ada dimana?”
tanya Dania pada seorang dokter dengan tubuh masih lemas.”Kamu lagi ada di rumah sakit, tadi kamu mengalami kecelakaan mobil dan sekarang saudara kamu masih belum sadar kemungkinan dia mengalami kebutaan pada matanya” jelas dokter itu. Dania pun mengingat kembali peristiwa yang terjadi, “Kak Alvin!!” teriak Dania dengan beruraian air mata lalu ia menghampiri ranjang kakaknya yang berdekatan dengan ranjangnya. Lalu ia memeluk tubuh kakaknya yang terbaring lemas dan tak berdaya dengan perban di matanya, “Kakak maafin aku kak, selama ini aku sering membuat kakak sedih, kesal dan marah aku janji aku bakal berubah dan menuruti apa kata kakak, sekarang kakak bangun kak!! Bangun!!” ucap Dania sembari memeluk kakaknya dengan air mata penyesalannya.
Mungkin kak Alvin mendengar apa kata katanya, tangannya bergerak pelan pelan dan mengusap kepalanya dengan lembut namun Dania tak menyadari dia terus saja memeluk kakaknya dan menangis, lalu ia merasakan usapan itu dan dia melihat ke sekelilingnya,
“kok perasaan tadi ada yang ngusap rambut gue tapi kok ada yahh” ucap Dania dengan rasa penasaran. Lalu ia melihat kakaknya, ternyata ia menyadari bahwa kakaknya yang mengusap kepalanya karena ia melihat tangannya yang bergerak “Kakak? Udah sadar”
panggil Dania pada Kak Alvin, dia hanya meraba raba sekelilingnya. “Kakak, ini aku Dania” ucapnya pada Kak Alvin dengan mendekatinya “Adek? ini beneran kamu?” Tanya kak Alvin dengan meraba raba tubuh Dania, “iya ini aku kak” jawab Dania dengan perasaan senang.
Lalu Dania memeluk kakaknya dengan erat, “kak maafin Dania yah! Dania tau kalau ini salah, maafin aku yah kak” ucap Dania dengan berurai air mata. Air mata pun jatuh dari pipi kak Alvin dan tersenyum bahagia “Iya, gak papa dek ini bukan salah kamu ini salah kakak sendiri, kakak emang lalai jadi kaya gini akhirnya”
Dania melepaskan pelukan kakaknya. “Kak, kakak mau apa dari nanti biar Dania turutin apa yang kakak mau” pinta Dania. “Kakak cuma pengen adek selalu tersenyum walaupun kakak udah gak bisa lihat tapi kakak bisa ngerasain kalau kamu itu tersenyum dan satu lagi, kakak gak mau adek terbebani oleh masalah itu aja yang kakak pengen, sederhana
No Soal Kunci Jawaban 1 Simpulkan latar, sudut pandang, karakter
tokoh, alur dan amanat, sertakan dengan bukti atau kutipan teks dari teks cerpen tersebut.
Pedoman penskoran (Rubrik)
Aspek yang dinilai Kriteria penilaian Skor
Menyimpulkan unsur latar
Menyimpulkan latar disertakan bukti secara tepat
Kurang tepat dalam menyimpulkan latar disertakan bukti.
Hanya menyimpulkan latar.
Tidak dapat menyimpulkan latar.
5
4
3 1
Menyimpulkan unsur sudut pandang
Menyimpulkan sudut pandang disertakan bukti secara tepat
Kurang tepat dalam menyimpulkan sudut pandang dan bukti.
Hanya menyimpulkan sudut pandang.
Tidak dapat menyimpulkan sudut pandang.
5
4
3 1 Menyimpulkan
unsur karakter tokoh
Menyimpulkan karakter tokoh disertakan bukti secara tepat
Kurang tepat dalam menyimpulkan karakter tokoh.
Hanya menyimpulkan karakter tokoh.
Tidak dapat menyimpulkan karakter tokoh.
5
4
3 1 Menyimpulkan
tahapan alur/plot Menyimpulkan lima tahapan alur secara tepat
Menyimpulkan empat tahapan alur .
Menyimpulkan tiga tahapan alur .
Menyimpulkan dua tahapan alur
Menyimpulkan satu tahapan alur.
5
4 3 2 1 Menyimpulkan tema
cerita pendek.
Menyimpulkan tema secara tepat
2
kok dan gampang juga”. Dania pun termenung dan menyadari bahwa selama ini ia tidak pernah tersenyum pada kakaknya dan ia pun tersenyum pada kakaknya walaupun dia tak melihatnya. “Ini Satu Senyuman Buat Kakak” katanya sembari memeluk kakaknya. Kini hari harinya dihiasi dengan senyuman dan ditemani oleh kakak yang selalu menemani dirinya sepanjang waktu.
Tidak tepat dalam menyimpulkan tema.
1 Menyimpulkan
amanat cerita pendek.
Menyimpulkan amanat secara tepat
Tidak tepat dalam menyimpulkan tema.
2 1
Skor Maksimum 24
Nilai akhir = skor perolehan x 100%
Skor maksimum