• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan di mana tiap warga negara memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan [1]. Salah satu wujud dari hak untuk mengambil keputusan ialah pemilu. Pemilu 1999 sebagai pemilu perdana pada masa reformasi yang diselenggarakan oleh KPU berlangsung berdasarkan asas demokratis, jujur, dan adil sebagai tambahan terhadap asas pemilu sebelumnya, yaitu asas langsung, umum, bebas, dan rahasia. KPU muncul sebagai perbaikan dari penyelenggara pemilu sebelumnya yang tidak bebas dan mandiri.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju khususnya dalam bidang sistem informasi mengantarkan kedalam era digital. Era digital saat ini menyebabkan kemunculan media sosial yang digunakan sebagai wadah komunikasi. Banyak media sosial yang diciptakan, seperti instagram, facebook, twitter, dan lainnya. Saat ini media online menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu dalam mencari informasi, karena dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Sehingga jurnalis saat ini mulai dituntut untuk memanfaatkan jurnalistik visual, dimana menampilkan berbagai jenis multimedia seperti gambar, video, teks, dan konten digital [2].

Inforgrafis merupakan suatu representasi visual data yang menyampaikan suatu informasi yang kompleks dengan cepat dan jelas. Infografis menjadi salah satu bidang yang berkembang pesat dalam media massa, karena infografis dapat menjelaskan suatu cerita dengan lebih menarik. Infografis biasa diaplikasikan dalam suatu konten penelitian, blog, maupun laporan tahunan. Dengan memberikan elemen visual yang menarik, akan membuat orang tertarik untuk melihatnya. Infografis juga merupakan teknik yang digunakan untuk menyajikan suatu informasi secara visual, sehingga dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca [3].

Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Banyumas adalah suatu lembaga penyelenggaraan pemilu di tingkat kabupaten. KPU Kabupaten Banyumas bertugas untuk mengkoordinasikan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan diwilayah Kabupaten Banyumas. KPU Kabupaten Banyumas menjadi salah satu lembaga yang memanfaatkan infografis sebagai media informasi. Dimana mereka menyajikan konten di sosial media dengan tampilan yang lebih menarik, dan mudah dimengerti oleh

(2)

pembaca. Informasi-informasi yang disampaikan oleh KPU Kabupaten Banyumas memuat informasi seperti perayaan hari besar nasional, pemberitahuan mengenai pemilu, serta kegiatan yang diadakan oleh KPU Kabupaten Banyumas. Sehingga pembaca khususnya masyarakat Banyumas dapat mengetahui informasi dengan mudah, dengan mengakses sosial media yang dimiliki oleh KPU Kabupaten Banyumas.

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas maka penulis akan melakukan analisis tentang peran infografis sebagai media informasi pada KPU Kabupaten Banyumas.

1.2. Tujuan

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dan pembuatan laporan memiliki tujuan sebagai berikut:

1.1.1. Untuk mengetahui gambaran dunia kerja yang sesungguhnya.

1.1.2. Untuk mengetahui peran infografis sebagai media informasi bagi KPU Kabupaten Banyumas.

1.1.3. Untuk mengetahui apakah infografis dapat menyampaikan pesan efektif dan efisien.

1.3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Banyumas. Dengan memiliki tugas pokok saat melaksanakan praktik kerja lapangan pada sub bagian teknis yaitu mengelola sosial media dan membuat konten untuk sosial media milik KPU Kabupaten Banyumas.

Tugas lainnya selama pelaksanaan praktik kerja lapangan adalah menjadi pengisi acara NgoDeMas, menjadi talent video tiktok KPU Kabupaten Banyumas, serta menjadi operator OBS dalam perekaman video NgoDeMas.

1.4. Aspek Umum Kelembagaan 1.4.1. Profil KPU Banyumas

Gambar 1. 1 Logo KPU

(3)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan lembaga yang menyelenggarakan pemilihan umum dengan skala nasional, bersifat tetap dan mandiri dalam melakukan pemilihan umum. Ruang lingkup kerja KPU mencakup seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). KPU terdiri dari KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Dengan jumlah anggota KPU terdapat tujuh orang, KPU Provinsi lima atau tujuh orang dan KPU Kabupaten/Kota lima orang.

KPU Kabupaten Banyumas adalah lembaga yang menyelenggarakan pemilihan umum dan pemilihan diruang lingkup Kabupaten Banyumas. Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretariat KPU Kabupaten Banyumas membantu anggota KPU Kabupaten Banyumas.

Sekretariat KPU Kabupaten Banyumas dipimpin oleh sekretaris, dan dibantu oleh empat Kepala Sub-Bagian dan para staff merupakan Pegawai Negeri Sipil atau Non PNS. Secara administratif sekretaris memiliki komitmen kepada Sekretaris Jendral KPU RI dan secara fungsional kepada ketua KPU Kabupaten Banyumas [4].

1.4.2. Struktur Organisasi KPU Kabupaten Banyumas

Gambar 1. 2 Struktur Organisasi KPU Banyumas 1.4.3. KPU Kabupaten Banyumas memiliki Visi dan Misi, yakni:

1. Visi

Menciptakan Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang Professional, Mandiri dan Terintegritas guna mewujudkan pemilihan umum yang Langsung, Umum,

(4)

Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil.

2. Misi

1. Membangun SDM yang Kompeten sebagai upaya menciptakan Penyelenggara Pemilu yang Profesional

2. Menyusun Regulasi di bidang Pemilu yang memberikan kepastian hukum, progresif dan partisipatif

3. Meningkatkan kualitas pelayanan pemilu khususnya untuk para pemangku kepentingan dan umumnya untuk seluruh masyarakat

4. Meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih yang berkelanjutan

5. Memperkuat Kedudukan Organisasi dalam Ketatanegaraan.

6. Meningkatkan integritas penyelenggara Pemilu dengan memberikan pemahaman secara intensif dan komprehensif khususnya mengenai kode etik penyelenggara pemilu;

Mewujudkan penyelenggara Pemilu yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel dan aksesable

1.1.4. Unit Kerja

Nama Instansi : KPU Kabupaten Banyumas

Alamat : Jl. HM Bahrun, Berkoh, Kec. Purwokerto Sel., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53146

Tanggal Kerja Praktik : 5 Agustus s/d 3 September 2021 1.5. Metode Penulisan Laporan

Dalam menyusun laporan ini, penulis menggunakan tiga metode, diantaranya : 1. Observasi

Metode observasi dilakukan dengan mengamati peralatan (hardware dan software) yang digunakan dalam pembuatan infografis di KPU Kabupaten Banyumas.

2. Wawancara dan Diskusi

Metode wawancara dan diskusi, penulis melakukan tanya jawab kepada pembimbing PKL dan staff di KPU Kabupaten Banyumas. Dan mendiskusikan permasalah yang sedang terjadi bersama pembimbing PKL dan rekan kerja PKL kemudian mencari solusi untuk menyelesaikannya.

3. Studi Literatur

Metode studi literatur digunakan penulis untuk untuk mengumpulkan data yang dapat menunjang penulis dalam penulisan dan penyusunan laporan dengan cara melakukan studi pustaka mengenai teori-teori ilmiah yang didapatkan dari jurnal, makalah

(5)

elektronik, dan internet yang berhubungan dengan laporan ini untuk memudahkan penyusunan laporan.

1.6. Sistematika Penulisan Laporan

Proses penulisan laporan tersebut dapat mempermudah pemahaman kegiatan ini, maka laporan ini dibagi menjadi beberapa bagian:

1. BAB I PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan berisi mengenai gambaran umum mengenai hal yang menjadi pokok dalam PKL/KP. Bab ini membahas mengenai latar belakang, tujuan, ruang lingkup, aspek umum dan kelembagaan, metode penulisan laporan, serta sistematika penulisan laporan.

2. BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab ini berisikan teori-teori yang berkaitan dengan teknis pekerjaan yang dilakukan unit kerja yang dimasuki. Selain itu, teori-teori tersebut dijadikan sebagai acuan dan pedoman oleh penulis dalam pengembangan website.

3. BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bagian ini dijelaskan mengenai pemaparan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan penulis serta analisa dan pembahasan mengenai hasil pekerjaan saat melakukan PKL/KP.

4. BAB IV PENUTUP

Bagian bab penutup memuat kesimpulan dan saran yang diperoleh dari kegiatan PKL/KP.

Referensi

Dokumen terkait

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pembayaran kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk

Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2014 tentang Pengesahan The Agreement on The Establishment of The Regional Secretariat of The Coral Triangle Initiative On Coral Reefs, Fisheries

Pendapatan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) bersumber dari pendapatan asli Desa terdiri atas hasil usaha, hasil aset, swadaya dan partisipasi, gotong

Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan "distro", adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan

anita usia subur - cakupan yang tinggi untuk semua kelompok sasaran sulit dicapai ;aksinasi rnasai bnntuk - cukup potensial menghambat h-ansmisi - rnenyisakan kelompok

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Audit, Bonus Audit, Pengalaman Audit, Kualitas Audit. Persaingan dalam bisnis jasa akuntan publik yang semakin ketat, keinginan menghimpun klien sebanyak mungkin dan harapan agar