• Tidak ada hasil yang ditemukan

teologi

N/A
N/A
Ubaidillah anshari

Academic year: 2022

Membagikan "teologi"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Buku : Classical Islamic Philosophy A Thematic Introduction Judul : Theologians and Philosophers on Islamic Revalation Penulis : Luis Xavier Lopez-Farjeat

Reviewer : Ubaidillah Anshari Tanggak : 02-11-2022

- Ilmu kalam bisa disebut dengan beberapa nama, anatara lain : ilmu Ushuluddin, ilmu Tauhid, da fiqh Al-Akbar, dan Teologi Islam.1

- Aliran Ilmu kalam yang bermunculan seperti :

a. Mu’tazilah pada abad ke-8, interaksi anatara filsafat dan teologi menjadi kontroversial. Kaum mu’tazilah membela kehendak bebas, menganggap bahwa manusia dan para penguasa bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan moral mereka.

- Ada 2 golongan Mu’tazilah: (1). Ini tumbuh sebagai kaum netral politik, khususnya dalam arti bersikap lunak dalam menangani pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dan lawan-lawannya. Golongan inilah yang mula-mula disebut golongan mu’tazilah karena mereka menjauhkan dari pertikaian masasalah khilafah.2 (2). Muncul sebagai Respon Teologis yang berkembang dikalangan Khawarij dan Murji’ah tentang pemberian status kafir kepada orang yang berbuat dosa besar.

- C.A. Nallino, seorang orientalis Itali, mengemukakan pendapat bahwa nama mu’tazilah sebenarnya bukan berarti “memisahkan dari umat islam lainnya”.

Nama Mu’tazilah diberikan kepada mereka karena mereka berdiri netral diantara Khawarij dan Murjiah. Oleh karena itu Mu’tazilah II ini mempunyai hubungan erat dengan Mu’tazilah I.

- Ada 5 prinsip dasar yang menjadi ciri mu’tazilah:

a. Doktrin keesaan tuhan b. Doktrin keadilan ilahi

c. Doktrin janji dan ancaman (Al-wa’d wa al-wa’id)

1 Abd Ar-Raziq, Tahmid Li Tarrikh Al-Falsafah Al-Islamiyah, ( Lajnah wa at-Tha’lif wa at-Tarjamah wa An- Nasyr, 1959), hal. 74-75.

2 Nurcholis madjid, Islam Doktrin dan Peradaban, (Jakarta, Yayasan Wakaf Paramadina:1995), hal. 17.

(2)

d. Doktri Al-Manzilah bainal Man zilatain adalah bahwa mereka yang fasiq (bukan muslim bukan kafir) akan ditempatkan pada sebuah tempat yang menjadi perantara surga dan neraka .

e. Doktrin yang menyatakan bahwa manusia harus berbuat kebaikan dan menghindari keburukan Al-Amr Bi Al-Ma’ruf wa Al-Munkar.

- Al- Kindi terlibat begitu dalam dengan teologi Mu’tazilah sehingga, meminjam kata-kata Jovilet, dia adalah Filosof yang paling Teologis islam dan Mu’tazilah yang paling Yunani.

- Sebuah analisis dari pengertian yang berbeda dari “satu” juga muncul dibagian 3 dari bagian pertama pada filsafat pertama, disana Al-Kindi berpendapat bahwa kita tidak berbincang tentang tuhan dengan cara yang sama seperti kita berbicara tentang makhluk ciptaan. Makhluk ciptaan dicirkan oleh kesatuan dan multiplisitas, sedangkan Tuhan, sebaliknya, pada dasarnya adalah satu dan, dan pada kenyaatnnya, penyebab asosiasi kesatuan dan multiplisitas dalam hal yang diciptakan.

- Al-Kindi mengikuti Mu’tazilah secara dekat tentang doktrin lain, yaitu pembelaannya tentang kehendak bebas. Seperti yang ditunjukkan sebelumnya, kaum Mu’tazilah berpendapat bahwa doktrin keadilan ilahi hanya bisa masuk akal jika manusia bebas dan bertanggung jawab atas tindakan moral mereka.

- Sedangkan Al-farabi menyebut tuhan sebagai yang eksistensi pertama atau penyebab pertama.

- Selain konsepsi Filosofisnya tentang Tuhan, Al-Farabi menegmukakan atribut- atribut ketuhanan, menggemakan tradisi teologis islam. Allah maha mengetahui (alim), bijaksana (hakim), benar (haqq), dan hidup (hayy).

- Ibnu Sina menjelaskan bahwa subjek metafisika bukanlah Tuhan, tetapi makhluk.

Namun ini tidak berarti bahwa Tuhan dan keberadaanya bukanlah hal yang dibahas dalam metafisika.

- Menurut ibnu sina, Tuhan adalah satu, sederhana, tidak dapat dibagi, dan tidak dapat ditentukam. Dalam metafisikanya Ibnu Sina berpendapat tentatang keesaan ilahi ini menyiratkan bahwa tidak ada yang dapat berbagi perinkatnya-Nya dan bahwa dia tidak menjadi multipel dalam hal apapun; yaitu kodrat ilahi tidak menerima komposisi apapun.

- Ibnu Sina, menegaskan bahwa Tuhan tidak memiliki esensi (mahiya) selain keberadaan individualnya (anniyah)

(3)

- Kritik Al-Ghazali dalam The Intentions of the Philosophers sangat mirip dengan yang ia kembangkan dalam otobiografinya. Dalam dalam yang terakhir, Al- Ghazali tidak hanya mengkritik filsafat tetapi juga ilmu kalam/teologi. Dia berpendapat bahwa ketika teolog berdebat melawan musuh mereka, “mereka mengandalkan premis yang merka ambil dari musuh mereka, dipaksa untuk mengakui mereka dengan penerimaan yang tidak kritis yang berasal dari Al- Qur’an dan Hadits”.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam percobaan ini logam magnesium dan kalsium yang merupakan logam Dalam percobaan ini logam magnesium dan kalsium yang merupakan logam alkali tanah direaksikan dengan akuades

Untuk membantu kelancaran pelaksanaan tugas lurah, pada kelurahan dapat dibentuk Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan,

Evaluasi yang dilakukan menun- jukkan bahwa program amnesti pajak yang dilaksanakan di Indonesia perio- de 1 Juli 2016 sampai dengan 31 Maret 2017 cukup berhasil, walaupun

Bagi calon mahasiswa yang sudah diterima dan sudah mendaftar ulang, apabila ternyata pada Ujian Akhir Nasional (UAN) dinyatakan tidak lulus, maka kewajiban keuangan yang

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap pasien ISPA balita yang berobat di Puskesmas Pasar Baru Kota Tangerang periode bulan Maret sampai Mei 2013

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat dikemukakan sebuah simpulan yaitu pelaksanaan program pendidikan inklusif di SDN 20 Mataram menggunakan kurikulum 2013,

Karena banyaknnya santri dari berbagai waliyah dan latar belakang yang berbeda sehingga pesantren membutuhkan aplikasi untuk menampung berbagai transaksi keuangan