• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Disusun Oleh : ZAKIYAH MAWADDAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Disusun Oleh : ZAKIYAH MAWADDAH"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK

NYX PADA KALANGAN MAHASISWI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat ntuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

Disusun Oleh :

ZAKIYAH MAWADDAH 130907094

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2017

(2)

ABSTRAK

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Pembelian Kosmetik NYX Pada Kalangan Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial

Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

Nama : Zakiyah Mawaddah

NIM : 130907094

Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dosen Pembimbing : Dr.Humaizi, MA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk, harga, promosi, dan tempat/saluran distribusi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang menggunakan kosmetik NYX. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner terhadap 100 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan dengan teknik Stratified Proportional Random Sampling, Sampling Purposive, Sampling Insidental. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisi regresi linier berganda, uji t, uji F dan uji Koefisien Determinasi.

Hasil analisis data, menunjukkan bahwa secara parsial variabel produk mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Sedangkan variabel harga, variabel promosi, dan variabel tempat/saluran distribusi mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Kemudian secara simultan variabel produk, variabel harga, variabel promosi, dan variabel tempat/saluran distribusi secara simultan mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian.

Kata kunci: Produk, Harga, Promosi, Tempat/Saluran Distribusi, Keputusan Pembelian

(3)

ABSTRACT

Analysis Of Influencing Purchase Decision Factors on Students of Faculty of Social and Political Science University of Sumatera Utara

Name : Zakiyah Mawaddah

Student ID Number : 130907094

Department : Science of Business Administration Faculty : Social and Political Science

Lecturer : Dr.Humaizi, MA

The Purpose of this research was to determine the effect of product influence, price, promotion, and place / distribution on the purchase decision cosmetics NYX on Students of Faculty of Social and Political Science University of Sumatera Utara.

The population of this research is student of Faculty of Social Science and Political Science University of North Sumatera that use cosmetic NYX. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents. Sampling technique in this research is done by Stratified Proportional Random Sampling, Purposive Sampling, Incidental Sampling. The type of data used is primary data and secondary data. Data analysis method used is quantitative analysis that is test of validity and reliability test, classical assumption test, multiple linear regression analysis, t test, F test and Determination Coefficient test.

Based on statistical data analysis, the indicators in this research have valid and reliable results. In the classical assumption test, mulitikolinieritas free regression model, no heterokedastisity and normal distributed data. In this research the order of the most influential independent variables are product variables and price variable and promotion variable then place / distribution variable.

The result of data analysis shows that partially product variable has positive and significant influence to purchase decision. While price variable, promotion variable, and variable of place / distribution channel have positive influence and not significant to purchasing decision. Then simultaneously product variables, price variables, promotion variables, and variable place / distribution channels simultaneously have an effect on the purchase decision.

Keywords: Product, Price, Promotion, Place, Purchasing Decision

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala berkat, rahmat dan karunia-Nya serta segala kekuatan, kemampuan dan kesempatan yang telah dianugerahkan-Nya kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian dengan skripsi yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Pembelian Kosmetik NYX Pada Kalangan Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara”. Skripsi ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana di Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini, yaitu sebagai berikut :

1. Bapak Rektor Universitas Sumatera Utara dan Bapak Dekan beserta Pembantu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara yang telah memimpin dan mengelola institusi pendidikan di tingkat universitas dan fakultas.

2. Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA sebagai ketua Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dr. Beti Nasution, M.Si sebagai sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

(5)

4. Bapak Dr. Humaizi, M.A sebagai dosen pembimbing yang telah banyak memberikan motivasi, arahan dan bimbingan kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.

5. Ibu Siswati Saragih, S.Sos, MSP sebagai dosen sekaligus Staf Administrasi Program Studi Ilmu Adminsitrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

6. Seluruh dosen di Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmunya kepada peneliti selama peneliti menjadi mahasiswi.

7. Seluruh staf akademik dan pegawai di Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara yang telah membantu seluruh proses administrasi.

8. Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk membantu terkait dengan penelitian peneliti.

9. Secara khusus peneliti mengucapkan terima kasih atas segala motivasi, bantuan serta dukungan berupa doa dan semangat, kepada ayahanda tercinta Bapak Drs.Arsad Siregar, M.Pd dan ibunda tercinta Ibu Nurliah, kakak Lathifah Khairani, SP, M.Sc yang selalu memberi semangat dan memotivasi peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini.

10. Peneliti juga mengucapkan terimakasih kepada sahabat peneliti yang telah banyak membantu peneliti selama masa perkuliahan yaitu Novita Sari Situmorang, S.AB, Nanda Ria E. Saragi, S.AB, Irma Friska Sihombing, S.AB, Irma Friska Sihombing, S.AB, Risda Andayani Lubis S.AB, dan semua rekan-

(6)

rekan di Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis stambuk 2013 yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu.

Peneliti juga menyadari kekurangan dan keterbatasan dalam skripsi ini.

Oleh karena itu, peneliti sangat mengharapkan adanya saran dan kritik yang membangun dari pembaca. Akhir kata semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan dan penelitian selanjutnya.

Medan, Mei 2017

Peneliti

(7)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xi

I. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 7

II. LANDASAN TEORI ... 9

2.1 ManajemenPemasaran... 9

2.1.1 Pengertian Pemasaran ... 9

2.1.2 Pengertian Manajemen Pemasaran ... 10

2.1.3 Bauran Pemasaran ... 10

2.2 Produk ... 11

2.2.1 Pengertian Produk ... 11

2.2.2 Tingkatan Produk ... 11

2.2.3 Klasifikasi Produk ... 12

2.3 Harga ... 14

2.3.1 Pengertian Harga ... 14

2.3.2 Tujuan Penetapan Harga ... 15

2.3.3 Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penetapan Harga ... 16

2.4 Promosi ... 18

2.4.1 Pengertian Promosi ... 18

2.4.2 Tujuan Promosi ... 19

2.4.3 Bauran Promosi ... 19

2.5 Tempat/Saluran Distribusi ... 20

2.5.1 Pengertian Tempat/Saluran Distribusi ... 21

2.5.2 Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Tempat/Saluran Distribusi ... 21

2.5.3 Retailing (Penjualan eceran) ... 24

2.5.4 Wholesaling (Pedagang Grosir ) ... 27

2.6 Keputusan Pembelian ... 28

2.6.1 Pengertian Keputusan Pembelian ... 28

2.6.2 Faktor-Faktor Utama Penentu Keputusan Pembelian ... 28

2.6.3 Proses Keputusan Pembelian ... 30

2.7 Kerangka Konseptual ... 32

2.8 Penelitian Terdahulu ... 33

2.9 Hipotesis ... 36

(8)

III. METODE PENELITIAN ... 38

3.1 Bentuk Penelitian ... 38

3.2 Lokasi dan WaktuPenelitian ... 38

3.3 Definisi Konsep ... 38

3.4 Definisi Operasional ... 40

3.5 Populasi dan Sampel ... 49

3.5.1 Populasi ... 49

3.5.2 Sampel ... 49

3.6 Teknik Pengambilan Sampel... 50

3.7 Teknik Pengumpulan Data ... 51

3.8 Teknik Penentuan Skor ... 51

3.9 Teknik Analisis Data ... 52

3.9.1 Uji Validitas ... 52

3.9.2 Uji Reliabilitas ... 53

3.10 Uji Asumsi Klasik ... 53

3.10.1 Uji Normalitas ... 53

3.10.2 Uji Multikolinieritas ... 54

3.10.3 Uji Heterokedastisitas ... 54

3.11 Analisis Regresi Linear Berganda ... 55

3.12 Uji Hipotesi ... 56

3.12.1 Uji Koefisien Determinasi (𝑅𝑅2) ... 56

3.12.2 Uji Signifikan Parsial (Uji t) ... 56

3.12.3 Uji Signifikan Simultan (Uji F) ... 57

IV. HASIL PENELITIAN ... 59

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 59

4.1.1 Sejarah Singkat NYX ... 60

4.2 Analisis Deskriptif ... 60

4.2.1 Analisis Deskriptif Responden ... 60

4.2.2 Analisis Deskriptif Variabel ... 62

4.2.2.1 Variabel Produk Sebagai X1 ... 63

4.2.2.2 Variabel Harga Sebagai X2 ... 73

4.2.2.3 Variabel Promosi Sebagai X3 ... 76

4.2.2.4 Variabel Tempat/Saluran Distribusi Sebagai X4 ... 81

4.2.2.5 Variabel Keputusan Pembelian Sebagai Y ... 86

4.3 Teknik Analisis Data ... 93

4.3.1 Uji Validitas ... 93

4.3.2 Uji Reliabilitas ... 98

4.4 Uji Asumsi Klasik ... 100

4.4.1 Uji Normalitas ... 100

4.4.2 Uji Multikolinieritas ... 102

4.4.3 Uji Heteroskedastisitas ... 103

4.5 Analisis Regresi Linear Berganda ... 104

4.6 Uji Hipotesis ... 106

4.6.1 Uji Koefisien Determinasi ( R2) ... 106

4.6.2 Uji Signifikan Parsial ( Uji t ) ... 106

4.6.3 Uji Signifiklan Simultan ( Uji F) ... 108

4.7 Pembahasan ... 109

(9)

4.7.1 Hasil Analisis Deskriptif Responden ... 109

4.7.2 Hasil Analisis Deskriptif Variabel ... 109

4.7.2.1 Variabel Produk X1 ... 109

4.7.2.2 Variabel Harga X2 ... 110

4.7.2.3 Variabel Promosi X3 ... 111

4.7.2.4 Variabel tempat / saluran distribusi X4 ... 112

4.7.2.5 Variabel keputusan pembelianY ... 112

4.7.3 Hasil Analisis Rehresi dan Uji Hipotesis ... 117

V. PENUTUP ... 118

5.1. Kesimpulan ... 118

5.2. Saran ... 119

DAFTAR REFERENSI

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.110 Merek Kosmetik Terkenal Tahun 2014 ... 2

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 42

Tabel 4.1 Usia Responden ... 60

Tabel 4.2 Stambuk Responden ... 61

Tabel 4.3 Program Studi Responden ... 62

Tabel 4.4 Variasi Produk Yang Beraneka Ragam ... 63

Tabel 4.5 Variasi Warna ... 64

Tabel 4.6 Kualitas Yang Baik Dan Tahan Lama ... 65

Tabel 4.7 Kualitas Produk Sesuai Dengan Harga ... 66

Tabel 4.8 Desain Memiliki Daya Tarik Dan Dikenali Dengan Mudah ... 67

Tabel 4.9 Desain Memiliki Ciri Khas Sendiri Dan Berbeda ... 68

Tabel 4.10 Merek Mudah Untuk Diingat ... 69

Tabel 4.11 Merek Sudah Dikenal Oleh Masyarakat ... 70

Tabel 4.12 Kemasan Dari Bahan Berkualitas Baik Dan Aman ... 71

Tabel 4.13 Kemasan Memiliki Kualitas Yang Terjaga ... 72

Tabel 4.14 Harga Terdaftar Terjangkau ... 73

Tabel 4.15 Harga Sesuai Dengan Kualitas Produk ... 74

Tabel 4.16 Diskon Pembelian Dalam Jumlah Banyak ... 74

Tabel 4.17 Diskon Hari Khusus ... 75

Tabel 4.18 Perbandingan Harga Jual Sesuai Dengan Kualitas ... 76

Tabel 4.19 Mengetahui Kosmetik NYX Penjual ... 76

Tabel 4.20 Mengetahui Kelebihan Dan Manfaat Dari Penjual ... 77

Tabel 4.21 Mengetahui Kosmetik NYX Dari Iklan ... 78

Tabel 4.22 Mengetahui Kosmetik NYX Dari Brosur ... 78

Tabel 4.23 Mengetahui Kosmetik NYX Karena Mendapatkan Kupon ... 79

Tabel 4.24 Mengetahui Kosmetik NYX Dari Sampel Yang dicoba ... 80

Tabel 4.25 Melihat Promosi Dari Situs Web Resmi ... 80

Tabel 4.26 Konsumen Mudah Mendapatkan Kosmetik NYX ... 81

Tabel 4.27 Mudah Didapatkan Di Daerah Selain Ibukota ... 82

Tabel 4.28 Lokasi Pembelian Strategis ... 82

(11)

Tabel 4.29 Dapat Dijumpai Di Outlet Resmi ... 83

Tabel 4.30 Transportasi Untuk Melakukan Pembelian Banyak... 84

Tabel 4.31 Lokasi Dapat Dijangkau Dengan Mobil/Sepeda Motor ... 84

Tabel 4.32 Memiliki Persedian Yang Banyak ... 85

Tabel 4.33 Pernah Menggunakan Sebelumnya ... 86

Tabel 4.34 Mampu Memenuhi Kebutuhan Konsumen ... 86

Tabel 4.35 Informasi Terlebih Dahulu ... 87

Tabel 4.36 Mendapat Informasi Dari Teman Atau Orang Yang Pernah Memakainya ... 88

Tabel 4.37 Setelah Mendapat Informasi Mempertimbangkan Untuk Membeli .. 88

Tabel 4.38 Informasi Sudah Sesuai Dengan Kosmetik Yang Ingin dibeli ... 89

Tabel 4.39 Melakukan Pembelian Setelah Mengetahui Kelebihan ... 90

Tabel 4.40 Melakukan Pembelian Karena Sedang Booming ... 90

Tabel 4.41 Setelah Membeli Merasa Senang Dengan Kualitasnya ... 91

Tabel 4.42 Melakukan Pembelian Ulang ... 92

Tabel 4.43 Hasil Uji Validitas ... 93

Tabel 4.44 Variabel Produk (𝑋𝑋3) ... 98

Tabel 4.45 Variabel Harga (𝑋𝑋3) ... 98

Tabel 4.46 Variabel Promosi (𝑋𝑋3) ... 98

Tabel 4.47 Tempat/Saluran Distribusi(𝑋𝑋3) ... 99

Tabel 4.48 Variabel Keputusan Pembelian (Y) ... 99

Tabel 4.49 Hasil Uji Normalitas ... 100

Tabel 4.50 Hasil Uji Multikolinieritas ... 102

Tabel 4.51 Analisis Regresi Linier Berganda ... 104

Tabel 4.52 Hasil Uji Koefisien Determinasi (𝑅𝑅2) ... 106

Tabel 4.53 Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji t) ... 107

Tabel 4.54 Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji F) ... 108

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ... 33

Gambar 4.1 Hasil Uji Histogram ... 100

Gambar 4.2 Normal P-P Plot Hasil Uji Normalitas ... 101

Gambar 4.3 Scatterplot Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 93

(13)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Di zaman era globalisasi sekarang ini perkembangan kosmetik semakin pesat.

Permintaan akan kosmetik semakin meningkat dikarenakan kaum wanita sadar akan pentingnya membuat penampilan diri agar terlihat cantik dan menarik.

Penampilan diri seutuhnya menjadi sebuah kebutuhan untuk menunjang kepercayaan diri. Sehingga kosmetik itu sendiri sudah menjadi hal yang biasa digunakan oleh kaum wanita bahkan sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Beragamnya kosmetik yang ditawarkan membuat para wanita sekarang tidak kesulitan untuk mendapatkan kosmetik yang memiliki kualitas yang baik dan dengan harga yang relatif murah. Kosmetik yang beredar beraneka ragam bentuk, warna hingga struktur dari kosmetik itu sendiri dari kosmetik tingkat kalangan atas sampai dengan kosmetik tingkat kalangan bawah. Kosmetik yang ditawarkan tidak hanya diproduksi dari Indonesia saja tetapi juga sudah banyak kosmetik impor dari luar negeri yang dijual di Indonesia. Salah satu dari sekian banyak kosmetik yang beredar di Indonesia itu sendiri terdapat kosmetik NYX merupakan salah satu kosmetik yang berasal dari Los Angeles Amerika Serikat yang dirintis oleh seorang perempuan yang lahir di Korea bernama Toni Ko pada tahun 1998 yang sedang booming di Indonesia dikarenakan produk dari NYX itu beraneka ragam produknya khususnya varian produk lips nya sendiri banyak menarik perhatian konsumen.

(14)

Kosmetik NYX merupakan produk kosmetik yang berkulitas baik, cocok dengan berbagai kalangan wanita baik yang masih remaja maupun sudah berumur. Kosmetik NYX dikemas dalam kemasan yang modern dan memikat para pembelinya dengan harga yang cukup terjangkau. Produk NYX digolongkan ke beberapa kategori yaitu eyes, lips, face,brushes, blusher nails, body, tools, glitters. Kosmetik NYX tidak hanya diminati oleh kalangan masayarakat biasa tetapi kosmetik NYX menjadi salah satu kosmetik yang banyak dipakai oleh MUA (Make Up Artis) karena terkenal dengan varian warna produk nya yang unik, tekstur yang padat, tahan lama terkhusus varian lipstik dari kosmetik NYX.

Tabel 1.1

10 Merek Kosmetik Terkenal 2014 No 10 Merek Kosmetik Terkenal 2014

1. Oriflame 2. Maybelline 3. L’Oreal

4. NYX Cosmetic 5. Christian Dior 6. Clinique 7. Urban Decay 8. MAC

9. Avon 10. Etude Sumber : www.rangking10.com

(15)

Dengan banyak nya merek kosmetik yang beredar dan sedang booming sekarang ini, kosmetik NYX harus dapat mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya agar tidak tertinggal jauh dari pesaing. Beraneka kosmetik semakin hari terus bermunculan di masyarakat dimana masing-masing merek- merek kosmetik yang bermunculan hadir dengan keunikan dan keunggulan yang memikat konsumen. Oleh karna itu kosmetik NYX dapat melakukan suatu strategi pemasaran.

Kosmetik NYX dapat menentukan strategi pemasaran dengan mengetahui bauran pemasaran (marketing mix). Menurut Kotler, Philip (2000:18) bauran pemasaran (marketing mix) adalah campuran dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dipergunakan oleh suatu perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari semua yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya.

Dalam bauran pemasaran (marketing mix) terdapat produk, harga, tempat dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan di pasar sasaran.

Menurut Kotler dan Keller (2009:5) Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, oramg, tempat, properti organisasi, informasi dan ide. Dalam hal produk, kualitas produk harus menjadi perhatian utama karena kulitas produk yang tidak baik akan membuat konsumen merasa kecewa dan lari ke kosmetik pesaing. Suatu perusahaan dalam menciptakan suatu produk sebaiknya disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Produk tersebut akan lebih baik memiliki keunggulan yang

(16)

tidak dimiliki oleh produk pesaing lain sehingga akan menarik minat konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan . Produk dari kosmetik NYX itu sendiri sudah dikenal oleh kalangan masyarakat dengan kosmtik yang memiliki kualitas nya yang bagus. Kosmetik NYX dinobatkan sebagai Brand of The Year 2013 oleh WWD Beauty Inc Award dan juga meraih #1 fastest growing makeup in the world, karena selalu berinovasi melalui kualitas produk serta beragam warnanya (https://wwd.com).

Harga memainkan peran strategik dalam pemasaran. Bila harga terlalu mahal maka produk bersangkutan bakal tidak terjangkau oleh pasar sasaran tertentu atau bahkan customer value menjadi rendah. Sebaliknya jika harga terlampau murah, perusahaan sulit mendapatkan laba atau sebagian konsumen mempersepsikan kualitasnya buruk. Seperti halnya, elemen-elemen bauran pemasaran lainnya, bila dipergunakan secara tepat, maka harga menjadi senjata strategik untuk bersaing secara efektif. Kendati demikian, penetapan harga secara tepat merupakan faktor penting dalam menentukan kesuksesan perusahaan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Harga yang ditawarkan oleh kosmetik NYX sudah terdaftar secara resmi dan bersifat nasional dimana harga kosmetik NYX semua sama yaitu tidak adanya perbedaan harga walaupun tempat (saluran distribusi) berbeda serta harga kosmetik NYX termasuk kategori dapat dijangkau oleh konsumen.

Website resmi untuk melihat harga dari kosmetik NYX di www.nyxcosmetics.com.

Tempat (saluran distribusi) disini adalah tempat dimana menentukan letak usaha, pemilihan tempat menjadi faktor terpenting dlam menjalankan bisnis.

Walaupun mempunyai produk yang bagus tetapi jika tidak didukung oleh temapt

(17)

yang strategis, produk tersebut tidak akan dilirik oleh konsumen. Dua faktor dalam menentukan tempat usaha adalah pemilihan lokasi yang strategis dan fasilitas yang mendukung. . Di Indonesia NYX memiliki 41 gerai yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. NYX dapat diperoelh dengan mengunjungi counter NYX cosmetic yang ada di mall-mall.

Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan program pemasaran. Betapapun berkualitasnya sebuah produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya atau tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi merek, maka mereka tidak akan tertarik membelinya . Pada hakikatnya, promosi merukan elemen bauran pemasaan yang berfokus pada upaya menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan kembali konsumen akan merek dan produk perusahaan . Promosi yang selama ini dilakukan oleh NYX selain beriklan di majalah remaja, NYX juga mengadakan event-event anatara lain NYX Beauty &

Hijab Workshop, Masquerede EX Farwell Party, NYX beauty class, sponsorship.

Selain itu, NYX juga menggunakan social media utnuk berkomunikasi dengan para konsumennya. Social media yang digunakan oleh NYX antara lain facebook, twitter, website dan instagram. Social media dari NYX terintegrasi dengan baik , dimana konten yang disampaikan adalah informasi produk, beauty tutorial, promotion, dan retweet dari para konsumennya.

Berdasarkan penjelasan diatas , penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Pembelian Kosmetik NYX Pada Kalangan Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

(18)

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh produk terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2. Bagaimana pengaruh harga terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. Bagaimana pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

4. Bagaimana pengaruh tempat (saluran distribusi) terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

5. Bagaimana pengaruh produk, harga, promosi, dan tempat/saluran distribusi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh produk terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

(19)

2. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. Untuk mengetahui pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

4. Untuk mengetahui pengaruh tempat/ saluran distribusi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

5. Untuk mengetahui pengaruh produk, harga, promosi, tempat/saluran distribusi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pemahaman lebih mendalam dalam menganalisa dan membandingkan antara teori dan praktek yang berkaitan bidang pemasaran khususnya faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pengambilan keputusan pembelian.

2. Bagi Perusahaan Kosmetik NYX

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan untuk menambah informasi yang berkaitan di bidang pemasaran khususnya faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian.

(20)

3. Bagi Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman, referensi atau masukan serta perbandingan untuk penelitian selanjutnya dalam bidang kajian yang sama.

(21)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Manajemen Pemasaran 2.1.1. Pengertian Pemasaran

Menurut Kotler, P. dan Kevin. L. K (2009:5) pemasaran adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu definisi yang baik dan singkat dari pemasaran adalah memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

American Marketing Association (AMA) menawarkan definisi formal berikut: pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya.

(22)

2.1.2. Pengertian Manajemen Pemasaran

Menurut Assauri (2007:12) manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaan dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun dan memlihara keuntungan dari pertukaran melalui sasran pasar guna mencapai tujuan organisasi (perusahaa) dalam jangka panjang .

2.1.3. Bauran Pemasaran

Para pemasar menggunakan suatu alat untuk mendapatkan tanggapan yang diinginkan oleh pasar sasaran mereka. Alat-alat itu membentuk suatu bauran pemasaran (marketing mix), yang mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan ke pasar.

Menurut Kotler, Philip (2000:18) bauran pemasaran (marketing mix) adalah campuran dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dipergunakan oleh suatu perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari semua yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya.

Menurut Alma, Buchari (2008:205) bauran pemasran (marketing mix) adalah strategi mencampu kegiatan-kegiatan marketingagar dicari kombinasi maksimum sehingga mendatangkan hasil yang memuaskan. Marketing mixterdiri atas empat komponen yaitu product, price, place, dan promotion.

(23)

2.2. Produk

2.2.1. Pengertian Produk

Menurut Kotler dan Keller (2009:5) Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, oramg, tempat, properti organisasi, informasi dan ide.

Menurut Manap, Abdul (2016:255) produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, termasuk di dalamnya masalah warna, harga, nama baik toko yang menjual (pengecer), dan pelayanan pebrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya.

2.2.2. Tingkatan Produk

Menurut Kotler, P. dan Kevin L.K (2009:4) dalam merencanakan penawaran pasarnya, pemasar harus melihat lima tingkat produk.

1. Manfaat inti (core benefit)

Layanan ataumanfaat yang benar-benar dibeli pelanggan.Tamu hotel membeli

“istirahat dan tidur”.Pembeli alat bor membeli “lubang” pemasar harus melihat diri merekasendiri sebagai penyedia manfaat.

2. Produk dasar (basic product)

Pemasar harus mengubah manfaat inti menjadi produkdasar.Maka kamar hotel meliputi tempat tidur, kamar mandi, handuk, meja, lemari pakaian, dan toilet.

3. Produk yang diharapkan (expected product)

Sekolompok atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeliketika.

Tamu hotel mengharapkan tempat tidur yang bersih, handuk baru, lampu yang dapat dinyalakan dan suasana yang relatif tenang.

(24)

4. Produk tambahan (augmented product)

Yang melebihi harapan pelanggan.Di negara-negara maju, positioning merek dan persaingan terjadi pada tingkat ini.Tetapi di pasar Negara berkembang atau pasar yang berkembang seperti India dan Brazil, sebagian besar persaingan terjadi di tingkat produk yang diharapkan.

5. Produk potensial (potential product)

Yang mencakup semua kemungkinan tambahan dan transformasi yang mungkin dialami sebuah produk atau penawaran di masa depan. Ini adalah tempat dimana perusahaan mencari cara baru untuk memuaskan pelanggan dan membedakan penawaran mereka.

2.2.3. Klasifikasi Produk

Menurut Kotler, P. dan Kevin Lane Keller (2009:5) dulu pemasar mengklasifikasikan produk berdasarkan ketahananan (Durability), keberwujudan (angibility), dan kegunaan (konsumen atau industri).

1. Ketahanan (Durability) dan keberwujudan(Tangibility) a. Barang- barang yang tidak tahan lama (Nondurable Goods)

Barang- barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan, seperti bir dan sabun. Karena barang-barang ini sering dibeli, strategi yang tepat adalah membuat barang-barang tersebut tersedia di banyak lokasi, hanya mengenakan markup yang kecil dan beriklan secara besar-besaran untuk mendorong percobaab dan membangun preferensi.

b. Barang tahan lama (durable goods)

Barang-barang berwujud yang biasanya dapat digunakan untuk waktu yang lama : kulkas, alat-alat mesin dan pakaian. Produk-produk tahan lama biasanya

(25)

memerlukan penjualan personal dan jasa, menuntut margin yang lebih tinggi dan memerlukan garansi penjual yang lebih banyak.

c. Jasa (services)

Produk yang tak berwujud, tak terpisahkan, bervariasi, dan dapat musnah.

Akibatnya, jasa biasanya memerlukan kendali kualitas, kredibilitas pemasok, dan kemampuan adaptasi yang lebih besar.

2. Kegunaan ( konsumenatauindustri ) A. Barang Konsumen

a. Barang sehari-hari (convenience goods)

Konsumen biasanya sering membeli barang sehari-hari dengan segera dan dengan usaha minimum.

b. Barang belanja (shopping goods)

Barang yang secara karakteristik dibandingkan oleh konsumen berdasarkan kecocokan, kualitas, harga dan gaya.

c. Barang khusus (specialty goods)

Mempunyai karakteristik atau identifikasi merek yang unik di mana ada cukup banyak pembeli yang bersedia melakukan usaha pembelian khusus.

d. Barang yang tak dicari (unsought goods)

Barang yang tidak dikenal konsumen atau biasanya tidak terpikirkan untuk dibeli.

B. Barang indusri

a. Bahan dan suku cadang (materials and parts)

(26)

Barang yang seluruhnya menjadi bagian dari produk produsen. Bahan dan suku cadang dibagi menjadi dua kelas yaitu bahan mentah dan suku cadang manufaktur.

b. Barang modal(capital items)

Barang tahan lama yang memfasilitasi pengembangan atau pengelolaan produk jadi. Barang modal mencakup dua kelompok yaitu instalasi dan peralatan.

c. Layanan bisnis dan pasokan (supplies and business services)

Barang dan jasa jangka pendek yang memfasilitasi pengembangan atau pengelolaan barang jadi.

2.3. Harga

2.3.1. Pengertian Harga

Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, tempat (saluran distribusi), dan promosi ) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran). Disamping itu harga bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan cepat. Berbeda halnya dengan karakteristik produk atau komitmen terhadap tempat (saluran distribusi). Kedua hal terakhir tidak dapat diubah/disesuaikan dengan mudah dan cepat karena biasanya menyangkut keputusan jangka panjang.

Menurut Tjiptono, Fandy (2008:151) harga bisa diungkapkan dengan berbagai istilah, misalnya iuran, tarif, seawa, bunga, premium, upah, gaji, honorarium, SPP, dan sebagainya . Dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa.

(27)

2.3.2. Tujuan Penetapan Harga

Menurut Tjiptono, Fandy (2008:152) pada dasarnya ada empat jenis tujuan penetapan harga yaitu:

1. Tujuan berorientasi pada laba

Asumsi teori ekonomi klasik menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini dikenal istilah maksimisasi laba. Dalam era persaingan global yang kondisinya sangat kompleks dan banyak variabel yang berpengaruh terhadap daya saing setiap perusahaan, maksimisasi laba sangat sulit dicapai, karena sukar sekali untuk dapat memperkirakan secara akurat jumlah penjualan yang dapat dicapai pada tingkat harga tertentu. Dengan demikian, tidak mungkin suatu perusahaan dapat mengetahui secara pasti tingkat harga yang dapat menghasilkan laba maksimum.

2. Tujuan berorientasi pada volume

Ada pula perusahaan yang menetapkan harganya berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa dikenal dengan istilah volume pricing objectives. Harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume penjualan (dalam ton, kg, unit, 𝑚𝑚3), nilai penjualan (Rp) atau pangsa pasar (absolut maupun relatif). Tujuan ini banyak diterapkan oleh perusahaan penerbangan, lembaga pendidikan, perusahaan tour and travel, pengusaha bioskopdan pemilik bisnis pertunjukan lainnya, serta penyelenggara seminar- seminar.

3. Tujuan berorientasi pada citra

Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau

(28)

mempertahankan citra prestisius. Sementara itu harga rendah dapat digunakan untuk membentuk citra nilai tertentu (image of value), misalnya dengan memberikan jaminan bahwa harganya merupakan harga yang terendah di suatu wilayah tertentu.

4. Tujuan stabilisasi harga

Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilisasi harga dalam industri-industri tertentu yang produknya sangat terstandarisasi.

Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk memperthankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).

5. Tujuan-tujuan lainnya

Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur tangan pemerintah.

2.3.3. Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penetapan Harga

Menurut Kotler dan Amstrong (1994) dalam Tjiptono, Fandy (2008:154) ada dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan harga yaitu:

1. Faktor internal perusahaan a. Tujuan pemasaran perusahaan

Tujuan tersebut bisa berupa maksimisasi laba, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar yang besar,

(29)

menciptakan kepemimpinan dalam hak kualitas, mengatasi persaingan, melkasanakan tanggung jawab sosial, dan lain-lain.

b. Strategi bauran pemasaran

Harga hanyalah salah satu komponen dari bauran pemasaran. Oleh karena itu, harga perlu dikoordinasikan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran lainnya yaitu produk, distribusi dan promosi.

c. Biaya

Biaya merupakan faktor yang menentukan harga minimal yang harus ditetapkan agar perusahaan tidak mengalami kerugan. Oleh karena itu, setiap perusahaan pasti menaruh perhatian besar pada aspek struktur biaya (tetap dan variabel), serta jenis-jenis biaya lainnya, sperti out-of-pocket cost, incremental cost, opprtunity cost, controllable cost dan replacement cost.

d. Organisasi

Manajemen perlu memutuskan siapa di dalam organisasi yang harus menetapkan harga. Setiap perusahaan menangani masalah penetapan harga menurut caranya masing-masing. Pada perusahaan kecil, umumnya hrga ditetapkan oleh manajemn puncak. Pada perusahaan besar, seringkali masalah penetapan harga ditangani oleh divisi atau manajer suatu lini produk.

2. Faktor lingkungan eksternal a. Sifat pasar dan permintaan

Setiap perusahaan perlu memahami sifat pasar dan permintaan yang dihadapinya apakah termasuk pasar persaingan sempurna, persaingan monopolistik, oligopoli, atau monopoli. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah elastisitas permintaan.

(30)

b. Persaingan

Menurut Porter (1985) dalam Tjiptono, Fandy (2008:156) ada lima kekuatan yang berpengaruh dalam persaingan suatu industri, yaitu persaingan dalam industri yang bersangkutan, produk substitusi, pemasok, pelanggan, dan ancaman pendatang baru.

2.4. Promosi

2.4.1. Pengertian Promosi

Menurut Tjiptono, Fandy (2008 : 219) pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaranadalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada poduk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

2.4.2. Tujuan Promosi

Menurut Tjiptono, Fandy (2008 : 221) tujuan utama dari promosi adalah : 1. Menginformasikan (informing) dapat berupa:

a. Menginformasikanpasarmengenaikeberadaansuatuprodukbaru.

b. Memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari suatu produk.

c. Menyampaikan perubahan harga keepada pasar.

d. Menjelaskan cara kerja suatu produk.

e. Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan f. Meluruskan kesan yang keliru.

g. Mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli.

h. Membangun citra perusahaan

(31)

2. Membujuk pelanggan sasaran ( persuading )yaitu : a. Membentuk pilihan merek.

b. Mengalihkan pilihan ke merek tertentu.

c. Mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk.

d. Mendorong pembeli untuk belanja saat itu juga.

e. Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan wiraniaga (salesman) 3. Mengingatkan (reminding) dapat terdiri atas:

a. Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan dibutuhkan dalam waktu dekat.

b. Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk perusahaan.

c. Membuat pembeli tetap ingat walupun tidak ada kampanye iklan.

d. Menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada paroduk perusahaan.

2.4.3. Bauran Promosi

Menurut Tjiptono, Fandy (2008 : 222) bauran promosi (promotion mix)adalah:

1. Personal selling (Penjualan Tatap Muka )

Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemhaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.

2. Mass selling

Mass selling merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan alternatif yang

(32)

lebih murah untuk menyampaikan informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas. Ada dua betuk mass selling yaitu:

a. Periklanan b. Publisitas

3. Promosi penjualan

Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.

4. Public relation (Hubungan Masyarakat)

Public relationmerupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut. Yang dimaksud dengan kelompok- kelompok itu adalah mereka yang terlibat mempunyai kepentingan dan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya.

5. Direct marketing(Pemasaran Langsung)

Direct marketing ( Pemasaran Langsung) penggunaan saluran langsung konsumen untuk menjangkau dan mengirimkan barang dan jasa kepada pelanggan tanpa menggunakan perantara pemasaran.

2.5. Tempat/Saluran Distribusi

2.5.1. PengertianTempat/Saluran Distribusi

Menurut Bowersox dan Cooper (1992) dalam Setiyaningrum, Yusuf dan Efendi ( 2015:158) saluran distribusi adalah sebuah struktur bisnis yang terdiri atas organisasi-organisasi yang saling berkaitan, dimulai dari tempat asal mula

(33)

produk dibuat sampai penjual terakhir dengan maksud memindahkan produk serta kepemilikan ke pemakai terakhir, yaitu konsumn pribadi atau pengguna bisnis.

2.5.2. Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Tempat/Saluran Distribusi

Menurut Tjiptono, Fandy (2008 : 222)Hal-Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Tempat ( Saluran Distribusi ) :

1. Pertimbangan pasar a. Jenis pasar

Misalnya untuk mencapai pasar industri perusahaan tidaka akan memerlukan pengecer.

b. Jumlah pelanggan potensial

Jika pelanggan ptensial relatif sedikit, maka akan lebih baik bila perusahaan memakai tenaga penjual sendiri untuk menjual secara langsung kepada pembeli individual dan pembeli industrial.

c. Konsentrasi geografis pasar

Pemasar senderung mendirikan cabang-cabang penjualan dipasar yang berpenduduk padat dan menggunakan perantara untuk pasar yang berpenduduk jarang.

d. Jumlah dan ukuran pesanan

Sebuah perusahaan manufaktur menjual secara langsung pada jaringan grosir yang besar, karena jumlah pesanan yang besar menyebabkan bentuk pemasaran langsung ini lebih banyak (feasible).sedangkan untuk toko grosir kecil yang pesanannya relatif kecil, perusahaan akan menggunakan pedagang grosir (wholesaler) untuk melakukan penjualan langsung.

(34)

2. Pertimbangan produk a. Nilai unit ( unit value )

Semakin rendah nilai unit maka saluran distribusinya semakin panjang.

Namun, jika produk yang nilai unitnye rendah itu dijual dalam kuantitas besar atau dikombunasikan dengan dengan barang-barang lain sehingga jumlah pesanan total menjadi besar, maka saluran distribusi yang pendek secara ekonomis lebih feasible.

b. Perishability

Untuk produk-produk yang fisiknya mudah rusak dan tidak tahan lama lebih baik disalurkan melalui slauran distribusi yang pendek.

c. Sifat teknis produk

Produk-produk industri yang bersifat sangat teknis seringkali harus didistribusikan secara langsung ke armada penjual produsen akan lebih dapat memberikan pelayanan yang diperlukan (baik sebelum maupun sesudah pembelian) dan lebih menguasai segala aspek yang berkaitan dengan barang tersebut. Sebaliknya produk konsumen yang bersifat teknis seringkali menyulitkan produsen.

3. Pertimbangan tentang perantara a. Jasa yang diberikan perantara

Produk hendaknya memilih perantara yang memberi jasa pemasaran yang tidak bisa dilakukan perusahaan secara teknis maupun ekonomis.

(35)

b. Keberadaan perantara yang diinginkan

Kesulitan yang dihadapi adalah bahwa seringkali perantara yang diinginkan produsen tersebut juga menyalurkan produk-produk yang bersaing dan merek tidak bersedia menambah lini produknya.

c. Sikap perantara terhadap kebijakan perusahaan

Kadang-kadang pilihan saluran distribusi produsen menjadi terbatas karena kebijakan pemasarannya tida bisa diterima oleh perantara-perantara tertentu.

4. Pertimbangan perusahaan a. Sumber-sumber finansial

Perusahaan yang kuat keuangannya cenderung lebih tertarik untuk mengorganisasikan armada penjualnya sendiri sehingga mereka relatif kurang membutuhkan perantara.

b. Kemampuan manajemen

Pemilihan saluran juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan kemampuan pemasaran dari pihak manajemennya.

c. Tingkat pengendalian yang diinginkan

Apabila dapat mengendalikan saluran distribusi, maka perusahaan dapat melakukan promosi yang agresif dan dapat mengawasi kondisi persediaan barang harga eceran produknya .

d. Jasa yang diberikan penjual

Seringkali perusahaan harus memberikan jasa-jasa pemasaran karena permintaan dari perantara.

(36)

e. Lingkungan

Pada situasi perekonomian yang lesu, produsen cenderung menyalurkanbarang ke pasar dengan cara yang paling ekonomis, yaitu menggunakan salran distribusi yang pendek.

2.5.3. Retailing (Penjualan Eceran)

Menurut Tjiptono, Fandy (2008 : 352)retailing merupakan semua kegiatan penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk pemakaian pribadi dan rumah tangga, bukan untuk keperluan bisnis.

Fungsi utama retailing, yaitu :

1. Membeli dan menyimpan barang.

2. Memindahkan hak milik barang tersebut kepada konsumen akhir.

3. Memberikan informasi mengenai sifat dasar dan pemakaian barang tersebut

4. Memberikan kredit kepada konsumen.

Jenis-jenis retailing , yaitu : A. Tipe kepemilikan

a. Independent retail firm, yaitu suatu outlet pengecer yang dimiliki dan dioperasikan secara independen dan tanpa afiliasi (penggabungan).

Contohnya warung, kios, atau toko barang kelontong yang dimiliki perorang baik yang berlokasi di pasar regional, pasar inpers, pasar tradisional, perumahan pendduk, maupun dilokasi lainnya.

b. Franchising (waralaba), yaitu suatu system pemasaran atau distribusi barang dan jasa, dimana sebuah perusahaan induk (franchisor) memberikan kepada individu atau perusahaan lain (franchise) yang

(37)

berskala kecil atau menengah, hak-hak istimewa untuk melakukan suatu sistem usaha tertentu dengan cara yang sudah ditentukan selama waktu tertentu dan tempat tertentu.

c. Corporate chain, yaitu suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih usaha/bisnis yang saling berkaitan atau berhubungan dalam satu manajemen dan dimiliki oleh suatu kelompok pemegang saham.

Wujudnya bisa berupajaringan toko serba ada, pasar swalayan (supermarket), maupun jaringan superstore.

A. Produk atau jasa yang dijual a. Service retailing, yaitu:

1. Rented-goods service

Dalam jenis ini, para pelanggan menyewa dan menggunakan produk-poduk tertentu. Contohnya mobil, carpet cleaner.

2. Owned-goods service

Pada Owned-goods service, produk-produk yang dimiliki oleh para konsumen direparasi, ditingkatkan atau dikembangkan unjuk kerjanya, atau dipelihara dan diarawat.

3. Non-goods service

Karakteristik khusus pada jenis ini adalah jasa personal yang bersifat intangible ( tidak bersifat produk fisik ) diatawarkan kepada para konsumen . contohnya baby sister, supir, tutor.

(38)

4. Product retailing, yaitu:

1. Pasar swalayan (supermarket)

Pasar swalayan adalah operasi toko yang rlatif besar, berbiaya rendah, bermarjin laba relatif kecil, bervolume penjualan tinggi, dan bercirikan swalayan dalam melayani kebutuhan total konsumen akan produk groseri dan rumah tangga.

2. Toko serba ada (Departement store)

Departemen Perdagangan Amerika Serikat mendefinisikan Departement store sebagai suatu perusahaan eceran yang memperkerjakan palig sedikit 25 orang dan memiliki penjualan pakaian dan peralatan rumah tangga sejumlah 20 persen atau lebih dari penjualan totalnya

3. Specialty store

Ciri khas specialty store adalah konsentrasinya pada jenis barang dagangan yang terbatas/sedikit. Contohnya computer land ( komputer-komputer kecil ), singer sewing centers (mesn jahit).

4. Catalog showroom

Catalog showroom menawarkan harga rendah, merek nasional, dan daerah perbelanjaan yang kecil dengan yang berdeatan dengan tempat pajangan (display)

5. Convenience store

Convenience storeadalah toko swalayan mini yang menjual barang kebutuhan sehari-hari, berlokasi di sekitar tempat pemukiman penduduk, biasanya buka 24 jam, sertamenjual lini produk yang relatif terbatas.

(39)

6. Superstore

Superstore adalah toko yang sangat besar yang bertujuan memnuhi semua kebutuhan kosumen akan produk makanan dan non makan yang dibeli secra rutin.

A. Non-store retailing

Non-store retailingmenjual produk dan jasa dengan menggunakan metode- metode seperti direct selling, vending machines, mall order, telephone and media retailers, dan electronic shopping.

B. Strategi penetapan harga

Setiap penawar menawarkan harga yang sangat bervariasi, mulai dari yang murah hingg yang sangat mahal. Ada pengecer yang menawarkanharga tinggi, karena mereka juga menawarkan pelayanan tertentu seperti suasana toko yang menarik dan nyaman. Biasanya Depertement Store dan Specialty Store yang termasuk kategori ini. Dilain pihak, ada pula retailer yang menetapkan harga lebih rendah.yang termasuk dalam kelompok ini discount store.

C. Lokasi

Retailer juga dapat dikelompokkan berdasarkan lokasinya, yaitu downtown central, business districs, strip development, dan pusat perbelanjaan (shopping center) termasuk mal-mal.

2.5.4. Wholesaling (Pedagang Grosir)

Menurut Tjiptono, Fandy (2008 : 359) wholesaling (pedagang grosir) adalah segala kegiatan menjual produk dalam kuantitas besar kepada pembeli non- konsumen akhir untuk tujuan dijual kembali atau untuk pemakaian bisnis.

(40)

Jenis-jenis pedagang grosir (wholesaling):

1. Merchant wholesaler

Merchant wholesaler adalah perusahaan independen yang mempunyai hak kepemilikan atas barang dagangn yang mereka jual (mereka membelinya terlebih dahulu) dan melkukan hampir semua fungsi wholesaling.

2. Broker dan agen

Broker dan agen adalah perantara yang hanya berfungsi memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli, yang karena itu barang yang dijual bukanlah milik mereka. Biasanya mereka juga berspesialisasi pada produk dan pelanggan tertentu.

3. Kantor pusat dan kantor cabang ritel/produsen

Berbeda dengan merchant wholesaler, broker dan agen, kantor cabang produsen sepenuhnya dimiliki oleh produsen. Produsen akan melaksanakan fungsi-fungsi.

2.6. Keputusan Pembelian

2.6.1. Pengertian Keputusan Pembelian

Menurut Schiffman dan Kanuk dalam Sumarwan (2002:289) Keputusan pembelian merupakan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif.

2.6.2. Faktor-Faktor Utama Penentu Keputusan Pembelian

Menurut Sangadji, Etta Mamang dan Sopiah (2013: 24) ada tiga faktor yang mempengaruhi konsumen untuk mengambil keputusan yaitu :

(41)

1) Faktor psikologis

Faktor psikologis mencakup persepsi, motivasi, pembelajaran, sikap dan kepribadian. Sikap dan kepercayaan merupakan faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk beraksi terhadap penawaran produk dalam situasi dan kondisi tertentu secara konsisten. Sikap mempengaruhi kepercayaan dan kepercayaan mempengaruhi sikap. Kepribadian merupakan faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen. Kepribadian adalah pola indvidu untuk merspon stimulus yang muncul dari lingkungannya. Pembelajaran berdampak pada adanya perubahan.

2) Faktor situasional

Faktor situasional mecakup keadaan sarana dan prasarana tempat belanja, waktu berbelanja, penggunaan produk, dan kondisi saat pembelian. Keadaan sarana dan prasarana tempat belanja mencakup tempat parkir, gedung, eksterior dan interior toko, pendingin udara, penerangan/pencahayaan dan sebagainya.

Waktu berbelanja bisa pagi, siang, sore atau malam hari. Kondisi saat pembelian produk adalah sehat, senang, sedih, kecewa atau sakit hati.

3) Fakor sosial

Mencakup undang-undang / peraturan, keluarga, kelompok referensi, kelas sosial dan budaya.

a. Sebelum memutuskan untuk membeli produk, konsumen akan mempertimbangkan apakah pembelian produk tersebut diperbolehkan atau tidak oleh aturan/undang-undang yang berlaku.

b. Keluarga teridiri atas ayah, ibu, anak

(42)

c. Untuk kelompok referensi, contohnya ibu-ibu (kelompok pengajian, PKK, dan arisan), remaja (kelompok boy band, tim terkenal), dan bapak-bapak (kelompok pengajian, kelompok penggemar motor besar).

d. Untuk kelas sosial yang ada di masyarakat, contohnya kelas atas, menengah dan bawah.

e. Untuk budaya atau subbudaya, contohnya Sunda, Jawa, Madura.

2.6.3. Proses Keputusan Pembelian

Menurut Kotler, P. dan Kevin Lane Keller (2009:184) proses pengambilan keputusan konsumen melalui lima tahap yakni :

1. Pengenalan Masalah

Proses pembelian dimulai ketika pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Dengan rangsangan internal, salah satu dari kebutuhan normal seseorang rasa lapar, haus naik ke tingkat maksimum dan menjadi dorongan atau kebutuhan bisa timbul akibat rangsanagn eksternal. Seseorang mungkin mengagumi mobil baru tetangga atau melihat iklan televisi untuk liburan ke Hawai yang memicu pemikiran tentang kemungkinan melakukan pembelian.

Pemasar harus mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan tertentu dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen. Terutama untuk pembelian fleksibel sperti barang-barang mewah, paket liburan dan pilihan hiburan, pemasar mungkin harus meningkatkan motivasi konsumen sehingga pembelian potensial mendapat pertimbangan serius.

2. Pencarian informasi

(43)

Survei memperlihatkan bahwa untuk barang tahan lama, setengah dari semua konsumen hanya melihat satu toko dan hanya 30 % yang melihat lebih dari satu merek peralatan. Kita dapat membedakan antara dua tingkat keterlibatan dengan pencarian. Keadaan penacarian yang lebih rendah disebut perhatian tajam. Pada tingkat ini seseorang hanya menjadi lebih reseptif terhadap informasi tentang sebuah produk. Pada tingkat berikutnya, seseorang dapat memasuki pencarian informasi aktif, mencari bahan bacaan, menelpon tema, melakukan kegiatan online dan mengunjungi toko untuk mempelajari produk tersebut.

Sumber informasi utama dimana konsumen dibagi menjadi empat kelompok : Pribadi (keluarga, teman, tetangga, rekan), komersial (iklan, stus Web, wiranaga, penyalur, kemasan), publik (media, massa, organisasi pemeringkat konsumen), eksperimental (penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk).

3. Evaluasi Alternatif

Bagaimana konsumen memproses informasi merek kompetitif dan melakukan penilaian nilai akhir? Tidak ada proses tunggal yang digunakan oeleh semua konsumen atau oleh seorang konsumen dalam semua situasi pemebelian. Ada beberapa proses dan sebagian besar model terbaru melihat konsumen membentuk sebagian besar penilaian secara sadar dan rasional.

Beberapa konsep dasar yang akan memebantu kita memahami proses evaluasi : Pertama, konsumen berusaha memuaskan sebauah kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen melihat masing- masing produk sebgai sekelompok atribut dengan berbagai kemampuan untukmenghantarkan manfaat yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan ini.

4. Keputusan pembelian

(44)

Dalam tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi antar merek dalam kumpulan pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk maksud untuk membeli merek yang paling disukai. Dalam melaksanakan maksud pembelian, konsumen dapat membentuk lima sub keputusan : merek (merek A), penyalur (penyalur 2), kuantitas ( satu komputer), waktu (akhir minggu), dan metode pembayaran (kartu kredit).

5. Perilaku pascapembelian

Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami konflik dikarenakan melihat fitur mengkhawatirkan tertentu atau mendengar hal-hal menyenangkan tentang merek lain dan waspada terhadap informasi yang mendukung keputusannya. Komunikasi pemasaran seharusnya memasok keyakinan dan evaluasi yang memperkuat oilihan konsumen dan membantunya merasa nyaman tentang merek tersebut. Karena itu tugas pemasar tidak berakhir dengan pembelian. Pemasar harus mengamati kepuasan pascapembelian, tindakan pascapembelian dan penggunaan produk pascapembelian.

2.7. KerangkaKonseptual

Menurut Nawawi (2001:40) kerangka konsep merupakan hasil pemikiran rasioanl yang bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil yang akan dicapai yang akan menuntun dalam merumuskan hipotesa dalam penelitian

(45)

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Sumber : Peneliti (2016) 2.8. Penelitian Terdahulu

1. Anggoro Dwi Kurniawan (2012), dengan judul Analisis Pengaruh Produk, Promosi, Harga Dan Tempat Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Kedai Amarta Semarang). Adapun hasil penelitiannya seluruh variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.

Namun dari keempat variabel tersebut yang tidak signifikan adalah variabel harga dan tempat. Hal tersebut dikarenakan konsumen saat ini lebih dapat membedakan tempat makan yang enak atau tidak serta harganya realtif murah atau tidak bagi mereka. Pengaruh yang dominan diantara keempat variabel itu adalah produk. Variabel lain dipengaruhi oleh promosi. Di kedai Amarta promosi dilakukan melalui penawaran diskon setiap pembelian jika menggunakan kartu kredit Bank tertentu.

Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa keempat variabel dependen yaitu produk (𝑋𝑋1), harga (𝑋𝑋2), promosi (𝑋𝑋3),

Produk ( 𝑋𝑋1 )

Promosi ( 𝑋𝑋3 ) Harga ( 𝑋𝑋2 )

Tempat / saluran distribusi( 𝑋𝑋4 )

Keputusan Pembelian (Y)

(46)

tempat/saluran distribusi (𝑋𝑋4) dapat menjelaskan variabel keputusan pembelian (Y) sebesar 26,2% sedangkan sisanya 73,8% dipengaruhi oleh variabel lain

2. Mellya Silviana (2013), dengan judul Pengaruh Produk, Harga, Promosi Dan Saluran Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Ice Cream Wall’s Pada Siswa SMP Dan SMA Di Kota Padang. Adapun hasilnya adalah Berdasarkan hasil analisis keempat variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ulang ice cream wall’s pada siswa SMP dan siswa SMA di Kota Padang . Promosi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian ulang ice cream wall’s pada siswa SMP dan SMA di Kota Padang.

3. Fitri Komalasari (2012), dengan judul Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Produk Handphone Nokia Eseries.

Adapun hasil penelitiannya adalah Secara simultan bauran pemasaran yaitu produk, harga, tempat (saluran distribusi) dan promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk handphone Nokia Eseries. Secara parsial dari empat variabel bauran pemasaran hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan terhdap keputusan pembelian produk handphone Nokia Eseries, yaitu harga dan tempat (saluran distribusi).Variabel bauran pemasaran yang paling dominan adalah harga diikuti oleh tempat (saluran distribusi).

4. Nanang Susanto (2013), dengan judul Pengaruh Harga, Produk, Promosi Dan Saluran Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pengguna Laptop Merek HP Di Kota Semarang. Adapun hasilnya adalah

(47)

Berdasarkan 𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑡𝑡𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 variabel harga adalah sebesar 7,343 >𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡 1,985 dengan tingkat signifikan 0,000 yang lebih kecil dari batas signifikasi 0,05. Dengan demikian 𝐻𝐻𝑜𝑜 ditolak dan 𝐻𝐻𝑡𝑡 diterima.Berdasarkan 𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑡𝑡𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖

variabel produk adalah 3,104 > 𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡 1,985 dengan tingkat signifikan 0,003 yang lebih kecil dari batas signifikasi 0,05. Dengan demikian 𝐻𝐻𝑜𝑜 ditolak dan 𝐻𝐻𝑡𝑡 diterima.Berdasarkan 𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑡𝑡𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 variabel promosi adalah sebsar 3,638>𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡 1,985 dengan tingkat signifikan 0,000 yang lebih kecil dari batas signifikasi 0,05. Dengan demikian 𝐻𝐻𝑜𝑜 ditolak dan 𝐻𝐻𝑡𝑡

diterima. Berdasarkan 𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑡𝑡𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 variabel harga adalah sebsar 2,269>𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡1,985 dengan tingkat signifikan 0,026 yang lebih kecil dari batas signifikasi 0,05. Dengan demikian 𝐻𝐻𝑜𝑜 ditolak dan 𝐻𝐻𝑡𝑡 diterima.

5. Ahmad Khumaidi, Manajemen Pemasaran S1- FEB UINJ 2013, dengan judul Analisis Pengaruh Produk, Harga, Distribusi, Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Teh Celup Sariwangi ( Studi Kasus Pada Konsumen Rumah Tangga di Kp. MUK Cengkareng ). Adapun hasilnya adalah nilai R = 0,933 menunjukkan hubungan yang kuat antara produk, harga, distribusi dan promosi terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,871 dan nilai koefisisen determinasi yang tekah disesuaikan ( Adjusted R Square) sebesar 0,861. Hal ini berarti 86,1% variabel keputusan pembelian dijelaskan oleh variabel produk, harga, distribusi dan romosi sedangkan sisanya 13,9 % dijelaskan variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil uji t pada tarf signifikan 0,05 menerangkan bahwa secara parsial (individu) seluruh variabel independen yaitu variabel produk, harga, distribusi, dan promosi

(48)

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Hasil uji f pada tarf signifikan 0,005 menjelaskan bahwa semua variabel independen yaitu variabel produk, harga, distribusi dan promosi secara simultan atau bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel keputusan pembelian.

2.9. Hipotesis

Menurut Sugiyono (2015:134) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadaprumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.

Hipotesis yang diajukan dajukan dalam penelitian ini adalah:

1. H1 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara produk terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2. 𝐻𝐻𝑜𝑜1: Tidak terdapat pengaruh signifikan antara produk terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. H2 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara harga terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

(49)

4. 𝐻𝐻𝑜𝑜2: Tidak terdapat pengaruh pengaruh yang signifikan antara harga terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

5. H3 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara promosi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

6. 𝐻𝐻𝑜𝑜3: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara promosi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

7. H4 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara tempat/saluran distribusi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

8. 𝐻𝐻𝑜𝑜4: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tempat/saluran distribusi terhadap keputusan pembeliankosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

9. H5 = Terdapat pengaruh yang signifikanantara produk, harga, promosi, tempat/saluran distribusi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

10. 𝐻𝐻𝑜𝑜5: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara produk, harga, promosi dan tempat/saluran distribusi terhadap keputusan pembelian kosmetik NYX pada kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

(50)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Bentuk Penelitian

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono ( 2015 : 55) penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan unutuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, mencari peranan dan pengaruh, hubungan yang bersifat sebab akibat, yaitu antara variabel bebas dan variabel terikat. Adapun variabel yang dihubungkan dalam penelitian ini ini adalah variabel yang terdiri dari variabel produk (X1), harga (X2), promosi (X3),tempat/saluran distribusi(X4) terhadap keputusan pembelian (Y).

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa FISIP USU angkatan 2013-2016.

Dimana penelitian ini dengan mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa yang menggunakan kosmetik NYX. Waktu penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu dilakukan pada bulan Januari-Maret 2017.

3.3. Definisi Konsep

Menurut Sofyan (2013 : 9) konsep adalah suatu istilah, terdiri dari satu kata atau lebih yang menggambarkan suatu generalisasi terhadap gejala yang berlaku umum atau abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atsa dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaa, kelompok atau individu tertentu. Oleh karena itu untuk mendapatkan batasan yang jelas dari masing-

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Konseptual
Tabel 4.1  Usia Responden
Tabel 4.2  Stambuk Responden
Tabel 4.5  Variasi Warna
+5

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan positif yang sangat signifikan antara bauran pemasaran produk Mizone dengan pengambilan keputusan pembelian. Keywords:

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Masyithoh (2017) yang menyatakan variabel bauran pemasaran tempat secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian madu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setidaknya ada lima bauran pemasaran memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian asuransi jiwa, dan bauran produk merupakan variabel

Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.. Bauran pemasaran

Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Produk, Harga, Lokasi………..Bambang Sarjono faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah bauran pemasaran yang terdiri dari : produk,

penelitian dengan judul “ PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI PASAR BARU DAN PASAR SAYUR MAGETAN”..

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengaruh bauran pemasaran (proses, produk, promosi, bukti fisik, dan tempat) terhadap keputusan pembelian produk

5.4.4 Pengaruh Variabel Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Promosi dan Saluran Distribusi) terhadap Keputusan Pembelian Rokok di Fakultas Pertanian Universitas Jember