• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Disusun Oleh: SUKMA UMRI NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI. Disusun Oleh: SUKMA UMRI NIM"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE

PRODUK SHOPEE

(Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry)

Disusun Oleh: SUKMA UMRI NIM. 150602104

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY

BANDA ACEH 2019 M/1440 H

(2)

iii Yang bertandatangan di bawah ini Nama : Sukma Umri

NIM : 150602104

Program Studi : Ekonomi Syariah

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam

Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan SKRIPSI ini, saya:

1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu

mengembangkan dan mempertanggungjawabkan.

2. Tidak melakukan plagiasi terhadap naskah karya orang lain. 3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan

sumber asli atau tanpa izin pemilik karya.

4. Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data.

5. Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggungjawab atas karya ini.

Bila di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah melalui pembuktian yang dapat dipertanggung jawabkan dan ternyata memang ditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan ini, maka saya siap untuk dicabut gelar akademik saya atau diberikan sanksi lain berdasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Banda Aceh, 19 Desember 2019 Yang Menyatakan,

(3)

iv SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Sebagai Salah Satu Beban Studi

Untuk Menyelesaikan Program Studi Ekonomi Syariah Dengan Judul:

Analisis Pengaruh Kepercayaan dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Online Produk Shopee

(Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN A-Raniry)

Disusun Oleh: Sukma Umri NIM. 150602104

Disetujui untuk disidangkan dan dinyatakan bahwa isi dan formatnya telah memenuhi syarat sebagai kelengkapan dalam penyelesaian studi

pada Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry

Pembimbing I,

Dr. Zaki Fuad, M.Ag NIP. 196403141992031003

Pembimbing II,

Fakhrurrazi, S.E., MM NIP. 197605252013121002

Mengetahui

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah

Dr. Nilam Sari, M.Ag NIP. 197103172008012007

(4)

v SUKMA UMRI NIM: 150602104

Dengan Judul:

Analisis Pengaruh Kepercayaan dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Online Produk Shopee

(Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry)

Telah Diseminarkan Oleh Program Studi Strata Satu (S1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry dan Dinyatakan

Lulus Serta Diterima Sebagai Salah Satu Beban Studi Untuk Menyelesaikan Program Studi Strata 1 dalam bidang Ekonomi Syariah

Pada Hari/Tanggal: Senin, 07 Januari 2020 M 11 Jumadil Awal 1441 H Banda Aceh

Tim Penilai Seminar Hasil Skripsi

Ketua, Sekretaris,

Dr. Zulhilmi, MA Fakhrurrazi, S.E., MM NIP. 197204282005011003 NIP. 197605252013121002

Penguji I, Penguji II,

Dr. T. Meldi Kesuma, SE., MM Dara Amanatillah, M. Sc. Finn NIP. 197505152006041001 NIDN. 2022028705

Mengetahui

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Dr. Zaki Fuad, M.Ag NIP. 196403141992031003

(5)

Jl. Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh Telp. 0651-7552921, 7551857, Fax. 0651-7552922

Web:www.library.ar-raniry.ac.id, Email:[email protected]

vi

FORM PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASIKARYA ILMIAH MAHASISWA UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK

Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Lengkap : Sukma Umri

NIM : 150602104

Fakultas/Program Studi : Ekonomi dan Bisnis Islam/Ekonomi Syariah E-mail : [email protected]

demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-exclusive

Royalty-Free Right) atas karya ilmiah :

Tugas Akhir KKU Skripsi ………

yang berjudul:

Analisis Pengaruh Kepercayaan dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Online Produk Shopee (Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry)

Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif ini, UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh berhak menyimpan, mengalih-media formatkan, mengelola, mendiseminasikan, dan mempublikasikannya di internet atau media lain.

secara fulltext untuk kepentingan akademik tanpa perlu meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis, pencipta dan atau penerbit karya ilmiah tersebut.

UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh akan terbebas dari segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah saya ini.

Demikian peryataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Banda Aceh

Pada tanggal : 13 Januari 2020 Mengetahui,

Penulis Pembimbing I Pembimbing II

Sukma Umri Dr. Zaki Fuad, M.Ag NIP.196403141992031003

Fakhrurrazi, S.E., MM NIP. 197605252013121002

(6)

vii

Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan penulis kesehatan dan keselamatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dan tidak lupa shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, yang telah mendidik seluruh umatnya untuk menjadi generasi terbaik di muka bumi ini.

Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai derajat Strata 1 Program Studi Ekonomi Syariah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry dengan judul “Analisis Pengaruh Kepercayaan dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Online Produk Shopee”

Dalam penyusunan skripsi ini banyak pihak yang memberi bantuan, motivasi serta do’a kepada penulis dalam penulisan skripsi ini, maka dari itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak. Yang paling utama penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua penulis SAmwin dan Lailawati, yang telah memberikan cinta dan kasih sayang, semangat dan motivasi, serta doa yang tiada henti dan selalu memberikan yang terbaik kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ekonomi Syariah.

Selain itu penulis juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada:

(7)

viii Aceh.

2. Dr. Nilam Sari, M.Ag selaku ketua program studi Ekonomi Syariah dan Cut Dian Fitri, SE., M.Si., Ak., CA selaku sekretaris program studi Ekonomi Syariah beserta staf strata 1 program studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

3. Muhammad Arifin, Ph.D selaku ketua laboraturium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh beserta stafnya.

4. Dr. Zaki Fuad, M.Ag selaku dosen pembimbing I dan Fakhrurrazi, S.E., M.M selaku dosen pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan, nasehat-nasehat, pengarahan serta meluangkan waktu sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

5. Dr. Nur Baety Sofyan Lc., MA selaku Penasehat Akademik penulis selama menempuh pendidikan di Program Studi Ekonomi Syariah.

6. Seluruh staf dan dosen-dosen yang mengajar pada Program Studi Ekonomi Syariah selama proses belajar mengajar.

7. Istri, anak, saudara dan saudari serta ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh keluarga besar yang paling penulis cintai, yang telah memberi semangat motivasi dan do’a kepada penulis.

(8)

ix

Qares, Mahfud, dan Mahdir yang telah memberikan saran dan ide-ide sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

9. Teman-teman seperjuangan mahasiswa S1 Ekonomi Syariah atas dukungan dan motivasinya dan kepada semua pihak yang telah memberika dukungan serta doa yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Akhirnya atas bantuan, bimbingan dan pengarahan serta dorongan yang diberikan semoga mendapatkan balasan dari Allah Swt. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, dan penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan isi skripsi ini.

Banda Aceh, 6 Januari 2020 Penulis,

(9)

x

Nomor: 158 Tahun1987–Nomor: 0543 b/u/1987 1. Konsonan

No Arab Latin No Arab Latin

1 ا Tidak dilambangkan 16 ط Ṭ 2 ب B 17 ظ Ẓ 3 ت T 18 ع ‘ 4 ث Ṡ 19 غ G 5 ج J 20 ف F 6 ح H 21 ق Q 7 خ Kh 22 ك K 8 د D 23 ل L 9 ذ Ż 24 م M 10 ر R 25 ن N 11 ز Z 26 و W 12 س S 27 ه H 13 ش Sy 28 ء ’ 14 ص Ṣ 29 ي Y 15 ض2. Vokal

Vokal Bahasa Arab, seperti vocal bahasa Indonesia, terdiri dari vocal tunggal atau monoftong dan vocal rangkap atau diftong.

a. Vokal Tunggal

Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harkat, transliterasiya sebagai berikut:

Tanda Nama Huruf Latin

َ◌ Fatḥah A

ِ◌ Kasrah I

(10)

xi

gabungan antara harkat dan huruf, transliterasinya gabungan huruf, yaitu:

Tanda dan Huruf Nama Gabungan Huruf

ي َ◌ Fatḥah dan ya Ai

و َ◌ Fatḥah dan wau Au

Contoh: ﻒﯿﻛ : kaifa

لﻮھ : haula 3. Maddah

Maddah atau vocal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu: Harkat dan Huruf Nama Huruf dan Tanda

ا َ◌ /

ي Fatḥah dan alif

atauya

Ā

ي ِ◌ Kasrah dan ya Ī

ي ُ◌ Dammah dan wau Ū

Contoh:

لﺎَﻗ : qāla ﻰَﻣَر : ramā َﻞْﯿِﻗ : qīla ُل ْﻮُﻘَﯾ : yaqūlu

(11)

xii a. Ta marbutah (ة) hidup

Ta marbutah (ة) yang hidup atau mendapat harkat fatḥah, kasrah dan dammah, transliterasinya adalah t.

b. Ta marbutah (ة) mati

Ta marbutah (ة) yang mati atau mendapat harkat sukun, transliterasinya adalah h.

c. Kalau pada suatu kata yang akhir katanya ta marbutah (ة) diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang al, serta bacaan kedua kata itu terpisah maka ta marbutah (ة) itu ditransliterasikan dengan h.

Contoh:

ْلﺎَﻔْط َﻻْا ُﺔَﺿ ْوَر : rauḍah al-aṭfāl/ rauḍatulaṭfāl ةَر ّﻮَﻨُﻤْﻟا ُﺔَﻨْﯾِﺪَﻤْﻟَا : al-Madīnah al-Munawwarah/

al-Madīnatul Munawwarah ْﺔَﺤْﻠَط : Ṭalḥah

Catatan: Modifikasi

1. Nama orang berkebangsaan Indonesia ditulis seperti biasa tanpa transliterasi, seperti M. Syuhudi Ismail, sedangkan nama-nama lainnya ditulis sesuai kaidah penerjemahan. Contoh: Ḥamad Ibn Sulaiman.

(12)

xiii dan sebagainya.

3. Kata-kata yang sudah dipakai (serapan) dalam kamus Bahasa Indonesia tidak ditransliterasi. Contoh: Tasauf, bukanTasawuf.

(13)

xiv

Nama : Sukma Umri

NIM : 150602104

Fakultas/ Program Studi : Ekonomi dan Bisnis Islam

Judul : Analisis Pengaruh Kepercayaan dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Online Produk Shopee (Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry)

Pembimbing I : Dr. Zaki Fuad, M.Ag Pembimbing II : Fakhrurrazi, S.E., M.M

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian online produk Shopee pada mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan SPSS 22 dengan 97 sampel mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry. Secara parsial variabel kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian online dengan nilai t-hitung 3,692 lebih besar dari nilai t-tabel 1,661 dan nilai probabilitas signifikansi 0,000 > 0,05. Variabel kualitas produk juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian online dengan nilai t-hitung 4,682 lebih besar dari nilai t-tabel 1,661 dan nilai probabilitas signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan variabel kepercayaan dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian online dengan nilai f-hitung 96,507 lebih besar dari nilai f-tabel 3,09 dan nilai probabilitas signifikan 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pengaruh yang diberikan oleh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 66,6% dan 33,4% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.

Kata kunci: E-Commerce, Shopee, Kepercayaan, Kualitas Produk, Keputusan Pembelian Online.

(14)

xv

HALAMAN SAMPUL KEASLIAN ... i

HALAMAN JUDUL KEASLIAN... ii

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... iii

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... iv

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI... v

LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

HALAMAN TRANSLITERASI ... x

ABSTRAK... xiv

DAFTAR ISI ... xv

DAFTAR TABEL... xviii

DAFTAR GAMBAR ... xix

DAFTAR LAMPIRAN ... xx BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah... 5 1.3 Tujuan Penelitian ... 6 1.4 Manfaat Penelitian ... 6 1.5 Sistematika Pembahasan... 7

BAB II LANDASAN TEORI ... 9

2.1 Keputusan Pembelian... 9

2.1.1 Indikator Keputusan Pembelian ... 11

2.2 Kepercayaan... 11

2.2.1 Indikator Kepercayaan... 13

2.3 Kualitas Produk... 13

2.3.1 Indikator Kualitas Produk... 15

2.4 E-Commerce ... 16

2.5 Penelitian Terdahulu ... 18

2.6 Keterkaitan Antar Variabel ... 26

2.6.1 Keterkaitan Antara Kepercayaan dan Keputusan Pembelian... ... 28

2.6.2 Keterkaitan Antara Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian... ... 28

(15)

xvi

BAB III METODE PENELITIAN... 31

3.1 Jenis Penelitian... 31

3.2 Sujek dan Objek Penelitian... 31

3.3 Sumber Data... 31

3.3.1 Data Primer ... 32

3.3.1 Data Sekunder ... 32

3.4 Teknik Pengumpulan Data... 32

3.5 Populasi dan Sampel ... 33

3.6 Skala Pengukuran... 34

3.7 Definisi Operasional Variabel... 36

3.7.1 Variabel Bebas... 36

3.7.2 Variabel Terikat ... 37

3.8 Analisi Data ... 40

3.8.1 Uji Validitas... 40

3.8.2 Uji Reliabilitas... 41

3.8.3 Uji Asumsi Klasik ... 41

3.8.4 Analisis Regresi Linier Berganda... 42

3.9 Uji Hipotesis ... 43

3.9.1 Uji Parsial (Uji T) ... 43

3.9.2 Uji Simultan (Uji F)... 43

3.9.3 Uji Diterminasi (R2) ... 44

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .... 45

4.1 Profil Responden... 45

4.2 Analisi Deskriptif... 48

4.3 Uji Validitas ... 53

4.4 Uji Reabilitas ... 55

4.5 Uji Asumsi Klasik... 55

4.5.1 UJi Normalitas ... 55

4.5.2 Uji Heteroskedastisitas... 56

4.5.3 Uji Multikolinearisitas ... 57

4.6 Uji Regresi Linear Berganda ... 58

4.7 Uji Hipotesis ... 60

(16)

xvii

4.8 Pembahasan dan Hasil Penelitian ... 63

4.9 Kerangka Pemikiran Setelah Penelitian... 65

BAB V PENUTUP... 69

5.1 Kesimpulan ... 69

5.2 Saran ... 70

DAFTAR PUSTAKA ... 71

(17)

xviii

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu... 23

Tabel 3.1 Instrumen Skala... 29

Tabel 3.2 Interval Penilaian Jawaban Responden ... 36

Tabel 3.3 Operasional Variabel ... 37

Tabel 4.1 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 45

Tabel 4.2 Profil Responden Berdasarkan Jurusan ... 46

Tabel 4.3 Profil Responden Berdasarkan Adanya Aplikasi Shopee pada Gadget ... 46

Tabel 4.4 Profil Responden Berdasarkan Seberapa Sering Mengunjungi E-Commerce Shopee dalam sebulan . 47 Tabel 4.5 Deskriptif Variabel Kepercayaan... 48

Tabel 4.6 Deskriptif Variabel Kualitas Produk... 49

Tabel 4.7 Deskriptif Variabel Keputusan Pembelian... 51

Tabel 4.8 Uji Validitas ... 53

Tabel 4.9 Uji Reabilitas ... 55

Tabel 4.10 Uji Normalitas ... 56

Tabel 4.11 Uji Heteroskedastisitas ... 57

Tabel 4.12 Uji Multikolinearitas ... 58

Tabel 4.13 Analisis Regresi Linear Berganda ... 59

Tabel 4.14 Uji Parsial (Uji T)... 60

Tabel 4.15 Uji Simultan (Uji F) ... 62

(18)

xix

Gambar 2.1 Proses Keputusan Pembelian... 10 Gambar 2.2 Kerangka pemikiran... 29 Gambar 4.1 Kerangka Pemikiran Setelah Penelitian... 66

(19)

xx

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ... 75 Lampiran 2 Profil dan Data Responden ... 80 Lampiran 3 Hasil Penelitian ... 90

(20)

1 1.1 Latar Belakang

Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang menumbuhkan berbagai pengaruh bagi penggunanya. Masyarakat dituntut untuk lebih mampu memanfaatkan teknologi sesuai dengan fungsinya. Internet merupakan bentuk dari perkembangan teknologi yang saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian kalangan.

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin berkembang memberikan sebuah peluang bisnis yang mendunia dan tanpa batas. Penggunaan internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses melalui media ini, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi perdagangan dengan market place baru dan sebuah jaringan bisnis dunia yang luas yang tidak terbatas waktu dan tempat yang dikenal dengan istilah e-commerce.

Menurut Peter dan Olson dalam Disa (2017), e-commerce atau perdagangan via elektronik merupakan suatu proses dimana pembeli dan penjual melakukan pertukaran informasi, uang dan barang melalui sarana elektronik, terutama internet. Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), setiap tahunnya pengguna internet di Indonesia terus meningkat. Tahun 2018, pengguna internet di Indonesia mencapai 64,8% yaitu sebesar 171,17 juta dari 264,16 juta

(21)

penduduk Indonesia. Hal ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 10,12% dan diperikirakan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone. Oleh karena itu, internet kini menjadi wadah yang tepat untuk melakukan segala bentuk perdagangan dengan menjaring seluruh konsumen di seluruh dunia.

Hadirnya e-commerce memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi jual-beli. Saat ini, konsumen tidak perlu lagi keluar rumah untuk mendapatkan barang yang diinginkan, namun dengan menggunakan gadget konsumen dapat melakukan transaksi jual-beli dimana pun dan kapan pun dari toko di seluruh dunia. Namun, kemudahan yang dirasakan dari mengakses internet juga menjadi salah satu masalah dalam melakukan kegiatan jual beli online. Faktor penipuan dan ketidakjelasan informasi mengenai barang dapat merugikan konsumen. Untuk meminimalisasi kerugian tersebut, saat ini portal-portal belanja online hadir sebagai wadah bagi konsumen melakukan kegiatan jual-beli online yang aman dan terpercaya.

Di Indonesia, portal belanja online semakin banyak bermunculan dengan menawarkan berbagai fitur yang menarik minat konsumen untuk menggunakannya. Salah satu portal belanja online yang paling sering digunakan oleh konsumen adalah Shopee. Shopee merupakan platform perdagangan elektronik yang berasal dari Singapura yang didirikan oleh Chris Feng pada tahun 2015 dan pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada Desember

(22)

di tahun yang sama. Dibanding dengan pesaingnya yang lebih dulu dikenal, Shopee mampu menunjukkan prestasi keberhasilan promosi dalam waktu singkat dengan meraih pengguna Shopee tak kalah banyak dari pengguna portal belanja online lainnya. Hal ini karena Shopee menawarkan produk-produk yang dibutuhkan semua kalangan dengan harga murah. Selain itu, Shopee seringkali menyediakan gratis ongkos kirim yang menjadi salah satu ciri khas dari Shopee sejak pertama kali dikenal di pasar Indonesia. Shopee juga menyediakan fitur garansi pengembalian barang selama 3 hari atau disebut juga hak khiyar bagi konsumen. Definisi khiyar menurut Sayyid Sabiq adalah mencari kebaikan dari dua perkara, melangsungkan atau membatalkannya (jual-beli) (Nuryaningsih, 2016). Hak khiyar diberikan apabila terjadi ketidaksesuaian atau ditemukannya rusak/cacat barang yang diterima konsumen. Konsumen dapat mengajukan pengembalian barang dan dapat menentukan untuk meneruskan atau membatalkan pesanan, barang yang rusak/cacat akan kembali kepada penjual dan uang yang digunakan sebagai alat pembayaran akan dikembalikan kepada pembeli.

Kepercayaan menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam melakukan transaksi secara online. Hal ini karena sebelum produk dibeli oleh pelanggan, produsen maupun perusahaan harus mampu menciptakan kepercayaan pelanggan terhadap produk yang ditawarkan, agar dapat menarik perhatian serta menimbulkan minat dan keyakinan pelanggan terhadap produk yang dipasarkan tersebut

(23)

(Iswara, 2016). Apabila konsumen mempercayai online store yang hendak dituju maka besar kemungkinan bagi konsumen untuk melakukan pembelian pada online store tersebut. Dalam online shopping kepercayaan konsumen dilihat dari gambar produk yang tertera pada portal Shopee, dimana gambar pada portal akan sama persis seperti aslinya, selain itu keaslian suatu produk juga menjadi faktor timbulnya kepercayaan konsumen terhadap suatu portal.

Kualitas produk juga menjadi faktor penentu dalam keputusan konsumen berbelanja online. Menurut Kotler dan Amstrong (2008), kualitas produk adalah karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan. Fenomena saat ini, gambar produk yang terdapat pada portal belanja online seringkali berbeda dari aslinya baik dari segi kualitas, tekstur serta warnanya. Hal ini juga yang menjadi alasan beberapa konsumen ragu untuk berbelanja online sehingga sebagian dari konsumen lebih nyaman membeli secara offline meski harganya lebih mahal dibanding membeli secara online.

Umumnya, produk yang ditawarkan oleh online shop dikenal lebih murah dibanding dengan offline shop dan cocok untuk semua kalangan, terutama mahasiswa yang sebagiannya belum mempunyai penghasilan tetap dan terbatas. Menurut Octaviani dan Sudrajat (2016), mahasiswa umumnya meluangkan waktu untuk pergi ke tempat pembelanjaan tidak hanya untuk mencari barang yang diinginkan namun juga untuk mencari

(24)

informasi barang yang sedang trend saat ini. Selain harga yang murah, kemudahan akses belanja dan barang yang variatif juga menjadi alasan mahasiswa memilih berbelanja online.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) adalah salah satu fakultas yang ada pada UIN Ar-Raniry terletak di Darussalam Banda Aceh. Di tahun akademik 2019/2020 ini FEBI memiliki mahasiswa dengan jumlah 2915 orang yang sedang aktif menempuh jenjang pendidikan S1. Jumlah ini dapat dijadikan perwakilan komunitas muslim dan pelanggan Shopee. Menurut hasil survei yang dilakukan oleh APJII pada tahun 2018, mahasiswa merupakan salah satu pengguna internet terbanyak. Mahasiswa juga dikenal kritis dan dapat sangat mudah menerima setiap perkembangan teknologi terutama mahasiswa yang menggunakan smartphone yang dapat dengan mudah mengakses Shopee.

Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Kepercayaan dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Online Produk Shopee (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan penegasan istilah di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimanakah pengaruh kepercayaan terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee?

(25)

2. Bagaimanakah pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee? 3. Bagaimanakah pengaruh secara simultan kepercayaan dan

kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada Shopee? 1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

1. Untuk mengetahui pengaruh kepercayaan terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee. 2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap

keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee.

3. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan kepercayaan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee.

1.4 Manfaat Penelitian

Dalam penelitian yang penulis lakukan, terdapat beberapa manfaat baik secara teoritis maupun praktis.

1. Penulis, sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi penulis dan peneliti selanjutnya mengenai pengaruh kepercayaan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian mahasiswa pada Shopee.

2. Lembaga dan perusahaan, sebagai pedoman bagi lembaga dan perusahaan dalam menentukan strategi pemasaran mengenai

(26)

pengaruh kepercayaan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian mahasiswa pada Shopee.

1.5 Sistematika Pembahasan

Sistematika penulisan dalam penelitian ini terdiri dari lima bab, yaitu sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika pembahasan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang meliputi: perilaku konsumen, e-commerce, keputusan pembelian, kepercayaan, kualitas produk, penelitian terdahulu, keterkaitan antar variabel, kerangka pemikiran dan pengembangan hipotesis. BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan tentang metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian yang meliputi: jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, populasi dan sampel, skala pengukuran, definisi operasional variabel dan teknik analisis data.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan tentang deskripsi obyek penelitian, hasil analisis serta pembahasan secara mendalam tentang hasil temuan dan menjelaskan implikasinya.

(27)

BAB V PENUTUP

Bab ini menjelaskan penutup dari pembahasan skripsi yang memuat kesimpulan dan saran atau rekomendasi.

(28)

9 2.1 Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian merupakan suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan apa yang akan dibeli atau tidak melakukan pembelian dan keputusan itu diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya (Assauri, 2013). Menurut Tjiptono (2008:21),

keputusan pembelian merupakan sebuah proses dimana pembeli mengetahui masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu dan mengevaluasi beberapa dari masing-masing alternatif tersebut untuk dapat digunakan dalam memecahkan masalah, yang kemudian mengarahkannya pada keputusan pembelian.

Berdasarkan beberapa engertian di atas, keputusan pembelian adalah sebuah proses yang dilalui konsumen dalam menganalisis berbagai pilihan produk atau jasa sebelum melakukan pembelian. Kotler dan Amstrong (2008:179) menyatakan bahwa ada lima tahap dalam proses keputusan pembelian, yaitu:

(29)

Gambar 2.1

Proses Keputusan Pembelian Sumber : Kotler dan Amstrong (2008:179)

Secara online, proses keputusan pembelian menjadi sedikit berbeda daripada keputusan pembelian secara offline, hal ini karena keputusan pembelian secara online memberikan kemudahan akses dan menyediakan banyak pilihan berdasarkan jenis, harga dan kualitas. Menurut Liang dan Huang dalam Aprillia (2017:42), proses transaksi di pasar online dilakukan melalui tujuh langkah berikut:

1. Pencarian, yaitu mencari informasi produk dan layanan yang relevan.

2. Perbandingan, membandingkan harga atau atribut lainnya. 3. Pemeriksaan, pemeriksaan produk yang akan dibeli. 4. Perundingan, yaitu bernegosiasi mengenai harga, waktu

pengiriman dan lain lain.

5. Pemesanan dan pembayaran, yaitu memesan dan membayarnya. Pengenalan kebutuhan Pencarian informasi Evaluasi alternatif Keputusan pembelian Prilaku pasca pembelian

(30)

6. Pengiriman, yaitu pengiriman produk dari penjual ke konsumen.

7. Pelayanan pasca pembelian, yaitu layanan dan dukungan bagi pelanggan.

2.1.1 Indikator Keputusan Pembelian

Berdasarkan proses keputusan pembelian menurut Kotler dan Amstrong (2008:179), maka indikator variabel keputusan pembelian adalah sebagai berikut:

1. Pengenalan kebutuhan 2. Pencarian informasi 3. Evaluasi alternatif 4. Keputusan pembelian 5. Perilaku pasca pembelian. 2.2 Kepercayaan

Pembelian secara online memiliki risiko, baik dari segi konsumen maupun penjual. Kepercayaan menjadi hal yang berperan penting dalam proses keputusan pembelian. Ketakutan pada informasi yang salah digunakan, akan meningkatkan risiko konsumen dan menjadi tidak percaya dan akhirnya konsumen menjadi ragu saat mengakses pada portal tersebut (Disa, 2017). Namun, pengalaman dan penilaian suatu online shop pada suatu portal belanja online yang diberikan oleh konsumen yang merasa puas atas barang dan jasa yang diterimanya akan menaruh

(31)

kepercayaan bagi konsumen yang lain untuk melakukan sebuah keputusan pembelian.

Kepercayaan merupakan salah satu faktor psikologis dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Dalam transaksi secara online, kepercayaan muncul ketika salah satu pihak yang terlibat telah mendapat kepastian dari pihak lainnya, serta mau dan bisa memberikan kewajibannya (Hidayat dkk, 2013). Menurut Muda dkk dalam Disa (2017:36), kepercayaan didefiniskan sebagai perilaku, berdasarkan keyakinan seseorang tentang karakteristik orang lain, dimana kepercayaan dalam konteks belanja online sebagai kesediaan konsumen untuk bergantung pada penjual dan mengambil keputusan dalam keadaan di mana tindakan tersebut membuat konsumen rentan terhadap penjual. Kepercayaan mempunyai dampak yang mendapatkan kepercayaan dan sikap yang kemudian mempengaruhi perilaku membeli. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan adalah salah satu faktor yang menentukan keputusan pembelian yang memiliki pengertian keyakinan konsumen terhadap pihak lainnya untuk melakukan transaksi baik secara online maupun offline.

Kepercayaan dapat dibangun dengan baik apabila setiap pihak yang terlibat saling jujur dan terbuka satu sama lain. Menurut Suryani dalam Ikranegara (2017) kepercayaaan adalah kesediaan konsumen untuk menerima kerentanan dalam melakukan transaksi online berdasarkan harapannya yang positif

(32)

mengenai perilakunya berbelanja online pada masa mendatang. Dalam konteks online shopping, kepercayaan konsumen didapatkan ketika penjual menginformasikan dengan jelas mengenai harga dan kualitas barang kepada konsumen. Selain itu, kepuasan konsumen atas barang dan pelayanan yang diterimanya juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap online shop tersebut. Oleh karena itu, kepercayaan mempunyai peran penting dalam proses keputusan pembelian konsumen secara online.

2.2.1 Indikator Kepercayaan

Kim, Ferrin dan Rao dalam Disa (2017) menjelaskan bahwa ada tiga indikator untuk menentukan kepercayaan konsumen, yaitu:

1. Ethics, merupakan nilai estetika yang dirasakan dan norma-norma yang berlaku.

2. Service quality, meliputi kualitas pelayanan dari perusahaan: tengibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty.

3. Cumulative process, pelayanan perusahaan yang dirasakan pelanggan secara menyeluruh.

2.3 Kualitas Produk

Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sedangkan menurut Tjiptono (2008:95) produk adalah segala

(33)

sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk dapat diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai alat untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar yang bersangkutan. The American Society for Quality mendefinisikan kualitas sebagai karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau tersirat (Kotler dan Amstrong, 2008). Kualitas produk adalah suatu penilaian konsumen terhadap suatu kelebihan atau keistimewaan produk (Tjiptono, 2008). Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kualitas produk adalah kemampuan suatu barang atau jasa yang ditawarkan untuk memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Suatu produk dikatakan baik apabila kualitasnya dapat memberikan nilai manfaat yang baik untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dalam pembelian online, konsumen seringkali kecewa setelah membeli produk secara online. Hal ini sering terjadi karena gambar produk yang ditampilkan oleh penjual pada situs atau portal belanja online berbeda dari gambar yang sebenarnya, terutama dari segi kualitas produknya. Untuk itu para pembeli sebaiknya memahami informasi-informasi dan kemungkinan risiko apa saja yang akan muncul pada portal jual-beli online tersebut agar mengurangi ketidakpuasan terhadap produk yang akan dibelinya (Disa, 2017:31).

(34)

2.3.1 Indikator Kualitas Produk

Tjiptono (2008) menjelaskan ada beberapa dimensi yang digunakan sebagai indikator kualitas produk, yaitu:

1. Kinerja (performance), yaitu karakteristik operasi dan produk inti yang dibeli. Misalnya kecepatan, kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaan.

2. Fitur (features), yaitu karakteristik atau ciri-ciri tambahan yang melengkapi manfaat dasar suatu produk. Fitur bersifat pilihan atau option bagi konsumen. Fitur bisa meningkatkan kualitas produk jika pesaing tidak memilikinya.

3. Keandalan (reliability), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal pakai.

4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to spesifications), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya. 5. Daya tahan (durability), yaitu menunjukkan jumlah

pemakaian suatu produk sebelum produk itu rusak atau digantikan. Semakin lama daya tahannya tentu semakin awet, produk yang awet akan dipersepsikan lebih berkualitas dibanding produk yang cepat habis atau cepat diganti.

6. Kemampuan diperbaiki (serviceability), yaitu kualitas produk yang diukur atas dasar kemampuan diperbaiki: mudah, cepat dan kompeten. Produk yang diperbaiki tentu kualitasnya lebih tinggi daripada produk yang tidak atau sulit diperbaiki.

(35)

7. Estetika (aesthetics), yaitu daya tarik produk terhadap panca indera, misalkan bentuk, fisik, model atau desain yang artistik, warna dan sebagainya.

8. Ketepatan kualitas yang dipersepsikan (perceived quality), yaitu persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk. Biasanya karena kurangnya pengetahuan konsumen akan atribut atau ciri-ciri produk yang akan dibeli.

2.4 E-Commerce

Kotler (2005) mendefinisikan e-commerce sebagai gambaran usaha-usaha perusahaan untuk menginformasikan, berkomunikasi, mempromosikan dan menjual produk dan jasanya lewat internet. Menurut Peter dan Olson (2014) e-commerce merupakan suatu proses dimana pembeli dan penjual melakukan pertukaran informasi, uang dan barang melalui sarana elektronik, terutama internet. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa e-commerce adalah sebuah media untuk melakukan kegiatan bertransaksi melalui sarana elektronik terutama internet.

E-commerce tidak hanya mengacu pada transaksi jual-beli saja namun pada berbagai kegiatan bisnis online produk maupun jasa. Perdagangan via elektronik memiliki banyak keuntungan bagi pemasar karena banyak informasi dan ragam produk yang bisa dikirimkan secara efisien langsung ke seluruh orang di seluruh dunia (Peter dan Olson, 2014).

(36)

Menurut Kalakota dan Whinston dalam Adi (2013:13), e-commerce dapat ditinjau dalam empat perspektif berikut:

1. Dari perspektif komunikasi,e-commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.

2. Dari perspektif proses bisnis, e-commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.

3. Dari perspektif layanan, e-commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen dan manajemen untuk mengakses biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.

4. Dari perspektif online, e-commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.

Berdasarkan transaksi ada beberapa jenis e-commerce, jenis-jenis tersebut digambarkan oleh Turban dkk dalam Adi (2013), sebagai berikut:

1. Business to Business (B2B)

Hampir seluruh e-commerce saat ini merupakan tipe B2B. Hal tersebut karena tipe ini sudah termasuk transaksi IOS dan transaksi pasar elektronik antar organisasi.

(37)

2. Business to Consumer (B2C)

Secara umum, transaksi eceran melibatkan pembelanja individu dan perusahaan yang menyediakan aplikasi e-commerce, dalam kasus ini belanja online.

3. Consumer to Consumer (C2C)

Dalam kategori ini, konsumen menjual produk atau jasa langsung ke konsumen lainnnya. Ada beberapa yang menjual produk atau jasa menggunakan iklan dan setelah itu penjualan dilakukan di website.

4. Consumer to Business (C2B)

Kategori ini termasuk individu yang menjual produk atau jasa ke organisasi.

5. Non Business E-commerce

Jenis dari e-commerce ini termasuk juga institusi non-bisnis seperti institusi akademik, organisasi non-profit, organisasi keagaman dan agen pemerintah yang menggunakan e-commerce untuk menekan pengeluaran mereka.

6. Intra Business (organizational

E-commerce kategori ini termasuk semua aktifitas internal, biasanya dilakukan dalam bentuk intranet yang melibatkan

pertukaran produk dan jasa atau informasi. 2.5 Penelitian Terdahulu

Suci Meutia Disa (2017) dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Persepsi Risiko, Persepsi Manfaat dan Kepercayaan terhadap Niat Pembelian Konsumen di Portal E-commerce

(38)

Zalora.co.id”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen persepsi risiko, persepsi manfaat dan kepercayaan terhadap niat pembelian adalah positif dan sigifikan. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner dan mengambil sampel sebanyak 200 responden dengan teknik non probability sampling. Regresi linear berganda digunakan sebagai metode analisis data untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel yang terkait. Perbedaan penelitian Suci Meutia Disa (2017) pada penelitian ini terdapat pada variabel yang digunakan. Pada penelitian yang peneliti lakukan variabel yang digunakan kepercayaan dan kualitas produk yang mempengaruhi keputusan pembelian. Sedangkan portal belanja online yang digunakan sebagai objek penelitian adalah Shopee.

Agustinus Mulyadi, Dian Eka & Welly Nailis (2018) dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Kepercayaan, Kemudahan dan Kualitas Informasi terhadap Keputusan Pembelian di Toko Online Lazada”. Hasil penelitian ini yaitu secara simultan menunjukkan bahwa variabel kepercayaan, kemudahan, dan kualitas informasi berpenaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di toko online Lazada. Variabel yang berpengaruh dominan adalah variabel kualitas informasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Perbedaan penelitian Agustinus Mulyadi, Dian Eka & Welly Nailis (2018) dengan

(39)

penelitian yang peneliti lakukan adalah terdapat pada variabel-variabel yang dilakukan, variabel-variabel yang digunakan peneliti adalah kepercayaan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee.

Lenggang Kurnia Intan Devi (2019) penelitian yang berjudul “Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian pada Marketplace Shopee”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk tidak berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian pada marketplace Shopee. Sedangkan harga dan promosi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian pada marketplace Shopee. Berdasarkan hasil perhitungan statistik uji simultan, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas produk, harga dan promosi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian pada marketplace Shopee, harga dan promosi sebesar 48,5% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah 270 responden. Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Lenggang Kurnia Intan Devi (2019) dengan yang peneliti lakukan adalah pada beberapa variabel independen yang berbeda dari yang peneliti gunakan dan persamaannya variabel independen terdapat pada variabel kualitas produk.

(40)

Rosian Anwar dan Wijaya Adidarma (2016) dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Kepercayaan dan Risiko pada Minat Beli Belanja Online”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, risiko yang tinggi dalam bertransaksi secara online tidak serta merta mengurungkan minat konsumen untukbertransaksi jual-beli secara online. Hasil ini tidak seperti hasil studi beberapa penelitian terdahulu yang mengkonfirmasi pengaruh negatif risiko pada minat beli berbelanja online. Penelitian ini berhasil mengumpulkan 180 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan responden menggunakan kuesioner dengan pertanyaan tertutup yang terstruktur. Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Rosian Anwar dan Wijaya Adidarma (2016) dengan yang peneliti lakukan terdapat pada variabel-variabel yang digunakan. Peneliti menggunakam variabel kepercayaan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry.

Dikla Purbayudya Ikranegara (2017) dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Orientasi Belanja, Kepercayaan Online dan Pengalaman Pembelian terhadap Minat Beli secara Online (Studi Kasus pada Toko Online Bukalapak)”. Orientasi belanja, kepercayaan online, dan pengalaman pembelian berpengaruh positif terhadap minat beli secara online. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 148 orang. Seperti penelitian

(41)

lain di atas, penelitian yang dilakukan oleh Dikla Purbayudya Ikranegara (2017) mempunyai perbedaan pada variabel-variabel yang digunakan yaitu pengaruh orientasi belanja, pengalaman dan minat beli, sedangkan variabel kepercayaan mempunyai persamaan dengan penelitian yang peneliti lakukan.

Danu Iswara (2016) dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Kepercayaan, Kemudahan, Kualitas Informasi dan Persepsi Risiko terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus pada Pengguna Media Sosial Instagram di Kota Yogyakarta)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif kepercayaan, kemudahan dan kualitas informasi terhadap keputusan pembelian pada pengguna media sosial, namun pengaruh negatif persepsi risiko terhadap keputusan pembelian pada pengguna media sosial. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 200 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Persamaan yang ditemui dari penelitian Danu Iswara (2016) dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah pada variabel kepercayaan. Sedangkan perbedaannya terdapat pada beberapa variabel independen yang digunakan.

Rifqi Nugroho Adi (2013) dalam penelitian yang berjudul “Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian dengan Sistem Pre Order secara Online”. Hasil

(42)

penelitian ini menunjukkan bahwa harga, kemenarikan posting messages, kepercayaan dan reputasi berdampak positif terhadap minat beli. 200 responden yang diambil sebagai sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan struktural dengan 16,0 Amos Program.

Penelitian yang dilakukan oleh Rifqi Nugroho Adi (2013) memiliki persamaan variabel dengan penelitian yang peneliti lakukan yaitu variabel kepercayaan dan keputusan pembelian, sedangkan variabel lainnya berbeda.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No

Peneliti Judul Penelitian PenelitianMetode PenelitianHasil 1 Suci Meutia Disa (2017) Pengaruh Persepsi Risiko, Persepsi Manfaat dan Kepercayaan terhadap Niat Pembelian Konsumen di Portal E-commerce Zalora.co.id Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dan menganalisis 200 responden dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dan menggunakan metode analisis regresi linear Hasil penelitiam menunjukkan variabel persepsi risiko, persepsi manfaat dan kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian konsumen pada portal e-commerce

(43)

berganda. Zalora.co.id. 2 Agustinus

Mulyadi, Dian Eka & Welly Nailis (2018) Pengaruh Kepercayaan, Kemudahan, dan Kualitas Informasi terhadap Keputusan Pembelian di Toko Online Lazada Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda.

Hasil penelitian ini yaitu secara simultan menunjukkan bahwa variabel kepercayaan, kemudahan, dan kualitas informasi berpenaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di toko online Lazada. Variabel yang berpengaruh dominan adalah variabel kualitas informasi 3 Lenggang Kurnia Intan Devi (2019) Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian pada Marketplace Shopee Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel Kualitas produk tidak berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian pada marketplace Shopee. Sedangkan harga dan promosi

(44)

menggunakan simple random sampling dengan jumlah 270 responden. berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian pada marketplace Shopee. Berdasarkan hasil perhitungan statistik uji simultan, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas produk, harga dan promosi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian pada

marketplace

Shopee, harga dan promosi sebesar 48,5% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak terdapat dalam penelitian ini. 4 Rosian Anwar dan Pengaruh Kepercayaan Dan Penelitian ini berhasil Hasil penelitian menunjukkan

(45)

Wijaya Adidarma (2016)

Risiko Pada Minat Beli Belanja Online.

mengumpulkan 180 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan responden menggunakan kuesioner dengan pertanyaan tertutup yang terstruktur bahwa, risiko yang tinggi dalam bertransaksi secara online tidak serta merta mengurungkan minat konsumen untuk bertransaksi jual-beli secara

online. Hasil ini

tidak seperti hasil studi beberapa penelitian

terdahulu yang mengkonfirmasi pengaruh negatif risiko pada minat beli berbelanja online. 6 Danu Iswara (2016) Pengaruh Kepercayaan, Kemudahan, Kualitas Informasi dan Persepsi Risiko terhadap Keputusan Pembelian (Studi

Kasus pada Pengguna Media Sosial Instagram di Kota Yogyakarta) Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 200 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif kepercayaan, kemudahan dan kualitas informasi terhadap keputusan pembelian pada pengguna media

(46)

telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah resesi berganda sosial sedangkan terdapat pengaruh negatif persepsi risiko terhadap keputusan pembelian pada pengguna media sosial. 7 Rifqi Nugroho Adi (2013) Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Dengan Sistem Pre Order Secara Online

200 responden yang diambil sebagai sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan struktural dengan 16,0 Amos Program. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga, kemenarikan posting messages dan reputasi berdampak positif terhadap minat beli.

(47)

2.6 Keterkaitan Antar Variabel

2.6.1 Keterkaitan Antara Kepercayaan dan Keputusan Pembelian

Menurut Suryani dalam Ikranegara (2017) kepercayaaan adalah kesediaan konsumen untuk menerima kerentanan dalam melakukan transaksi online berdasarkan harapannya yang positif mengenai perilakunya berbelanja online pada masa mendatang. Kepercayaan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian secara online, karena adanya risiko yang mungkin diterima oleh konsumen ketika melakukan transaksi.

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Iswara (2016) yang memperoleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa variabel kepercayaan bepengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Sehingga dengan adanya kepercayaan konsumen dapat mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian.

2.6.2 Keterkaitan Antara Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian

Kualitas produk adalah suatu penilaian konsumen terhadap suatu kelebihan atau keistimewaan produk (Tjiptono, 2008). Suatu kualitas produk dikatakan baik apabila produk tersebut memiliki nilai manfaat yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Semakin baik kualitas produk maka akan semaki tertarik konsumen untuk melakukan keputusan pembelian terhadap barang tersebut.

(48)

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Devi (2019) yang meperoleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada marketplace Shopee. Sehingga kualitas produk memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.

2.7 Kerangka Pemikiran

Kerangka penelitian menggambarkan tentang keterkaitan antara setiap variabel-variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen yang dibentuk dalam sebuah kerangka pemikiran. Berdasarkan uraian landasan teori dan penelitian sebelumnya, maka kerangka

pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran Keputusan pembelian (Y) Kualitas Produk

(49)

2.8 Pengembangan Hipotesis

Ha1 : Kepercayaan berpengaruh terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar- Raniry pada Shopee.

Ho1 : Kepercayaan tidak bepengaruh terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee.

Ha2 : Kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar- Raniry pada Shopee.

Ha2 : Kualitas produk tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee.

(50)

31 3.1 Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang data penelitiannya berupa angka-angka dan dianalisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2008). Data diperoleh dari penelitian lapangan dengan menyebarkan kuesioner atau angket.

Penelitian ini tergolong jenis penelitian field research (penelitian lapangan) yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial baik individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat yang berada pada objek penelitian (Suryabrata, 1998).

3.2 Subjek dan Objek Penelitian

Penelitian ini mengambil subjek penelitian pada mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry yang menjadi konsumen portal belanja online Shopee. Sedangkan objek penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepercayaan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee.

3.3 Sumber Data

Untuk mengumpulkan data dan infromasi, penulis menggunakan sumber data sebagai berikut:

(51)

3.3.1 Data Primer

Menurut Supranto (2012) data primer merupakan data yang diambil dan diolah sendiri oleh peneliti atau data secara langsung dikumpulkan sendiri oleh perorangan atau suatu organisasi melalui objeknya. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh dari wawancara dan penyebaran kuesioner pada sampel yang telah ditentukan., yaitu mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry.

3.3.2 Data Sekunder

Data sekunder digunakan sebagai data pendukung dalam penelitian ini. Menurut Disa (2017) data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, baik berupa keterangan, maupun literatur yang ada hubungannya dengan penelitiannya ini.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner/angket. Informasi dan data yang diperlukan untuk penelitian didapatkan melalui kueisoner/angket. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di jawabnya (Sugiyono, 2008). Tujuannya yaitu untuk memperoleh informasi mengenai hal yang akan diteliti kepada sejumlah responden yang dianggap mewakili suatu populasi (Devi, 2019).

(52)

3.5 Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek yang mempunyai kualitas dan kerekteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2008). Berdasarkan pengertian tersebut maka populasi dalam dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiwa FEBI Ar-Raniry yang masih aktif berjumlah 2915 orang. Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Informasi dan data yang didapatkan dari sampel akan disimpulkan sebagai populasi, sehingga sampel yang diambil dari populasi yang mewakilinya.

Metode pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu non probability sampling dimana setiap anggota populasi diberikan kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 97 sampel yang diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus Slovin, yaitu: n = 1 + .

Keterangan:

n = Jumlah sampel yang diambil N = Ukuran populasi

e = Tingkat kesalahan sebesar 10% atau 0,1%

Adapun perhitungan yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

(53)

n =1 + 2915. (0,01)2915

n =1 + 29,152915 n =30,152915

n = 96,68 dibulatkan menjadi 97.

Sehingga, sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berjumlah 97 responden.

3.6 Skala Pengukuran

Penelitian dilakukan menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan yang digunakan sebagai alat ukur penelitian. Kuesioner yang dibagikan berisi pernyataan yang berkaitan dengan keputusan pembelian mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry pada Shopee, kemudian responden akan memberikan jawaban atas pernyataan tersebut dan setiap jawaban akan diberikan bobot nilai.

Skala yang digunakan adalah skala likert. Menurut Ghozali (2013) skala ordinal atau sekala likert, yaitu skala yang berisi lima tingkat preferensi jawaban dengan pilihan sebagai berikut:

(54)

Tabel 3.1 Instrumen Skala

Skala 1-5 digunakan sebagai penilaian dari jawaban kuesioner yang diberikan oleh responden. Selanjutnya dicari rata-rata dari setiap jawaban responden. Untuk memudahkan penilaian dari rata-rata tersebut maka dibuat interval pilihan rata-rata responden. Dalam penelitian ini penulis menentukan banyaknya kelas interval sebanyak lima kelas, dengan rumus yang digunakan menurut Sudjana (2005).

Panjang Kelas Interval = Rentang

Dimana:

Rentang = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah Banyaknya kelas interval = 5

Berdasarkan rumus diatas maka panjang kelas interval adalah:

Keterangan Bobot

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Tidak Setuju (TS) 2

Kurang Setuju (KS) 3

Setuju (S) 4

(55)

Panjang Kelas Interval = 5 − 15 = 0,8 Maka kriteria dari penilaian adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2

Interval Penilaian Jawaban Responden

Keterangan (pilihan) Skor

1,00 – 1,79 Sangat Tidak Baik (STB) 1,80 – 2,59 Tidak Baik (TB) 2,60 – 3,39 Kurang Baik (KB) 3,40 – 4,19 Baik (B) 4,20 – 5,00 Sangat Baik (SB)

3.7 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel merupakan definisi dari setiap variabel penelitian yang menjadi alat ukur yang di dalamnya memiliki indikatornya masing-masing. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.

3.7.1 Variabel Bebas (Independent Variable)

Menurut Sugiyono (2008), variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam bebas dalam penelitian ini yaitu kepercayaan (X1), dan kualitas produk (X2).

(56)

3.7.2 Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas, adapun variabel terikat dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian (Y). Untuk memahami lebih lanjut mengenai istilah variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka dijelaskan definisi operasional variabel sebagai berikut: Tabel 3.3 Operasional Variabel No Variabel Definisi Operasional Variabel Indikator Skala 1 Kepercayaan (X1) Kepercayaaan adalah kesediaan konsumen untuk menerima kerentanan dalam melakukan transaksi online berdasarkan 1. Ethics 2. Service quality yang meliputi: tengibles, reliability, responsivene ss, assurance dan emphaty. 3. Cumulative process (Kim, Ferrin Skala Likert

(57)

harapannya yang positif mengenai perilakunya berbelanja online pada masa mendatang (Suryani dalam Ikranegara, 2017).

dan Lao dalam Disa, 2017). 2 Kualitas produk (X2) Kualitas produk adalah suatu penilaian konsumen terhadap suatu kelebihan atau keistimewaan produk (Tjiptono, 2008). 1.Kinerja (performance) 2. Fitur (features) 3. Keandalan (reliability) 4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to spesifications) 5. Daya tahan Skala Likert

(58)

(durability) 6. Kemampuan diperbaiki (serviceability) 7. Estetika (aesthetics) 8. Ketepatan kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) (Tjiptono, 2008) 3 Keputusan pembelian (Y) Keputusan pembelian merupakan suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan apa yang akan 1. Pengenalan kebutuhan 2. Pencarian informasi 3. Evaluasi alternatif 4. Keputusan pembelian 5. Perilaku pasca pembelian (Kotler dan Skala Likert

(59)

dibeli atau tidak melakukan pembelian dan keputusan itu diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya (Assauri, 2013). Amstrong, 2008) 3.8 Analisis Data 3.8.1 Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengukur valid atau tidaknya kuesioner untuk digunakan sebagai alat ukur sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan. Menurut Sekaran dan Boungie dalam Disa (2017), tinggi rendahnya suatu instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.

Penentuan validitas didasarkan atas perbandingan nilai korelasi yang diperoleh antara skor item pertanyaan, dengan membandingkan nilai kritis yang diperoleh dengan nilai r-tabel (Disa, 2017).

(60)

3.8.2 Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas adalah digunakan untuk melihat apakah instrumen penelitian merupakan instrumen yang handal dan dapat dipercaya. Suatu instrumen pertanyaan dalam kuesioner dikatakan handal apabila nilai cronbach alpha ≥ 0,60.

3.8.3 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi yang digunkaan telah memenuhi uji asumsi klasik atau tidak. Adapun uji asumsi klasik yang digunakan sebagai sebagai berikut:

3.8.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi data penelitian masing-masing variabel menyebar secara normal atau tidak. Data terdistribusi normal apabila nilai probabilitas signifikan lebih besar dari α 0,05, sedangkan data tidak terdistribusi normal apabila nilai probabilitas signifikan lebih kecil dari α 0,05 (Sarjono dan Juliantini, 2011).

3.8.3.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi tersebut ketidak samaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Apabila varian residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap, maka terjadai homoskedastisitas. Namun apabila varian residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya tidak tetap maka terjadi gejala heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang bersifat

(61)

homoskedasitas. Apabila nilai signifikan > 0,05 maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas, jika terjadi sebaliknya maka terdapat gejala heteroskedastisitas.

3.8.3.3 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Multikolinearitas dapat dilihat dari tolerance dan variance inflation factor (VIF). Uji multikolinearitas dikatakan baik apabila nilai VIF tidak lebih besar dari 10 dan nilai tolerance kurang dari 0,10. 3.8.4 Analisis Regresi Liner Berganda

Untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen maka digunakan metode analisis regresi linear berganda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel kepercayaan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Program SPSS sebagai alat bantu untuk memperoleh hasil yang akurat dalam analisis regresi berganda. Persamaan analisis regresi berganda yang digunakan sebagai berikut:

Y = α + b1X1 + b2X2 + e Keterangan:

Y = Keputusan Pembelian α = Konstanta

b1 = Koefisien regresi variabel X1 X1 = Kepercayaan

(62)

X2 = Kualitas produk e = standard error 3.9 Uji Hipotesis

3.9.1 Uji Parsial (Uji T)

Uji parsial dilakukan untuk mengetahui sejauh mana variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Adapun hipotesis dari uji parsial sebagai berikut:

1. Ho = 0, artinya kepercayaan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan

pembelian.

Ha ≠ 0, artinya kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

2. Ho = 0, artinya kualitas produktidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan

pembelian.

Ha ≠ 0, artinya kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Variabel independen dikatakan berpengaruh terhadap variabel dependen apabila nilai t-hitung > t-tabel dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen, begitu juga sebaliknya.

3.9.2 Uji Simultan (Uji F)

Uji simultan digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel

(63)

dependen, dalam penelitian ini mengetahui pengaruh variabel kepercayaan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Adapun hipotesis dari uji simultan sebagai berikut:

1. Ho = 0, artinya variabel kepercayaan dan kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

2. Ha ≠ 0, artinya variabel kepercayaan dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Variabel kepercayaan dan kualitas produk dikatakan memiliki pengaruh terhadap variabel keputusan pembelian apabila nilai f hitung > f tabel dan nilai probabilitas signifikansinya lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, begitu pula sebaliknya.

3.9.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi atau R-square (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel dependen. Semakin besar nilai R2 maka semakin besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, sebaliknya apabila nilai R2kecil maka pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sangat terbatas.

(64)

45 4.1 Profil Responden

Profil responden adalah informasi mengenai identitas responden yang terdiri dari 97 orang mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry yang masih aktif dan pernah menggunakan Shopee. Profil responden terdiri dari jenis kelamin, jurusan, adanya aplikasi Shopee pada gadget responden, dan seberapa sering responden mengunjungi aplikasi Shopee dalam sebulan. Untuk lebih jelasnya, profil responde disajikan dalam tabel berikut ini:

1. Profil responden berdasarkan jenis kelamin Tabel 4.1

Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

Laki-laki 47 48,5

Perempuan 50 51,5

Total 97 100

Sumber: Data diolah, (2019)

Berdasarkan tabel 4.1 dapat disimpulkan bahwa dari 97 responden yang juga merupakan konsumen Shopee yang paling mendominasi adalah responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 50 orang dengan persentase 51,5%. Sedangkan responden yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 47 dengan persentase 48,5%.

(65)

2. Profil responden berdasarkan jurusan Tabel 4.2

Profil Responden Berdasarkan Jurusan

Jurusan Jumlah Persentase (%)

Ekonomi Syariah 69 71,1

Perbankan Syariah 17 17,6

Ilmu Ekonomi 11 11,3

Total 97 100

Sumber: Data diolah, (2019)

Berdasarkan tabel 4.2 profil responden berdasarkan jurusan disimpulkan bahwa dari 97 responden yang merupakan konsumen Shopee yang paling banyak dari jurusan Ekonomi Syariah yang berjumlah 69 orang dengan persentase 71,1% dan yang paling sedikit dari jurusan 11 orang dengan persentase 11,3%. Profil responden berdasarkan adanya aplikasi Shopee pada gadget

Tabel 4.3

Profil Responden Berdasarkan Adanya Aplikasi Shopee pada Gadget

Adanya Shopee

pada Gadget Jumlah Persentase (%)

Ya 92 94,8

Tidak 5 5,2

Total 97 100

Sumber: Data diolah, (2019)

Berdasarkan tabel 4.3 dari 97 responden yang merupakan konsumen Shopee dapat disimpulkan bahwa 92 orang memiliki

(66)

aplikasi Shopee pada gadgetnya dengan persentase 94,8% dan sisanya 5 orang dengan persentase 5,2% tidak memiliki aplikasi Shopee pada gadgetnya.

3. Profil responden berdasarkan seberapa sering mengunjungi aplikasi atau website Shopee dalam sebulan

Tabel 4.4

Profil Responden Berdasarkan Seberapa Sering Mengunjungi

E-Commerce Shopee dalam Sebulan

Seberapa Sering Mengujungi E-Commerce Shopee dalam Sebulan Jumlah Persentase (%) 1 kali 27 27,8 2 kali 30 30,9 3 kali 14 14,4 ≥ 4 kali 26 26,8 Total 97 100

Sumber: Data diolah, (2019)

Berdasarkan tabel 4.4 dari 97 responden yang merupakan konsumen Shopee dapat disimpulkan bahwa kelompok yang paling dominan adalah 30 orang mengunjungi e-commerce Shopee 2 kali dalam sebulan dengan persentase 30,9%. Sedangkan 14 orang mengunjungi e-commerce Shopee 3 kali dalam sebulan dengan persentase 14,4%.

(67)

4.2 Analisis Deskriptif

Tabel 4.5

Deskriptif Variabel Kepercayaan

No Pernyataan

Alternatif Pilihan Jawaban

Rata -rata Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju P1 Melakukan transaksi jual-beli di Shopee dapat dipercaya. 0 0 12 77 8 3,95 P2 Shopee berkomitmen untuk menepati janjinya saat bertransaksi. 0 1 30 50 16 3,83 P3 Saya percaya bahwa Shopee memberikan pelayanan yang terbaik dalam setiap transaksi. 0 3 26 56 12 3,79 P4 Saya percaya bahwa Shopee memberikan jaminan perlindungan dari risiko yang mungkin terjadi pada setiap transaksi. 0 0 17 70 10 3,92

P5 Shopee seringmemberikan diskon dan

(68)

potongan ongkos kirim. P6 Shopee menanggapi dengan segera ketika ada keluhan mengenai transaksi maupun aplikasi. 0 0 9 63 25 4,16 P7 Saya merasa puas bertransaksi menggunakan Shopee. 0 0 10 57 30 4.20

Rata-rata keseluruhan tingkat kesetujuan responden 3,85 Sumber: Data diolah, (2019)

Berdasarkan tabel 4.5, diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 3,85 yang berarti responden rata-rata menjawab baik terhadap pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan variabel kepercayaan.

Tabel 4.6

Deskriptif Variabel Kualitas Produk

No Pernyataan

Alternatif Pilihan Jawaban

Rata -rata Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju P8 Produk Shopee memiliki kualitas yang baik. 0 0 10 72 15 4,05

Gambar

Gambar 2.1 Proses Keputusan Pembelian................................ 10 Gambar 2.2 Kerangka pemikiran.............................................
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Peneliti Judul Penelitian Metode
Tabel 3.1 Instrumen Skala
Tabel 4.8 Uji Validitas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan fenomena tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “Pengaruh Atribut Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan maka penelitian ini diberi judul “ ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA PRODUK YANG BERPENGARUH TERHADAP

Dengan demikian peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Ulang

Skripsi yang berjudul : ANALISIS PENGARUH KEPERCAYAAN, KEMUDAHAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE.. (Studi pada Shopee

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat kepercayaan, kemudahan, dan kualitas informasi terhadap keputusan pembelian secara online pada Mahasiswa

Imroatul Khasanah dalam artikel yang berjudul .Tahun 2014 dengan judul Analisis Presepsi Kualitas ,Citra Merk,dan Promosi Terhadap Keputusan Pembeliaan Produk

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Promosi Penjualan, Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Shanthai Tea

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian