PERIODE 1
OKTOBER 2021
PRINSIP KERJA X RAY
Filamen cathode
- Tujuan : memproduksi electron
- Caranya : memanaskan tungsten kawat
filament cathode hingga 2000 derajat
• Pengaturan arus filamen (mA)
• Pengaturan arus mA akan menyebabkan perubahan jumlah elektron yang dihasilkan filamen dan
intensitas berkas elektron sehingga mempengaruhi intensitas sinar-X.
• Peningkatan peningkatan image kontras
• Pengaturan tegangan antara anoda dan katoda (kv)
• Makin tinggi tegangan tabung (besarnya kV) yang
digunakan makin besar daya tembus sinar
makin putih atau kontras menurun
Anode/Target : mengkonversi electron menjadi energi panas (99persen) dan sinar x ray (1persen) CARANYA : electron mendadak dihentikan di anode/target
SOAL 1
Sinar hambur bersifat merugikan pada proses radiografi, salah satu cara untuk menguragi efek ini adalah dengan menggunakan lapisan-lapisan timbal tipis yang diletakkan di atas kaset. Bahan tersebut dikenal
dengan istilah : A. Conus
B. Collimator C. Filter
D. Grid
E. Diafragma
JAWAB : D
• Grid
• Suatu alat bantu pemeriksaan radiologi yang terdiri dari lempengan garis-garis logam yang bernomor atom tinggi ( biasanya timbal ) yang disusun berjajar satu sama lain dan di pisahkan oleh bahan penyekat atau interspace material yang dapat di tembus oleh sinar x
• Merupakan cara yang paling efektif menghilangkan radiasi hambur agar tidak sampai ke film rontgen
• Kolimator merupakan salah satu bagian dari pesawat sinar-X yang
memiliki fungsi untuk pengaturan besarnya ukuran lapangan radiasi
SOAL 2
Bagian terpenting dari film yang sensitive terhadap sinar X adalah : A. Cellulose asetat
B. AgBr C. AgNO
2D. Intensifying screen E. Polyester
• JAWAB : B
SOAL 3
Sinar X dan sinar Gamma dapat menembus bahan yang dilewatinya dengan daya tembus yang kuat. Sifat dari sinar X dan sinar Gamma yang mendukung kemampuan tersebut adalah :
A. Memiliki efek luminescent
B. Memiliki panjang gelombang yang pendek
C. Mengalami attenuasi pada saat mengenai bahu D. Memiliki efek ionisasi
E. Memiliki efek biologi
• JAWAB : B
Sinar gamma vs Sinar X ray
• Sinar gamma : radio isotope, reaksi nuklir, inti atom yang tidak stabil
• Sifat – sifat sinar gamma yaitu :
• Tidak memiliki massa
• Memiliki daya tembus yang sangat kuat (dapat menembus lempeng timbal setebal 20 cm )
• Daya ionnisasi paling lemah, tidak
bermuatan listrik, oleh karena itu tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet
• Berasal dari aktivitas radioaktif ataupun poses muklir
• Memiliki frekuensi paling tinggi(10
20Hz sampai 10
25Hz ) sekaligus panjang
gelombang yang terpendek
• Sinar x ray : electron
• Sinar-X atau sinar Rontgen merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang sangat pendek (1 Ǻ = 10-8cm), sehingga mempunyai daya tembus yang tinggi
• Sifat-sifat sinar x ray :
• Difraksi : berkas sinar-X melalui suatu bahan atau suatu zat, maka berkas tersebut akan bertebaran ke segala arah, menimbulkan radiasi sekunder (radiasi hambur) pada bahan atau zat yang dilaluinya
• Absorbsi Sinar-X dalam radiografi diserap oleh bahan atau zat sesuai dengan berat atom atau kepadatan bahan atau zat tersebut. Makin tinggi kepadatan atau berat atomnya, makin besar penyerapannya
• Efek Fotografik Sinar-X dapat menghitamkan emulsi film (emulsi perak-bromida) setelah diproses secara kimiawi (dibangkitkan) di kamar gelap.
• Fluoresensi Sinar-X menyebabkan bahan-bahan tertentu seperti kalsium-tungstat atau zinksulfid memendarkan cahaya (luminisensi), bila bahan tersebut dikenai radiasi sinarX.
• Ionisasi Efek primer sinar-X apabila mengenai suatu bahan atau zat akan menimbulkan ionisasi partikel-partikel bahan atau zat tersebut.
• Efek Biologis Sinar-X akan menimbulkan perubahan-perubahan biologik pada jaringan. Efek biologik ini dipergunakan dalam pengobatan radioterapi (Fridawanty, 2012).
SOAL 4
Daya tembus sinar X ditentukan oleh : A. Tegangan (kV)
B. Waktu expose C. Suhu
D. Kuat arus E. Daya listrik
• JAWAB : A
DAYA TEMBUS SINAR X RAY
• Makin rendah berat atom atau kepadatan suatu benda, makin besar daya tembus sinarnya.
• Kv
• Makin tinggi tegangan tabung (besarnya kV) yang digunakan makin besar daya tembus
sinar makin putih atau kontras menurun
SOAL 5
Sinar X dan sinar Gamma merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki sifat-sifat yang sama, akan tetapi keduanya juga memiliki
perbedaan. Perbedaannya keduanya terletak pada hal-hal berikut ini : A. Efek biologik dan efek ionisasinya
B. Efek luminescent dan efek fotografinya
C. Sumber pembangkit dan ada tidaknya waktu paruh D. Kegunaan dan scatter yang dihasilkan
E. Fluorescence dan phosphoresense
• JAWAB : C
SOAL 6
Densitas yang tampak bila dilakukan pemeriksaan X-ray pada jantung adalah :
A. Hiperlusen B. Radiolusen C. Intermediate D. Radiopak
E. Hiperradiopak
• JAWAB : C
SOAL 7
Pada proses pencucian film dibutuhkan beberapa cairan yang diletakkan dalam bak. Bak pertama berisikan larutan :
A. Air
B. Developer C. AgBr
D. Fixer
E. Asam asetat
• JAWAB : B
Pencucian film di kamar gelap
• Pembangkitan (developing)
• Pembilasan (rinsing)
• Penetapan (fising)
• Pencucian (washing)
• Pengeringan (drying)
Pulmonary TB
• Kuman mycobacterium tuberculosis melekat dan berduplikasi di alveolus dan oleh sistem pertahanan tubuh dalam hal ini makrofag alveolar menetralisir kuman dengan cara mengelilingi kuman dengan sel-sel radang (mononuclear, limfosit, sel Langerhans, limfosit) terjadi proses lisis pada kuman yang disebut sebagai nekrosis caseosa gambaran radiologinya seperti gambaran radiologi pada kelainan alveolar bisa berupa infiltrat, perselubungan atau konsolidasi
• Pada tahap ini disebut sebagai focus ghon
• Proses pada tahapan ini :
• Sembuh tanpa cacat
• Sembuh dengan cacat ( fibrosis,kalsifikasi )
• Dormant (granuloma tubercle tuberkuloma : nodul kalsifikasi )
• Berlanjut
• Proses yang berlanjut adalah kuman menyebar melalui saluran limfatik lokal dan regional ( limfangitis / limfadenitis ) gambaran radiologi : lymphadenopathy
• Gabungan focus ghon dengan limfangitis disebut sebagai kompleks primer / ranke
Pola TB Primer Post Primer
Terminologi • Infeksi TB pertama kali
• Insiden anak-anak >> dewasa
• Insiden pada orang dewasa meningkat (23-34%) berkaitan dengan HIV-AIDS
• Reinfeksi atau terinfeksi kembali
• Reaktivasi (dari dormant Tb primer menjadi aktif
kembali.Insiden terjadi sekitar 90%)
• Kelanjutan dari TB primer (insiden sekitar 10%)
Infiltrat Konsolidasi
Konsolidasi disertai adanya dilatasi bronkial dan penebalan dinding bronkus lebih cenderung mengarah ke TB paru dibandingkan dengan Non TB / Non obstruksi pneumonia
LOKASI Segmental >> satu lobus
Dominan paru kanan:
segmen anterior lobus superior lobus medius
lobus inferior
-
Segmental >> satu lobus
Paru kanan >> paru kiri :
segment apical atau posterior lobus superior
segment superior lobus inferior ( 95%
kasus ).
Hal ini disebabkan oleh karena tekanan oksigen relatif tinggi pada lokasi ini.
Oksigen sangat disukai oleh kuman mycobacterium tuberculosa.
Pola TB Primer Post Primer
Terminologi • Infeksi TB pertama kali
• Insiden anak-anak >> dewasa
• Insiden pada orang dewasa meningkat (23-34%) berkaitan dengan HIV-AIDS
• Reinfeksi atau terinfeksi kembali
• Reaktivasi (dari dormant Tb primer menjadi aktif
kembali.Insiden terjadi sekitar 90%)
• Kelanjutan dari TB primer (insiden sekitar 10%)
Infiltrat Konsolidasi
Konsolidasi disertai adanya dilatasi bronkial dan penebalan dinding bronkus lebih cenderung mengarah ke TB paru dibandingkan dengan Non TB / Non obstruksi pneumonia
Penyembuhan
tanpa sequelae
residual scar/fibrosis
Kalsifikasi ghon focus
Kalsifikasi paru (35% dari semua kasus)
Fibrosis
Sikatriks
Traction bronkiektasis
Atelektasis
Kalsifikasi
Penebalan pleura
Pola TB Primer Post Primer
Lymphadenopathy Hallmark
(umum)
Tidak umum
• Insiden lebih banyak terjadi pada anak usia kurang dari 3 tahun
• Lymphadenopathy bisa atau tanpa disertai infiltrat/konsolidasi
• Pada anak-anak adanya gambaran lymphandenopathy dengan
infiltrat/konsolidasi di sisi ipsilateral patut dicurigai proses TB primer
• Lokasi :
• Unilateral lymphadenopathy dengan lokasi hilar dan atau paratracheal kanan lymphadenopathy
• Asimetris bilateral sebesar 32%. Susah dibedakan dengan proses metastase, lymphoma dan sarcoidosis
• Kalsifikasi lymphnode (6 bulan setelah infeksi).Dibedakan dengan sarcoidosis dengan melihat pola rute limfatik
• Penyembuhan lebih lambat dibandingkan dengan penyembuhan kelainan parenkimal
Pola TB Primer Post Primer CAVITAS
• Tidak umum • Umum
– Cavitas merupakan diagnosis signifikan untuk mengatakan TB paru proses aktif dan sekitar 40-80% terdapat pada TB post primer
– Cavitas cenderung terjadi di area konsolidasi.
– Pola cavitas berdinding tebal dengan inner wall irreguler dan outer wall fuzy tanpa disertai dengan air fluid level. Bila disertai dengan air fluid level menunjukkan adanya superinfeksi
– Spontaneous pneumothorax bisa terjadi
– Residual cavitas dapat menyebabkan penyebaran ke endobronchial dan tempat untuk berkembangnya mycetoma – Rasmussen aneurysma : lesi cavitas yang melibatkan arteri
pulmonalis dapatmenimbulkan hemoptoe masif (bisa dievaluasi menggunakan CT Scan toraks)
Cavitas TB di upper zone paru kanan menunjukkan proses penyembuhan tanpa sekuelae setelah pengobatan 18 bulan
Pola TB Primer Post Primer EFUSI PLEURA
ATELEKTASIS
TB MILIER
(+)
segment anterior lobus superior dan segment medius lobus medius
(+)
(+)
Jarang terjadi
(+)
TB Milier :
- Ruptur pembuluh darah alveoli yang menyebabkan penyebaran secara hematogenous yang bisa terjadi oleh karena TB atau reaktivasi
- Gambaran rontgen toraks berupa micronodular difus dengan ukuran 2-3 mm (milliary pattern)
Pola TB Primer Post Primer PENYEBARAN ENDOBRONCHIAL (-) (+)
- Lebih sensitif dilihat dengan menggunakan pemeriksaan CT Scan toraks (tree in bud appearance)
- Sekitar 40% merupakan komplikasi TB aktif
- Gambaran : nodul multipel berukuran kecil yang bisa menjadi confluent, penebalan dinding bronkus, post stenosis dilatasi, lobar hyperinflasi,kolaps paru persisten, obstruksi pneumonia, impaksi mukoid.
Komplikasi : bronkiektasis, bronchostenosis. Bronchoscopy dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa yang akurat.
SOAL 8
Pada foto thorax, tanda radiologik TB paru yang inaktif di lapangan atas paru adalah :
A. Bercak-bercak dan kalsifikasi
B. Bercak-bercak dan garis-garis fibrosis C. Berselubung dan garis-garis fibrosis D. Bintik kalsifikasi dan garis-garis fibrosis E. Bercak-bercak dan cavitas
JAWAB : D
SOAL 9
Pneumonia memberikan gambaran radiologik foto thorax yang antara lain berupa :
A. Konsolidasi homogen B. Batas lesi tidak tegas
C. Gambaran vascular kasar D. Air fluid level (+)
E. Hiperlusen avaskuler
• Jawaban : A
Pneumonia lobaris
CAVITATING PNEUMONIA
BRONCHOPNEUMONIA
ROUND PNEUMONIA VIRAL PNEUMONIA
SOAL 10
Bila pada foto thorax PA ditemukan gambaran vaskuler paru yang kasar pada kedua lapangan paru maka diagnose adalah
A. Emphisema paru B. Bronchitis chronis C. KP lama
D. Edema paru E. Mycosis paru
• JAWAB : B
SOAL 11
Bronkiektasis pada foto thorax PA memberikan gambaran yang khas berupa:
A. Bercak paracardial
B. Honeycomb appearance C. Berselubung
D. Teardrop appearance E. Hiperlusen
JAWAB : B
SOAL 12
Tanda radiologi pneumothorax yang paling umum pada foto thorax adalah :
A. Jantung bentuk ramping B. Hiperlusen avaskuler C. Sela antar iga melebar D. Diafragma letak rendah E. Hiperlusen vaskuler
• JAWAB : B
SOAL 13
Air fluid level pada foto thorax merupakan kelainan yang dapat ditemukan pada :
A. Hydropneumothorax B. Emphisema paru
C. Pleural effusion D. Pleuropneumonia
E. Hyaline Membrane Disease
• JAWAB : A
SOAL 14
Pleural effusion sedang pada foto thorax PA ditemukan gambaran radiologi
A. Perselubungan paru B. Meniscus sign
C. Diafragma datar D. Air fluid level (+)
E. Jantung tertarik kearah lesi
• JAWAB : B
meniscus sign Pseudotumor =loculated pleural effusion
Lenticular shape : loculated pleural eff
Suggest emphyema
Hydropneumothorax Subpulmonic pleural effusion
SOAL 15
• Gambaran hiperlusen paru pada foto thorax dapat ditemukan pada
A. Edema paru
B. Pleural effusion C. Atelektasis
D. Emfisema paru E. Bronkiektasis
• JAWAB : D
1. PEMERIKSAAN FOTO THORAX PA dengan konfirmasi CT Scan Thorax irisan axial dan coronal
2. Tampak opasitas di hemithorax kiri yang menutupi parenkim paru kiri, diafragma kiri dan sinus
phrenicocostalis kiri, menyebabkan retraksi/penarikan trachea, jantung, struktur mediastinum dan parenkim paru kanan ke sisi kiri
Parenkim paru kanan normal Bronchial cut off (+)
Pada CT Scan Thorax : tak tampak adanya parenkim paru kiri, main bronchus kiri dan percabangannya masih terlihat,
herniasi parenkim paru kanan dan mediastinum ke sisi kiri
KESAN : Hipoplasia paru
1. Foto thorax PA
2. Tampak opasitas atau perselubungan di hemithorax kiri yang menutupi parenkim paru kiri, hemidiafragma kiri serta sinus
phrenicocostalis kiri dan mendesak trachea, jantung dan struktur mediastinum ke sisi kanan
3. EFUSI PLEURA KIRI MASIF
Mediastinal shift dan trachea
• PUSH ( tertarik ) :
• Massive atelectasis
• Pneumonectomy
• Kelainan kongenital :
• Aplasia
• Hipoplasia
• Lung fibrotic
• Destroyed lung
• PULL (terdorong ) :
• Tension pneumothorax
• Massa mediastinum
• Efusi pleura massive
• Hernia diafragmatika
• CENTRAL
• Pneumonia
1. FOTO THORAX PA 2. DESKRIPSI
1. Cor : ukuran membesar dengan CTR >50%, apex jantung rounded, pinggang jantung bulging, splaying carina dan double contour (+)
2. Pulmo : tak tampak infiltrat/nodul, tampak cephalisasi di kedua vena pulmonalis
3. Hilus kanan kiri normal
4. Hemidiafragma kanan kiri normal
5. Sinus phrenicocostalis kanan kiri tajam
6. Tulang dan soft tissue yang tervisualisasi normal 3. KESAN : Mitral heart configuration
1. Situs artinya letak dan kedudukan organ di dada dan dibawah diafragma
• Normal : jantung berada di hemithoraks kiri dan fundus lambung berada di abdomen sisi kiri ( situs solitus )
• Abnormal :
Apeks jantung dan fundus lambung di kanan : dextrocardia
Apeks jantung kanan dan fundus lambung di kiri : dekstroversi
Apeks jantung kiri dan fundus lambung kanan : levoversi