• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERIODE 1 OKTOBER 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERIODE 1 OKTOBER 2021"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

PERIODE 1

OKTOBER 2021

(2)

PRINSIP KERJA X RAY

(3)

Filamen cathode

- Tujuan : memproduksi electron

- Caranya : memanaskan tungsten kawat

filament cathode hingga 2000 derajat

(4)

• Pengaturan arus filamen (mA)

• Pengaturan arus mA akan menyebabkan perubahan jumlah elektron yang dihasilkan filamen dan

intensitas berkas elektron sehingga mempengaruhi intensitas sinar-X.

• Peningkatan  peningkatan image kontras

(5)

• Pengaturan tegangan antara anoda dan katoda (kv)

• Makin tinggi tegangan tabung (besarnya kV) yang

digunakan  makin besar daya tembus sinar 

makin putih atau kontras menurun

(6)
(7)
(8)
(9)

Anode/Target : mengkonversi electron menjadi energi panas (99persen) dan sinar x ray (1persen) CARANYA : electron mendadak dihentikan di anode/target

(10)
(11)

SOAL 1

Sinar hambur bersifat merugikan pada proses radiografi, salah satu cara untuk menguragi efek ini adalah dengan menggunakan lapisan-lapisan timbal tipis yang diletakkan di atas kaset. Bahan tersebut dikenal

dengan istilah : A. Conus

B. Collimator C. Filter

D. Grid

E. Diafragma

JAWAB : D

(12)

• Grid

• Suatu alat bantu pemeriksaan radiologi yang terdiri dari lempengan garis-garis logam yang bernomor atom tinggi ( biasanya timbal ) yang disusun berjajar satu sama lain dan di pisahkan oleh bahan penyekat atau interspace material yang dapat di tembus oleh sinar x

• Merupakan cara yang paling efektif menghilangkan radiasi hambur agar tidak sampai ke film rontgen

• Kolimator merupakan salah satu bagian dari pesawat sinar-X yang

memiliki fungsi untuk pengaturan besarnya ukuran lapangan radiasi

(13)

SOAL 2

Bagian terpenting dari film yang sensitive terhadap sinar X adalah : A. Cellulose asetat

B. AgBr C. AgNO

2

D. Intensifying screen E. Polyester

• JAWAB : B

(14)

SOAL 3

Sinar X dan sinar Gamma dapat menembus bahan yang dilewatinya dengan daya tembus yang kuat. Sifat dari sinar X dan sinar Gamma yang mendukung kemampuan tersebut adalah :

A. Memiliki efek luminescent

B. Memiliki panjang gelombang yang pendek

C. Mengalami attenuasi pada saat mengenai bahu D. Memiliki efek ionisasi

E. Memiliki efek biologi

• JAWAB : B

(15)

Sinar gamma vs Sinar X ray

• Sinar gamma : radio isotope, reaksi nuklir, inti atom yang tidak stabil

• Sifat – sifat sinar gamma yaitu :

• Tidak memiliki massa

• Memiliki daya tembus yang sangat kuat (dapat menembus lempeng timbal setebal 20 cm )

• Daya ionnisasi paling lemah, tidak

bermuatan listrik, oleh karena itu tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet

• Berasal dari aktivitas radioaktif ataupun poses muklir

• Memiliki frekuensi paling tinggi(10

20

Hz sampai 10

25

Hz ) sekaligus panjang

gelombang yang terpendek

• Sinar x ray : electron

• Sinar-X atau sinar Rontgen merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang sangat pendek (1 Ǻ = 10-8cm), sehingga mempunyai daya tembus yang tinggi

• Sifat-sifat sinar x ray :

• Difraksi : berkas sinar-X melalui suatu bahan atau suatu zat, maka berkas tersebut akan bertebaran ke segala arah, menimbulkan radiasi sekunder (radiasi hambur) pada bahan atau zat yang dilaluinya

• Absorbsi Sinar-X dalam radiografi diserap oleh bahan atau zat sesuai dengan berat atom atau kepadatan bahan atau zat tersebut. Makin tinggi kepadatan atau berat atomnya, makin besar penyerapannya

• Efek Fotografik Sinar-X dapat menghitamkan emulsi film (emulsi perak-bromida) setelah diproses secara kimiawi (dibangkitkan) di kamar gelap.

• Fluoresensi Sinar-X menyebabkan bahan-bahan tertentu seperti kalsium-tungstat atau zinksulfid memendarkan cahaya (luminisensi), bila bahan tersebut dikenai radiasi sinarX.

• Ionisasi Efek primer sinar-X apabila mengenai suatu bahan atau zat akan menimbulkan ionisasi partikel-partikel bahan atau zat tersebut.

• Efek Biologis Sinar-X akan menimbulkan perubahan-perubahan biologik pada jaringan. Efek biologik ini dipergunakan dalam pengobatan radioterapi (Fridawanty, 2012).

(16)

SOAL 4

Daya tembus sinar X ditentukan oleh : A. Tegangan (kV)

B. Waktu expose C. Suhu

D. Kuat arus E. Daya listrik

• JAWAB : A

(17)

DAYA TEMBUS SINAR X RAY

• Makin rendah berat atom atau kepadatan suatu benda, makin besar daya tembus sinarnya.

• Kv

• Makin tinggi tegangan tabung (besarnya kV) yang digunakan  makin besar daya tembus

sinar  makin putih atau kontras menurun

(18)

SOAL 5

Sinar X dan sinar Gamma merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki sifat-sifat yang sama, akan tetapi keduanya juga memiliki

perbedaan. Perbedaannya keduanya terletak pada hal-hal berikut ini : A. Efek biologik dan efek ionisasinya

B. Efek luminescent dan efek fotografinya

C. Sumber pembangkit dan ada tidaknya waktu paruh D. Kegunaan dan scatter yang dihasilkan

E. Fluorescence dan phosphoresense

• JAWAB : C

(19)

SOAL 6

Densitas yang tampak bila dilakukan pemeriksaan X-ray pada jantung adalah :

A. Hiperlusen B. Radiolusen C. Intermediate D. Radiopak

E. Hiperradiopak

• JAWAB : C

(20)

SOAL 7

Pada proses pencucian film dibutuhkan beberapa cairan yang diletakkan dalam bak. Bak pertama berisikan larutan :

A. Air

B. Developer C. AgBr

D. Fixer

E. Asam asetat

• JAWAB : B

(21)

Pencucian film di kamar gelap

• Pembangkitan (developing)

• Pembilasan (rinsing)

• Penetapan (fising)

• Pencucian (washing)

• Pengeringan (drying)

(22)

Pulmonary TB

• Kuman mycobacterium tuberculosis melekat dan berduplikasi di alveolus dan oleh sistem pertahanan tubuh dalam hal ini makrofag alveolar menetralisir kuman dengan cara mengelilingi kuman dengan sel-sel radang (mononuclear, limfosit, sel Langerhans, limfosit)  terjadi proses lisis pada kuman yang disebut sebagai nekrosis caseosa  gambaran radiologinya seperti gambaran radiologi pada kelainan alveolar bisa berupa infiltrat, perselubungan atau konsolidasi

• Pada tahap ini disebut sebagai focus ghon

• Proses pada tahapan ini :

• Sembuh tanpa cacat

• Sembuh dengan cacat ( fibrosis,kalsifikasi )

• Dormant (granuloma tubercle  tuberkuloma : nodul kalsifikasi )

• Berlanjut

• Proses yang berlanjut adalah kuman menyebar melalui saluran limfatik lokal dan regional ( limfangitis / limfadenitis )  gambaran radiologi : lymphadenopathy

• Gabungan focus ghon dengan limfangitis disebut sebagai kompleks primer / ranke

(23)

Pola TB Primer Post Primer

Terminologi • Infeksi TB pertama kali

• Insiden anak-anak >> dewasa

• Insiden pada orang dewasa meningkat (23-34%) berkaitan dengan HIV-AIDS

• Reinfeksi atau terinfeksi kembali

• Reaktivasi (dari dormant Tb primer menjadi aktif

kembali.Insiden terjadi sekitar 90%)

• Kelanjutan dari TB primer (insiden sekitar 10%)

Infiltrat Konsolidasi

Konsolidasi disertai adanya dilatasi bronkial dan penebalan dinding bronkus lebih cenderung mengarah ke TB paru dibandingkan dengan Non TB / Non obstruksi pneumonia

LOKASI Segmental >> satu lobus

Dominan paru kanan:

segmen anterior lobus superior lobus medius

lobus inferior

-

Segmental >> satu lobus

Paru kanan >> paru kiri :

segment apical atau posterior lobus superior

segment superior lobus inferior ( 95%

kasus ).

Hal ini disebabkan oleh karena tekanan oksigen relatif tinggi pada lokasi ini.

Oksigen sangat disukai oleh kuman mycobacterium tuberculosa.

(24)
(25)

Pola TB Primer Post Primer

Terminologi • Infeksi TB pertama kali

• Insiden anak-anak >> dewasa

• Insiden pada orang dewasa meningkat (23-34%) berkaitan dengan HIV-AIDS

• Reinfeksi atau terinfeksi kembali

• Reaktivasi (dari dormant Tb primer menjadi aktif

kembali.Insiden terjadi sekitar 90%)

• Kelanjutan dari TB primer (insiden sekitar 10%)

Infiltrat Konsolidasi

Konsolidasi disertai adanya dilatasi bronkial dan penebalan dinding bronkus lebih cenderung mengarah ke TB paru dibandingkan dengan Non TB / Non obstruksi pneumonia

Penyembuhan

 tanpa sequelae

 residual scar/fibrosis

 Kalsifikasi ghon focus

 Kalsifikasi paru (35% dari semua kasus)

Fibrosis

Sikatriks

Traction bronkiektasis

Atelektasis

Kalsifikasi

Penebalan pleura

(26)

Pola TB Primer Post Primer

Lymphadenopathy Hallmark

(umum)

Tidak umum

• Insiden lebih banyak terjadi pada anak usia kurang dari 3 tahun

• Lymphadenopathy bisa atau tanpa disertai infiltrat/konsolidasi

• Pada anak-anak adanya gambaran lymphandenopathy dengan

infiltrat/konsolidasi di sisi ipsilateral patut dicurigai proses TB primer

• Lokasi :

• Unilateral lymphadenopathy dengan lokasi hilar dan atau paratracheal kanan lymphadenopathy

• Asimetris bilateral sebesar 32%. Susah dibedakan dengan proses metastase, lymphoma dan sarcoidosis

• Kalsifikasi lymphnode (6 bulan setelah infeksi).Dibedakan dengan sarcoidosis dengan melihat pola rute limfatik

• Penyembuhan lebih lambat dibandingkan dengan penyembuhan kelainan parenkimal

(27)

Pola TB Primer Post Primer CAVITAS

• Tidak umum • Umum

– Cavitas merupakan diagnosis signifikan untuk mengatakan TB paru proses aktif dan sekitar 40-80% terdapat pada TB post primer

– Cavitas cenderung terjadi di area konsolidasi.

– Pola cavitas berdinding tebal dengan inner wall irreguler dan outer wall fuzy tanpa disertai dengan air fluid level. Bila disertai dengan air fluid level menunjukkan adanya superinfeksi

– Spontaneous pneumothorax bisa terjadi

– Residual cavitas dapat menyebabkan penyebaran ke endobronchial dan tempat untuk berkembangnya mycetoma – Rasmussen aneurysma : lesi cavitas yang melibatkan arteri

pulmonalis dapatmenimbulkan hemoptoe masif (bisa dievaluasi menggunakan CT Scan toraks)

Cavitas TB di upper zone paru kanan menunjukkan proses penyembuhan tanpa sekuelae setelah pengobatan 18 bulan

(28)

Pola TB Primer Post Primer EFUSI PLEURA

ATELEKTASIS

TB MILIER

(+)

segment anterior lobus superior dan segment medius lobus medius

(+)

(+)

Jarang terjadi

(+)

TB Milier :

- Ruptur pembuluh darah alveoli yang menyebabkan penyebaran secara hematogenous yang bisa terjadi oleh karena TB atau reaktivasi

- Gambaran rontgen toraks berupa micronodular difus dengan ukuran 2-3 mm (milliary pattern)

(29)

Pola TB Primer Post Primer PENYEBARAN ENDOBRONCHIAL (-) (+)

- Lebih sensitif dilihat dengan menggunakan pemeriksaan CT Scan toraks (tree in bud appearance)

- Sekitar 40% merupakan komplikasi TB aktif

- Gambaran : nodul multipel berukuran kecil yang bisa menjadi confluent, penebalan dinding bronkus, post stenosis dilatasi, lobar hyperinflasi,kolaps paru persisten, obstruksi pneumonia, impaksi mukoid.

Komplikasi : bronkiektasis, bronchostenosis. Bronchoscopy dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa yang akurat.

(30)

SOAL 8

Pada foto thorax, tanda radiologik TB paru yang inaktif di lapangan atas paru adalah :

A. Bercak-bercak dan kalsifikasi

B. Bercak-bercak dan garis-garis fibrosis C. Berselubung dan garis-garis fibrosis D. Bintik kalsifikasi dan garis-garis fibrosis E. Bercak-bercak dan cavitas

JAWAB : D

(31)

SOAL 9

Pneumonia memberikan gambaran radiologik foto thorax yang antara lain berupa :

A. Konsolidasi homogen B. Batas lesi tidak tegas

C. Gambaran vascular kasar D. Air fluid level (+)

E. Hiperlusen avaskuler

• Jawaban : A

(32)

Pneumonia lobaris

(33)

CAVITATING PNEUMONIA

(34)

BRONCHOPNEUMONIA

(35)

ROUND PNEUMONIA VIRAL PNEUMONIA

(36)

SOAL 10

Bila pada foto thorax PA ditemukan gambaran vaskuler paru yang kasar pada kedua lapangan paru maka diagnose adalah

A. Emphisema paru B. Bronchitis chronis C. KP lama

D. Edema paru E. Mycosis paru

• JAWAB : B

(37)

SOAL 11

Bronkiektasis pada foto thorax PA memberikan gambaran yang khas berupa:

A. Bercak paracardial

B. Honeycomb appearance C. Berselubung

D. Teardrop appearance E. Hiperlusen

JAWAB : B

(38)
(39)
(40)
(41)

SOAL 12

Tanda radiologi pneumothorax yang paling umum pada foto thorax adalah :

A. Jantung bentuk ramping B. Hiperlusen avaskuler C. Sela antar iga melebar D. Diafragma letak rendah E. Hiperlusen vaskuler

• JAWAB : B

(42)

SOAL 13

Air fluid level pada foto thorax merupakan kelainan yang dapat ditemukan pada :

A. Hydropneumothorax B. Emphisema paru

C. Pleural effusion D. Pleuropneumonia

E. Hyaline Membrane Disease

• JAWAB : A

(43)

SOAL 14

Pleural effusion sedang pada foto thorax PA ditemukan gambaran radiologi

A. Perselubungan paru B. Meniscus sign

C. Diafragma datar D. Air fluid level (+)

E. Jantung tertarik kearah lesi

• JAWAB : B

(44)

meniscus sign Pseudotumor =loculated pleural effusion

Lenticular shape : loculated pleural eff

 Suggest emphyema

Hydropneumothorax Subpulmonic pleural effusion

(45)

SOAL 15

• Gambaran hiperlusen paru pada foto thorax dapat ditemukan pada

A. Edema paru

B. Pleural effusion C. Atelektasis

D. Emfisema paru E. Bronkiektasis

• JAWAB : D

(46)

1. PEMERIKSAAN FOTO THORAX PA dengan konfirmasi CT Scan Thorax irisan axial dan coronal

2. Tampak opasitas di hemithorax kiri yang menutupi parenkim paru kiri, diafragma kiri dan sinus

phrenicocostalis kiri, menyebabkan retraksi/penarikan trachea, jantung, struktur mediastinum dan parenkim paru kanan ke sisi kiri

Parenkim paru kanan normal Bronchial cut off (+)

Pada CT Scan Thorax : tak tampak adanya parenkim paru kiri, main bronchus kiri dan percabangannya masih terlihat,

herniasi parenkim paru kanan dan mediastinum ke sisi kiri

KESAN : Hipoplasia paru

(47)

1. Foto thorax PA

2. Tampak opasitas atau perselubungan di hemithorax kiri yang menutupi parenkim paru kiri, hemidiafragma kiri serta sinus

phrenicocostalis kiri dan mendesak trachea, jantung dan struktur mediastinum ke sisi kanan

3. EFUSI PLEURA KIRI MASIF

(48)

Mediastinal shift dan trachea

• PUSH ( tertarik ) :

• Massive atelectasis

• Pneumonectomy

• Kelainan kongenital :

• Aplasia

• Hipoplasia

• Lung fibrotic

• Destroyed lung

• PULL (terdorong ) :

• Tension pneumothorax

• Massa mediastinum

• Efusi pleura massive

• Hernia diafragmatika

• CENTRAL

• Pneumonia

(49)

1. FOTO THORAX PA 2. DESKRIPSI

1. Cor : ukuran membesar dengan CTR >50%, apex jantung rounded, pinggang jantung bulging, splaying carina dan double contour (+)

2. Pulmo : tak tampak infiltrat/nodul, tampak cephalisasi di kedua vena pulmonalis

3. Hilus kanan kiri normal

4. Hemidiafragma kanan kiri normal

5. Sinus phrenicocostalis kanan kiri tajam

6. Tulang dan soft tissue yang tervisualisasi normal 3. KESAN : Mitral heart configuration

(50)
(51)

1. Situs artinya letak dan kedudukan organ di dada dan dibawah diafragma

• Normal : jantung berada di hemithoraks kiri dan fundus lambung berada di abdomen sisi kiri ( situs solitus )

• Abnormal :

 Apeks jantung dan fundus lambung di kanan : dextrocardia

 Apeks jantung kanan dan fundus lambung di kiri : dekstroversi

 Apeks jantung kiri dan fundus lambung kanan : levoversi

Referensi

Dokumen terkait

3.1.3 Pewarnaan Peta pada Graf Bipartisi Komplit Km,n Dalam pewarnaan peta pada graf bipartisi komplit yang harus diperhatikan adalah mencari bilangan kromatiknya terlebih dahulu

Digunakan untuk memisah motif tiap warna, gambar yang dibuat pada kertas HVS yang dibuat menggunakan tinta cina atau hasil print komputer bisa langsung diafdruk degan cara

Prosedur akuntansi penerimaan kas adalah serangkaian proses mulai pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan yang berkaitan dengan transaksi

Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap adopsi teknologi padi sawah adalah pendidikan formal, pengalaman berusahatani, luas lahan garapan, jumlah tenaga

Pada daya pemompaan yang sama, dengan penambahan classic twisted tape insert, menjadikan faktor gesekan rata-rata pipa dalam dari penukar kalor pipa konsentrik 3,090

Dalam perkembanganya, Pembangunan di Kabupaten Gorontalo utara mengalami peninggkatan hal ini di dorong oleh usaha dari pemerintah kabupaten untuk meningkatkan

Untuk  mengetahui  sejauhmana  keberhasilan  Pusat  Penelitian  Tenaga  Listrik  dan  Mekatronik‐LIPI  dalam  mencapai  sasaran  yang  telah  ditetapkan, 

- Auditor harus memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menentukan apakah manajemen atau pihak lain dalam perusahaan memiliki pengetahuan atau tindakan pelanggaran