• Tidak ada hasil yang ditemukan

TILIK DATA Kenapa Aksi Teror dan Gerakan Separatis Tetap Berlanjut?

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TILIK DATA Kenapa Aksi Teror dan Gerakan Separatis Tetap Berlanjut?"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

TILIK DATA

“Kenapa Aksi Teror dan Gerakan Separatis

Tetap Berlanjut?”

R e i n e P r i h a n d o k o D i z a r S a b a n a

26 April 2021

(2)

7 Mar

31 Mar

Penembakan 12 Mar

Penyanderaan Susi Air

28 Mar

Bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar 1 Mar

Baku tembak di Mile-53 dan Distrik Hitadipa

Maret Minggu Ke- 1 2 3 4 5

6 Mar

Baku tembak di Distrik Sugapa

Selama bulan Maret 2021,

topik “Radikalisme” dan “Papua”

meraih posisi ke-4 dan ke-5 dengan total eksposur 12.505 pemberitaan.

Pemberitaan Media Daring Maret 2021

(3)

Apakah terdapat perubahan pola

serangan teror dan aksi kekerasan di Papua?

(4)

0 10 20 30 40 50 60 70 80

2000 2003 2006 2009 2012 2015 2018 2021

TIPE SERANGAN TEROR DI INDONESIA

Serangan Bersenjata Pembunuhan Pemboman Serangan pada Fasum

Penculikan Serangan Tak Bersenjata Data Tidak Lengkap Poly. (Pemboman)

Sumber: diadaptasi dari START Global Terrorism Database dan informasi terbuka lainnya

Apakah terdapat perubahan pola serangan teror?

Serangan teror secara umum cenderung menurun dibanding tahun 2000.

Pemboman tetap menjadi

metode serangan teror dominan di Indonesia.

Aksi pemboman cenderung menurun tahun 2000-2015.

Namun, Kembali meningkat di tahun 2016.

(5)

-10 0 10 20 30 40 50

2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Pola Peristiwa Kekerasan di Tanah Papua

Serangan Bersenjata Unjuk Rasa Konflik Sosial Poly. (Serangan Bersenjata)

Apakah terdapat perubahan pola aksi kekerasan di Papua?

Aksi kekerasan mengalami dua kali lonjakan, yakni di tahun 2012 dan 2020.

Serangan bersenjata sangat mendominasi peristiwa kekerasan di Papua.

Aksi unjuk rasa terpantau meningkat secara tajam di

tahun 2019. Hal ini sehubungan dengan kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang efeknya meluas.

Sumber: diolah dari berbagai informasi terbuka

(6)

Seberapa besar daya rusak serangan teror

dan dampak aksi kekerasan di Papua?

(7)

Sumber: diadaptasi dari START Global Terrorism Database dan informasi terbuka lainnya

Seberapa besar daya rusak serangan teror?

Daya rusak serangan teror relatif menurun apabila dibandingkan dekade awal 2000-an.

Di awal dekade tahun 2000 memiliki daya rusak tinggi hingga kritikal. Di sisi lain, aksi teror di atas tahun 2013

cenderung berdaya rusak sedang hingga rendah.

Secara khusus, teror bom Gereja Katedral Makassar yang

dilakukan kelompok JAD Maret 2021 memiliki daya rusak

sedang.

Bom Palu

(JI) Bom Gereja Immanuel

(JI)

Bom Poso Teror Bom Buku di Jakarta

Penyerangan Pos Polisi Solo

(JAT)

Bom Alam Sutra Bom Solo

(JAD) Bom Gereja

Okumenne (JAD)

Aksi Bom Polresta Surakarta

(JAD) Bom Polresta

Medan (JAD)

Aksi Teror Poso (MIT)

Aksi Teror Sigi (MIT)

Aksi Teror Mabes Polri Bom McD Makassar

(JI)

Bom Bandara Soetta (JI)

Bom Palopo (Jemaah Islamiya)

Aksi Teror terhadap

Anggota/Kantor Polisi Aksi Teror Poso (MIT)

Aksi Teror Sarinah (JAD)

Bom Kampung Melayu (JAD)

Aksi Penusukan Menko Polhukam

(JAD)

Bom Katedral Makassar

(JAD) Bom Mall Atrium

(JI)

Bom Ambon

Bom JW Marriot Bom Ritz Carlton

(JI)

Bom Cirebon Bom Solo

(JAT)

Bom Santa Maria Surabaya

(JAD) Bom Gereja

Santa Anna (JI)

Bom Bali I (JI)

Bom JW Marriott (Jemaah Islamiya)

Bom Kedubes Australia

(JI)

Bom Bali II Bom Tentena

(JI)

0 1 2 3 4

1999 2001 2003 2005 2007 2009 2011 2013 2015 2017 2019 2021

INTENSITY OF VIOLENCE

DAYA RUSAK 553 SERANGAN TEROR DI INDONESIA

KRITIKAL

TINGGI

SEDANG

RENDAH

SANGAT RENDAH

(8)

Penangkapan pengibar Bintang Kejora

Upaya pengibaran Bintang Kejora Perang

antarsuku Bom Polsek Abepura

Pembakaran rumah Gubernur

Demo pekerja PT Freeport

Konflik Pilgub Penangkapan

Iris Murib

Penangkapan 40 simpatisan ULMWP dan KNPB Perang

antarsuku

Penyergapan Kelly Kwalik

Kapolsek Mulia ditembak

Pembunuhan Mako Tabuni

Konflik

Pilkada Konflik Pilkada

Demo 50 Thn Reintegrasi

Papua Penangkapan

Victor Yeimo Penyanderaan

1.300 warga

Pembakaran kantor KPU

Penembakan pesawat logistik Pilkada

Unjuk rasa insiden rasisme

Baku tembak KKB-TNI/Polri Penembakan pesawat dan

BTS Perang

antarsuku

Perang antarsuku

Perang antarsuku

Konflik Pilkada

Konflik antarsuku

Konflik antarwarga

Protes karena ada penyiksaan oleh aparat

Perang antarsuku

Penyerangan PT Freeport

Kerusuhan antarwarga

Penyerangan proyek Trans-Papua

Kerusuhan sporadis akibat rasisme

di Surabaya

Pembunuhan Pdt Zanambani;

Penembakan TGPF Kabinda Papua

Ditembak

0 1 2 3 4

2005 2007 2009 2011 2013 2015 2017 2019 2021

INTENSITAS AKSI KEKERASAN DI TANAH PAPUA

KRITIKAL

TINGGI

SEDANG

RENDAH

SANGAT RENDAH

Seberapa besar dampak aksi kekerasan di Papua?

Terdapat pergeseran pola penyebab aksi kekerasan berintensitas sedang-tinggi, dari yang semula berupa perang antarsuku menjadi penyerangan oleh KKB.

Pilkada tercatat sering menjadi penyebab adanya aksi kekerasan berintensitas sedang.

Aksi kekerasan berintensitas rendah terpantau mendominasi pada periode 2010-2013, namun sejak tahun 2017 tren cenderung menunjukkan dominasi aksi kekerasan berintensitas sedang.

Sumber: diolah dari berbagai informasi terbuka

(9)

Siapa yang menjadi sasaran kelompok teror di

Indonesia dan korban aksi kekerasan di Papua?

(10)

Sumber: diadaptasi dari START Global Terrorism Database dan informasi terbuka lainnya

Siapa yang menjadi sasaran kelompok teror di Indonesia?

Sebaran data dari tahun 2000 sampai 2021 menunjukkan bahwa aksi teror cenderung menyasar empat target utama, yaitu individu/aset pribadi, tokoh/tempat religius, aparat kepolisian dan fasilitas

komersial/pariwisata.

0%

20%

40%

60%

80%

100%

2000 2003 2006 2009 2012 2015 2018 2021

SASARAN SERANGAN TEROR DI INDONESIA

Komersial/Pariwisata Misi Diplomatik Pemerintahan Jurnalis/Media

Militer Ruang/Tokoh Publik Lainnya Paramiliter Polisi

Individu/Aset Pribadi Tokoh/Tempat Religius Transportasi Data Tidak Lengkap

(11)

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Sasaran Aksi Kekerasan di Tanah Papua

TNI Polri Pekerja Freeport Warga Sipil Target Ganda Gerilyawan

Siapa saja korban aksi kekerasan di Papua?

Warga sipil cenderung menjadi korban utama dari aksi kekerasan di Papua selama tahun 2006 hingga 2021.

Pada tahun 2009 dan 2011, aksi kekerasan cukup banyak menyerang Karyawan

PT Freeport. Namun, pada tahun-tahun setelahnya, data menunjukkan bahwa aksi kekerasan terkait PT Freeport cenderung menyasar target ganda karena telah adanya turut campur pengawalan dari TNI/Polri.

Sumber: diolah dari berbagai informasi terbuka

(12)

Adakah perubahan pelaku

serangan teror di Indonesia dan

pelaku aksi kekerasan di Papua?

(13)

Adakah perubahan pelaku serangan teror di Indonesia?

Terpantau adanya peralihan

dominasi sel teror dari kelompok JI ke kelompok ke JAD dan MIT.

Tahun 2000-2010 kelompok JI mendominasi serangan teror.

Tahun 2010 ke atas kelompok JAD dan MIT menggeser

dominasi kelompok JI.

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

2000 2003 2006 2009 2012 2015 2018 2021

KELOMPOK PELAKU SERANGAN TEROR YANG DIKETAHUI DI INDONESIA Jamaah Islamiyah (JI) Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Mujahidin Indonesia Barat (MIB) Linear (Jamaah Islamiyah (JI))

Linear (Jamaah Ansharut Daulah (JAD)) Linear (Mujahidin Indonesia Timur (MIT)) Linear (Mujahidin Indonesia Timur (MIT)) Linear (Mujahidin Indonesia Barat (MIB))

Sumber: diadaptasi dari START Global Terrorism Database dan informasi terbuka lainnya

(14)

Siapa yang kerap melakukan aksi kekerasan di Papua?

Kriminal bersenjata (KKB) menjadi pelaku aksi kekerasan yang paling mendominasi.

Tren KKB sebagai pelaku aksi kekerasan sangat meningkat, sementara pelaku umum dan mahasiswa mengalami

peningkatan namun tidak signifikan. Di sisi lain, tren

masyarakat adat sebagai pelaku aksi kekerasan cenderung

menurun.

0 10 20 30 40 50 60

2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Pola Pelaku Aksi Kekerasan di Tanah Papua

Kriminal Bersenjata Mahasiswa Masyarakat Adat Umum

Linear (Kriminal Bersenjata) Linear (Mahasiswa) Linear (Masyarakat Adat) Linear (Umum)

Sumber: diolah dari berbagai informasi terbuka

(15)

Bagaimana pola waktu

serangan teror di Indonesia dan

aksi kekerasan di Papua selama ini?

(16)

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Januari

Februari

Maret April Mei Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember POLA PERIODE SERANGAN TEROR DI INDONESIA, 2000-2021

Serangan terror 2000-2021

mayoritas terjadi di dua periode, yakni Agustus-September dan November-Desember.

Pola ini mengarah pada

momentum jejaring teror global

“Black September” serta

perayaan Natal dan Tahun Baru.

Serangan teror di Katedral

Makassar dan Mabes Polri pada bulan Maret 2021 cenderung anomali karena terjadi di luar pola dominan.

Bagaimana pola waktu

serangan teror di Indonesia selama ini?

Sumber: diadaptasi dari START Global Terrorism Database dan informasi terbuka lainnya

(17)

Kekerasan di Papua cenderung tidak berpola. Namun, serangan tertinggi terjadi di bulan Januari, April, Agustus, dan Oktober.

Temuan ini cenderung menunjukkan bahwa aksi

kekerasan tidak mengikuti pola momentum utama, seperti HUT OPM di bulan Desember.

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

January February March April May June July August September October November December

Pola Kumulatif Kekerasan di Tanah Papua Menurut Periode Kejadian, 2006-2021

Bagaimana pola waktu kejadian aksi kekerasan di Papua selama ini?

Sumber: diolah dari berbagai informasi terbuka

(18)

Konstituen Jejaring Logistik Pemimpin

Ideologi

Centre of gravity dari gerakan separatis adalah gagasan Papua merdeka

Kenapa gerakan separatis tetap ada?

Aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB memang terpantau menguat. Namun, pemerintah sebaiknya mempertimbangkan

relevansi wacana penggolongan KKB sebagai kelompok teror dengan CoG dari ancaman tersebut.

Centre of gravity sel teror adalah ideologi “khilafah”

Kenapa aksi teror sering terjadi?

Aksi pemboman oleh kelompok teror cenderung menunjukkan peningkatan. Pemerintah perlu menghitung dengan cermat penuntasan Perpres tentang pelibatan TNI dalam kontraterorisme

dan relevansinya dengan CoG dari ancaman tersebut.

(19)

Referensi

Dokumen terkait

1) Gaya kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada SDIT Az-Zahra Sragen. Terbukti hasil ini sesuai dengan hipotesis pertama yang

Menurut Gungwu (1988:9), ada tujuh identitas etnis Tionghoa yang dapat diidentifikasi, yaitu identitas sejarah (berkaitan dengan sejarah masa lalu orang- orang Tionghoa

Majas Antitesis ( pernyataan yang mengandung gagasan- gagasan bertentangan dengan mempergunakan kata-kata atau kelompok kata yang berlawanan).. , tak peduli apakah tuan

The result of this study showed that the students in the experiment group got better development in the average scores than the control group in speaking

Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandar Lampung akan melaksanakan Pelelangan Umum Pascakualifikasi untuk paket pekerjaan pengadaan barang

Pada berita “Karhutla Dibalik Alih Fungsi Hutan Kalbar” yang dipublikasikan oleh Tribun Pontianak pada 11 Februari 2018 menjelaskan mengenai pembukaan lahan

Allah menyebut kalian sebagai muslimûn (orang-orang yang berserah diri) di dalam kitab-kitab suci sebelumnya dan di dalam al-Qur'ân ini agar membuat kalian patuh

Rubrik tersebut dibuat sebagai nafas dari majalah Cita Cinta , jika pada artikel yang lain pembahasan topiknya cenderung serius, maka pada rubrik “CC Single ” topik yang