SIFAT
SIFAT--SIFAT LARUTAN SIFAT LARUTAN
PENGERTIAN LARUTANPENGERTIAN LARUTAN
SATUANSATUAN--SATUAN KONSENTRASISATUAN KONSENTRASI
MENGHITUNG NILAI KONS. HASIL PENGENCERAN MENGHITUNG NILAI KONS. HASIL PENGENCERAN DAN HASIL PENCAMPURAN
DAN HASIL PENCAMPURAN
FASE GAS ( KELARUTAN GAS, KOEF. KELARUTAN FASE GAS ( KELARUTAN GAS, KOEF. KELARUTAN GAS DAN FAKTOR2 YANG MEMPENGARUHI)
GAS DAN FAKTOR2 YANG MEMPENGARUHI)
KELARUTAN GAS O2 DAN GAS CO2 DALAM DARAH KELARUTAN GAS O2 DAN GAS CO2 DALAM DARAH DAN DALAM CAIRAN LAINNYA
DAN DALAM CAIRAN LAINNYA DAN DALAM CAIRAN LAINNYA DAN DALAM CAIRAN LAINNYA
CAMPURAN YANG SEBAGIAN SALING MELARUTKAN CAMPURAN YANG SEBAGIAN SALING MELARUTKAN DAN PERBANDINGAN BERAT KOMPONEN2NYA
DAN PERBANDINGAN BERAT KOMPONEN2NYA
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN NON ELEKTROLIT DAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN NON ELEKTROLIT DAN ELEKTROLIT
ELEKTROLIT
MENGHITUNG NILAI SIFAT KOLIGATIF LARUTANMENGHITUNG NILAI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
SIFAT LARUTAN ELEKTROLIT DALAM HUBUNGANNYA SIFAT LARUTAN ELEKTROLIT DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KONSENTRASI
DENGAN KONSENTRASI
BUKU ACUAN BUKU ACUAN
►
►
Brown, Theodore L., and Lemay,H. Brown, Theodore L., and Lemay,H.
Eugene, J.R.,
Eugene, J.R., Chemistry Chemistry , The Central , The Central Science.2 nd ed, Prentice
Science.2 nd ed, Prentice--Hall Inc., 1981 Hall Inc., 1981
►
►
Ebbing, Darell D., Ebbing, Darell D., General Chemistry General Chemistry , , Houghton Mifflin Company, 1984
Houghton Mifflin Company, 1984
►
►
Petrucci, Ralph H., Petrucci, Ralph H., General Chemistry General Chemistry , ,
►
►
Petrucci, Ralph H., Petrucci, Ralph H., General Chemistry General Chemistry , , Principles and Modern Application, 4
Principles and Modern Application, 4
ththed., ed., Collier
Collier--MMillan, 1985 MMillan, 1985
►
►
Wilford, L.D.R. Wilford, L.D.R. Chemistry for First Chemistry for First Examination
Examination , Blackie, London, 1987 , Blackie, London, 1987
►
►
Ryyan L., Ryyan L., Chemistry for you Chemistry for you , Stanley , Stanley Thorues Publishers Ltd., 1996.
Thorues Publishers Ltd., 1996.
Larutan adalah camp. Homogen Larutan adalah camp. Homogen Larutan adalah camp. Homogen Larutan adalah camp. Homogen Larutan adalah camp. Homogen Larutan adalah camp. Homogen Larutan adalah camp. Homogen Larutan adalah camp. Homogen antara dua zat atau lebih
antara dua zat atau lebih antara dua zat atau lebih antara dua zat atau lebih antara dua zat atau lebih antara dua zat atau lebih antara dua zat atau lebih antara dua zat atau lebih
Larutan Gula → Gula (solute) + Air (solvent)Larutan Gula → Gula (solute) + Air (solvent)
Alkohol 15 % dan Alkhol 98 %Alkohol 15 % dan Alkhol 98 %
Kemungkinan macam larutan :Kemungkinan macam larutan : 1. Bila solven suatu cairan
1. Bila solven suatu cairan
Solute : gas, zat padat atau cairan lain Solute : gas, zat padat atau cairan lain 2. Bila solven zat padat
2. Bila solven zat padat 2. Bila solven zat padat 2. Bila solven zat padat
Solute : gas, cairan atau zat padat Solute : gas, cairan atau zat padat 3. Bila solven gas
3. Bila solven gas
Solute : cairan zat padat atau gas lain Solute : cairan zat padat atau gas lain
Zat pelarut yg banyak dipakai adalah air (HZat pelarut yg banyak dipakai adalah air (H22O)O)
AIR merupakan zat polar (ada kutub negatip dan positip), krn AIR merupakan zat polar (ada kutub negatip dan positip), krn adanya kutub2 ini air akan ditarik oleh zat yg polar pula.
adanya kutub2 ini air akan ditarik oleh zat yg polar pula.
Kelarutan NaCl dlm Air Kelarutan NaCl dlm Air
NaCl terdiri dari partikel
NaCl terdiri dari partikel--partikel yang partikel yang bermuatan + dan
bermuatan + dan – – (ion Na (ion Na
++dan Cl dan Cl
--))
Krn molekul air mempunyai Kutub + (H Krn molekul air mempunyai Kutub + (H
++) ) dan kutub
dan kutub – –(OH (OH
--) maka molekul Air akan ) maka molekul Air akan melekat pada kristal NaCl.
melekat pada kristal NaCl.
melekat pada kristal NaCl.
melekat pada kristal NaCl.
Ikatan ion NaCl diperlemah sehingga Ikatan ion NaCl diperlemah sehingga kristal akan rusak dan terlepas.
kristal akan rusak dan terlepas.
Proses ini akan berjalan terus sampai Proses ini akan berjalan terus sampai semua garam NaCl larut
semua garam NaCl larut
KLASIFIKASI LARUTAN KLASIFIKASI LARUTAN
JUMLAH ZAT JUMLAH ZAT → → LAR. PRIMER LAR. PRIMER TERSIER DAN KWARTER
TERSIER DAN KWARTER
KEPEKATAN KEPEKATAN → → LAR. ENCER DAN LAR. ENCER DAN PEKAT
PEKAT PEKAT PEKAT
KESEIMBANGAN KESEIMBANGAN → → LAR. JENUH DAN LAR. JENUH DAN TDK JENUH
TDK JENUH
KEELEKTROLITAN KEELEKTROLITAN → → LAR. LAR.
ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Perb. Sifat Lar. Elektrolit dan Non Perb. Sifat Lar. Elektrolit dan Non
Elektrolit Elektrolit
1.
1.
Larutan Elektrolit memberikan Larutan Elektrolit memberikan
penyimpangan pada sifat koligatif penyimpangan pada sifat koligatif larutan
larutan
2.
2.
Larutan Elektrolit adalah suatu Larutan Elektrolit adalah suatu
2.
2.
Larutan Elektrolit adalah suatu Larutan Elektrolit adalah suatu penghantar listrik(konduktor) penghantar listrik(konduktor) sedangkan non elektrolit tidak sedangkan non elektrolit tidak
3.
3.
Reaksi kimia pada larutan Elektrolit Reaksi kimia pada larutan Elektrolit berjalan dengan cepat
berjalan dengan cepat
dibandingkan dengan larutan non dibandingkan dengan larutan non elektrolit
elektrolit
DERAJAT IONISASI/DISOSIASI DERAJAT IONISASI/DISOSIASI
A.
A. ELEKTROLIT KUATELEKTROLIT KUAT
KCl, As. Kuat, Bs Kuat
KCl, As. Kuat, Bs Kuat →→ Tdk ada lagi Tdk ada lagi molekul
molekul--molekul dari solute, semua telah molekul dari solute, semua telah terdissosiasi menjadi ion.KCL harga i
terdissosiasi menjadi ion.KCL harga i
harusnya = 2 ? Ada kons.efektif = aktivita harusnya = 2 ? Ada kons.efektif = aktivita (gaya tarik menarik antar ion)
(gaya tarik menarik antar ion) (gaya tarik menarik antar ion) (gaya tarik menarik antar ion)
B.
B. ELEKTROLIT LEMAHELEKTROLIT LEMAH
Asam Lemah atau Basa lemah ionisasinya Asam Lemah atau Basa lemah ionisasinya hanya mencapai batas tertentu. Kons. = hanya mencapai batas tertentu. Kons. = aktivita.
aktivita.
Harga i berbeda bukan karena adanya gaya Harga i berbeda bukan karena adanya gaya tarik menarik antar ion tetapi karena adanya tarik menarik antar ion tetapi karena adanya derajat ionisasi.
derajat ionisasi.
Hubungan Derajat ionisasi (
Hubungan Derajat ionisasi (α α) dan i ) dan i
α
α = i = i – – 1 / n 1 / n -- 1 1 α
α = i = i – – 1 / n 1 / n -- 1 1
ISTILAH KELARUTAN ISTILAH KELARUTAN ISTILAH KELARUTAN ISTILAH KELARUTAN ISTILAH KELARUTAN ISTILAH KELARUTAN ISTILAH KELARUTAN ISTILAH KELARUTAN
SANGAT MUDAH LARUT SANGAT MUDAH LARUT : Kurang dari 1 : Kurang dari 1
MUDAH LARUT MUDAH LARUT : 1 sampai 10 : 1 sampai 10
LARUT LARUT : 10 sampai 30 : 10 sampai 30
LARUT LARUT : 10 sampai 30 : 10 sampai 30
AGAK SUKAR LARUT AGAK SUKAR LARUT : 30 : 30 -- 100 100
SUKAR LARUT SUKAR LARUT : 100 : 100 -- 1000 1000
SANGAT SUKAR LARUT SANGAT SUKAR LARUT : 1000 : 1000 -- 10.000 10.000
PRAKTIS TIDAK LARUT : PRAKTIS TIDAK LARUT : > > 10.000 10.000
PERHITUNGAN KONSENTRASI PERHITUNGAN KONSENTRASI
LARUTAN LARUTAN
% b/v
% b/v
% b/b
% b/b
% v/v
% v/v
BJ = berat/vol = gr/ml BJ = berat/vol = gr/ml BJ = berat/vol = gr/ml BJ = berat/vol = gr/ml Mol = gr/Mr
Mol = gr/Mr
Molar(M) = molarita = mol/liter Molar(M) = molarita = mol/liter
Molal (m) = molalita = mol/kg pelarut.
Molal (m) = molalita = mol/kg pelarut.
Normal (N) = valensi x Molar Normal (N) = valensi x Molar ppm = bpj = mg/liter =
ppm = bpj = mg/liter = µ µg/ml g/ml
KONSENTRASI LARUTAN KONSENTRASI LARUTAN
Osmol (OSM) = osmolarita = partikel ion yang Osmol (OSM) = osmolarita = partikel ion yang menyebabkan tekanan osmotik
menyebabkan tekanan osmotik
0,1 M NACl = 0,2 OSM = 0,2 mol ion/liter larutan 0,1 M NACl = 0,2 OSM = 0,2 mol ion/liter larutan Fraksi mol = mol solute/mol solute + mol solvent Fraksi mol = mol solute/mol solute + mol solvent mg %= banyaknya mg solute dlm 100 ml larutan mg %= banyaknya mg solute dlm 100 ml larutan NaCl 900 mg % = 900 mg/100 ml =0,9 %
NaCl 900 mg % = 900 mg/100 ml =0,9 % NaCl 900 mg % = 900 mg/100 ml =0,9 % NaCl 900 mg % = 900 mg/100 ml =0,9 % NaCl 0,3076 Osmol = 0,1538 M.
NaCl 0,3076 Osmol = 0,1538 M.
0,1538 mol x 58,5 = 9 gr/l = 0,9 % 0,1538 mol x 58,5 = 9 gr/l = 0,9 % BE = Mr/Valensi
BE = Mr/Valensi BE =
BE = gram/ litergram/ liter = = miligram/litermiligram/liter ekivalen/ liter miliekivalen/liter ekivalen/ liter miliekivalen/liter
PEMBUATAN LARUTAN PEMBUATAN LARUTAN
Buatlah larutan NaOH 1 N sebanyak 100 Buatlah larutan NaOH 1 N sebanyak 100 ml Mr NaOH = 40.
ml Mr NaOH = 40.
Buatlah larutan baku asam oksalat Buatlah larutan baku asam oksalat H
H C C O O .2H .2H O 0,1 N sebanyak 250 ml. O 0,1 N sebanyak 250 ml.
H
H
22C C
22O O
22.2H .2H
22O 0,1 N sebanyak 250 ml. O 0,1 N sebanyak 250 ml.
Mr. Asam oksalat =126
Mr. Asam oksalat =126
..PENGENCERAN
PENGENCERAN → →V V
11C C
11= V = V
22C C
221. Bila kita mempunyai larutan induk NaOH 10 N, 1. Bila kita mempunyai larutan induk NaOH 10 N,
berapa ml harus dipakai untuk membuat berapa ml harus dipakai untuk membuat larutan NaOH 0,2 N sebanyak 500 ml
larutan NaOH 0,2 N sebanyak 500 ml 2. Berapa ml larutan H
2. Berapa ml larutan H22SOSO44 4 M harus diencerkan 4 M harus diencerkan supaya didapatkan larutan H
supaya didapatkan larutan H22SOSO44 0,5 N 0,5 N Sebanyak 200 ml
Sebanyak 200 ml
3. Harus diencerkan sampai berapa larutan 100 3. Harus diencerkan sampai berapa larutan 100 3. Harus diencerkan sampai berapa larutan 100 3. Harus diencerkan sampai berapa larutan 100
ml 0,15 M HCl agar konsentrasinya menjadi ml 0,15 M HCl agar konsentrasinya menjadi 0,075 M
0,075 M
4. 300 ml Urea dari 0,4 M. Harus ditambah berapa 4. 300 ml Urea dari 0,4 M. Harus ditambah berapa
agar konsentrasinya menjadi 0,1M agar konsentrasinya menjadi 0,1M
5. Pengenceran alkohol 98 % menjadi 70 % 5. Pengenceran alkohol 98 % menjadi 70 % 6. Pengenceran ppm
6. Pengenceran ppm
Kelarutan Suatu Senyawa Kelarutan Suatu Senyawa
Siat Fisika & Kimia Siat Fisika & Kimia
Temperatur Temperatur
Tekanan Tekanan pH larutan pH larutan
pH larutan pH larutan
Konsentrasi Konsentrasi
Tetapan Dielektrik Tetapan Dielektrik
Terbaginya zat terlarut Terbaginya zat terlarut
Perbandingan Gugus Polar terhadap Perbandingan Gugus Polar terhadap Gugus Non Polar
Gugus Non Polar
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Sifat larutan yang hanya tergantung dari Sifat larutan yang hanya tergantung dari jumlah partikel zat yang ada dalam larutan jumlah partikel zat yang ada dalam larutan dan tidak tergantung dari jenis solutenya.
dan tidak tergantung dari jenis solutenya.
1. Penurunan tekanan uap larutan 1. Penurunan tekanan uap larutan 1. Penurunan tekanan uap larutan 1. Penurunan tekanan uap larutan 2. Penurunan titik beku larutan
2. Penurunan titik beku larutan 3. Kenaikan titik didih larutan 3. Kenaikan titik didih larutan 4. Tekanan osmosa
4. Tekanan osmosa
PENURUNAN TEKANAN UAP PENURUNAN TEKANAN UAP Hukum Raoult
Hukum Raoult → → P P
AA= P = P
AAooX X
AAP
P
AA= tekanan parsial dari solven = tekanan parsial dari solven dalam larutan
dalam larutan dalam larutan dalam larutan P
P
AAoo= tekanan uap solven murni = tekanan uap solven murni X
X
A A= fraksi mol solven = fraksi mol solven
PENURUNAN TITIK BEKU PENURUNAN TITIK BEKU
Titik beku normal adalah suhu dimana zat padat Titik beku normal adalah suhu dimana zat padat (es) dan fasa cair (air) memp. Tek. uap yg sama (es) dan fasa cair (air) memp. Tek. uap yg sama pada tek. 1 atm,jadi berada dlm kesetimbangan pada tek. 1 atm,jadi berada dlm kesetimbangan Penambahan suatu solute pada suatu solven
Penambahan suatu solute pada suatu solven akan merendahkan tekanan uap larutan
akan merendahkan tekanan uap larutan sehingga akan merendahkan titik bekunya.
sehingga akan merendahkan titik bekunya.
sehingga akan merendahkan titik bekunya.
sehingga akan merendahkan titik bekunya.
Contoh : Penambahan garam dapur pd es, Contoh : Penambahan garam dapur pd es,
gunanya agar titik beku es menurun sehingga gunanya agar titik beku es menurun sehingga sistem akan lebih dingin
sistem akan lebih dingin
TTbb = m. K= m. Kbb = = 1000. Kb. W11000. Kb. W1 **Kb air = 1,86Kb air = 1,86
W2. Mr W2. Mr
W1 = berat zat terlarut W2= berat pelarut W1 = berat zat terlarut W2= berat pelarut
KENAIKAN TITIK DIDIH KENAIKAN TITIK DIDIH
Titik didih normal adalah temperatur dimana Titik didih normal adalah temperatur dimana tekanan uap cairan = tek. diluar sebesar 1 atm.
tekanan uap cairan = tek. diluar sebesar 1 atm.
Penambahan solute menyebabkan tekanan uap Penambahan solute menyebabkan tekanan uap solven turun sehingga penambahan solute yang solven turun sehingga penambahan solute yang solven turun sehingga penambahan solute yang solven turun sehingga penambahan solute yang tak menguap menyebabkan kenaikan titik didih tak menguap menyebabkan kenaikan titik didih normal pada larutan.
normal pada larutan.
∆∆ Td = m. KTd = m. Kdd = = 1000. Kd. W1 1000. Kd. W1 **Kd air = 0,52Kd air = 0,52
W2. Mr W2. Mr
w
w11 = berat solute w= berat solute w22 = berat solven = berat solven
TEKANAN OSMOSA TEKANAN OSMOSA
►
► Difusi : Proses pelarutan dari larutan dengan Difusi : Proses pelarutan dari larutan dengan
kons. tinggi ke larutan dng konsentrasi rendah kons. tinggi ke larutan dng konsentrasi rendah
►
► Osmosa : Proses difusi pelarutan melalui membran dari Osmosa : Proses difusi pelarutan melalui membran dari larutan dengan konsentrasi rendah ke larutan larutan dengan konsentrasi rendah ke larutan dengan konsentrasi tinggi
dengan konsentrasi tinggi dengan konsentrasi tinggi dengan konsentrasi tinggi
►
► Tek. Osmosa = tek. Gas menurut pers. Van’t HoffTek. Osmosa = tek. Gas menurut pers. Van’t Hoff PV = nRT
PV = nRT →→ ллV = n RT , V = vol lar. dlm literV = n RT , V = vol lar. dlm liter
R = tetapan gas, 0,082 R = tetapan gas, 0,082
►
►
Menurut Lewis Menurut Lewis л л = 11,85 = 11,85 ∆ ∆Tb Tb
PERB. TEK. OSMOSA DAN TONUS LARUTAN
Gula 0,1 M Gula 0,1 M Urea 0,1 M Urea 0,1 M + Gliserin 0,1 M
Gliserin 0,1M Urea 0,1M Gliserin 0,1 M Gula 0,1 M
Iso Osmotik Iso Osmotik Iso Osmotik Tdk Iso Osmotik isotonik Hypotonik Hypertonik Isotonik
Iso osmotik = larutan yang mempunyai harga molar dan tekanan osmosa yang sama
Larutan Garam NaCl dengan Darah Larutan Garam NaCl dengan Darah
NaCl 0,9 % dimasukkan ke darah tidak NaCl 0,9 % dimasukkan ke darah tidak
menyebabkan perubahan pada sel darah → menyebabkan perubahan pada sel darah → isotonis dangan isi sel darah
isotonis dangan isi sel darah
Tekanan Osmosa larutan NaCl 0,9% = tek Tekanan Osmosa larutan NaCl 0,9% = tek osmosa isi sel yang tidak dapat melalui
osmosa isi sel yang tidak dapat melalui osmosa isi sel yang tidak dapat melalui osmosa isi sel yang tidak dapat melalui membran berarti isotonis dan iso osmotik membran berarti isotonis dan iso osmotik NaCl lebih encer → hipotonis
NaCl lebih encer → hipotonis
Kons. Larutan garam 0,47 % akan Kons. Larutan garam 0,47 % akan
meregangkan membran sehingga Hemoglobin meregangkan membran sehingga Hemoglobin akan keluar(Hemolisa)
akan keluar(Hemolisa) Larutan Garam
Larutan Garam > 0,9 % → hipertonis > 0,9 % → hipertonis
Cairan Tubuh Cairan Tubuh
Setiap sel darah dikelilingi oleh suatu membran yang Setiap sel darah dikelilingi oleh suatu membran yang bersifat semi permeabel yaitu dapat dilalui oleh
bersifat semi permeabel yaitu dapat dilalui oleh molekul
molekul--molekul air tapi tidak dapat dilalui oleh molekul air tapi tidak dapat dilalui oleh molekul
molekul--molekul tertentu zat solute ( mis. protein) molekul tertentu zat solute ( mis. protein)
Akibat adanya membran maka dapat terjadi osmosaAkibat adanya membran maka dapat terjadi osmosa
Bila air terlalu banyak masuk atau keluar dari sel akan Bila air terlalu banyak masuk atau keluar dari sel akan terganggu fungsinya bahkan dapat rusak. Karena itu terganggu fungsinya bahkan dapat rusak. Karena itu keseimbangan harus diperhatikan antara larutan
keseimbangan harus diperhatikan antara larutan didalam dan diluar sel.
didalam dan diluar sel.
Cairan terpenting dari tubuh adalah darah. Darah Cairan terpenting dari tubuh adalah darah. Darah terdiri dari plasma dan bbrp jenis sel.
terdiri dari plasma dan bbrp jenis sel.
Susunan Sel Darah Manusia Susunan Sel Darah Manusia
A l b u m i n 4,5 %A l b u m i n 4,5 % G l o b u l i n 2,2 % G l o b u l i n 2,2 % F i b r i n o g e n 0,3 % F i b r i n o g e n 0,3 % Protombin dll. 0,5 % Protombin dll. 0,5 % Zat Organik2 lain 0,5 % Zat Organik2 lain 0,5 % Garam2 anorganik 1,0 % Garam2 anorganik 1,0 % Garam2 anorganik 1,0 % Garam2 anorganik 1,0 % Air ………91 %
Air ………91 %
Fibrinogen adalah suatu zat yang perlu ada pada Fibrinogen adalah suatu zat yang perlu ada pada penggumpalan darah, bila dihilangkan maka
penggumpalan darah, bila dihilangkan maka cairan yang tinggal adalah serum darah
cairan yang tinggal adalah serum darah
Tekanan Osmosa serum darah terutama Tekanan Osmosa serum darah terutama tergantung dari kadar garam yang terlarut tergantung dari kadar garam yang terlarut didalamnya
didalamnya
DARAH DARAH
Pembuluh darah kapiler permeabel untuk semua zat yang Pembuluh darah kapiler permeabel untuk semua zat yang
terlarut didlm plasma kecuali protein, maka tonus gerakan air terlarut didlm plasma kecuali protein, maka tonus gerakan air dikendalikan oleh konsentrasi Protein.
dikendalikan oleh konsentrasi Protein.
Bila lapar, ginjal rusak, maka permeabilitas dinding kapiler Bila lapar, ginjal rusak, maka permeabilitas dinding kapiler rusak
rusak →→ kons protein dalam plasma menjadi kurang maka kons protein dalam plasma menjadi kurang maka
tekanan osmosa plasma berkurang, air mengalir dari plasma ke tekanan osmosa plasma berkurang, air mengalir dari plasma ke dalam cairan di antar jaringan diluar kapiler akibatnya jaringan dalam cairan di antar jaringan diluar kapiler akibatnya jaringan jadi bengkak (Oedema)
jadi bengkak (Oedema) jadi bengkak (Oedema) jadi bengkak (Oedema)
Titik beku rata Titik beku rata--rata serum darah manusia ialah rata serum darah manusia ialah --0,56 0,56
ooC, karena lar. 1 molal membeku pd C, karena lar. 1 molal membeku pd --
1,86
1,86
ooC maka molalita serum darah 0,56/1,86 = C maka molalita serum darah 0,56/1,86 = 0,3.
0,3.
Tek. Osmosa serum, pada suhu darah (38 Tek. Osmosa serum, pada suhu darah (38
ooC) C) dapat dihitung.
dapat dihitung. л л = 7,7 atm. = 7,7 atm.
DARAH DARAH
Nilai 7,7 atm dapat konstan dengan jalan Nilai 7,7 atm dapat konstan dengan jalan
mengeluarkan garam2 yang berlebih melalui mengeluarkan garam2 yang berlebih melalui Urine. Bila ginjal rusak kelebihan garam di Urine. Bila ginjal rusak kelebihan garam di dalam darah tidak dikeluarkan , titik beku dalam darah tidak dikeluarkan , titik beku serum darah dapat turun shg
serum darah dapat turun shg --1,04 1,04
ooC. C.
serum darah dapat turun shg
serum darah dapat turun shg --1,04 1,04
ooC. C.
Biasanya dilakukan pencucian darah dengan Biasanya dilakukan pencucian darah dengan proses dialisa, menggunakan selofan dengan proses dialisa, menggunakan selofan dengan ukuran tertentu sehingga partikel
ukuran tertentu sehingga partikel--partikel partikel garam tidak lewat.
garam tidak lewat.
MEMBRAN DARAH MEMBRAN DARAH
Membran yang mengelilingi darah adalah membran Membran yang mengelilingi darah adalah membran semi permeabel yang tidak sempurna, karena bukan semi permeabel yang tidak sempurna, karena bukan hanya permeabel untuk molekul solven tetapi juga hanya permeabel untuk molekul solven tetapi juga permeabel untuk beberapa solute.
permeabel untuk beberapa solute.
Pergerakan dari cairan bukan diatur oleh konsentrasi Pergerakan dari cairan bukan diatur oleh konsentrasi total dari molekul solute dari tiap larutan tetapi oleh total dari molekul solute dari tiap larutan tetapi oleh total dari molekul solute dari tiap larutan tetapi oleh total dari molekul solute dari tiap larutan tetapi oleh konsentrasi molekul yang tdk dapat melalui membran.
konsentrasi molekul yang tdk dapat melalui membran.
Permeabel terhadap zat : monosakarida, HPermeabel terhadap zat : monosakarida, H33OO++, OH, OH--, , Cl
Cl--,dan HCO,dan HCO33-- serta sedikit gliserinserta sedikit gliserin
Impermeabel thd zat : disakarida, asamImpermeabel thd zat : disakarida, asam--asam amino asam amino (protein), alkohol polivalen, Na
(protein), alkohol polivalen, Na++, K, K++
Darah dengan larutan Glukosa 5,5 % Darah dengan larutan Glukosa 5,5 % →→ isotonisisotonis
PERHITUNGAN TONISITAS PERHITUNGAN TONISITAS
b = b =
0,52 0,52 -- ∆∆Tb. C%Tb. C%0,576 0,576
b = 0,9 b = 0,9 – – E.C% , E = Ekivalen NaCl E.C% , E = Ekivalen NaCl
E = E = ∆ ∆
TbTb, ,
0,576 0,576
FASE GAS FASE GAS
1.
1.
Sifat Umum Gas Sifat Umum Gas
2.
2.
Kelarutan Gas Dalam Zat Cair Kelarutan Gas Dalam Zat Cair
3.
3.
Hukum Gas Hukum Gas O
O , H , H , H , H O O , Super Oksida, Ozon dan , Super Oksida, Ozon dan
4.
4.
O O
22, H , H
22, H , H
22O O
22, Super Oksida, Ozon dan , Super Oksida, Ozon dan Dinitrogen Oksida
Dinitrogen Oksida
5.
5.
Gas Gas--gas Berbahaya gas Berbahaya
Sifat Umum Gas Sifat Umum Gas
1.
1. MolekulMolekul--molekul gas non polar hanya sedikit molekul gas non polar hanya sedikit larut dalam air (polar)
larut dalam air (polar)
2.
2. Gas yg polar( HCl, NHGas yg polar( HCl, NH33) dapat bereaksi dengan ) dapat bereaksi dengan air (daya larutnya besar)
air (daya larutnya besar)
3 Gas yang bereaksi dengan solvennya 3 Gas yang bereaksi dengan solvennya
mempunyai Kelarutan paling besar mempunyai Kelarutan paling besar mempunyai Kelarutan paling besar mempunyai Kelarutan paling besar
4. Jumlah gas yang masuk ke dalam cairan sama 4. Jumlah gas yang masuk ke dalam cairan sama
dengan jumlah gas yang keluar dengan jumlah gas yang keluar
5. Elektrolit yang larut dalam air dan elektrolit tsb 5. Elektrolit yang larut dalam air dan elektrolit tsb tidak bereaksi dengan gas akan merendahkan tidak bereaksi dengan gas akan merendahkan kelarutan gas
kelarutan gas
COCO22 lebih banyak larut dalam NaOH dari pada lebih banyak larut dalam NaOH dari pada dalam air karena CO
dalam air karena CO22 berekasi dengan NaOHberekasi dengan NaOH
Kelarutan Gas dlm Cairan Kelarutan Gas dlm Cairan
Jumlah molekul gas yg masuk = jumlah molekul gas yg keluar.Jumlah molekul gas yg masuk = jumlah molekul gas yg keluar.
Daya untuk masuk ke cairan = daya untuk meninggalkan cairanDaya untuk masuk ke cairan = daya untuk meninggalkan cairan
Temperature LarutanTemperature Larutan
Makin tinggi temp. makin berkurang kelar. gas atau sebaliknya Makin tinggi temp. makin berkurang kelar. gas atau sebaliknya
Tekanan dari GasTekanan dari Gas
Makin tinggi tekanan maka makin tinggi kelarutan Gas atau Makin tinggi tekanan maka makin tinggi kelarutan Gas atau Makin tinggi tekanan maka makin tinggi kelarutan Gas atau Makin tinggi tekanan maka makin tinggi kelarutan Gas atau sebaliknya
sebaliknya
Pengaruh Pengusiran GaramPengaruh Pengusiran Garam
Gas lepas bila di + zat, akibat gaya tarik menarik ion garam Gas lepas bila di + zat, akibat gaya tarik menarik ion garam dengan molekul Air jadi mengurangi kedekatan air dengan gas dengan molekul Air jadi mengurangi kedekatan air dengan gas
Pengaruh Reaksi KimiaPengaruh Reaksi Kimia
Adanya reaksi kimia antara gas dan pelarut, jadi kelarutan Adanya reaksi kimia antara gas dan pelarut, jadi kelarutan meningkat.
meningkat.
KELARUTAN GAS DALAM DARAH KELARUTAN GAS DALAM DARAH
Fungsi yang penting dari darah :Fungsi yang penting dari darah : 1. Mengangkut O
1. Mengangkut O22 dari parudari paru--paru ke ototparu ke otot 2. Mengangkut CO
2. Mengangkut CO22 dari otot keparudari otot keparu--paru untuk paru untuk dikeluarkan
dikeluarkan
OO22 bereaksi dengan Hemoglobin darah, jadi kelarutan bereaksi dengan Hemoglobin darah, jadi kelarutan
OO22 bereaksi dengan Hemoglobin darah, jadi kelarutan bereaksi dengan Hemoglobin darah, jadi kelarutan O
O22 dalam darah dalam darah > dalam air.> dalam air.
Kelarutan OKelarutan O22 dalam plasma < dalam air dalam plasma < dalam air
Jadi kelarutan OJadi kelarutan O22 dalam darah > dalam air > dalam dalam darah > dalam air > dalam plasma (Mengandung elekrolit yang tdk beR/ dng O plasma (Mengandung elekrolit yang tdk beR/ dng O22))
Kelarutan COKelarutan CO22 dalam Plasma >dalam air, karena dalam Plasma >dalam air, karena dalam plasma ada zat yang bereaksi dengan CO dalam plasma ada zat yang bereaksi dengan CO22
MENYATAKAN KELARUTAN GAS MENYATAKAN KELARUTAN GAS
1.
1. Cara Koef. Kelarutan (S)Cara Koef. Kelarutan (S)
2.
2. Cara Koef. Absorpsi dari BUNSEN (Cara Koef. Absorpsi dari BUNSEN (αα))
Vol gas yang larut diukur pada temp percobaan tidak Vol gas yang larut diukur pada temp percobaan tidak tergantung dari tekanan.
tergantung dari tekanan.
V = S v , V = volume gas yang larut V = S v , V = volume gas yang larut
S = Koefisien kelarutan pada T percob.
S = Koefisien kelarutan pada T percob.
v = volume dari cairan v = volume dari cairan
Volume gas yang larut pada keadaan Standar Volume gas yang larut pada keadaan Standar sebanding dengan tekanan.
sebanding dengan tekanan.
V =
V = αα v p , v = vol gas yg lar. pada standarv p , v = vol gas yg lar. pada standar p = tek. gas dalam atmosfir.
p = tek. gas dalam atmosfir.
HUBUNGAN S DENGAN HUBUNGAN S DENGAN α α
αα ttooCC = S = S ttooCC x 273/Tx 273/T
SS tt o o
C
C = = αα ttooCC x T/273x T/273 Contoh Soal :
Contoh Soal :
Pada suhu 20
Pada suhu 20ooC dan tekanan 1 atm Gas COC dan tekanan 1 atm Gas CO22 471,5 ml larut dalam 0,5 liter air. Hitung S dan 471,5 ml larut dalam 0,5 liter air. Hitung S dan α
α α α
Jwb : S
Jwb : S2020ooCC = = 0,475 0,475 = 0,943= 0,943
0,500 0,500
Pada Keadaan Standar : V
Pada Keadaan Standar : V11TT11 = V= V22TT22 471,5. 273 = V
471,5. 273 = V22 (273+20) → V(273+20) → V22 = 439 ml= 439 ml α
α 2020ooC C = 0,439/0,500 = 0,878= 0,439/0,500 = 0,878..
Harga Koef. Absorpsi Bbrp Gas
α temp. CO CO2 O2 N2
α 0oC 0,0354 1,713 0,0489 0,0239 α 10oC 0,028 1,194 0,0384 0,0196
α 20oC 0,0232 0,878 0,0310 0,0164
α 30oC 0,0200 0,615 0,0261 0,0138
α 40oC 0,0178 0,530 0,0231 0,0118
HARGA KOEF. KELARUTAN CO
2Temp OoC 1OoC 20oC 25oC 3OoC 4OoC
S 1,713 1,238 0,933 0,825 0,738 0,608 S 1,713 1,238 0,933 0,825 0,738 0,608
Soal
1. Berapa vol, gas CO
2yg diukur pada t
25
oC dan tekanan 573 mmHg akan larut dalam 700 ml air.
2. Berapa harga α
2525 CoCuntuk gas CO
223. Berapa volume gas CO
2pada keadaan
standar akan larut dalam 350 ml air pada
25
oC dan 2 atm.
Gas Oksigen Gas Oksigen
-- Dalam udara 21 %Dalam udara 21 %
Btk gas : 1. molekul mono atom O = oksigen atom Btk gas : 1. molekul mono atom O = oksigen atom
2. molekul di atom O
2. molekul di atom O22 = oksigen biasa= oksigen biasa 3. molekul tri atom O
3. molekul tri atom O33 = ozon= ozon 3. molekul tri atom O
3. molekul tri atom O33 = ozon= ozon
-- Dalam atmosfir , ODalam atmosfir , O22 dlm btk lain bertambah banyak dlm btk lain bertambah banyak di bagian atas atmosfir
di bagian atas atmosfir
-- Sumber oksigen dari unsur yang murniSumber oksigen dari unsur yang murni -- Penggunaan oksigenPenggunaan oksigen
Daur oksigen
Daur oksigen – – CO CO
22dalam alam dalam alam
Udara dihirup bereaksi dgn Hb ( Hb + O Udara dihirup bereaksi dgn Hb ( Hb + O
22tjd HbO
tjd HbO
2 2))
HbO HbO
22--- --- ke sel ke sel--sel mengoks. makanan sel mengoks. makanan menjadi energi dan mengeluarkan CO
menjadi energi dan mengeluarkan CO + + menjadi energi dan mengeluarkan CO
menjadi energi dan mengeluarkan CO
22+ + air dll
air dll
CO CO
22dan air msk ke darah terjadi ion dan air msk ke darah terjadi ion bikarbonat
bikarbonat --- --- Hb Hb--- ---ke paru ke paru
22– –nafas nafas
Gas NO Gas NO
No (dinitrogen oksida) No (dinitrogen oksida)
Terbentuk pada pembakaran Terbentuk pada pembakaran bensin/diesel
bensin/diesel
Suhu tinggi sekitar pembakaran Suhu tinggi sekitar pembakaran
Suhu tinggi sekitar pembakaran Suhu tinggi sekitar pembakaran
N N
22& O & O
22dari udara + NO → NO dan dari udara + NO → NO dan NO
NO
22
Bersifat racun, kons. 100 ppm dpt Bersifat racun, kons. 100 ppm dpt mematikan.
mematikan.
Gas Hidrogen Gas Hidrogen
H (Hidrogen) H (Hidrogen)
Di bumi tdk tdp dlm btk unsur dgn juml yg berartiDi bumi tdk tdp dlm btk unsur dgn juml yg berarti
Tiga isotop Tiga isotop 11H, H, 22H, H, 33HH
Senyawa Hidrogen tersebar luas dalam alamSenyawa Hidrogen tersebar luas dalam alam
Senyawa Hidrogen tersebar luas dalam alamSenyawa Hidrogen tersebar luas dalam alam
Semua senyawa,organik mengandung HidrogenSemua senyawa,organik mengandung Hidrogen
Digunakan untuk membuat.Amoniak, Digunakan untuk membuat.Amoniak,
pengilangan minyak bumi dan dlm proses pengilangan minyak bumi dan dlm proses makanan.
makanan.
Dalam bentuk cair untuk bahan bakar pesawatDalam bentuk cair untuk bahan bakar pesawat
H
H
22O O
2 2(Hidrogen Peroksida) (Hidrogen Peroksida)
►
►
Cairan tidak berwarna Cairan tidak berwarna
►
►
Titik didih 151 Titik didih 151
ooC C
►
►
Dalam bentuk pekat dapat meledak Dalam bentuk pekat dapat meledak
►
►
Terurai menjadi air dan oksigen dalam suatu Terurai menjadi air dan oksigen dalam suatu reaksi eksoterm
reaksi eksoterm reaksi eksoterm reaksi eksoterm
2 H
2 H
22O O
22→ → 2 H 2 H
22O + O O + O
22+ kalori + kalori
►
►
Pada pengobatan digunakan H Pada pengobatan digunakan H
22O O
223 % dalam 3 % dalam air.
air.
O O O O O O O
O
33333333(Ozon) (Ozon) (Ozon) (Ozon) (Ozon) (Ozon) (Ozon) (Ozon)
Tdk berwarna Tdk berwarna
Mengembun → cairan biru pada Mengembun → cairan biru pada --111 111
ooC C
Pada Pada --192 192
ooC beberapa zat padat biru C beberapa zat padat biru--hitam hitam
Zat yang sangat beracun Zat yang sangat beracun
Fungsi menyerap sinar ultra ungu, sehingga Fungsi menyerap sinar ultra ungu, sehingga
Fungsi menyerap sinar ultra ungu, sehingga Fungsi menyerap sinar ultra ungu, sehingga sinar matahari sampai ke bumi rendah
sinar matahari sampai ke bumi rendah
Limbah insdustri +O Limbah insdustri +O
33tjd endapan O tjd endapan O
33di atmosfir di atmosfir
Digunakan mensterilkan air minum Digunakan mensterilkan air minum
Berkurang dapat menyebabkan kanker kulit, Berkurang dapat menyebabkan kanker kulit, katarak, daya tahan berkurang.
katarak, daya tahan berkurang.
Gas
Gas--gas Berbahaya gas Berbahaya
CO (Karbon mono oksida) CO (Karbon mono oksida)
Dihslkan dalam jumlah besar oleh mesin Dihslkan dalam jumlah besar oleh mesin-- mesin diesel/bensin
mesin diesel/bensin
Sangat beracun, bereaksi dengan darah Sangat beracun, bereaksi dengan darah menghentikan O
menghentikan O
22ke seluruh tubuh ke seluruh tubuh menghentikan O
menghentikan O
22ke seluruh tubuh ke seluruh tubuh CO + Hb
CO + Hb ---- ---- COHb COHb
Kemampuan mengikat CO oleh Hb lebih besar Kemampuan mengikat CO oleh Hb lebih besar daripada mengikat O
daripada mengikat O
22
Keracunan : sesak nafas, peradangan selaput Keracunan : sesak nafas, peradangan selaput lendir, terganggunya sistem urat syaraf
lendir, terganggunya sistem urat syaraf
Gas SO Gas SO
22
•• Berasal dari gunung berapi/industri Berasal dari gunung berapi/industri
•• + O + O
22terjadi SO terjadi SO
33•• Dengan uap air terjadi Asam Sulfat, zat yang Dengan uap air terjadi Asam Sulfat, zat yang
•• Dengan uap air terjadi Asam Sulfat, zat yang Dengan uap air terjadi Asam Sulfat, zat yang bersifat racun dan korosif
bersifat racun dan korosif
Gas H Gas H
2 2