• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI LAPISAN PEYANGGA PADA PENUMBUHAN. LAPISAN TIPIS ZnO:Fe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STUDI LAPISAN PEYANGGA PADA PENUMBUHAN. LAPISAN TIPIS ZnO:Fe"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI LAPISAN PEYANGGA PADA PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS ZnO:Fe

Yeli Krisdayanti Lature

Program studi Fisika, Jurusan Sains, Institut Teknologi Sumatera Jalan Terusan Ryacudu, Way Huwi, Lampung Selatan, 35365

[email protected]

Abstrak

Penelitian ini difokuskan pada sintesis lapisan tipis ZnO:Fe dengan metode spray pyrolysis sederhana yang ditumbuhkan di atas substrat kaca. Film tipis yang dihasilkan adalah FZO/Kaca, FZO/ZnO/Kaca dan FZO/ITO/Kaca dengan nilai energi gap masing-masing 3,28, 3,25 dan 3,27 eV. Hasil karakterisasi XRD terdeteksi puncak ZnO heksagonal wurtzite pada bidang (100), (101) dan (002). Penyisipan ZnO sebagai buffer layer meningkatkan intensitas di bidang (002).

Bentuk morfologi dari film tipis FZO tanpa lapisan penyangga berbentuk batang sedangkan dengan lapisan penyangga menyerupai bunga. Pengaruh ZnO sebagai buffer layer meningkatkan arus pada pola terang dan sensitivitas serta nilai dari Schottky Barrier. Sehingga lapisan tipis dengan buffer layer meningkatkan stabilitas dari karakteristik sifat listrik, optik dan struktur film tipis FZO.

Kata kunci : film tipis ZnO:Fe, lapisan penyangga, cacat kristal, spray pyrolysis, Schottky Barrier.

1. Pendahuluan

Salah satu penelitian dalam bidang fisika material energi yaitu penumbuhan lapisan tipis ZnO (Zinc Oxide). ZnO adalah material semikonduktor yang memiliki energi gap sekitar 3,37 eV, memiliki energi ikat eksiton yang tinggi yaitu 60 meV, tidak beracun, ramah lingkungan dan relatif murah. Selain itu, karakteristik yang dimiliki ZnO yaitu konduktivitas listrik yang tinggi seiring dengan transparansi yang semakin meningkat sehingga ideal untuk diaplikasikan sebagai sel surya[1]. Dopan sangat mempengaruhi sifat dan karakteristik dari ZnO.

ZnO yang di doping dari logam transisi 3d dapat mengubah sifat optik dan sifat listrik yang dimiliki sebelumnya. Atom Fe merupakan salah satu dopan ZnO, termasuk logam transisi yang mengandung 3d. Jika teroksidasi atom Fe menjadi ion Fe2+ dan Fe3+ dengan

jari-jari ionik masing-masing 0,78 Å dan 0,64 Å. Atom Fe bersifat feromagnetik dan memiliki periode yang sama dengan Zn dengan jari-jari ionik 0,74 Å. Maka dari itu, Fe efektif dilakukan karena memiliki jari-jari ionik yang berdekatan[2],[3].

Pemilihan substrat adalah faktor penting dalam proses penumbuhan lapisan tipis. Ketidakcocokan kisi antara substrat dan lapisan tipis dapat terjadi yang menimbulkan tegangan dan tekanan sehingga jarak antar bidang kisi berkurang dan peningkatan sudut pada karakterisasi XRD. Maka diperlukan lapisan penyangga sebagai solusinya, yaitu ZnO dan ITO. Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh X. M. Teng (2006), ITO sebagai lapisan penyangga yang dideposisikan dengan metode RF sputtering memiliki ketidakcocokan sebesar 3% terhadap film tipis ZnO karena memiliki ikatan

(2)

oksigen yang berperan dalam tahap nukleasi. Dan penelitian yang telah dilakukan oleh T. Yang(2010) melalui metode sol gel-spin coating ZnO sebagai lapisan penyangga dapat meningkatkan stabilitas dari aplikasi Polymer Solar Cells (PSCs) hingga 8% dibandingkan tanpa lapisan penyangga[4],[5].

Oleh karena itu, pada penelitian ini film tipis ZnO:Fe ditumbuhkan di atas substrat kaca dengan metode spray pyrolysis sederhana menggunakan alat nanospray dengan lapisan penyangga ITO dan ZnO dan tanpa lapisan penyangga. Kemudian dikarakterisasi untuk mengetahui kualitas sebagai sel fotovoltaik.

2. Metode penelitian

Penumbuhan lapisan tipis ZnO:Fe dilakukan dengan metode spray pyrolysis diawali dengan tahap pembuatan prekursor. Prekursor utama adalah zinc acetat dyhydrat sebanyak 0,5 M dan iron (III) hexadyhydrat sebanyak 0,5 M. Kemudian kedua prekursor dilarutkan dalam etanol dengan volume 30 mL. Prekursor diaduk menggunakan magnetic stirrer pada suhu ruang dengan kecepatan 180 rpm selama 30 menit hingga larutan homogen. Tahap kedua adalah preparasi dan pencucian substrat kaca dan ITO menggunakan ultrasonic cleaner ke dalam larutan alkohol 96% dan distilled water agar substrat bersih dan terhindar dari senyawa organik serta partikel pengotor. Setelah substrat bersih dan kering tahap selanjutnya adalah proses penyemprotan larutan FZO dari wadah nanospray ke permukaan atas substrat yang sebelumnya telah dipanaskan menggunakan hotplate dengan suhu 450oC hingga terbentuk lapisan tipis FZO. Begitu pula dengan proses sintesis untuk larutan ZnO murni sebagai lapisan penyangga.

Selanjutnya, lapisan tipis yang terbentuk dikarakterisasi dengan Spektrofotometer UV-Vis untuk mengetahui sifat optik. Untuk sifat struktur dikarakterisasi menggunakan XRD. Untuk sifat listrik dilakukan pengukuran I-V. Tahap awal adalah pemasangan pasta perak (Ag) sebagai elektroda. Kemudian rangkaian pengukuran I-V disiapkan, multimeter digital analitik

yang berorde mikrometer diatur dalam bentuk arus DC sebagai output dan power supply sebagai sumber tegangan. Arus keluaran dicatat dari tegangan 0-10 volt dalam kondisi gelap dan kondisi terang.

3. Hasil dan Pembahasan

Hasil karakterisasi spektrofotometer UV-Vis diperoleh nilai absorbansi atau nilai serapan terhadap panjang gelombang. Dimana panjang gelombang dikonversi menjadi energi foton (eV). Kurva serapan material film tipis FZO dapat dilihat pada gambar 4.1 (a) dan (b) di bawah ini.

Gambar 1. (a) Kurva serapan FZO film tipis diatas substrat kaca dan (b) FZO film tipis diatas substrat ITO

Pada gambar 1 (a) menunjukkan kurva serapan film tipis FZO tanpa lapisan penyangga dan dengan lapisan penyangga diatas substrat kaca dan (b) kurva serapan film tipis FZO diatas ITO. Dari kedua kurva serapan menunjukkan grafik yang datar di awal kemudian meningkat pada rentang 3-3,5 eV hingga diatas 3,5 eV grafik konstan dan tidak naik lagi. Pada rentang ini menandakan bahwa material film tipis FZO dapat menyerap cahaya dengan energi sebesar 3-3,5 eV.

Energi foton yang diterima ini membuat atom-atom film tipis FZO akan bervibrasi dan mengalami transisi elektronik. Transisi elektronik adalah peristiwa ketika atom-atom akan tereksitasi dari pita valensi ke pita konduksi akibat dikenai oleh suatu energi tertentu [6].

Film tipis FZO menyerap cahaya maksimum pada

(a)

(b)

(3)

daerah panjang gelombang UV yaitu 310-350 nm. Jika semakin tinggi nilai absorbansi maka intensitas cahaya yang diserap semakin banyak.

Kurva serapan (a) menunjukkan bahwa film tipis FZO/ZnO/Kaca dan FZO/ITO/kaca memiliki nilai absorbansi yang lebih besar dibandingkan dengan film tipis FZO/Kaca. Nilai absorbansi antara film tipis FZO/ZnO/Kaca dan FZO/ITO/kaca tidak jauh berbeda.

Hal ini akan mempengaruhi besarnya energi gap dan sifat transparan masing-masing film tipis. Nilai absorbansi yang tinggi mengindikasi bahwa atom-atom yang terlibat dalam proses penyerapan cahaya semakin banyak, sehingga cahaya cenderung lebih sulit melewati material film tipis.[ Sifat Optik Lapisan Tipis ZnO, a doyan]Kurva serapan (b) menunjukkan bahwa film tipis FZO diatas ITO dengan lapisan penyangga ZnO memiliki nilai serapan lebih tinggi dibandingkan tanpa lapisan penyangga. Kedua lapisan tipis dapat menyerap energi foton pada rentang 3,25-3,5 eV.

Energi gap (Eg) film tipis FZO ditentukan dengan metode Tauc Plot yang ditunjukkan pada gambar 4.2 di bawah ini. Pada kurva ekstrapolasi (a) diperoleh energi gap dari film tipis FZO/Kaca, FZO/ZnO/kaca dan FZO/ITO/Kaca

masing-masing sebesar 3,28 eV, 3,25 eV dan 3,27 eV. Terlihat bahwa celah pita energi menurun dengan selisih 0,1 eV dengan adanya lapisan penyangga ZnO dan ITO. Rentang perbedaan celah pita yang tidak terlalu besar ini disebabkan karena molaritas FZO dan ZnO sama.

Sedangkan pada kurva ekstrapolasi (b) antara FZO/ITO dan FZO/ZnO/ITO memiliki celah pita energi masing-masing 3,27 eV dan 3,24 eV. Film tipis dengan lapisan penyangga ZnO memperkecil nilai energi gap. Dari kedua kurva ekstrapolasi diatas menyatakan bahwa dengan adanya lapisan penyangga ZnO dan ITO mempengaruhi sifat optik yaitu dapat menurunkan nilai energi gap film tipis FZO.

Nilai energi gap yang menurun menandakan bahwa elektron membutuhkan sedikit energi untuk tereksitasi dari pita valensi ke pita konduksi [mid sn]. Peningkatan celah energi dipengaruhi oleh perbedaan ketebalan keseluruhan dari lapisan tipis dan lapisan penyangga serta ukuran butir partikel [hong][vidnokumar].

Gambar 2. Kurva ekstrapolasi (a) FZO film tipis diatas substrat kaca dan (b) FZO film tipis diatas substrat ITO

Tabel 4.1 Perbandingan nilai energi gap dari film tipis FZO

No. Film tipis Energi gap (eV)

1 FZO/Kaca 3,28

2 FZO/ZnO/Kaca 3,25 3 FZO/ITO/Kaca 3,27

4 FZO/ITO 3,27

5 FZO/ZnO/ITO 3,24

Hasil pengujian spektrum XRD dari film tipis FZO terbentuk antara sumbu y sebagai intensitas dengan satuan arbitary unit (a.u.) terhadap sudut difraksi (2θ) pada sumbu x, seperti yang terlihat pada gambar 4.3.

dibawah ini. Untuk gambar 4.3 (a) dan (b) sesuai dengan referensi data ICCD 01-089-1397 puncak yang terbentuk adalah fasa kristal dari ZnO dengan struktur kristal heksagonal wurtzite sedangkan fasa lain tidak terbentuk, orientasi bidang hkl terdeteksi pada (100), (002), (101) dan (110). Film tipis FZO/kaca gambar 4.3 (a) memiliki puncak dengan intensitas tertinggi

(a) (b)

(4)

pada hkl (100) dan teridentifikasi juga puncak (101) dan (110) yang berkolerasi disudut 31,854o, 36,296o dan 56,599o. Hal ini sesuai dengan yang dilaporkan [7]–[9].

Gambar 3. Hasil spektrum XRD film tipis FZO Adanya puncak lemah pada film tipis FZO/Kaca disebabkan oleh sedikitnya lapisan ZnO yang terbentuk pada orientasi bidang tersebut sehingga hanya sedikit berkas sinar yang dapat didifraksikan [10]. Pada film tipis FZO/ZnO/kaca gambar 4.3 (b), teridentifikasi puncak dengan intensitas tertinggi pada bidang hkl (002) dan (101) pada sudut 34,348o dan 36,10o. Pergeseran atau perpindahan bidang hkl dapat terjadi karena penambahan lapisan penyangga ZnO diatas substrat kaca, Jika dibandingkan dengan film tipis FZO/Kaca intensitas puncak lebih tinggi dan puncak- puncak kecil tereduksi. Pada film tipis FZO/ZnO/kaca bidang hkl (002) menjadi lebih tinggi sedangkan (100) melemah karena metode deposisi dan distribusi ion Fe dalam film tipis ZnO mempengaruhi kualitas kristal dan orientasi pertumbuhan film FZO [11].

Pertumbuhan kristal antara atom ZnO doping Fe yang berbeda juga terjadi karena adanya cacat kristal yang ditandai dengan pergeseran posisi atom (dislokasi) dalam struktur kristal akibat pengaruh tekanan internal dan regangan kisi seperti yang dilaporkan oleh [12]

Berarti dengan adanya ZnO sebagai lapisan penyangga dapat mempengaruhi struktur film tipis FZO.

Pada film tipis FZO/ITO/Kaca gambar 4.3 (c),fasa kristal ZnO tidak terbentuk. Sesuai dengan ICCD 00-

039-1058,fasa kristal pada film tipis FZO/ITO/kaca adalah ITO dengan struktur kubik yang posisi puncak dan sudut sama dengan substrat ITO gambar 4.3 (d).

Hal ini terjadi akibat lapisan tipis FZO yang terbentuk sangat tipis sehingga berkas sinar yang terdifraksi tidak mengindikasi fasa kristal ZnO. Dalam hal ini ITO sebagai lapisan penyangga memiliki ikatan oksigen yang berperan dalam proses nukleasi [4].

Pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM) dilakukan untuk mengetahui morfologi dan bentuk dari film tipis FZO tanpa larutan penyangga dan dengan lapisan penyangga. Sampel yang dikarakterisasi adalah film tipis FZO/ITO dan FZO/ZnO/ITO. Hasil karakterisasi SEM ditunjukkan pada gambar 4.4 dibawah ini. Gambar 4.4. (a) menunjukkan bentuk dari partikel film tipis FZO/ITO menyerupai bunga atau disebut dengan nanoflower dan (b) menunjukkan bentuk dari partikel dari film tipis FZO/ZnO/ITO yang menyerupai tabung atau sering disebut dengan nanorods. Hasil pengujian pada penelitian ini relevan dengan yang pernah diteliti oleh Ziad T.,2012 yang berhasil menumbuhkan ZnO diatas substrat kaca dengan temperatur 550oC. Dari hasil karakterisasi XRD diperoleh bahwa bentuk nanorods ZnO film tipis memiliki puncak dengan intensitas maksimum pada bidang (100) sedangkan nanoflower ZnO film tipis memiliki intensitas puncak pada bidang (002) [13].

Untuk ukuran butir dari partikel film tipis diukur menggunakan software image-j dengan mengacu pada skala hasil SEM. Hasil pengukuran diperoleh nilai rata- rata dari ukuran partikel film tipis FZO/ITO yaitu 5936,75 nm atau 5,936 μm sedangkan ukuran butir film tipis FZO/ZnO/ITO yaitu 806,758 nm atau 0,806 μm.

Berarti film tipis FZO/ZnO/ITO memiliki ukuran butir yang lebih kecil dan dari hasil foto SEM, tampak permukaan atas film tipis FZO/ZnO/ITO lebih rata dan distribusi partikel lebih homogen diatas substrat.

Sehingga dapat dinyatakan bahwa film tipis FZO dengan lapisan penyangga ZnO lebih baik jika

(5)

dibandingkan dengan film tipis tanpa lapisan penyangga.

Sampel film tipis yang diukur, sebelumnya dipasangkan elektroda Ag (perak) dalam bentuk pasta.

Film tipis FZO dan CZO ditumbuhkan diatas ITO sebagai substrat yang bersifat konduktif dan dapat berfungsi sebagai elektroda.

Gambar 4. Hasil SEM film tipis FZO

Gambar 5. Kurva I-V film tipis FZO dan CZO (a) pola terang (b) pola gelap

Data pengukuran I-V kemudian diplot dalam kurva I-V seperti yang terlihat pada gambar 4.5 dimana pada sumbu x adalah besarnya tegangan dari -10 V sampai 10 V dengan rentang 0,5 V dan pada sumbu y adalah arus yang dihasilkan.

Terlihat pada gambar 4.5 (a) arus yang dihasilkan pada kondisi terang lebih besar dibandingkan dengan kondisi gelap. Nilai arus yang dihasilkan oleh film tipis dengan lapisan penyangga lebih tinggi dibandingkan dengan film tipis tanpa lapisan penyangga. Perbedaan nilai arus antara pola terang dan pola gelap membuktikan bahwa material film tipis bereaksi dengan cahaya. Dari keempat sampel nilai arus paling tinggi dihasilkan oleh film tipis FZO/ZnO/ITO kemudian disusul oleh CZO/ZnO/ITO.

Kurva yang dihasilkan menunjukkan grafik non-linear dimana ketika diberi tegangan dari 0-4 Volt nilai arus meningkat tidak beda jauh dengan arus pada kondisi gelap. Kemudian mengalami kenaikan tajam pada tegangan sebesar 5 volt dan semakin meningkat hingga pada tegangan input 10 volt. Kurva yang non-linier menandakan adanya potensial penghalang Schottky pada persambungan antara metal dan semikonduktor (Ag- FZO dan Ag-CZO) akibatnya nilai arus akan terus meningkat secara signifikan ketika energi yang dimiliki elektron cukup untuk melewati penghalang tersebut.

Sedangkan pada gambar 4.5 (b), arus pada kondisi gelap yang rendah dipengaruhi oleh proses adsorpsi atom Oksigen pada film tipis FZO [14]. Dari keempat sampel menunjukkan grafik yang linier dimana arus akan

(a)

(b)

(6)

meningkat jika tegangan yang diberikan juga meningkat yang disebut Ohmic contact.

Gambar 6. Skema kondisi gelap dan terang film tipis FZO

Pada gambar 6 (a) proses yang terjadi pada kondisi gelap dipengaruhi oleh penyerapan atom oksigen pada permukaan ZnO. Atom Oksigen akan terserap karena adanya kekosongan atom Oksigen pada kristal ZnO.

Atom oksigen ini akan menangkap elektron bebas dari Zn dan membentuk daerah deplesi. Akibatnya, pita akan bengkok keatas dan menghambat elektron untuk mengalir ke ZnO. Sehingga menghasilkan arus yang rendah. Gambar 4.6 (b) Pada kondisi terang, terbentuk pasangan electron-hole karena energi foton yang berasal dari lampu UV lebih besar dibanding dengan energi gap yang dimiliki oleh ZnO. Elektron akan tereksitasi dari pita valensi O-2p menuju pita konduksi Zn-3d. Pada kondisi ini, atom O2- dan atom O- akan terlepas. Sehingga konsentrasi pembawa muatan (elektron) semakin meningkat yang mengakibatkan arus tinggi. Setelah lampu UV dimatikan maka, atom O akan terserap kembali [14], [15].

Untuk melihat perbedaan kurva I-V dari film tipis FZO dengan lapisan penyangga dan tanpa lapisan penyangga dapat dilihat pada gambar 7. Hal yang sama juga terjadi pada film tipis FZO/ITO bahwa kondisi terang memiliki nilai arus yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi gelap dan menunjukkan kurva yang non-linier. Nilai arus kondisi terang film tipis FZO/ITO atau tanpa buffer layer yaitu 10,46 µA pada 10 volt lebih rendah dibandingkan dengan film tipis FZO/ZnO/ITO yaitu sebesar 39,12 µA. Hal ini menandakan bahwa dengan adanya ZnO sebagai buffer layer dapat meningkatkan konsentrasi pembawa muatan (elektron) yang mengakibatkan arus lebih

tinggi. Pada kondisi terang, arus yang dihasilkan meningkat dengan signifikan pada tegangan 6,5 V.

Dari kurva yang dihasilkan menunjukkan bahwa dengan adanya lapisan penyangga dapat meningkatkan nilai arus film tipis FZO. Besar penghalang Schottky yang terjadi pada persambungan metal-semikonduktor dapat diketahui dari nilai arus saturasi. Nilai arus saturasi mempengaruhi tingginya Schottky barrier.

Pada gambar 4.8. merupakan kemiringan kurva yang ditarik untuk memperoleh nilai arus saturasi (Io) terhadap tegangan dari plot logaritmik 𝑙𝑛 𝐼 𝑒𝑞𝑉/𝑘𝑇

𝑒𝑞𝑉/𝑘𝑇 −1 [13].

Gambar 7. Kurva dan skema I-V film tipis FZO/ITO dan FZO/ZnO/ITO

(a) (b)

(7)

Gambar 8. plot logaritmik 𝑙𝑛 𝐼 𝑒𝑞𝑉/𝑘𝑇

𝑒𝑞𝑉/𝑘𝑇 −1 terhadap tegangan dan (b) sensitivitas FZO dan CZO film tipis

Tabel 4.2. Tinggi Schottky Barrier film tipis FZO dan CZO

Lapisan Tipis Tinggi Schottky Barrier

FZO/ITO 0,4771

FZO/ZNO/ITO 0,4773

CZO/ITO 0,4775

CZO/ZNO/ITO 0,4765

Nilai dari ln Io dari sampel FZO/ITO dan FZO/ZnO/ITO berturut-turut yang dihasilkan adalah 16,24 dan 15,78 kemudian diubah menjadi Io. Nilai Io

mempengaruhi tinggi dari Schottky barrier (ΦB) sesuai dengan persamaan Thermionic Emission [sharma b.l.]

dibawah ini :

ΦB=𝑘𝑇

𝑞 ln (𝐴𝐴 𝑇2 𝐼𝑜 )

Dimana k adalah konstanta Boltzman (1,38x10-23), T adalah temperatur absolut, q adalah muatan elektron (- 1,6x10-19), A adalah luas daerah kontak Schottky barrier, A* adalah konstanta Richardson (~ 32 A/cm2K2) dan Io adalah arus saturasi. Sehingga tinggi

Schottky barrier dari hasil perhitungan untuk sampel FZO/ITO dan FZO/ZnO/ITO tertera pada tabel 4.2.

Semakin tinggi Schottky barrier maka elektron akan semakin sulit untuk berpindah dari film tipis FZO ke Ag (metal) sehingga arus gelap yang dihasilkan lebih rendah.

4. Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian ini, adapun kesimpulan yang didapatkan sebagai berikut :

1. Dengan metode spray pyrolisis sederhana Film tipis FZO diatas substrat berhasil ditumbuhkan dengan lapisan penyangga ZnO dan ITO.

2. Hasil karakterisasi UV-Vis menunjukkan bahwa energi gap film tipis FZO menurun dengan adanya lapisan penyangga ZnO dan ITO 3. Fasa kristal ZnO yang terbentuk adalah

heksagonal wurtzite, dengan orientasi bidang (002) dan (100)

4. Hasil SEM film tipis FZO menyerupai bunga (nanoflower) dan tabung (nanorods). Ukuran butir partikel yang dihasilkan 5,936 μm dan 0,806 μm.

5. Nilai arus dan sensitivitas film tipis FZO dengan lapisan penyangga ZnO lebih tinggi dibandingkan tanpa lapisan penyangga dan meningkatkan Schottky barrier.

Daftar Pustaka

[1] Y.-H. Hu et al., “Texture ZnO Thin-Films and their Application as Front Electrode in Solar Cells,” Engineering, vol. 02, no. 12, pp. 973–978, 2010.

[2] F. Lmai et al., “Spin wave study and optical properties in Fe-doped ZnO thin films prepared by spray pyrolysis technique,” Opt. Mater.

(Amst)., vol. 57, pp. 28–33, 2016.

[3] T. Srinivasulu, K. Saritha, and K. T. R. Reddy,

“Synthesis and characterization of Fe-doped ZnO

(a)

(b)

(8)

thin films deposited by chemical spray pyrolysis,” Mod. Electron. Mater., vol. 3, no. 2, pp. 76–85, 2017.

[4] X. M. Teng, H. T. Fan, S. S. Pan, C. Ye, and G.

H. Li, “Photoluminescence of ZnO thin films on Si substrate with and without ITO buffer layer,”

J. Phys. D. Appl. Phys., vol. 39, no. 3, pp. 471–

476, 2006.

[5] T. Yang et al., “Solution-processed zinc oxide thin film as a buffer layer for polymer solar cells with an inverted device structure,” J. Phys. Chem.

C, vol. 114, no. 14, pp. 6849–6853, 2010.

[6] A. Doyan and H. Humaini, “SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS ZnO,” J. Pendidik. Fis. dan Teknol., vol. 3, no. 1, p. 34, 2017.

[7] R. K. Shukla, A. Srivastava, N. Kumar, A.

Pandey, and M. Pandey, “Optical and sensing properties of Fe doped ZnO nanocrystalline thin films,” Mater. Sci. Pol., vol. 34, no. 2, pp. 354–

361, 2016.

[8] A. P. Rambu, V. Nica, and M. Dobromir,

“Influence of Fe-doping on the optical and electrical properties of ZnO films,” Superlattices Microstruct., vol. 59, pp. 87–96, 2013.

[9] B. P. Kafle, S. Acharya, S. Thapa, and S. Poudel,

“Structural and optical properties of Fe-doped ZnO transparent thin films,” Ceram. Int., vol. 42, no. 1, pp. 1133–1139, 2016.

[10] W. Ayu, P. Kesuma, P. S. Fisika, and J. Sains, PENUMBUHAN DAN KARAKTERISASI FILM TIPIS ZnO:Cu (CZO) DENGAN METODE SPRAY PYROLYSIS SEDERHANA SEBAGAI FOTODETEKTOR UV TUGAS AKHIR. 2019.

[11] U. Alver, T. Kilinç, E. Bacaksiz, and S. Nezir,

“Structure and optical properties of Zn1-xFexO thin films prepared by ultrasonic spray pyrolysis,” Mater. Sci. Eng. B Solid-State Mater.

Adv. Technol., vol. 138, no. 1, pp. 74–77, 2007.

[12] Z. N. Kayani, S. Iram, R. Rafi, S. Riaz, and S.

Naseem, “Investigation of Fe doping on the magnetic and optical properties of ZnO thin film,” Appl. Phys. A Mater. Sci. Process., vol.

124, no. 7, pp. 1–13, 2018.

[13] Z. T. Khodair, a R. Alsrraf, M. I. Manssor, and N. a Bakr, “SYNTHESIS AND STUDY OF ZnO

NANORODS AND Fe-DOPED ZnO

NANOFLOWERS BY ATMOSPHERIC

PRESSURE CHEMICAL VAPOR

DEPOSITION (APCVD) TECHNIQUE,” Iraq, vol. 15, no. Cvd, pp. 1200–1208, 2012.

[14] C. Liu et al., “Influence of Fe-doping on the structural, optical and magnetic properties of ZnO nanoparticles,” J. Magn. Magn. Mater., vol.

324, no. 20, pp. 3356–3360, 2012.

[15] E. Nurfani, A. Virdian, R. Kurniawan, S.

Muhammady, and I. M. Sutjahja, “Electrical Properties of ZnO-based Photodetector Prepared by Room Temperature DC Unbalanced Magnetron Sputtering,” vol. 10150, no. 100, pp.

17–20, 2016.

Gambar

Gambar 1. (a) Kurva serapan FZO film tipis diatas  substrat kaca dan (b) FZO film tipis diatas substrat  ITO
Tabel 4.1 Perbandingan nilai energi gap dari film tipis  FZO
Gambar 3. Hasil spektrum XRD film tipis FZO  Adanya  puncak  lemah  pada  film  tipis  FZO/Kaca  disebabkan oleh sedikitnya lapisan ZnO yang terbentuk  pada  orientasi  bidang  tersebut  sehingga  hanya  sedikit  berkas  sinar  yang  dapat  didifraksikan
Gambar 5. Kurva I-V film tipis FZO dan CZO (a)  pola terang (b) pola gelap
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan bahan vasokonstriktor sebagai tambahan dalam anestesi lokal pada pasien hipertensi masih merupakan perdebatan, meskipun sudah ada bukti- bukti penelitian bahwa

Program kerja PPL telah terlaksana dengan baik dan lancar. Kegiatan praktik mengajar di kelas. Selain itu, program tambahan dari sekolah juga telah terlaksana dengan

Aviscenna, (2011), Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dengan judul tesis : Pengaruh Motivasi kerja dan Budaya organisasi Terhadap Kinerja pegawai pada

Jadi kadar NPK pada limbah cair sampah organik kering dan basah tidak memenuhi syarat sebagai pupuk cair organik dikarenakan air limbah yang dihasilkan dari proses

Demi pembangunan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya karya ilmiah saya yang berjudul: Pengaruh Pemberian Infusa

Pencitraan Kompleks Gua Maria yang Tenang dan Menyatu dengan Alam Lewat Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular.. Permasalahan

Pengujian numerik dilakukan untuk menilai keakuratan dan kekonvergenan MEH-K bila dibandingkan dengan MEH yang setara, yaitu elemen hingga yang memiliki derajat fungsi

Ini dilakukan dengan pelepasan hak atas tanah dengan mendapat ganti rugi yang tidak berupa uang semata akan tetapi juga berbentuk tanah atau fasilitas lain.5 Berdasarkan pemaparan