BAB IV
GAMBARAN UMUM PENELITIAN
A. Deskripsi Wilayah
Kabupaten Malinau adalah sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Ibu Kota dari Kabupaten ini adalah Malinau Kota. Berikut merupakan batasan-batasan administratif wilayah Malinau Kota:
1) Sebelah Utara : Kabupaten Nunukan
2) Sebelah Timur : Kabupaten Tanah Tidung, berau dan Bulungan 3) Sebelah Barat : Serawak Malaysia
4) Sebelah Selatan : Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegra
Berdasarkan Topografinya Kabupaten Malinau berada diketinggian antara 0 - 2000 mdpl diatas permukaan laut. Daerah dataran rendah yang subur pada umumnya dijumpai dikawasan sepanjang sungai khususnya di Kecamatan Malinau, Kecamatan Malinau Utara, Kecamatan Malinau Barat, Kecamatan Malinau Selatan, sepanjang sungai Malinau, sungai Semendurut, sungai Sembuak, Salap dan sebagian di Ibu Kota Kecamatan Mentarang.
Kabupaten Malinau terdapat dataran tinggi yang terjal yang ditumbuhi hutan belantara yaitu sebagian Kecamatan Mentarang, Kecamatan Mentarang Hulu, Kecamatan Pujungan, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Bahau Hulu, Kecamatan Kayan Selatan dan Kecamatan Sungai Boh meliputi dataran tinggi, perbukitan dengan pegunungan dengan
ketinggian ± 500 - 2000 m di atas permukaan laut. (Badan Pusat Statistik, 2013).
B. Prekonomian Daerah
Beberapa tahun belakangan ini prekonomian Kabupaten Malinau mengalami perubahan yang sangat signifikan. Prubahan struktural ini meliputi pergeseran bertahap dari kegiatan-kegiatan sektor pertanian ke non sektor pertanian. Perekonomian Kabupaten Malinau secara umum masi didominasi oleh sektor-sektor yang mengandalkan potensi sumberdaya alam.
Seperti pertanian, pertambangan dan juga pariwisata. Struktur prekonomian Kabupaten Malinau dapat dilihat dari kontribusi sektor-sektor dalam pembentukan PDRB.
Tabel 4.1
PDRB KABUPATEN MALINAU
No Lapangan Usaha 2007 2008 2009 2010 2011
(%) (%) (%) (%) (%)
1 Pertanian 39.59 35.42 21.44 18.02 21.44 2 Pertambangan &
Penggalian 4.07 9.24 28.87 35.83 28.87 3 Industri pengolahan 0.07 0.07 0.07 0.06 0.07 4 Listrik, Gas dan Air
Minum 0.22 0.22 0.19 0.17 0.19
5 Bangunan dan
Konstruksi 15.70 15.54 13.96 11.15 13.96
6
Perdangan, restoran &
hot El
17.23 15.76 14.20 12.86 12.00
No Lapangan Usaha 2007 2008 2009 2010 2011
(%) (%) (%) (%) (%)
7 Pengakutan dan
Komunikasi 2.63 2.60 2.51 2.09 18.36
8
Keuangan, persewaaan & jasa
perusahaan
0.40 0.41 0.41 0.37 0.30
9 Jasa-jasa 20.09 20.74 18.36 19.45 4.81 Jumlah 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 Sumber : Badan Pusat Statistika Kabupaten Malinau 2013
Berdasarkan tabel 4.1 diatas Produk Demostik Regional Bruto pada tahun 2011 menunjukan bahwa struktur prekonomian Kabupaten Malinau ini didominasi oleh sektor Pertambangan dengan kontribusi sebesar 35.83%
selanjutnya sektor pertanian memberikan konstribusi sebesar 18.02%, dan sektor-sektor prekonomian lainnya hanya memberikan kontribusi yang relatif kecil (kurang dari 10%) dalam struktur prekonomian di Kabupaten Malinau industri pengolahan sebesar 0.06%, sektor listrik, gas dan air minum 0.17%, sektor pengangkutan dan komunikasi hanya sebesar 2.51% kemudian sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 0.37%, sektor jasa-jasa 19.45% dan sektor bangunan 11.15%, sektor perdagangan, restoran dan hotel 12.86% . lima sektor terbesar tersebut secara keseluruhan memberikan konstribusi sebesar 97.31% dalam pembentukan PDRB Kabupaten Malinau pada tahun 2011. Jadi sektor sekunder yaitu sektor industri pengelolaan, sektor listrik gas dan air minum dan sektor bangunan memberikan kontribusi
yang relatif kecil dibandingkan dengan kontribusi sektor primer yaitu sektor pertanian dan sektor pengalian atau pertambangan.
C. Potensi dan Daya Tarik 1. Atraksi Alam
Objek Wisata Air Panas Semolon merupakan objek wisata air panas terbesar dan terunik karena aliran sungainya berundak undak, selayaknya sebuah tangga yang bertingkat-tingkat. Objek wisata ini juga mempunyai sumber aliran air panas yang terus mengalir dan dapat kita rasakan kehangatannya. Masyarakat setempat juga mempercayai bahwa air di objek wisata ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit karna kandungan sulfur yang terdapat pada aliran sungainya. Panorama yang ditawarkan oleh objek wisata air panas Semolon begitu indah dan asri khas hutan hujan tropis yang eksotik.
2. Atraksi buatan a. Budaya
Pada hari-hari tertentu masyarakat adat sekitar akan menyelenggarakan gelar budaya yang meliputi: tarian dayak lundaya, tari kolaborasi yang ditampilkan oleh muda-mudi setempat.
b. Kerajinan
Masyarakat setempat juga menawarkan kerajinan-kerajinan berupa: kerajinan anyaman dari rotan dan tas manik-manik khas dayak Kalimantan Utara.
c. Kegiatan outdoor
Pada objek wisata ini, pengelola juga menawarkan wisata arung jeram untuk pengunjung yang ingin menguji adrenalinya. Selain itu wisatawan juga dapat bercamping di area sekitar objek wisata ini.
D. Aksesabilitas
Kondisi jalan menuju Objek Wisata Air Panas Semolon masih sangat alami, karena masih berupa jalan tanah berbatu. Namun, akses menuju lokasi objek wisata sudah dapat dilalui kendaraan pengunjung khususnya roda 4 dan roda 2. Untuk mencapai lokasi pengunjung harus melewati lembah yang cukup curam, dengan tanah gambut khas Kalimantan. Akan tetapi sepanjang perjalanan wisatawan akan disuguhi panorama hutan Kalimantan yang akan memuaskan pandangan wisatawan. Jarak yang harus ditempuh wisatawan dari pusat kota hingga mencapai lokasi kurang lebih 2-3 jam tergantung cuaca.
E. Pengelolaan Objek wisata
Pengelolaan objek wisata Semolon di bawah naungan Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau, Namun pekerja di objek wisata tersebut baik keamanan, kebersihan disekitar objek wisata air panas Semolon didominasi oleh warga sekitar.
F. Fasilitas
Fasilitas yang disediakan pengelola pada Objek Wisata Air Panas Semolon diantaranya:
1. Lahan parkir yang cukup luas 2. Gazebo
3. Tempat pertemuan atau acara 4. Jembatan gantung
5. Lapangan voly rumput 6. Toilet
7. Tempat ibadah
8. Tempat duduk untuk bersantai-santai G. Karakteristik Responden
Penelitian ini menggunakan data primer dengan menggunakan kuisioner sebagai alat bantu pengumpulan data yang disebar pada 100 wisatawan sebagai responden dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan sejak tanggal 16 Januari-selesai. berikut karakteristik responden dalam penelitian ini yang disajikan dalam sebuah tabel dibawah ini:
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Kunjungan Wisata Dasar Klasifikasi Sub Klasifikasi Jumlah Persentase
Jumlah Kunjungan Wisata (VISIT)
1-2 kali 56 56%
3-4 kali 30 30%
5-6 kali 13 13%
> 7 kali 1 1%
Dari tabel di atas diketahui bahwa wisatawan berkunjung ke objek wisata air panas Semolon 1-2 kali pertahun dengan persentase sebesar 56%, Kemudian wisatawan yang berkunjung 3-4 kali pertahun sebesar 30%, dan sebesar 13% rata-rata wisatawan berkunjung 5-6 kali, dan hanya sebesar 1%
wisatawan yang berkunjung lebih dari 7 kali.
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Biaya Perjalanan
Dasar Klasifikasi Sub Klasifikasi Jumlah Persentase
Biaya Perjalanan (BP)
Rp 50.000,00 - 100.000,00 44 44%
Rp 100.000,00 - 200.000,00 42 42%
Rp 200.000,00 - 300.000,00 12 12%
> Rp 300.000,00 2 2%
Karakteristik responden berdasarkan biaya perjalanan mayoritas wisatawan berada pada kisaran Rp 50.000,00 – 100.000,00 dengan persentase 44%. Kemudian biaya perjalanan yang berada pada kisaran Rp 100.000,00 – 200.000,00 memiliki persentase sebesar 42%, dan selanjutnya wisatawan yang memiliki biaya perjalanan pada kisaran Rp 200.000,00 – 300.000,00 sebesar 12%. Sisanya 2% wisatawan dengan biaya perjalanan >Rp 300.000,00.
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Jarak Tempuh
Dasar Klasifikasi Sub Klasifikasi Jumlah Persentase
Jarak Tempuh (JT)
25 - 40 km 36 36%
41 - 56 km 20 20%
57 - 72 km 17 17%
73 - 88 km 17 17%
> 89 km 10 10%
Sebagian responden memiliki jarak tempuh 25 – 40 km mempunyai persentase 36%, dan jarak tempuh 41 – 56 km wisatawan sebesar 20%, kemudain jarak tempuh 57 – 72 km dan 73 – 88 km masing-masing sebesar 17%. Sisanya jarak tempuh diatas 89 km mempunyai persentase sebesar 10%.
Tabel 4.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Dasar Klasifikasi Sub Klasifikasi Jumlah Persentase
Jenis Kelamin (SEX)
Laki – Laki 51 51%
Perempuan 49 49%
Dan kemudian berdasarkan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat bahwa terdapat 51% Kemudian responden dengan jenis kelamin laki-laki sedangkan 49% responden berjenis kelamin perempuan.
Tabel 4.6
Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
Dasar Klasifikasi Sub Klasifikasi Jumlah Persentase
Umur (AGE)
19 - 26 Tahun 13 13%
27 - 34 Tahun 28 28%
35 - 42 Tahun 25 25%
43 - 50 Tahun 20 20%
> 51 Tahun 14 14%
Kemudian mayoritas umur berdasarkan tabel diatas adalah usia 27 - 34 tahun wisatawan yang datang ke objek wisata Semolon sebesar 28%, diikuti dengan usia 35-42 tahun dengan persentase 25%, kemudian selanjutnya sebanyak 20% wisatawan yang berusia 43-50 tahun, dan 14%
usia wisatawan diatas 51 tahun, sisanya wisatawan yang berusia diatas 19-26 tahun sebanyak 13%.
Tabel 4.7
Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Dasar Klasifikasi Sub Klasifikasi Jumlah Persentase
Tingkat Pendidikan (EDU)
SD (6 tahun) 6 6%
SMP (9 tahun) 12 12%
SMA (12 tahun) 57 57%
D3 (15 tahun) 15 15%
S1 (16 tahun) 10 10%
Kemudian berdasarkan karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan, mayoritas responden berpendidikan terakhir SMA dengan total 57% dan sebesar 15% responden yang berpendidikan D3, sebesar 12%
berpendidikan terakhir SMP kemudian ada 10% yang berpendidikan S1 dan sebesar 6% responden berpendidikan terakhir SD.
Tabel 4.8
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan
Dasar Klasifikasi Sub Klasifikasi Jumlah Persentase
Pendapatan (INC)
< Rp 800.000,00 22 22%
Rp 800.000,00 -
1.000.000,00 28 28%
Rp 1.000.000,00 -
2.000.000,00 27 27%
Rp 2.000.000,00 -
3.000.000,00 16 16%
> Rp 3.000.000,00 7 7%
Dan pada tabel karakteristik responden berdasarkan pendapatan diatas dapat dilihat pendapatan wisatawan mayoritas berada pada kisaran Rp 800.000,00 – 1.000.000,00 dengan persentase sebesar 28%, kemudian sebesar 27% pendapatan wisatawan Rp 1.000.000,00 – 2.000.000,00, selanjutnya pendapatan wisatawan dibawah Rp 800.000,00 sebanyak 22%, dan Rp.2.000.000,00 – 3.000.000,00 sebanyak 16% sisanya wisatawan dengan pendapatan diatas Rp 3.000.000,00 sebesar 7%.