• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA. pembahasan. Tahap analisis bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengolah data

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV ANALISIS DATA. pembahasan. Tahap analisis bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengolah data"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user BAB IV ANALISIS DATA

Data yang diperoleh akan dianalisis sesuai dengan teori yang mendukung pembahasan. Tahap analisis bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengolah data sehingga diperoleh kesimpulan yang tepat. Deskripsi dalam analisis data ini meliputi karakteristik pemakaian bahasa, fungsi bahasa, dan kosakata ciri penentu register.

A. Karakteristik Pemakaian Bahasa Penyiar Radio FM di Surakarta Karakteristik pemakaian bahasa yang digunakan oleh penyiar radio FM di Surakarta meliputi pemakaian bahasa lisan. Pemakaian bahasa lisan terjadi antara penyiar dengan pendengar dan penyiar dengan rekan kerjanya. Beberapa karakteristik pemakaian bahasa dalam penyiar radio akan penulis jabarkan sebagai berikut.

1. Penggunaan Istilah Asing

Istilah asing banyak digunakan oleh penyiar radio FM di Surakarta. Istilah asing yang digunakan banyak mengambil dari bahasa Inggris. Hal tersebut terjadi karena radio pertama kali berkembang di negara Amerika Serikat yang mayoritas penduduknya berbahasa Inggris. Sejak pertama kali radio didirikan di Indonesia, penggunaan istilah asing memang sering dilakukan oleh penyiar radio.

Penggunaan kata asing tersebut untuk menunjukkan prestise si penyiar radio itu sendiri. Selain itu pengguaan bahasa Inggris juga dianggap lebih sederhana.

Misalnya saja kata „siaran berduaan‟ dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggrisnya tandem, penyiar akan lebih memilih menggunakan kata tandem daripada „siaran berduaan‟. Istilah asing lainnya yang digunakan di antaranya:

44

(2)

commit to user

speed, break, open mike, live report, cue, greeting, mixing, file, output, taping dan lain-lain. Penggunaan istilah asing yang ditemukan dalam data adalah sebagai berikut:

(1) Konteks situasi : Percakapan Rido Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 7 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “O ya speed-nya tadi ya kecepeten, aja cepet ya aja alon-alon. Nah kae rungokno sing maca beritane, kae apik ora kecepeten ora terlalu lambat.”

DJ magang : “Iya Mas, aku besok lama-lama juga bisa Mas.”

(001/KPB/PIA/OFF/RRI/7 Mei 2013)

Istilah asing dalam bahasa Inggris yang digunakan adalah speed yang dalam bahasa Indonesia artinya „kecepatan‟ (Kamus Inggris Indonesia, 2003:544).

Penggunaannya dalam data yang ditemukan tidak mengalami perubahan makna.

Maksud kata speed dalam tuturan yakni kecepatan di dalam membaca berita.

(2) Konteks situasi : Percakapan Rido Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang operating di radio RRI Surakarta pada tanggal 27 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “Kamu yang pegang operatornya ya tadi? Waktu mau break kamu jangan langsung di-full suara iklannya, naikin perlahan-lahan inget fade in fade out lah, ben gak njeglek, ben dirungokne ya penak.”

DJ magang : “Masih grogi aku Mas, bingung, mesti konsen ke semua tombolnya. Bingung, habis ini mau ngapain habis itu mau ngapain lagi.”

(002/KPB/PIA/OFF/RRI/27 Mei 2013)

Istilah fade in fade out berasal dari bahasa Inggris, fade in maksudnya adalah memunculkan secara perlahan sedangkan fade out adalah menghilangkan

(3)

commit to user

secara perlahan (Kamus Inggris Indonesia, 2003:230). Fade in fade out merupakan salah satu teknik untuk mengoperasikan alat siar. Fade in oleh penyiar dimaknai dengan memunculkan suara secara perlahan suara yang dimaksud biasanya adalah musik, sedangkan fade out kebalikan dari fade in yakni menghilangkan suara secara perlahan.

(3) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 27 Mei 2013.

DJ magang : “Kata bu Ina opening-ku tadi masih monoton Mas.

Biar gak monoton tu gimana Mas?”

Rido Wicaksono : “Jadi pada saat kamu open mike biar gak monoton tiap hari tu kamu ganti-ganti, misal hari ini pakai huruf a misalnya „Apa kabar anda hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat tidak kurang satu apa pun‟, besok pakai b besoknya lagi c dan seterusnya.”

(003/KPB/PIA/OFF/RRI/27 Mei 2013)

Kata open mike berasal dari bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesianya berarti membuka mik (mikrofon) (Kamus Inggris Indonesia, 2003:405,380). Penggunaan kata open mike tentu saja tidak diartikan sedang membuka mik (mikrofon), tetapi mengalami perubahan makna menjadi kata pembuka pada saat siaran.

(4) Konteks situasi : Percakapan antara Sari Nugraha dengan rekan kerjanya, tentang laporan langsung (live report) di radio RRI Surakarta pada tanggal 19 Juni 2013.

Sari Nugraha : “Mau berangkat Cin”?

Rekan kerja : “iya, kenapa”?

Sari Nugraha : “Sebelum live report BBM aku dulu ya”.

Rekan kerja : “oke”.

(4)

commit to user

(004/KPB/PIA/OFF/RRI/19 Juni 2013)

Istilah live report berasal dari bahasa Inggris yang artiya laporan langsung (Kamus Inggris Indonesia, 2003:362,478). Penggunaannya dalam data yang ditemukan tidak mengalami perubahan makna. Makna live report dalam tuturan adalah berita atau informasi yang dilaporkan secara langsung oleh reporter pada saat siaran sedang berlangsung.

(5) Konteks situasi : Percakapan Sari Nugraha yang sedang memberikan pengarahan kepada Aji (DJ baru) tentang cue yang akan digunakan untuk siaran di radio RRI Surakarta pada tanggal 20 Juni 2013.

Sari Nugraha : “Aji, untuk siaran nanti cue-nya pakai yang ini (sambil menunjukkan file di komputer).”

DJ magang : “Iya Mbak.”

(005/KPB/PIA/OFF/RRI/20 Juni 2013)

Cue bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti isyarat atau

tanda (Kamus Inggris Indonesia, 2003:159). Penggunaan dalam data yang ditemukan tidak mengalami perubahan makna. Kata cue sering diartikan sebagai musik sebagai tanda akan dimulainya suatu acara atau program di radio.

(6) Konteks situasi : Percakapan Sari Nugraha dengan rekan kerjanya tentang greeting Raisa untuk sebuah event, pada saat rapat di radio RRI Surakarta pada tanggal 22 Juni 2013.

Rekan kerja : “Greeting Raisa-nya gimana?”

Sari Nugraha : “Emm udah jadi kok greeting-nya, udah siap puter tuh.”

(006/KPB/PIA/OFF/RRI/22 Juni 2013)

(5)

commit to user

Kata greeting dalam data berasal dari bahasa Inggris, bila diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi salam atau sapaan (Kamus Inggris Indonesia, 2003:279). Penggunaan kata greeting dalam penyiaran sering diartikan kata-kata sapaan atau salam yang berdurasi kurang dari satu menit.

(7) Konteks situasi : Percakapan Lidya Saka dengan rekan kerjanya tentang THT MP (program acara untuk hari Sabtu) di radio Metta FM Solo pada tanggal 23 Mei 2013.

Lidya Saka : “Mas Yos, THT MP-nya dah di-mixing belum?”

Rekan kerja : “Uwis, ngapa?”

Lidya Saka : “Ora apa-apa, makasih ya Mas.”

(007/KPB/PIA/OFF/RM/23 Mei 2013)

Mixing jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti percampuran

(Kamus Inggris Indonesia, 2003:383). Penggunaan dalam data yang ditemukan tidak mengalami perubahan makna. Kata mixing dalam data diartikan sebagai percampuran antara rekaman suara penyiar dengan musik untuk program THT MP (Twenty Hot Trake dan Metta Pemuda). THT MP merupakan salah satu nama program di radio Metta FM, dimana Twenty Hot Trake menyajikan chart lagu manca negara dan Metta Pemuda menyajikan 10 lagu yang paling banyak diminta oleh pendengar.

(8) Konteks situasi : Percakapan Lidya Saka dengan rekan kerjanya tentang backsound untuk iklan yang akan diproduksi di radio Metta FM Solo pada tanggal 24 Mei 2013.

Lidya Saka : “Mas Yos, iklannya di-mixing pakai backsound yang baru ya.”

Rekan Kerja : “Endi?”

(6)

commit to user

Lidya Saka : “Sik bentar (sambil mencari file di komputer), ini di file yang ini ya Mas (sambil menunjukkan file di komputer).”

(008/KPB/PIA/OFF/RM/24 Mei 2013)

Kata file jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya berkas (Kamus Inggris Indonesia, 2003:240). Penggunaan kata file dalam data tidak mengalami perubahan makna. Para penyiar memang lebih sering menggunakan istilah asing tersebut daripada bahasa Indonesia. Penggunaan istilah asing yang terlalu sering mengakibatkan tidak terdengar familiar saat digunakan padanannya dalam bahasa Indonesia.

(9) Konteks situasi : Percakapan Lidya Saka dengan rekan kerjanya pada saat istirahat makan siang di radio Metta FM Solo pada tanggal 2 Juli 2013.

Lidya Saka : “Eh kok output suaranya gak stereo ya?”

Rekan kerja : “Ah apa ya?”

Lidya Saka : “Coba dengerin sik to, mangan wae kowe kui.”

(009/KPB/PIA/OFF/RM/2 Juli 2013)

Kata output jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya hasil atau inforMasi (dari komputer) (Kamus Inggris Indonesia, 2003:410). Dalam data kata output berarti suara yang dihasilkan pada saat siaran yang keluar dari headphone penyiar. Adanya output bagi penyiar berfungsi untuk mengontrol suara siaran apakah terlalu keras atau pelan, sehingga penyiar bisa menyajikan kualitas suara yang enak didengar bagi para pendengar radio.

(10) Konteks situasi : Percakapan Lidya

Saka dengan rekan kerjanya tentang id’s untuk Masa lebaran, pada saat rapat di radio Metta FM Solo pada tanggal 6 Juli 2013.

(7)

commit to user

Rekan kerja : “Kalau semuanya minta libur lebaran, trus yang siaran siapa? Apalagi WM kan penyiarnya cuma dua, gak ada yang bisa gantiin lagi. Kalau yang lainnya sih gampang, semua bisa tapi kalau Wo ai Metta?”

Lidya Saka : “Ya udah Mas kalau Ailin pulang Jakarta trus Bintangnya itu juga pengen cuti lebaran, kita taping aja untuk pas hari H-nya. Terus nanti seterusnya setelah hari H bisa Bintang yang siaran WM-nya.”

(010/KPB/PIA/OFF/RM/6 Juli 2013)

Kata taping berasal dari bahasa Inggris yang artinya perekaman (Kamus Inggris Indonesia, 2003:579). Penggunaan kata tersebut dalam data tidak mengalami perubahan makna. Penggunaan kata taping oleh para penyiar biasa diartikan sebagai melakukan perekaman untuk salah satu program acara yang nantinya akan diputar pada saat siaran.

(11) Konteks situasi : Percakapan antara Sara

Neyrhiza dengan rekan kerjanya, tentang rencana siaran di radio PTPN pada tanggal 13 Mei 2013.

Rekan kerja : “Ra lagi repot ra?”

Sara Neyrhiza : “Lagi mau bikin script siaran buat nanti malem, kenapa Mas?”

Rekan kerja : “Kalo dah selesai ke ruanganku bentar ya.”

(011/KPB/PIA/OFF/PTPN/13 Mei 2013)

Kata script berasal dari bahasa Inggris, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya naskah (Kamus Inggris Indonesia, 2003:506).

Penggunaan kata script dalam data tidak mengalami perubahan makna.

Penggunaan kata script oleh penyiar diartikan sebagai naskah yang bertuliskan

(8)

commit to user

kata-kata yang akan diucapkan pada saat siaran mulai dari opening sampai closing.

(12) Konteks situasi : Percakapan antara Sara

Neyrhiza dengan rekan kerjanya, saat pergantian jam siaran di radio PTPN pada tanggal 14 Mei 2013.

Sara Neyrhiza : “Mas mau pas break iklan tho eneng telpon minta nomer HP-mu.”

Rekan kerja : “Apa meneh? Mbok keki ra?”

Sara Neyrhiza : “Ya oralah, edan aku. Wis sekarang aku mulih tenan iki, sik ya Mas.”

(012/KPB/PIA/OFF/PTPN/14 Mei 2013)

Istilah asing yang digunakan dalam data adalah break jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artiya istirahat (Kamus Inggris Indonesia, 2003:79).

Penggunaan kata break dalam data yang ditemukan tidak mengalami perubahan makna. Makna kata break dalam tuturan adalah waktu dimana siaran harus berhenti sejenak untuk memutar iklan.

(13) Konteks situasi : Percakapan Sara Neyrhiza yang sedang bertanya kepada rekan kerjanya tentang backsound untuk acara talkshow di PTPN pada tanggal 3 Juni 2013.

Sara Neyrhiza : “Mas Arif, buat talkshow nanti tu pake backsound apa Mas?”

Rekan Kerja : “Emm, pake backsound gota aja.”

(013/KPB/PIA/OFF/PTPN/3 Juni 2013)

Istilah asing yang digunakan dalam data adalah talkshow istilah tersebut berasal dari bahasa Inggris, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya pertunjukan percakapan (Kamus Inggris Indonesia, 2003:578,523). Di dalam

(9)

commit to user

penggunaannya kata talkshow tidak diartikan sebagai pertunjukan percakapan tetapi sebuah program acara yang mendatangkan narasumber. Program acara tersebut berupa percakapan antara penyiar dengan narasumber dan juga melibatkan pendengar secara langsung melalui telepon.

(14) Konteks situasi : Percakapan Sara Neyrhiza yang sedang mengikuti breafing di radio PTPN pada tanggal 4 Juni 2013.

Sara Neyrhiza : “Untuk event nanti LO-nya kamu ya Dit.”

Rekan kerja : “Sip, jangan lupa juga konsumsi tadi tuh tadi belum kebahas.”

(014/KPB/PIA/OFF/PTPN/4 Juni 2013)

Kata event berasal dari bahasa Inggris jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artiya peristiwa atau kejadian (Kamus Inggris Indonesia, 2003:220).

Penggunaan kata event oleh penyiar biasanya dipakai untuk memberi label kata acara atau kegiatan.

(15) Konteks situasi : Percakapan Sara Neyrhiza dengan rekan kerjanya saat pergantian jam siaran di radio PTPN pada tanggal 4 Juni 2013.

Sara Neyrhiza : “Gimana? Disuruh ngapain?”

Rekan kerja : “Disuruh buat insert tuh, ribet amat ya.

Amat wae gak seribet ini.”

Sara Neyrhiza : “Masih mending cuma buat insert doang, coba kalau disuruh bikin kaleidoskop kaya Hendra, ribet lagi kan. Mesti buka-buka berita lama dulu.”

(015/KPB/PIA/OFF/PTPN/4 Juni 2013)

Istilah insert berasal dari bahasa Inggris jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti sisipan atau selipan (Kamus Inggris Indonesia,

(10)

commit to user

2003:324). Insert mengalami perubahan makna dari sisipan menjadi informasi.

Penggunaan kata insert oleh para penyiar diartikan sebagai sekilas inforMasi yang berdurasi kurang dari satu menit.

(16) Konteks situasi : Percakapan Sara Neyrhiza yang sedang memberi pengarahan kepada rekan kerjanya (DJ baru) tentang opening di radio PTPN pada tanggal 6 Juni 2013.

Sara Neyriza : “Kalau opening tu jangan lebih dari tiga menit, pendengar tu bosen dengernya.

Pokoknya diinget-inget ya, jangan lebih dari tiga menit.”

DJ magang : “Iya Mbak iya, kan gak tau kalau lebih dari tiga menit.”

(016/KPB/PIA/OFF/PTPN/6 Juni 2013)

Kata opening berasal dari bahasa Inggris, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi pembukaan (Kamus Inggris Indonesia, 2003:406).

Penggunaan kata opening dalam data diartikan sebagai kata-kata pembuka pada saat siaran dimulai. Opening bisa berupa sapaan seperti „Hai pendengar semuanya, apa kabarnya hari ini? Semoga baik dan sehat selalu ya.‟

(17) Konteks situasi : Percakapan Sara Neyrhiza yang sedang memberi pengarahan kepada rekan kerjanya (DJ baru) di radio PTPN pada tanggal 6 Juni 2013.

Sara Neyrhiza : “Operating oke, tandem juga sudah oke, bulan depan mungkin kamu sudah siaran sendiri tuh. Latihan pernapasan jalan terus lho ya, walaupun sudah DJ senior sekalipun masih tetep latihan juga.”

DJ magang : “Hah? Iya Mbak.”

(017/KPB/PIA/OFF/PTPN/6 Juni 2013)

(11)

commit to user

Istilah asing yang digunakan dalam data adalah operating, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya menjalankan (Kamus Inggris Indonesia, 2003:406). Maksud kata operating dalam tuturan yakni menjalankan atau mengoperasikan alat siar. Penggunaan istilah asing memang sering digunakan oleh penyiar, karena dianggap lebih praktis. Jika digunakan padanannya dalam bahasa Indonesia akan lebih panjang mengucapkannya yaitu menjalankan alat siar, berbeda dengan bahasa Inggrisnya yang lebih singkat yakni operating. Oleh karena itu penyiar lebih sering dan lebih suka menggunakan

istilah asing daripada bahasa Indonesia.

(18) “Semangat hari ini, iya dong ya tanggal muda mau weekend juga ee trus juga ee hari terakhir kerja mungkin buat kamu yang kerjanya cuma sampe hari Jumat, besok udah libur gitu kan Jaka Dara.”

(018/KPB/PIA/ON/PTPN/1 November 2013)

Weekend jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya akhir

pekan (Kamus Inggris Indonesia, 2003:641). Penggunaan istilah asing oleh penyiar radio karena dianggap lebih memiliki prestise. Selain itu latar belakang pendidikan penyiar juga sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahasanya.

Tuturan dalam data di atas diucapkan oleh Sara Neyrhiza yang sekaligus juga seorang mahasiswa.

(19) “Jadi sempet emosi-emosi aja cuman ya alhamdulillah sih bisa istirahat sebentar, makanya bisa nemenin Jaka Dara pagi hari ini gitu.”

(019/KPB/PIA/ON/PTPN/1 November 2013)

(12)

commit to user

Istilah asing berikutnya adalah alhamdulillah yang berasal dari bahasa Arab, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi pujian itu hanya untuk Allah (http://id.wikipedia.org/wiki/Alhamdulillah). Penggunaannya dalam data untuk menunjukkan agama si penyiar yakni agama Islam. Kata alhamdulillah tidak hanya sering diucapkan oleh penyiar saja tetapi seluruh umat muslim di dunia akan sering mengucapkan kata ini.

2. Pemakaian Istilah dari Bahasa Gaul

Selain ditemukan istilah dari bahasa Inggris dan Arab terdapat pula pemakaian istilah dari bahasa gaul dalam pemakaian bahasa penyiar radio. Hal ini terjadi karena sebagian besar penyiar adalah anak muda, sehingga mereka sering menggunakan bahasa gaul. Bahasa gaul yang terdapat dalam data ada dua yaitu rempong dan brow.

(20) “Biasanya jam segini kan jam-jam rempong Jaka Dara kalau Sara bilang rempong Bro kan dijalan kan biasanya kalo jam segini rame, di jalan macet gitu kan.”

(020/KPB/PIBG/ON/PTPN/2 November 2013)

Kata rempong memiliki arti situasi atau kondisi yang merepotkan, menyusahkan, bisa juga diartikan sebagai selalu mengeluh terhadap apa yang sudah atau belum terjadi. Belum diketahui secara pasti asal mula kata rempong, kata ini awalnya sering digunakan di dunia maya dan akhirnya terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya penyiar saja yang menggunakan istilah rempong untuk memberi label sesuatu yang merepotkan, tetapi sebagian besar anak muda di Indonesia juga menggunakannya.

(13)

commit to user

(21) “Biasanya jam segini kan jam-jam rempong Jaka Dara kalau Sara bilang rempong Bro kan dijalan kan biasanya kalo jam segini rame, di jalan macet gitu kan.”

(021/KPB/PIBG/ON/PTPN/2 November 2013)

Bro merupakan salah satu bahasa gaul yang ada di Indonesia yang banyak dipakai oleh anak muda. Bro kependekan dari brother dalam bahasa Inggris, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi saudara (Kamus Inggris Indonesia, 2003:85). Penggunaan kata Bro dalam data memiliki makna yang lebih luas dari arti yang sesungguhnya. Kata Bro bisa diartikan panggilan untuk teman, kawan, ingin menunjukkan sikap akrab dan dekat. Seperti penyiar yang ingin terdengar akrab dengan pendengarnya, oleh karena itu menyapa pendengar dengan kata Bro.

3. Terdapat Hibrida (Hibrid Word) Antara Afiks Bahasa Indonesia dengan Kata Dasar Asing

Istilah asing selain digunakan dalam bentuk kata yang utuh dalam kepenyiaran juga menggunakan istilah asing yang menggunakan afiksasi bahasa Indonesia. Istilah ini disebut dengan hibrida (hibrid word) yaitu kata kompleks yang bagian-bagiannya berasal dari bahasa-bahasa berbeda (Harimurti Kridalaksana, 2001:72). Penggunaan hibrida karena kesulitannya mencari istilah yang tepat dalam bahasa Indonesia, akibatnya digunakan istilah asing yang diberi afiks bahasa Indonesia. Bahasa yang digunakan oleh penyiar masuk ke dalam ragam informal sehingga penggabungan afiks bahasa Indonesia dengan istilah asing sering dilakukan dan dianggap lazim.

(22) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan

(14)

commit to user

pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 7 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “O ya speed-nya tadi ya kecepeten, aja cepet ya aja alon-alon. Nah kae rungokno sing maca beritane, kae apik ora kecepeten ora terlalu lambat.”

DJ magang : “Iya Mas, aku besok lama-lama juga bisa Mas.”

(022/KPB/HIB/OFF/RRI/7 Mei 2013)

Speed telah berhasil diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia dengan

menambahkan akhiran –nya. Kata speed merupakan kata dari bahasa Inggris yang artinya kecepatan, memiliki kelas kata nomina (Kamus Inggris Indonesia, 2003:544). Nomina ditambah akhiran -nya menjadi kata keterangan kepemilikan.

Sehingga arti yang muncul akibat penggabungan afiks di atas adalah kecepatan baca yang dimiliki oleh penyiar.

(23) Konteks situasi : Percakapan Sari Nugraha dengan rekan kerjanya tentang greeting Raisa untuk sebuah event, pada saat rapat di radio RRI Surakarta pada tanggal 22 Juni 2013.

Rekan kerja : “Greeting Raisa-nya gimana?”

Sari Nugraha : “Emm udah jadi kok greeting-nya, udah siap puter tuh.”

(023/KPB/HIB/OFF/RRI/22 Juni 2013)

Greeting telah diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia dengan

menambahkan akhiran –nya. Kata greeting merupakan kata dari bahasa Inggris yang artinya salam atau sambutan, dan memiliki kelas kata nomina (Kamus Inggris Indonesia, 2003:279). Nomina+nya menjadi kata keterangan kepemilikan.

Jika dilihat dalam data di atas arti yang muncul akibat penggabungan afiks

(15)

commit to user

tersebut adalah salam atau sambutan yang dimiliki oleh penyiar yang diperoleh dari Raisa.

(24) “Jadi Lyla ini sedang dalam tahap recording lah ya untuk album terbarunya, dan ini disampaikan oleh vokalisnya juga vokalis dari Lyla yaitu Naga Jaka Dara. Nah album keempat ini rencananya bakalan berisi sepuluh lagu, buat jadwal release-nya sepertinya e belom belom ada ya, masih menunggu waktu yang tepat juga.”

(024/KPB/HIB/ON/PTPN/2 November 2013)

Release telah berhasil diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia dengan

menambahkan akhiran –nya. Kata release merupakan kata dari bahasa Inggris yang artinya pelepasan, memiliki kelas kata nomina (Kamus Inggris Indonesia, 2003:475). Nomina+nya menjadi kata keterangan kepemilikan. Sehingga arti yang muncul akibat penggabungan afiks di atas adalah pelepasan album yang dimiliki oleh band Lyla.

(25) “Lagunya udah materiya udah siap tinggal di-edit-edit e di-mixing- mixing jadi deh gitu.”

(025/KPB/HIB/ON/PTPN/2 November 2013)

Kata edit merupakan kata dari bahasa Inggris yang artinya perbaikan (Kamus Inggris Indonesia, 2003:207). Termasuk dari golongan kelas kata nomina, kemudian diberi prefiks di- sehingga kata edit setelah bergabung dengan prefiks di- menjadi di- edit yang mengandung makna diperbaiki. Dalam hal ini yang semula dari kelas kata nomina berubah menjadi kata kerja.

(26) “Lagunya udah materiya udah siap tinggal di-edit-edit e di-mixing- mixing jadi deh gitu.”

(026/KPB/HIB/ON/PTPN/2 November 2013)

(16)

commit to user

Kata mixing berasal dari bahasa Inggris yang artinya campuran (Kamus Inggris Indonesia, 2003:383). Termasuk dari golongan kelas kata benda, kemudian diberi prefiks di- sehingga kata mixing setelah bergabung dengan prefiks di- menjadi di-mixing yang mengandung makna dicampur. Dalam hal ini yang semula dari kelas kata benda berubah menjadi kata kerja.

(27) “Manusia Jaka Dara di jam delapan lebihnya empat puluh dua menit Ahmad Dhani dan juga Indra Lesmana, tadi udah diputerin ya banyak lagu yang udah di-request Jaka Dara.”

(027/KPB/HIB/ON/PTPN/4 November 2013)

Kata request merupakan kata dari bahasa Inggris yang artinya permintaan (Kamus Inggris Indonesia, 2003:479). Termasuk dari golongan kelas kata benda, kemudian diberi prefiks di- sehingga menjadi di-request yang mengandung makna diminta. Dalam hal ini yang semula dari kelas kata benda berubah menjadi kata kerja.

(28) “Bagi kamu yang mau me-request lagu Indonesia terbaru bisa bergabung bersama kami di layanan telepon 666400 dan 666500 atau layanan sms di 0812 2656 400.”

(028/KPB/HIB/ON/RM/14 November 2013)

Kata request merupakan kata dari bahasa Inggris yang artinya permintaan (Kamus Inggris Indonesia, 2003:479). Termasuk dari golongan kelas kata benda, kemudian diberi prefiks me- sehingga menjadi me-request yang mengandung makna meminta. Dalam hal ini yang semula dari kelas kata benda berubah menjadi kata kerja.

4. Pemendekan (Kontraksi)

(17)

commit to user

Kontraksi merupakan proses pemendekan yang meringkaskan leksem dasar atau gabungan leksem (Harimurti Kridalaksana, 2001:121). Proses pemendekan banyak dilakukan dalam penggunaan bahasa lisan. Meringkas leksem dilakukan dengan tujuan agar di dalam pengucapan suatu kata menjadi lebih cepat dan singkat. Seperti yang ditemukan dalam data di bawah ini:

(29) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang di radio RRI Surakarta pada tanggal 6 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “Kamu beneran pengen banget jadi penyiar?”

DJ magang : “Iya Mas, udah lama banget pengen jadi penyiar tapi baru ini baru bisa.”

Rido Wicaksono : “Jadi seorang penyiar itu gak gampang lho, gak cuma asal ngomong, harus punya announcing skill yang bagus.”

(029/KPB/KON/OFF/RRI/6 Mei 2013)

Kata gak merupakan hasil pemendekan dari kata enggak (tidak) dalam bahasa Indonesia. Pengucapan kata enggak dinilai terlalu panjang dan tidak cepat diucapkan, terlebih ketika penggunaan kata tersebut untuk diucapkan secara cepat dan singkat pada saat penyiar sedang siaran. Pemendekan diambil dari bagian yang mudah diucapkan, biasanya bagian penggalan bunyi terakhir.

(30) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan penjelasan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 6 Mei 2013.

DJ magang : “Kalo jadi penyiar yang harus dipelajari apa aja Mas?”

Rido Wicaksono : “Emm banyak, jadi kamu harus belajar bagaimana berbicara, mengeluarkan suara

(18)

commit to user

dengan benar, misalnya latihan pernapasan supaya suara diafragmamu keluar dan napas yang bagus, trus gimana membaca yang baik, intonasinya, artikulasinya harus jelas dan banyak lagi.”

(030/KPB/KON/OFF/RRI/6 Mei 2013)

Kata trus merupakan hasil pemendekan dari kata terus dalam bahasa Indonesia, yang dihilangkan hanya satu huruf saja yaitu huruf e. Pemendekan seperti ini memang sering kita dengar, misalnya saja dalam data di atas bahwa seorang penyiar melakukan pemendekan supaya terdengar lebih ringkas dan cepat dalam pengucapannya.

(31) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan penjelasan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 6 Mei 2013.

DJ magang : “Kalo jadi penyiar yang harus dipelajari apa aja Mas?”

Rido Wicaksono : “Emm banyak, jadi kamu harus belajar bagaimana berbicara mengeluarkan suara dengan benar, misalnya latihan pernapasan supaya suara diafragmamu keluar dan napas yang bagus, trus gimana membaca yang baik, intonasinya, artikulasinya harus jelas dan banyak lagi.”

(031/KPB/KON/OFF/RRI/6 Mei 2013)

Kata gimana merupakan hasil pemendekan dari kata bagaimana dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa lisan selalu saja terjadi pemendekan terlebih lagi tuturan yang terjadi dalam situasi informal seperti pada saat siaran radio.

Penggunaan bahasa lisan dalam situasi informal dinilai lebih efektif untuk mendekatkan diri dengan pendengar.

(19)

commit to user

(32) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang meminta DJ magang untuk membaca berita di radio RRI Surakarta pada tanggal 7 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “Coba kamu baca berita kamu itu, satu aja dulu terserah yang mana.”

DJ magang : “Yang ini ya Mas ya.”

(032/KPB/KON/OFF/RRI/7 Mei 2013)

Kata aja merupakan hasil pemendekan dari saja dalam bahasa Indonesia.

Dalam data pemendekan yang dilakukan hanya dengan menghilangkan satu huruf saja yaitu s.

(33) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 7 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “Kalau baca berita artikulasinya tadi gak jelas, makanya setiap pagi bangun tidur kamu latihan a i u e o itu fungsinya untuk itu. Tadi masih kedengerannya masih kaya diseret gitu, gak jelas.”

DJ magang : “Iya Mas, Masih kurang jelas ya. Nanti aku latihan lagi.”

(033/KPB/KON/OFF/RRI/7 Mei 2013)

Kata gitu merupakan hasil pemendekan dari kata begitu dalam bahasa Indonesia. Pemendekan dilakukan dengan menghilangkan satu suku kata pertama.

Kata begitu dipendekkan menjadi gitu karena dinilai lebih cepat dan singkat dalam pengucapannya.

(34) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang

(20)

commit to user

announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 7 Mei 2013.

DJ magang : “Ehh ternyata jeda aja jadi masalah ya Mas.”

Rido Wicaksono : “Eh jangan salah walaupun cuma jeda tapi kalau kamu salah naruhnya maknannya isoh berubah lho. Trus sama aja ma penekanan, salah naruh juga maknanya jadi berubah, dadi aneh.”

(034/KPB/KON/OFF/RRI/7 Mei 2013)

Data yang satu ini pemendekan dilakukan dari kata sama menjadi ma dalam bahasa Indonesia. Pemendekannya dengan cara mengambil suku kata terakir yaitu ma dari kata sama.

(35) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 27 Mei 2013.

DJ magang : “Kata bu Ina opening-ku tadi masih monoton Mas. Biar gak monoton tu gimana Mas?”

Rido Wicaksono : “Jadi pada saat kamu open mike biar gak monoton tiap hari tu kamu ganti-ganti, misal hari ini pakai huruf a misalnya „Apa kabar anda hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat tidak kurang satu apapun‟, besok pakai b besoknya lagi c dan seterusnya.”

(035/KPB/KON/OFF/RRI/27 Mei 2013)

Kata tu merupakan pemendekan dari kata itu dalam bahasa Indonesia.

Pemendekan ini dengan cara menghilangkan satu huruf di awal kata tersebut.

(36) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono dengan rekan kerjanya pada saat pergantian jam siaran di radio RRI Surakarta pada tanggal 28 Mei 2013.

(21)

commit to user

Rido Wicaksono : “Mbak, tolong sini bentar.”

Rekan kerja : “Apa?”

Rido Wicaksono : “Mbak tolong jagain dulu ya, aku mau ke kamar mandi bentar, mules banget, sebelum closing tak usahain kelar.”

Rekan kerja : “Iya, jangan lama-lama lho, masih berapa menit ni?”

Rido Wicaksono : “Sepuluh Mbak.”

(036/KPB/KON/OFF/RRI/28 Mei 2013)

Kata bentar merupakan pemendekan dari kata sebentar dalam bahasa Indonesia. Pemendekan dilakukan dengan menghilangkan satu suku kata dibagian depan kata sebentar.

(37) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill pada saat siaran berdua di radio RRI Surakarta pada tanggal 18 Juni 2013.

Rido Wicaksono : “Aduh, kalau mau break itu, jangan gitu- gitu terus ngomongnya, jadinya monoton kan. Lebih gimana ya, lebih kreatif dikit lah, tau kan maksudku?”

DJ magang : “Waduh, iya ta Mas. Gak nyadar aku.”

(037/KPB/KON/OFF/RRI/18 Juni 2013)

Kata dikit merupakan pemendekan dari kata sedikit dalam bahasa Indonesia. Pemendekan dilakukan dengan menghilangkan satu suku kata dibagian depan kata sedikit.

(38) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill pada saat siaran berdua di

(22)

commit to user

radio RRI Surakarta pada tanggal 18 Juni 2013.

Rido Wicaksono : “Tapi comment mu tadi dah lumayan bagus lho, ya lumayanlah buat anak magang.

Cuma kurang santai, masih kaku kamunya.”

DJ magang : “Oke Mas. O ya Mas bukumu tak balikin besok ya.”

Rido Wicaksono : “Sip.”

(038/KPB/KON/OFF/RRI/18 Juni 2013)

Untuk data di atas pemendekan dilakukan dari kata sudah menjadi dah dalam bahasa Indonesia. Pemendekannya dengan cara menghilangkan satu suku kata bagian depan kata sudah.

(39) Konteks situasi : Percakapan Sari

Nugraha yang sedang memberikan pengarahan kepada Aji (DJ baru) tentang urutan memutar iklan dan RE di radio RRI Surakarta pada tanggal 21 Juni 2013.

DJ magang : “Mbak kalau iklannya pas dikit gitu gimana Mbak ngaturnya?”

Sari Nugraha : “Kalau iklannya dikit ya kamu muter RE aja, biasanya tiap pagi tu masih dikit iklannya. Tapi kamu taruh RE-nya paling bawah sendiri setelah iklan ya. Trus iklannya juga kalau muter yang nasional dulu baru yang lokal.”

DJ magang : “Siap Mbak siap.”

(039/KPB/KON/OFF/RRI/21 Juni 2013)

Kata tiap merupakan pemendekan dari kata setiap dalam bahasa Indonesia.

Pemendekan dilakukan dengan menghilangkan satu suku kata dibagian depan kata setiap.

(23)

commit to user

(40) Konteks situasi : Percakapan antara Sara Neyrhiza dengan rekan kerjanya, saat pergantian jam siaran di radio PTPN pada tanggal 13 Mei 2013.

Sara Neyriza : “Tumben banget tadi yang atensi dikit, biasanya banyak.”

Rekan kerja : “Mosok to?”

Sara Neyriza : “Iya ki Mas, tapi gak apa-apa lah. Ya wis Mas duluan ya.”

(040/KPB/KON/OFF/PTPN/13 Mei 2013)

Data yang satu ini pemendekan dilakukan dari kata uwis menjadi wis dalam bahasa Jawa, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya sudah (Kamus Indonesia-Jawa, 1991:309). Pemendekannya dengan cara menghilangkan satu huruf bagian depan kata uwis.

(41) “Jadi ceritanya gini ni Jaka Dara pagi-pagi tu sebenernya Sara itu dah udah, sebenernya bukan sebel lah ya, agak sedikit terganggu gitu jadi apa hehe ndak isa tidur Jaka Dara semalem critanya ya.”

(041/KPB/KON/ON/PTPN/1 November 2013)

Kata gini dipendekkan dari kata begini dalam bahasa Indonesia.

Pemendekan dilakukan dengan menghilangkan satu suku kata dibagian depan kata begini.

(42) “Jadi ceritanya gini ni Jaka Dara pagi-pagi tu sebenernya Sara itu dah udah, sebenernya bukan sebel lah ya, agak sedikit terganggu gitu jadi apa hehe ndak isa tidur Jaka Dara semalem critanya ya.”

(042/KPB/KON/ON/PTPN/1 November 2013)

Kata isa merupakan hasil pemendekan dari kata bisa dalam bahasa Indonesia. Pemendekan seeperti ini memang sering dilakukan oleh orang

(24)

commit to user

keturunan Tionghoa. Dalam data di atas, si penyiar yang bernama Sara memang masih keturunan Tionghoa sehingga dia mengucapkan kata bisa menjadi isa.

(43) Konteks situasi : Percakapan Lidya Saka dengan rekan kerjanya pada saat istirahat makan siang di radio Metta FM Solo pada tanggal 2 Juli 2013.

Lidya Saka : “Mas Mas Tian, yang nglamar jadi penyiar yang itu lho yang amit-amit mukane ndeso ngomongnya medhok, gak mbo trima Mas?”

Rekan kerja : “Ya gak lah, aku tu nahan ketawa pas dia VO.”

Lidya Saka : “Aku ya ngampet ngguyu Mas, tapi ngguyuku tak batin tok ha ha ha. Kon nglamar nang JPI wae pasti di trima.”

(043/KPB/KON/OFF/RM/2 Juli 2013)

Kata trima dipendekkan dari kata terima dalam bahasa Indonesia.

Pemendekan dilakukan dengan menghilangkan satu huruf yaitu e dari kata terima.

(44) “Itu deh infonya Jaka Dara, mudah-mudahan jadi nambah-nambah, nambah info pagi-pagi gitu kan Jaka Dara.”

(044/KPB/KON/ON/PTPN/2 November 2013)

Kata info merupakan hasil dari pemendekan kata informasi dalam bahasa Indonesia. Pemendekan dilakukan dengan cara mengambil satu suku kata pertama dan dua huruf setelah suku kata pertama dari kata informasi.

Pemendekan tidak mengubah arti karena hanya mengambil dari bagian suku kata maupun huruf dari kata supaya mudah diucapkan. Berdasarkan data yang diperoleh, ditemukan pemendekan banyak terjadi dalam tuturan lisan dan dalam situasi informal karena pemendekan kata bertujuan agar pengucapan lebih cepat dan ringkas.

(25)

commit to user 5. Pemanfaatan Bentuk Singkatan

Akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf, suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang sesuai dengan kaidah fonotaktik bahasa bersangkutan (Harimurti Kridalaksana, 2001:5).

Penggunaan singkatan tidak hanya ditemukan dalam bahasa tulis saja tetapi dalam bahasa lisan juga banyak sekali ditemukan penggunaan singkatan. Seperti dalam penelitian ini yang memang menggunakan bahasa lisan sebagai datanya.

Di bawah ini bentuk-bentuk singkatan yang ditemukan dalam penggunaan bahasa penyiar radio FM di Surakarta.

(45) Konteks situasi : Percakapan Sari Nugraha yang sedang memberikan pengarahan kepada Aji (DJ baru) tentang operating di radio RRI Surakarta pada tanggal 21 Juni 2013.

Sari Nugraha : “Kalau masih takut fade in fade out ya pake PNS aja, aku aja kadang masih pake PNS. PNS tu Play Next Stop, kalau mau muter ya tinggal pencet di keyboard huruf P, kalau mau lanjut ke lagu berikutnya ya pencet N, kalau mau berhenti ya tinggal pencet S. Itu udah otomatis nge-fade in fade out sendiri kok.”

DJ magang : “Iya Mbak, biasanya aku juga pake itu, tapi tadi pengen nyobain aja.”

(045/KPB/SING/OFF/RRI/21 Juni 2013)

PNS merupakan kependekan dari Play Next Stop dalam bahasa Inggris jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi memainkan, berikutnya, dan berhenti (Kamus Inggris Indonesia, 2003:433,394,558). PNS merupakan salah satu cara dalam mengoperasikan alat siar. Play untuk memutar musik, iklan, atau apapun yang akan disiarkan melalui radio. Next untuk memindah dari musik pertama ke musik berikutnya. Biasanya next digunakan untuk memotong musik

(26)

commit to user

yang terlalu panjang supaya segera memutar ke musik berikutnya. Stop untuk memberhentikan musik, iklan, atau apapun supaya tidak turun ke bawah ke lagu atau program berikutnya. Stop juga bisa digunakan untuk memberhentikan iklan yang salah diputar.

(46) Konteks situasi : Percakapan Sari Nugraha yang sedang memberikan pengarahan kepada Aji (DJ baru) tentang urutan memutar iklan dan RE di radio RRI Surakarta pada tanggal 21 Juni 2013.

DJ magang : “Mbak kalau iklannya pas dikit gitu gimana Mbak ngaturnya?”

Sari Nugraha : “Kalau iklannya dikit ya kamu muter RE aja, biasanya tiap pagi tu masih dikit iklannya. Tapi kamu taruh RE-nya paling bawah sendiri setelah iklan ya. Trus iklannya juga kalau muter yang nasional dulu baru yang lokal.”

DJ magang : “Siap Mbak siap.”

(046/KPB/SING/OFF/RRI/21 Juni 2013)

RE adalah hasil singkatan dari Radio Expose dalam bahasa Inggris, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi menampakkan radio (Kamus Inggris Indonesia, 2003:225). Radio Expose merupakan iklan mengenai program- program yang ditayangkan oleh radio.

(47) Konteks situasi : Percakapan Sari

Nugraha dengan rekan kerjanya tentang VO untuk iklan baru yang akan diproduksi di radio RRI Surakarta pada tanggal 22 Juni 2013.

Sari Nugraha : “Mas, aku mau VO dulu.”

Rekan kerja : “VO opo to?”

Sari Nugraha : “VO buat iklan baru lah. Rido mana Mas?

Aduh kemana to, mana ini iklannya disuruh

(27)

commit to user

cepet-cepet ma bu Ina. Habis aku ma Rido VO langsung kerjain ya Mas.”

(047/KPB/SING/OFF/RRI/22 Juni 2013)

VO merupakan kependekan dari voice over yang artinya pengambilan suara rekaman (Kamus Inggris Indonesia, 2003:632). VO digunakan untuk produksi iklan, RE, program siaran yang direkam (taping) dan lain-lainnya.

Sebagai contoh dalam proses pembuatan iklan, akan dilakukan VO terlebih dahulu baru kemudian diolah oleh bagian produksi.

(48) Konteks situasi : Percakapan

Sari Nugraha yang sedang memberikan pengarahan kepada Aji (DJ baru) tentang latihan pernapasan di radio RRI Surakarta pada tanggal 15 Juli 2013.

DJ Magang : “Mbak latihan pernapasan tu ada berapa cara sih?”

Sari Nugraha : “Sebenernya untuk latihan pernapasan itu ada 15 cara, ada lion face (sambil memeragakan), melipat lidah ke atas dan ke bawah, motor boat, ping-pong, pif-paf, angel wings trus apalagi lupa, liat aja di buku AAJP, punya gak?”

DJ Magang : “Gak ki Mbak.”

(048/KPB/SING/OFF/RRI/15 Juli 2013)

AAJP adalah singkatan dari Andai Aku Jadi Penyiar. Bentuk singkatan ini digunakan untuk meringkas judul buku yang sangat panjang untuk diucapkan.

AAJP merupakan judul buku yang ditulis oleh Wanda Yulia. Buku AAJP berisi tentang dunia penyiaran, mulai dari teori dasar komunikasi, apa itu penyiar radio, komunikasi dunia radio, berita untuk radio, ketrampilan siaran, reportase radio,

(28)

commit to user

dan iklan radio. Buku ini memang khusus dibuat untuk orang-orang yang ingin terjun di dunia radio.

(49) Konteks situasi : Percakapan Lidya Saka dengan rekan kerjanya tentang THT MP (program acara untuk hari Sabtu) di radio Metta FM Solo pada tanggal 23 Mei 2013.

Lidya Saka : “Mas Yos, THT MP-nya dah di mixing belum?”

Rekan kerja : “Uwis, ngapa?”

Lidya Saka : “Ora apa-apa, makasih ya Mas.”

(049/KPB/SING/OFF/RM/23 Mei 2013)

THT MP merupakan nama salah satu program acara di radio Metta FM.

Kepanjangan dari THP MP adalah Twenty Hot Trake dan Metta Pemuda yang hadir setiap hari Sabtu pukul 19.00. Twenty Hot Trake menyajikan chart lagu manca negara sedangkan Metta Pemuda menyajikan 10 lagu yang paling banyak diminta oleh pendengar.

(50) Konteks situasi : Percakapan Lidya Saka dengan rekan kerjanya pada saat pergantian jam siaran di radio Metta FM Solo pada tanggal 1 Juli 2013.

Lidya Saka : “Jangan lupa nanti putar insert Ramadan ya Dik, udah ada di RS kok, Mas Tian udah nulis di RS.”

DJ Magang : “Oke, Mbak.”

(050/KPB/SING/OFF/RM/1 Juli 2013)

RS merupakan kependekan dari Rencana Siar. Rencana Siar adalah sebuah catatan yang harus diisi oleh penyiar satu hari sebelum siaran. Rencana Siar yang kemudian disingkat menjadi RS berisi tentang iklan yang akan diputar, lagu apa

(29)

commit to user

yang nanti akan diputar, serta informasi apa saja yang nantinya akan disampaikan kepada pendengar. Pengisian RS berfungsi untuk mencegah terjadinya pemberian informasi dan lagu yang sama dalam satu hari.

(51) Konteks situasi : Percakapan Lidya Saka dengan rekan kerjanya tentang id’s untuk Masa lebaran, pada saat rapat di radio Metta FM Solo pada tanggal 6 Juli 2013.

Rekan kerja : “Kalau semuanya minta libur lebaran, trus yang siaran siapa? Apalagi WM-kan penyiarnya cuma dua, gak ada yang bisa gantiin lagi. Kalau yang lainnya sih gampang, semua bisa tapi kalau Wo ai Metta?”

Lidya Saka : “Ya udah Mas kalau Ailin pulang Jakarta trus Bintang-nya itu juga pengen cuti lebaran, kita taping aja untuk pas hari H-nya. Terus nanti seterusnya setelah hari H bisa Bintang yang siaran WM-nya.”

(051/KPB/SING/OFF/RM/6 Juli 2013)

WM kependekan dari Wo ai Metta, merupakan salah satu nama program di radio Metta FM. Wo ai Metta merupakan program acara berbahasa Mandarin yang menyajikan musik-musik Mandarin. Wo ai Metta hadir setiap hari Senin sampai Jumat pukul 10.00.

(52) Konteks situasi : Percakapan Sara Neyrhiza yang sedang memberikan pengarahan kepada rekan kerjanya (DJ baru) pada saat siaran berdua di radio PTPN pada tanggal 3 Juni 2013

Sara Neyrhiza : “Kita itu punya SOP, tau gak kamu? Jadi udah ada aturan-aturan yang jelas, kalau comment gak boleh lebih dari tiga menit, dimana kita mesti nempatin smash, gimana urutan muter iklan, semuanya udah ada di SOP. Jadi kamu kudu baca tuh, tuh ada di rak di map, cari aja ntar habis siaran.”

(30)

commit to user

DJ magang : “Rak yang mana Mbak?”

Sara Neyrhiza : “Itu, yang nomer dua.”

(052/KPB/SING/OFF/PTPN/3 Juni 2013)

SOP kepanjangan dari Standart Operasional Prosedure. SOP merupakan sebuah aturan untuk menjalankan suatu program. Dalam kepenyiaran, seorang penyiar dituntut untuk mengikuti SOP yang ada sehingga ketika siaran seorang penyiar tidak boleh semaunya sendiri.

(53) Konteks situasi : Percakapan Sara Neyrhiza yang sedang mengikuti breafing di radio PTPN pada tanggal 4 Juni 2013.

Sara Neyriza : “Untuk event nanti LO-nya kamu ya Dit.”

Rekan kerja : “Sip, jangan lupa juga kosumsi tadi tuh tadi belum kebahas.”

(053/KPB/SING/OFF/PTPN/4 Juni 2013)

LO kepanjangan dari Liaison Officer jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi perwira penghubung (Kamus Inggris Indonesia, 2003:356).

Tugas dari seorang LO adalah mengatur segala keperluan artis untuk sebuah acara. Seorang LO wajib mengurus artis mulai dari mengatur kedatangan artis sampai kepulangannya. LO merupakan koordinator artis dan merupakan penghubung antara pihak manajemen artis dengan pihak yang memiliki acara.

(54) Konteks situasi : Percakapan Dewa dengan

rekan kerjanya (DJ baru) tentang operating pada saat pergantian jam siar di radio PTPN pada tanggal 22 Juli 2013.

Dewa : “Kamu dah pernah siaran sore sendiri belum?”

Rekan kerja : “Belum Mas, baru kali ini.”

(31)

commit to user

Dewa : “Emm gini we, nanti tiap jam empat sore tu ada relay KBR 68H Jakarta. Nanti kalau si Intan gak dateng berarti kamu siaran sendirian tu, soalnya aku hubungi belum bisa-bisa. Kalau kamu beneran siaran sendirian, sebelum jam empat tu kamu cek KBR-nya di cue dulu udah naik pa belum.

Nyalainnya tinggal kamu buka aja streaming- nya KBR 68H Jakarta. Emm nanti BBM aku aja lah kalau bingung ya, aku pulang dulu ya.”

(054/KPB/SING/OFF/PTPN/22 Juli 2013)

KBR singkatan dari Kantor Berita Radio. KBR atau sering disebut dengan KBR68H merupakan lembaga kantor penyedia berita radio independen pertama di Indonesia. KBR68H berdiri pada tahun 1999, dan hingga kini sudah ada 900 radio yang berjejaring dan memanfaatkan layanan informasi dari KBR68H di seluruh wilayah Indonesia, Asia, dan Australia. Radio Metta, PTPN, dan RRI juga memanfaatkan layanan informasi dari KBR68H.

(55) “Okey Sara tunggu juga kalau saja misalnya Jaka Dara mau usul lagu langsung aja Masuk di telpon kita di 656710 atau di 11 sama sms-nya di 02717009960.”

(055/KPB/SING/ON/PTPN/1 November 2013)

SMS kepanjangan dari Short Message Service, fitur yang biasanya ada pada telepon seluler. SMS merupakan sebuah layanan yang banyak diaplikasikan pada sistem komunikasi tanpa kabel (wireless). SMS juga dimanfaatkan dalam dunia penyiaran, yakni sebagai sarana berkomunikasi dengan pendengar. Melalui SMS pendengar bisa meminta lagu yang ingin diputarkan serta bisa juga berkirim salam.

(56) “Gak bisa tidur bukan gara-gara memang gak ngantuk, ngantuk sih ya cuman agak sedikit curcol ya gak pa-pa pagi-pagi ya.”

(32)

commit to user

(056/KPB/SING/ON/PTPN/1 November 2013)

Curcol merupakan kependekan dari curahan hati colongan. Singkatan tersebutu banyak digunakan oleh remaja di Indonesia karena dinilai lebih singkat dalam pengucapannya.

6. Sapaan

Sapaan adalah morfem, kata, atau frase yang dipergunakan untuk saling merujuk dalam situasi pembicaraan dan yang berbeda-beda menurut sifat hubungan antara pembicara (Harimurti Kridalaksana, 2001:191). Sapaan digunakan untuk memanggil orang satu dengan yang lainnya sesuai latar belakang dari pemanggil dan yang dipanggil. Sapaan yang sering digunakan adalah sapaan yang memperlihatkan hubungan kedekatan antara pemanggil dan yang dipanggil.

Seperti dalam data di bawah ini,

(57) Konteks situasi : Percakapan antara Sari Nugraha dengan rekan kerjanya, tentang live report di radio RRI Surakarta pada tanggal 19 Juni 2013.

Sari Nugraha : “Mau berangkat Cin”?

Rekan kerja : “iya, kenapa”?

Sari Nugraha : “Sebelum live report BBM aku dulu ya”.

Rekan kerja : “Oke”.

(057/KPB/SAP/OFF/RRI/19 Juni 2013)

Sapaan yang digunakan pada tuturan di atas adalah Cin. Kata Cin merupakan kependekan dari cinta, dalam hal ini penggunaan sapaan Cin ditujukan untuk teman perempuan penutur. Sapaan Cin yang digunakan bukan berarti bahwa penutur dengan mitra tutur memiliki hubungan asmara, akan tetapi sapaan Cin

(33)

commit to user

memang sering digunakan oleh penyiar-penyiar perempuan yang sudah lama menjadi rekan kerja dan mengenalnya dengan baik. Penggunaan sapaan Cin memperlihatkan kedekatan yang sangat tinggi antara penutur dengan mitra tutur, tetapi kedekatan tersebut tidak melibatkan asmara hanya sebatas sahabat.

(58) Konteks situasi : Percakapan Sari Nugraha dengan rekan kerjanya tentang VO untuk iklan baru yang akan diproduksi di radio RRI Surakarta pada tanggal 22 Juni 2013.

Sari Nugraha : “Mas, aku mau VO dulu.”

Rekan kerja : “VO apa ta?”

Sari Nugraha : “VO buat iklan baru lah. Rido mana Mas?

Aduh kemana to, mana ini iklannya disuruh cepet-cepet ma bu Ina. Habis aku ma Rido VO langsung kerjain ya Mas.”

(058/KPB/SAP/OFF/RRI/22 Juni 2013)

Penggunaan sapaan Mas digunakan untuk menyapa seorang laki-laki yang dianggap memiliki usia yang lebih tua. Selain itu, penggunaan sapaan Mas juga dikarenakan mitra tutur memiliki jabatan yang lebih tinggi dari penutur.

(59) Konteks situasi : Percakapan Lidya Saka

dengan rekan kerjanya pada saat pergantian jam siaran di radio Metta FM Solo pada tanggal 1 Juli 2013.

Lidya Saka : “Jangan lupa nanti putar insert Ramadan ya Dik, udah ada di RS kok, Mas Tian udah nulis di RS.”

DJ Magang : “Oke, Mbak.”

(059/KPB/SAP/OFF/RM/1 Juli 2013)

Sapaan Dik digunakan untuk menyapa orang yang usianya lebih muda.

Selain itu, penggunaan sapaan Dik juga dikarenakan penutur yang belum hafal

(34)

commit to user

dengan nama mitra tuturnya. Fungsi dari penggunaan sapaan tersebut sebagai penanda bahwa penutur dan mitra tutur belum saling mengenal dengan baik.

7. Campur Kode

Profesi penyiar radio terdiri dari berbagai usia serta latar belakang pendidikan yang berbeda-beda dengan kemampuan berbahasa yang bermacam- macam. Latar belakang kemampuan berbahasa yang berbagai macam tersebut menjadi salah satu sebab munculnya peristiwa campur kode. Kachru (1978) (dalam Suwito, 1996:89) menjelaskan gejala campur kode merupakan pemakaian dua bahasa atau lebih dengan saling memasukkan unsur-unsur bahasa satu ke dalam bahasa yang lain secara konsisten.

Peristiwa campur kode sering terjadi dalam percakapan antara penyiar radio dengan rekan kerjanya. Biasanya campur kode digunakan ketika terjadi percakapan dua orang atau lebih yang berbeda latar belakang dan status sosial.

Tujuan dari penggunaan campur kode adalah agar pembicaraan terlihat lebih santai dan mampu bercampur tanpa terikat dengan keharusan penggunaan bahasa.

a. Campur Kode Berwujud Kata

Campur kode dalam profesi penyiar radio memiliki berbagai bentuk atau wujud yang bermacam-macam. Salah satunya adalah campur kode berwujud kata.

Berikut adalah datanya:

(60) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 7 Mei 2013.

DJ magang : “Ehh ternyata jeda aja jadi Masalah ya Mas.”

(35)

commit to user

Rido Wicaksono : “Eh jangan salah walaupun cuma jeda tapi kalau kamu salah naruhnya maknanya isoh berubah lho. Trus sama aja ma penekanan, salah naruh juga maknanya jadi berubah, dadi aneh.

(060/KPB/CK/OFF/RRI/7 Mei 2013)

Data di atas terjadi peristiwa campur kode ke dalam (inner code-mixing) sebab terjadi percampuran kode dalam bentuk kata antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa. Bentuk kata yang menandai adanya campur kode dalam bentuk kata adalah isoh (bisa) dan dadi (menjadi) (Kamus Indonesia-Jawa, 1991:37,115). Tuturan tersebut diucapkan oleh penyiar radio yang sudah senior kepada penyiar yang baru magang ketika memberikan pengarahan tentang kepenyiaran. Percampuran bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa disebabkan karena penyiar tersebut asli orang Jawa, sehingga meskipun terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam pekerjaannya terkadang bahasa daerahnya yaitu bahasa Jawa muncul dalam tuturannya. Penyiar magang sebagai mitra tutur juga asli Jawa sehingga penyiar senior beralih kode ke bahasa Jawa karena menganggap bahwa mitra tuturnya akan lebih mudah mengerti apa yang diucapkannya.

(61) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 10 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “Kalau nulis berita buat radio itu beda sama koran. Kalau koran kan untuk dibaca kalau radio kan untuk didengar, jadi ya beda. Kalau untuk konsumsi radio digawe bertutur, tapi tetep pake EYD yang bener.”

DJ magang : “Bertutur piye ta Mas?”

(36)

commit to user

(061/KPB/CK/OFF/RRI/10 Mei 2013)

Data di atas terjadi peristiwa campur kode ke dalam (inner code-mixing) sebab terjadi percampuran kode dalam bentuk kata antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa. Bentuk kata yang menandai adanya campur kode dalam bentuk kata adalah digawe jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi

„dibuat‟ (Kamus Indonesia-Jawa, 1991:40). Tuturan tersebut diucapkan oleh penyiar radio yang sudah senior kepada penyiar yang baru magang ketika memberikan pengarahan tentang kepenyiaran. Percampuran bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa disebabkan karena penyiar tersebut asli orang Jawa, sehingga meskipun terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam pekerjaannya terkadang bahasa daerahnya yaitu bahasa Jawa muncul dalam tuturannya.

(62) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 10 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “Tanda bacanya bedo lho, jadi ada tanda baca khusus untuk penulisan di radio. Garis miring satu itu koma, dua untuk titik, tiga untuk akhir penulisan.”

DJ magang : “Ohh kenapa ya Mas kok gak pake titik ma koma aja, kenapa garis miring ya Mas?”

Rido Wicaksono : “Aduh kenapa ya, dari dulu emang gitu kok.”

(062/KPB/CK/OFF/RRI/10 Mei 2013)

Data di atas terjadi peristiwa campur kode ke dalam (inner code-mixing) sebab terjadi percampuran kode dalam bentuk kata antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa. Bentuk kata yang menandai adanya campur kode dalam

(37)

commit to user

bentuk kata adalah bedo jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi

„beda‟ (Kamus Indonesia-Jawa, 1991:28). Tuturan tersebut diucapkan oleh penyiar radio yang sudah senior kepada penyiar yang baru magang ketika memberikan pengarahan tentang kepenyiaran. Percampuran bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa disebabkan karena penyiar tersebut asli orang Jawa, sehingga meskipun terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam pekerjaannya terkadang bahasa daerahnya yaitu bahasa Jawa muncul dalam tuturannya. Penyiar magang sebagai mitra tutur juga asli Jawa sehingga penyiar senior bercampur kode ke bahasa Jawa karena menganggap bahwa mitra tuturnya akan lebih mengerti apa yang diucapkannya.

(63) “Jadi kalo makanan yang bersantan itu memiliki rasa sangat kaya rasa yang bikin perut kita jadi, apa ya dibilangnya penuh ya, jadi kalo orang Jawa bilang muneg.”

(063/KPB/CK/ON/PTPN/5 November 2013)

Data di atas terjadi peristiwa campur kode ke dalam (inner code-mixing) sebab terjadi percampuran kode dalam bentuk kata antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa. Bentuk kata yang menandai adanya campur kode dalam bentuk kata adalah muneg artinya dalam bahasa Indonesia yaitu „mual‟ (Kamus Indonesia-Jawa, 1991:207). Tuturan tersebut diucapkan oleh penyiar pada saat siaran. Penyiar tersebut bercampur kode ke dalam bahasa Jawa untuk memudahkan penyiar menjelaskan kepada pendengar apa yang ingin disampaikannya. Dengan menggunakan bahasa Jawa penyiar menganggap bahwa apa yang ingin disampaikannya mudah dimengerti oleh pendengar, karena sebagian besar pendengarnya adalah asli orang Jawa.

(38)

commit to user

(64) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang operating di radio RRI Surakarta pada tanggal 27 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “Kamu yang pegang operatornya ya tadi?

Waktu mau break kamu jangan langsung di- full suara iklannya, naikin perlahan-lahan inget fade in fade out lah, ben gak njeglek, ben dirungokne ya penak.”

DJ magang : “Masih grogi aku Mas, bingung, mesti konsen ke semua tombolnya. Bingung, habis ini mau ngapain habis itu mau ngapain lagi.”

Rido Wicaksono : “Santai aja jangan grogi.”

(064/KPB/CK/OFF/RRI/27 Mei 2013)

Peristiwa campur kode yang terjadi pada data di atas yaitu campur kode ke luar (outer code-mixing) sebab terjadi percampuran kode dalam bentuk kata antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Bentuk kata yang menandai adanya campur kode dalam bentuk kata adalah break (istirahat) dan full (penuh) (Kamus Inggris Indonesia, 2003:79,259). Tuturan pada data di atas diucapkan oleh penyiar radio yang sudah senior kepada penyiar yang baru magang ketika memberikan pengarahan tentang operating (mengoperasikan alat siar). Pemakaian unsur bahasa asing (bahasa Inggris) tersebut disebabkan oleh latar pendidikan penyiar yang baik, sehingga memiliki penguasaan bahasa asing yang bagus. Penutur bercampur kode ke dalam bahasa asing juga karena dianggap lebih bisa dimengerti oleh mitra tuturnya.

(65) “Ada juga Efendi di Solo, halo Efendi pengen denger lagunya Avril yang “Rock and Roll”, play lagunya ya Ra, salamnya buat yang lagi dengerin PTPN aja, kebetulan lagunya udah ya udah di-play juga lagunya e Avril yang “Rock and Roll”, gitu.”

(065/KPB/CK/ON/PTPN/4 November 2013)

(39)

commit to user

Peristiwa campur kode yang terjadi pada data di atas yaitu campur kode ke luar (outer code-mixing) sebab terjadi percampuran kode dalam bentuk kata antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Bentuk kata yang menandai adanya campur kode dalam bentuk kata adalah play yang artinya „mainkan‟ (Kamus Inggris Indonesia, 2003:433). Tuturan pada data tersebut diucapkan oleh penyiar pada saat siaran. Pemakaian unsur bahasa asing (bahasa Inggris) tersebut disebabkan oleh latar pendidikan penyiar yang baik, sehingga memiliki penguasaan bahasa asing yang bagus. Selain itu dengan bercampur kode ke dalam bahasa asing dianggap lebih berprestise.

b. Campur Kode Berwujud Frasa

Peristiwa campur kode dalam profesi penyiar radio tidak hanya berwujud kata, akan tetapi ada juga yang berbentuk frasa atau gabungan kata. Berikut datanya:

(66) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono yang sedang memberikan pengarahan kepada DJ magang tentang announcing skill di radio RRI Surakarta pada tanggal 7 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “O ya speed-nya tadi ya kecepeten, aja cepet ya aja alon-alon. Nah kae rungokno sing maca beritane, kae apik ora kecepeten ora terlalu lambat.”

DJ Magang : “Iya Mas, aku besok lama-lama juga bisa Mas.”

(066/KPB/CK/OFF/RRI/7 Mei 2013)

Data di atas terjadi peristiwa campur kode ke dalam (inner code-mixing) sebab terjadi percampuran kode dalam bentuk frasa atau kelompok kata antara bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia. Bentuk frasa yang menandai adanya

(40)

commit to user

campur kode adalah terlalu lambat. Tuturan tersebut dituturkan oleh Rido Wicaksono salah satu penyiar dari RRI Surakarta. Penutur adalah seorang yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik sehingga ketika bertutur menggunakan bahasa Jawa sering dicampur dengan bahasa Indonesia maupun sebaliknya. Penutur bercampur kode ke dalam bahasa Indonesia supaya mitra tuturnya bisa lebih mudah mengerti apa yang diucapkannya.

(67) Konteks situasi : Percakapan Rido

Wicaksono dengan rekan kerjanya pada saat pergantian jam siaran di radio RRI Surakarta pada tanggal 28 Mei 2013.

Rido Wicaksono : “Dina kok rasane cepet banget ya Mbak, ngerti-ngerti wis tanggal tuwek, dompet wis kempes dhuwitku gari limapuluh ribu tok iki.”

Rekan kerja : “Gayamu le le, dompet kempes wong dhuwite nang ATM kabeh.”

Rido Wicaksono : “Ora ya Mbak, entek tenan ki.”

(067/KPB/CK/OFF/RRI/28 Mei 2013)

Data di atas terjadi peristiwa campur kode ke dalam (inner code-mixing) sebab terjadi percampuran kode dalam bentuk frasa atau kelompok kata antara bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia. Bentuk frasa yang menandai adanya campur kode adalah limapuluh ribu. Tuturan tersebut dituturkan oleh Rido Wicaksono salah satu penyiar dari RRI Surakarta dengan rekan sesama penyiar pada saat pergantian jam siaran. Penutur adalah seorang yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik sehingga ketika bertutur menggunakan bahasa Jawa sering dicampur dengan bahasa Indonesia maupun sebaliknya. Selain itu, dalam profesi penyiar radio memang harus dibiasakan menggunakan bahasa Indonesia supaya terbiasa dan tidak medok. Penggunaan bahasa Jawa memang

(41)

commit to user

masih digunakan oleh penyiar yang sudah akrab satu sama lain, akan tetapi pemakaian bahasa Indonesianya juga masih sering muncul.

(68) Konteks situasi : Percakapan antara Sara

Neyrhiza dengan rekan kerjanya, saat pergantian jam siaran di radio PTPN pada tanggal 15 Mei 2013.

Rekan Kerja : “Ini laguku yang terakhir, tak tinggal ya Ra?”

Sara Neyriza : “Iya-iya, sana-sana tak on air sik, aja rame wae. Jamnya udah mepet ini, mana aku belum nyiapin bahan lagi, aduh mati aku.”

(068/KPB/CK/OFF/PTPN/15 Mei 2013)

Data di atas terjadi peristiwa campur kode ke dalam (inner code-mixing) sebab terjadi percampuran kode dalam bentuk kata antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa. Bentuk frasa yang menandai adanya campur kode adalah aja rame wae „jangan ramai saja‟ (Kamus Indonesia-Jawa, 1991:117,183).

Percampuran bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa disebabkan karena penyiar tersebut asli orang Jawa, sehingga meskipun terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam pekerjaannya terkadang bahasa daerahnya yaitu bahasa Jawa muncul dalam tuturannya. Penutur bercampur kode ke dalam bahasa Jawa juga karena tingkat kedekatan yang tinggi dengan mitra tuturnya. Maksudnya adalah penutur dan mitra tutur sudah mengenal cukup lama sehingga penutur tahu bahwa mitra tuturnya juga menguasai bahasa Jawa.

(69) Konteks situasi : Percakapan Sara Neyrhiza yang sedang memberikan pengarahan kepada rekan kerjanya (DJ magang) pada saat siaran berdua di radio PTPN pada tanggal 3 Juni 2013.

Referensi

Dokumen terkait

Dampak Keberadaan Kain Sutera Pada Masyarakat Pakkana Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo adalah (1) Dampak nilai sosial; merupakan keberadaan kain tenun bagi

Melihat kepada Kristus, Gereja menghadapi mereka yang mengambil bahagian dalam hidupnya dengan cara yang tidak lengkap dengan penuh kasih sayang dan menyedari bahawa rahmat Allah

Perlu diketahui yang menjadi dasar untuk dilakukan analisa system dikarenakan adanya suatu masalah dalam sistem itu, untuk mencari kekurangan sistem ataupun kelebihan

Permasalahan utama yang dihadapi dalam integrasi nasional mi adalah adanya cara pandang yang berbeda tentang pola laku duniawi dan cara untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana

OLEH OLEH KELOMPOK III : KELOMPOK III : HAYATUNUUPUS HAQIQI HAYATUNUUPUS HAQIQI JELLY OKTAVIANI JELLY OKTAVIANI DODI DODI WITA RESTI WITA RESTI DOSEN PEMBIMBING : DOSEN PEMBIMBING

Gambar 3.35 Activity diagram melihat nilai mata pelajaran