BAB V
KONSEP PERANCANGAN 5.1. Gaya dan Tema Perancangan
Gaya dari perancangan interior “Museum permainan tradisional Jakarta” ini mengarah pada gaya modern etnik. Pemilihan gaya modern etnik berdasarkan pada :
Formalisme, menampilkan bentuk sesederhana mungkin, kejujuran bahan, warna yang alami dan berorientasi pada bisnis.
Pragmatisme, menampilkan kepraktisan dalam konstruksi, bahan, warna, dan fungsi.
Fungsionalisme, menampilkan bentuk harus mempunyai fungsi.
Universitalisme, merupakan suatu ukuran kebenaran dan keindahan ukuran-ukuran yang ada di masyarakat modern.
Menampilkan Gaya modern dan eknik atau Traditional.
Tema perancangan yang dipilih dalam Perancangan Interior museum permainan tradisional Jakarta ini adalah fress and fun, yang berorientasikan pada rekreasi museum. Pemilihan tema didasari atas tujuan perancangan yaitu :
a. Memberikan suasana nyaman, aman kepada pengunjung sehingga pengunjung akan merasa leluasa dalam menikmati fasilitas yang didukung dengan interior museum. Berdasarkan tujuan perencanaan tersebut, diperlukan beberapa pemecahan masalah yang terkandung dalam tema wisata museum fresh and fun, penjabarannya sebagai berikut :
Sirkulasi dalam bangunan yang sudah memikirkan faktor kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna di dalamnya.
Penataan layout khususnya pada area lobby dan ruang pamer memberikan kenyamanan bagi pengguna.
Penggunaan Furniture sesuai dengan gaya yang diterapkan
Berdasarkan penjabaran pemecahan masalah, maka disimpulkan pada sebuah konsep tema desain yaitu fresh and fun. Yang dimaksudkan fresh and fun adalah merancang interior yang bertujuan
membuat pengunjung mendapatkan kesan yang baru dan berbeda dengan museum lainnya, dalam menikmati salah satu peninggalan budaya di dalam suasana yang modern.
5.2. Karakter dan Suasana Interior
Karakter interior yang ingin ditampilkan adalah karakter-karakter yang dibutuhkan untuk dapat menuangkan unsur-unsur tema perancangan di atas kedalam sebuah perencanaan desain interior.
Karakter interior yang dimaksud adalah karakter dari pengunjung yang lebih bisa merasakan kenyamanan saat berada di dalam ruang dengan bahasa visual. Dan menampilkanlah karakter ruang yang dirancang sesuai dengan karakteristik dari segala usia. Sehingga selain memiliki nilai estetis, ruang tersebut juga memiliki nilai informatif di dalamnya.
Suasana interior secara keseluruhan yang ingin dicapai adalah suasana yang segar dan ceria serta memberikan kenyamanan maksimal bagi pengunjung yang datang sehingga menciptakan citra yang baik di mata pengunjung terhadap museum permainan tradisional betawi tersebut. Dampak positif dari citra yang sudah baik dari pengunjung adalah keinginan bagi pengunjung itu sendiri untuk datang kembali berwisata.
5.3. Pola Penataan Ruang
Peletakan tata ruang diterapkan sesuai dengan fungsi dan sifat area. Pada perancangan terdapat empat zoning area, yaitu area public, semi public, private, dan service. Dari setiap area memiliki karakter ruang yang berbeda.
5.4. Sistem pelayanan museum
Untuk memberikan pelayanan yang baik terhadap pengunjung museum permainan tradisional betawi, maka pihak pengelola museum memerlukan suatu kemasan yang baik terhadap kebutuhan pengunjung, pelayanan tersebut diantaranya :
- Loket ticketing - System keamanan
- Media informasi visual / hologram - Berinteraksi dengan permainan
5.5. Warna yang Akan Digunakan
Warna – warna yang akan di tampilkan pada interior museum permainan tradisional Betawi mengacu pada tema perancangan museum, yaitu warna – warna yang segar, natural dan ceria, seperti, warna hijau, kuning, merah, dan coklat.
Hijau : memberikan kesan segar dan menjadikan suasana yang santaiatau tenang pada sebuah ruang.
Kuning : memberikan kesan mencolok dan energik serta dapat meningkatkan konsentrasi dan menurunkan tingkat stress.
Merah : Memberikan kesan hangat, dan dapat meningkatkan aktifitas kerja seseorang.
Coklat : warna yang memberikan kesan fleksibelitas.
Efek warna secara psikologis bisa berpengaruh pada pikiran, emosi, dan kenyamanan.
Oleh karena itu penggunakan warna hangat, warna segar dan energik lebih banyak digunakan untuk museum permainan tradisional betawi.
Warna yang di tampilkan pada museum permainan tradisional ialah warna – warna yang di terapkan pada bangunan – bangunan adat suku Betawi, seperti warna hijau, kuning, coklat dan merah.
5.6. Finishing Interior
Lantai
Penggunaan finishing lantai pada interior museum permainan tradisional betawi ini adalah:
No Area Ruang Jenis lantai ukuran warna
1 Public Lantai 1
Lobby / main enterance
Granit 60x60cm Merah maron
2 Lantai 1 Receptions Granit 60x60cm Merah maron
3 Lantai 1 Ruang tunggu Granit 60x60cm Merah maron
4 Lantai 1 Loket / ticketing
Granit 60x60cm Merah maron
5 Lantai 1 shoping center lemari display
Granit 60x60cm Merah maron
6 Lantai 1 Amphiteater Keramik 30x30cm Putih finishing karpet hijau
7 Lantai 1 Area pamer permanen
Granit 60x60cm Merah maron
8 Lantai 2 Area pamer kontemporer / interaktif
Parquet coklat
9 Lantai 1 Toilet lobby Keramik 30x30cm Putih
10 Lantai 2 Perpustakaan Keramik 30x30cm Putih finishing karpet bermotif
11 Lantai 2 Toilet perpustakaan
Keramik 30x30cm Putih
12 Lantai 1 Work shop Parquet coklat
13 Lantai 3 Toilet area pamer kontemporer Dua buah
Keramik 30x30cm Putih
14 Lantai 1 Kantin Display makanan, meja kursi
Keramik 30x30cm Hitam Putih
15 Semi Public Lantai 1
Penitipan barang
Granit 60x60cm Merah maron
16 Lantai 1 Ticketing / loket
Granit 60x60cm Merah maron
17 service Lantai 1
Loading dok / drop off / gudang
Keramik 30x30cm Putih
Tabel 5.1 Finishing Interior Lantai pada museum permainan tradisional Jakarta
Dinding
Penggunaan finishing dinding pada interior museum permainan tradisional Jakarta ini adalah
No Area Ruang Material / Finishing dinding warna
1 Public Lantai 1
Lobby / main enterance
Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
putih
2 Lantai 1 Receptions Parquet kombinasi aklirik
3 Lantai 1 Ruang tunggu Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux dan kaca
hijau
4 Lantai 1 Loket / ticketing
Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
Hijau, finishing ornament bambu
5 Lantai 1 shoping center kaca
6 Lantai 1 Amphiteater gybsum Finishing karpet
ber motif
7 Lantai 1 Area pamer permanen
Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
Putih, hijau, kuning
8 Lantai 2 Area pamer kontemporer / interaktif
Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
Putih, hijau, kuning
9 Lantai 1 Toilet lobby Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
putih
10 Lantai 2 Perpustakaan Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
Hijau kombinasi kuning
11 Lantai 2 Toilet perpustakaan
Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
putih
12 Lantai 1 Work shop Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
Putih, finishing wall papper motif betawi
13 Lantai 3 Toilet area pamer kontemporer Dua buah
Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
putih
14 Lantai 1 Kantin Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
Putih, finishing wall papper motif betawi
15 Semi Public Lantai 1
Penitipan barang
Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
putih
16 Lantai 1 Ticketing / loket
Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
Putih finishing bambu
17 service Lantai 1
Loading dok / drop off / gudang
Bata Plesteran fin. Cat tembok ex. Dulux
putih
Tabel 5.2 Finishing Interior Dinding pada museum permainan tradisional betawi
Plafond
Penggunaan finishing plafond pada museum permainan tradisional Jakarta ini adalah:
No Area Ruang Bahan plafound warna
1 Public Lantai 1
Lobby / main enterance
Plafound katu coklat
2 Lantai 1 Receptions Plafound katu coklat 3 Lantai 1 Ruang tunggu Plafound katu coklat 4 Lantai 1 Loket /
ticketing
Plafound bamboo ekspose
5 Lantai 1 shoping center Rangka hollow, dan gybsum
putih
6 Lantai 1 Amphiteater Rangka hollow, dan gybsum ekspose
7 Lantai 1 Area pamer permanen
Rangka hollow, dan Alumunium
8 Lantai 2 Area pamer kontemporer / interaktif
Rangka hollow, dan Alumunium
9 Lantai 1 Toilet lobby Gypsum board 9 mm, fin.
cat ex. Dulux warna putih
10 Lantai 2 Perpustakaan Gypsum board 9 mm, fin.
cat ex. Dulux warna putih
11 Lantai 2 Toilet perpustakaan
Gypsum board 9 mm, fin.
cat ex. Dulux warna putih
12 Lantai 1 Work shop Gypsum board 12 mm,
finishing mural awan
13 Lantai 3 Toilet area pamer kontemporer Dua buah
Gypsum board 9 mm, fin.
cat ex. Dulux warna putih
14 Lantai 1 kantin Gypsum board 9 mm, fin.
cat ex. Dulux warna putih
15 Private Lantai 1
Office Dua ruang
Gypsum board 9 mm, fin.
cat ex. Dulux warna putih
16 Lantai 1 Ticketing / loket
Gypsum board 9 mm, fin.
cat ex. Dulux warna putih
17 service Lantai 1
Loading dok / drop off / gudang
Gypsum board 9 mm, fin.
cat ex. Dulux warna putih
Tabel 5.3 Finishing Interior Plafond pada museum permainan tradisional betawi
5.7. Sistem Utilitas 5.7.1. Tata Cahaya
Pencahayaan Klasifikasi Penerapan Ruang
Sumber Cahaya Pencahayaan alami Pencahayaan buatan
Beberapa area Semua area
Jenis Lampu TL
Down Light
Hologen
LED
Spot
Beberapa area Beberapa area Beberapa area Beberapa area Beberapa area
Tabel 5.4. Tata Cahaya
5.7.2 Tata Udara/Penghawaan 1. Buatan (AC)
5.7.3 Tata Suara
Untuk meredam berbagai gangguan kebisingan pada museum permainan tradisional betawi ini maka :
- Memperbanyak pengadaan tanaman-tanaman di sekeliling lingkungan - Mengurangi penggunaan material yang memantulkan suara
5.7.4 Plumbing & Sanitasi - Air Bersih
Penyediaan air bersih didapat dari PAM yang ditampung di reservoir yang kemudian didistribusikan ke seluruh area museum permainan tradisional betawi ini.
- Air Kotor
Air kotor yang berasal dari air hujan, area service, / dibuang, kemudian diproses dalam watertreatment untuk selanjutnya dibuang kesaluran kota atau didaur ulang.
5.7.5 Sistem Pencegahan Kebakaran
Pencegahan kebakaran dalam museum permainan tradisional Jakarta ini diupayakan dengan pengadaan alat tabung pemadam kebakaran (extiguisher).
APAR diletakkan di setiap ruang dan sirkulasi APAR yang digunakan berisi serbuk kering CO2 dengan berat 20kg dipasang 1,5 m dari permukaan lantai.
5.8. Schedule Furniture dan Skema Bahan
Furniture-furniture yang digunakan pada museum permainan tradisional Jakarta ini menggunakan tema fress and fun dengan gaya modern etnik berbahan matrial ramah lingkungan.
No Area Ruang Spesifikasi keterangan
1 Public Lantai 1
Lobby / main enterance
2 Lantai 1 Receptions
3 Lantai 1 Ruang tunggu
4 Lantai 1 Loket / ticketing
5 Lantai 1 shoping center
6 Lantai 1 Amphiteater
7 Lantai 1 Area pamer permanen
8 Lantai 2 Area pamer kontemporer / interaktif
9 Lantai 1 Toilet lobby
10 Lantai 2 Perpustakaan
11 Lantai 2 Toilet perpustakaan
12 Lantai 1 Work shop 13 Lantai 3 Toilet area
pamer kontemporer Dua buah
14 Lantai 1 Kantin
15 Semi Public Lantai 1
Penitipan barang
16 Lantai 1 Ticketing / loket
17 Private Lantai 3
Office Dua ruang
18 Lantai 3 Security center 19 service
Lantai 1
Loading dok / drop off / gudang
5.9. Konsep non teknis
Pencitraan dan kesan ruang
Dalam perncangan desain interior museum permainan tradisional Jakarta ini mengaplikasikan gaya desain modern etnik. Dari gaya modern etnik penulis
mendefinisikan gaya tersebut dalam pengaplikasiannya sebagai, sesuatu yang up to date, praktis, simple, memiliki ciri khas, dan memiliki sejarah. Sehingga menimbulkan kesan yang unik, modern, dan tradisional, yang bertujuan untuk menarik minat masyarakat umum dari berbagai kalangan untuk berkunjung
5.10. Sketsa ide
Gambar 5.5. Informasi center dan loket ticketing