LAMPIRAN
Lampiran 1. Lembar Kuesioner Penelitian
KUESIONER PENELITIAN
HUBUNGAN JARAK SEPTIC TANK, KONSTRUKSI SUMUR GALI, DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KANDUNGAN BAKTERI Escherichia coli AIR
SUMUR GALI PENDUDUK DI DESA MEKAR MAKMUR KECAMATAN SEI LEPAN KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2016
IDENTITAS RESPONDEN 1. Nomor Responden : 2. Nama : 3. Jenis Kelamin : 4. Umur : 5. Alamat : 6. Pendidikan : PENGETAHUAN RESPONDEN
1. Menurut Saudara/i, apakah manfaat air bersih? a. Bisa terhindar dari penyakit
b. Aman untuk diminum c. Dapat membersihkan badan
2. Menurut Saudara/i, apa manfaat memasak air terlebih dahulu sebelum diminum? a. Untuk membunuh bakteri dan kuman penyakit
b. Agar lebih segar c. Supaya enak diminum
3. Menurut Saudara/i, berasal dari manakah pencemaran air yang paling berpengaruh pada kesehatan manusia?
a. Tanah b. Air hujan c. Udara
4. Menurut Saudara/i, pencemaran apakah yang dapat berdampak langsung dan cepat terhadap kesehatan ?
a. Pencemaran bakteriologis (Escherichia coli) b. Pencemaran kimiawi (besi, timbal)
c. Pencemaran fisik (warna, kekeruhan)
5. Menurut Saudar/i, penyakit apa saja yang dapat timbul apabila mengkonsumsi air yang tidak sehat?
a. Penyakit saluran pencernaan (diare) b. Penyakit kulit (gatal-gatal)
c. Penyakit saluran pernapasan (sesak napas)
6. Menurut Saudara/i, apa jenis sarana air bersih yang paling baik menurut kesehatan? a. Perusahaan Air Minum (PAM)
b. Sumur Pompa Tangan (SPT) c. Sumur Gali dengan timba (SGL)
7. Menurut Saudara/i, bagaimana sumur gali yang memenuhi syarat ?
a. Konstruksi harus baik, mempunyai Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan jauh dari sumber pencemar
b. Jauh dari tumpukan sampah c. Galinya harus dalam
8. Menurut Saudara/i, berapakah jarak sumur gali dari sumber pencemar seperti septic tank? a. > 10 meter
b. 10 meter c. < 10 meter
9. Menurut Saudara/i, barapa kedalaman dinding sumur (cincin) yang memenuhi syarat kesehatan dari permukaan tanah ?
a. 3 meter b. 2 meter c. 1 meter
10. Menurut Saudara/i, apakah manfaat penggunaan dinding sumur?
a. Agar tidak terjadi pelongsoran tanah dan mengindari bakteri agar tidak meresap masuk kedalam sumur melalui rembesan air yang ada disekeliling sumur
b. Terlihat kuat dan kokoh c. Tidak tahu
11. Menurut Saudar/i, berapakah tinggi minimal bibir sumur ? a. 70 cm
b. 60 cm c. 50 cm
12. Menurut Saudara/i, berapakah lebar minimal lantai dari tepi bibir sumur? a. 1 meter
b. 0,5 meter
c. Seluas satu langkah kaki
13. Menurut Saudara/i, apa gunanya bagian dasar sumur diberi kerikil? a. Agar air tidak keruh sewaktu ditimba
b. Mencegah air keruh
c. Agar timba tidak menyentuh tanah
14. Menurut Saudara/i, dimanakah tempat meletakkan timba yang paling baik untuk mengambil air sumur ?
a. Digantung b. Bibir sumur c. Lantai
15. Menurut Saudara/i , apa manfaat konstruksi sumur gali yang memenuhi syarat? a. Agar terhindar dari penyakit
b. Agar air rembesan tidak masuk c. Agar air tidak kotor
SIKAP RESPONDEN
Pernyataan Ragu-raguTidak setuju
Apakah Saudara/i setuju kalau sumur gali yang sehat harus mempunyai konstruksi yang baik? Apakah Saudara/i setuju untuk menghindari
pengotoran jarak sumur dengan lubang galian tinja harus lebih dari 10 meter? Apakah Saudara/i setuju kalau sumur gali harus
dilengkapi dengan cincin sumur?
Apakah Saudara/i setuju apabila sumur gali harus dilengkapi dengan bibir sumur yang kedap air minimal 70 cm ?
Saudara/i setuju apabila sumur gali harus dilengkapi dengan lantai sumur?
Bagaimana pendapat Saudara/i terhadap anjuran menyemen lantai sekeliling sumur lebih dari 1 meter?
Apakah Saudara/i setuju apabila selesai menimba air, timba harus digantung?
Apakah Saudara/i setuju sumur gali harus mempunyai Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang terbuat dari bahan yang kedap air? Bagaimana pendapat Saudara/i apabila dengan
memiliki konstruksi sumur gali yang baik dapat mencegah timbulnya penyakit? Apakah Saudara/i setuju air yang baik untuk diminum
harus dimasak terlebih dahulu?
TINDAKAN RESPONDEN Pernyataan
Menggunakan sumber air bersih yang berasal dari sumur gali untuk keperluan sehari-hari
Menyemen disekitar sumur gali minimal radius 1 meter
Sesudah menimba air dan/atau ketika timba sedang tidak digunakan timba selalu digantung
Jika lantai sumur pecah, segera diperbaiki
Melengkapi sumur gali dengan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang kedap air
Memasak terlebih dahulu air yang akan dikonsumsi
Lampiran 2. Lembar Observasi Konstruksi Sumur Gali
Lembar Observasi Konstruksi Sumur Gali di Mekar Makmur Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat Tahun 2016
1. Keterangan No. Responden : Nama : Tanggal Observasi: Jumlah Pemakai : 2. Karakteristik Sumur
Konstruksi Sumur Gali Keterangan
Keadaan lebar lantai sumur gali :
- < 1 meter dan tidak kedap air - > 1 meter dan kedap air
Keadaan dinding sumur gali dari permukaan tanah :
- < 3 meter dan tidak kedap air - > 3 meter dari kedap air
Keadaan tinggi bibir sumur gali :
- <70 cm dan tidak kedap air - > 70 cm dan kedap air
Keadaan letak timba pengambil air sumur gali :
- Terletak di lantai
- Digantung diatas sumur
Keadaan tutup sumur
- Tidak memiliki tutup - Memiliki tutup
Saluran Limbah sumur gali
- Tidak ada - Ada
memiliki sumber pencemaran seperti kandang ternak, tempat sampah, jamban, dan septic tank
- Ada - Tidak ada
http://web.ipb.ac.id/~tml_atsp/ Hal 1 dari 10
PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990
Tentang
Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu dilaksanankan pengawasan kualitas air secara intensif dan terus menerus;
b. bahwa kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar terhindar dari gangguan kesehatan;
c. bahwa syarat-syarat kualitas air yang berhubungan dengan kesehatan yang telah ada perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan upaya kesehatan semua kebutuhan masyarakat dewasa ini;
d. bahwa sehubungan dengan huruf a, b dan c perlu ditetapkan kembali syarat-syarat dan pengawasan kualitas air dengan Peraturan Menteri Kesehatan.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 9 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2068)
2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1962 tentang Hygiene Untuk Usaha-usaha Bagi Umum (Lembaran Negara Tahun 1962 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2475);
3. Undang-undang Nomor 3 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintah di Daerah (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3037);
4. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3215);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1987 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan Dalam Bidang Kesehatan Kepada Daerah (Lembaran Negara Tahun 1987 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3347); 7. Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan
Hidup Nomor 02/Men.KLH/I/1988 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan.
SALINAN
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
a. Air adalah air minum, air bersih, air kolam renang, dan air pemandian umum.
b. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.
c. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.
d. Air kolam renang adalah air di dalam kolam renang yang digunakan untuk olah raga renang dan kualitasnya memenuhi syarat kesehatan. e. Air Pemandian Umum adalah air yang digunakan pada tempat
pemandian umum tidak termasuk pemandian untuk pengobatan tradisional dan kolam renang, yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan.
f. Kakandep adalah Kepala Kantor Departemen Kesehatan Kabupaten/Kotamadya.
g. Kakanwil adalah Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Propinsi. h. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit
Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Departemen Kesehatan.
BAB II SYARAT-SYARAT
Pasal 2
(1) Kualitas Air harus memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan mikrobiologi, Fisika, kimia, dan radioaktif.
(2) Pengawasan kualitas air sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam lampiran I, II, III, dan IV peraturan ini.
BAB III PENGAWASAN
pasal 3
http://web.ipb.ac.id/~tml_atsp/ Hal 3 dari 10
Pasal 4
(1) Kegiatan pengawasan kualitas air mencakup :
a. Pengamatana lapangan dan pengambilan contoh air termasuk pada proses produksi dan distribusi.
b. Pemeriksaan contoh air. c. Analisis hasil pemeriksaan.
d. Perumusan saran dan cara pemecahan masalah yang timbul dari hasil kegiatan a,b, dan c
e. Kegiatan tindak lanjut berupa pemantauan upaya penanggulangan/perbaikan termasuk kegiatan penyuluhan.
(2) Hasil pengawasankualitas air dilaporkan secara berkala oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Tingkat II secara berjenjang dengan tembusan kepada Direktur Jenderal.
(3) Tata cara penyelenggaraan pengawasan dan syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) serta kualifikasi tenaga pengawas ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
Pasal 5
Pemeriksaan contoh air dilaksanakan oleh laboratorium yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan
Pasal 6
(1) Penyampaian dari syarat-syarat kualitas air seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri ini tidak dibenarkan, kecuali dalam keadaan khusus di bawah pengawasan Kepala Dinas Kesehatan Daerah Tingkat II setelah berkonsultasi dengan Kakanwil;
(2) Kakanwil dalam Memberikan pertimbangan setelah mendapat petunjuk Direktur Jenderal.
Pasal 7
(1) Pembinaan teknis terhadap pengawasan kualitas air di tingkat Pusat dilakukan oleh Direktur Jenderal;
(2) Pembinaan teknis terhadap pengawasan kualitas air di tingkat propinsi dilakukan oleh Kakanwil;
(3) Pembinaan teknis terhadap pengawasan kualitas air di Daerah Tingkat II dilakukan oleh Kakandep;
Pasal 8
Pembiayaan pemeriksaan contoh air yang dimaksudkan dalam Peraturan Menteri ini di bebankan kepada Pemerintah dan masyarakat termasuk swasta
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 9
Air yang digunakan untuk kepentingan umum wajib diuji kualitas airnya.
BAB IV PENINDAKAN
Pasal 10
Barang siapa yang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri ini yang dapat mengakibatkan bahaya bagi kesehatan dan merugikan bagi kepentingan umum, maka dapat dikenakan tindakan administratif dan atau tindakan pidana atau tindakan lainnya berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP Pasal 11
Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini, maka :
a. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 01/Birhukmas/I/1975 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum;
b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 172/MenKes/Per/VIII/1977 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Kolam Renang;
c. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 257/MenKes/Per/VI/1982 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Pemandian Umum;
Dinyatakan tidak berlaku lagi.
Pasal 12
Ketentuan-ketentuan lain yang berhubungan dengan syarat-syarat dan pengawasan kualitas air yang masih berlaku harus disesuaikan dengan peraturan ini.
Pasal 13
Hal-hal yang bersifat teknis yang belum diatur dalam Peraturan Menteri ini, ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
Pasal 14
Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 3 September 1990 Menteri Kesehatan Republik Indonesia
http://web.ipb.ac.id/~tml_atsp/ Hal 5 dari 10 Lampiran I
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor : 416/MENKES/PER/IX/1990 Tanggal : 3 September 1990 DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM
No. PARAMETER Satuan
Kadar Maksimum yang diperbolehkan Keterangan 1 2 3 4 5 A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. FISIKA Bau
Jumlah zat padat terlarut (TDS) Kekeruhan Rasa Suhu Warna - mg/L Skala NTU - oC Skala TCU - 1.000 5 - Suhu udara ± 3oC 15 Tidak berbau - - Tidak berasa - B. a. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. KIMIA Kimia Anorganik Air raksa Alumunium Arsen Barium Besi Fluorida Kadnium Kesadahan (CaCO3) Klorida Kromium, Valensi 6 Mangan Natrium Nitrat, sebagai N Nitrit, sebagai N Perak pH Selenium Seng Sianida Sulfat Sulfida (sebagai H2S) Tembaga Timbal mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L - mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0,001 0,2 0,05 1,0 0,3 1,5 0,005 500 250 0,05 0,1 200 10 1,0 0,05 6,5 – 8,5 0,01 5,0 0,1 400 0,05 1,0 0,05
Merupakan batas minimum dan maksimum b. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Kimia Organik Aldrin dan Dieldrin Benzena
Benzo (a) pyrene Chlordane (total isomer) Coloroform 2,4 D DDT Detergen 1,2 Discloroethane 1,1 Discloroethene Heptaclor dan heptaclor epoxide Hexachlorobenzene Gamma-HCH (Lindane) Methoxychlor Pentachlorophanol mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0,0007 0,01 0,00001 0,0003 0,03 0,10 0,03 0,05 0,01 0,0003 0,003 0,00001 0,004 0,03 0,01
No. PARAMETER Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan Keterangan 1 2 3 4 5 16. 17. 18. Pestisida Total 2,4,6 urichlorophenol Zat organik (KMnO4)
mg/L mg/L mg/L 0,10 0,01 10 C. 1. 2. Mikro biologik Koliform Tinja Total koliform Jumlah per 100 ml Jumlah per 100 ml 0
0 95% dari sampel yang diperiksa selama setahun. Kadang-kadang boleh ada 3 per 100 ml sampel air, tetapi tidak berturut-turut D.
1. 2.
Radio Aktivitas Aktivitas Alpha (Gross Alpha Activity) Aktivitas Beta
(Gross Beta Activity)
Bq/L Bq/L 0,1 1,0 Keterangan : mg = miligram ml = mililiter L = liter Bq = Bequerel
NTU = Nephelometrik Turbidity Units TCU = True Colour Units
Logam berat merupakan logam terlarut
Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 3 September 1990 Menteri Kesehatan Republik Indonesia
ttd
http://web.ipb.ac.id/~tml_atsp/ Hal 7 dari 10 Lampiran II
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor : 416/MENKES/PER/IX/1990 Tanggal : 3 September 1990 DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR BERSIH
No. PARAMETER Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan Keterangan 1 2 3 4 5 A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. FISIKA Bau
Jumlah zat padat terlarut (TDS) Kekeruhan Rasa Suhu Warna - mg/L Skala NTU - oC Skala TCU - 1.500 25 - Suhu udara ± 3oC 50 Tidak berbau - - Tidak berasa - B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. KIMIA Air raksa Arsen Besi Fluorida Kadnium Kesadahan (CaCO3) Klorida Kromium, Valensi 6 Mangan Nitrat, sebagai N Nitrit, sebagai N pH Selenium Seng Sianida Sulfat Timbal mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L - mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0,001 0,05 1,0 1,5 0,005 500 600 0,05 0,5 10 1,0 6,5 – 9,0 0,01 15 0,1 400 0,05
Merupakan batas minimum dan maksimum, khusus air
hujan pH minimum 5,5 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Kimia Organik Aldrin dan Dieldrin Benzena
Benzo (a) pyrene Chlordane (total isomer) Coloroform 2,4 D DDT Detergen 1,2 Discloroethane 1,1 Discloroethene Heptaclor dan heptaclor epoxide Hexachlorobenzene Gamma-HCH (Lindane) Methoxychlor Pentachlorophanol Pestisida Total 2,4,6 urichlorophenol Zat organik (KMnO4)
mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0,0007 0,01 0,00001 0,007 0,03 0,10 0,03 0,5 0,01 0,0003 0,003 0,00001 0,004 0,10 0,01 0,10 0,01 10
No. PARAMETER Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan Keterangan 1 2 3 4 5 C. Mikro biologik Total koliform (MPN) Jumlah per 100 ml Jumlah per 100 ml 50 10
Bukan air perpipaan Air perpipaan D. 1. 2. Radio Aktivitas Aktivitas Alpha (Gross Alpha Activity) Aktivitas Beta
(Gross Beta Activity)
Bq/L Bq/L 0,1 1,0 Keterangan : mg = miligram ml = mililiter L = liter Bq = Bequerel
NTU = Nephelometrik Turbidity Units TCU = True Colour Units
Logam berat merupakan logam terlarut
Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 3 September 1990 Menteri Kesehatan Republik Indonesia
ttd
http://web.ipb.ac.id/~tml_atsp/ Hal 9 dari 10 Lampiran III
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor : 416/MENKES/PER/IX/1990 Tanggal : 3 September 1990 DAFTAR PERSYARATAN AIR KOLAM RENANG
Kadar yang diperbolehkan No. PARAMETER Satuan
Minimum Maksimum Keterangan 1 2 3 4 5 6 A. 1. 2. 3. FISIKA Bau Benda terapung Kejernihan - - - - - - - - -
Bebas dari bau yang mengganggu Bebas dari benda terapung
Piringan sechi yang diletakkan pada dasar kolam yang terdalam, dapat dilihat dari tepi kolam pada jarak lurus 9
meter B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. KIMIA Alumunium Kesadahan (CaCO3) Oksigen terabsorbsi (O2) pH Sisa Chlor Tembaga sebagai Cu mg/L mg/L mg/L - mg/L mg/L - 50 - 6,5 0,2 - 0,2 500 1,0 8,5 0,5 1,5
Dalam waktu 4 jam pada suhu udara c. 1. 2. Mikro biologik Koliform total
Jumlah kuman Mangan
Jumlah per 100 ml Jumlah per 100 ml - - 0 200
Catatan : Sumber air kolam renang adalah air bersih yang
memenuhi persyaratan sesuai surat keputusan Menteri Kesehatan ini
Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 3 September 1990 Menteri Kesehatan Republik Indonesia
ttd
Dr. Adhyatma, MPH
Lampiran III
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor : 416/MENKES/PER/IX/1990 Tanggal : 3 September 1990 DAFTAR PERSYARATAN AIR KOLAM RENANG
Kadar yang diperbolehkan No. PARAMETER Satuan
Minimum Maksimum Keterangan 1 2 3 4 5 6 A. 1. 2. 3. 4. FISIKA Bau Kejernihan Minyak Warna - - - Skala TCU - - - - - - - 100 Tidak berbau Piringan sechi garis tengah
150 mm pada kedalaman 1,25 m tampak jelas Tidak berbau minyak dan tidak nampak lapisan/film
minyak B. 1. 2. 3. 4. KIMIA Deterjen Kebutuhan Oksigen Biokimia (BOD) Oksigen terlarut (O2) pH mg/L mg/L mg/L - - - 4,0 6,5 1,0 5,0 - 8,5 Sebagai O2 C. 1. Mikro biologik
Koliform total Jumlah per
100 ml - 200 D. 1. 2. Radio Aktivitas Aktivitas Alpha (Gross Alpha Activity) Aktivitas Beta
(Gross Beta Activity)
Bq/L Bq/L - - 0,1 1,0 Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 3 September 1990 Menteri Kesehatan Republik Indonesia
ttd
Lampiran 4. Surat Izin Penelitian
Lampiran 6. Hasil Laboratorium
Lampiran 7. Master Data
Aspek Pengetahuan
No. P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 Ptot Pkat
1 1 2 0 2 2 0 2 1 1 2 1 2 1 2 0 19 2 2 1 2 2 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 2 2 24 3 3 2 2 1 1 0 0 2 2 1 2 0 2 2 2 2 21 3 4 2 2 1 1 1 0 2 2 1 2 0 2 2 2 2 22 3 5 2 2 1 2 1 0 2 2 1 2 0 2 0 2 1 20 2 6 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 28 3 7 1 2 1 0 1 0 0 1 2 0 2 2 1 2 0 15 2 8 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 1 27 3 9 1 2 2 1 1 0 0 1 2 2 2 2 1 1 2 20 2 10 2 0 1 0 2 0 0 2 2 1 0 1 0 2 1 14 2 11 2 2 1 2 1 0 1 1 2 1 2 1 0 2 1 19 2 12 1 2 1 1 1 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 24 3 13 1 2 1 1 2 0 0 1 2 1 2 2 1 2 0 18 2 14 0 2 0 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 23 3 15 1 2 1 0 2 0 2 2 2 2 1 1 1 2 1 20 2 16 1 2 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 1 24 3 17 2 2 0 2 2 0 2 1 1 2 2 0 1 2 2 21 3 18 0 0 0 0 2 0 0 2 2 2 1 0 0 2 0 11 2 19 2 2 2 1 1 0 2 1 1 2 0 2 2 2 2 22 3 20 1 2 0 1 2 0 2 2 2 2 1 2 1 2 1 21 3 21 2 2 2 2 1 0 1 2 2 2 2 2 2 2 0 24 3 22 1 0 2 2 1 1 0 1 2 1 2 2 2 2 2 21 3 23 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 0 2 1 10 1 24 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 0 1 2 1 24 3 25 1 2 2 2 2 0 2 2 1 2 2 0 1 2 0 21 3 26 1 2 1 0 2 0 2 2 2 2 1 1 1 2 1 20 2 27 0 2 2 0 1 0 0 2 2 2 1 1 0 2 0 15 2 28 1 2 1 0 1 1 0 2 2 2 1 2 2 2 2 21 3 29 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 27 3 30 0 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 0 23 3
Keterangan :
Ptot : Total Pengetahuan Pkat : Kategori Pengetahuan
Jika Ptot = 21 – 30, maka Pengetahuan Baik (1) Jika Ptot = 11 - 20, maka Pengetahuan Cukup (2) Jika Ptot = 0 – 10, maka Pengetahuan Kurang (3)
Aspek Sikap
No. S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 Stot Skat
1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 16 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 6 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 19 3 7 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 8 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 19 3 9 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 10 2 1 2 2 2 2 2 2 0 2 17 3 11 2 2 0 0 2 0 2 2 2 2 14 3 12 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 13 2 0 2 1 2 2 2 2 0 2 15 3 14 2 0 1 1 2 2 2 1 1 2 14 3 15 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 16 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 17 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 19 3 18 2 0 1 1 2 2 2 1 0 2 13 2 19 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 14 3 20 2 2 2 2 2 2 2 1 0 2 17 3 21 2 1 1 1 1 1 2 1 0 2 12 2 22 2 2 1 1 1 1 2 1 0 2 13 2 23 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 19 3 24 2 1 2 2 2 2 2 1 0 2 16 3 25 2 1 1 1 1 1 2 1 2 2 14 3 26 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 13 2 27 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 28 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 19 3 29 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 3 30 2 1 1 1 1 1 2 1 0 2 12 2
Keterangan :
Stot : Total Sikap Skat : Kategori Sikap
Jika Stot = 14 - 20, maka Sikap Baik (1)
Jika Stot = 7 - 13, maka Sikap Cukup (2) Jika Stot = 0 - 6, maka Sikap Kurang (3)
Aspek Tindakan
No. T1 T2 T3 T4 T5 T6 Ttot Tkat
1 1 0 1 0 1 1 4 2 2 1 0 1 0 1 1 4 2 3 1 0 1 0 1 1 4 2 4 1 1 0 0 1 1 4 2 5 1 0 0 0 1 1 3 2 6 1 0 0 0 1 1 3 2 7 1 1 1 0 0 1 4 2 8 1 1 0 0 0 1 3 2 9 1 0 0 0 0 1 2 1 10 1 1 0 0 0 1 3 2 11 1 1 1 1 1 1 6 3 12 1 1 1 1 0 1 5 3 13 1 1 1 0 0 1 4 2 14 1 1 1 1 0 1 5 3 15 1 1 0 0 0 1 3 2 16 1 0 0 1 0 1 3 2 17 1 1 1 0 1 1 5 3 18 1 0 1 1 1 1 5 3 19 1 0 1 1 1 1 5 3 20 1 0 0 1 0 1 3 2 21 1 0 1 1 0 1 4 2 22 1 1 1 1 0 1 5 3 23 1 1 1 1 1 1 6 3 24 1 0 1 1 0 1 4 2 25 1 0 1 1 0 1 4 2 26 1 1 0 1 0 1 4 2 27 1 0 1 0 1 1 4 2 28 1 0 0 1 1 1 4 1 29 1 0 0 0 0 1 2 1 30 1 1 0 1 1 1 5 3
Keterangan :
Ttot : Total Tindakan Tkat : Kategori Tindakan
Jika Ttot = 5 - 6, maka Tindakan Baik (1)
Jika Ttot = 3 - 4, maka Tindakan Cukup (2) Jika Ttot = 0 - 2, maka Tindakan Kurang (3)
Aspek Konstruksi
No. T1 T2 T3 T4 T5 T6 Ttot Tkat Kkat
1 0 1 1 1 0 1 0 4 2 2 0 1 1 1 0 1 0 4 2 3 0 0 0 1 0 1 0 2 1 4 1 1 0 0 0 1 0 3 1 5 0 1 0 0 0 1 0 2 1 6 0 1 1 0 1 1 0 4 2 7 1 0 1 1 0 0 0 3 1 8 1 1 0 0 1 0 0 3 1 9 0 1 1 0 1 0 0 3 1 10 1 1 0 0 1 0 0 3 1 11 1 0 0 1 0 1 0 3 1 12 1 1 1 0 0 0 0 3 1 13 1 1 1 0 0 0 0 3 1 14 1 0 0 1 0 0 0 2 1 15 1 0 0 1 0 0 0 2 1 16 0 1 0 1 0 0 0 2 1 17 1 1 0 0 0 1 0 3 1 18 1 0 0 1 0 1 0 3 1 19 0 0 0 1 1 1 0 3 1 20 1 0 0 1 0 0 0 2 1 21 0 0 0 1 1 0 0 2 1 22 0 1 0 1 1 0 0 3 1 23 1 1 0 1 0 1 0 3 1 24 0 1 0 1 0 0 0 2 1 25 0 0 0 1 0 0 0 1 1 26 1 1 1 0 0 0 0 3 1 27 0 0 0 1 0 1 0 2 1 28 0 0 0 0 0 1 0 1 1 29 0 0 1 0 1 0 0 2 1 30 0 1 1 0 0 1 0 3 1
Keterangan :
Ktot : Total Konstruksi Kkat : Kategori Konstruksi
Jika Ktot = 4 - 7, maka Konstruksi Memenuhi Syarat (1)
No Jarak (m) Jarak Kategori Jarak Kategori Konstruksi Konstruski Kategori Pengetahuan Pengetahuan Kategori Sikap Sikap Katego ri Tindakan Tindaka n Kategor i Jumlah E. coli Jumlah E. coli Kategori
1 20 2 MS 2 MS 2 Cukup 3 Kurang 2 Cukup 1 MS (<50)
2 20 2 MS 2 MS 3 Kurang 3 Kuran g 2 Cukup 1 MS (<50) 3 8 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kuran g 2 Cukup 2 TMS (>50) 4 10 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kuran g 2 Cukup 2 TMS (>50) 5 12 2 MS 1 TMS 2 Cukup 3 Kuran g 2 Cukup 1 MS (<50)
6 8 1 TMS 2 MS 3 Kurang 3 Kurang 2 Cukup 2 TMS (>50)
7 11 2 MS 1 TMS 2 Cukup 3
Kuran
g 2 Cukup 2 TMS (>50)
8 7 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kurang 2 Cukup 2 TMS (>50)
9 11 2 MS 1 TMS 2 Cukup 3
Kuran
g 1 Baik 2 TMS (>50)
10 10 1 TMS 1 TMS 2 Cukup 3 Kurang 2 Cukup 2 TMS (>50)
11 8 1 TMS 1 TMS 2 Cukup 3
Kuran
g 3 Kurang 2 TMS (>50)
12 6 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kurang 3 Kurang 2 TMS (>50)
13 5 1 TMS 1 TMS 2 Cukup 3 Kuran g 2 Cukup 2 TMS (>50) 14 10 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kuran g 3 Kurang 2 TMS (>50)
15 7 1 TMS 1 TMS 2 Cukup 3 Kurang 2 Cukup 2 TMS (>50)
16 8 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3
Kuran
g 2 Cukup 2 TMS (>50)
17 8 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kurang 3 Kurang 2 TMS (>50)
18 6 1 TMS 1 TMS 2 Cukup 2 Cukup 3 Kurang 2 TMS (>50)
19 5 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kurang 3 Kurang 2 TMS (>50)
20 7 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3
Kuran
g 2 Cukup 2 TMS (>50)
21 10 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 2 Cukup 2 Cukup 2 TMS (>50)
22 8 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 2 Cukup 3 Kurang 2 TMS (>50)
23 5 1 TMS 1 TMS 1 Baik 3
Kuran
g 3 Kurang 2 TMS (>50)
24 7 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kurang 2 Cukup 2 TMS (>50)
25 7 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kuran
g 2 Cukup 2 TMS (>50)
26 7 1 TMS 1 TMS 2 Cukup 2 Cukup 2 Cukup 2 TMS (>50)
27 4 1 TMS 1 TMS 2 Cukup 3
Kuran
g 2 Cukup 2 TMS (>50)
28 4 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kurang 1 Baik 2 TMS (>50)
29 8 1 TMS 1 TMS 3 Kurang 3 Kurang 1 Baik 2 TMS (>50)
Lampiran 8. Output Analisis Data 1. Analisis Statistik Univariat Karakteristik Responden
umur (tahun)
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
3 8.1 10.0 10.0
16 43.2 53.3 63.3
11 29.7 36.7 100.0
30 81.1 100.0
jenis kelamin
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
laki-laki 8 21.6 26.7 26.7
perempuan 22 59.5 73.3 100.0
Total 30 81.1 100.0
pendidikan
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
Tidak Sekolah 2 5.4 6.7 6.7
SD 13 35.1 43.3 50.0
SMP 8 21.6 26.7 76.7
SMA 7 18.9 23.3 100.0
Total 30 81.1 100.0
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kategorik
Kategorik jarak septic tank (meter)
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
25 67.6 83.3 83.3
5 13.5 16.7 100.0
30 81.1 100.0
Kategorik konstruksi sumur gali
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
27 73.0 90.0 90.0
3 8.1 10.0 100.0
30 81.1 100.0
Kategorik pengetahuan responden
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
1 2.7 3.3 3.3
11 29.7 36.7 40.0
18 48.6 60.0 100.0
30 81.1 100.0
Kategorik sikap responden
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
5 13.5 16.7 16.7
25 67.6 83.3 100.0
30 81.1 100.0
Kategorik tindakan responden
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
3 8.1 10.0 10.0
18 48.6 60.0 70.0
9 24.3 30.0 100.0
30 81.1 100.0
Kategorik jumlah kandungan E. coli
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
3 8.1 10.0 10.0
27 73.0 90.0 100.0
30 81.1 100.0
Aspek Pengetahuan
Apakah manfaat air bersih ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
4 10.8 13.3 13.3
15 40.5 50.0 63.3
11 29.7 36.7 100.0
30 81.1 100.0
Apa manfaat memasak air terlebih dahulu ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
4 10.8 13.3 13.3
26 70.3 86.7 100.0
30 81.1 100.0
Berasal dari manakah pencemaran air yang paling berpengaruh pada kesehatan manusia ?
Pencemaran apakah yang yang dapat berdampak langsung dan cepat terhadap kesehatan ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
8 21.6 26.7 26.7
8 21.6 26.7 53.3
14 37.8 46.7 100.0
30 81.1 100.0
Penyakit apa saja yang dapat timbul apabila mengkonsumsi air yang tidak sehat ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
2 5.4 6.7 6.7
12 32.4 40.0 46.7
16 43.2 53.3 100.0
30 81.1 100.0
Apa jenis sarana air bersih yang paling baik menurut kesehatan ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
22 59.5 73.3 73.3
3 8.1 10.0 83.3
5 13.5 16.7 100.0
30 81.1 100.0
Bagaimana sumur gali yang memenuhi syarat ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
9 24.3 30.0 30.0
4 10.8 13.3 43.3
17 45.9 56.7 100.0
30 81.1 100.0
Berapakah jarak sumur gali dari sumber pencemar seperti septic tank?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
9 24.3 30.0 30.0
21 56.8 70.0 100.0
30 81.1 100.0
Barapa kedalaman dinding sumur (cincin) yang memenuhi syarat kesehatan dari permukaan tanah ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
9 24.3 30.0 30.0
21 56.8 70.0 100.0
30 81.1 100.0
Apakah manfaat penggunaan dinding sumur ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
1 2.7 3.3 3.3
6 16.2 20.0 23.3
23 62.2 76.7 100.0
30 81.1 100.0
Berapakah tinggi minimal bibir sumur ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
6 16.2 20.0 20.0
10 27.0 33.3 53.3
14 37.8 46.7 100.0
30 81.1 100.0
Berapakah lebar minimal lantai dari tepi bibir sumur ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
4 10.8 13.3 13.3
5 13.5 16.7 30.0
21 56.8 70.0 100.0
30 81.1 100.0
Apa gunanya bagian dasar sumur diberi kerikil ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
6 16.2 20.0 20.0
12 32.4 40.0 60.0
12 32.4 40.0 100.0
30 81.1 100.0
Dimanakah tempat meletakkan timba yang paling baik untuk mengambil air sumur ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
1 2.7 3.3 3.3
29 78.4 96.7 100.0
30 81.1 100.0
Apa manfaat konstruksi sumur gali yang memenuhi syarat ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
8 21.6 26.7 26.7
Apakah Saudara/i setuju kalau sumur gali yang sehat harus mempunyai konstruksi yang baik?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
30 81.1 100.0 100.0
Total 37 100.0
Apakah Saudara/i setuju untuk menghindari pengotoran jarak sumur dengan lubang galian tinja harus lebih dari 10 meter?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
tidak setuju 3 8.1 10.0 10.0
ragu-ragu 8 21.6 26.7 36.7
setuju 19 51.4 63.3 100.0
Total 30 81.1 100.0
Apakah Saudara/i setuju kalau sumur gali harus dilengkapi dengan cincin sumur?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
tidak setuju 1 2.7 3.3 3.3
ragu-ragu 8 21.6 26.7 30.0
setuju 21 56.8 70.0 100.0
Total 30 81.1 100.0
Apakah Saudara/i setuju apabila sumur gali harus dilengkapi dengan bibir sumur yang kedap air minimal 70 cm ?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
tidak setuju 1 2.7 3.3 3.3
ragu-ragu 9 24.3 30.0 33.3
setuju 20 54.1 66.7 100.0
Total 30 81.1 100.0
Saudara/i setuju apabila sumur gali harus dilengkapi dengan lantai sumur?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
ragu-ragu 6 16.2 20.0 20.0
setuju 24 64.9 80.0 100.0
Total 30 81.1 100.0
Bagaimana pendapat Saudara/i terhadap anjuran menyemen lantai sekeliling sumur lebih dari 1 meter?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
tidak setuju 1 2.7 3.3 3.3
ragu-ragu 7 18.9 23.3 26.7
setuju 22 59.5 73.3 100.0
Total 30 81.1 100.0
Apakah Saudara/i setuju apabila selesai menimba air, timba harus digantung?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
30 81.1 100.0 100.0
Total 37 100.0
Apakah Saudara/i setuju sumur gali harus mempunyai Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang terbuat dari bahan yang kedap air?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
tidak setuju 1 2.7 3.3 3.3
ragu-ragu 9 24.3 30.0 33.3
setuju 20 54.1 66.7 100.0
Total 30 81.1 100.0
Bagaimana pendapat Saudara/i apabila dengan memiliki konstruksi sumur gali yang baik dapat mencegah timbulnya penyakit?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
tidak setuju 9 24.3 30.0 30.0
ragu-ragu 6 16.2 20.0 50.0
setuju 15 40.5 50.0 100.0
Total 30 81.1 100.0
Apakah Saudara/i setuju air yang baik untuk diminum harus dimasak terlebih dahulu?
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
30 81.1 100.0 100.0
Total 37 100.0
Aspek Tindakan
Menggunakan sumber air bersih yang berasal dari sumur gali untuk keperluan sehari-hari
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
30 81.1 100.0 100.0
Total 37 100.0
Sesudah menimba air dan/atau ketika timba sedang tidak digunakan timba selalu digantung
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
13 35.1 43.3 43.3
17 45.9 56.7 100.0
30 81.1 100.0
Jika lantai sumur pecah, segera diperbaiki
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
15 40.5 50.0 50.0
15 40.5 50.0 100.0
30 81.1 100.0
Melengkapi sumur gali dengan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang kedap air
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
16 43.2 53.3 53.3
14 37.8 46.7 100.0
30 81.1 100.0
Memasak terlebih dahulu air yang akan dikonsumsi
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
30 81.1 100.0 100.0
Total 37 100.0
Aspek Konstruksi Sumur Gali
Keadaan lebar lantai sumur gali
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
16 43.2 53.3 53.3
14 37.8 46.7 100.0
30 81.1 100.0
Keadaan dinding sumur gali dari permukaan tanah
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
13 35.1 43.3 43.3
17 45.9 56.7 100.0
30 81.1 100.0
Keadaan tinggi bibir sumur gali
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
20 54.1 66.7 66.7
10 27.0 33.3 100.0
30 81.1 100.0
Keadaan letak timba pengambil air sumur gali
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
13 35.1 43.3 43.3
17 45.9 56.7 100.0
30 81.1 100.0
Keadaan tutup sumur
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
22 59.5 73.3 73.3
8 21.6 26.7 100.0
30 81.1 100.0
Saluran limbah sumur gali
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
16 43.2 53.3 53.3
14 37.8 46.7 100.0
30 81.1 100.0
Memiliki sumber pencemar seperti kandang ternak, tempat sampah, jamban, dan septic tank
FrequencyPercent Valid Percent Cumulative Percent
30 81.1 100.0 100.0
Lampiran 9. Gambar Lampiran
Gambar lampiran 1. Konstruksi sumur gali yang memenuhi syarat
Gambar lampiran 2. Konstruksi sumur gali yang tidak memnuhi syarat
1
Gambar Lampiran 5. Pemasukan Media ke dalam tabung reaksi
Gambar Lampiran 5. Pengujian jumlah E. coli di laboratorium
Gambar lampiran 6. Pengujian jumlah E. coli di laboratorium
3