• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata kunci : kebun sayur keluarga, konsumsi sayur, gizi rumahtangga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata kunci : kebun sayur keluarga, konsumsi sayur, gizi rumahtangga"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

POTENSI KEBUN SAYUR KELUARGA UNTUK PEMENUHAN KONSUMSI DAN GIZI RUMAHTANGGA

Evy Latifah, Kuntoro Boga dan Joko Maryono BPTP Jawa Timur

Jl. Raya Karangploso Km 4 Malang 65101 Kotak Pos 188 2)

AVRDC-The World Vegetable Centre PO.BOX 42 Shanhua, Tainan. 74199 Taiwan

Email : [email protected] ABSTRAK

Konsumsi sayuran dan buah-buahan sangat penting untuk kesehatan manusia karena kandungan mikro-nutrien yang seringkali tidak didapatkan dari sumber makanan yang lain. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup juga dapat mengurangi resiko menderita berbagai penyakit berbahaya seperti diabetes, kanker usus, kanker colo rectal dan penyakit kardiovaskular. Untuk pemenuhan kebutuhan sayur, rumahtangga dapat memiliki kebun sayur sendri tanpa memerlukan lahan yang luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui potensi kebun sayur keluarga dalam meningkatkan konsumsi sayur dan pemenuhan gizi rumahtangga. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan BPTP Jatim di Karangploso pada bulan Januari-Maret 2012. Bahan tanaman yang digunakan adalah berbagai jenis sayuran semusim, pupuk NPK dan pupuk kandang. Ukuran kebun berupa lahan 6 m x 6 m yang dibagi menjadi 5 petak berukuran 6 m x 1 m. Tiap petak ditanami 2 atau 3 jenis sayuran, sehingga dibagi menjadi 2 atau 3 sub-petak berukuran 1 m x 3 m. Pemanenan dilakukan 1-3 kali per minggu sesuai dengan umur panen tanaman, kemudian dilakukan penimbangan dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu kali musim tanam selama 3 bulan secara keseluruhan dihasilkan sayuran seberat 132,5 kg, dengan demikian setiap bulannya telah dihasilkan 44,2 kg sayuran. Ini berarti bagi satu keluarga yang beranggotakan 4 orang, tiap-tiap orang dapat dipasok 11,05 kg (368,33 gr/kapita/hari) sayuran dari kebun sayur keluarga tersebut. Dengan demikian anjuran WHO untuk mengkonsumsi sayuran minimum 400 gr per hari bagi diet yang seimbang untuk kesehatan hampir dapat dipenuhi dengan kebun sayur keluarga yang berukuran 6m x 6m tersebut.

Kata kunci : kebun sayur keluarga, konsumsi sayur, gizi rumahtangga

PENDAHULUAN

Konsumsi sayuran dan buah-buahan sangat penting untuk kesehatan manusia karena kandungan mikro-nutrien (vitamin A, C, zat besi, seng, asam foliat, serat, dsb) yang seringkali tidak didapatkan dari sumber makanan yang lain. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup dapat mengurangi resiko menderita berbagai penyakit akut seperti diabetes, kanker usus, kanker colo rectal dan penyakit kardiovaskular/jantung. Hasil penelitian yang dilakukan di Roswell Park Cancer Institute di Buffalo New York Amerika Serikat menunjukkan bahwa brokolli dan beberapa sayuran segar dapat digunakan untuk melawan kanker kandung kemih (Anonim, 2012.a). Disebutkan pula bahwa mereka yang mengkonsumsi tiga porsi atau

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

(2)

2

lebih sayuran mentah segar setiap bulan mengurangi resiko terkena kanker kandung kemih sebanyak 40%. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari PBB menyarankan konsumsi sayuran dan buah-buahan minimum 400 gr per hari untuk diet yang seimbang bagi kesehatan. Data dari BPS (2011) menyebutkan bahwa konsumsi sayuran masyarakat Indonesia masih sangat rendah yaitu 113 gram/kapita/hari. Untuk lebih mudah memenuhi kebutuhan sayur dan buah dapat memiliki kebun sayur di rumah dan tidak memerlukan lahan besar. Bahkan jika tidak memiliki lahan luas dapat menggunakan aneka pot kecil atau polibag. Terdapat empat jenis tanaman sayuran yang dapat ditanam dipekarangan rumah yaitu (a) sayuran buah seperti cabai besar, cabai rawit, kapri, kecipir, tomat, buncis, kacang panjang, terong, mentimun, pare dan paprika; (b) sayuran daun seperti kangkung, caisim, bawang daun, bayam, kubis, kemangi, seledri, selada, sawi dan talas daun; (c) sayuran bunga seperti kol, brokoli dan bunga pepaya; (d) sayuran umbi seperti wortel, kentang, bawang merah dan putih, bawang bombay dan lobak serta tanaman bumbu dan empon-emponan seperti temu kunci, kencur, serai, lengkuas dan kunyit yang masih termasuk tanaman sayuran umbi (Andaricapri,2012).

Kebun sayur di rumah selain mencegah timbulnya berbagai penyakit dapat mengurangi anggaran belanja, menambah gizi keluarga dan memberikan nuansa keindahan yang menarik dan serba guna. Menurut Andaricapri (2012) terdapat beberapa alasan orang menanam sayuran di pekarangan rumah yaitu untuk penghijauan, memenuhi kebutuhan sayur bagi mereka, menyalurkan hobby, dapat memperoleh sayur yang lebih terjamin kebersihan dan mutunya, karena dapat menekan penggunaan pestisida serta dapat melatih seluruh anggota keluarga untuk dapat mencintai alam. Kartini dan Mandy (2011) menyatakan bahwa Kebun sayur yang dilaksanakan di sekolah untuk memperluas pengenalan rancangan kebun ke anak-anak sekolah dengan harapan supaya ilmu tersebut dapat tersebar ke banyak keluarga kemudian menerapkan kebun sayur di halaman mereka. Kebun sayuran keluarga dirancang untuk meningkatkan ketersediaan sayuran bagi konsumsi keluarga. Itu sebabnya kebun tersebut dirancang menggunakan luas lahan yang kecil karena kebanyakan keluarga di Indonesia tidak memiliki halaman yang luas. Disamping itu kebun sekolah ini dapat digunakan sebagai sarana untuk. Pembelajaran anak-anak usia didik agar dapat langsung belajar bercocok tanam budidaya sayuran, kemudian mereka dapat mengenal jenis-jenis sayur yang ada, Meningkatkan minat anak untuk mengkonsumsi sayuran dalam menu makanannya sehari-hari sehingga secara langsung dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga terutama anak-anak selama masa pertumbuhan dan perkembangannya, Dapat mengenalkan jenis atau varietas sayuran baru serta dapat mengurangi pengeluaran membeli bahan makanan yang bergizi.

Hasil penelitian proyek AVRDC pada beberapa negara di Asia pasifik dapat menyimpulkan bahwa lahan seluas 36 m2 dapat menghasilkan sayur rata-rata 1536 gr/ hari sepanjang tahun (46,08 kg /bulan). Jika dibagi untuk keluarga yang beranggotakan 4 orang, masing-masing dapat mengkonsumsi sayuran mendekati rekomendasi WHO (384 gram/kapita/hari) (Kartini dan Mandy, 2011). Tujuan penelitian ini untuk

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

(3)

mengetahui potensi kebun sayur keluarga untuk pemenuhan konsumsi dan gizi rumah tangga.

METODE

Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Karangploso bulan Januari-Maret 2012. Bahan yang diperlukan terong, okra, kacang panjang, ketimun, buncis, kangkung, sawi hijau, cabe, pare, bawang daun, tomat, bayam, dan gambas. Disamping itu pupuk NPK, pupuk kandang. Tata letak kebun diatur sebagai berikut : ukuran kebun adalah 6 m x 6 m yang dibagi menjadi 5 lahan berukuran 6 m x 1 m. Lima lahan berukuran 1m x 6 m dibentuk dan diolah dengan saluran pengairan berukuran 25 cm di antara dua lahan. Satu lahan dapat ditanami 2 atau 3 jenis sayuran, sehingga dibagi menjadi 2 atau 3 sub-lahan berukuran 1 m x 3 m. membuat tanggul/pematang mengelilingi kebun sehingga pengairan tidak melimpah ke luar areal kebun. Lahan dibajak dua atau tiga kali dan pupuk kandang di campurkan ke dalam tanah. Bahan-bahan perbaikan sifat tanah juga dapat ditambahkan seperlunya.

Lahan 1 Lahan 2 Lahan 3 Lahan 4 Lahan 5 Lahan 6 Lahan 7 Lahan 8 Lahan 9 Lahan 10

Jadwal tanam kebun sayur selama satu tahun (Jawa Timur) 3 m 6 m Saluran pengairan (25 cm) 3 m Tanggul/pematang

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

(4)

4

(Sumber : Kartini dan Mandy, 2011)

Benih untuk kebun sekolah diperoleh dari distributor benih setempat dan UPBS BPTP Karangploso. Varietas hibrida (F1) atau penyerbukan (polinasi) terbuka. Untuk penanaman memakai baki plastik yang memiliki 50 lubang untuk penanaman biji (lubang berukuran dalam 4 cm dan diameter 4.6 cm). Membuat campuran tanah untuk pot yang berisi kompos:sekam padi:pasir dengan perbandingan 3:1:1. Menanam satu atau dua biji ke dalam satu lubang. Meletakkan plastik di atas bangku yang dilindungi dengan jaring nilon berukuran 50-mesh. Biji disiram air setiap hari kemudian diberi larutan NPK (19:19:19) dua kali berjarak 15 hari. Setiap benih diberi 5 ml larutan NPK sebelum dipindah ke lahan. Benih yang tumbuh dengan baik dipilih untuk dipindahkan ke lahan.

Tanah diolah menggunakan cangkul untuk menggemburkan tanah, kemudian pengendalian hama secara manual (dengan tangan). Setelah tanaman siap dipanen, dipanen 1-3 kali per minggu sesuai dengan jenis tanaman dan tahap kematangannya. Setiap kali panen, bagian tanaman yang dapat dikonsumsi (misalnya buah terong atau daun bayam) ditimbang dan beratnya dicatat.

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

(5)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil laporan Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Karangploso diperoleh data klimatologi kebun sayur di BPTP Jawa Timur mulai bulan Januari sampai dengan Mei 2012 dengan ketinggian 550 meter diatas permukaan laut dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Data Iklim Kebun Sayur BPTP Jawa Timur

Dari pelaksanaan penanaman kebun sayur di Kebun BPTP Jawa Timur yang membuat 12 petak dengan luas tiap petak 1m x 3 m. Petak pertama ditanam terong varietas Mustang F1 produksi PT East West Seed Ind dengan jarak tanam 50 x 60 cm yang ditanam pada tanggal 27 Januari 2012 Untuk semua tanaman, pemberian pupuknya sama yaitu diberi pupuk Urea, NPK dan pukan 5 kg. Pada petak ke dua ditanam okra. Petak ketiga kacang panjang varietas Setuju 117 merupakan hasil produksi CV. Aditya Sentana Agro kemudian petak ke 4 timun varietas hibrida F1 master As produksi PT Bisi International TBK. Petak ke lima buncis produksi PT. East West Seed Indonesia, petak ke 6 ditanam kangkung produksi CV. Aditya Sentana Agro berikutnya sawi hijau produksi dari PT Bisi International TBK. Petak ke tujuh dan ke delapan adalah sawi hijau dan cabe keduanya varietas hibrida F1 produksi PT Bisi International TBK dan PT Branita Sandini. Petak ke sembilan adalah pare varietas hibrida 7i pasta putri yang dihasilkan CV Aditya Sentana Agro. Petak ke sepuluh, sebelas dan dua belas yaitu Bayam, bawang pre dan tomat, semuanya varietas lokal dari petani . Dari kedua belas tanaman ini ditunjukkan bahwa seluruh tanaman ditanam secara bersama-sama kecuali okra ditanam satu bulan sebelumnya, kemudian untuk jarak tanam yang digunakan hampir sama rata-rata 50 x 60 cm untuk jenis sayur biji (terong, okra, kacang panjang, timun, buncis, cabe, pare dan tomat) dan sayur umbi ( bawang pre), sedangkan sayur daun seperti bayam, kangkung dan sawi menggunakan jarak tanam tidak beraturan karena benih langsung disebar saja ke lahan. Demikian pula untuk pemupukannya rata-rata menggunakan jenis dan dosis pupuk yang sama yaitu urea dan NPK dengan dosis 0.06 kg= 60 gram, sedangkan pupuk kandang diberikan sebesar 5 kg setiap petaknya dengan tujuan untuk menambah unsur hara pada tanah.

Data Jan. 2012 Feb. 2012 Mar. 2012 Apr. 2012 May 2012 Temperatur (°)

Minimum 20 19 20 20 20

Maksimum 33 31 31 31 31

Rata-rata Curah Hujan (mm) 24.9 40.2 27.8 11 6

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

(6)

6

Tabel 1. Data Umum Kebun Sayur BPTP Jawa Timur

Petak Nama Jenis Sumber Biji Tgl Tanam Jarak Serangan Pemupukan

Tanaman Varietas Tanam Hama Penyakit

1 Terung Mustang F1

PT East

West 27/01/2012 50 x 60cm Kepik hijau Urea dan NPK

Seed Ind pukan 5 kg

2 Okra Inbrida

Chia Tai Quality

Seed 20/12/2012 50x60 cm - Urea dan NPK

pukan 5 kg

3 Kacang Setuju (117) Cv. Aditya 27/01/2012 50x60 cm - Urea dan NPK

Panjang

Sentana

Agro pukan 5 kg

4 Timun Hibrida F1 PT.Bisi 27/01/2012 50x60 cm - Urea dan NPK

Master As

International

TBK pukan 5 kg

5 Buncis Hibrida F1 27/01/2012 50x60 cm

Lepidoptera

Lycaenidae Urea dan NPK

PT East West Seed

Indonesia pukan 5 kg

6 Kangkung Hibrida F1 Cv. Aditya 27/01/2012 Tidak Ulat grayak Urea dan NPK

Sentana

Agro Beraturan pukan 5 kg

7 Sawi hijau Hibrida F1 PT Bisi 27/01/2012 Tidak Ulat grayak Urea dan NPK

International

TBK Beraturan pukan 5 kg

8 Cabe Hibrida F1

PT. Branita

Sandini 04/03/2012 50 x 60cm Layu Urea dan NPK

pukan 5 kg

9 Pare Hibrida 7i Cv. Aditya 27/01/2012 50 x 60cm Urea dan NPK

pasta putri

Sentana

Agro - pukan 5 kg

10 Bayam Lokal Petani 27/01/2012 Tidak Ulat grayak Urea dan NPK

Petani Beraturan pukan 5 kg

11 Bawang pre Lokal Petani 27/01/2012 50 x60 cm

Bercak daun

cercospora Urea dan NPK

Petani pukan 5 kg

12 Tomat Lokal Petani 27/01/2012 50 x 60cm Bercak daun Urea dan NPK

Petani pukan 5 kg

Dari hasil pengamatan terhadap macam-macam sayuran yang ditanam di kebun sekolah menunjukkan terong pada satu kali musim tanam menghasilkan 26,5 kg dengan luasan 1 x 3m. Terong ini bermanfaat untuk menghambat kerusakan pembuluh darah dan mencegah kanker (Rozy, 2011). Terdapat okra yang juga mampu menghasilkan 16,5 kg selama 3 bulan, menurut Anonim, 2012b menyatakan bahwa kandungan minyak pada biji okra dapat mencapai 40%. Minyak biji okra kaya akan asam lemak tak jenuh seperti asam oleat dan asam linoleat. Buah okra mengandung protein cukup tinggi, yaitu 3,9% dan lemak 2,05%. Energi di dalam 100 gram buah okra 40 kkal. Mineral di dalam buah okra adalah kalium ( 6,68%) dan fosfor ( 0,77%). Okra termasuk sayuran hijau yang kaya serat pangan. Selain serat, okra juga mengandung glutation. Serat sangat penting bagi tubuh karena dapat mencegah konstipasi ( susah buang air besar ), obesitas, hiperkolesterolemia ( kolesterol tinggi ), diabetes ( kencing manis),

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

(7)

dan kanker kolon ( usus besar).Kemudian kacang panjang mampu menghasilkan 11 kg, dalam satu petak tanaman. Kacang panjang diantaranya bermanfaat sebagai antikanker, leukimia, antibakteri, dan antivirus. Serta mempunyai kandungan antosianin, flavonol, glikosida, saponin dan polifenol (Syarifuddin,2011). Timun yang dihasilkan 14 kg, mempunyai kandungan zat gizi per 100 gram berat ketimun : energi 12 kalori, protein 0.7gr, lemak 0.1gr,karbohidrat 2.7gr, kalsium 10mg, fospor 21mg, besi 0.3mg, vitamin A 0 RE, vitamin C 8.0mg dan vitamin B 0.3mg. Kandungan mineral yg ada pada ketimun adalah potassium, magnesium, kalium,zat besi dan fospor.Karena kandungan potasium, magnesium dan fosfor dalam ketimun bagus sebagai obat alami hipertensi (Anonim, 2012c). Buncis menghasilkan 8,5 kg dapat mengobati penyakit diabetes melitus, disamping itu terdapat kangkung yang menghasilkan 8 kg, kangkung ini banyak mengandung vitamin A, B, C dan vitamin K. Kangkung bermanfaat memperlancar proses metabolisme tubuh, mengandung banyak serat sehingga baik untuk proses pencernaan (Anneahira,2012). Sawi hijau diperoleh 10 kg, tanaman sawi ini kaya akan vitamin A, B, C, E dan vitamin K. Disamping itu mengandung komponen kimia yang dapat menghambat berbagai penyakit kanker, serta mencegah penyakit gondok (Anneahira,2012) . Pada satu petak tanaman pare mampu menghasilkan sampai 17 kg, tanaman pare ini mempunyai banyak manfaat diantaranya dapat merangsang nafsu makan, dapat menyembuhkan penyakit kuning, memperlancar pencernaan, sebagai obat malaria, dapat menurunkan kadar gula, memperlambat virus HIV-Aids, serta mengandung vitamin C 120 ml/100 gram (Anonim, 2012d). Kemudian bayam mampu menghasilkan 8 kg, bayam mempunyai kandungan besi relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia. (Titi,2011) Bawang pre/ bawang daun menghasilkan 7 kg tiap petak. Dan pada petak terakhir tomat seberat 6 kg/plot tanaman, dalam 100 gram tomat terdapat kandungan gizi sebagai berikut: fosfor 27 gm, kalium 360 mg, besi 6 mg, kalsium 11 mg, vitamin C 23 mg, Thiamine 56 mg, Protein 1 gram, dan vitamin A 1000 UI (Syakur, 2011).

Pada tanaman cabe disini tidak sampai panen dikarenakan terserang penyakit layu fusarium disebabkan pada saat tanam curah hujan cukup tinggi, hal ini dapat dilihat pada data iklim diatas mulai bulan Januari sampai dengan Maret berturut-turut 24.9, 40.2 dan 27.8. Wiryanta (2002) menyatakan bahwa penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan. Umumnya penyakit ini menyerang tanaman cabai di dataran tinggi dengan kelembaban yang tinggi pada musim hujan. Ciri-ciri cabai yang terserang penyakit ini ditandai dengan menguningnya daun-daun tua yang diikuti dengan daun muda, pucatnya tulang-tulang daun bagian atas, terkulainya tangkai daun, dan layunya tanaman. Batangpun membusuk dan agak berbau amoniak. Jika pangkalnya dipotong, akan terdapat warna cokelat berbentuk cincin dari berkas pembuluhnya. Dan tanaman yang sudah terserang segera dicabut untuk dimusnahkan. Lubang bekas penanamannya ditaburi dengan kapur. Untuk jenis sayur yang lain juga terserang hama seperti ulat grayak yang muncul sedikit dan cukup dikendalikan secara manual saja. Begitu pula pada bawang pre dan tomat yang terserang bercak daun, dalam jumlah sedikit cukup dikendalikan secara mekanis saja. Dari data-data panen yang ditampilkan pada tabel 3 diperoleh hasil bahwa pada luasan kebun sayur 6 m x 6 m diperoleh hasil keseluruhan

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

(8)

8

132,5 kg. Hasil ini diperoleh selama satu kali musim tanam yaitu 3 bulan, dengan demikian setiap bulannya mampu menghasilkan 44,2 kg. Untuk satu keluarga yang beranggotakan 4 orang, tiap-tiap orang dapat mengkonsumsi 11,05 kg (368,33 gr/kapita/hari). Dengan demikian anjuran WHO untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan minimum 400 gr per hari untuk diet yang seimbang bagi kesehatan hampir terpenuhi dengan menanam macam-macam sayuran pada kebun sekolah dengan luasan 6m x 6m. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian pada proyek AVRDC di beberapa negara di Asia pasifik yang dapat memperoleh kesimpulan bahwa lahan seluas 36 m2 dapat menghasilkan sayur rata-rata 138.24 kg selama musim tanam (46.08 kg /bulan). Jika dibagi untuk keluarga yang beranggotakan 4 orang, masing-masing dapat mengkonsumsi sayuran mendekati rekomendasi WHO (384 gram/kapita/hari)(Kartini, 2011).

Tabel 3. Produksi Kebun Sayur Satu kali Musim Tanam (Januari-April 2012)

Lahan

Nama Tanaman

Hasil Panen (Berat sayur (kg) dan Tanggal panennya) Total Panen pertama Panen kedua Panen ketiga Panen keempat Panen kelima Berat Panen 1 Terung 2,5 8 5 5 6 26,5 22/02/2012 26/02/2012 06/03/2012 09/03/2012 12/03/2012 2 Okra 10 1 0,3 0,2 5 16,5 23/01/2012 10/02/2012 14/02/2012 24/02/2012 1/03/2012 3 Kacang panjang 2 4 2 3 xxxxxxxxx 11 27/03/2012 31/03/2012 02/04/2012 16/04/2012 xxxxxxxxx 4 Timun 4 2 7 1 xxxxxxxxx 14 11/02/2012 14/02/2012 22/02/2012 01/03/2012 xxxxxxxxx 5 Buncis 0.3 0.7 1,5 4 4,5 8,5 14/02/2012 21/02/2012 24/02/2012 27/02/2012 03/02/2012 6 Kangkung 4 4 xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx 8 04/01/1900 22/03/2012 xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx 6 Sawi hijau 5 5 xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx 10 28/02/2012 27/02/2012 xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx 7 Cabe xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx 8 Pare 5 5 7 2.5 xxxxxxxxx 17 09/04/2012 16/04/2012 20/04/2012 23/04/2012 xxxxxxxxx 9 Bayam 4 4 xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx 8 21/03/2012 22/03/2012 xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx 10 Bawang pre 7 xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx 7 13/04/2012 xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx 11 Tomat 1.5 1.5 4 2 xxxxxxxxx 6 14/05/2012 16/05/2012 21/05/2012 25/05/2012 xxxxxxxxx

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

(9)

KESIMPULAN

Dari pelaksanaan tanam kebun macam-macam sayuran, disamping mempunyai banyak kandungan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, pada luasan 6 m x 6 m diperoleh hasil panen secara keseluruhan 132,5 kg. Hasil ini diperoleh selama satu kali musim tanam yaitu 3 bulan, dengan demikian setiap bulannya rata-rata mampu menghasilkan 44,2 kg. Jika satu keluarga beranggotakan 4 orang, maka tiap-tiap orang dapat mengkonsumsi 11,05 kg (368,33 gr/kapita/hari). Dengan demikian anjuran WHO untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan minimum 400 gr per hari untuk diet yang seimbang bagi kesehatan hampir tercapai.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada ibu Kartini Luther yang memberikan ide serta masukan pada penulisan makalah serta kami sampaikan kepada AVRDC–The World Vegetable Centre dan USAID yang membiayai dan mendukung kegiatan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

AnneAhira. 2012. Manfaat Sayur Sawi Si Hijau Penuh Gizi.

http://www.anneahira.com/manfaat-sayur-sawi.htm. Diakses 23/6/2012 pkl. 05.44.

AnneAhira. 2012. Manfaat Sayur Kangkung yang Menyehatkan Tubuh.

http://www.anneahira.com/manfaat-sayur-kangkung.htm. Diakses 23/6/2012 pkl.05.46.

Anonim. 2012a. Sayur mentah Bisa Untuk Tangkal Kanker.

( http://www.homelivingindonesia.com/question-a-answer/landscape/item/325-berteman-dengan-kebun-sayur.html). Diakses 30/5/2012 pkl. 14.27.

Anonim. 2012b. Okra Sayuran Penangkal Kanker.

http://kupukupudanpelangi.blogspot.com/2010/01/okra-sayuran-penangkal-kanker.html Diakses 23/6/2012 pkl. 06.20.

Anonim. 2012d. Manfaat Sayur Pare Untuk Kesehatan.

http://syacom.blogspot.com/2012/04/manfaat-sayur-pare-untuk-kesehatan.html. Diakses 23/6/2012 pkl. 04.50.

Anonim. 2012c. Mentimun / Ketimun. Sayuran Murah Kaya Manfaat.

http://www.scribd.com/doc/33043400/Mentimun-Ketimun. Diakses 23/6/2012 pkl. 06.06.

Andaricapri. 2012. Menanam Sayuran di Pekarangan Rumah.

http://id.shvoong.com/lifestyle/home-and-garden/2041150-menanam-sayuran-di-pekarangan-rumah/#ixzz1vTmkg3p5 Diakses 21/5/2012 pkl.12.33.

Badan Pusat Statistik. 2011.

http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=05&nota b=5 Diakses 23/6/2012 pkl 13.00.

Rozy. 2011. Manfaat Terong. http://www.kesehatan123.com/2469/manfaat-terong/. Diakses 23/6/2012 pkl. 06.11.

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

(10)

10

Syakur. 2011. Manfaat Tomat Untuk Kesehatan.

http://www.kesehatan123.com/2001/manfaat-tomat/. Diakses 23/6/2012 pkl. 06.25.

Wiryantana. 2002. Penyakit Layu Fusarium Tanaman Cabai Merah Pada Musim Hujan.

http://cybex.deptan.go.id/penyuluhan/penyakit-layu-fusarium-tanaman-cabai-merah-pada-musim-hujan. Diakses 23/6/2012 pkl. 04.04.

M. Syariffuddin. 2011. Manfaat Kacang Panjang (Vigna cylindrica).

http://www.syafir.com/2011/03/14/manfaat-kacang-panjang-vigna-cylindrica#. Diakses 23/6/2012 pkl. 06.34.

Titi Wulandari. 2011. Laporan Ekologi Kebun Sayur.

http://id.wikipedia.org/wiki/Mentimunhttp://andaricapri.blogspot.com/2011/12/l aporan-ekologi-kebun-sayur.html. Diakses 21/5/2012 pkl.12.45.

Kartini Luther dan Mandy Lin. 2011. Petunjuk Pelaksanaan Kebun Sayur Sekolah. AVRDC. The Word Vegetable Centre.

Artikel ini telah di presentasikan pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 2012 Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Juni 2012

Gambar

Tabel 1. Data Iklim Kebun Sayur BPTP Jawa Timur
Tabel 1. Data Umum Kebun Sayur BPTP Jawa Timur
Tabel 3. Produksi Kebun Sayur  Satu kali Musim Tanam (Januari-April 2012)

Referensi

Dokumen terkait

Bedasarkan Identifikasi Masalah Penelitian di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini Adalah Bagaimana Sikap Masyarakat Terhadap Remaja Yang Melakukan

Hasil pengamatan berat kering total tanaman dari data Tabel 8 menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi larutan daun pepaya yang diberikan hingga 100%, dapat

PENGARUH BUDAYA BAHASA PERTAMA DALAM PERKEMBANGAN BELAJAR BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA ASING: STUDI KASUS PADA PENUTUR BAHASA JEPANG. Apriliya Dwi Prihatiningtyas

Dari hasil analisis kebutuhan siswa juga terlihat bahwa sebagian besar (96,81%) siswa membutuhkan media baru yang dapat mengatasi kesulitan dalam

Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa bukti dimensi reliability dari kualitas pelayanan tentang penggunaan media dan kesesuaian materi diklat dengan tujuan

Strategi pengembangan dan pengelolaan wilayah pesisir berbasis tipologi yaitu: (1)pengembangan pariwisata dengan membuat bangunan permanen bagi pedagang makanan; (2)

Ragam hias yang mengulang suatu bentuk baku dengan ukuran tertentu pada komposisi yang seimbang di sebut ragam hias :A. Berdasarkan polanya, ragam hias yang bentuk polanya

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa yang menyebabkan nilai varian biaya (CV) positif atau dengan kata lain ACWP kurang dari BCWP adalah pada minggu-minggu tersebut