• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETETAPAN FORUM MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 06/TAP/FORMA/V/2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KETETAPAN FORUM MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 06/TAP/FORMA/V/2015"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KETETAPAN

FORUM MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 06/TAP/FORMA/V/2015

TENTANG

PERUBAHAN ATAS KETETAPAN FORUM MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 01/TAP/FORMA/II/2015

TENTANG TATA TERTIB FORUM MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA PERIODE 2015

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA FORUM MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

Menimbang: a. bahwa diperlukannya sebuah mekanisme untuk mengatur pelaksanaan Forum Mahasiswa Universitas Indonesia;

b. bahwa untuk menjalankan fungsinya, Forum Mahasiswa Universitas Indonesia perlu memiliki seperangkat peraturan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana yang dimaksud dalam huruf a dan huruf b, maka Forum Mahasiswa Universitas Indonesia perlu membentuk peraturan mengenai tata tertib Forum Mahasiswa Universitas Indonesia;

Mengingat: Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 Undang-Undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia;

(2)

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: KETETAPAN TENTANG PERUBAHAN ATAS KETETAPAN FORUM MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 01/TAP/FORMA/II/2015 TENTANG TATA TERTIB FORUM MAHASISWA UNIVERSITAS INONESIA PERIODE 2015

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Tata tertib ini mengatur mekanisme pelaksanaan Forum Mahasiswa Universitas Indonesia periode 2015.

Pasal 2 Dalam ketetapan ini yang dimaksud dengan:

1. Forma adalah Forum Mahasiswa Universitas Indonesia yang merupakan lembaga tinggi dalam IKM UI Universitas Indonesia yang mempunyai kedudukan sejajar dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Mahkamah Mahasiswa, Badan Audit Kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Otonom tingkat Universitas Indonesia.

2. DPM UI adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia yang merupakan lembaga tinggi dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia yang memiliki kekuasaan legislatif.

3. BEM UI adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia yang merupakan lembaga tinggi dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia yang memiliki kekuasaan eksekutif.

4. MM UI adalah lembaga tinggi Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia yang menjalankan kekuasaan kehakiman.

5. Badan Audit Kemahasiswaan adalah lembaga tinggi independen yang dibentuk untuk melakukan mekanisme audit keuangan terhadap lembaga kemahasiswaan, sesuai dengan standar yang telah ditentukan

(3)

dan bertanggung jawab langsung pada mahasiswa Universitas Indonesia.

6. UKM BO adalah Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Otonom Universitas Indonesia yang merupakan unit kegiatan mahasiswa di tingkat universitas yang memenuhi syarat dan diresmikan oleh keputusan Forum Mahasisawa menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Otonom Universitas Indonesia.

7. Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa adalah lembaga yang ditugaskan untuk mewakili mahasiswa dalam Majelis Wali Amanat sebagai organ tertinggi di Universitas Indonesia.

8. Lembaga legislatif fakultas adalah lembaga legislatif yang berkedudukan di tingkat fakultas.

9. Lembaga eksekutif fakultas adalah lembaga eksekutif yang berkedudukan di tingkat fakultas.

10. Presidium sidang tetap adalah tiga orang yang dipilih oleh peserta Forum Mahasiswa untuk memimpin Forum Mahasiswa hingga Januari 2016.

11. Presidium sidang sementara adalah presidium yang bersifat sementara. BAB II

KEANGGOTAAN Pasal 3 Anggota Forum Mahasiswa terdiri dari:

a. Semua anggota DPM UI yang tidak dapat diwakilkan;

b. Semua hakim konstitusi MM UI yang tidak dapat diwakilkan;

c. Ketua Umum BEM UI yang dapat diwakilkan oleh wakil ketua umum BEM UI;

d. Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa yang tidak dapat diwakilkan;

e. Ketua Badan Audit Kemahasiswaan atau perwakilannya;

f. Semua Ketua UKM BO Universitas Indonesia atau perwakilannya; g. Semua Ketua Lembaga Legislatif Fakultas atau perwakilannya;

(4)

h. Semua Ketua Lembaga Eksekutif Fakultas atau perwakilannya. Pasal 4

Hak Anggota Forum Mahasiswa meliputi: a. Hak bicara;

b. Hak suara;

c. Hak untuk memilih dan dipilih sebagai presidium sidang. Pasal 5

(1) Hak bicara ialah hak mengeluarkan pendapat, baik lisan maupun tertulis.

(2) Hak suara ialah hak untuk ikut serta dalam voting pengambilan keputusan dalam sidang Forum Mahasiswa.

Pasal 6 Undangan

(1) Forum Mahasiswa dapat dihadiri oleh peserta undangan yang diusulkan oleh anggota Forum Mahasiswa beradasarkan persetujuan presidium tetap sidang Forum Mahasiswa.

(2) Peserta undangan Forum Mahasiswa memiliki hak bicara.

(3) Pihak yang diusulkan untuk diundang oleh anggota Forum Mahasiswa yang disetujui oleh presidium sidang tetap.

Pasal 7 Wewenang Forum Mahasiswa terdiri dari:

a. Melakukan perubahan terhadap Undang-Undang Dasar sesuai dengan mekanisme yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar IKM UI;

b. Membentuk, mengubah, dan mencabut Ketetapan Forma; c. Melakukan koordinasi antar lembaga di IKM UI;

d. Menerima laporan tentang program kerja, dan berkoordinasi tentang ruang lingkup dan pembagian peran;

(5)

e. Menerima dan menindaklanjuti rancangan anggaran keuangan lembaga kemahasiswaan tingkat Universitas Indonesia setiap periode kepengurusan;

f. Mengesahkan pendirian dan pembubaran UKM BO dan UKM BSO yang syarat-syarat dan tata caranya diatur dalam undang-undang;

g. Melakukan pemecatan terhadap Ketua Umum dan/atau Wakil Ketua Umum BEM UI dan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa; dan

h. Menerima laporan kinerja DPM UI. BAB III

PENYELENGGARAAN FORUM MAHASISWA Pasal 8

Penyelenggaraan

(1) Forum Mahasiswa diselenggarakan sedikitnya satu kali dalam dua bulan.

(2) Penyelenggaraan Forum Mahasiswa dapat diusulkan oleh anggota Forum Mahasiswa kepada DPM UI.

(3) DPM UI bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan Forum Mahasiswa.

Pasal 9 Kuorum

(1) Sidang Forma dapat dimulai jika memenuhi kuorum 1/2n + 1 dari jumlah anggota Forma.

(2) Jika kuorum untuk memulai sidang tidak terpenuhi, maka sidang forma ditunda 2 (dua) kali 10 (sepuluh) menit.

(3) Jika setelah ditunda 2 (dua) kali 10 (sepuluh) menit kuorum tidak terpenuhi, maka presidium sidang tetap dengan dan atas nama jabatannya tetap dapat memulai sidang Forma.

(6)

Pimpinan Sidang (1) Sidang dipimpin oleh tiga orang presidium tetap.

(2) Apabila presidium sidang tetap belum terpilih, maka sidang dipimpin oleh presidium sidang sementara.

(3) Apabila presidium sidang tetap yang telah terpilih berhalangan hadir, maka sidang dipimpin oleh presidium sidang sementara yang dipilih oleh peserta sidang Forum Mahasiswa yang hadir.

(4) Masa jabatan presidium sidang tetap hingga Januari 2016. Pasal 11

Presidium Presidium sidang terdiri dari:

a. Presidium sidang sementara; b. Presidium sidang tetap.

Pasal 12

(1) Presidium sidang sementara dipilih oleh peserta Forma.

(2) Presidium sidang sementara berjumlah tiga orang yang terdiri dari presidium satu, presidium dua, dan presidium tiga.

(3) Presidium sidang sementara dipimpin oleh satu orang pimpinan presidium yang disepakati oleh internal presidium sidang.

Pasal 13

(1) Presidium sidang tetap dipilih melalui mekanisme yang disepakati oleh forum.

(2) Presidium sidang tetap berjumlah tiga orang yang terdiri dari presidium satu, presidium dua, dan presidium tiga

(3) Presidium sidang tetap dipimpin oleh satu orang pimpinan presidium yang disepakati oleh internal presidium sidang.

(4) Jika pimpinan salah satu presidium sidang tetap berhalangan hadir, maka pimpinan presidium diambil alih oleh salah satu presidium sidang tetap lainnya.

(5) Jika salah satu presidium sidang tetap berhalangan hadir, maka dapat digantikan oleh salah satu presidium sidang sementara.

(7)

Pasal 13 A

Presidium sidang tetap Forma diberhentikan apabila: a. Meninggal dunia;

b. Mengundurkan diri;

c. Tidak lagi berstatus sebagai anggota Forma. Pasal 13 B

Presidium sidang tetap Forma diberhentikan apabila: a. Terdapat mosi tidak percaya;

b. Tidak mengikuti sidang sebanyak tiga kali berturut-turut atau lima kali tidak berturut-turut.

Pasal 13 C

Mekanisme pemberhentian presidium sidang tetap Forma adalah:

a. Mosi tidak percaya diajukan oleh salah satu anggota Forma dan dibahas dalam sidang anggota Forma dan disetujui oleh 1/2n+1 dari jumlah anggota Forma yang hadir;

b. Tidak Pemberhentian dilakukan secara serta merta apabila memenuhi kriteria Pasal 13 ayat (2);

c. Pemberhentian presidium siding tetap Forma ditetapkan dengan ketetapan Forma.

Pasal 14

Tugas dan wewenang pimpinan sidang Forma adalah sebagai berikut: a. Membuka dan menutup sidang Forma;

b. Memimpin dan mengarahkan sidang Forma;

c. Menjaga ketertiban, kesopanan, dan kelancaran sidang Forma;

d. Memperingatkan anggota forma dan undangan yang melanggar tata tertib sidang Forma;

e. Mengeluarkan anggota Forma dan undangan yang melanggar tata tertib sidang Forma.

(8)

f. Memanggil kembali peserta penuh dan peserta undangan yang dikeluarkan dari sidang untuk keperluan tertentu dengan persetujuan forum;

g. Menunda dan melanjutkan sidang atas persetujuan forum;

h. Memberikan kesempatan kepada peserta undangan untuk memberikan keterangan jika dianggap perlu;

i. Memastikan notulensi berjalan sesuai dengan jalannya sidang; j. Mengesahkan hasil sidang Forma;

k. Menentukan peran di dalam internal presidium tetap sidang Forma; l. Mengizinkan peserta sidang untuk berbicara.

Pasal 15

Pengambilan Keputusan dalam Sidang Forum Mahasiswa

(1) Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. (2) Jika keputusan tidak dapat diambil melalui musyawarah mufakat, maka

diadakan mekanisme lobi selama maksimal 2 (dua) kali 15 (lima belas) menit.

(3) Jika poin pada ayat (2) tidak tercapai, maka pengambilan keputusan dapat dilakukan melalui mekanisme voting.

BAB IV

PELANGGARAN DAN SANKSI Pasal 16

(1) Pelanggaran berlaku untuk seluruh peserta sidang Forma. (2) Pelanggaran terdiri dari pelanggaran ringan dan berat. (3) Pelanggaran ringan adalah:

a. Tidak meminta izin kepada pimpinan sidang untuk berbicara;

b. Tidak meminta izin kepada pimpinan sidang tetap jika akan meninggalkan ruangan;

(9)

d. Tidak hadir tepat waktu tanpa izin dari panitia bagi anggota Forma saat pembukaan sidang dan/atau pencabutan penundaan sidang; e. Tidak hadir tanpa izin dari panitia bagi anggota Forma sebanyak satu

kali.

(4) Pelanggaran berat adalah: a. Merusak properti;

b. Merokok di dalam ruang sidang;

c. Mengancam keselamatan jiwa peserta lainnya; d. Melakukan tiga macam pelanggaran ringan;

e. Melakukan tiga kali pelanggaran ringan yang sama; f. Menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan;

g. Melanggar peraturan perundang-undangan pidana yang berlaku. Pasal 17

(1) Sanksi untuk pelanggaran ringan untuk poin a, b, dan c adalah peringatan dalam bentuk lisan oleh pimpinan sidang.

(2) Sanksi untuk pelanggaran ringan poin d dan e adalah surat peringatan oleh pimpinan sidang.

(3) Sanksi untuk pelanggaran berat poin a, b, c, f dan g adalah dikeluarkan langsung dari sidang oleh pimpinan sidang.

(4) Sanksi untuk pelanggaran berat poin d dan e adalah dikeluarkan langsung dari sidang setelah mendapatkan surat peringatan dari presidium.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP Pasal 18

(1) Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib Forum Mahasiswa akan ditentukan kemudian oleh sidang Forum Mahasiswa.

(2) Usulan perubahan tata tertib disampaikan oleh anggota Forum Mahasiswa kepada presidium tetap dengan kesepakatan dua pertiga anggota Forum Mahasiswa yang hadir.

(10)

Pasal 19

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai ditetapkan tata tertib yang baru.

Ditetapkan di : Depok

Pada Tanggal : 18 Mei 2015 Pukul : 22.10 WIB FORUM MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA Presidium II ttd (Sabila Rusydina) Presidium I ttd

(Arfita Noor Amalia)

Presidium III

ttd

Referensi

Dokumen terkait

 Guru mengirimkan teks bacaan tentang organ-organ pencernaan pada hewan ruminansia dan fungsinya disertai dengan gambarnya melalui Grup Whatsapp, kemudian guru meminta siswa

lentur tur. 9at 9ata-r a-rata ata ter tertin tinggi ggi ada ada pad pada a per perla- la- kuan dengan perbandingan ampuran kulit kuan dengan perbandingan ampuran

Berdasarkan pembahasan dari bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa potensial listrik pada suatu titik di permukaan bumi yang dialiri arus listrik searah dengan resistivitas

Untuk itu pendidikan Islam pada madrasah juga harus meningkatkan peranannya sebagai lembaga pendidikan Islam untuk merespon kemajuan modernisasi saat ini, misalnya dengan

Pada penelitian ini juga terlihat bahwa penggunaan Kartu Kredit, Kartu Debet dan E-Money memiliki pengaruh jangka panjang terhadap velositas uang, hal ini serupa dengan

Secara parsial hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siklus konversi kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, (2) pertumbuhan penjualan tidak

Risiko relatif kadar albumin yang sangat rendah (<1,5 g/dL) untuk penurunan berat badan yang lama (>10 hari) adalah 7,52 kali (95%CI=1,13-49,99) Simpulan : Terdapat

Sedangkan perlakuan akuntansi yang seharusnya berdasarkan Standar Akuntansi yang berlaku umum adalah membalik ayat jurnal ketika penghapusan piutang yaitu Piutang Usaha di