• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISALAH SIDANG PEMBUKTIAN PERKARA NO. 012/PUU-I/2003 PENGUJIAN UU NO. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR 1945

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RISALAH SIDANG PEMBUKTIAN PERKARA NO. 012/PUU-I/2003 PENGUJIAN UU NO. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR 1945"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

insyayjele Nomor: 012/PUU-I/2003

MAHKAMAH KONSTITUSI

REPUBLIK INDONESIA

---

RISALAH

SIDANG PEMBUKTIAN

PERKARA NO. 012/PUU-I/2003

PENGUJIAN UU NO. 13 TAHUN 2003

TENTANG

KETENAGAKERJAAN

TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR 1945

SELASA, 24 MARET 2004

JAKARTA

2004

(2)

MAHKAMAH KONSTITUSI

REPUBLIK INDONESIA

--- RISALAH

SIDANG PEMBUKTIAN PERKARA NO. 012/PUU-I/2003

PENGUJIAN UU No. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN TERHADAP UUD 1945 KETERANGAN

1. H a r i : Selasa

2. Tanggal : 24 Maret 2004 3. Waktu : 09.30 – 11.51 WIB

4. Tempat : Ruang Sidang Mahkamah Konstitusi RI Jl. Medan Merdeka Barat No. 7

Jakarta Pusat 5. Susunan Persidangan:

1. Prof. Dr. H.M. LAICA MARZUKI, S.H. ( K e t u a )

2. H. ACHMAD ROESTANDI, S.H. ( Anggota )

3. Prof. H.A. SYARIFUDDIN NATABAYA, S.H., LLM. ( Anggota )

4. Dr. HARJONO, S.H., MCL. ( Anggota )

5. I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., MH. ( Anggota )

6. MARUARAR SIAHAAN, S.H. ( Anggota )

7. SOEDARSONO, S.H. ( Anggota )

6. Pemohon : Saeful Tavip. Dkk.

7. Panitera Pengganti : Triyono Edy Budhiarto, S.H. 8. Acara : Pembuktian

(3)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

1

JALANNYA SIDANG

SIDANG DIBUKA PUKUL 09.30 WIB

1. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi dalam Perkara Permohonan Pengujian undang-undang, dalam hal ini Perkara No. 012/PUU-I/2003 sehubungan dengan permohonan pengujian undang-undang terhadap Undang-undang tentang Ketenagakerjaan dengan ini dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum.

KETUK PALU 1 X

Saudara petugas, agar para Pemohon atau kuasanya dipanggil memasuki ruangan sidang.

Saudara para Kuasa Pemohon sebagaimana lazimnya Saudara diminta memperkenalkan diri kepada Majelis, siapa-siapa saja yang hadir dalam persidangan ini dan dalam kualitas sebagai apa selaku para kuasa hukum atau selaku Pemohon materiil. Silakan.

2. PEMOHON : ASTINAWATI

Majelis hakim yang terhormat saya Astinawati, kuasa dari Pemohon. Kemudian Erna Ratna Ningsih, kuasa Pemohon dari LBH Jakarta, dan Surya Chandra kuasa dari Pemohon juga.

3. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Saudara para kuasa hukum para Pemohon, apakah persidangan pada hari ini dikandung maksud untuk mengajukan ahli atau saksi?

4. PEMOHON : ASTINAWATI

Sebenarnya kami berencana menghadirkan ahli tetapi ahli yang kami hadirkan tidak bisa hadir karena dia menjadi dosen setiap hari Rabu. Jadi ada dua saksi yang kami hadirkan pada hari ini, tapi kami meminta kepada Majelis Hakim yang terhormat bisa dilakukan persidangan pada hari Selasa untuk pemeriksaan ahli. Karena setiap hari Rabu, beliau itu mengajar.

5. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

(4)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

2

6. PEMOHON : ASTINAWATI

Selasa, jika Pak Hakim berkenan.

7. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Selasa ya? Baik.

Pada persidangan pada hari ini dikandung maksud untuk mengajukan 2 orang calon saksi?

8. PEMOHON : ASTINAWATI

Ya.

9. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Baiklah. Saksi pertama siapa Saudara kuasa hukum ?

10. PEMOHON : ASTINAWATI

Siti, Majelis Hakim.

11. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Saudara petugas, supaya calon saksi dipanggil untuk memasuki ruang sidang.

12. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Saudari calon saksi, nama saudari?

13. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya. Nama saya Siti Istikharah.

14. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Agama yang saudari anut ?

15. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Agama Islam.

16. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, seorang calon saksi diwajibkan mengucapkan sumpah. Guna memimpin sumpah ini kami persilakan Hakim Konstitusi Prof. Natabaya yang berhormat. Saudara petugas, silakan.

(5)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

3

17. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Turut apa yang saya katakan.

Demi Allah saya bersumpah bahwa saya sebagai saksi akan menerangkan yang sebenarnya tidak lain dari yang sebenarnya.

18. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Demi Allah saya bersumpah bahwa saya sebagai saksi akan menerangkan yang sebenarnya tidak lain dari yang sebenarnya.

19. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Saudara dipersilakan duduk.

Saudara, guna kesempatan pertama dipersilakan para kuasa hukum untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan guna menggali kesaksian yang bersangkutan. Saudara para kuasa Pemohon, kami mengingatkan kepada para kuasa hukum pertama-tama, bahwa yang ditanyakan kepada saksi ialah sebatas apa yang dialami sendiri oleh saksi, apa yang didengar sendiri dan apa yang dilihat sendiri.

Dan kemudian dari majelis meminta kiranya para kuasa hukum tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang stereotik yang bersifat pengulangan. Terima Kasih.

20. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Terima kasih Majelis Hakim yang terhormat.

Saudara saksi, pekerjaan Saudara saksi sekarang sebagai apa?

21. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Saya sebagai pengangguran.

22. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Sejak kapan, Saudara saksi?

23. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sejak tanggal 14 Maret 2004.

24. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Sebelumnya bekerja dimana?

25. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Saya bekerja di PT. Ciquita.

26. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

(6)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

4

27. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Karena ada PHK massal.

28. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

PHK massal?

29. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

30. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Alasan saudari saksi sendiri di PHK apa?

31. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Alasan di PHK karena perusahaan ingin melakukan efisiensi, dari 502 karyawan menjadi 300 karyawan.

32. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Bisa Saudara ceritakan proses yang tadi Saudara sebutkan sebagai PHK massal?

33. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Prosesnya, kami dari serikat buruh mengajukan surat ke manajemen untuk melakukan negosiasi tentang kenaikan upah 2004.

34. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Negosiasi?

35. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Negosiasi upah, kenaikan upah.

36. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Kapan itu ?

37. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Itu kami lakukan bulan Januari tahun 2004.

38. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

(7)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

5

39. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sampai hampir akhir Januari tidak ada pertemuan dan tidak ada tanggapan dari pihak manajemen. Akhirnya kami membuat surat kembali bahwa supaya kita bisa bertemu untuk berunding tentang kenaikan upah.

40. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Setelah itu bagaimana Saudara saksi? Apakah ada pertemuan lanjutan dengan pihak pengusaha?

41. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya. Waktu itu ada pertemuan dengan semua Kepala Bagian, Manajer dan semua Serikat Pekerja. Tetapi bukan bicara tentang kenaikan upah, melainkan membicarakan kondisi perusahaan yang lagi sulit.

42. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Jadi surat yang tadi Saudara ajukan untuk kenaikan upah itu tidak ada tanggapan atau tindak lanjutnya?

43. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ada tanggapan, hanya ada 3 orang dari sejumlah karyawan yang memang gajinya masih dibawah UMR, itu naik. Jadi sesuai dengan UMK Tangerang yaitu Rp 660.000,00. Jadi hanya 3 orang, selebihnya itu menunggu setelah selesai Pemilu.

44. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Kembali lagi tadi kepada pertemuan yang tadi Saudara katakan bahwa pengusaha mengatakan bahwa kondisi perusahaan sedang pailit. Itu bagaimana pertemuan tersebut?

45. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Pertemuan tersebut itu banyak dibantah dari teman-teman kami (serikat buruh) bahwa sebenarnya tidak begitu karena kalau kondisi perusahaan itu sangat buruk, soal order itu kita masih bekerja seperti biasa bahkan masih banyak bagian-bagian yang harus lembur.

46. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Alasannya apa untuk tidak menaikan, tadi Saudara mengatakan bahwa meminta kenaikan upah Tahun 2004, kemudian alasan dari perusahaan itu sendiri apa?

47. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Alasannya kondisi perusahaan lagi sulit. Karena ada beberapa hal yang dia harus membayar hutang, misalkan hutang bahan baku, hutang

(8)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

6

pajak, hutang ke Pemerintah, yang jelas seperti itu. Dan itu harus diselesaikan, makanya kami diminta untuk tidak meminta naik upah dulu.

48. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Saudara bekerja di sana, Saudara melihat tidak bahwa memang perusahaan tersebut itu dalam keadaan pailit, maksudnya mungkin bisa dilihat dari order-order yang ada apakah mengalami penurunan atau tetap sama seperti yang dulu atau mengalami kenaikan?

49. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sepertinya biasa saja kami bekerja dan order juga biasa. Tidak ada penurunan, karena kalau dilihat ada penurunan artinya tidak ada jam lembur. Tetapi kenyataan jadi berbeda ketika bicara kondisi pailit justru teman-teman saya banyak yang harus pulang pagi, istilahnya kerja 12 jam seperti itu?

50. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Sebelumnya bekerja berapa jam?

51. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sebenarnya biasa, jam kerja normal tetapi soal lembur itu hampir tiap hari ada.

52. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Lembur tiap hari ada?

Berarti sebenarnya ada peningkatan jam kerja ya?

53. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

54. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Kemudian, setelah apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk apa, mereka mengatakan perusahaan dalam kondisi pailit. Kemudian apa tindakan terhadap yang dilakukan oleh pihak perusahaan terhadap buruh?

55. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Yang dilakukan kemudian ingin mengadakan efisiensi, kemudian juga bahwa perusahaan ini akan dijual. Mari kita bersama-sama mencari orang yang mau membeli, dan itu ditawarkan kepada Serikat Pekerja. Silakan kalau memang Serikat Pekerja ada orang yang berminat untuk membeli perusahaan ini kita akan jual. Dengan catatan, waktu itu kalau sampai laku 10 milyar, 8 milyar adalah milik karyawan, haknya karyawan untuk membayar pesangon.

(9)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

7

56. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Kemudian apakah dari pihak buruh juga menawarkan kepada perusahaan lain?

57. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya. Kami dari Serikat Pekerja mencoba untuk mencari informasi, kira-kira ada orang tidak yang mau membeli. Dan ketika kami mengajukan bahwa sudah ada yang mau membeli ternyata keputusannya jadi berbeda, bahwa sekarang yang dulunya pemilik perusahaan itu adalah direktur, Direktur Utama-nya adalah Bapak H.Mohammad Thaha, pada saat itu langsung bahwa ini dijual kepada Bapak Erik Wijaya dan keluarganya.

58. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Siapa Bapak Erik Wijaya?

59. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Bapak Erik Wijaya adalah salah satu Direksi yang ada di PT. Ciquita.

60. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Berarti memang, apa, hanya ganti orang saja tetapi tetap itu dia juga di Perusahaan PT. Ciquita itu saja ya?

61. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

62. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Kemudian setelah berganti manajemen baru, apa yang dilakukan oleh manajemen baru untuk menanggapi yang tadi, tuntutan Saudara untuk kenaikan gaji?

63. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Tidak ada. Jadi tetap kita meminta supaya kenaikan gaji itu dibicarakan, tetapi tidak ada tanggapan bahwa kita tidak bicara kenaikan gaji. Kita bicara bagaimana melakukan perubahan di dalam perusahaan Ciquita ini.

Akhirnya sampai keputusan terakhir bahwa hanya Perusahaan Ciquita akan menggunakan tenaga kerja sekitar 300 orang kemudian yang 200 diadakan efisiensi.

64. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Kalau yang awalnya itu status pekerjanya bagaimana, Saudara Saksi? Pertama tadi Saudara katakan 502 pekerja awalnya statusnya apa?

(10)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

8

65. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Semua statusnya pekerja tetap semua.

66. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Kemudian ada manajemen baru, dengan 500 ini ada perubahan tidak?

67. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Itu belum sempat karena baru beberapa saat. Kemudian tetap kita melakukan perundingan, tapi intinya dari pihak manajemen ingin bahwa kita hanya menggunakan tenaga kerja 300 orang. Jadi selebihnya harus di PHK. Dan kami dari Serikat Pekerja kembalikan lagi kepada anggotanya bahwa kita yang 200 orang efisiensi ini akan mendapatkan dua kali PMTK. Tetapi bagaimana nasib teman-teman saya yang 300 orang bekerja dan itu pun fasilitas-fasilitas yang lainnya sudah mulai dihilangkan, misalnya pengobatan sudah mulai dihilangkan.

Kemudian dengar informasi bahwa kita akan menggunakan jam kerja panjang, 12 jam sehari. Jadi teman-teman saya menjadi, lebih baik kita kumpul dulu bagaimana bicara nanti, ternyata sepakat, dari 502 orang sepakat untuk tidak ikut bergabung dengan manajemen baru dengan kompensasi satu kali PMTK.

68. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Jadi dari 502 tersebut tidak ada satupun yang bekerja kembali?

69. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Tidak. Artinya dari 502 orang itu setuju untuk keluar semua dengan ada imbalan kompensasi satu kali PMTK.

70. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Kemudian selanjutnya bagaimana, bisa saja ceritakan apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan waktu itu?

71. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Setelah kami sampaikan hasil dari teman-teman kepada pihak manajemen, akhirnya kita semua putus hubungan pada tanggal 4 Maret 2004. Dan di situ langsung dibuat pengumuman dari pengusaha bahwa siapa yang masih mau bekerja kembali diminta membuat surat lamaran baru dengan masa kerja 0, sistem kerja baru dengan gaji Rp 990.000,00 satu bulan dan tidak mendapatkan fasilitas apa-apa.

72. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Dari 502 orang tadi itu, berapa banyak yang kembali bekerja di perusahaan?

(11)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

9

73. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

230 orang yang bekerja kembali.

74. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Apakah Saudara Saksi termasuk di dalamnya?

75. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Tidak, tetapi saya sering datang ke perusahaan karena saya juga ingin tahu informasi dari teman-teman sampai saat ini bagaimana. Jadi meskipun saya tidak datang, teman-teman selalu memberikan informasi kepada saya.

76. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Dari 230 orang tersebut yang kemudian ada beberapa orang yang 0 tahun. Bagaimana status dari 230 orang yang kemudian di rekrut kembali oleh pihak perusahaan?

77. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Statusnya menjadi karyawan kontrak dan itu tidak ada surat perjanjian secara tertulis dari pihak manajemen kepada pekerjanya, jadi hanya secara lisan.

78. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Tidak ada perjanjian tertulis?

79. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

80. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Gaji?

81. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Gaji ada yang Rp 880.000,00 sebulannya, kemudian ada yang Rp 990.000,00 dengan jam kerja 12 jam.

82. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Apakah ada tunjangan-tunjangan yang sebelumnya itu diberikan oleh pihak perusahaan?

(12)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

10

83. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Tidak ada, bahkan untuk fasilitas makan pun tidak diberikan. Jadi Rp 990.000,00, Rp 880.000,00 itu menjadi penghasilan kotor.

84. PEMOHON : ERNA RATNA NINGSIH

Apakah itu cukup untuk menghidupi, dengan kondisi seperti itu cukup tidak untuk sehari-hari?

85. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sampai hari kemarin tanggal 23, ada 7 orang kawan saya mengatakan sampai saat ini masih ada 180 orang yang masih bertahan karena mereka ingin mengetahui seperti apa sebenarnya. Kalau menurut mereka, memang mereka tidak cukup karena mereka punya anak, biaya sekolah, buat bayar kontrakan, untuk makan sehari-hari saja mereka tidak cukup, karena anak mereka sudah ada yang di SMP, SMA, rata-rata suami istri bekerja di situ.

86. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Saudara saksi, bisa diceritakan sedikit tentang perusahaan tempat sauadara saksi bekerja itu produk perusahaannya apa?

87. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Produknya resleting.

88. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Apakah untuk pasar dalam negeri atau untuk ekspor?

89. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ekspor dan dalam negeri juga.

90. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Mereknya?

91. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Mereknya Chiq.

92. PEMOHON : SURYA TJANDRA

(13)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

11

93. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Jalan Halim Perdana Kusuma No. 88 Kebon Besar, Batu Ceper, Tangerang, Banten.

94. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Kalau alamat Saudara sendiri dekat-dekat situ juga?

95. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, awalnya saya di dekat-dekat tempat kerja bahkan saya sempat tinggal di asrama selama kurang lebih 2 tahun.

96. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Yang kedua, tadi Saudara menjelaskan kalau awal dari persoalan ini adalah tuntutan dari teman-teman Saudara para buruh akan kenaikan upah. Bisa Saudara jelaskan kenapa Anda dan teman-teman menuntut kenaikan upah kepada perusahaan?

97. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Karena setiap tahun kebutuhan ekonomi itu yang jelas semakin meningkat, semakin tinggi. Harga-harga semakin melambung, tetapi kalau dengan penghasilan yang seperti itu secara otomatis juga kita tidak cukup, itu yang pertama.

Kemudian yang kedua,karena kita sudah lama rata-rata teman-teman saya di sana bekerja sudah di atas 10 tahun sampai 20 tahun. Jadi mereka sudah tidak sepantasnya lagi harus mengikuti UMK gaji yang ditentukan untuk di bawah 1 tahun. Ini yang menjadi persoalan kami sebagai Serikat Pekerja memintakan kepada pihak manajemen supaya kawan-kawan saya juga menjadi diperhatikan nasibnya, misalnya seperti kebutuhan sehari-hari yang jelas itu.

98. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Maksud Saudara yang sudah bekerja 10 atau 20 tahun itu gajinya adalah UMK?

99. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sebenarnya tidak, karena dari awalnya hanya 3 orang yang bisa naik, selebihnya tidak bisa, jadi harus menunggu sampai Pemilu. Sementara kebutuhan makan itu tidak bisa ditunda, tidak usah makan sampai nanti selesai Pemilu.

100. PEMOHON : SURYA TJANDRA

(14)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

12

101. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, kata perusahaan kondisi politik yang tidak menentu, kemudian keamanan juga ini menjadi salah satu alasannya.

102. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Kalau gaji Saudara sendiri terakhir di sana berapa?

103. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Saya terima gaji terakhir Rp 2.380.000,00.

104. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Itu sudah termasuk tunjangan, sudah termasuk uang makan dan sebagainya?

105. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

106. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Jadi total upahnya itu ya?

107. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

108. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Sudah berapa tahun Saudara bekerja di sana?

109. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Saya bekerja 14 tahun.

110. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Kalau UMK itu maksudnya apa?

111. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Upah Minimum Kota atau Provinsi.

112. PEMOHON : SURYA TJANDRA

(15)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

13

113. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Di Tangerang itu Rp 660.000,00.

114. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Baik. Tadi juga Saudara menjelaskan kalau berawal dari tuntutan upah, lalu ada negosiasi tetapi yang muncul adalah perusahaan menjelaskan kalau kondisi sedang sulit dan sebagainya, tidak ada negosiasi dan terakhir ditawarkan untuk PHK?

115. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

116. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Kenapa menurut pengetahuan Saudara Saksi, kawan-kawan Saudara itu memilih untuk di PHK saja dari pada terus kerja?

117. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Karena kami sudah mendengarkan informasi dari pihak manajemen yang baru artinya di sini Bapak Erik Wijaya, bahwa mereka akan melakukan sistem kerja kontrak. Jadi nanti semakin tidak jelas kawan-kawan saya, kalau kita tidak menerima itu jadi semua fasilitas itu akan hilang, kemudian status kita juga semakin tidak jelas.

118. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Yang mengatakan akan dipekerjakan kontrak itu siapa?

119. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Dari pemilik perusahaan Bapak Erik Wijaya.

120. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Pada waktu negosiasi?

121. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, karena akan lebih menguntungkan ketika menggunakan tenaga kerja kontrak.

122. PEMOHON : SURYA TJANDRA

(16)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

14

123. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Teman-teman juga merasakan bahwa kita sudah bekerja 10 sampai 20 tahun rata-rata. Kemudian kalau kita langsung keluar begitu saja kita sudah ada upaya untuk mempertahankan supaya jangan terjadi tenaga kerja kontrak. Tetapi karena kondisi mendesak seperti itu, kawan-kawan saya akhirnya berpikiran bahwa kalau saya keluar sekarang saya dapat satu kali PMTK, tapi kalau saya nanti langsung dibuat kontrak itu saya tidak akan mendapatkan apa-apa, itu yang jelas.

124. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Jadi pilihan itu kalau saya katakan karena terpaksa betul apa tidak?

125. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, tidak ada pilihan lain.

126. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Setelah itu, sebagian teman-teman Saudara memilih bekerja lagi?

127. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

128. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Walaupun dengan kondisi yang tadi Saudara katakan menjadi kontrak,lalu juga upahnya turun, lalu ada sistem baru misalnya kerja 12 minimal seperti itu, lalu tidak ada perjanjian tertulis, itu betul begitu?

129. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, betul.

130. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Mengapa mereka memilih untuk bekerja lagi akhirnya dengan kondisi seperti itu?

131. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Mereka ingin mencoba sebenarnya, sementara jadi pengangguran itu bagaimana, jadi pengangguran itu tidak enak, kemudian tidak dapat penghasilan, sementara kebutuhan terus, ini mau tidak mau tawaran kerja kontrak itu akhirnya mereka terima.

132. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Itu apakah juga karena terpaksa oleh keadaan atau tidak bisa kerja ditempat lain atau bagaimana?

(17)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

15

133. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Yang jelas dari segi usia saja sudah tidak mungkin bekerja di tempat lain, artinya untuk melamar sementara pelamar-pelamar muda itu masih banyak. Kemudian dari segi ekonomi yang jelas bagi suami istri yang bekerja dan sekarang ter PHK tidak mungkin mereka dua-duanya akan menganggur. Akhirnya dengan sangat terpaksa mereka menerima.

134. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Menurut pengetahuan Saudara saksi bagaimana, apakah mereka sekarang teman-teman Saudara yang bekerja lagi itu memilih bekerja lagi dengan kondisi yang baru itu keadaannya jadi lebih baik atau bagaimana keadaannya sekarang. Bisa Saudara jelaskan?

135. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Justru yang dikeluhkan anak-anak mereka itu jadi tidak terawat. Karena seharian penuh sampai malam bahkan, berangkat pagi pulang malam anaknya menjadi tidak terurus dan akhirnya banyak juga yang memutuskan untuk mengundurkan diri. Rata-rata bagi sang istrinya yang bekerja disitu, suami istri yang bekerja disitu, istrinya mengundurkan diri untuk mengurus anaknya.

136. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Mereka juga sama upahnya Rp 900.000,00 sekali sekian-sekian itu?

137. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

138. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Saudara tahu, atau sudah pernah tahu tidak yang namanya undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan?

139. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya , tahu.

140. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Apa yang Saudara ketahui tentang itu dalam kaitan dengan kasus Saudara?

141. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Yang saya tahu bahwa dengan kasus ketika kita memutuskan untuk tidak bergabung dengan kompensasi satu kali PMTK kita terima, itu kita tahu. Kemudian juga tentang tenaga kerja kontrak bahwa itu boleh, bahwa

(18)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

16

di undang-undang 13 itu boleh melakukan pekerja kontrak meskipun dalam keadaannya pekerjaan itu tidak bisa dikontrakan karena pekerjaannya yang sifatnya itu menentu, tidak ada habisnya karena yang dikerjakan itu-itu juga.

142. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Lalu apa lagi yang Saudara ketahui tentang undang-undang nomor 13 Tahun 2003 itu?

143. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Yang jelas Undang-undang Nomor 13 itu sudah diundangkan dan sudah di sahkan dan di legalkan oleh Pemerintah yang sebenarnya itu membuat kami sebagai pekerja yang tadinya menjadi pekerja tetap menjadi pekerja kontrak. Artinya itu sah bagi Pemerintah karena itu sudah di legalkan tetapi itu menderita bagi kami sebagai pekerja karena kami menjadi tidak jelas nasibnya, ke depannya menjadi terkatung-katung, bukan untuk menanggulangi pengangguran melainkan ini hanya merupakan suatu rotasi saja.

Saat ini saya yang menganggur, sementara teman-teman saya yang bekerja, suatu saat gantian, teman-teman saya yang menganggur saya yang bekerja, itulah yang kami tahu.

144. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Apakah perusahaan Saudara waktu itu PT Chiquita itu juga menyebut-nyebut soal undang-undang ini?

145. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, memang semua berdasarkan dari undang-undang.

Ketika kita bicara tentang kenaikan upah pun mereka langsung di sini tidak ada, jadi tidak perlu itu naik upah. Kemudian tentang kompensasi PHK itu juga mereka langsung menggunakan. Menggunakan bahwa itu kalau kita tidak bergabung dengan pemilik baru mendapatkan satu kali PMTK, ya mereka langsung buka undang-undang yang ini sudah sah dan ini harus dilakukan. Kemudian di Chiquita tadi sudah memberlakukan itu akhirnya kami yang 502 orang itu menjadi terlantar, menjadi tidak jelas nasibnya. 200 orang bekerja sementara yang lainnya menjadi pengangguran, nanti yang bekerja 3 bulan keluar sementara yang lainnya masih ini menjadi semakin tidak jelas.

146. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Terima kasih.

Cukup dari saya, Pak.

147. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Selanjutnya giliran para Hakim Konstitusi untuk mengajukan pertanyaan kepada saksi. Apa yang bakal ditanyakan oleh para Hakim

(19)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

17

Konstitusi belum mencerminkan sikap dari masing-masing Hakim Konstitusi, sifatnya adalah minta klarifikasi dan menggali lebih dalam dari apa yang Saudara kemukakan tadi.

Saya mulai dari sebelah kiri saya, pertama-tama saya persilakan Hakim Konstitusi Prof. Natabaya yang berhormat, silakan.

148. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Saudara Saksi, tadi ada Saudara saksi mengatakan bahwa perusahaan tempat Anda bekerja itu pailit. Apakah Saudara mengerti apa pengertian pailit?

149. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Pengertian pailit itu kalau menurut saya, pailit itu tidak ada order, tidak bisa bekerja, tidak produksi itu yang saya tahu itu pailit.

150. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Yang kedua, coba ulang apa alasan saksi minta PHK?

151. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sebenarnya ini sudah menjadi keputusan bersama dari semua karyawan bahwa kita lebih baik memilih PHK dengan kompensasi satu kali PMTK, kemudian nanti kalau masih bekerja itu akan tidak mendapatkan satu kali PMTK, kemudian juga nasib kita akan menjadi tidak jelas karena kontraknya juga tidak jelas.

152. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Jadi perusahaan itu menurut Saudara tadi adalah pailit. Yang menyatakan pailit itu penilaian Saudara atau ada pernyatan dari perusahaan itu?

153. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Yang menyatakan pailit itu adalah dari pengusaha sendiri.

154. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Jadi perusahaan yang menyatakan pailit.

155. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

156. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Karena perusahaan itu pailit, apa menurut perusahaan itu yang akan mereka lakukan?

(20)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

18

157. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Efisiensi.

158. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Efisiensi itu caranya bagaimana perusahaan mengatakan?

159. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sampai saat itu kita belum bicara tentang sistemnya seperti apa mau melakukan efisiensi, yang jelas hanya akan menggunakan tenaga kerja 300 orang.

160. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Karena perusahaan ini dalam keadaan pailit, perusahaan akan mengadakan efisiensi, salah satu untuk melakukan efisiensi itu adalah, supaya berhasil guna, maka jumlah tenaga kerja yang berjumlah 503 orang itu harus dijadikan 300 orang, jadi akan dipangkas 200 tenaga kerja, mendengar itu Saudara memilih di PHK, karena cara efisiensinya tadi ada dua macam pilihan hubungan kerja bagaimana tadi itu? Ada hubungan kerja kontrak dengan hubungan kerja?

161. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, dengan efisiensi yang 200 orang artinya masih ada 300 orang kawan-kawan saya yang harus tetap bekerja, dan menggunakan sistem kerja baru yaitu kerja kontrak.

162. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Yang 300 orang itu akan dilaksanakan dengan cara sistem kontrak, mendengar itu terpikirlah dibenak yang 200 orang ini, dari pada dengan sistem yang baru itu lebih baik kita berhenti atau PHK, dengan pertimbangan apa?

163. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Dengan pertimbangan, sebelum yang 200 orang itu kita ketemu semua yang 500 orang, kita ketemu bicara bagaimana kalau hanya 300 orang saja yang dipakai kembali dengan sistem kontrak. Tetapi yang 300 orang ini, tidak akan mendapatkan kompensasi apa-apa. Jadi masa kerja hilang, kemudian yang 200 orang temen-temen saya itu akan mendapatkan kompensasi satu kali PMTK.

Dari pada nanti 300 orang yang tidak semakin jelas ke depannya mereka akhirnya sepakat untuk tidak bergabung dengan pemilik baru. Dengan kompensasi satu kali PMTK secara keseluruhan semua dari 502 orang itu.

(21)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

19

164. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Yang 200 orang tadi, ya?

165. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Semua, akhirnya 502 orang semuanya mengundurkan diri.

166. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Di adakan PHK nya itu adalah secara massal?

Di dalam melaksanakan PHK secara massal itu, apakah hak-hak dari pada pekerja ini tadi dipenuhi sesuai ketentuan Undang-undang?

167. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, kita sepakat waktu itu untuk menerima kompensasi 1 kali PMTK, mereka penuhi tanggal 4 kita dibayar semua.

168. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Jadi, 500 orang itu setuju semua untuk berhenti sesuai dengan ketentuan menerima yang hasil pesangon yang tadi ya?

Apanya yang menurut Saudara saksi ketentuan Nomor 13 ini ada yang dilanggar atau tidak?

169. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Yang dilanggarnya tidak ada Pak, karena semua sudah legal, tetapi menjadi persoalan ketika teman-teman saya ini menjadi pekerja kontrak.

170. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Oh, jadi bukannya Saudara yang menjadi persoalan Saudara itu, tetapi orang lain yang menjadi pekerja kontrak seolah-olah menjadi persoalan Saudara ya?

171. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Karena saya tidak bekerja kembali.

172. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Jadi Saudara tidak ada persoalan sebetulnya, hanya mempersoalkan dan menanyakan kenapa orang itu kok terima, jadi tidak ada persoalan sebetulnya yang langsung ada pengaruh akibat tindakan orang itu terhadap Saudara, hanya menanyakan ya?

173. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Pengaruhnya itu tadi Pak, semakin tidak jelas penghasilan kehidupan teman-teman saya semakin tidak jelas.

(22)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

20

174. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Jadi bukan persoalan Saudara, tetapi persoalan teman-teman Saudara itu saya bilang tadi.

175. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Selanjutnya saya persilakan Hakim Konstitusi Prof.Mukhtie Fadjar yang terhormat.

176. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Saudara saksi, Saudara saksi tadi sudah bekerja 14 tahun? Dulu waktu kerja pertama usia berapa?

177. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Kurang lebih 16 tahun.

178. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Apakah saksi menjadi Serikat Pekerja?

179. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

180. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Tadi dikemukakan oleh saksi, bahwa perusahaan itu dijual, alasan dijualnya itu karena apa itu?

181. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Karena dari pihak pemilik lama itu sudah disampaikan bahwa itu pailit tidak sanggup untuk menaikkan upah kepada karyawan, kita harus membayar pajak, kita harus membayar hutang-hutang untuk bahan baku seperti itu.

182. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Menurut sepengetahuan saksi, apakah perusahaan itu memang betul-betul pailit atau bagaimana? Sepengetahuan saksi.

183. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Kalau menurut saya sebetulnya tidak pailit ya Pak. Karena kalau menurut saya pengertian pailit itu tidak ada order, kemudian tidak produksi itu yang saya tahu.

(23)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

21

184. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Apakah itu karena Serikat Pekerja minta kenaikan upah?

185. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Alasan awalnya memang dari situ, ketika kami dari serikat pekerja mengajukan surat ke pihak manajemen untuk membicarakan tentang kenaikan upah 2004, jadi berawal dari situ semuanya.

186. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Nah sekarang soal PHK, apakah PHK yang dialami oleh saksi dan teman-temannya itu atas permintaan sendiri atau apa yang Anda katakan tadi sebagai upaya efisiensi atau bagaimana?

187. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Itu ditawarkan, sempat ditawarkan dari pihak manajemen, akhirnya kami semua mengambil keputusan bahwa kita harus terima itu dengan terpaksa, karena kami sebenarnya kami masih ingin bekerja.

188. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Jadi sebenarnya masih ingin bekerja, tapi terpaksa menerima.

Apakah alasan efisiensi itu sepengetahuan saksi sebagai aktivis Serikat Pekerja karena memang betul-betul untuk efisiensi atau sebetulnya sebagai dalih untuk memperbaiki atau merubah sistem hubungan kerja dari yang tadinya pekerja tetap menjadi pekerja kontrak, bagimana kira-kira sepengetahuan saksi.

189. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sepengetahuan saya Pak, itu menjadi acuan bahwa ini ada aturan untuk bisa memperlakukan tenaga kerja kontrak kenapa tidak begitu. Karena yang dipegang itu selalu Undang-undang No.13, ini sudah sah sudah bisa dipakai begitu. Kenapa kita lewatkan ini, kita juga tidak salah kalau melakukan ini. Tapi itu tadi, secara legal memang itu sudah sah dan boleh, dan akhirnya kami yang menjadi menderita.

190. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Jadi yang menawarkan tadi PHK atau perubahan hubungan kerja itu pemilik baru ya? Apakah suami saksi juga bekerja di perusahaan itu?

191. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

(24)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

22

192. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Dari 502 orang pekerja itu berapa orang yang sampai sekarang masih bekerja dengan mengikuti model atau sistem kontrak itu?

193. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

180 orang.

194. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Semua pekerja lama atau pekerja baru?

195. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Semua pekerja lama ditawarkan untuk membuat lamaran baru, kemudian ada 230 yang bekerja dan sampai kemarin tanggal 23 itu masih ada 180 kawan-kawan saya yang bekerja di sana.

196. HAKIM : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Terakhir ya, saya mengulang satu pertanyaan pokok, apakah tawaran dari manajemen baru atau pemilik baru itu lebih karena efisiensi atau betul-betul karena ingin menyesuaikan Undang-undang No.13 untuk menerapkan sistem kontrak?

197. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Kalau pengertian saya itu memang sengaja, memang akan memberlakukan Undang-undang No.13 dengan sistem kontraknya, kalau efisiensi tidak mungkin meskipun dia terima kerja baru lagi, artinya mereka langsung pekerja tetap, tidak ada perjanjian kerja kontrak secara lisan seperti itu.

198. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Selanjutnya kami persilakan Hakim Konstitusi Soedarsono, S.H, yang terhormat.

199. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Terima kasih Bapak pimpinan sidang. Saudara saksi, Siti Istikharoh, Saudara tadi mengatakan bahwa Saudara adalah pengurus dari organisasi atau Serikat Pekerja, sebagai apa?

200. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

(25)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

23

201. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Saudara sebagai saksi, sebelumnya saya beritahukan bahwa Sidang Mahkamah Konstitusi ini tidak bertindak seperti P4 atau persidangan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, tidak. Tapi justru di sini adalah mengadili dan memeriksa, dan memutus apakah ketentuan-ketentuan dari Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan itu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945? Jelasnya apakah hak konstitusional dari pada pekerja itu dirugikan, jelasnya lagi apakah ada hak-hak asasi yang terlanggar di situ.

Tadi Saudara mengatakan dengan jelas, tegas bahwa Saudara sudah mempelajari jauh sebelumnya dan sudah mengerti mengenai isi dari pada Undang-undang No.13 Tahun 2003 ini tentang Ketenagakerjaan ya? Dan ternyata Saudara sebagai Ketua Serikat Pekerja.

Sebelum itu yang saya akan tanyakan adalah pada waktu Saudara ber 502 itu itu siapa yang memimpin? Rembukan, rundingan untuk memutuskan lebih baik PHK dari pada di teruskan bekerja?

202. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Waktu itu di pimpin oleh Serikat pekerja, termasuk saya.

203. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Pertanyaannya, apakah ada Lawyer, Advokat, atau pengacara yang mendampingi mereka itu pada waktu itu?

204. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Tidak ada.

205. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Saudara mengatakan bahwa sebelumnya, Saudara bekerja di PT. Chiquita itu sebagai buruh tetap atau karyawan tetap. Dari perundingan itu Saudara memutuskan untuk lebih baik di PHK dengan 1 kali PMTK, Saudara masih ingat apa itu PMTK?

206. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Peraturan Menteri Tenaga Kerja, mengenai pesangon.

207. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Saya ke peraturannya.

Saya bacakan Pasal 156 dari Undang-undang No.13 Tahun 2003, ayat (1) dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak yang sah harusnya di terima; ayat (2) perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) paling sedikit sebagai berikut, untuk Saudara yang 14 tahun bekerja, itu menurut

(26)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

24

Pasal 156 ini Saudara berhak, masa kerja 8 tahun atau lebih itu mendapat 9 bulan upah. Waktu itu Saudara digaji Rp 2.300.000,00.

Kalau Saudara mendalami, mestinya apalagi tadi saya tanya, kenapa tidak ada yang mendampingi seorang pengacara atau bagaimana. Nampaknya, dari kesaksian Anda itu, emosi. Terus terang saya sedih, mestinya 9 bulan upah, itu masih di tambah dengan perhitungan uang penghargaan, itu Pasal 3 nya. Ini yang saya ingin tanyakan, benarkah Saudara itu mengerti betul mengenai peraturan Undang-undang No. 13 Tahun 2003.

Mengenai upah, Pasal 88 itu di sana dijelaskan setiap pekerja/ buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi kehidupan yang layak bagi kemanusiaan, cantumkan di sana. Saudara itu jadi karyawan tetap, gajinya yang begitu lumayan lalu enak saja minta PHK, apa Anda itu tidak menyesal? Sekarang Saudara jadi saksi, saya hanya tanya bukan pendapat, apa yang Anda alami sendiri di situ? Karena perusahaan menurut undang-undang ini tidak begitu mudah mem PHK, apalagi bagi karyawan yang sudah menjadi karyawan tetap yang sekian belas tahun bekerja. Jadi, tenyata apakah Saudara betul-betul sudah tahu pada waktu memutuskan itu, ketentuan-ketentuan dari Undang-undang Ketenagakerjaan yang baru ini?

208. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Saya tahu, Pak.

Dan itu tidak mutlak keputusan saya, tapi itu kita berunding dengan 502 orang kawan-kawan saya untuk menerima itu. Jadi itu bukan mutlak keputusan saya, saya hanya menyampaikan hasil perundingan dari kawan-kawan.

209. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Yang jadi saksi sekarang Anda, Saudara juga sependapat begitu waktu itu. Artinya pendapat Anda memutuskan yang seperti itu Anda setuju ya?

210. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, saya setuju. Karena di depan itu sudah kelihatan, sudah jelas bahwa kita akan menjadi pegawai kontrak.

211. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Sebentar, itu jangan diulang-ulang karena tadi sudah diperingatkan oleh Bapak Ketua Sidang.

Pertanyaan berikutnya, saya hanya ingin tahu, bangsa saya, bangsa kita itu benar-benar mengerti atau hanya karena emosi? Sebelumnya itu, apa ada atau pernah dilakukan sosialisasi terhadap Undang-undang No. 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan terutama di perusahaan waktu itu Saudara bekerja?

(27)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

25

212. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sudah, cuma tidak sampai mendetail, kita hanya diberitahu bahwa Undang-undang No. 13 ini sudah di sahkan dan sudah mulai berlaku. Tetapi kemudian teman-teman pengurus juga semua mendapat kopinya. Sistem sosialisasi seperti itu karena kami juga banyak waktu untuk bekerja.

213. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Dari Depnaker maksud saya.

214. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Dari Depnaker belum ada sama sekali bahkan sampai sekarang belum ada.

215. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Pertanyaan terakhir, apakah keputusan Saudara dengan semua kawan-kawan Saudara yang 502 orang itu adakah merasa terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu?

216. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Tidak.

217. HAKIM : SOEDARSONO, S.H.

Ini saya hubungkan dengan pertanyaan Prof. Mukthie tadi. Hakim ingin melihat ini karena maunya buruh sendiri atau karena ulah dari pada perusahaan mengalihkan hubungan kerja tetap menjadi kontrak, ini masalah.

218. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Selanjutnya saya persilakan Hakim Konstitusi I Dewa Palguna, SH. Silakan.

219. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Terima kasih.

Saudara saksi, apa masih kuat?

220. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Masih.

221. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Baik, sebagai pengurus Serikat Pekerja tentu Saudara saksi mengetahui betul keberadaan dari undang-undang yang sekarang sedang diperkarakan atau dimohonkan untuk diuji secara materiil di Mahkamah ini.

(28)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

26

Saya ingin tahu kesaksian Saudara atau pengetahuan Saudara tentang undang-undang ini, Bagaimana menurut pemahaman Saudara tentang undang-undang ini? Dari pengalaman Anda bekerja di perusahaan yang kemudian mem PHK Saudara, bagaimana?

222. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Kalau menurut pengalaman saya dan pengetahuan saya bahwa Undang-undang No. 13 ini memang secara legalitas itu sudah sah dan itu memang harus diberlakukan. Tetapi bagi kami sebagai pekerja, itu merasa dirugikan.

223. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Ada bagian tertentu yang bisa Saudara…

224. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, betul. Di situ tentang kompensasi atau pesangon yang 9 bulan upah untuk masa kerja 7 – 8 tahun ke atas. Sementara kalau pekerjanya itu pekerja kontrak, bagaimana mau mendapatkan yang 9 bulan. Itu yang menjadi persoalan yang sangat berat. Sementara 3 bulan kontrak selesai, tidak mungkin mereka akan mendapatkan pesangon. Jadi itu hanya sebuah iming-iming saja.

225. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Bolehkah kami menarik kesimpulan dari pendapat Saudara bahwa apakah dengan demikian, menurut pengalaman Saudara selama bekerja di perusahaan itu sampai 14 tahun masa kerja Saudara, apakah peraturan perundang-undangan sebelumnya lebih menguntungkan Saudara? Ataukah peraturan Undang-undang No. 13 ini yang lebih menguntungkan Saudara?

226. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Kalau menurut saya, lebih bagus aturan yang lama. Di situ dijelaskan tentang pekerja kontrak itu jelas, pekerjaannya yang tidak menentu itu jelas, jadi jenis pekerjaannya itu diatur jelas seperti itu.

Kalau sekarang ini, berhubung sudah dilegalkan, pekerjaan pabrik produksi itu rutinitas. Jadi hari-harinya seperti itu produksinya, tidak ada habisnya. Itu yang menjadi persoalan. Karena lebih baik aturan yang lama karena di situ tidak ada yang jenis pekerjaan kontrak seperti yang sekarang di Undang-undang No. 13. Karena semua setelah masa percobaan 3 bulan, mereka langsung menjadi pegawai tetap. Tetapi kalau di Undang-undang No. 13, dia bisa melakukan sistem kerja kontrak untuk siapa pun.

227. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Dari yang Saudara ketahui sebagai pengurus Serikat Pekerja, mana yang menurut pengetahuan Saudara saksi yang lebih menjamin, katakanlah standar minimum pekerja, undang-undang ini apakah undang-undang yang berlaku sebelumnya?

(29)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

27

228. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Yang sebelumnya, lebih menjamin.

229. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Bisa Saudara memberikan beberapa contoh misalnya, sebagai perbandingan antara undang-undang yang ini dengan undang-undang yang lainnya. Supaya kami lebih bisa mengetahui pengetahuan Saudara.

230. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Kalau aturan yang lama menurut pengetahuan saya, itu kita bisa melakukan ketika ada persoalan perburuhan kita bisa bicarakan di tingkat three partied kemudian sampai ke P-4D dan P-4P.

Kemudian, untuk yang Undang-undang No. 13 ini, kita tidak bisa diwakilkan oleh Serikat Pekerjanya. Kita harus membeli pengacara, dan kita dapat uangnya dari mana? Ini yang menjadi persoalan kami juga. Karena bagaimana saya harus membayar pengacar, sementara untuk hidup sehari-hari saja saya sudah sulit.

Jadi, kalau aturan yang dulu kita bisa didampingi oleh Serikat Pekerjanya. Tetapi kalau Undang-undang No. 13, kita harus mambayar pengacara. Pengacara itu tidak mungkin mutlak mau sukarela. Jadi bayangan di benak saya, pengacara itu harus dibayar.

231. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Baik.

Tadi dari baik ketika Saudara menjawab pertanyaan penasihat hukum maupun menjawab pertanyaan beberapa Hakim Konstitusi yang menanyakan hal ini kepada Saudara, saya menangkap ada kesan bahwa Saudara dalam mengambil keputusan bersama 502 orang yang kemudian lebih memilih untuk tidak bergabung dengan perusahaan yang lama tetapi dengan pemilik atau manajemen yang baru, itu dikarekan Anda mengatakan bahwa kalau boleh saya rumuskan dengan kata-kata saya sendiri; kalau saya bekerja di sana, saya tidak akan mendapatkan hak-hak yang seharusnya bisa saya dapatkan jikalau saya mengundurkan diri. Apakah betul seperti itu?

232. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya.

233. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Artinya Saudara, apakah pilihan itu menurut pengetahuan Saudara karena pemilik yang baru mengatakan demikian ataukah karena menurut pengetahuan Saudara undang-undang memang tidak memungkinkan untuk Saudara memperoleh hak-hak itu?

(30)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

28

234. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Dua-duanya Pak.

Jadi, dari manajemen sudah mengatakan bahwa kita akan menggunakan sistem kerja kontrak. Kemudian kalau undang-undang, jelas.

235. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Yang menurut Saudara menjadi menyelenggarakan sistem kerja kontrak, yang menurut pengetahuan Saudara itu adalah sah, begitu?

236. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Ya, karena sudah legal dan ditandatangani, artinya sudah bisa diberlakukan.

237. HAKIM : I DEWA GEDE PALGUNA, S.H., M.H.

Oh demikian ya? Baik, terima kasih.

238. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Baiklah Saudara Saksi, keterangan Saudara di depan Majelis ini dinyatakan sudah selesai. Majelis menyatakan terima kasih atas kesedian Saudara memberikan kesaksian. Saudara dipersilakan untuk meninggalkan ruangan sidang dan bisa mengambil tempat di belakang.

239. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Sebelumnya saya terima kasih, tetapi saya akan memberikan catatan atau surat permohonan saya kepada Bapak Hakim.

240. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Permohonan apa itu Saudara saksi?

241. SAKSI : SITI ISTIKHARAH

Mungkin bisa saya bacakan atau mungkin nanti langsung Bapak yang bacakan.

242. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Di serahkan kepada Kuasa Hukum.

243. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Pak Hakim Ketua, kami mohon supaya Saudara Saksi bisa membacakan hanya satu halaman kurang sedikit.

(31)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

29

244. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Apakah itu ada relevannya dengan kesaksian

245. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Pak Hakim Ketua kami mohon supaya Saudara Saksi bisa membacakan ada kesempatan membacakan, cuma satu halaman sedikit Pak.

246. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Apakah itu ada relevannya dengan kesaksian. Sebab kesaksian di depan sidang itu dia hadir sebagai Saksi di sini. Statusnya adalah Saksi. Sekedar menerangkan apa yang di pandang, apa yang ia alami didengar sendiri dam ia itulah. Jadi kiranya Saudara saksi menyerahkan cukup kiranya kepada Kuasa Hukum dan Kuasa Hukum menyerahkan kepada Majelis.

247. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Terima kasih.

Tapi saya kira amat relevan, karena lebih semacam kesaksian secara personal dari Saudara saksi dan lebih ungkapan perasaan seperti itu, Pak.

248. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Begini Saudara Kuasa Hukum, Majelis sama sekali tidak berkehendak mengurangi hak saksi menurut hukum, hanya saja kalau sifatnya orasi dan sebagainya maaf kami tidak bisa mengizinkan.

249. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Bukan orasi, tapi lebih semacam pernyataan pribadi dan dia ingin supaya di dengarkan oleh Majelis dan teman-teman yang lainnya. Cuma satu seperapat halaman tidak akan lama kurang dari lima menit, Pak saya kira, dan saya kira juga ada tambahan sedikit saja dari dia.

250. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Majelis tetap berpendapat itu untuk tidak diperkenankan karena tidak sesuai dengan hukum acara.

251. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Kalau begitu apakah…

252. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Dengan catatan bahwa Majelis sama sekali tidak berkehendak untuk mengurangi hak seorang Saksi.

(32)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

30

253. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Kalau begitu kami mohon kepada Majelis supaya menanyakan apakah ada keterangan lain yang ingin ditambahkan oleh Saksi dan saya kira itu sah dalam hukum acara dan di situ dia akan membacakan surat itu Pak.

254. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Kesaksian itu diberikan atas pertanyaan.

255. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Tapi dalam hukum acara kita ada memungkinkan dan praktiknya kalau saksi juga berhak untuk menceritakan apapun yang ingin dia tambahkan, terkait dengan keteranganya dan saya kira itu fair Pak.

256. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Begini, kesaksian itu sama sekali tidak berkurang apabila itu diberikan kepada Kuasa Hukum. Dan Kuasa Hukum akan menyerahkan kepada kami dan itu menjadi pertimbangan kami. Saya kira tidak perlu dipersoalkan lagi. Tidak lazim selama kami beracara di sini untuk mendengar suatu pernyataan, suatu sikap, karena ini di luar dari pada konteks kesaksian menurut hukum.

257. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Kita belum tahu, Pak, karena belum dengar keterangan apakah itu relavan atau tidak, jadi biarkan Majelis yang menilai kemudian.

Tapi saya mohon sekali lagi tidak ada ruginya, Pak, kita tunda 2 menit cuma untuk mendengarkan suara ini karena besok-besok tidak akan ada kesempatan lagi buat teman-teman ini untuk membacakan itu.

258. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Begini Saudara Kuasa Hukum. Ini yang bakal dibacakan untuk Majelis, biarkanlah Majelis dan serahkan kepada Majelis dan kami akan menjadikan bahan pertimbangan. Saya kira itu saja.

259. PEMOHON : SURYA TJANDRA

Kalau begitu kami mohon supaya dicatat Pak hakim bahwa Saudara Saksi dan Para Pemohon dan kuasanya sudah memohon tapi ditolak oleh Majelis Hakim dengan alasan formalitas seperti itu Pak.

Terima kasih.

260. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Bukan ditolak tapi untuk efisiensi.

Coba diserahkan saja. Tapi saya kira, saya menganjurkan Saudara Saksi untuk menyeranya kepada kami.

(33)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

31

Jadi saya minta supaya hadirin menghormati Majelis.

Dan dengan ini saya nyatakan supaya dicatat dalam berita acara, supaya keterangan tertulis dari Saudara Siti Istikharah ini menjadi bagian dari berkas perkara dan menjadi bahan pertimbangan.

Baiklah, Saudari Saksi Istikharoh Saudara sudah bisa meninggalkan ruangan dan kita bakal mendengar lagi Saksi yang kedua.

261. PEMOHON : ASTINAWATI

Majelis Hakim kami mohon izin sekiranya ada Pemohon yang masih duduk di kursi pengunjung bisa diperbolehkan masuk.

262. 262. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Silakan.

Ini kan masih Calon Saksi ya? Belum dipanggil ya nanti. Tidak usah keluar di situ saja. Kita persilakan kepada Pemohon Materil untuk tampil.

Sudah lengkap?

Saudari Calon Saksi dipersilakan untuk mengambil tempat. Saudari Calon Saksi, nama Saudari?

263. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Nama saya Luluk Setyowati.

264. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Agama yang Saudari anut?

265. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Insya Allah Islam.

266. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Baiklah, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebelum Saudari memberikan kesaksian selaku Saksi, Saudari terlebih dahulu mengangkat sumpah. Untuk itu kami persilakan Hakim Konstitusi Prof. Natabaya SH untuk memimpin acara penyumpahan ini.

Terima kasih.

267. HAKIM : Prof. H. A. S. NATABAYA, S.H., LL.M.

Saudara Saksi turut yang saya ucapkan.

Demi Allah saya bersumpah bahwa saya sebagai saksi akan menerangkan yang sebenarnya tidak lain dari yang sebenarnya.

268. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Demi Allah saya bersumpah bahwa saya sebagai Saksi akan menerangkan yang sebenarnya tidak lain dari yang sebenarnya.

(34)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

32

269. KETUA : Prof. Dr. H. M. LAICA MARZUKI, S.H.

Baiklah kesempatan pertama diserahkan kepada Para Kuasa Hukum untuk mengajukan pertanyaannya.

Pertanyaan yang diajukan adalah karena yang bersangkutan adalah Saksi sebatas apa yang dialami sendiri dan dilihat sendiri. Dan kiranya dihindari pertanyaan-pertanyaan yang bersifat stereotik atau pengulangan. Silakan Saudari.

270. PEMOHON : ASTINAWATI

Terima kasih Pak Hakim.

Saudara Saksi bisa diceritakan kepada persidangan hari ini pekerjaan Saudara Saksi apa?

271. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Pekerjaan saya sebelum di PHK adalah seorang operator.

272. PEMOHON : ASTINAWATI

Operator di perusahaan di mana? Lokasi di mana?

273. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Di produksi, bagian produksi di CV Lengtate, lokasinya ada di Tangerang, Sewan.

274. PEMOHON : ASTINAWATI

Produksi PT itu apa Saudara Saksi?

275. SAKSI : LULUK SETYOWATI

CV kita memproduksi tentang penyamakan kulit, yaitu kulit domba dan kulit kambing.

276. PEMOHON : ASTINAWATI

Saudara Saksi sudah berapa lama bekerja di CV tersebut?

277. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Saya bekerja di CV tersebut lebih kurang 5 tahun.

278. PEMOHON : ASTINAWATI

Apakah ikut menjadi pengurus atau berorganisasi di perusahaan tersebut?

(35)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

33

279. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Saya sebagai Ketua di Serikat Buruh yang umurnya baru 1 tahun.

280. PEMOHON : ASTINAWATI

Dan sekarang sedang mengalami proses PHK seperti yang tadi Saudara Saksi sebutkan?

281. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Ya, sedang mengalami proses PHK.

282. PEMOHON : ASTINAWATI

Mungkin bisa menceritakan awal mula terjadinnya PHK tersebut. Apa sebabnya?

283. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Begini, saya minta maaf kalau keterangan saya panjang sebab ini adalah suatu rancangan. Sebab dirancang sudah lama. Saya akan cerita dari 1 tahun yang lalu.

Saya minta Pak Hakim ya kalau kurang sederhana kalau saya menceritakanya.

Jadi begini, dari setahun 2 tahun yang lalu telah ada indikasi untuk membuat seluruh karyawan itu menjadi kontrak begitu. 1 tahun yang lalu lebih lagi pekerjaan di tekan sebanyak mungkin, orang dikeluarkan dengan PHK yang sangat kecil malahan orang hamil dikeluarkan hanya dianggap dia kurang efisien dalam kerja, 1 tahun yang lalu. Kemudian kita demo, setelah demo kita kembali masuk lagi dengan pemikiran kita masuk kerja lagi.

Itulah awal adanya serikat, lalu kita meminta beberapa ke perusahaan seperti uang makan, uang transport yang memang kita tidak belum diberikan dan perusahaan memberi penawaran, yaitu kalau kamu meminta tiga kami akan memberi satu. Besoknya kamu minta lagi kami memberi, bagaimana kalau kita langsung membuat PKB. Kami tahu itu adalah permainan tapi Insya Allah kita ikuti dulu, jadi kita membuat PKB. 3 bulan proses PKB dan selama tiga bulan itu walaupun PKB belum ditandatangani, perusahaan telah melakukan apa yang ada di dalam PKB yaitu uang makan telah diberikan, uang transport juga begitu.

Beberapa peraturan yang teruang di PKB walaupun belum ditandatangani tetapi sudah diberikan, sudah dilakukan. 3 bulan kemudian PKB sudah selesai tinggal penandatanganan. Di masa pembuatan PKB telah menjadi kesepakatan bahwa ada 60 orang untuk kontrak hendak dijadikan orang tetap, sebab mereka sudah tiga tahun dikontrak-kontrak terus seperti itu.

Perusahaan menolak adanya penandatanganan isi PKB malahan surat kuasa yang diberikan kepada beberapa Manajer yang mereka percayakan untuk membuat PKB itu dicabut. Dalam undang-undang hal itu tidak bisa, sebab pencabutan surat kuasa hanya bisa diberikan pada saat proses bukan pada saat proses. Bukan setelah selesainya semuanya selesai.

(36)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

34

Dia cabut, dalam pemikirannya bahwa kalau surat kuasa telah dicabut maka semua isi dari pada PKB, semua perjanjian yang berkenaan dengan PKB maka batal, maka saat itu juga dia mem-PHK 60 orang tersebut pada saat gajian. Jadi teman-teman 10 atau 5 menit sebelum bel diberikan 2 amplop satu amplop adalah amplop gajian, satu amplop lagi adalah amplop PHK. Saat itulah teman-teman marah dan mereka di PHK tanpa di beri pesangon sama sekali.

Jadi yang membuat PHK tadi adalah PHK kami pertama, adanya PKB yang dicabut surat kuasanya, adanya 60 orang yang di PHK. Yang kedua, kami para pengurus diletakan dalam satu lokasi, yang lokasi ini adalah maksudnya lokasi produksi, kita memproduksi 2 kulit yang seperti saya bilang tadi yaitu domba dan kambing. Kalau untuk kulit yang dibuat, untuk tas, sepatu itu nilainya tinggi dibanding yang dibuat sarung tangan. Dan ada rencana memang sarung tangan mau dihapus. Dan kami disatukan dalam lokasi kerja tersebut. Terus yang lain adanya pencabutan uang makan dan uang transport. Hal yang lain juga adanya peraturan yang lebih diperberat. Misalnya kalau kita telat 5 menit itu dianggap sebagai, kita diberi surat peringatan 1,2,3. Beberapa kesalahan kecil diperbesar dengan suatu, dengan tindakan surat peringatan. Hal yang lain juga adanya gejolak diantara teman-teman. Hal lain juga pada saat itu Ramadhan, kalau Ramadhan sudah mendekati hari raya, biasanya pekerjaan sudah mau menipis, tapi kita makin mengambil banyak kulit-kulit untuk dikerjakan dan karyawan-karyawan baru makin diperbanyak. Kami berpikir ada sesuatu di sini. Hal yang lain juga untuk PKB kita masukan ke persidangan itu Pak, untuk minta tanda tangan. Akhirnya kami banyak tuntutan dari teman-teman untuk demo. Dari ketidaknyamanan tersebut, akhirnya kita terjadilah demo, demo kita minta 4 hal tentang PPH.

Jadi selama ini untuk THR kalau diatas Rp 1.000.000,00 maka ada untuk PPH, kalau kita baru dikasih Rp 600.000,00 juga sudah dipotong dengan PPH, belum lagi gajian setiap bulannya cuma Rp 628.000,00 ribu di potong dengan PPH. Kami meminta supaya PPH itu dihapuskan, hal yang lain tentang THR yang sesuai dengan undang-undang itu permintaan kami, itu bukan suatu permintaan yang besar. Dua hari setelah kami demo perusahaan lock out kita, selama seminggu perusahaan sama sekali tidak mau diajak bicara, walaupun sekedar menanyakan apa sikap perusahaan? Dia tidak mau. Maaf keterangan saya sudah berlebihan atau sudah cukup?

284. PEMOHON : ASTINAWATI

Silakan lanjutkan saja, cuma mungkin sebelum itu kami akan menanyakan beberapa hal, pertama masalah demo, apakah demo itu sudah didahului apa yang dilakukan Serikat Pekerja? Apakah meminta izin atau demo yang dilakukan pada saat itu juga?

285. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Tentang demo InsyaAllah, kita melakukannya sesuai dengan prosedur yaitu seminggu sebelumnya sudah kita layangkan demo ke perusahaan, ke kepolisian dan juga serikat.

(37)

Perkara No. 012/PUU-I/2003 mengenai Pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

35

286. PEMOHON : ASTINAWATI

Kemudian Saudara saksi menyebutkan ada 60 orang yang dikontrak, mungkin Saudara saksi bisa menjelaskan sebetulnya berapa orang dikontrak di perusahaan tersebut dan berapa yang tetap, dan apakah saksi tetap atau kontrak statusnya ?

287. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Saya status tetap, persentasi karyawan sebelum demo adalah 70% kontrak yang sisanya adalah tetap dan sekarang hampir 90% kontrak, 10% tetap.

288. PEMOHON : ASTINAWATI

Kemudian, tadi ada yang kontrak dan ada yang tetap, apakah ada perbedaan pekerjaan dalam arti apakah yang kontrak mengerjakan pekerjaan yang berbeda dengan yang tidak di kontrak yang tetap misalnya yang di kontrak hanya mengerjakan yang sedikit atau tidak ada perbedaan mungkin Saudara saksi bisa menjelaskan ?

289. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Pekerjaan kami sama.

290. PEMOHON : ASTINAWATI

Tidak ada perbedaan pekerjaan ya?

291. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Tidak ada.

292. PEMOHON : ASTINAWATI

Kemudian kembali ke masalah lock out, mungkin Saksi bisa menjelaskan lebih lanjut, lock out oleh perusahaan itu seperti apa bentuknya dan apakah juga ada pemberitahuan seperti demo yang dilakukan oleh Serikat Pekerja ?

293. SAKSI : LULUK SETYOWATI

Lock out dilakukan dua hari saat kita demo, lock out yang dilakukan oleh perusahaan adalah lock out manusia, padahal itu tidak benar seharusnya itu lock out produksi.

294. PEMOHON : ASTINAWATI

Referensi

Dokumen terkait

Seiring dalam mengemban tugasnya tidak sedikit Mahkamah Konstitusi menemukan masalah-masalah hukum baru dalam hal kekosongan hukum itu sendiri sehingga memaksa Hakim Mahkamah

Tentunya, sebelum Saudara mengajukan permohonan ini ke Mahkamah Konstitusi, Saudara sudah mencermati betul Pasal 60 Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa

Pernyataan bersama ini mempunyai kekuatan pelaksanaan seperti putusan hakim dalam perkara perdata dan pelaksanaannya dijalankan dengan surat paksa yang mempunyai kekuatan hukum

Luthfie Hakim, SH., Purwoko Suatmadji, SH., Sonny Martakusuma, SH., dan Andhesa Erawan, SH., bertindak untuk dan atas nama Pemohon, berdasarkan Surat Kuasa Khusus bertanggal 26

Jadi Saudara Kuasa Pemohon, tentunya Saudara sudah memahami bahwa menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, Pemohon dalam pengujian

Bahwa Peradi maupun Ikadin serta tujuh organisasi profesi lainnya sebagai organisasi profesi advokat tidak pernah dirugikan dari maksud dan pelaksanaan atau implementasi Pasal 32

Karena, Pasal 28 Ayat (1) UU Advokat menyebutkan, ” Organisasi Advokat merupakan satu-satunya wadah profesi Advokat yang bebas dan mandiri yang dibentuk sesuai dengan

Memerintahkan amar putusan Majelis Hakim dari Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang mengabulkan permohonan pengujian Undang- Undang Nomor 3 tahun 2009 tentang Perubahan