ept
No. 94/09/6172/Th. X, 3 Oktober 2016
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
KOTA SINGKAWANG BULAN SEPTEMBER 2016 SEBESAR -0,75 PERSEN
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (deflasi/inflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Mulai April 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang
BPS KOTA SINGKAWANG
Pada bulan September 2016 terjadi deflasi sebesar 0,75 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,95. Dua kota di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Kota Pontianak dan Kota Singkawang sama-sama mengalami deflasi. Di bulan September ini, Kota Pontianak mengalami deflasi sebesar 1,06 persen dengan IHK sebesar 133,94.
Deflasi bulan ini terjadi karena penurunan indeks pada 2 (dua) jenis kelompok pengeluaran, kenaikan indeks pada 2 (dua) jenis kelompok pengeluaran, dan 3 (tiga) jenis kelompok pengeluaran yang hampir tidak mengalami perubahan indeks. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,71 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,45 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,08 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,23 persen. Kelompok yang hampir tidak mengalami perubahan indeks adalah kelompok sandang, kelompok kesehatan, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga.
Laju inflasi tahun kalender September 2016 sebesar 2,10 persen.
Inflasi ”Year on Year” (September 2016 terhadap September 2015) Kota Singkawang sebesar 2,95 persen.dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.
SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel seIndonesia sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.
Dari tujuh kelompok pengeluaran yang tercakup dalam IHK Kota Singkawang, terjadi kenaikan indeks pada 2 (dua) jenis kelompok pengeluaran, penurunan indeks pada 2 (dua) jenis kelompok pengeluaran, dan tidak terdapat perubahan pada 3 (tiga) jenis kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,08 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,23 persen. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,71 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,45 persen. Kelompok yang hampir tidak mengalami perubahan indeks adalah kelompok sandang, kelompok kesehatan, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga.
Penurunan harga beberapa komoditi yang memberikan sumbangan deflasi Kota Singkawang antara lain angkutan udara, udang basah, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, cabe hijau, telur ayam ras, sawi hijau, kembung/gembung/banyar/gembolo, wortel, gula pasir, sawi putih, apel, ketimun, tomat sayur, beras, kol putih/kubis, kacang tanah, minyak goreng, bensin, dan lain-lain.
Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada September 2016 di Kota Singkawang, yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,4638 persen; kelompok makanan jadi, minuman dan tembakau sebesar 0,0132 persen; kelompok perumahan, listrik, air, gas, dan bahan bakar sebesar 0,0574 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,3531 persen. Sementara itu, kelompok sandang, kelompok kesehatan, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga hampir tidak memberikan sumbangan/andil deflasi pada bulan ini.
Tabel 1
Laju Inflasi Kota Singkawang Bulan September 2016, Tahun Kalender 2016 dan Inflasi Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran
(Tahun Dasar 2012 = 100) (persen)
Kelompok Pengeluaran Desember IHK 2015 IHK September 2016 Inflasi September 2016*) Laju Inflasi Tahun Kalender 2016**) Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) U M U M / T O T A L 122,38 124,95 -0,75 2,10 2,95 1 Bahan Makanan 126,99 131,40 -1,71 3,47 3,39
2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
121,06 124,24 0,08 2,63 4,63
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 122,76 124,09 0,23 1,08 1,51
4 Sandang 111,98 112,87 0,00 0,79 2,44
5 Kesehatan 118,03 127,14 0,00 7,72 9,03
6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 123,96 130,50 0,00 5,28 5,44 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 120,44 118,16 -2,45 -1,89 -0,09 Keterangan:
*) Persentase perubahan IHK bulan September 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan September 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015. ***) Persentase perubahan IHK September 2016 terhadap IHK September 2015.
Tabel 2
Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Singkawang Bulan September 2016 (persen)
Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi
(1) (2)
U M U M / T O T A L -0,7463
1 Bahan Makanan -0,4638
2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,0132 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,0574
4 Sandang 0,0000
5 Kesehatan 0,0000
6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 0,0000 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan -0,3531
0,41 1,32 0,13 0,26 0,02 -0,19 0,41 0,64 0,77 -0,75 -0,03 0,78 -0,44 -0,85 -0,6 -0,35 -0,1 0,15 0,4 0,65 0,9 1,15 1,4 1,65 Sept'1 5 Okt'15 Nop'1 5 Des'1 5 Jan'16 Feb'16 Mar'1 6 Apr'1 6
Mei'16 Juni'16 Juli'16Agust'16 Sept'16
Inflasi
persen persen bulan -0,4638 0,0574 0,0000 0,0000 0,0000 -0,3531 0,0132 -0,6 -0,4 -0,2 0 0,2 0,4Bhn. Mak Mak. Jad i
Perumah an
Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor
Sumbangan Inflasi
Gambar 1
Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran Kota Singkawang Bulan September 2016
Gambar 2.
Perkembangan Inflasi Kota Singkawang Bulan September 2015 sampai dengan Bulan September 2016
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan Makanan
Penurunan IHK kelompok bahan makanan pada bulan September 2016 sebesar 1,71 persen disebabkan oleh penurunan harga pada beberapa komoditi seperti cabai rawit, cabai hijau, udang basah, bawang merah, wortel, daging ayam ras, dan lain-lain.
Dari sebelas sub kelompok yang termasuk kelompok bahan makanan, 2 (dua) mengalami kenaikan indeks, 8 (delapan) mengalami penurunan indeks, dan 1 (satu) tidak mengalami perubahan indeks. Dari 8 (delapan) sub kelompok yang mengalami penurunan indeks, penurunan paling besar terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar -5,97 persen.
Kelompok bahan makanan ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,4638 persen. Sumbangan deflasi komoditi pada kelompok ini antara lain udang basah sebesar 0,1877 persen; daging ayam ras sebesar 0,0936 persen; cabai rawit sebesar 0,0812 persen; bawang merah sebesar 0,0344 persen; cabai hijau sebesar 0,0219 persen; dan lain-lain.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau
Kelompok ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,08 persen, yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada 1 (satu) sub kelompok pengeluaran, 1 (satu) sub kelompok mengalami penurunan indeks, dan 1 (satu) sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks. Kenaikan terjadi pada sub kelompok makanan jadi, yaitu sebesar 0,29 persen.
Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0132 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini, yaitu mie sebesar 0,0227 persen; biskuit sebesar 0,0001 persen.
3. Perumahan, Air, Gas, dan Bahan Bakar
Kelompok ini pada bulan September 2016 mengalami kenaikan indeks sebesar 0,23 persen yang disebabkan adanya kenaikan indeks pada 3 (tiga) sub kelompok pengeluaran dan 1 (satu) sub kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan indeks. Sub kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks terbesar adalah sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,48 persen.
Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0574 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan deflasi, yaitu tarif listrik sebesar 0,0318 persen; kontrak rumah sebesar 0,0236 persen; dan lain-lain.
4. Sandang
Indeks Harga Konsumen pada kelompok sandang hampir tidak mengalami perubahan indeks sehingga dianggap tidak memberikan sumbangan deflasi pada bulan ini.
5. Kesehatan
Pada bulan September 2016 kelompok ini juga hampir tidak mengalami perubahan indeks jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya sehingga dianggap tidak memberikan sumbangan deflasi pada bulan ini.
6. Pendidikan, Rekreasi,dan Olah Raga
Kelompok ini pada bulan September 2016 juga tidak mengalami perubahan indeks atau dapat dikatakan perubahan yang terjadi sangat kecil. Oleh karena itu, kelompok ini juga dianggap tidak memberikan sumbangan deflasi pada bulan ini.
7. Transpor , Komunikasi, dan Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan September 2016 mengalami penurunan indeks sebesar 2,45 persen dari bulan sebelumnya. Terjadi kenaikan indeks pada sub kelompok komunikasi dan pengiriman, sedangkan sub kelompok transpor mengalami penurunan. Dua sub kelompok lainnya, yaitu sub kelompok sarana dan penunjang transpor, dan sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.
Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,3531 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah angkutan udara sebesar 0,4124 persen.
persen 2,10 6,54 3,14 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 2014 2015 2016 persen September 2,95 6,92 6,17 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 2014 2015 2016 September INFLASI TAHUNAN
Laju inflasi tahun kalender (September) 2016 sebesar 2,10 persen. Besarnya laju inflasi ”year on year” untuk September 2016 terhadap September 2015 sebesar 2,95 persen.
Tabel 3
Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2014 – 2016 (persen)
Inflasi 2014 2015 2016
1. September 0,62 0,41 -0,75
2. September (tahun kalender) 6,54 3,14 2,10
3. September terhadap September (year on year) (tahun n) (tahun n-1) 6,92 6,17 2,95 Gambar 3
Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (September) 2014–2016.
Gambar 4
Perbandingan Inflasi Year On Year, 2014–2016 persen
persen -0,68 0,11 -0,75 -1,06 0,21 0,11 -0,44 -0,2 -0,46 -1,2 -1 -0,8 -0,6 -0,4 -0,2 0 0,2 0,4 PONT IANA K SAM ARIN DA TARA KAN SINGK AW ANG BALIK PAPA N SAM PIT PALA NGKA RAYA BANJ ARM ASIN TANJ UNG PANDA N PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTA
Pada September 2016, dari 82 kota IHK, 58 kota mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,85 persen dengan IHK 129,12 dan inflasi terendah terjadi di Kota Pontianak, yaitu sebesar -1,06 persen dengan IHK 133,94.
PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTA DI PULAU KALIMANTAN
Pada September 2016, dari 8 (delapan) kota IHK di pulau Kalimantan, tercatat bahwa 3 (tiga) kota mengalami inflasi dan 5 (lima) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Balikpapan sebesar 0,21 persen dengan IHK 129,88 dan inflasi terendah terjadi di Kota Pontianak, yaitu sebesar -1,06 persen (deflasi) dengan IHK 133,94. Sebagai pembanding daerah terdekat, Kota Tanjung Pandan mengalami deflasi sebesar 0,68 persen dengan IHK sebesar 131,70.
Gambar 6.
Perbandingan Inflasi Antar Kota di Pulau Kalimantan Bulan September 2016
Tabel 4.
Indeks Harga Konsumen Kota Singkawang September 2016, Perubahannya serta Sumbangan Inflasi ( 2012 = 100)
Kelompok/Sub Kelompok
Indeks
Agustus September Indeks Perubahannya Sumbangan 2016 2016 (%) Inflasi
(1) (3) (3) (4) (5)
UMUM 125,89 124,95 -0,75 -0,7463
1. BAHAN MAKANAN 133,68 131,4 -1,71 -0,4638
a.Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 126,93 126,87 -0,05 -0,0026
b. Daging & Hasil-hasilnya 116,18 112,76 -2,94 -0,0893
c. Ikan Segar 146,92 142,35 -3,11 -0,1925
d. Ikan Diawetkan 127,6 129,27 1,31 0,0096
e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 116,93 116,09 -0,72 -0,0204
f. Sayur-sayuran 152,38 148,5 -2,55 -0,0744
g. Kacang-kacangan 114,23 114,14 -0,08 -0,0006
h. Buah-buahan 155,04 156,24 0,77 0,0159
i. Bumbu-bumbuan 171,38 161,15 -5,97 -0,1086
j. Lemak dan Minyak 103,91 103,81 -0,10 -0,0009
k. Bahan Makanan Lainnya 136,27 136,27 0,00 0,0000
2. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, & TEMBAKAU 124,14 124,24 0,08 0,0132
a. Makanan Jadi 115,93 116,27 0,29 0,0228
b. Minuman Tidak Beralkohol 120,37 119,97 -0,33 -0,0096
c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 139,77 139,77 0,00 0,0000
3. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, & BAHAN BAKAR 123,81 124,09 0,23 0,0574
a. Biaya Tempat Tinggal 121,8 122 0,16 0,0236
b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 133,86 134,5 0,48 0,0318
c. Perlengkapan Rumahtangga 114,18 114,18 0,00 0,0000 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 120,07 120,17 0,08 0,0020 4. SANDANG 112,87 112,87 0,00 0,0000 a. Sandang Laki-Laki 119,71 119,71 0,00 0,0000 b. Sandang Wanita 111,07 111,07 0,00 0,0000 c. Sandang Anak-Anak 106,7 106,7 0,00 0,0000
d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 112,17 112,17 0,00 0,0000
5. KESEHATAN 127,14 127,14 0,00 0,0000
a. JasaKesehatan 122,35 122,35 0,00 0,0000
b. Obat-obatan 126,08 126,08 0,00 0,0000
c. Jasa Perawatan Jasmani 131,66 131,66 0,00 0,0000
d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 133,28 133,28 0,00 0,0000
6. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 130,5 130,5 0,00 0,0000
a. Jasa Pendidikan 141,88 141,88 0,00 0,0000
b. Kursus-kursus/Pelatihan 112,97 112,97 0,00 0,0000
c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 108,69 108,69 0,00 0,0000
d. Rekreasi 120,13 120,13 0,00 0,0000
e. Olahraga 125,37 125,37 0,00 0,0000
7. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 121,13 118,16 -2,45 -0,3531
a. Transpor 132,29 126,52 -4,36 -0,4130
b. Komunikasi dan Pengiriman 103,7 105,62 1,85 0,0599
c. Sarana dan penunjang Transpor 103,24 103,24 0,00 0,0000
Tabel 5.
Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 82 Kota Bulan September 2016 (Tahun 2012 = 100)
No Kota September Indeks 2016 Inflasi September 2016 No Kota Indeks September 2016 Inflasi September 2016 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)
1 SIBOLGA 129,12 1,85 23 BANDAR LAMPUNG 125,16 0,30
2 LHOKSEUMAWE 121,52 1,44 24 WATAMPONE 120,08 0,30
3 MEDAN 130,29 1,32 25 PEMATANG SIANTAR 129,51 0,29
4 MAUMERE 118,41 1,20 26 CIREBON 120,61 0,28 5 BUKITTINGGI 125,20 1,11 27 BAU-BAU 129,58 0,27 6 PEKANBARU 125,12 0,94 28 MERAUKE 130,76 0,27 7 MEULABOH 124,85 0,83 29 BEKASI 121,86 0,26 8 PADANGSIDIMPUAN 123,75 0,83 30 DENPASAR 122,15 0,26 9 LUBUKLINGGAU 122,72 0,79 31 PALEMBANG 123,53 0,24
10 BANDA ACEH 118,94 0,78 32 JEMBER 121,37 0,22
11 DUMAI 125,91 0,64 33 KEDIRI 121,58 0,21
12 PANGKAL PINANG 130,56 0,64 34 BALIKPAPAN 129,88 0,21
13 BULUKUMBA 129,02 0,60 35 DKI JAKARTA 125,32 0,18
14 PALU 126,24 0,59 36 SURABAYA 124,88 0,18
15 PADANG 131,16 0,58 37 MALANG 125,31 0,17
16 JAYAPURA 126,84 0,55 38 MADIUN 121,65 0,16
17 SERANG 132,21 0,51 39 METRO 133,06 0,15
18 MAKASSAR 125,50 0,41 40 BANDUNG 123,67 0,14
19 TANGERANG 131,90 0,40 41 TANJUNG PINANG 125,04 0,13
20 DEPOK 123,64 0,37 42 SEMARANG 123,60 0,13
21 BATAM 125,34 0,35 43 TASIKMALAYA 123,44 0,12
11 Berita Resmi Statistik Kota Singkawang No. 94/10/6172/Th. X, 3 Oktober 2016
Tabel 5 (Lanjutan).
Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 82 Kota Bulan September2016 (Tahun 2012 = 100)
No Kota September Indeks 2016
Inflasi September
2016
No Kota September Indeks 2016 Inflasi September 2016 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) 45 BANJARMASIN 125,44 0,11 67 SAMARINDA 127,49 -0,20 46 SUKABUMI 123,99 0,10 68 TEMBILAHAN 129,02 -0,22 47 BOGOR 124,37 0,09 69 KUPANG 125,41 -0,37 48 TERNATE 129,78 0,09 70 GORONTALO 120,98 -0,40 49 BENGKULU 134,05 0,07 71 TARAKAN 135,10 -0,44 50 TEGAL 121,91 0,07 72 BIMA 129,12 -0,45 51 SINGARAJA 133,64 0,07 73 TANJUNG 125,24 -0,45 52 SURAKARTA 121,43 0,06 74 SAMPIT 125,32 -0,46 53 CILACAP 126,96 0,05 75 PARE-PARE 120,52 -0,50 54 PALOPO 123,02 0,05 76 MATARAM 122,64 -0,66 55 KUDUS 129,70 0,04 77 MANOKWARI 120,79 -0,67
56 SUMENEP 121,78 0,04 78 TANJUNG PANDAN 131,70 -0,68
57 PURWOKERTO 121,81 0,02 79 MANADO 124,02 -0,68 58 BANYUWANGI 121,84 0,02 80 TUAL 137,15 -0,71 59 KENDARI 121,65 -0,01 81 SINGKAWANG 124,95 -0,75 60 SORONG 127,35 -0,02 82 PONTIANAK 133,94 -1,06 61 BUNGO 123,02 -0,06 62 AMBON 123,93 -0,11 63 CILEGON 129,06 -0,12 64 PROBOLINGGO 122,31 -0,14 65 YOGYAKARTA 122,33 -0,16 66 JAMBI 124,65 -0,17