BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1
1.1 KetKetergergantuantunganngan K
Keetteerrggaannttuunnggaan n aattaauu dependencydependency aadadallaah h hhuubbununggaan n yyaang ng ssaalliinngg me
mengngununtutungngkakan n dadan n sasaliling ng memempmpenengagaruruhihi. . PePeririlalaku ku seseseseororanang g akakanan mem
mempengpengaruaruhi hi perperililaku aku yanyang g lailainnynnya. a. Pada Pada suasuatu tu orgorganianisassasi i yanyang g aktaktiviivitastas kerjanya dibagi menjadi unit atau depertemen yang lebih kecil membutuhkan kerjanya dibagi menjadi unit atau depertemen yang lebih kecil membutuhkan koordinasi yang dilakukan oleh setiap manajer untuk mencapai tujuan organisasi. koordinasi yang dilakukan oleh setiap manajer untuk mencapai tujuan organisasi. Setiap unit atau departemen selalu terkait satu sama lain dalam rangka mencapai Setiap unit atau departemen selalu terkait satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan atau menciptakan sebuah produk.
tujuan atau menciptakan sebuah produk. Setiap unit
Setiap unit tidak bisa bekerja tidak bisa bekerja sendiri karena secara lsendiri karena secara langsung maupun tidak angsung maupun tidak langsung mereka bergantung dan berhubungan dengan unit lain. Hasil dari suatu langsung mereka bergantung dan berhubungan dengan unit lain. Hasil dari suatu unit dikontrol secara langsung atau melalui kesatuan berdasarkan tindakan dari unit dikontrol secara langsung atau melalui kesatuan berdasarkan tindakan dari unit lain. Ketergantungan dapat berupa ketergantungan dalam pekerjaan, hasil unit lain. Ketergantungan dapat berupa ketergantungan dalam pekerjaan, hasil kerja, peran atau posisi, sosial dan pengetahuan.
kerja, peran atau posisi, sosial dan pengetahuan. Te
Terdapat dua bentuk rdapat dua bentuk ketergantungan dalam organisasi, yaitu:ketergantungan dalam organisasi, yaitu: 1.
1. nntrtradadepependendenensisi !en
!entuk tuk ketketergergantantungaungan n yanyang g terterjadjadi i di di daldalam am satsatu u depdepartartemen emen ataatauu or
organganisaisasi si ini disebuini disebut t dendengangan intrintradependeadependency.ncy. !entuk ketergant!entuk ketergantungan ungan iniini baik dari dalam maupun
baik dari dalam maupun luar organisasi terjadi secara berulang bahkan luar organisasi terjadi secara berulang bahkan hampir hampir m
memembebentntuk uk sesebubuahah pattern pattern sepseperterti i masmasuknyuknya a sumsumber ber daydaya, a, pempemrosrosesaesann sumber daya tersebut dan muncul hasil. "ika salah satu rantai ketergantungan sumber daya tersebut dan muncul hasil. "ika salah satu rantai ketergantungan
1 1
ini putus maka dapat berpengaruh terhadap orang lain. #ontohnya rumah sakit ini putus maka dapat berpengaruh terhadap orang lain. #ontohnya rumah sakit dengan pemasok obat
dengan pemasok obat
$.
$. nnteterdrdepependendenensisi
nterdependensi merupakan bentuk ketergantungan yang terjadi antar unit nterdependensi merupakan bentuk ketergantungan yang terjadi antar unit dalam suatu
dalam suatu orgaorganisasnisasi i atau ketergantatau ketergantungan antara ungan antara satu organisasatu organisasi si dengandengan organisasi lain. nterdependensi
organisasi lain. nterdependensi %saling ketergantungan& juga terdapat diantara%saling ketergantungan& juga terdapat diantara ses
sesama ama proprodusdusen. en. 'al'alam am kehkehiduidupan pan masmasyaryarakat akat priprimitmiti( i( rumrumah ah tantanggagga tertutup mungkin segala kebutuhan dipenuhi sendiri tanpa produksi orang tertutup mungkin segala kebutuhan dipenuhi sendiri tanpa produksi orang lain. Tet
lain. Tetapi api dalam perkembangadalam perkembangan n selanselanjutnyjutnya, a, dengan semakin dengan semakin banyaknbanyaknyaya jenis
jenis kebutuhan kebutuhan dan dan jumlah jumlah kebutuhan kebutuhan semakin semakin bertambah bertambah maka maka tidak tidak mungkin bisa dipenuhi sendiri.
mungkin bisa dipenuhi sendiri. Te
Terlrlebiebih h semsemakiakin n berberkemkembangbangnya nya ilmilmu u penpengetgetahuahuan an dan dan tekteknolnologiogi se
sertrta a beberkrkemembabangngnynya a kekebubudaydayaan aan yayang ng sesemamakin kin kokompmplelek. k. #o#ontntoh oh dadariri nter
nterdependedependensi, nsi, yaityaitu u membamembangun ngun rumarumah h sakitsakit, , maka maka diperldiperlukan ukan matermaterialial yang ber)ujud batu, pasir, kayu, genteng, semen, dan lain*lain.
yang ber)ujud batu, pasir, kayu, genteng, semen, dan lain*lain.
+enurut "ames '.Thompson, ada macam pola ketergantungan diantara +enurut "ames '.Thompson, ada macam pola ketergantungan diantara satuan-satuan organisasi, yaitu:
satuan-satuan organisasi, yaitu:
aa.. KKeetteerrggaannttuunnggaan n tteerrppuussaat t %% pooled pooled interdependencyinterdependency&, &, ttererjajadi di kekettiikaka pekerjaan yang saling tergantung dilakukan pada saat bersamaan dan hasil pekerjaan yang saling tergantung dilakukan pada saat bersamaan dan hasil
ak
akhihirnrnya ya didikukumpmpululkan kan sesecacara ra bebersrsamamaanaan. . +a+asisingng*m*masasining g babagigianan memberikan kontribusi pada yang lain secara keseluruhan. #ontoh kepala memberikan kontribusi pada yang lain secara keseluruhan. #ontoh kepala bagian
bagian administrasi, administrasi, logistik, logistik, pemasaran pemasaran dan dan sebagainya sebagainya hasil hasil yangyang
$ $
mereka dapat akan di pertanggungja)abkan pada orang sama yaitu direksi rumah sakit.
b. Ketergantungan berurutan % sequential interdependency&, terjadi ketika satu pekerjaan telah selesai maka akan diteruskan pada pekerjaan berikutnya. #ontoh dalam hal ke(armasian, seorang apoteker baru bisa
memberikan obat kepada pasien berdasarkan resep dari dokter.
c. Ketergantungan timbal balik %reciprocal interdependency&, terjadi ketika pekerjaan dilakukan dalam interaksi berulang satu sama lain atau hasil
dari suatu pekerjaan menjadi input bagi pekerjaan lain. pabila dari suatu unit tidak menghasilkan produk atau output maka unit lainnya tidak dapat bekerja karena hasil dari unit tersebut merupakan syarat berlangsungnya proses produksi di unit lain. Sebagai contoh seorang laborat di rumah sakit yang melakukan pengecekan terhadap pasien setelah ada diagnosa dari dokter. Setelah hasil check laboratorium keluar baru dokter dapat memutuskan penyakit yang diderita pasien dan melakukan pengobatan yang sesuai.
danya saling ketergantungan ini menyebabkan koordinasi sangat diperlukan dalam mengintegrasi kinerja setiap unit. Peran koordinasi dalam hal ini adalah berupaya membuat struktur dan mem(asilitasi transaksi antar bagian yang saling bergantung. Terciptanya koordinasi yang baik antar unit atau departemen dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dan kon(lik sehingga proses produksi dapat berjalan dengan e(ekti(.
1.2 Tujuan Koordinasi
Koordinasi yang dilakukan di semua organisasi mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. +enghindari kekacauan dan penyimpangan tugas dari sasaran
$. +engarahkan dan menyatukan semua tindakan serta pemikiran ke arah tercapainya sasaran perusahaan
. +enghindari kekosongan dan tumpang tindih pekerjaan
/. +enghindari keterampilan overlanding dari sasaran perusahaan 0. +enjuruskan keterampilan spesialis ke arah sasaran perusahaan
. +engintegrasikan tindakan dan peman(aatan unsur manajemen ke arah sasaran organisasi atau perusahaan.
1.3 Kesimpuan
'ari pemaparan diatas dapat disimpulkan bah)a dalam setiap organisasi yang di dalamnya terbagi menjadi beberapa unit pasti terdapat hubungan dan ketergantungan antar unit. Selain itu pembagian atau spesialiasi menyebabkan hambatan dan juga menimbulkan ketergantungan yang tinggi. danya (aktor hambatan dan saling ketergantungan ini menyebabkan koordinasi sangat diperlukan dalam mengintegrasi kinerja setiap unit. Peran diadakannya koordinasi dalam hal ini adalah berupaya membuat struktur dan mem(asilitasi transaksi antar bagian yang saling bergantung. Sedangkan tujuan dari koordinasi adalah mengupayakan agar kinerja setiap unit menjadi teratur, meminimalisir terjadinya kekacauan sehingga tujuan dari organisasi dapat tercapai.
BAB II
PEN!E"TIAN DAN "UAN! LIN!KUP K##"DINA$I
2.1 Pengertian Koordinasi
Pengertian koordinasi menurut beberapa ahli:
1. "ames ' +oney
“The orderly arrangement of groub effert, to provide unity of action in the persuit of common purpose.”
Pengaturan usaha kelompok orang secara teratur untuk menciptakan suatu tindakan dalam pengusahan tercapinya suatu tujuan bersama.
$. 2eonard ' 3hite
“Coordination is the adjustment of the parts to each oter, and of the movement and operation of parts in time so that each can make it’s maksimum
contribution to the product of the hole.”
Koordinasi adalah menyesuaikan diri dari bagian satu sama lain dan gerakan serta pengerjaan bagian pada saat yang tepat, sehingga masing* masing dapat memberikan sumbangan yang maksimal pada hasil secara keseluruhan.
. . 4 !enn
“! coordination, hormanies action toard the objective, attained through leadership, organi"ation and administration.”
“ the arrangement of grub efforts in a countinuous and orderly manner so as to provide unfication of action in the persuit of a common goal.”
.4 !enn memberikan $ poin penting untuk pengertian koordinasi, yakni: a. suatu kelangsungan, keharmonisan untuk mencapai tujuan, yang dapat
dicapai melalui kepemimpinan, organisasi, dan adminisrasi.
b. penyusunan usaha*usaha kelompok didalam suatu kelangsungan dan keteraturan sikap sehingga menciptakan kesatuan tindakan dalam pengusahaan tercapainya tujuan bersama.
/. 'alton 4 +c. 5arlan
“coordination is the proses hereby an e#ecutive develops as orderly pattern of group effort among his subordinates and secures unity of action in the
persuit of common purpose.”
Koordinasi adalah proses dimana pimpinan mengembangkan pola yang teratur dari usaha kelompok diantara para ba)ahannya dan kepastian kesatuan tindakan dalam usaha mencapaian tujuan bersama.
0. 6oger # Heimer
“coordination is indispensible to the accumulation of the efforts of the many in order to effectuate the overall purpose. Coordination makes possible a
uniting of the mantal and physical efforts insuch a manner as to create a surplus of coordination effort over the sum of the individual effort of the
participants.”
Koordinasi harus ada untuk menyempurnakan banyak usaha agar pencapaian usaha e(ekti(. Koordinasi memungkinkan kesatuan usaha mental
dan (isik dalam bermacam*macam sikap karena menciptakan kelebihan usaha yang di koordinasikan pada sejumlah usaha individu dari para peserta. . Henry 5ayol
“$alancing and kieping the team together, by ensuring a suitable allocation of oring activities to the various members, and seeing that these are performed ith due harmony among the member themselves.”
+engoorganisasi berarti mengikat bersama, menyatukan, dan menyelaraskan semua kegiatan dan usaha.
'ari de(inisi beberapa pakar diatas dapat disimpulkan bah)a koordinasi adalah sebuah (ungsi manajemen yang saling berkerja sama dalam mengatur, menyatukan dan menyelaraskan sebuah kegiatan usaha, sehingga tercapainya kesatuan tindakan dalam pencapaian tujuan bersama.
2.2 Prinsip Koordinasi
Prinsip koordinasi merupakan acuan atau dasar yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan koordinasi. Penerapan prinsip koordinasi secara tepat dapat mendukung tercapainya koordinasi yang e(ekti(. Prinsip koordinasi tersebut antara lain:
1. Komunikasi
Koordinasi pada dasarnya tidak terlepas dari proses komunikasi yang terjadi pada semua level dalam organisasi. Koordinasi yang baik harus dimulai dengan menjalin komunikasi yang baik dan e(ekti( antar anggota organisasi baik secara (ormal maupun non (ormal. Komunikasi yang baik memungkinkan transmisi in(ormasi mengenai aturan, kebijakan, maupun prosedur pada semua level sehingga mendukung koordinasi.
$. ntegrasi
ntegrasi merupakan suatu usaha untuk menyatukan tindakan*tindakan berbagai badan, instansi, unit, sehingga merupakan suatu kebulatan pemikiran dan kesatuan tindakan yang terarah pada suatu sasaran yang telah ditentukan dan disepakati bersama. 'engan adanya integrasi, koordinasi dapat berjalan secara terarah di semua level.
. Sinkronisasi
Sinkronisasi adalah suatu usaha untuk menyesuaikan, menyelaraskan kegiatan, tindakan, dan unit sehingga diperoleh keserasian dalam pelaksanaan tugas atau kerja. Keserasian dalam pelaksanaan tugas mampu mempermudah penerapan koordinasi di suatu organisasi.
/. Simpli(ikasi
Simpli(ikasi dimaksudkan adalah bah)a perumusan organisasi yang ada harus mampu dijabarkan secara sederhana, mudah dipahami oleh masing*
masing unit organisasi. +asing*masing unit akan mengkoordinasikan tentang tugas dan pelaksanaanya kepada masing*masing bagian yang ada.
Prinsip koordinasi lain menurut +ary 5ollet dalam studi manajemen klasik terdapat empat prinsip, yaitu:
%. &arly 'tage
!erdasarkan prinsip tahap a)al, proses koordinasi harus dilakukan pada tahap a)al proses manajerial. Koordinasi harus dimulai sejak proses perencanaan sehingga dapat menghasilkan perencanaan dan implementasi
yang baik. "ika koordinasi selalu dilakukan di a)al maka semua (ungsi manajemen yaitu planning, organi"ing, actuating, dan controlling dapat terlaksana dengan baik. Selain itu dengan proses koordinasi yang baik, tujuan organisasi dapat dicapai dengan lebih mudah dan cepat.
(. Continuity
!erdasarkan prinsip kesinambungan, koordinasi merupakan sebuah proses yang berkelanjutan atau berkesinambungan. Proses koordinasi dimulai sejak membentuk organisasi sampai organisasi tersebut berjalan. Koordinasi selalu dilakukan secara berkesinambungan dalam setiap proses planning, organi"ing, actuating, dan controlling .
). *irect contact
!erdasarkan prinsip kontak langsung, proses koordinasi dapat berjalan dengan baik karena adanya komunikasi langsung antara anggota organisasi. Seluruh manajer harus mampu berkomunikasi langsung dengan baik dengan ba)ahannya sehingga tercipta hubungan yang baik. Kontak langsung ini
sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman, salah pena(siran, dan perselisihan antara manajer dan anggota organisasi lainnya. 'engan demikian
manajer dapat mengkoordinasi berbagai aktivitas anggotanya secara e(ekti( dan e(isien.
+. eciprocal relation
Prinsip timbal baik menyatakan bah)a semua (aktor dalam organisasi saling bergantung dan berhubungan. Setiap keputusan dan tindakan seseorang di dalam organisasi akan mempengaruhi situasi keseluruhan organisasi. 9leh karena itu, sebelum mengambil keputusan atau melakukan tindakan harus mempertimbangkan e(ek yang muncul pada orang lain atau departemen lain apabila keputusan atau tindakan tersebut diterapkan. 'engan diterapkannya prinsip ini diharapkan manajer atau anggota lainnya mengambil keputusan atau tindakan sepihak, sehingga koordinasi dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Selanjutnya para ahli manajemen modern menambahkan beberapa prinsip koordinasi untuk melengkapi prinsip koordinasi yang diungkapkan oleh +ary 5ollet, yaitu:
%. &fective Communication
Koordinasi dapat dilakukan dengan baik dengan adanya komunikasi yang e(ekti(. Komunikasi yang baik harus diterapkan pada semua departemen dalam organisasi, antara para pekerja, maupun manajer dengan ba)ahannya. Semua penghalang dan jarak dalam berkomunikasi sebisa mungkin harus dihindari dan dibenahi. Komunikasi yang baik membantu mengurangi kesalahpahaman sehingga koordinasi dapat berlangsung dengan baik.
(. -utual espect
Koordinasi dapat dilakukan dengan baik apabila ada rasa saling menghargai terhadap keseluruhan organisasi. Semua manajer yang bekerja
pada level yang berbeda harus menghargai satu sama lain, begitu juga pekerja harus menunjukkan sikap yang baik dan menghargai pekerja lain. Sikap saling menghargai juga harus diterapkan pada hubungan antara manajer dan pekerja. +anajer harus menghargai ide, perasaan, dan emosi para pekerjanya, sebaliknya pekerja harus menghargai dan mematuhi keputusan manajer.
). Clarity of bjective
Koordinasi dapat diterapkan dengan baik apabila seluruh anggota organisasi mengetahui dengan jelas tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut. Pemahaman yang baik akan tujuan membuat anggota organisasi menyadari pentingnya koordinasi sehingga koordinasi dapat berjalan secara e(ekti(.
+. 'calar Chain
Koordinasi dapat dilakukan dengan baik apabila terdapat garis ke)enangan yang tersusun dari tingkat atas sampai tingkat terendah dalam sturktur organisasi. Ke)enangan paling besar dimiliki oleh top manager dan ke)enangan paling berada di first line manager. /irst line manager harus melaporkan setiap aktivitas mereka kepada manager, dengan begitu proses koordinasi dapat berjalan dengan baik.
2.3 Tipe Koordinasi
Koordinasi terbagi menjadi beberapa tipe atau bentuk, yaitu: a. Koordinasi ;ertikal
koordinasi yang dilakukan oleh atasan untuk melakukan kegiatan penyatuan dan pengarahan terhadap kegiatan unit dan kesatuan kerja yang ada di ba)ahnya. Koordinasi vertikal dilakukan agar organisasi bertindak secara
harmonis sesuai tujuan dan kebijakan organisasi tersebut. Koordinasi vertikal dijamin oleh top manager.
b. Koordinasi Horisontal
Koordinasi antara berbagai departemen yang berbeda dengan unit lain yang levelnya setingkat atau sama. +isalnya Koordinasi antara departemen pemasaran dan departemen produksi.
c. Koordinasi nternal
Koordinasi antara unit yang berbeda dari suatu organisasi yang berada di dalamnya dan dicapai dengan mengintegrasikan tujuan dan kegiatan departemen yang berbeda dari perusahaan.
d. Koordinasi 4ksternal
Koordinasi antara organisasi dengan lingkungan luar yang terdiri dari pemerintah, masyarakat, pelanggan, investor, pemasok, pesaing, lembaga penelitian, dan sebagainya. Hal ini membutuhkan pertandingan yang tepat
antara kebijakan dan kegiatan perusahaan dengan dunia luar. e. Koordinasi diagonal
Koordinasi yang dilakukan antara karya)an yang bekerja pada tingkat yang berbeda dengan departemen yang berbeda %lintas sektor&.
2.% &etode Koordinasi
1. +enggunakan hirarki, Satu manajer menga)asi berbagai kegiatan dan memiliki pola ketergantungan dengan struktur organisasi yang lain.
$. +enetapkan aturan dan prosedur, S9P dan prioritas merupakan pedoman untuk pola ketergantungan.
. +enetapkan peran penghubung, Satu orang menyediakan link di antara (ungsi lateral yang saling berhubungan.
/. +embentuk gugus tugas, hubungan antar (ungsional kelompok %tersusun atas anggota dari area (ungsional yang berbeda& mem(asilitasi hubungan pola ketergantungan antara kegiatan koordinasi dengan mengelola in(ormasi yang mengalir antar daerah.
0. +engintegrasikan departemen sebuah unit organisasi yang tetap mempromosikan dengan koordinasi dan hubungan saling ketergantungan.
Ta'e 1. &etode umum &en(apai Koordinasi
Tabel 1. menggambarkan beberapa cara organisasi dapat mencapai koordinasi. +etode pertama dan kedua yang tercantum dalam tabel, menggunakan hirarki dan menetapkan aturan dan prosedur, terutama berguna untuk mengelola rutinitas dan bentuk prediksi dari tipe koordinasi dengan mengumpulkan hubungan pola ketergantungan. Sebagai contoh, kantor registrasi di universitas harus memiliki aturan yang digunakan untuk membuat jad)al kelas dan menetapkan ruang kelas untuk departemen yang berbeda. Kedua metode koordinasi mungkin e(ekti( dalam kelompok lebih kecil, namun yang lebih banyak menggunakan metode ini adalah organisasi terpusat.
+enggunakan aturan dan prosedur dan metode ketiga yang dijelaskan dalam tabel 1 menetapkan peran penghubung *** yang paling berguna ketika pola ketergantungan yang berurutan. Sementara aturan dan prosedur dapat menetapkan prioritas kegiatan yang didahulukan atas orang lain, dan hubungan dapat mem(asilitasi transisi pekerjaan dari satu unit ke unit berikutnya. +isalnya, di pabrik Komputer #ompa= pada komputer Houston selesai sebagian yang
meninggalkan satu tempat kerja yang disertai dengan kontak dari unit tersebut. "ika ada masalah dengan kualitas pekerjaan yang telah dilakukan, kelompok berikutnya tahu siapa yang harus dihubungi untuk bantuan.
'ua metode lain untuk mencapai koordinasi, membentuk gugus tugas dan intergrating departement paling berguna ketika pola ketergantungan yang timbal balik. mereka harus bekerja dengan baik dalam jumlah besar, dalam organisasi
yang kompleks dan desentralisasi. Sebagai contoh, tim kerja yang digunakan oleh 3eyerhaeuser membantu mem(asilitasi koordinasi dengan (ungsi sebagai gugus tugas yang mengeksplorasi cara yang lebih baik untuk bekerja sama dan mencapai tingkat koordinasi yang lebih e(isien.
2.% Te)ni) Koordinasi
Teknik*teknik utama dari koordinasi yang e(ekti( adalah sebagai berikut : 1. Suara perencanaan
Tujuan yang sama adalah kondisi pertama yang paling penting dalam koordinasi. 9leh karena itu, tujuan organisasi dan tujuan unit yang harus dide(inisikan secara jelas. Perencanaan adalah tahap ideal untuk koordinasi. "elas sasaran, kebijakan dan prosedur terpadu secara harmonis dan aturan untuk memastikan keseragaman tindakan.
$. 9rganisasi yang sederhana
9rganisasi yang sederhana merupakan cara penting koordinasi. >aris ke)enangan dan tanggung ja)ab dari atas ke bagian ba)ah struktur organisasi harus jelas dide(inisikan. Hubungan otoritas membantu mengurangi kon(lik dan menahan agar orang tersebut bertanggung ja)ab. Kegiatan yang
terkait harus dikelompokkan bersama dalam satu departemen atau unit. Terlalu banyak spesialisasi harus dihindari karena cenderung untuk membuat setiap
unit memiliki tujuan sendiri. . Komunikasi yang e(ekti(
Komunikasi yang terbuka dan teratur adalah kunci untuk koordinasi. pertukaran pendapat dan in(ormasi yang e(ekti( membantu dalam menyelesaikan perbedaan dan membuat untuk saling pengertian. Kontak pribadi dan bertatap muka adalah cara yang paling e(ekti( untuk komunikasi
dan koordinasi. Komite membantu untuk mempromosikan tujuan yang sama dan keseragaman tindakan antar departemen yang berbeda.
/. Kepemimpinan yang e(ekti( dan penga)asan
Kepemimpinan yang e(ekti( memastikan koordinasi baik pada tahap perencanaan dan eksekusi. Seorang pemimpin yang baik dapat membimbing kegiatan ba)ahannya ke arah yang benar dan dapat menginspirasi mereka untuk menarik bersama dalam pemenuhan tujuan bersama. Kepemimpinan suara dapat membujuk ba)ahan untuk memiliki identitas bunga dan mengadopsi pandangan umum. Penga)asan pribadi merupakan metode penting untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.
0. 6antai komando
6antai Komando adalah otoritas tertinggi koordinasi kekuasaan dalam sebuah organisasi. Pelaksanaan ke)enangan melalui rantai komando atau hirarki adalah cara tradisional koordinasi. Koordinasi antar unit saling bisa diamankan dengan menempatkan mereka di ba)ah satu bos.
. ndoktrinasi dan insenti(
+engindoktrinasi anggota organisasi dengan tujuan dan misi organisasi yang dapat mengubah organisasi yang netral ke dalam organisasi yang akti(. 'emikian pula insenti( dapat digunakan untuk menciptakan mutualitas kepentingan dan mengurangi kon(lik. +isalnya, pembagian keuntungan sangat membantu dalam mempromosikan semangat tim dan kerjasama antara pengusaha dan pekerja.
7. Penghubung departemen
'i mana kontak yang sering di perlukan antara unit organisasi yang berbeda dengan petugas penghubung. Sebagai contoh, sebuah departemen penghubung dapat memastikan bah)a departemen produksi adalah mengatur pertemuan, tanggal pengiriman dan spesi(ikasi yang dijanjikan oleh
departemen penjualan. Khusus koordinator dapat ditunjuk dalam kasus*kasus tertentu. Sebagai contoh sebuah proyek, koordinator ditunjuk untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai (ungsionaris dalam proyek yang akan selesai dalam jangka )aktu tertentu.
8. Sta( umum
'alam organisasi besar, kolam terpusat sta( ahli digunakan untuk koordinasi. Sebuah kelompok sta( umum ber(ungsi sebagai clearing house in(ormasi dan saran khusus untuk semua departemen perusahaan. Sta( umum tersebut sangat membantu dalam mencapai antar*departemen atau hori?ontal koordinasi. Tugas pasukan dan tim proyek juga berguna dalam koordinasi. 2.* Kesimpuan
Koordinasi adalah sebuah (ungsi manajemen yang saling berkerja sama dalam mengatur, menyatukan dan menyelaraskan sebuah kegiatan usaha, sehingga tercapainya kesatuan tindakan dalam pencapain tujuan bersama. 'alam melaksanakan koordinasi harus memperhatikan beberapa prinsip diantaranya empat prinsip yang diajukan +ary 5ollet dan beberapa pakar lainnya. Selain itu terdapat tipe, teknis, dan metode yang menunjang terjadinya koordinasi e(ekti(.
BAB III
$T"UKTU"+ P"#$E$+ DAN &EKANI$&E K##"DINA$I
3.1 $tru)tur Koordinasi
Koordinasi terdiri dari susunan struktur, diantaranya: 1. 'epartementasi %'epartementation&
4(esiensi kerja tergantung kepada keberhasilan integrasi satuan*satuan yang bermacam*macam dalam organisasi. Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan disebutkan departementasi. +acam bentuk departementasi yaitu :
a. 'epartementasi 5ungsional
+engelompokkan (ungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi. ni merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi.
Kelebihan :
1& Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan (ungsi*(ungsi utama.
$& +enciptakan e(isiensi melalui spesialisasi & +emusatkan keahlian organisasi
/& +emungkinkan penga)asan manajemen puncak terhadap (ungsi yang ada dalam organisasi.
Kelemahan:
1& +enciptakan kon(lik antar (ungsi $& danya kemacetan pelaksanaan tugas & @mpan balik yang lambat
/& +emusatkan pada kepentingan tugasnya
0& Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovati(. b. 'epartemen 'ivisional
'engan membagi divisi atas dasar produk, )ilayah, langganan, dan proses, dan tiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
1& Struktur organisasi divisional atas dasar produk.
Setiap departementasi bertanggung ja)ab atas suatu produk yang berhubungan. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan
metode pemasaran sangat berbeda.
$& Struktur organisasi divisional atas dasar )ilayah.
Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. 5aktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku, tenaga kerja, pemasaran, transportasi dan lain sebagainya. & Struktur organisasi divisional atas dasar langganan
Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk, terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan, pelayanan.
$. Sentralisasi dan 'esentralisasi
'esentralisasi adalah pendelegasian )e)enang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada orang*orang yang berada pada level ba)ah dalam suatu organisasi. Pada saat sekarang ini banyak organisasi yang memilih menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki dan meningkatkan e(ekti(itas dan produkti(itas suatu organisasi.
Sentralisasi adalah pendelegasian )e)enang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada orang*orang yang berada pada level paling atas %pusat& ormalosasi
. 5ormalisasi atau Standarisari
Standarisasi merupakan penentuan ukuran yang harus diikuti dalam memproduksikan sesuatu, sedang pembuatan banyaknya macam ukuran barang yang akan diproduksikan merupakan usaha simpli(ikasi. 5ormalisasi menunjukkan tingginya standardisasi atau pembakuan tugas*tugas maupun
jabatan dalam suatu organisasi. Semakin tinggi derajat (ormalisasi maka semakin teratur perilaku ba)ahan dalam suatu organisasi.
5ormalisasi bisa dicapai melalui pengaturan yang bersi(at on the job dimana organisasi akan menggunakan lebih banyak peraturan maupun prosedur untuk mengatur kegiatan karya)an. kan tetapi, (ormalisasi juga bisa dicapai apabila latihan maupun pendidikan dilakukan di luar organisasi
0off the job1, yaitu sebelum seseorang menjadi anggota organisasi. /. Supervisi
Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit danpenentuan apakah tujuan tersebut tercapai. @nsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada asisten, tetap menjaga penyampaian in(ormasi masalah*masalah penting yang dijumpai dalam audit, merevie) pekerjaan yang dilaksanakan, dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara sta( audit kantor akuntan.
2uasnya supervisi memadai dalam suatu keadaan tergantung atas banyak (aktor, termasuk kompleksitas masalah dan kuali(ikasi orang yang melaksanakan audit. Pengangkatan seorang koordinator atau seorang supervisi pada hakikatnya untuk lebih membangkitkan %menggugah& suasana koordinasi
yang lebih baik.
0. Komunikasi (ormal dan in(ormal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi A perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, kon(erensi, seminar, dan sebagainya
.
Komunikasi yang terjadididalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yangmungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas*desus, dan sebagainya.
. Kerja sama
Kerja sama adalah proses beregu %berkelompok& di mana anggota* anggotanya mendukung dan saling mengandalkan untuk mencapai suatu hasil mu(akat. 6uang kelas suatu tempat yang sangat baik untuk membangun kemampuan kelompok %tim&, yang dibutuhkan kemudian di dalam kehidupan. 7. Penyesuaian timbal balik %mutual adjustment &
Penyesuaian timbal balik adalah pencapaian koordinasi oleh proses sederhana komunikasi in(ormal %seperti antara dua karya)an operasi&
3.2 Proses Koordinasi
Proses Koordinasi meliputi: 1. Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu alat yang paling e(ekti( dalam koordinasi. Hal ini membantu koordinasi dengan transmisi kebijakan, aturan, prosedur, metode, petunjuk, dan perintah seluruh organisasi. ni memang koordinator kuat karena si(at impersonal mereka. Pengetahuan dan pemahaman sangat penting untuk koordinasi yang e(ekti(. kedua, komunikasi menyediakan umpan balik mengenai koordinasi sebenarnya terjadi di berbagai tingkatan. /eed back ini kembali membantu dalam menemukan area masalah koordinasi dan mengambil tindakan korekti(. khirnya bertindak sebagai mekanisme
pengumpulan kecerdasan, mencari in(ormasi tentang masalah untuk koordinasi, dan menemukan unsur yang perlu diperkuat.
$. ntegrasi
ntegrasi adalah suatu usaha untuk menyatukan tindakan*tindakan berbagai badan, instansi, unit, sehingga merupakan suatu kebulatan pemikiran dan kesatuan tindakan yang terarah pada suatu sasaran yang telah ditentukan dan disepakati bersama.
. Sinkronisasi
Sinkronisasi adalah suatu usaha untuk menyesuaikan, menyelasarkan kegiatan*kegiatan, tindakan*tindakan, unit*unit, sehingga diperoleh keserasian dalam pelaksanaan tugas atau kerja.
/. Simpli(ikasi
Simpli(ikasi merupakan usaha mengurangi banyaknya macam ukuran barang yang diproduksikan. 'alam artian yang lebih luas lagi simpli(ikasi meliputi suatu proses penyederhanaan segala hal yang berhubungan dengan produksi. 'engan demikian maka artinya erat sekali hubungannya dengan standarisasi. Standardisasi merupakan penentuan ukuran yang harus diikuti dalam memproduksikan sesuatu, sedang pembuatan banyaknya macam ukuran barang yang akan diproduksikan merupakan usaha simpli(ikasi.
kibat simpli(ikasi pada produk ialah memudahkan pembuatan barang* barang yang terbatas macamnya, tidak akan lagi terdapat kerumitan pengaturan seperti halnya apabila diproduksikan berbagai ragam barang. 'engan simpli(ikasi, maka akan diproduksikan barang*barang yang macamnya paling dikehendaki oleh konsumen, sehingga kerugian dari barang yang jarang diminta konsumen dapat dihindarkan.
Simpli(ikasi dimaksudkan adalah bah)a perumusan organisasi yang ada harus mampu dijabarkan secara sederhana, mudah dipahami oleh masing* masing unit organisasi. +asing*masing unit akan mengkoordinasikan tentang tugas dan pelaksanaanya kepada masing*masing bagian yang ada.
0. +onitoring dan evaluasi
+onitoring meliputi kegiatan untuk mengamati Ameninjau kembaliA mempelajari serta menga)asi secara berkesinambungan atau berkala terhadap pelaksanaan programA kegiatan yang sedang berjalan. Kegiatan monitoring
dilakukan untuk menemukenali permasalahan, mencari alternati( pemecahan dan menyarankan langkah*langkah penyelesaian sebagai koreksi dini agar pelaksanaan kegiatan berjalan secara e(isien, e(ekti( dan tepat )aktu.
4valuasi adalah usaha untuk mengukur dan memberi nilai secara obyekti( atas pencapaian hasil*hasil pelaksanaan programAkegiatan yang telah direncanakan.
. Pemrograman
Pemograman adalah sebuah proses menulis, menguji, dan memperbaiki dan membangun sebuah program yang menghasilkan sebuah implementasi. Pemograman juga merupakan sebuah seni, ilmu, dan teknik yang dikombinasikan agar dapat menciptakan program yang e(isien baik dari sisi )aktu berjalan 0unning Time1 atau memori.
3.3 &e)anisme Koordinasi
Setiap unit dalam organisasi saling berhubungan dan bergantung dengan unit lain sehingga diperlukan suatu mekanisme untuk mengatur mereka secara spesi(ik. +ekanisme koordinasi merupakan suatu aktivitas manajerial yang dirancang untuk mengintegrasikan upaya setiap unit kerja sehingga koordinasi dapat berlangsung. +ekanisme yang diterapkan dapat berbeda - beda antar
organisasi sesuai dengan kebutuhan, sehingga ada beerbagai macam mekanisme koordinasi yang diungkapkan oleh pakar.
Salah satu mekanisme pengkoordinasian dasar yang diungkapkan oleh "ay 6 >albraith %17/& adalah:
1. Hierarki manajerial
. Secara hierarki manajerial, setiap pekerja harus bertanggung ja)ab kepada (irst line manager atau supervisor yang mengkoordinasi kinerja mereka. Setiap supervisor harus melapor kepada manager yang bertanggung ja)ab untuk mengkoordinasi kinerja dua orang atau lebih supervisor.
Selanjutnya setiap manager bertanggung ja)ab kepada manajer yang diatasnya. Hierarki ini terus berlanjut sampai ke tingkat teratas organisasi. danya 6antai perintah, aliran in(ormasi dan kerja, )e)enag (ormal, hubungan tanggung ja)ab dan akuntanbilitas yang jelas dapat menumbuhkan integrasi bila dirumuskan secara jelas serta dilaksanakan dengan pengarahan yang tepat .
$. turan dan prosedur
Keputusan manajerial yang dibuat untuk menangani kejadian*kejadian rutin, sehingga dapat juga menjadi cara yang e(isien untuk koordinasi dan penga)asan rutin. Ketika peraturan dan prosedur dipahami oleh semua depertemen dalam organisasi dan diterapkan oleh pega)ai secara teratur maka kebutuhan untuk berkomunikasi dengan manajer dapat dikurangi (rekuensinya. Hal ini memungkinkan pega)ai untuk bertindak lebih cepat dan mengurangi pemborosan )aktu untuk menunggu respon dari atasan tentang kegiatan mereka.
. Penetapan rencana dan tujuan
Pengembangannya dapat digunakan untuk pengoordinasian melalui pengarah seluruh satuan orgaisasi terhadap sasaran*sasaran yang sama. Hal ini diperlukan bila aturan dan prosedur tidak mampu lagi memproses seluruh in(ormasi yang dibutuhkan untuk mengoordinasikan kegiatan*kegiatan satuan* satuan oraganisasi. Ketika tujuan telah ditetapkan maka lebih mudah untuk membagi ke)enangan untuk diimplementasikan kepada unit diba)ahnya. Tujuan dan perencanaan sangat membantu koordinasi, sehingga anggota organisasi harus merumuskan tujuan dan perencanaan dengan baik.
Sedangkan Henry +int?berg %17& juga mengungkapkan macam mekanisme koordinasi lainnya, yaitu:
%. *irect supervision
+ekanisme supervisi langsung dengan cara memberikan tanggung ja)ab kepada seseorang untuk memberikan perintah dan menga)asi kinerja orang lain. +isalnya, (irst line manager yang bertanggung ja)ab untuk mengkoordinasi aktivitas kerja ba)ahannya secara langsung. pabila suatu organisasi merupakan organisasi yang besar, seorang supervisor atau manajer tidak dapat mengatasi keseluruhan anggota, sehingga harus ada multiple leader . 'alam hal ini harus ada hierarki manajerial yang mengatur alur koordinasi di dalam manajemen.
(. -utual !djustmen
+ekanisme koordinasi mutual adjustmen atau saling penyesuaian ini berdasarkan proses sederhana dan melalui komunikasi in(ormal. +ekanisme ini biasanya diterapkan pada organisasi kecil yang mempunyai anggota sedikit. Bamun dalam prosesnya terkadang juga diperlukan komunikasi dalam bentuk (ormal termasuk dalam simbol, sinyal, atau bentuk komunikasi lain
yang memungkinkan trans(er in(ormasi, misalnya perubahan rencana atau aktivitas, dengan cepat dan jelas.
). 'tandardi"ation
Standarisasi merupakan mekanisme untuk mencapai koordinasi dengan cara menetapkan batasan atau standar bagi setiap orang dalam melakukan sesuatu. Salah satu cara standarisasi misalnya dengan menetapkan S9P %Standard 9perating Procedure&. S9P adalah cara untuk melakukan sesuatu tugas yang dide(inisikan dan dimengerti oleh semua yang berpartisipasi atau dipengaruhi hal tersebut.
Standarisasi terbagi menjadi tiga area, yaitu standarisasi proses kerja, standarisasi kemampuan pekerja, dan standarisasi output. danya S9P pada suatu perusahaan merupakan salah satu penerapan dari standarisasi proses kerja. 'engan adanya S9P setiap orang mengerti tentang tugas masing - masing dan apa yang harus dilakukan sehingga proses kerja dapat terlaksana dan mencapai hasil sesuai yang diharapkan.
Standarisasi kemampuan pekerja dapat dicapai melalui seleksi karya)an dan pelatihan. Hal ini dimaksudkan untuk menyamakan tingkat variasi kemampuan pekerja, karena variasi yang tinggi dapat menyulitkan koordinasi aktivitas mereka. Salah satu contoh penerapannya adalah ketika dokter bedah bertemu dengan ahli anestesi pertama kali dalam ruang operasi, mereka tidak punya kesulitan dalam bekerja sama karena mereka tahu yang harus dilakukan
dan apa yang diharapkan oleh partner kerja mereka.
Standarisasi output diterapkan ketika salah satu unit harus bekerja dengan hasil kerja dari unit lain. Standarisasi output adalah memberikan spesi(ikasi yang jelas terhadap produk atau kinerja yang dihasilkan. #ontoh
penerapannya pada perusahaan handphone, )alaupun ada berbagai model handphone namun harus ada spesi(ikasi yang jelas mengenai device*nya. #harger, 2#', keypad, harus sesuai dengan spesi(ikasi sehingga produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang sama.
Ketiga mekanisme tersebut diaplikasikan dalam model desain organisasi +int?berg yang terdiri dari 0 kon(igurasi struktural, yaitu strategic apeC, middle line, operating core, support sta((, dan technostructure. +int?berg menggunakan komponen dan mekanisme koordinasi dalam mende(iniskan lima struktur, diantaranya:
%. 'imple structure
+erupakan organisasi dengan susunan struktur yang sederhana, mekanisme koordinasi yang paling tepat adalah supervisi langsung dari top manager 0strategic ape#1.
(. -achine $ureucracy
+erupakan organisasi besar dengan mengedepankan proses kerja sehingga mekanisme yang diterapkan adalah standarisasi proses kerja oleh oleh bagian technostrucuture.
). 2rofessional $ureucracy
+erupakan organisasi yang menyediakan product berupa jasa sehingga mekanisme koordinasi yang diterapkana adalah standarisasi kemampuan yang ke)enangannya berada pada operating core.
+. *ivisionali"ed form
9rganisasi yang didalamnya terbagi menjadi beberapa divisi sehingga mekanisme koordinasi yang diterapkan adalah standaridisation of output . Pelaksanaan koordinasi dengan model seperti ini menjadi tanggung ja)ab manajer lini tengah.
3. !dhocracy
dhokrasi mempunyai struktur yang tinggi dengan (ormalisasi kecil serta menekankan pada (leksibilitas. dhokrasi menerapkan mutual adjusment sebagai mekanisme koordinasi antara tim dalam proyek mereka.
Bama +ekanisme Koordinasi !agian kunci Simple structure 'irect Supervision Strategic peC +achine bureucracy Standarisasi proses
kerja Technostructure Pro((esional bureucracy Standarisasi ketrampilan 9perating core
'ivisionali?ed (orm Standarisasi hasil +iddle line dhocracy +utual djusment Support sta((
Tabel $. Lima Kon,igurasi $tru)tura daam #rganisasi menurut &int-'erg
BAB I /#N/LU$I#N
9rgani?ation, in )hich divided to be several units shall has a correlation and dependency among o( them. !esides, dividing and speciali?ing may cause some o( obstruction and high level o( dependency. The eCtant o( these obstruction (actors and also the dependency (actors causing the need o( coordination to integrate the per(orm o( all o( units. The (unctions o( coordination is to make an e((ort o( its structure and (acilitate transaction among the dependent units. The (unction o( coordination itsel(, is to make an e((ort that all o( unit become net, and minimali?e the disorder thus the organisation golas may be achieved.
#oordination is (unction o( management )hich )orks together in managing, uniting and coordinating in an e((ort, thus )ill achieve the mutual goals. 'oing coordination shall concern to several o( principles, including / o( principles o((ered by +ary 5ollet and the others. !esides, there are several o( types, technics, and
methods supporting an e((ective coordination.
Structure o( coordination includes deparmentali?ation, centrali?ation or decentrali?ation, (ormali?ation or standari?ation, supervision, (ormal*in(ormal communication, corporationship and reciprocal adaptation. #oordination process includes communication, integration, synchroni?ation, simply(ication, monitoring the evaluation and the programming. +echanism o( coordination includes direct supervision, reciprocal adaptation and standardi?ation.
DA0TA" PU$TAKA
!arney, "ay ! D >ri((in, 6icky 3 178, The -anagement of rgani"ation, Houghton +i((lin #ompany, @S.
6eit?, H "oseph D "e)ell, 2inda B 180, -anaging, @S, Scott 5oresman and #ompany, @S.
Stoner, "ames .5 18$, -anagement second edition, Prentice Hall, Be) "ersey.
Proven +odels 5ive #on(igurations Henry +int?berg, $<<0, ;ie)ed $$ 9ktober $<11.Ettp444.pro5enmodes.(om16si78(oordination8me(anismsenr98 mint-'ergF
+elin, @l( D Celsson, Karin, 2inkoping @niversity, @nderstanding 9rgani?ational #oordination nd n(ormation Systems - +int?bergGs #oordination +echanisms 6evisited nd 4valuated.