MAKALAH RENCANA BISNIS
MAKALAH RENCANA BISNIS
Have Lunch with “Nasi Kuning”
Have Lunch with “Nasi Kuning”
Penyusun: Penyusun: Fajriatun
Fajriatun Hasanah Hasanah (140302340(14030234010)10) Samsriati
Samsriati Nugrahani Nugrahani (140302340(14030234027)27) Yohana
Yohana Endah Endah Perwita Perwita Sari Sari (14030234029)(14030234029) Zeti
Zeti Lindawati Lindawati (140302340(14030234030)30) KIMIA A 2014
KIMIA A 2014
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA JURUSAN KIMIA
2017 2017
HALAMAN PERSETUJUAN
Judul : Have Lunch with “Nasi Kuning”
Pengusul : 1. Yohana Endah Perwita Sari (14030234029) 2. Fajriatun Hasanah (14030234010) 3. Samsriati Nugrahani (14030234027) 4. Zeti Lindawati (14030234030) Kelas : Kimia A 2014 Disetujui : Surabaya, 23 Maret 2017 Dosen (...) Pengusul (...)
BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Bahan pangan atau makanan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia, karena mengandung senyawa-senyawa yang sangat diperlukan untuk memulihkan dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, perkembangbiakan dan menghasilkan energy untuk kepentingan berbagai kegiatan dalam kehidupan. Pada umumnya komposisi umum bahan makanan baik yang berasal dari hewan maupun yang berasal dari tumbuh-tumbuhan terdiri atas protein, lemak, dan karbohidrat. Bahan pangan atau makanan yang mengandung protein adalah ikan, daging mengandung lemak dan nasi mengandung karbohidrat (Supardi & Sukamto, 1999).
Nasi merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Penduduk Indonesia yang tersebar di ribuan pulau tersebut mengolah nasi dengan cara yang berbeda-beda, ada yang dibuat nasi biasa,nasi gurih, nasi goreng dan ada juga yang dibuat menjadi nasi kuning.
Nasi kuning merupakan makanan yang terbuat dari beras yang dimasak bersama dengan kunyit serta santan dan rempah-rempah. Keistimewaan dari nasi kuning ini sendiri adalah dengan penambahan bumbu-bumbu dan santan, sehingga akan meningkatkan citarasa yang
lebih gurih (Anonim, 2015).
Citarasa yang dimiliki dari nasi kuning tersebutlah yang menjadi alasan kami untuk memproduksinya. Selain itu, adanya ketersediaan bahan baku dan cara pembuatan yang tidak terlalu sulit juga menjadi alas an keduanya. Produksi kami memilki kualitas yang terjamin karena akan dilengkapi berbagai lauk tambahan sebagai inovasi dalam pemenuhun kebutuhan pangan, serta dijual dengan harga yang relative murah maka akan mendorong minat konsumen untuk membeli produk kami.
Motivasi Melakukan Usaha:
Motivasi dari calon tim pelaksana dan mahasiswa peserta antara lain:
a. Mengembangkan jiwa wirausaha dan melatih kemandirian dengan membuka usaha sendiri
b. Mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh
c. Menjadi manusia yang bermanfaat mulai dari diri, keluarga dan lingkungan sekitar
B. Justifikasi Pemilihan Obyek Usaha
Kebutuhan pangan terhadap tubuh sangat dibutuhkan oleh manusia untuk dapat bertahan hidup. Maka untuk dapat hidup harus menjga kelangsungan hidupnya untuk makan, makanpun harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita seperti pemenuhan karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Untuk itu kami bermaksud untuk menyediakan kebutuhan pangan tersebut secara higienis dan murah sehingga para konsumen selain mendapatkan manfaat juga dapat membeli sesuai dengan kantong mereka.
Sasaran produksi kami ditujukan kepada para mahasiswa, dosen dan karyawan yang berada di fakultas FMIPA kususnya di jurusan kimia UNESA, karena pemilihan lokasi berada di tempat berjualan kewirausahaan jurusan Kimia FMIPA UNESA. Dilokasi tersebut juga termasuk ramai konsumen karena mudah dijangkau dan seing dilewati oleh para mahasiswa,dosen dan karyawan.
C. Tujuan Usaha
Tujuan usaha yang hendak dicapai adalah:
a. Pemenuhan kebutuhan pangan para konsumen dapat tercukupi b. Menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa
c. Membuat usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan d. Meningkatkan jiwa sosial dan kejujuran bagi para konsumen
BAB II
ANALISIS PRODUK
A. Jenis, Nama dan Karakteristik Produk
Jenis produk : menu makan siang berupa olahan nasi Nama produk : Nasi kuning
Karakteristik produk :
Nasi kuning akan dibuat dari bahan beras dengan memanfaatkan bahan alam yang dapat meningkatkan cita rasa dari nasi kuning itu sendiri, adapun bahan tambahan yang akan digunakan dalam pembuatan nasi kuning adalah santan, kunyit, garam, serai dan daun salam. Selain memiliki rasa gurih, nasi kuning memiliki daya pikat tersendiri dari warna nasi yang kuning beda dengan nasi putih, warna kuning yang ditimbulkan merupakan hasil campuran tambahan kunyit di dalamnya. Selain itu, produk kami dilengkapi dengan berbagai lauk pauk seperti, telur goreng, tumis tempe, dan mie goreng.
B. Keunggulan Produk Di Banding Produk Lain
Produk kami memiliki kualitas yang terjamin karena pembuatannya menggunakan peralatan yang bersih sehingga mutu dari kesehatan dapa terjaga. Selain itu, Nasi kuning ini dilengkapi berbagai lauk tambahan sebagai inovasi dalam pemenuhan kebutuhan pangan, serta dijual dengan harga yang relatif murah. Nasi kuning dikemas dalam mika plastik ukuran sedang serta dilengkapi dengan sendok, menjadikan kemasan yang praktis dan sesuai dengan porsi mahasiswa.
C. Keterkaitan dengan Produk Lain Termasuk Perolehan Bahan Baku Produk yang kami buat mempunyai keterkaitan dengan produk lain, yakni sebagai makanan untuk menu makan siang. Produk yang banyak di jual di kampus, terutama di Jurusan Kimia merupakan produk yang berupa jajanan (makanan ringan). Bahan baku Nasi Kuning yang digunakan
BAB III
ANALISIS PRODUKSI
A. Bahan Baku, Bahan Penolong dan Peralatan yang Digunakan 1. Bahan Baku
Bahan baku dalam produk Nasi Kuning yang kami gunakan yaitu beras sebanyak 1 kilogram untuk sekali produksi yang menghasilkan ± 10 bungkus Nasi Kuning.
2. Bahan penolong
Nama Bahan Jumlah Beras 1 kg Kunyit Secukupnya Serai 1 batang Daun Salam 4 lembar Santan 400 mL Tempe 2 bungkus Telor 2 butir Mie 1 bungkus Bawang merah Secukupnya Bawang putih Secukupnya Cabai Secukupnya Kecap 1 bungkus Garam Secukupnya Minyak goreng 250 mL
3. Peralatan yang digunakan
Alat-alat yang dibutuhkan untuk menunjang pembuatan Nasi Kuning adalah sebagai berikut:
Nama Alat Jumlah Tabung LPG 3 kg 1 buah Kompor 1 buah
Telenan 1 buah Pisau 1 buah Baskom ± 5 buah Spatula 1 buah Wajan 1 buah Panci 1 buah
Penanak nasi 1 buah Piring 3 buah
Cobek 1 buah
4. Pasokan bahan baku
Bahan baku Nasi Kuning yang digunakan diperoleh dari pasar Wonokromo. Untuk mempermudah pemasokan bahan baku, maka kami melakukan suatu kemitraan dengan salah satu pedagang di pasar tersebut.
5. Proses produksi / operasi
Berikut adalah langkah-langkah produksi Nasi Kuning: a. Pembuatan Nasi Kuning
Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
Membuat santan dengan kekentalan yang sedang, kurang lebih 400
mL
Memarut kunyit dan memerasnya diatas santan kelapa Mencuci serai dan daun salam
Menyiapkan panci dan masukkan beras, santan kelapa + kunyit,
daun salam dan serai.
Masak dengan api kompor sedang dan diaduk agar merata Setelah air santan habis, aduk aduk sebentar dan angkat. Menyiapkan magicom
Memasukkan nasi kuning aron tersebut ke dalam penanak nasi Menunggu hingga nasi kuning matang
b. Pembuatan Lauk Pelengkap
Tumis Tempe
o Memotong tempe dengan bentuk dadu memanjang, kemudian
goreng setengah matang dan sisihkan.
o Menumis bawah putih, bawah merah, dan cabai hingga harum o Memasukkan tempe yang telah digoreng tadi
o Selanjutnya beri sedikit kecap manis, lalu aduk hingga merata o Kemudian bumbui dengan garam
o Masak hingga tempe matang
Telur Dadar
o Memasukkan telur ke dalam wadah dan diberi sedikit garam,
aduk hingga tercampur rata
o Memanaskan minyak pada wajan, kemudian menggoreng telur
hingga matang
Mie goreng
o Merebus mie, kemudian tiriskan
o Menghaluskan bawah merah dan bawah putih
o Menumis bawang merah dan putih hingga harum, kemudian
masukkan mie yang telah direbus
o Bumbui dengan garam dan sedikit kecap
o Mengaduk hingga tercampur rata dan masak hingga matang
6. Rencana Produksi
Produksi dilakukan selama 1 hari dalam seminggu. Setiap satu kali produksi, diperoleh Nasi Kuning sebanyak 10 bungkus. Produk Nasi Kuning ini dibandrol dengan harga Rp 6.000,-/bungkusnya. Produk akan dijual melalui penjualan di kantin kejujuran. Sebelumnya, produk ditata agar lebih rapi dan menarik sehingga konsumen berminat dan tertarik untuk membeli produk. Penataan dilakukan dengan meletakkan produk dalam wadah yang bersih dan menarik agar memudahkan konsumen untuk melihat produk tersebut. Dalam hal ini Nasi Kuning ditata rapi dengan wadah mika disertai dengan sendok.
BAB IV
ANALISIS PASAR
A. Profil Konsumen
Di era kompetitif saat ini persaingan semakin ketat sehingga dibutuhkan beberapa inovasi dalam berbisnis, salah satunya adalah dengan memberikan sedikit sentuhan pada desain baik tampilan maupun rasa dari nasi kuning yang kami buat agar memberikan kesan menarik pada konsumen. Dengan banyaknya aktivitas warga perkotaan maka mereka tidak mempunyai waktu yang banyak dalam menyajikan makan untuk keluarga mereka, oleh karena itu kami membuat Nasi Kuning yang instan tidak kalah enaknya dengan makanan-makanan berat sejenisnya dan dengan biaya yang relative terjangkau oleh kalangan masyarakat.
Sasaran utama produk “Nasi Kuning” ini adalah masyarakat, terutama menengah ke bawah yang dari segi ekonomi masih kurang tapi memerlukan asupan gizi yang cukup maka kami berinovasi mengolah bahan baku yang sederhana agar mendapat kesan menarik bagi konsumen. Apalagi bagi mereka yang mempunyai kesibukan di luar rumah, karena mereka tidak mempunyai waktu luang untuk memasak. Sekarang ini makanan instan banyak dicari oleh setiap lembaga masyarakat.
B. Potensi dan Segmentasi Pasar 1. Potensi
Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan, karena makanan ini sangat dikenal dan harganya yang ekonomis serta dapat dinikmati oleh semua kalangan. Nasi Kuning ini mampu bertahan selama kurang lebih sehari.
2. Segmentasi
Segmen pasar Nasi Kuning adalah masyarakat menengah ke bawah karena dari segi ekonomi mereka yang masih rendah, tetapi membutuhkan asupan gizi yang tinggi.
C. Pesaing dan Peluang Pasar 1. Pesaing Pasar
Industri makanan di Indonesia menembus pasaran yang menjanjikan bagi para pengusahanya sehingga mereka terus mengembangkan usahanya di kota-kota besar sampai ke daerah-daerah. Konsumsi nasi di Indonesia cukup tinggi karena nasi merupakan makanan bagi masyarakat Indonesia.
Melihat potensi pasar tersebut, masih sedikit industri yang bergerak dalam bidang nasi kuning yang harganya murah terjangkau oleh
kalangan menengah ke bawah terutama kalangan Mahasiswa. 2. Peluang Pasar
Kesibukan merupakan rutinitas warga perkotaan yang mayoritas mereka berangkat pagi pulang petang sehingga mereka butuh makanan instan siap saji untu kanak-anaknya, suami dan istri untuk bekal ke sekolah dan kantor. Apalagi para mahasiswa yang merantau dan tidak ada banyak waktu untuk memasak. Kebutuhan akan gizi serta ditambah lagi kesadaran akan kebutuhan gizi semakin tinggi maka setiap masyarakat mulai pilah pilih dalam segi makanan, terutama yang mereka utamakan adalah makanan sehat dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi setiap hari. Dalam makanan olahan yang kami buat dari bahan baku beras yang tentu saja mengenyangkan.
D. Media Promosi
Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Kami melakukan promosi produk kami pada tahap awal melalui mulut ke mulut. Selanjutnya dilakukan juga promosi melalui media sosial yang kini marak di dunia maya, seperti Facebook , Twitter , BBM, Whatsapp, Line, Instagram, dll.
E. Target dan Rencana Penjualan
Target penjualan kami adalah civitas akademi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam khusunya di Jurusan Kimia. Rencana penjualan
kami yaitu menjual Nasi Kuning sebanyak 10 bungkus dengan harga Rp 6.000,- / bungkus dan total pendapatan yang diperoleh adalah Rp 60.000,-.
F. Strategi Pemasaran yang akan Diterapkan
Strategi pemasaran yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Penetapan harga
Harga jual produk berdasarkan perbandingan harga pasar berkisar Rp 6.000,- / bungkus.
2. Kuantitas produk
Kuantitas produk disesuaikan dengan jumlah permintaan sehingga tidak terjadi kelebihan jumlah produksi, sehingga untuk setiap produksinya kami menargetkan kurang lebih 10 bungkus Nasi Kuning.
3. Pengembangan produk
Untuk pengembangan lebih lanjut, kami akan menawarkan Nasi Kuning dengan lauk yang bervariasi seperti telur gulung, tumis t empe dan mie. 4. Brand Image
Merek dagang produk akan lebih dikenal oleh masyarakat melalui bazar, door to door, dan media sosial.
5. Kepercayaan
Kami membangun kepercayaan dengan meyakinkan konsumen dengan tampilan produk yang menarik dan bersih.
6. Tempat dan lokasi
Kami memilih lokasi yang strategis untuk proses produksi dan memasarkan produk ke tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh orang banyak.
7. Kerjasama
Melakukan kerjasama dengan pihak kampus terutama jurusan yang mengadakan kegiatan kewirausahaan dan pihak pemasokan bahan baku.
BAB V
ANALISIS KEUANGAN
A. Investasi yang Diperlukan 1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Di bawah ini merupakan alat-alat yang kami gunakan, pada tabel kami tidak mencantumkan harga karena kami tidak membelinya untuk kebutuhan penjualan saja, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari juga.
No. Nama barang Jumlah barang Harga satuan Jumlah harga 1. Tabung LPG 3 kg 1 buah - -2. Kompor 1 buah - -3. Telenan 1 buah - -4. Pisau 1 buah - -5. Baskom ± 5 buah - -6. Spatula 1 buah - -7. Wajan 1 buah - -8. Panci 1 buah -
-9. Penanak nasi 1 buah -
-10. Piring 3 buah -
-11. Cobek 1 buah -
-Jumlah
-2. Biaya Variabel (Variable cost)
No. Nama barang Jumlah barang
Harga satuan Jumlah harga
1. Beras 1 kg Rp 9.000,- Rp 9.000,-2. Kunyit 1 ruas Rp 500,- Rp 500,-3. Santan (kelapa parut) ½ buah Rp 5.000,- Rp 5.000,-4. Daun salam Rp 500,- Rp 500,-5. Serai 1 batang Rp 1.000,- Rp
1.000,-6. Mie 1 bungkus Rp 3.000,- Rp 3.000,-7. Tempe 2 bungkus Rp 4.000,- Rp 4.000,-8. Telur 2 butir Rp 3.000,- Rp 3.000,-9. Cabai Rp 5.000,- Rp 5.000,-10 Kecap 1 bungkus Rp 1.000,- Rp 1.000,-11. Bawang merah + putih Rp 5.000,- Rp 5.000,-12. Garam 1 bungkus Rp 1.000,- Rp 1.000,-13. Mika 10 buah Rp 3.500,- Rp 3.500,-14. Sendok plastik 10 buah Rp 1.000,- Rp 1.000,-15. Minyak goreng 250 mL Rp. 3.500 Rp.
3.500,-Jumlah Rp
46.000,-B. Penentuan Harga Pokok Penjualan
HPP = biaya produksi : jumlah produksi = Rp 46.000,- : 10 = Rp 4.600,-Laba = HPP x 50%
= Rp 4.600,- x 30% = Rp 1.380,-Harga jual = HPP + Laba
= Rp 4.600,- + Rp 1.380,-= Rp 5.980,- / bungkus
C. Rencana dan Neraca Awal
Pendapatan per hari (10 bungkus nasi kuning yang dipasarkan)
Jumlah produksi x harga x 1 hari = 10 x Rp 6.000,- x 1 hari = Rp
60.000,-D. Rencana Laporan Laba/Rugi
Pendapatan selama 1 hari – (biaya variabel x 1 kali produksi) Rp 60.000,- – (Rp 42.000,- x 1) = Rp
18.000,-Laba = −
100 %
Laba = 6.− 6.
BAB VI PERSONALIA
A. Ketua
Yohana Endah Perwita Sari
Bertugas sebagai ketua pelaksana dan koordinator produksi.
B. Anggota
1. Fajriatun Hasanah
Bertugas sebagai koordinator kemitraan 2. Samsriati Nugrahani
Bertugas sebagai koordinator pengelola keuangan 3. Zeti Lindawati
BAB VII
RENCANA ANGGARAN BIAYA
Biaya produksi yang dibutuhkan sebesar Rp 46.000,- dengan rincian sebagai berikut :
No. Nama barang Jumlah barang
Harga satuan Jumlah harga
1. Beras 1 kg Rp 9.000,- Rp 9.000,-2. Kunyit 1 ruas Rp 500,- Rp 500,-3. Santan (kelapa parut) ½ buah Rp 5.000,- Rp 5.000,-4. Daun salam Rp 500,- Rp 500,-5. Serai 1 batang Rp 1.000,- Rp 1.000,-6. Mie 1 bungkus Rp 3.000,- Rp 3.000,-7. Tempe 2 bungkus Rp 4.000,- Rp 4.000,-8. Telur 2 butir Rp 3.000,- Rp 3.000,-9. Cabai Rp 5.000,- Rp 5.000,-10 Kecap 1 bungkus Rp 1.000,- Rp 1.000,-11. Bawang merah + putih Rp 5.000,- Rp 5.000,-12. Garam 1 bungkus Rp 1.000,- Rp 1.000,-13. Mika 10 buah Rp 3.500,- Rp 3.500,-14. Sendok plastik 10 buah Rp 1.000,- Rp 1.000,-15. Minyak goreng 250 mL Rp. 3.500 Rp.
3.500,-Jumlah Rp
46.000,-Maka modal yang kami perlukan untuk investasi sebesar Rp 46.000,-, untuk itu kami melakukan iuran mandiri sebesar Rp. 11.500,- per anggota. Dengan keuntungan sekitar Rp 14.000,-/ hari, kami akan mendapatkan modal kembali pada hari ke 4 penjualan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2015, November 3). Nasi Kuning . Retrieved Maret 20, 2017, from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_kuning
Supardi, I., & Sukamto. (1999). Mikrobiologi dalam Pengolahan dan Keamanan Pangan. Bandung: Alumni.