GAGAL GINJAL KRONIK/ CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) GAGAL GINJAL KRONIK/ CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)
A.
A. DEFINISIDEFINISI Gag
Gagal al giginjanjal l krokronik nik ataatau u penpenyakyakit it renrenal al tahtahap ap akhakhir ir (ES(ESRDRD) ) memeruprupakaakann gangguan fungsi renal yang progresif an irre!ersi"le imana kemampuan tu"uh gangguan fungsi renal yang progresif an irre!ersi"le imana kemampuan tu"uh gagal untuk mempertahankan meta"olisme an
gagal untuk mempertahankan meta"olisme an keseim"ankeseim"angan #airan gan #airan an elektrolit$an elektrolit$ men
menyeye"a"a"ka"kan n ureuremia mia (re(retentensi si ureurea a aan n samsampapah h ninitrotrogen gen lailain n aalam lam aarahrah)) (%runner & Suarth$ ').
(%runner & Suarth$ '). Gag
Gagal al GinGinjal jal *ro*roninik k (GG(GG*) *) aaaalah lah penpenuruurunanan n funfungsi gsi ginginjal jal yayang ng "er"ersisifatfat persisten a
persisten an irre!en irre!ersi"le. Srsi"le. Seangkan ganeangkan gangguan gguan fungsi ginjfungsi ginjal al yaitu penuruyaitu penurunan lajunan laju filt
filtrasi rasi glomglomerulerulus us yang yang apaapat t igoigolonglongkan kan alaalam m katekategori gori ringringan$ an$ seaseang ng anan "erat (+ansjoer$ ',).
"erat (+ansjoer$ ',). -RF
-RF (-h(-hronroni# i# ReRenanal l FaiFailurlure) e) mermerupaupakan kan gaganggngguan uan funfungsi gsi giginjanjal l yayangng prog
progresiresif f an an irre!irre!ersiersi"le$ "le$ yang yang menymenye"a"e"a"kan kan kemakemampuampuan n tu"utu"uh h gagagagal l untuuntukk mem
mempetpetahaahankankan n memeta"ta"oliolisme sme aan n keskeseieim"am"angangan n #ai#airan ran maumaupun pun eleelektrktroliolit$t$ sehingga tim"ul gejala uremia yaitu retensi urea an sampah nitrogen lain alam sehingga tim"ul gejala uremia yaitu retensi urea an sampah nitrogen lain alam arah (Smelter$ ').
arah (Smelter$ ').
%
%.. **//AASSIIFFI*I*AASSI -I -**DD
Sesuai engan topik yang saya tulis iepan -roni# *iney Disease (-*D). Sesuai engan topik yang saya tulis iepan -roni# *iney Disease (-*D). 0aa asarnya pengelolaan tiak jauh "ea engan #ronoi# renal failure (-RF)$ 0aa asarnya pengelolaan tiak jauh "ea engan #ronoi# renal failure (-RF)$ namu
namun n paa terminopaa terminologi akhir logi akhir -*D le"ih -*D le"ih "aik alam rangka "aik alam rangka untuuntuk k mem"mem"atasiatasi kelainan klien paa kasus se#ara ini$ kerena engan -*D i"agi 1 grae$ engan kelainan klien paa kasus se#ara ini$ kerena engan -*D i"agi 1 grae$ engan harapan klien atang2 merasa masih alam stage 3 stage a4al yaitu an '. harapan klien atang2 merasa masih alam stage 3 stage a4al yaitu an '. se#ara konsep -*D$ untuk menentukan erajat (stage) menggunakan terminology se#ara konsep -*D$ untuk menentukan erajat (stage) menggunakan terminology --5 (#learan#e #reatinin test) engan rumus stage sampai stage 1. seangkan --5 (#learan#e #reatinin test) engan rumus stage sampai stage 1. seangkan -RF (#roni# renal failure) hanya 6 stage. Se#ara umum itentukan klien atang -RF (#roni# renal failure) hanya 6 stage. Se#ara umum itentukan klien atang engan erajat ' an 6 atau atang engan terminal stage "ila menggunakan engan erajat ' an 6 atau atang engan terminal stage "ila menggunakan istilah -RF.
istilah -RF. .
. GaGagagal gl gininjajal kl kroroninik 2 k 2 -r-rononoioi# R# Renenal al FaFaililurure (e (-R-RF) F) ii"a"agi gi 6 s6 stataiium um 77 a
a.. SStataiiuum m I I 7 7 00eennuurruunnaan n ##aaaannggaan n ggiinnjjaall
•
• *reatinin serum an kaar %8N normal*reatinin serum an kaar %8N normal •
• Asimptomatik Asimptomatik •
• 5es "e"an kerja paa ginjal7 pemekatan kemih$ tes GFR5es "e"an kerja paa ginjal7 pemekatan kemih$ tes GFR
".
". StaStaiium II um II 7 Ins7 Insufiufisiesiensi nsi giginjanjall
•
• *aar %8N meningkat (tergantung paa kaar protein alam iet)*aar %8N meningkat (tergantung paa kaar protein alam iet) •
•
• Nokturia an poliuri (karena kegagalan pemekatan)Nokturia an poliuri (karena kegagalan pemekatan)
Aa 6 erajat i
Aa 6 erajat insufisiensi ginsufisiensi ginjal7njal7
.. RRiinnggaann
9: ; <: fungsi ginjal alam keaaan normal 9: ; <: fungsi ginjal alam keaaan normal '
'.. SSeeaanngg 1: ; 9: f
1: ; 9: fungsi ginjal normalungsi ginjal normal 6
6.. *o*onniisi "si "ereraatt
': ; ': fungsi ginjal normal ': ; ': fungsi ginjal normal #.
#. StStaaiuium Im IIIII7 g7 gagagal al giginjnjal al ststaaiuium am akhkhir ir atatau au ururememiaia
•
• kaar ureum an kreatinin sangat meningkatkaar ureum an kreatinin sangat meningkat •
• giginjnjal al susuaah h titiaak k aapapat t memenjnjagaga a hohomemeosostatasisis s #a#airiran an aann
elektrolit elektrolit
•
• air kemih2 urin isoosmotis engan plasma$ engan %= $air kemih2 urin isoosmotis engan plasma$ engan %= $
'
'.. *D*D>>?I ?I (*(*iinney ey DDiiseseaase se >u>ut#t#omome e ?u?ualaliity ty InIniititiatatii!e!e) ) memererekokomemennaasisikkanan pem"
pem"agiaagian n -*D "erasa-*D "erasarkan rkan stastaium ium ari tingkat ari tingkat penupenurunarunan n /FG /FG (/aj(/ajuu Filtrasi Glomerolus) 7
Filtrasi Glomerolus) 7 a.
a. StaStaium ium 7 kel7 kelainaainan ginn ginjal yjal yang ang itanitanai ai engaengan aln al"umi"uminarinaria pea persistrsistenen an /FG yang masih normal ( @ ml 2
an /FG yang masih normal ( @ ml 2 menit 2 $,6 m')menit 2 $,6 m') ".
". StStaaiuium m ' ' 7 7 *e*elalaininan an giginjnjal al eengngan an alal"u"umiminanariria a pepersrsisisteten n aan n /F/FGG antara B ;< m/2menit2$,6 m')
antara B ;< m/2menit2$,6 m') #.
#. StaStaium ium 6 6 7 ke7 kelainlainan an ginjginjal al engaengan /n /FG aFG antarntara 6a 6;1 ;1 m/2mm/2menitenit2$,62$,6m')m') .
. StaStaium ium 9 9 7 ke7 kelainlainan an ginjginjal al engaengan /n /FG aFG antarntara a 1;'1;'m/2mem/2menit2nit2$,6m'$,6m')) e.
e. StaStaiium um 1 1 7 7 kelkelainainan an giginjanjal l eengangan n /FG /FG C C 1 1 m/2m/2menmenit2it2$,$,6m' 6m' ataatauu gagal ginjal terminal.
gagal ginjal terminal.
--.. EE55II>>//>>GGII
Gagal ginjal kronik terjai setelah "er"agai ma#am penyakit yang merusak Gagal ginjal kronik terjai setelah "er"agai ma#am penyakit yang merusak ne
nefrofron n ginginjaljal. . SeSe"ag"agian ian "e"esar sar mermerupupakaakan n penpenyakyakit it parparenenkim kim ginginjajal l iifus fus anan "ilateral.
"ilateral. .
. InInfefeksksi$ mii$ misasalnlnya 0ya 0ieielolonenefrfrititis kris krononikik.. '.
'. 0en0enyakyakit pit peraeraanangangan$ mi$ misalsalnynya Gla Glomeomerulrulononefrefritiitis.s. 6
6.. 00eennyyaakkiit t !!aasskkuulleer r hhiippeerrtteennssiiff$ $ mmiissaallnnyya a NNeefrfroosskklleerroossiis s ""eenniiggnnaa$$ nefrosklerosi
nefrosklerosis maligna$ s maligna$ stenosis arteri renalis.stenosis arteri renalis. 9.
9. GangGangguan guan jarijaringan ngan penypenyam"uam"ung$ sng$ sepereperti lti lupus upus eriteeritematosmatosus sus sisteistemik mik (S/E(S/E)$)$ poli arteritis noosa$ sklerosis sistemik
poli arteritis noosa$ sklerosis sistemik progresif.progresif. 1.
1. GaGangngguguan an kokongngenenitital al aan n heherereiiteterr$ $ mimisasalnlnya ya 0e0enynyakakit it giginjnjal al popolilikikiststikik$$ asiosis tu"uler ginjal.
asiosis tu"uler ginjal. B.
B. 0eny0enyakit akit metameta"oli"olik$ sk$ sepereperti Dti D+$ +$ goutgout$ hi$ hiperpperparatiaratiroiiroiisme$ sme$ amilamiloiooiosis.sis. ,.
,. NefroNefropati pati toksitoksik$ mk$ misalisalnya nya 0eny0enyalahgalahgunaaunaan an analgnalgetiketik$ ne$ nefropfropati ati tim"tim"ale.ale. <.
<. NNeefrfrooppatati i oo""ststruruktktiiff a.
"
".. SSaall. . **eemmiih h ""aaggiiaan n ""aa44aahh7 7 iippeerrtrtrooffi i pprroossttaattee$ $ ssttrriikkttuur r uurreettrraa$ $ aannoommaallii #ongenital paa leher kanung kemih an uretra.
#ongenital paa leher kanung kemih an uretra.
D
D.. 00AA55>F>FISISI>I>//>G>GII
0aa 4aktu terjai kegagalan ginjal se"agian nefron (termasuk glomerulus 0aa 4aktu terjai kegagalan ginjal se"agian nefron (termasuk glomerulus an tu"ulus) iuga utuh seangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). Nefron; an tu"ulus) iuga utuh seangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). Nefron; nefron yang utuh
nefron yang utuh hipertrofi an memprouksi !olume filtrasi yang meningkat isertaihipertrofi an memprouksi !olume filtrasi yang meningkat isertai rea"sorpsi 4alaup
rea"sorpsi 4alaupun alam keaaan penurunan GFR 2 un alam keaaan penurunan GFR 2 aya saring. +etoe aaptif aya saring. +etoe aaptif ini memungkinkan ginjal untuk "erfungsi sampai
ini memungkinkan ginjal untuk "erfungsi sampai ari nefron3nefron rusak. %e"anari nefron3nefron rusak. %e"an "aha
"ahan n yang harus yang harus ilailarut rut menjmenjai ai le"ile"ih h "esa"esar r ariaripaa yang paa yang "isa irea"s"isa irea"sorpsiorpsi "era
"eraki"aki"at t iuriuresis osmotik esis osmotik iseisertai rtai polipoliuri uri an an haushaus. . SelaSelanjutnnjutnya ya karekarena na jumljumlahah nefron yang rusak "ertam"ah
nefron yang rusak "ertam"ah "anyak oliguri tim"ul isertai retensi prouk "anyak oliguri tim"ul isertai retensi prouk sisa. 5itiksisa. 5itik imana tim"ulnya gejala;gejal
imana tim"ulnya gejala;gejala paa a paa pasien menjai le"ih jelas an pasien menjai le"ih jelas an mun#ul gejala;mun#ul gejala; gejala khas kegagalan ginjal "ila kira;kira fungsi ginjal telah hilang <: ; :. gejala khas kegagalan ginjal "ila kira;kira fungsi ginjal telah hilang <: ; :. 0aa tingkat ini fungsi renal yang emikian nilai kreatinin #learan#e turun sampai 0aa tingkat ini fungsi renal yang emikian nilai kreatinin #learan#e turun sampai 1 ml2menit atau le"ih renah itu.
1 ml2menit atau le"ih renah itu.
Fungsi renal menurun$ prouk akhir meta"olisme protein (yang normalnya Fungsi renal menurun$ prouk akhir meta"olisme protein (yang normalnya i
iekekskskreresisikakan n ke ke aalalam m ururinin) ) tetertrtimim"u"un n aalalam m aararah. h. 55eerjrjaai i ururememia ia aann mempengaruhi setiap sistem tu"uh. Semakin "anyak tim"unan prouk sampah$ mempengaruhi setiap sistem tu"uh. Semakin "anyak tim"unan prouk sampah$ akan semakin "erat.
akan semakin "erat.
.
. GaGangngguguan *lan *lirirenens Gins Ginjajall %a
%anynyak ak mamasasalalah h mumun#n#ul ul papaa a gagagagal l giginjnjal al sese"a"agagai i akaki"i"at at aariri pen
penurunaurunan n jumljumlah ah gloglomerulmeruli i yang yang "erf"erfungsungsi$ i$ yang yang menymenye"a"e"a"kan kan penupenurunarunann klirens su"stansi arah yang se"enarnya i"ersihkan oleh ginjal
klirens su"stansi arah yang se"enarnya i"ersihkan oleh ginjal 0en
0enuruurunanan n lalaju ju filfiltratrasi si gloglomermeruluulus s (GF(GFR) R) aapat pat iietetekseksi i enengangan menapatkan urin '9;jam untuk pemeriksaan klirens kreatinin. +enurut filtrasi menapatkan urin '9;jam untuk pemeriksaan klirens kreatinin. +enurut filtrasi glo
glomermerululus us (ak(aki"ai"at t titiak ak "er"erfunfungsigsinya nya glglomeomerulruli) i) kliklirenrens s krekreatiatininin n akaakann menurunkan an kaar kreatinin akan meningkat. Selain itu$ kaar nitrogen menurunkan an kaar kreatinin akan meningkat. Selain itu$ kaar nitrogen urea arah (%8N) "iasanya meningkat. *reatinin serum merupakan ini#ator urea arah (%8N) "iasanya meningkat. *reatinin serum merupakan ini#ator yang paling sensitif ari fungsi karena su"stansi ini iprouksi se#ara konstan yang paling sensitif ari fungsi karena su"stansi ini iprouksi se#ara konstan oleh tu"uh. %8N tiak hanya ipengaruhi oleh penyakit renal$ tetapi juga oleh oleh tu"uh. %8N tiak hanya ipengaruhi oleh penyakit renal$ tetapi juga oleh ma
masuksukan an proproteitein n alalam am iiet$ et$ kakata"ta"oliolisme sme (ja(jarinringan gan aan n lukluka a R%R%-)$ -)$ anan meikasi seperti steroi.
meikasi seperti steroi.
'.
Ginjal juga tiakmampu untuk mengkonsentrasi atau mengen#erkan urin se#ara normal paa penyakit ginjal tahap akhir$ respon ginjal yang sesuai terhaap peru"ahan masukan #airan an elektrolit sehari;hari$ tiak terjai. 0asien sering menahan natrium an #airan$ meningkatkan resiko terjainya eema$ gagal jantung kongestif$ an hipertensi. ipertensi juga apat terjai aki"at akti!asi aksis rennin angiotensin an kerja sama keuanya meningkatkan sekresi alosteron. 0asien lain mempunyai ke#enerungan untuk k4ehilangan garam$ men#etuskan resiko hipotensi an hipo!olemia. Episoe muntah an iare menye"a"kan penipisan air an natrium$ yang semakin memper"uruk status uremik.
6. Asiosis
Dengan semakin "erkem"angnya penyakit renal$ terjai asiosis meta"oli# seiring engan ketiakmampuan ginjal mengekskresikan muatan asam () yang "erle"ihan. 0enurunan sekresi asam terutama aki"at ketiakmampuan tu"ulus gjnjal untuk menyekresi ammonia (N6) an menga"sopsi natrium "ikar"onat (->6) . penurunan ekskresi fosfat an asam organi# lain juga terjai
9. Anemia
Se"agai aki"at ari prouksi eritropoetin yang tiak aekuat$ memeneknya usia sel arah merah$ efisiensi nutrisi an ke#enerungan untuk mengalami perarahan aki"at status uremik pasien$ terutama ari saluran gastrointestinal. 0aa gagal ginjal$ prouksi eritropoetin menurun an anemia "erat terjai$ isertai keletihan$ angina an sesak napas.
1. *etiakseim"angan *alsium an Fosfat
A"normalitas yang utama paa gagal ginjal kronis aalah gangguan meta"olisme kalsium an fosfat. *aar serum kalsium an fosfat tu"uh memiliki hu"ungan saling tim"al "alik$ jika salah satunya meningkat$ maka yang satu menurun. Dengan menurunnya filtrasi melalui glomerulus ginjal$ terapat peningkatan kaar serum fosfat an se"aliknya penurunan kaar serum kalsium. 0enurunan kaar kalsium serum menye"a"kan sekresi parathormon ari kelenjar paratiroi. Namun$ paa gagal ginjal tu"uh tak "erespon se#ara normal terhaap peningkatan sekresi parathormon an
mengaki"atkan peru"ahan paa tulang an pe"yakit tulang. Selain itu juga meta"olit aktif !itamin D ($'1;ehirokolekalsiferol) yang se#ara normal i"uat i ginjal menurun.
B. 0enyakit 5ulang 8remik
Dise"ut >steoistrofi renal$ terjai ari peru"ahan kompleks kalsium$ fosfat an keseim"angan parathormon.
E. 5ANDA DAN GE=A/A
. *elainan hemopoesis$ imanifestasikan engan anemia
a. Retensi toksik uremia H hemolisis sel eritrosit$ ulserasi mukosa sal.#erna$ gangguan pem"ekuan$ masa hiup eritrosit memenek$ "iliru"uin serum meningkat2normal$ uji #om"s negati!e an jumlah retikulosit normal.
". Defisiensi hormone eritropoetin
Ginjal sum"er ESF (Eritropoeti# Stimulating Fa#tor) H ef. eritropoetin H Depresi sumsum tulang H sumsum tulang tiak mampu "ereaksi terhaap proses hemolisis2perarahan H anemia normokrom normositer.
'. *elainan Saluran #erna
a. +ual$ muntah$ hi#th#up
ikompensasi oleh flora normal usus H ammonia (N6) H iritasi2rangsang mukosa lam"ung an usus.
". Stomatitis uremia
+ukosa kering$ lesi ulserasi luas$ karena sekresi #airan sali!a "anyak menganung urea an kurang menjaga ke"ersihan mulut.
#. 0ankreatitis
%erhu"ungan engan gangguan ekskresi enim amylase. 6. *elainan mata
9. *ario!askuler 7 a. ipertensi ". 0itting eema #. Eema perior"ital
. 0em"esaran !ena leher e. Fri#tion Ru" 0eri#arial 1. *elainan kulit
a. Gatal
5erutama paa klien gn ialisis rutin karena7
• 5oksik uremia yang kurang terialisis • 0eningkatan kaar kalium phosphor • Alergi "ahan;"ahan alam proses D
". *ering "ersisik
*arena ureum meningkat menim"ulkan penim"unan kristal urea i "a4ah kulit.
#. *ulit muah memar . *ulit kering an "ersisik e. ram"ut tipis an kasar B. Neuropsikiatri
,. *elainan selaput serosa <. Neurologi 7
a. *elemahan an keletihan ". *onfusi
. *ejang
e. *elemahan paa tungkai f. rasa panas paa telapak kaki g. 0eru"ahan 0erilaku
. *ariomegali.
5anpa memanang penye"a"nya terapat rangkaian peru"ahan fungsi ginjal yang serupa yang ise"a"kan oleh estruksi nefron progresif. Rangkaian peru"ahan terse"ut "iasanya menim"ulkan efek "erikut paa pasien 7 "ila GFR menurun 1;: ari keaaan normal an terus menekati nol$ maka pasien menerita apa yang ise"ut Sinrom 8remik
5erapat ua kelompok gejala klinis 7
• Gangguan fungsi pengaturan an ekskresiJ kelainan !olume #airan an
elektrolit$ ketiakseim"angan asam "asa$ retensi meta"olit nitrogen an meta"olit lainnya$ serta anemia aki"at efisiensi sekresi ginjal.
• Gangguan kelainan -K$ neuromus#ular$ saluran #erna an kelainan lainnya
+ANIFES5ASI SINDR>+ 8RE+I* Sistem 5u"uh +anifestasi
%iokimia • Asiosis +eta"olik (->6 serum <;'
mEL2/)
• Aotemia (penurunan GFR$ peningkatan
%8N$ kreatinin)
• iperkalemia
• Retensi atau pem"uangan Natrium • ipermagnesia
• iperurisemia
0erkemihan& *elamin • 0oliuria$ menuju oliguri lalu anuria • Nokturia$ pem"alikan irama iurnal • %erat jenis kemih tetap se"esar $ • 0rotein siliner
• ilangnya li"io$ amenore$ impotensi an
sterilitas
*ario!askular • ipertensi
• Retinopati an enselopati hipertensif • %e"an sirkulasi "erle"ihan
• Eema
• Gagal jantung kongestif • 0erikaritis (fri#tion ru") • Disritmia
• Eema paru • 0neumonitis
ematologik • Anemia menye"a"kan kelelahan • emolisis
• *e#enerungan perarahan
• +enurunnya resistensi terhaap infeksi (IS*$
pneumonia$septikemia)
*ulit • 0u#at$ pigmentasi
• 0eru"ahan ram"ut an kuku (kuku muah
patah$ tipis$ "ergerigi$ aa garis merah "iru yang "erkaitan engan kehilangan protein)
• 0ruritus
• Mkristal uremik • kulit kering • memar
Saluran #erna • Anoreksia$ mual muntah menye"a"kan
penurunan %%
• Nafas "er"au amoniak
• Rasa ke#ap logam$ mulut kering • Stomatitis$ parotiti
• Gastritis$ enteritis
• 0erarahan saluran #erna • Diare
+eta"olisme intermeier
• 0rotein;intoleransi$ sintesisi a"normal
• *ar"ohirat;hiperglikemia$ ke"utuhan insulin
menurun
• /emak;peninggian kaar trigliseria
Neuromuskular • +uah lelah
• >tot menge#il an lemah • Susunan saraf pusat 7
• 0enurunan ketajaman mental • *onsentrasi "uruk
• Apati
• /etargi2gelisah$ insomnia • *eka#auan mental
• *oma
• >tot "erkeut$ asteriksis$ kejang • Neuropati perifer 7
• *onuksi saraf lam"at$ sinrom restless leg • 0eru"ahan sensorik paa ekstremitas 3
parestesi
• 0eru"ahan motorik 3 foot rop yang "erlanjut
menjai paraplegi
Gangguan kalsium an rangka
• iperfosfatemia$ hipokalsemia • iperparatiroiisme sekuner • >steoistropi ginjal
• Fraktur patologik (emineralisasi tulang)
• Deposit garam kalsium paa jaringan lunak
(sekitar seni$ pem"uluh arah$ jantung$ paru;paru)
• *onjungti!itis (uremik mata merah)
F. *>+0/I*ASI
a. iperkalemia aki"at penurunana ekskresi$ asiosis meta"oli#$ kata"olisme an masukan iet "erle"ih.
". 0erikaritis$ efusi peri#arial$ an tamponae jantung aki"at retensi prouk sampah uremik an ialysis yang tiak aekuat
#. ipertensi aki"at retensi #airan an natrium serta malfungsi system rennin; angiotensin;alosteron
. Anemia aki"at penurunan eritropoetin$ penurunan rentang usia sel arah merah$ perarahan gastrointestinal aki"at iritasi toksin na kehilangan rah selama hemoialisa
e. 0enyakit tulang serta kalsifikasi metastatik aki"at retensi fosfat$ kaar kalsium serum yang renah an meta"olisme !itamin D a"normal.
f. Asiosis meta"oli# g. >steoistropi ginjal h. Sepsis i. neuropati perifer j. hiperuremia G. 0E+ERI*SAAN 0EN8N=ANG . /a"oratorium
a. 0emeriksaan penurunan fungsi ginjal
• 8reum kreatinin. • Asam urat serum.
". Ientifikasi etiologi gagal ginjal
• Analisis urin rutin • +ikro"iologi urin • *imia arah • Elektrolit
• Imunoiagnosis
#. Ientifikasi perjalanan penyakit
• 0rogresifitas penurunan fungsi ginjal
• 8reum kreatinin$ -learens -reatinin 5est (--5) •
GFR 2 /FG apat ihitung engan formula -o#k#roft;Gault7
Nilai normal 7
/aki;laki 7 , ; 6, m/2menit2$,6 m6 atau $6 ; $6' m/2etik2m'
Oanita 7 <<;'< m/2menit2$,6 m6 atau $<1 ; $'6 m/2etik2m'
'. Diagnostik
a. Etiologi -*D an terminal
• Foto polos a"omen. • 8SG.
• Nefrotogram.
• 0ielografi retrograe. • 0ielografi antegrae.
• +i#tuating -ysto 8rography (+-8).
". Diagnosis pem"uruk fungsi ginjal
• RetRogram • 8SG.
. 0ENA5A/A*SANAAN +EDIS . 5erapi *onser!atif
0eru"ahan fungsi ginjal "ersifat ini!iu untuk setiap klien -roni# renal Desease (-*D) an lama terapi konser!atif "er!ariasi ari "ulan sampai t ahun.
5ujuan terapi konser!atif 7
a. +en#egah mem"uruknya fungsi ginjal se#ara profresi.
". +eringankan keluhan;keluhan aki"at akumulasi toksi asotemia. #. +empertahankan an memper"aiki meta"olisme se#ara optimal.
. +emelihara keseim"angan #airan an elektrolit. 0rinsip terapi konser!atif 7
a. +en#egah mem"uruknya fungsi ginjal.
. ati;hati alam pem"erian o"at yang "ersifat nefrotoksik.
'. inari keaaan yang menye"a"kan iplesi !olume #airan ekstraseluler an hipotensi.
6. inari gangguan keseim"angan elektrolit.
9. inari pem"atasan ketat konsumsi protein he4ani.
1. inari proses kehamilan an pem"erian o"at kontrasepsi.
B. inari instrumentasi an sistoskopi tanpa inikasi meis yang kuat.
,. inari pemeriksaan raiologis engan kontras yang kuat tanpa inikasi meis yang kuat.
". 0enekatan terhaap penurunan fungsi ginjal progresif lam"at . *enalikan hipertensi sistemik an intraglomerular.
'. *enalikan terapi IS*.
6. Diet protein yang proporsional. 9. *enalikan hiperfosfatemia.
1. 5erapi hiperurekemia "ila asam urat serum @ mg:. B. 5erapi hIperfosfatemia.
,. 5erapi keaaan asiosis meta"olik. <. *enalikan keaaan hiperglikemia. #. 5erapi alle!iati!e gejala asotemia
. 0em"atasan konsumsi protein he4ani. '. 5erapi keluhan gatal;gatal.
6. 5erapi keluhan gastrointestinal. 9. 5erapi keluhan neuromuskuler. 1. 5erapi keluhan tulang an seni. B. 5erapi anemia.
,. 5erapi setiap infeksi.
'. 5erapi simtomatik
. Asiosis meta"olik
=ika terjai harus segera ikoreksi$ se"a" apat meningkatkan serum * (hiperkalemia ) 7
• Suplemen alkali engan pem"erian kalsium kar"onat 1 mg2hari. • 5erapi alkali engan soium "ikar"onat IK$ "ila 0 C atau sama
engan ,$61 atau serum "ikar"onat C atau sama engan ' mEL2/.
'. Anemia
) Anemia Normokrom normositer
%erhu"ungan engan retensi toksin polyamine an efisiensi hormon eritropoetin (ESF7 Eritroporti# Stimulating Faktor). Anemia
ini iterapi engan pem"erian Re#om"inant uman Erythropoetin ( r;uE0> ) engan pem"erian 6;16 8 per kg %%.
') Anemia hemolisis
%erhu"ungan engan toksin asotemia. 5erapi yang i"utuhkan aalah mem"uang toksin asotemia engan hemoialisis atau peritoneal ialisis.
6) Anemia Defisiensi %esi
Defisiensi Fe paa -*D "erhu"ungan engan perarahan saluran #erna an kehilangan "esi paa ialiser ( terapi pengganti hemoialisis ). *lien yang mengalami anemia$ tranfusi arah merupakan salah satu pilihan terapi alternatif $murah an efektif$ namun harus i"erikan se#ara hati;hati.
HEMODIALISIS 1. DEFINISI
Dialisis merupakan suatu proses yang i gunakan untuk mengeluarkan #airan an prouk lim"ah ari alam tu"uh ketika ginjal tiak mampu melaksanakan proses terse"ut. 5ujuan ialisis aalah untuk mempertahankan kehiupan an kesejahteraan pasien sampai fungsi ginjal pulih kem"ali. +etoe terapi men#akup hemoialisis$ hemofiltrasi an peritoneal ialisis.
0aa ialisis molekul solut "erifusi le4at mem"ran semipermea"el engan #ara mengalir ari sisis #airan yang le"ih pekat (konsentarsi solut le"ih tinggi) ke #airan yang le"ih en#er (konisi solut yang le"ih renah). -airan mengalir le4at mem"ran semipermea"el engan #ara osmosis atau ultrafiltrasi (aplikasi tekanan ePsternal paa mem"ran) paa hemoialisis mem"ran merupakan "agian ari ialeser atau ginjal artifisial.
0aa perritoneal ialisis$ merupakan peritoneum atau lapisan ining a"omen "erfungsi se"agai mem"ran semipermea"el .
5isher an Oil#oP (,) hemoialisa iefinisikan se"agai pergerakan larutan an air ari arah pasien mele4ati mem"ran semipermea"el (ialier) ke alam ialisat. Dialier juga apat ipergunakan untuk meminahkan se"agian "esar !olume #airan.
emoialisa aalah menggerakkan #airan ari partikel;pertikel le4at mem"ran semi permia"el yang mempunyai pengo"atan yang "isa mem"antu mengem"alikan keseim"angan #airan an elektrolit yang normal$ mengenalikan asam an "asa$ an mem"uang at;at toksis ari tu"uh. ( /ong$ -.%. 7 6<).
+em"ran selaput semipermia"el aalah lem"ar tipis$ "erpori;pori$ ter"uat ari selulosa atau "ahan sintetik. 8kuran pori;pori mem"rane memungkinkan ifusi at engan "erat molekul renah seperti urea$ kreatinin$ an asam urat "erifusi. +olekul air juga sangat ke#il an "ergerak "e"as melalui mem"ran$ tetapi ke"anyakan protein plasma$ "akteri an sel arah terlalu "esar untuk mele4ati pori;pori mem"rane. 0er"eaan konsentrasi at paa ua kompartemen ise"ut graian konsentrasi.
2. EPIDEMIOLOGI
emoialisis i Inonesia mulai tahun , an sampai sekarang telah apatilaksanakan i "anyak rumah sakit rujukan. *ualitas hiup yang iperoleh #ukup "aik anpanjang umur yang tertinggi sampai sekarang 9 tahun.Inonesia termasuk Negara engantingkat penerita gagal ginjal yang #ukup tinggi.Saat ini jumlah penerita gagal ginjalmen#apai 91 orang. Dari jumlah itu "anyak penerita yang meninggal unia aki"at tiakmampu "ero"at atau #u#i arah (hemoialisis) karena "iaya yang sangat mahal.
3. ETIOLOGI
emoialisa ilakukan kerena pasien menerita gagal ginjal akut an kronik aki"at ari 7 aotemia$ simtomatis "erupa enselfalopati$ perikaritis$ uremia$ hiperkalemia "erat$ kele"ihan #airan yang tiak responsi!e engan iureti#$ asiosis yang tiak "isa iatasi$ "atu ginjal$ an sinrom hepatorenal.
4. PATOFISIOLOGI
Ginjal aalah organ penting "agi hiup manusia yang mempunyai fungsi utama untuk menyaring 2 mem"ersihkan arah. Gangguan paa ginjal "isa terjai karena se"a" primer ataupun se"a" sekuner ari penyakit lain. Gangguan paa ginjal apat menye"a"kan terjainya gagal ginjal atau kegagalan fungsi ginjal alam menyaring 2
mem"ersihkan arah. 0enye"a" gagal ginjal apat i"eakan menjai gagal ginjal akut maupun gagal ginjal kronik. Dialisis merupakan salah satu moalitas paa penanganan pasien engan gagal ginjal$ namun tiak semua gagal ginjal memerlukan ialisis. Dialisis sering tiak iperlukan paa pasien engan gagal ginjal akut yang tiak terkomplikasi$ atau "isa juga ilakukan hanya untuk inikasi tunggal seperti hiperkalemia. Faktor;faktor yang harus ipertim"angkan se"elum melalui hemoialisis paa pasien gagal ginjal kronik teriri ari keaaan penyakit penyerta an ke"iasaan pasien. Oaktu untuk terapi itentukan oleh kaar kimia serum an gejala;gejala.emoialisis "iasanya imulai ketika "ersihan kreatin menurun i"a4ah ml2mnt$ yang "iasanya se"aning engan kaar kreatinin serum <; mge2/ namun emikian yang le"ih penting ari nilai la"oratorium a"solut aalah terapatnya gejala;gejala uremia.
5. TUJUAN
+enurut a!ens an 5erra ('1) tujuan ari pengo"atan hemoialisa antara lain 7
a. +enggantikan fungsi ginjal alam fungsi ekskresi$ yaitu mem"uang sisa;sisa meta"olisme alam tu"uh$ seperti ureum$ kreatinin$ an sisa meta"olisme yang lain. ". +enggantikan fungsi ginjal alam mengeluarkan #airan tu"uh yang seharusnya
ikeluarkan se"agai urin saat ginjal sehat.
#. +eningkatkan kualitas hiup pasien yang menerita penurunan fungsi ginjal. . +enggantikan fungsi ginjal sam"il menunggu program pengo"atan yang lain.
+enurut 0ERNEFRI ('6) 4aktu atau lamanya hemoialisa isesuaikan engan ke"utuhan ini!iu. 5iap hemoialisa ilakukan 9 3 1 jam engan frekuensi ' kali seminggu. emoialisa iealnya ilakukan 3 1 jam2minggu engan %loo flo4 (?%) '36 m/2menit. Seangkan menurut -or4in (') hemoialisa memerlukan 4aktu 6 3 1 jam an ilakukan 6 kali seminggu. 0aa akhir inter!al ' 3 6 hari iantara hemoialisa$ keseim"angan garam$ air$ an p suah tiak normal lagi. emoialisa ikut "erperan menye"a"kan anemia karena se"agian sel arah merah rusak alam proses hemoialisa.
6. PRINSIP PRINSIP YANG MENDASARI HEMODIALIASIS
5ujuan hemoialisis aalah untuk mengam"il at;at nitrogen toksik ari alam arah an mengeluarkan air yang "erle"ihan. 0aa hemoialisis aliran arah yang penuh engan toksin an lim"ah nitrogen ialihkan ari tu"uh pasien ke tempat arah terse"ut i"ersihkan an kemuian i kem"alikan lagi ke tu"uh pasien. Aa tiga prinsip yang menasar kerja hemoialisis yaitu7 ifusi$ osmosis an ultra filtrasi.
5oksin an at lim"ah i alam arah i keluarkan melalui proses ifusi engan #ara "ergerak ari arah yang memiliki konsentrasi le"ih tinggi ke #airan ialisis engan konsenterasi yang le"ih renah.
Air yang "erle"ihan i keluarkan ari alam tu"uh i keluarkan melalui proses osmosis. 0engeluaran air apat i kenalikan engan men#iptakan graien tekanan$ engan kata lain "ergerak ari aerah engan tekanan yang le"ih tinggi (tu"uh pasien) ke tekanan yang le"ih renah (#airan ialist).
Graient ini apat i tingkatkan melalui penam"ahan tekanan negatif yang ikenal se"agai ultrafiltasi paa mesin ialis. 5ekanan negatif iterapkan paa alat fasilitasi pengeluaran air. *arena pasien tiak apat mengekresikan air$ kekuatan ini i perlukan untuk mengeluarkan #airan hingga ter#apai iso!olemia (keseim"angan #airan).
. KOMPONEN HEMODIALISA
Suatu alat yang igunakan untuk mengeluarkan sisa meta"olisme tu"uh$ "ila fungsi keua ginjal suah tiak memaai lagi$ mengatur keseim"angan #airan an elektrolit$ mengeluarkan ra#un;ra#un atau toksin yang merupakan komplikasi ari Gagal Ginjal. Seangkan fungsi hormonal2 enokrin tiak apat iam"il alih oleh ginjal "uatan. Dengan emikian ginjal "uatan hanya "erfungsi sekitar ,;< : saja ari ginjal alami yang normal.
+a#am;ma#am ginjal "uatan 7 a. 0araller;0late Diyalier
Ginjal pertama kali itemukan an suah tiak ipakai lagi$ karena arah alam ginjal ini sangat "anyak sekitar ##$ isamping #ara menyiapkannya sangat sulit an mem"utuhkan 4aktu yang lama.
". -oil Dialyer
Ginjal "uatan yang suah lama an sekarang suah jarang ipakai karena !olume arah alam ginjal "uatan ini "anyak sekitar 6 ##$ sehingga "ila terjai ke"o#oran paa ginjal "uatan arah yang ter"uang "anyak. Ginjal ini juga memerlukan mesin khusus$ #ara menyiapkannya juga memerlukan 4aktu yang lama.
#. ollo4 Fi"re Dialyer
Ginjal "uatan yang sangat "anyak saat ini karena !olume arah alam ginjal "uatan sangat seikit sekitar B;< ##$ isamping #ara menyiapkannya muah an #epat.
2. D!"#!-",
Aalah #airan yang teriri ari air$ elektrolit an at;at lain supaya mempunyai tekanan osmotik yang sama engan arah.
Fungsi Dialisat paa ialisit7
a. 8ntuk mengeluarkan an menampung #airan an sisa meta"olisme ". 8ntuk men#egah kehilangan at;at !ital ari tu"uh selama ialisa
T"&# &'"0!" 0"'" 0" 0!"#!-",
*omponen elektrolit Darah Dialisat
Natrium2soium 6BmEL2/ 69mEL2/
*alium2potassium 9$BmEL2/ '$BmEL2/
*alsium 9$1mEL2/ '$1mEL2/
-hlorie BmEL2/ BmEL2/
+agnesium $BmEL2/ $1mEL2/
Aa 6 #ara penyeiaan #airan ialisat 7 a. %at#h Re#ir#ulating
-airan ialisat pekat i#ampur air yang suah iolah engan per"aningan 7 69 hingga ' / imasukan alam tangki air kemuian mengalirkannya ke ginjal "uatan engan ke#epatan 1 3 B ##2menit.
". %at#h Re#ir#ulating2single pas
ampir sama engan #ara "at#h re#ir#ulating hanya se"agian langsung "uang. #. 0roportioning Single pas
Air yang suah iolah an ialisat pekat i#ampus se#ara konstan oleh porpropotioning ari mesin #u#i arah engan per"aningan air 7 ialisat Q 69 7 #airan yang suah i#ampur terse"ut ialirkan keginjal "uatan se#ara langsung an langsung i"uang$ seangkan ke#epatan aliran 9 3 B ##2menit.
3. A-&- "-+#"'
H&70!"#!-!-8ntuk melakukan hemoialis isintermiten jangka panjang$ maka perlu aa jalan masuk kealam sistem !as#ular penerita. Darah harus keluar an masuk tu"uh penerit engan ke#epatan ' sampai 9 ml2menit. 5eknik akses !askular iklasifikasikan se"agai "erikut7
. Akses Kaskuler Eksternal (sementara)
a. 0irau arterio!enosa (AK) atau sistem kanula i#iptakan engan menempatkan ujung kanula ari teflon alam arteri an se"uah !ena yang "erekatan. 8jung kanula ihu"ungkan engan selang karet silikon an suatu sam"ungan teflon yang melengkapi pirau.
". *ateter !ena femoralis sering ipakai paa kasus gagal ginjal akut "ila iperlukan akses !askular sementara$ atau "ila teknik akses !askuler lain tiak apat "erfungsi. 5erapat ua tipe kateter ialisis femoralis. *ateter salon aalah kateter "erlumen tunggal yang memerlukan akses keua. 5ipe kateter femoralis yang le"ih "aru memiliki lumen gana$ satu lumen untuk mengeluarkan arah menuju alat ialisis an satu lagi untuk mengem"alikan arah ketu"uh penerita. *omplikasi paa kateter !ena femoralis aalah laserasi arteria femoralis$ perarahan$ throm"osis$ em"oli$ hematoma$ aninfeksi.
#. *ateter !ena su"kla!ia semakin "anyak ipakai se"agai alat akses !askular karena pemasangan yang muah an komplikasinya le"ih seikit i"aning kateter !ena femoralis. *ateter !ena su"kla!ia mempunyai lumen gana untuk aliran masuk an keluar. *ateter !ena su"kla!ia apat igunakan sampai empat minggu seangkan kateter !ena femoralis i"uang setelah satu sampai ua hari setelah pemasangan. *omplikasi yang ise"a"kan oleh katerisasi !ena su"kla!ia serupa engan
katerisasi !ena femoralis yang termasuk pneumotoraks ro"eknya arteria su"kla!ia$ perarahan$ throm"osis$ em"olus$ hematoma$ aninfeksi.
'. AksesKaskular Internal (permanen) a. Fistula
Fistula yang le"ih permanen i"uat melalui pem"eahan yang ("iasanya ilakukan paa lengan "a4ah) engan #ara menghu"ungkan atau menyam"ungkan (anastomosis) pem"uluh aretri engan !ena se#ara sie to;sie (ihu"ungkan antar; sisi) atau en;to;sie (ihu"ungkan antara ujung an sisi pem"uluh arah). Segmen; arteri fistula iganakan untuk aliran arah arteri an segmen !ena igunakan untuk memasukan kem"ali (reinfus) arah yang suah iialisis. 8mur fistula AK aalah empat tahun an komplikasinya le"ih seikit engan pirau AK. +asalah yang paling utama aalah nyeri paa pungsi !ena ter"entuknya aneurisma$ trom"osis$ kesulitan hemostatis pas#a ialisis$ an iskemia paa tangan.
". 5anur
Dalam menyeiakan lumen se"agai tempat penusukan jarum ialisis$ se"uah tanur apat i"uat engan #ara menjahit sepotong pem"uluh arteri atau !ena ari sapi$ material Gore;5eP (heterograft) atau tanur !ena safena ari pasien seniri. %iasanya tanur terse"ut i"uat "ila pem"uluh arah pasien seniri tiak #o#ok untuk ijaikan fistula.5anur "iasanya ipasang paa lengan "a4ah$ lengan atas atau paha "agian atas. 0asien engan sistem !askuler yang terganggu$ seperti pasien ia"etes$ "iasanya memerlukan pemasangan tanur se"elum menjalani hemoialisis. *arena tanur terse"ut merupakan pem"uluh rah artifisial risiko infeksi akan meningkat. *omplikasi tanur AK sama engan fistula AK.trom"osis$ infeksi$ aneurisma an iskemia tangan yang ise"a"kan oleh pirau arah melalui prosthesis an jauh ari sirkulasi istal.
8. INDIKASI
. Gagal ginjal akut
'. Gagal ginjal kronik$ "ila laju filtrasi gromelurus kurang ari 1 ml2menit 6. *alium serum le"ih ari B mEL2l
9. 8reum le"ih ari ' mg2l 1. p arah kurang ari ,$
B. Anuria "erkepanjangan$ le"ih ari 1 hari ,. Intoksikasi o"at an at kimia
<. Sinrom epatorenal . Flui o!erloa
5he National *iney Founation 8SA menyarankan apa"ila 7 /FG ml 2menit2$,6m'
Inikasi a"solut untuk imulainya hemoialisis7 . 0erikaritis
'. *eaaan o!erloa sampai menim"ulkan gejala;gejala oeem paru 6. ipertensi "erat an progresif
9. 8remi# %leeing
1. +ual muntah yang persisten B. *reatinin serum T mg:
9. KONTRA INDIKASI
+enurut 5hiser an Oil#oP (,) kontra inikasi ari hemoialisa aalah hipotensi yang tiak responsif terhaap presor$ penyakit staium terminal$ an sinrom otak organik. Seangkan menurut 0ERNEFRI ('6) kontra inikasi ari hemoialisa aalah tiak mungkin iapatkan akses !askuler paa hemoialisa$ akses !askuler sulit$ insta"ilitas hemoinamik an koagulasi. *ontra inikasi hemoialisa yang lain iantaranya aalah penyakit alheimer$ emensia multi infark$ sinrom hepatorenal$ sirosis hati lanjut engan ensefalopati an keganasan lanjut (0ERNEFRI$ '6).
5iak ilakukan paa pasien yang mengalami suhu yang tinggi. -airan ialisis paa suhu tu"uh akan meningkatkan ke#epatan ifusi$ tetapi suhu yang terlalu tinggi menye"a"kan hemoialisis sel;sel arah merah sehingga kemungkinan penerita akan meninggal.
1:. PENATALAKSANAAN PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS JANGKA;PANJANG D!&, 0" "-"#" <"!'". Diet merupakan faktor penting "agi pasien yang menjalani hemoialisis mengingat aanya efek uremia. Apa"ila ginjal yang rusak tiak mampu mengeksresikan prouk akhir meta"olisme$ su"stansi yang "ersifat asam ini akan menumpuk alam serum pasien an "ekerja se"agai ra#un atau toksik. Gejala yang terjai aki"at penumpukan terse"ut se#ara kolektif ikenal se"agai gejala uremik an akan mempengaruhi setiap sistem tu"uh. /e"ih "anyak toksin yang menumpuk$ le"ih "erat gejala yang tim"ul. Diet ren protein akan mengurangi penumpukan lim"ah nitrogen an engan emikian meminimalkan gejala. 0enumpukan #airan juga apat terjai an apat mengaki"atkan gagal jantung kongestif serta eema paru. Dengan emikian$ pem"atasan #airan juga merupakan "agian engan resep iet untuk pasien ini.
Dengan penggunaan hemoialisis yang efektif$ asupan makanan pasien apat iper"aiki meskipun "iasanya memerlukan "e"erapa penyesuaian atau pem"atasan paa asupan protein$ natrium$ kalium an #airan. %erkaitan engan pem"atasan protein$ maka
protein ari makanan harus memiliki nilai "iologis yang tinggi an tersusun ari asam;amino esensial untuk men#egah penggunaan protein yang "uruk serta mempertahankan keseim"angan nitrogen yang positif. -ontoh protein engan nilai "iologis yang tinggi aalah telur$ aging$ susu an ikan.
Dampak Diet Rendah Protein.Diet yang "ersifat mem"atasi akan meru"ah gaya hiup an irasakan pasien se"agai gangguan serta tiak isukai "agi "anyak penerita gagal ginjal kronis. *arena makanan an minuman merupakan aspek penting alam sosialisasi$ pasien sering merasa isingkirkan ketika "eraa "ersama orang;orang lain karena hanya aa "e"erapa pilihan makanan saja yang terseia "aginya. =ika pem"atasan ini i"iasakan$ komplikasi yang apat mem"a4a kematian seperti hiperkalemia an eema paru apat terjai.
P&',!"" &0!"-!. %anyak o"at yang ieksresikan seluruhnya atau se"agian melalui ginjal. 0asien yang memerlukan o"at;o"atan (preparat glikosia jantung$ anti"iotik$ antiaritmia$ antihipertensi) harus ipantau engan ketat untuk memastikan agar kaar o"at; o"at ini alam arah an jaringan apat ipertahankan tanpa menim"ulkan akumulasi toksik.
%e"erapa o"at akan ikeluarkan ari arah paa saat ialisis oleh karena itu$ penyesuaian osis oleh okter mungkin iperlukan. >"at;o"at yang terikat engan protein tiak akan ikeluarkan selama ialisis. 0engeluaran meta"olit o"at yang lain "ergantung paa "erat an ukuran molekulnya. Apa"ila seorang pasien menjalani ialisis$ semua jenis o"at an osisnya harus ie!aluasi engan #ermat. 0asien harus mengetahui kapan minum o"at an kapan menunanya. Se"agai #ontoh$ jika o"at antihipertensi iminum paa hari yang sama engan saat menjalani hemoialisis$ efek hipotensi apat terjai selama hemoialisis an menye"a"kan tekanan arah renah yang "er"ahaya.
1) P&'-!""
a) 0ersiapan alat
a. Dialiser (ginjal "uatan)
". AK%/
. Na-l (#airan fisiologis) (';6 fflashf)
e. Spuit $1 ##$ ' ##$ 6 ##
f. eparin injeksi ( ' 8nit)
g. =arum punksi 7
• =arum metal (AK. Fistula G.B$1$9) 3 U in#h.
• =arum engan katheter (IK -atheter G.B$1$9) 3 U in#hi.
h. 0enapung #airan (Oaah)
i. Anestesi lo#al (lio#ain$ pro#ain)
j. *apas Alkohol
k. *assa
l. Desinfektan (al#ohol "ethain)
m. *lem arteri (mosLuito) ' "uah.
n. *lem esinfektan
o. %ak ke#il mangkuk ke#il
p. Duk ("iasa$ split$ "olong)
L. Sarung tangan
r. 0lester
s. 0engalas karet atau plastik
") 0ersiapan lingkungan
a. /ingkungan isiapkan agar nyaman an tenang
#. Atur tempat tiur sesuai engan kenyamanan pasien
#) 0ersiapan *lien
a. =elaskan proseur tinakan hemoialisis
". 5im"ang "erat "aan klien
#. Anjurkan pasien men#u#i tangan
. Atur posisi klien agar memuahkan tinakan an nyaman untuk klien
e. >"ser!asi tana;tana !ital an keaaan umum
) 0ersiapan pera4at
a. 0era4at mem"a#a orer atau #atatan meik klien
". 0era4at men#u#i tangan
#. 0era4at memakai sarung tangan an masker.
2) P'7-&0+' T!0""
0enatalaksanaan hemoialisis i"agi alam tiga tahap yaitu 7
P&'"="," S&&#+ H&70!"#!-"
") M&$!"" &-!
&70!"#!-!-a. Sam"ungkan slang air ari mesin hemoialisis
". *ran air i"uka
#. 0astikan slang pem"uang air ari mesin hemoialisis suah masuk kelu"ang2saluran pem"uangan.
. Sam"ungkan ka"el mesin hemoialisis ke stop kontak (se"elumnya periksa !oltage listrik).
f. =elaskan mesin paa posisi rinse selama ' menit (sesuai program penggunaan mesin).
g. +atikan mesin hemoialisis
h. +asukkan slang ialisat kealam jerigen ialisat pekat.
i. Sam"ungkan slang ialisat engan kone#tor yang aa paa mesin hemoialisis
j. iupkan mesin engan posisi normal (siapkan)
) M&$!"" -!'+#"-! 0"'"
a. %ukalah alat;alat ialysis ari setnya.
". 5empatkan ialier paa holer (tempatnya) engan posisi Minlet (tana merah) iatas an posisi Moutlet (tana "iru) i"a4ah.
#. u"ungkan ujung merah ari A%/ engan ujung Minlet ari ialier.
. u"ungkan ujung "iru ari K%/ engan ujung Moutlet7 ari ialier an tempatkan "u""le trap iholer engan posisi tegak.
e. Set infuse ke "otol a-/ $.: ; 1 ##
f. u"ungkan set infuse keselang arteri.
g. %ukalah klem Na-l .:$ isi selang arteri sampai keujung selang lalu klem.
h. 5empatkan ujung "iru K%/ paa maatkan an hinakan kontaminasi.
i. +emutar letak ialier engan posisi Minlet i"a4ah an Moutlet iatas$ tujuannya gar ialier "e"as ari uara.
j. 5utup klem ari slang untuk tekanan arteri$ !ena$ heparin.
l. =alankan pompa arah engan ke#epatan mula;mula ml2menit$ kemuian naikkan se#ara "ertahap sampai engan ' ml2menit.
m. Isi bubble trap engan Na-l .: sampai "agian
n. +em"erikan tekanan se#ara intermiten paa K%/ untuk mengeluarkan uara ari alam ialier$ ilakukan sampai ialier "e"as uara (tekanan tiak le"ih ari ' mmg).
o. +elakukan pem"ilasan an pengisian engan menggunakan Na-/ .: se"anyak 1 -- yang terapat paa "otol (*olf)$ sisanya tampung alam gelas ukur.
p. Ganti kolf Na-/ .: yang kosong engan kolf Na-/ .: "aru.
L. Sam"ung ujung "iru K%/ an ujung merah A%/ engan menggunakan konektor.
r. +enghiupkan pompa arah selama menit untuk ialier "aru$ 1;' menit untuk ialier reuse engan aliran ';'1 ml2menit$ "erikan 8FR .< 3 .
s. +engem"alikan posisi ialier ke posisi semula$ imana Minlet ialisat selama 1; menit siap untuk ihu"ungkan engan pasien (soaking).
<) P+-! C!!7/G'">,
() 0ersiapan alat;alat
a. "uah set steril ialysis teriri ari 7
• *ain alas an set steril kain "uah
• *assa 1 "uah$ tuffer "uah
• "uah mangkok ke#il "erisi Na-/ .:
• pasang sarung tangan
• ' "uah AK fistula
". ' "uah mangkok steril "erisi "tain an al#ohol
#. +asker an apron
. 0lester 2 mi#ropore
e. "uah gelas ukur
f. Arteri klem
g. 0lasti# untuk alat kotor
h. 5rolly
(') +emulai esinfektan #aranya 7
a. =epitlah tuffer "etrine engan arteri klem$ oleskan aerah #imino an !ena lain engan #ara memutar ari alam ke luar.
". +asukkan tuffer kealam kantong plasti#.
#. =epitlah kassa al#ohol engan arteri klem$ "ersihkan aerah #imino an !ena lain #aranya sama seperti iatas.
. /akukan sampai "ersih
e. /etakkan kassa kotor paa plasti#$ seangkan klem arteri letakkan paa gelas ukur.
f. /etakkan kain alas steril i"a4ah tangan
g. /etakkan kain "elah steril iatas tangan.
(6) +emasukkan jarum AK Fistula 7
a. +asukkan jarum AK Fistula paa tusukan yang telah i"uat paa saat pem"erian anestesi lokal (#imino)
". Setelah arah keluar isaplah engan spuit 1 ml an "ilas kem"ali engan Na-/ .: se#ukupnya.
#. AK Fistula iklem$ spuit 1 ml ilepaskan$ ujung AK Fistula itutup$ tempat tusukan ifikasi engan mi#ropore2plester.
. +asukkan jarum AK Fistula paa !ena lain$ sesuai paa tempat pem"erian anestesi lokal #aranya sama seperti iatas paa no. a
e. 5inggalkan kain alas steril i"a4ah tangan pasien$ se"agai alas an penutup selama proses ialysis "erlangsung.
f. Alat kotor masukkan ke alam plasti#$ seangkan alat;alat yang apat ipakai kem"ali i"a4a ke ruang isposal.
g. %eakan engan alat;alat yang terkontaminasi.
h. %ersihkan ari arah$ masukkan ke kantong plastik.
M&+#"! P&#"-"""
H&70!"#!-!-a. /akukan tinakan aseptik an anti;septik engan mem"ersihkan tempat yang akan ilakukan penusukkan engan "etaine :$ kemuian i"ersihkan engan al#ohol ,:.
". Depper an kassa yang telah ipakai$ i"uang ketempat sampah yang telah iseiakan.
#. -ari aerah yang le"ih muah ilakukan penusukkan.
. =arak penusukkan pertama kali paa aerah !ena (outlet) isertai pem"erian loaing heparin I82sesuai osis.
e. /akukan penusukan pertama kali paa aerah !ena (outlet isertai pem"erian loaing heparin I82sesuai osis.
f. *emuian ilakukan penusukkan paa aerah Minlet engan A%/ (arteri "loo line) an ijalankan "loo pump engan ke#epatan mulai ari
ml2menit sampai seluruh "loo line ("aik A%/ maupun K%/) terisi penuh$ "aru isam"ungkan engan "agian jarum fistula Moutlet.
g. =alankan lagi "loo pump perlahan;lahan sampai ' ml2menit$ setelah itu mulailah pemasangan sensor an "atasan minimal an maksimal "aik paa "loo monitoring maupun ialisat monitoring.
h. *emuian set mesin hemoialisis sesuai program D masing;masing pasien.
i. +atikan (tutup) klem infuse Na-/.
j. Sam"ungkan jarum AK Fistula engan selang arteri$ "ersihkan keua sam"ungan engan kassa "etaine.
k. %ukalah masing;masing klem paa AK Fistula engan aterial
M+#"! 0!"#$-!- &'"#"
a. iupkan pump$ mulailah putar ari ml2menit$ inaikkan se#ara "ertahap sampai "atas maksimal.
". +engalirkan arah untuk mengisi selang arterial an ialiser.
#. 0erhatikan aliran arah paa #imino2graft apakah lan#ar.
. =ika aliran arah tersenat;senat$#o"alah memutar posisi jarum AK Fistula se#ara perlahan;lahan sampai aliran arah lan#ar.
e. Darah paa "u""le trap tiak "oleh penuh2kosong$ se"aiknya "agian.
f. 5ekan tom"ol start heparin
g. +engatur ke#epatan pem"erian$ heparin selama ialysis "erlangsung
h. %ukalah klem paa selang urea$ se"agai !enous pressure.
i. 5ekan tom"ol start sam"il melihat jam$ tana proses ialier imulai.
j. 0utar tom"ol 8F$ tertekan 8F yang ihitung.
k. Fiksasi paa sam"ungan antara AK Fistula engan selang arah.
a) >"ser!asi tana;tana !ital tiap jam$ tensi an nai$ kemungkinan komplikasi selama D 7 mual$ kram otot an keluhan lain. ke#uali keaaan pasien jelek$ o"ers!asi sesuai engan ke"utuhan 7
• =ika pasien sesak$ hitung pernafasan.
• =ika pasien emam$ ukur suhu "aan
") +enjaga ketepatan pen#atatan alam lem"aran ialysis
#) 0enga4asan +esin 7
0enga4asan sirkulasi arah iluar ekstrakorporeal "loo monitoring 7
• 0enga4asan ke#epatan aliran arah
• 0enga4asan terhaap tekanan 7
A',&'! 7 %ila alarm "er"unyi paa aterial ruk "erarti tekanan arah renah$ lihat aliran arah paa Minlet.
&7+- '&--+'& 7 ilihat ari inikator (hati;hati "ila tinggi)$ "ila tinggi periksa Moutlet$ "ila renah periksa sensor !ena.
) 0enga4asan heparin pump.
e) 0enga4asan terhaap sirkulasi ialisat monitoring
• *e"o#oran ialier ("loo leak)
• /o4 temperature atau high temperature
• /o4 #onu#ti!ity atau high #onu#ti!ity
• 5ransmem"rane pressure
• 0ositi!e pressure
f) 0erhatikan sam"ungan yang terapat paa 7
• ()AK Fistula engan selang arteri
• (')Selang arteri engan ialier an se"aliknya$ kalau perlu
ikem"angkan.
g) %erikan pasien posisi tiur yang nyaman.
h) 0erhatikan eema paa 7 muka$ punggung tangan$ asites$ mata kaki an aerah orsum peis 7
• =ika eema () tiak isertai sesak nafas maka lakukan ialysis
sesuai engan program tarik air (8FG Q ultrafiltrasi goal). -ara perhitungan tarik air 7 selisih "erat "aan$ ating "erat "aan
stanar jumlah intake yang masuk (minum$ infuse$ transfuse an sone).
• =ika eema atau le"ih$ engan isertai sesak nafas maka
lakukan tarik air (seLuential ultrafiltrasi) paa a4al ialysis.
i) 0erhatikan pemakaian oksigen 7
• Apakah oksigen masih aa (lihat paa jarum petunjuk)
• 0erhatikan "ila paa angka petunjuk oksigen$ apakah suah sesuai
engan ke"utuhan pasien.
j) 0erhatikan gam"aran E*G monitor$ jika aa kelainan irekam an "eritahu paa okter yang mera4at pasien2okter jaga.
k) %antu segala ke"utuhan pasien termasuk 7 makanan$ minuman$ "uang air an urinaria.
l) *aji keluhan pasien$ kalau perlu terapi "eritahu okter.
n) 5inakan atau o"at;o"atan yang telah i"erikan$ #atalah alam #atatan kepera4atan.
M&"!'!
D!"#!-!-a) +engakhiri ialysis7
a. entikan pump heparin an lepaskan spuit heparin ari tempatnya.
". *e#ilkan pompa arah (%0) sampai ## an matikan.
#. *lem paa AK Fistula an selang arterial
. /epaskan sam"ungan AK Fistula an selang arterial engan kassa steril.
") +em"ilas AK Fistula 7
Gunakan spuit 1 ## "erisi Na-/$ "ilas AK Fistula sampai "ersih$ lalu klem kem"ali an tutup ujung AK Fistula.
#) +em"ilas selang arah an ialiser 7
a. %ilas selang arah an ialiser engan Na-/ sampai arah tiak aa lagi.
". =ika aa o"at;o"atan injeksi yang akan i"erikan$ "erikan melalui selang !ena.
#. Selama pem"ilasan$ gunakan pump engan ke#epatan ml2menit.
. +enyelesaikan ialysis
e. Selang paa !ena iklem$ lepaskan ari mesin.
f. /epaskan semua selang arah an ialiser ari mesin$ masukkan ke alam plastik.
a. -a"ut AK Fistula paa #imino an AK Fistula paa !ena lainnya$ masukkan AK Fistula ke alam plastik.
". 5ekan "ekas tusukan engan kassa "etaine sampai arah tiak keluar lagi.
#. %erikan masing;masing "ekas tusukan engan "an ai an "alutlah sesuai engan ke"utuhan$ lalu ifiksasi engan mi#ropore.
e) +engem"alikan alat;alat 7
a. Alat instrument yang telah igunakan ipisahkan i"a4a ke isposal room an ipisahkan engan alat yang terkontaminasi.
". 0era4at melepas sarung tangan$ masker an apron.
#. 0era4at men#u#i tangan.
11. KOMPLIKASI HEMODIALISA DENGAN KRAM OTOT
+enurut 5isher an Oil#oP (,) serta a!ens an 5erra ('1) selama tinakan hemoialisa sering sekali itemukan komplikasi $ salah satunya aalah kram otot.
*ram otot paa umumnya terjai paa separuh 4aktu "erjalannya hemoialisa sampai menekati 4aktu "erakhirnya hemoialisa. *ram otot seringkali terjai paa ultrafiltrasi (penarikan #airan) yang #epat engan !olume yang tinggi.
P&$&"
a. 0enarikan #airan i"a4ah "erat "aan stanar ". 0enarikan #airan terlalu #epat
#. %erat "aan naik le"ih ari kg2hari
P&","#"-"""
a. *e#ilkan ke#epatan aliran arah ". +asage paa aerah yang kram #. %eri o"at gosok
. *ompress air hangat
e. >"ser!asi tana;tana !ital f. *ola"orasi okter
P&<&""