• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN JEJARING SOSIAL DALAM MENINGKATKAN CITRA POLITIK (STUDI KASUS: PILKADA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANAN JEJARING SOSIAL DALAM MENINGKATKAN CITRA POLITIK (STUDI KASUS: PILKADA)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

18

PERANAN JEJARING SOSIAL DALAM MENINGKATKAN

CITRA POLITIK

(STUDI KASUS: PILKADA)

Oleh :

Ronal Watrianthos, S.Kom

Staf Pengajar Jurusan Manajemen Informatika AMIK Labuhanbatu Jln. S.M Raja No. 126 A Aek Tapa Rantauprapat, [email protected]

ABSTRAK

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih menyebabkan penyebaran informasi serta akses telekomunikasi semakin cepat dan mudah. Pemanfaatan media komunikasi sudah bisa diakses oleh semua kalangan mulai dari orang tua sampai remaja. Akses internet mudah didapatkan dimana saja, bahkan didaerah-daerah pun sudah terknoneksi dengan internet. Melalui internet setiap individu manusia dapat saling berkomunikasi dengan individu lain dan saling mengenal satu sama lain melalui media jejaring sosial seperti facebook, twitter, yahoo messenger, dan lain-lain.

Pilkada yang dilakukan disetiap daerah setiap tahunnya, tentu membutuhkan media untuk membangun citra dari setiap individu yang terlibat dari pilkada tersebut. Jejaring sosial dipercaya dapat membangun dan mempengaruhi opini publik apabila dikelola secara profesional. Selain itu, jejaring sosial mampu dengan cepat membangun branding politik dibandingkan cara konvensional yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Kata Kunci : Jejaring Sosial, Facebook, Twitter, Remaja, Siswa, Mahasiswa, Citra, Politik

1. PENDAHULUAN

Teknologi informasi dan komunikasi merupakan faktor yang sangat berperan penting dalam semua aspek kehidupan manusia. Pada dasarnya teknologi mampu memberikan kemudahan untuk membantu aktivitas manusia. Kebutuhan akan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menuntut para penggunanya untuk mengembangkan

teknologi tersebut diberbagai aspek

kehidupan manusia, diberbagai belahan dunia baik di Negara maju mapupun Negara berkembang.

Penggunaan internet bukanlah suatu hal yang istimewa untuk kalangan tertentu, baik dari segi profesi, kalangan masyarakat, pendidikan dan usia. Hampir semua golongan masyarakat sudah tahu dan akrab dengan internet. Internet merupakan salah satu hasil dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi buatan manusia. Internet adalah singkatan dari Interconnected Networking yang apabila diartikan dalam

bahasa Indonesia berarti rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian jaringan. Fungsi internet bermacam-macam, dan salah satunya adalah sebagai tempat komunitas jejaring sosial dunia maya.

Perkembangan waktu dan modernisasi menjadikan internet sebuah kebutuhan dan aktivitas tetap manusia sebagai anggota masyarakat. Selain menjadi tuntutan profesi, pengembangan ilmu pengetahuan, berita, dan hiburan, menggunakan internet juga menjadi cara alternatif seseorang untuk berinteraksi sebagai makhluk sosial.

Kehadiran internet memudahkan

masyarakat untuk mendapatkan informasi dan data yang belum tentu bisa ditemukan secara langsung dalam media cetak yang bisa

dijumpai sehari-hari, terutama karena

halangan cara dan biaya yang tidak sedikit. Di Indonesia, dapat ditemukan warung internet (warnet) yang berjajar di sepanjang jalan. Selain itu, banyak tempat-tempat umum lembaga pendidikan, cafe, mall, dan

(2)

tempat-19 tempat rekreasi yang menawarkan jasa hotspot atau wifi untuk masyarakat yang memiliki laptop dan ponsel. Di samping itu, banyak tipe ponsel yang telah dilengkapi dengan aplikasi internet.

Dalam ensiklopedia online Wikipedia, jejaring sosial atau jaringan sosial disebut sebagai suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain-lain.

Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan sosial beroperasi pada banyak tingkatan. Mulai dari keluarga hingga negara, dan

memegang peranan penting dalam

menentukan cara memecahkan masalah,

menjalankan organisasi, serta derajat

keberhasilan individu dalam mencapai

tujuannya.

Pilkada yang dilakukan disetiap daerah setiap tahunnya, tentu membutuhkan media untuk membangun citra dari setiap individu yang terlibat dari pilkada tersebut. Jejaring sosial dipercaya dapat membangun dan mempengaruhi opini publik apabila dikelola secara profesional. Selain itu, jejaring sosial mampu dengan cepat membangun branding politik dibandingkan cara konvensional yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Jejaring sosial seperti facebook, twitter, youtube, ataupun instagram terbukti efektif mampu mempengaruhi opini publik sehingga saat ini timbul tren bagi setiap tim sukses bagi

pihak-pihak yang ikut pilkada selalu

menyertakan tim IT yang akan mengelola akun-akun jejaring sosial mereka.

2. PEMBAHASAN

Berdasarkan data statistik menunjukkan bahwa populasi pengguna internet Indonesia telah mencapai 30 juta jiwa, atau 12,3 persen dari penduduk Indonesia yang sebesar 242 jiwa. Sedangkan pengguna jejaring sosial

diperkirakan mencapai 70–80 persen

(internetworldstats.com).

Istilah jejaring sosial ini pertama kali diperkenalkan oleh Profesor J. A. Barnes pada tahun 1954. Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen

individual atau organisasi. Jejaring

menunjukkan jalan dimana mereka

berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari hingga keluarga. Dengan demikian, jejaring sosial merupakan struktur sosial yang

dibentuk dari simpul-simpul (umumnya

individu atau organisasi) yang diikat oleh satu atau lebih tipe relasi seperti nilai, ide, teman, keturunan dan lain-lain.

Situs jejaring sosial diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang berfokus pada hubungan antar mantan teman sekolah dan SixDegrees.com pada tahun 1997 yang membuat ikatan tidak langsung. Dua model berbeda dari jejaring sosial yang lahir sekitar pada tahun 1999 adalah berbasiskan

kepercayaan yang dikembangkan oleh

Epinions.com, dan jejaring sosial yang

berbasiskan pertemanan seperti yang

dikembangkan oleh Uskup Jonathan yang kemudian dipakai pada beberapa situs UK regional di antara 1999 dan 2001. Inovasi meliputi tidak hanya memperlihatkan siapa berteman dengan siapa, tetapi memberikan pengguna kontrol yang lebih akan isi dan hubungan. Pada tahun 2005, suatu layanan jejaring sosial MySpace, dilaporkan lebih banyak diakses dibandingkan Google dengan Facebook, pesaing yang tumbuh dengan cepat. Jejaring sosial mulai menjadi bagian dari strategi internet bisnis sekitar tahun 2005 ketika Yahoo meluncurkan Yahoo! 360°. Pada bulan juli 2005 News Corporation membeli MySpace, diikuti oleh ITV (UK) membeli Friends Reunited pada Desember 2005. Diperkirakan ada lebih dari 200 situs jejaring sosial menggunakan model jejaring sosial ini.

Untuk saat ini, jejaring sosial yang paling banyak diminati oleh masyarakat dunia adalah Facebook dan Twitter. Sedangkan untuk saling bertukar foto ada Flicker dan Instagram

serta Youtube untuk video. Facebook

diluncurkan pada bulan Februari 2004, dimiliki dan dioperasikan oleh Facebook, Inc.[5] Pada September 2012, Facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif,[6] lebih dari separuhnya menggunakan

telepon genggam.[7] Pengguna harus

mendaftar sebelum dapat menggunakan situs ini. Setelah itu, pengguna dapat membuat

(3)

20 profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk

pemberitahuan otomatis ketika mereka

memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna dengan ketertarikan yang sama, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah atau perguruan tinggi, atau ciri khas lainnya, dan mengelompokkan teman-teman mereka ke dalam daftar seperti "Rekan Kerja" atau "Teman Dekat".

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa Universitas Harvard, Eduardo

Saverin, Andrew McCollum, Dustin

Moskovitz dan Chris Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan

membuka diri kepada mahasiswa di

universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun. Meski begitu, menurut survei Consumer Reports bulan Mei 2011, ada 7,5 juta anak di bawah usia 13 tahun yang memiliki akun Facebook dan 5 juta lainnya di bawah 10

tahun, sehingga melanggar persyaratan

layanan situs ini.

Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial yang paling banyak digunakan menurut jumlah pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh beberapa pihak administrasi universitas di Amerika Serikat dengan tujuan membantu mahasiswa

mengenal satu sama lain. Facebook

memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.

Sedangkan Twitter berawal dari sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh anggota dewan dari Podcasting perusahaan Odeo. Dalam pertemuan tersebut, Jack Dorsey memperkenalkan ide twitter dimana individu bisa menggunakan SMS layanan untuk berkomunikasi dengan sebuah kelompok kecil. Proyek ini dimulai pada tanggal 21

secara terbuka pada tanggal 15 Juli 2006. Twitter menjadi perusahaan sendiri pada bulan April 2007.

Popularitas Twitter mulai meningkat pada tahun 2007 ketika terdapat festival South by Southwest (SXSW). Selama acara tersebut berlangsung, penggunaan Twitter meningkat dari 20.000 kicauan per hari menjadi 60.000. Reaksi di festival itu sangat positif. Pada

tanggal 14 September 2010, Twitter

mengganti logo dan meluncurkan desain baru dan logo berubah lagi menjadi "Larry the "Bird" pada tanggal 5 Juni 2012.

Pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik adalah suatu alternatif untuk perhatian dan dukungan dari masyarakat melalui dunia maya. Pemanfaatan blog, situs pertemanan facebook, myspace, twitter, friendster serta berbagai macam situs-situs jejaring sosial lainnya, para politisi dapat berinteraksi secara langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. Para politisi dapat membuat argumen-argumen yang sesuai dengan aspirasi masyarakat untuk menarik perhatian dan dukungan dari masyarakat. Jejaring sosial ini sangat berpengaruh karena menghapus sekat demografi, baik itu orang desa atau kota.

Menyadari akan potensi dan manfaat yang signifikan jejaring sosial, salah satu partai politik di Indonesia mewajibkan kader-kadernya memiliki akun jejaring sosial, baik itu facebook maupun twitter. Partai ini juga menjanjikan pengerahan massa ke dalam dunia jejaring sosial. Semakin banyak akun yang berinteraksi dalam jejaring tersebut, akan semakin kuat ‘marketing politiknya’.

Istilah Marketing politik muncul dari Prof.Dr.Hafied Cangara,M.Sc pada tahun 2009 yang mengakatakan Marketing politik

adalah konsep yang diintroduksi dari

penyebaran ide-ide sosial di bidang

pembangunan dengan meniru cara-cara

pemasaran komersial. Dalam marketing yang memanfaatkan jejaring sosial, para pelanggan bisa melakukan komplain atau melontarkan

pertanyaan melalui akun yang

mempresentasikan sebuah produk. Diskusi interaktif terjadi, dan pelanggan pun diharapkan mencapai kepuasan.

(4)

21 Pemasaran politik lewat jejaring sosial punya alur tersendiri. Bermula dari prestasi partai yang akan menjadi konten berita yang dimuat oleh media. Kemudian berita itu diteruskan melalui jejaring sosial oleh akun partai ataupun akun pribadi kader partai. Dan setelah teman/pengikut di jejaring sosial membaca berita tersebut, berlanjutlah pada diskusi yang interaktif dan diharapkan menjadi citra positif bagi partai.

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para praktisi internet yang melakukan survey kepada para pengguna internet di Indonesia menemukan beberapa fakta sebagai berikut:

 Akun Facebook dari Indonesia

mencapai 42,5 juta dan merupakan pemakai Facebook terbanyak no. 4 didunia. Kota Jakarta merupakan kota

no. 2 yang terbanyak pemakai

Facebook didunia setelah Bangkok.  89% pengguna Internet di Indonesia

lebih suka berinteraksi melalui

Jaringan Jejaring sosial dan Messaging

dibandingkan melalui email.

Diprediksi pemakai BBM di Indonesia tahun 2011 lebih dari 5 juta pengguna dan akan mencapai 9,7 juta di tahun 2015.

 Lebih dari 60% pengguna Internet di

Indonesia suka browsing dengan

Mobile Phone dan umumnya

terkoneksi melalui Jejaring sosial.

 Lebih banyak orang Indonesia

mengakses Internet dibandingkan

dengan pembaca koran dan pendengar radio.

 Kira-kira setengah dari pengguna Internet di Indonesia berusia kurang dari 20 atau sekitar 20an.

 Rasio pengguna Internet di Indonesia kira-kira 64% pria dan 36% wanita.  Rata-rata terjadi 1,293,131 Tweet

perhari diantara pengguna Twitter di Indonesia atau 15 Tweet perdetik.

 Sekitar 51% pengguna Internet

mengakses konten video, paling umum dari Youtube.

 Ada sekitar 30 juta pengguna

smartphone di Indonesia, yang berarti

punya kemampuan untuk mengakses konten Internet.

 Ada sekitar 29 juta pengguna jaringan 3G di Indonesia, hal ini mendukung fakta bahwa Online user yang secara konsisten dan mobile sangat besar. Banyak yang tinggal di kota-kota besar. Jakarta memiliki faslitas online

terbaik di Indonesia tentunyan

memiliki pengguna terbanyak.

 Banyaknya warnet dan jaringan WIFI di Cafe memudahkan warga Jakarta mengakses Internet

 Jejaring sosial dan Micro Blogging

mendominasi aktivitas pengguna

Internet.

 Indonesia memiliki 9,3 juta pemain social gaming aktif, dimana kira-kira 3,6 juta berusia antara 22 - 39 tahun and 2,4 juta berusia 18 tahun atau kurang.

 Indonesia menduduki rangking 10 dalam jumlah pengguna Google social media service, seperti Google+

 Diprediksi pada tahun 2013, jumlah pengguna internet Indonesia akan melebihi jumlah selusuh populasi di Jepang yang mencapai sekitar 127 juta orang.

 Orang indonesia sangat menyukai

Twitter disamping BBM yang

menunjukkan suka berinteraksi melalui teksting

 Pertumbuhan bisnis yang berkaitan dengan internet mencapat tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan bisnis konvensional lainnya

 Orang indonesia cenderung suka

dengan gosip, sehingga berita yang beredar di internet akan menyedot banyak perhatian.

Dari fakta-fakta diatas dapat disimpulkan bahwa apabila jejaring sosial digerakkan secara positif dapat memberikan efek langsung kepada pencitraan suatu individu atau kelompok. Akan tetapi, berdasarkan pendapat pendapat seorang pakar jejaring sosial

Indonesia, Ridho Irawan, menggunakan

(5)

22 tentu saja juga mempunyai banyak kelemahan disamping kelebihan-kelebihan yang ada. Adapun kelebihan jejaring sosial untuk kampanye dibidang politik antara lain:

 Biaya yang relatif sangat murah, dibandingkan televisi atau media lainnya

 Jejaring sosial merupakan media yang paling cepat dalam penyampaian pesan dikarenakan adanya potensi untuk terciptanya “viral marketing”

 Jejaring sosial merupakan Media interaktif, bukan sekedar komunikasi

satu arah, sehingga memberikan

kesempatan bagi masyarakat untuk

mengaspirasikan suaranya kepada

wakil rakyat.

 Efektifitas kampanye melalui social media cukup baik terutama bagi kalangan masyarakat terpelajar yang berlokasi di kota-kota besar dengan penetrasi internet yang cukup baik.  Tersedia tools untuk mengukur tingkat

efektifitas dari kampanye kita, seperti: Berapa jumlah pendukung kita, siapa saja profil mereka, berapa kali video

kampanye kita telah ditonton,

bagaimana respon mereka terhadap kampanye yang kita luncurkan, dsb.

Sedangkan kelemahan-kelemahan jejaring

sosial apabila digunakan untuk membangun citra politik adalah:

 Pesan yang cepat menyebar belum tentu menguntungkan kandidat, namun juga dapat menjadi boomerang ketika yang menyebar adalah citra yang negatif. Citra yang negatif, selamanya akan tersedia di internet, sehingga akan selalu dapat di akses oleh masyarakat hingga kapanpun.

 Social media tidak dapat menjangkau masyarakat dengan tingkat pendapatan

dan pendidikan yang menengah ke bawah, ataupun masyarakat di kota-kota kecil. Perlu di ingat bahwa masyarakat ini lah yang paling banyak jumlahnya di Indonesia.

 Biasanya, kandidat yang telah memulai paling awal mengumpulkan fans & followers, pada akhirnya merupakan kandidat dengan jumlah fans & followers paling banyak. Siapa yang memulai terlebih dahulu, cenderung memenangkan

jumlah audience terbesar. Perlu usaha ekstra dan biaya yang lebih besar bagi

kandidat yang tertinggal untuk

menyalipnya.

Salah satu contoh efektifnya jejaring sosial dalam membangun brand image suatu peserta pilkada adalah kemenangan Jokowi-Ahok pada pilkada DKI Jakarta pada tahun 2012. Perpaduan antara populasi besar pengguna Internet yang berusia muda, terdidik dan kritis serta pembuat konten yang kreatif-positif merupakan faktor pengungkit popularitas Jokowi-Ahok.

Satu hal lagi, yang menjadi “benang merah” antara para pendukung dan calon gubernur yang didukung adalah penggunaan baju motif kotak-kotak. Mungkin ada yang berpendapat, popularitas di dunia maya adalah hal yang rapuh, tetapi kehadiran identitas baju kotak-kotak merupakan “perekat” setingkat lem super. Terkoneksi lewat Jaringan Social Media dan terikat senasib dengan baju kotak-kotak. Jangan lupa orang-orang muda suka dengan aktualitas diri dengan berkarya “gratis” dan saling berinteraksi secara dinamis.

DAFTAR PUSTAKA http://alexa.com

http:///www.compete.com http://www.wikipedia.com/id

Referensi

Dokumen terkait

MEDIA (Studi Kasus Identitas Perempuan Karir dalam Jejaring Sosial Facebook) ini adalah karya penelitian saya sendiri dan bebas plagiat, serta tidak terdapat

Kepada para remaja yang memanfaatkan jejaring sosial sebagai e- pengecer diharapkan untuk lebih bijaksana dalam pemanfaatkan teknologi komunikasi yang terus

Aktor dalam jejaring sosial adalah suatu titik yang merupakan

118 memahami nilai-nilai positif penggunaan dan efek situs jejaring sosial seperti Facebook ini, serta memahami nilai-nilai negatif, seperti penggunaan Facebook

Social Networking atau biasa disebut juga jejaring sosial didefinisikan sebagai suatu layanan berbasis web yang memungkinkan setiap individu untuk membangun hubungan sosial

Seseorang yang menyatakan setuju pada variabel keamanan, kepercayaan dan variabel keberagaman produk memiliki peluang untuk ingin melakukan pembelian secara online melalui

Bagi para anggota ITMI yang kini menggunakan Facebook, mereka sudah begitu mahir berselancar didunia maya dan selain Facebook mereka juga banyak menggunakan jejaring sosial

Misalnya dampak negatif dari penggunaan jejaring sosial bagi para pelajar antara lain dapat mengurangi tingkat prestasi pelajar, karena mereka lebih fokus bermain dengan