Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 1
KATA PENGANTAR
Sesuai dengan Undang-udang RI Nomor 25 Tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kaota Parepare Tahun 2013-2018, sebagai dokumen perencanaan dan acuan penganggaran Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJMD) 2013-2018.
Mengingat dinamika perubahan lingkungan strategis yang demikian cepat, khususnya berkenaan dengan adanya ketentuan baru dalam pemograman dan penganggaran berdasarkan Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengamanatkan penerapan secara penuh penganggaran berbasis kinerja, anggaran terpadu, dan kerangka pengeluaran jangka menengah, harus mengalami penyempurnaan dengan melakukan penajaman pada sasaran, outcome, kegiatan dan output.
Akhirnya, dengan segala upaya dari seluruh jajaran Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, kami berharap agar seluruh target sebagaimana ditetapkan dalam Renstra Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare ini dapat diimplementasikan untuk mensukseskan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, membuka kesempatan kerja lebih luas lagi, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus berkontribusi positif terhadap upaya-upaya pelestarian lingklungan hidup.
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 2
Semoga Renstra Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare Tahun 2013-2018 dapat dijadikan pedoman dan acuan dalam melaksanakan kinerjanya.
Parepare, 16 Oktober 2014
KEPALA DINAS TATA RUANG DAN PENGAWASAN BANGUNAN
KOTA PAREPARE,
H. KADARUSMAN MANGURUSI, SE.,M.Si.
Pangkat : Pembina Tk.I
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR - - - I - i DAFTAR ISI - - - I - iii BAB I PENDAHULUAN - - - I - 1
1.1. LATAR BELAKANG - - - I - 1 1.2. LANDASAN HUKUM - - - I - 2 1.3. MAKSUD DAN TUJUAN - - - I - 3 1.4. HUBUNGAN ANTARA RENSTRA DINAS TATA RUANG DAN
PENGAWASAN BANGUNAN KOTA PAREPARE DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA - - - I - 4 1.5. SISTEMATIKA PENULISAN - - - - I - 5
BAB. 2 GAMBARAN PELAYANAN - - - II - 1
2.1 TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD - - - - II - 1 2.2 SUMBER DAYA SKPD - - - -- - -- - - - II - 25 2.3 KINERJA PELAYANAN SKPD - - - II - 28
BAB. 3 ISU-ISU STRATEGIS - - - III - 1
3.1 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS POKOK
DAN FUNGSI - - - III - 1 3.2 TELAHAAN VISI, MISI & PROGRAM WALIKOTA & WAKIL WALIKOTA
PAREPARE - - - III - 2 3.3 TELAAHAN RESNTRA K/L DAN RENSTRA SKPD - - - III - 4 3.4 TELAAHAN RENCANA TATA RUANG DAN PERMUKIMAN PROVINSI
SULAWESI SELATAN - - - III - 6 3.5 TELAHAAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA PAREPARE - - III – 7 3.6 PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS - - - III - 11
BAB. 4 VISI,MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS, DAN KEBIJAKAN- IV-1
4.1 VISI & MISI- - - IV - 1 4.2 TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD - - - IV – 3
4.2.1. Tujuan - - - IV - 3 4.2.2. Sasaran - - - IV - 4 4.3 STRATEGI DAN KEBIJAKAN SKPD - - - IV - 10
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 4
4.3.1. Strategi - - - IV - 10 4.3.2. Kebijakan - - - IV - 11
BAB. 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA - - - V – 1
5.1. Kebijakan - - - V - 1
BAB. 6 INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA SASARAN
DAN TUJUAN RPJMD - - - VI - 1 BAB. 7 PENUTUP - - - VII - 1
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANGUndang-undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali dirubah, terakhir dengan Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, yang memberi kesempatan dan kewenangan yang lebih luas pada daerah untuk mengatur dan menyelenggarakan urusan pemerintahan dan urusan kepentingan masyarakat menurut prakara dan kreatifitas sendiri. Hal ini dilakukan Pemerintah Daerah berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai kewenangan yang dimiliki dan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemberian kewenangan pada daerah dimaksudkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, serta meningkatkan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi dan pemerataan keadilan, keistimewaan dan kekhususan daerah.
Untuk mewujudkan hal-hal sebagaimana tesebut diatas, maka diperlukan rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu dan tanggap terhadap perubahan dengan jenjang perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah maupun perencanaan tahunan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare Tahun 2013-2018 yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya secara lebih spesifik dan terukur dengan disertai sasaran yang akan dicapai.
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 2
Rencana Strategis Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare adalah dokumen Perencanaan Pembangunan yang selama rentang waktu 5 (lima) tahun kedepan akan dijadikan pedoman dan acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Tata Ruang dan Pegawasan Bangunan Kota Parepare. Hal ini memiliki konsekuensi bahwa program dan kegiatan yang termuat dalam Rencana Strategis (RENSTRA) bersifat secara lebih spesifik dan terukur dengan disertai sasaran yang akan dicapai dan indikatif untuk dapat dilaksanakan.
1.2. LANDASAN HUKUM
Landasan hukum penyusunan Rencana Strategis Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, adalah :
1. Undang-undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
2. Undang-undang RI 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 12 Tahun 2008;
3. Undang-undang RI nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
6. Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan Permukiman sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2011; 7. Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup;
8. Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
9. Undang-undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 3
11. Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005 – 2025 (Lembara Daerah Kota Parepare Nomor 4 Tahun 2009);
12. Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 3 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah.
13. Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Parepare Tahun 2011-2031;
14. Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 5 Tahun 2014 tentang Bangunan Gedung;
15. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaa Ruang Terbuka Hijau (RTH);
16. Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 12 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Parepare.
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Rencana Strategis Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan dimaksudkan sebagai pedoman dan arahan bagi Aparatur Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan serta pihak-pihak yang berkepentingan demi proses Perencanaan Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan.
Tujuan penyusunan Rencana Strategis Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, adalah ;
1. Menetapkan dokumen perencanaan yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan yang menjadi tolok ukur penilaian kinerja dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
2. Untuk panduan dan pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) setiap tahunnya agar lebih terarah, fokus dan sesuai dengan perencanaan sebelumnya. 3. Bahan evaluasi agar perencanaan dapat berjalan sistematis,komprehensif dan
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 4
1.4. HUBUNGAN ANTARA RENSTRA DINAS TATA RUANG DAN
PENGAWASAN BANGUNAN KOTA PAREPARE DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA
Hubungan Dokumen Renstra Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare tahun 2014-2019 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare adalah Renstra Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare merupakan salah satu dokumen teknis operasional dan merupakan jabaran teknis dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2013-2018 yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, srategi, kebijakan rencana program 5 (lima) tahun kedepan.
Perencanaan tersebut tetap mengedepankan koordinasi dan kerja sama antara sesame Satuan Kerja Perangkat Daerah dimana tugas dan fungsinya saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Bagan 1. Keterkaitan Dokumen Perencanaan RPJP Nasional RPJM Nasional RKP RAPBN RPJP Daerah RPJM Daerah RKP Daerah RAPBD RENSTRA SKPD RENJA SKPD
Pedoman Dijabarkan Pedoman
Diacu Diperhatikan kan
Diserasikan melalui Musrenbang
Pedoman Dijabarkan Pedoman
Pedoman Diacu
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 5
1.5. SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memudahkan pemahaman terhadap substansi dasar dari Renstra ini serta arah kebijakan yang ditempuh dalam rangka mewujudkan visi dan misi, maka disusun pola pikir sebagaimana disajikan pada bagan berikut ini :
Bab I Pendahuluan, menguraikan tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan, hubungan dengan dokumen perencanaan lainnya, serta sistematika penulisan.
Bab II Gambaran Pelayanan menguraikan tentang struktur organisasi Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, sumber daya Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, kinerja pelayanan Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare serta tantangan dan peluang Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare.
Bab III Isu-isu Strategis menguraikan tentang identifikasi permasalahan berdasarkan tupoksi, telaah visi misi RPJMD Kota Parepare Tahun 2013-2018, telaah rencana strategi kementerian perumahan rakyat RI, telaah rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan hidup strategis penentuan isu-isu strategis dan penentuan isu-isu strategis.
Bab IV Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategis dan Kebijakan menguraikan tentang visi dan misi Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, strategi dan kebijakan.
Bab V Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif menguraikan tentang rencana pelaksanaan kegiatan serta target kinerja dan kerangka pendanaan dan indikator kinerja Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare.
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | I - 6
Bab VI Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD
Bab VII Penutup menguraikan tentang kesimpulan dari penyusunan rencana strategis Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare.
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 1 BAB 2
GAMBARAN PELAYANAN
2.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
2.1.1 Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, dalam bagian kedua pasal 6 ayat 1 dan 2 menyebutkan bahwa urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah dibagi menjadi dua urusan terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan.
Urusan wajib diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar, sedangkan urusan Pilihan adalah urusan pemerintahan yang secara nyata dan berpotensi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan yang penentuannya diserahkan kepada daerah masing-masing sesuai dengan kebutuhannya.
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare merupakan Dinas Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 3 Tahun 2010 (Ketentuan BAB XI diubah) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah Kota Parepare Tahun 2011 Nomor 2). Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan urusan pemerintahan berdasarkan atas otonomi daerah dan tugas pembantuan dibidang tata ruang dan pengawasan bangunan yang menjadi tanggungjawab dan kewenangannya berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Unit Pelaksana Teknis Dinas Penerangan Jalanan Umum atau disingkat UPTD PJU adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Walikota Parepare Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas dan
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 2
Badan di Lingkungan Pemerintah Kota Parepare (Perubahan atas Peraturan Walikota Nomor 8 Tahun 2008) yang secara khusus melaksanakan tugas pelayanan dibidang Penataan dan Pemeliharaan Lampu Penerangan Jalan Umum dalam wilayah Kota Parepare berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan.
Berdasarkan Peraturan Walikota Parepare Nomor 37 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Walikota Parepare Nomor 11 Tahun 2011 Tanggal 2 Februari 2011 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, serta berdasarkan Peraturan Walikota Parepare Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Walikota Parepare Nomor 25 Tahun 2011 Tanggal 4 februari 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan di Lingkungan Pemerintah Kota Parepare.
Dalam melaksanakan tugas pokok, Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare menyelenggarakan fungsi:
1) Perumusan kebijakan teknis dibidang tata ruang dan pengawasan bangunan berdasarkan ketentuan perundang-undangan;
2) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang tata ruang dan pengawasan bangunan;
3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang tata ruang dan pengawasan bangunan; dan
4) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Berdasarkan Fungsi tersebut diatas , maka berikut ini dapat diuraikan tugas pokok, fungsi dan rincian tugas masing-masing jabatan struktural pada Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, adalah sebagai berikut :
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 3
1. Kepala Dinas
Kepala Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan mempunyai tugas pokok merumuskan dan mengkoordinasikan kebijakan teknis dalam penyelenggaraan urusan penataan ruang dan pengawasan bangunan. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana diatas, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan mempunyai fungsi :
- perumusan kebijaksanaan teknis di bidang penataan ruang, perumahan dan permukiman;
- penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang penataan ruang, perumahan dan permukiman;
- pembinaan dan pelaksanaan tugas penataan ruang, perumahan dan permukiman;
- pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi. Rincian tugas Kepala Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan sebagai berikut :
- Membuat rencana kegiatan/program kerja dinas;
- Mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan serta mengendalikan tugas bawahan;
- Memberi petunjuk, bimbingan teknis dan pengawasan kepada bawahan;
- Merumuskan visi dan misi serta menetapkan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Dinas;
- Merumuskan kebijakan teknis bidang pentaan ruang, perumahan dan permukiman serta pengawasan bangunan;
- Menetapkan kawasan dan menyelenggarakan pengaturan, pembangunan, pengawasan Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun (Kasiba/Lisiba);
- Merumuskan kebijakan penanganan dan strategi penanggulangan kawasan kumuh;
- Melaksanakan inventarisasi dan pengawasan pembangunan kawasan khusus/tertentu;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 4
- Memfasilitasi percepatan pembangunan perumahan berdasarkan peraturan perundang-undangan;
- Mengkoordinasikan pembangunan sarana dan prasarana dan utilitas umum kawasan perumahan dan permukiman;
- Melakukan inventarisasi dan pendataan terhadap pengembangan perumahan; - Melaksanakan pengelolaan penanganan pengaduan masyarakat;
- Melaksanakan pengawasan terhadap rencana pembangunan perumahan berdasarkan penataan ruang dan penataan pertanahan;
- Mengkoordinasikan Penyusunan Rencana Kota dalam Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman;
- Mengkoordinasikan penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota, Kawasan Strategis, dan rencana detail tata ruang untuk RTRWK;
- Menyusun dan membuat Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP);
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
2. Sekretaris
Sekretaris mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pelaksanaan kegiatan ketatausahaan meliputi administrasi umum, kepegawaian, surat menyurat, penyusunan program kegiatan dan pelaporan serta perencanaan dan keuangan.
Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Sekretaris mempunyai fungsi :
- Pemberian pelayanan teknis administrasi kepegawaian, perencanaan dan keuangan serta evaluasi dan pelaporan;
- Pemberian dukungan atas penyelenggaraan urusan administrasi umum, kepegawaian, perencanaan, dan pengelolaan keuangan dan asset;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan lingkup Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 5
Rincian tugas Sekretaris sebagai berikut :
- Merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengendalikan serta menetapkan kebijakan umum kepegawaian, keuangan dan perlengkapan;
- Menyusun kegiatan tahunan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
- Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan teknis dan administrative kepada seluruh satuan unit kerja dalam lingkup dinas;
- Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan umum;
- Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan kepegawaian;
- Mengelola dan mengkoordinasi pelaksanaan urusan pengelolaan keuangan dan asset;
- Mengelola dan mengkoordinasikan urusan perlengkapan;
- Melakukan pemantauan, evaluasi terhadap penyelenggaraan administrasi umum, pengelolaan keuangan, pelaporan dan asset;
- Menilai prestasi kerja para kepala Sub Bagian dalam rangka pembinaan dan pengembangan karir;
- Menginventarisir permasalahan-permasalahan dan menyiapkan data/bahan pemecahan masalah sesuai bidang tugasnya;
- Menyiapkan bahan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP);
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
2.1. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian, mempunyai tugas pokok melaksanakan pelayanan administrasi umum dan Kepegawaian, perlengkapan serta administrasi surat menyuray dan barang inventaris kantor.
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas :
- Pelaksanaan kebijakan teknis sub bagian; - Pelaksanaan kegiatan;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup sub bagian;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 6
- Pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup sub bagian; - Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan
fungsi.
Rincian tugas Kepala Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian sebagai berikut :
- Melaksanakan penataan dan pengelolaan administrasi umum dan administrasi kepegawaian;
- Mengelola dan melaksanakan urusan ketatausahaan dan kearsipan dinas;
- Melaksanakan urusan administrasi dan pembinaan, pengawasan kepegawaian di lingkungan dinas;
- Melaksanakan tugas humas dan keprotokoleran dan perjalanan dinas; - Melaksanakan urusan rumah tangga dinas;
- Melaksanakan pengelolaan dan pemeliharaan atas barang inventaris/asset kantor, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak;
- Menginventarisasi permasalahan-permasalahan dan menyiapkan data/bahan pemecahan masalah sesuai bidang tugasnya;
- Melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dan program Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
2.2. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan, mempunyai tugas pokok menyusun dan membuat program kerja dan pengelolaan keuangan dinas. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai fungsi :
- Pelaksanaan kebijakan teknis sub bagian; - Pelaksanaan kegiatan;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup sub bagian;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 7
- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan sebagai berikut :
- Melaksanakan perumusan program kerja dinas, baik yang bersifat program jangka pendek maupun program jangka menegah;
- Menyusun rencana kebutuhan pengadaan barang dan jasa serta sarana dan prasarana penunjang kelancaran operasional dinas;
- Menyusun daftar usulan kegiatan;
- Melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan RKA/DPA dinas; - Melaksanakan urusan pengelolaan gaji dan melaksanakan penggajian; - Melaksanakan proses administrasi terkait penatausahaan, tata laksana
dan pengelolaan keuangan dinas;
- Mengkoordinasikan penyusunan program dan kegiatan dinas;
- Melaksanakan inventarisasi permasalahan penyelenggaraan program kerja dan kegiatan dinas;
- Melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dan program Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
2.3. Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan, mempunyai tugas pokok mengevaluasi program dan kegiatan serta menyusun laporan realisasi kegiatan dinas.
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana yang dimaksud diatas, Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai fungsi :
- Pelaksanaan kebijakan teknis sub bagian; - Pelaksanaan kegiatan;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup sub bagian ;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 8
- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan sebagia berikut:
- Melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan dinas;
- Memberikan saran/pertimbangan dalam rangka perbaikan program/kegiatan dimasa yang akan datang;
- Menyusun dan membuat Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP);
- Menyiapkan laporan berkala bulanan, triwulan dan tahunan;
- Melakukan inventarisasi terhadap permasalahan-permasalahan yang menghambat pelaksanaan tugas dan fungsi dinas dan memberikan solusi pemecahannya;
- Melakukan monitoring, evaluasi serta pelaporan program kerja dan kegiatan;
- Melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan hasil pelaksanaan program dan kegiatan dinas;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
3. Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan
Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan mempunyai tugas pokok menyusun bahan kebijaksanaan teknis perencanaan tata ruang dan tata bangunan sesuai dengan ketepatan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK).
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan mempunyai fungsi :
- Penyusunan kebijakan teknis bidang;
- Penyelenggaraan program dan kegiatan bidang;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan kepala seksi dalam lingkup bidang;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 9
- Penyelenggaraan evaluasi program dan kegiatan kepala seksi dalam lingkup bidang;
- Pelaksanaan lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi. Rincian tugas Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan sebagai berikut :
- Membuat program kerja bidang berdasarkan rencana kerja masing-masing seksi;
- Mengatur, mendistribusikan, dan mengkoordinasikan tugas bawahan; - Memberikan petunjuk, bimbingan teknis, dan pengawasan bawahan; - Memeriksa hasil kerja bawahan;
- Menyusun rancangan tata ruang dan bangunan skala kota; - Melaksanakan perencanaan bidang tata ruang dan bangunan; - Melaksanakan pengaturan dan pengendalian pemanfaatan ruang;
- Merumuskan kebijakan teknis rencana peletakan (site plan) dan rencana khusus pusat kota, daerah pertokoan, daerah perdagangan, pusat lingkungan, daerah industri, dan bangunan-bangunan lainnya yang dapat mempengaruhi ketertiban dan keindahan kota;
- Merumuskan kebijaksanaan teknis rencana kapling dan tiap pengguna tanah dan garis besar bentuk bangunan termasuk rencana jalan. Rolling, saluran air, hujan, jalur hijau, dan garis bangunan;
- Menyusun rencana dan program dalam melaksanakan kegiatan pengumpulan dan analisa data serta melaksanakan study dalam hubungannya dengan perencanaan dan pengembangan kota;
- Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan instansi terkait;
- Menginventarisasi permasalahan-permasalahan dan menyiapkan data/bahan pemecahan masalah sesuai bidang tugasnya;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
3.1. Kepala Seksi Penataan Ruang dan Bangunan Gedung mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan tata ruang dan bangunan gedung, arsitekturasi, informasi tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan.
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 10
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Seksi Penataan Ruang dan Bangunan Gedung mempunyai fungsi :
- Penyusunan program dan kegiatan seksi; - Pelaksanaan program dan kegiatan seksi;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas Kepala Seksi Penataan Ruang dan Bangunan Gedung sebagai berikut :
- Menyiapkan rencana kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan program bidang;
- Menyusun laporan hasil kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan;
- Mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas bawahan;
- Memberikan petunjuk, bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan;
- Melaksanakan pengaturan, pengawasan dan pengendalian terhadap perencanaan bangunan serta peruntukannya;
- Melaksanakan pemantuan dan pengawasan terhadap pelaksanaan bangunan yang menyimpang dari Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) serta ketentuan yang berkaitan dengan penetapan ruang; - Memberikan rekomendasi izin mendirikan bangunan serta kegiatan
pembangunan lanjutan;
- Menyusun dan menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK);
- Menyusun dan menetapkan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota;
- Menetapkan rencana detail tata ruang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK);
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 11
- Melaksanakan pengawasan dan pemeliharaan terhadap bangunan yang bersejarah untuk menjaga kelestarian histories;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
3.2. Kepala Seksi Pelayanan dan Pemanfataan Ruang mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis dalam pemberian pelayanan dan pemanfaatan ruang serta penyusunan rencana penyelenggaraan dan informasi tata ruang.
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Seksi Pelayanan dan Pemanfaatan Ruang mempunyai fungsi :
- Penyusunan program dan kegiatan seksi; - Pelaksanaan program dan kegiatan seksi;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas Kepala Seksi Pelayanan dan Pemanfaatan Ruang sebagai berikut :
- Menyiapkan rencana kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan program bidang;
- Menyusun laporan hasil kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan;
- Mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas bawahan;
- Memberi petunjuk, bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan;
- Melaksanakan sosialisasi Norma Standar Prosedur dan Kebijakan (NSPK) dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang penataan ruang;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 12
- Melaksanakan pengembangan system informasi dan komunikasi penataan ruang kota;
- Melaksanakan penyebar luasan informasi penataan ruang kepada masyarakat;
- Meningkatkan pengembangan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat;
- Melaksanakan penyusunan program dan penganggaran di bidang penataan ruang
- Melaksanakan pemanfaatan kawasan strategis kota;
- Melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK);
- Melaksanakan pemanfaatan investasi di kawasan strategis kota, bekerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha;
- Melaksanakan pemanfaatan kawasan andalan sebagai bagian Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK);
- Melaksanakan pembangunan sesuai program pemanfaatan ruang wilayah kota dan kawasan strategis;
- Menetapkan penataan ruang perairan sampai dengan 4 (empat) mil dari garis pantai;
- Menetapkan criteria penetapan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah dalam rangka penyelenggaraan penataan ruang; - Melaksanakan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah dan kawasan
strategis;
- Memberikan dan membatalkan izin pemanfaatan ruang wilayah dan kawasan strategis;
- Menetapkan peraturan daerah zonasi sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang;
- Melaksanakan pemetaan kota atas rencana terperinci kota, menyediakan/mengusahakan peta udara/topografi dan peta wilayah kelurahan dan kecamatan;
- Membuat patok batas rencana rekreasi dan rencana lain sehubungan dengan rencana tata ruang;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 13
- Melaksanakan produksi peta tanah (konsolidasi) peta bangunan dan peta banjir;
- Menyiapkan dokumentasi berupa foto-foto slide, rekaman, dan alat peraga lainnya;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
4. Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman
Kepala Bidang Perumahan Permukiman mempunyai tugas pokok merumuskan dan mengkoordinasikan kebijakan teknis dalam penataan perumahan dan permukiman.
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman mempunyai fungsi :
- Penyusunan kebijakan teknis bidang;
- Penyelenggaraan program dan kegiatan bidang;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan kepala seksi dalam lingkup bidang;
- Penyelenggaraan evaluasi program dan kegiatan kepala seksi dalam lingkup bidang;
- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi. Rincian tugas Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman sebagai berikut :
- Membuat program kerja bidang berdasarkan rencana kerja masing-masing seksi;
- Mengatur, mendistribusikan, dan mengkoordinasikan tugas bawahan; - Memberikan petunjuk, bimbingan teknis dan pengawasan bawahan; - Memeriksa hasil kerja bawahan;
- Melaksanakan pengkajian terhadap kebutuhan perumahan dan permukiman; - Menyusun rencana pengembangan kawasan perumahan dan permukiman
dalam pengembangan kapasitas kota;
- Menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, baik BUMN, BUMD, perorangan maupun swasta yang bergerak di bidang usaha industri bahan bangunan,
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 14
industri komponen bangunan, konsultan, kontraktor, dan pengembang kawasan perumahan dan permukiman dalam rangka meningkatkan upaya pengembangan pembangunan perumahan dan permukiman;
- Melakukan inventarisasi terhadap pelaksanaan pembangunan perumahan dan permukiman;
- Menyediakan data dan informasi pembangunan, penyediaan serta kemudian masyarakat dalam memperoleh rumah;
- Memfasilitasi PNS yang belum memiliki rumah tempat tinggal;
- Menyusun rencana pengembangan wilayah perumahan dan permukiman berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK);
- Menyusun rencana pemetaan pengembangan perumahan dan permukiman; - Melakukan inventarisasi kebutuhan saran dan prasarana perumahan dan
permukiman;
- Memfasilitasi percepatan pembangunan perumahan;
- Melakukan fasilitasi pengembangan sarana dan prasarana dan fasilitas umum kawasan perumahan dan permukiman dengan Dinas Pekerjaan Umum;
- Melaksanakan pembangunan rumah untuk korban bencana di daerah;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
4.1. Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Permukiman, mempunyai tugas pokok menyediakan bahan dan melaksanakan perencanaan, pengawasan, pemeliharaan dan pengembangan dalam rangka peningkatan dan perbaikan kualitas permukiman.
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana diatas, Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Permukiman mempunyai fungsi :
- Penyusunan program dan kegiatan seksi; - Pelaksanaan program dan kegiatan seksi;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan pejabat fungsional dalam lingkup seksi;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 15
- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Permukiman sebagai berikut :
- Menyiapkan rencana kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan program bidang;
- Menyusun laporan hasil kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan;
- Mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas bawahan;
- Memberikan petunjuk, bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan;
- Menyelenggarakan penanganan kawasan kumuh perkotaan;
- Melaksanakan pengolahan/perumahan dan perbaikan permukiman kumuh/melayani;
- Melaksanakan pengawasan dan pengendalian permukiman kumuh; - Melaksanakan evaluasi pelaksanaan program penanganan pemukiman
kumuh;
- Menyusun rencana perbaikan/peningkatan dan pengembangan kualitas kawasan perumahan dan permukiman masyarakat;
- Melakukan inventarisasi terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan lingkungan perumahan dan permukiman untuk diadakan perbaikan;
- Melakukan berbaikan dalam kawasan perumahan dan permukiman meliputi : perbaikan jalan lingkungan dan setapak dengan lebar maksimal 4 meter dan perbaikan salauran air dengan ukuran dibawah 50 CM;
- Memfasilitasi dan mengkoordinaskan perbaikan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman dengan Dinas Pekerjaan Umum (perbaikan melebihi ukuran point K);
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 16
- Mengkoordinasikan perbaikan dan pemeliharaan srana dan prasarana jalan lingkungan dan sepetak saluran air hujan sanitasi/jamban keluarga dan tempat penempungan sampah dan;
- Membuat laporan hasil pelakasanan tugas dan memberi saran pertimbangan kepada pempinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
4.2. Kepala Seksi Pengembangan Kawasan Perumahan, mempunyai tugas pokok menyusun rencana pengembangan kawasan perumahan dan permukiman dan kawasan khusus dan tertentu
Dalam menyelanggarakan tugas di atas,Kepala Seksi pengembangan kawasan perumahan mempunyai fungsi ;
- Penyusunan program dan kegiatan seksi; - Pelaksanaan program dan kegiatan seksi;
- Pembinaan, pengkoordinasian,pengendalian dan pengawasan program dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan tugas lain yang diberi pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas kepala seksi pengembangan kawasan perumahan sebagai berikut :
- Menyiapkan rencana kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan program bidang;
- Menyusun laporan hasil kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan;
- Mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas bawahan;
- Memberikan petunjuk bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan;
- Mempersiapkan rencana pengembangan kawasan perumahan Strategi pengembangan kawasan siap bangun dan lingkungan siap bangun (Kasiba/Lisiba);
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 17
- Melaksanakan pengaturan pembangunan dan pengawasan terhadap kawasan perumahan, kawasan Siap bangun dan lingkungan siap bangun;
- Melaksanakan penetapan izin lokasi Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
5. Kepala Bidang Pengawasan Bangunan
Kepala Bidang Pengawasan Bangunan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengawasan terhadap perencanaan, pelaksanaan serta permanfaatan bangunan dalam kota sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam menyelenggarakan tugas diatas , Kepala Bidang Pengawasan Bangunan mempunyai fungsi :
- Penyusunan kebijakan teknis bidang;
- Penyelenggaraan program dan kegiatan bidang;
- Pembinaan, pengkoordinasikan, pengedalian, pengawasan program dan kegiatan kepala seksi dalam lingkup bidang;
- Penyelenggaraan evaluasi program dan kegiatan kepala seksi dalam lingkup bidang;
- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi. Rincian tugas Kepala Bidang Pengawasan Bangunan sebagai berikut ;
- Membuat program kerja bidang berdasarkan rencana kerja masing-masing seksi;
- Mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas bawahan; - Memberikan pentunjuk , bimbingan teknis dan pengawasan bawahan; - Memeriksa hasil kerja bawahan;
- Menyusun perencanaan dalam rangka pengawasan dan penerbitan bangunan; - Mengkoordinasikan rekomendasi izin mendirikan bangunanan;
- Melakukan identifikasi kesesuaian bangunan dan pemanfaatan terhadap ketentuan-ketentuan yang berlaku;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 18
- Melaksanakan pengawasan terhadap bangunan yang melanggar ketentuan yang berlaku;
- Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka mendukung kelancaran pengawasan bangunan;
- Melakukan inventarisasi permasalahan yang menganggu kelancaran pelaksanaan tugas dan memberikan solusi pemecahan;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran pertimbangan kepada pimpinan tugas pokok dan fungsi.
5.1. Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Bangunan, mempunyai tugas pokok melaksanakan identifikasi, meneliti dan melaksanakan pengawasan bangunan.
Dalam menyelenggarakan tugas tersebut diatas, Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Bangunan mempunyai fungsi :
- Penyusunan program dan kegiatan seksi; - Pelaksanaan program dan kegiatan seksi;
- Pembinaan pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Bangunan sebagai berikut :
- Menyiapkan rencana kegiatan seksi sebagia bahan penyusunan program bidang;
- Menyusun laporan hasil kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan;
- Mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas bawahan;
- Melaksanakan pemeriksaan dan penelitian rencana teknis perubahan pengbongkaran dan pendirian bangunan baru;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 19
- Melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan dan pemanfaatan bangunan;
- Melaksanakan pencegahan dan penertiban bangunan yang menyimpan dari syarat teknis konstruksi;
- Menerbitkan kegiatan pemanfaatan lokasi dan pembangunan secara illegal atau menyimpan dari izin yang telah dikeluarkan;
- Melaksanakan inventarisasi bangunan yang belum mempunyai izin lokasi dan izin mendirikan bangunan;
- Menyiapkan bahan perumusan kebijaksanaan tentang pengendalian terhadap penataan kota yang ditentukan dalam rencana terperinci kota dan menetapkan garis sempadannya;
- Menyiapkan bahan perumusan kebijakan dibidang pengendalian tata letak sesuai rencana kawasan mikro, detail struktur dan teknis arsitektur bangunan;
- Melaksanakan pengendalian tata letak bangunan dan penggunaan tanah struktur dan teknis arsitektur bangunan;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
5.2. Kepala Seksi Perizinan Lokasi Bangunan, mempunyai tugas pokok mengelola urusan perizinan lokasi dan izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dalam menyelenggarakan tugas diatas, Kepala Seksi Perizinan Lokasi Bangunan mempunyai fungsi
- Melaksanakan program dan kegiatan seksi; - Pelaksanaan program dan kegiatan seksi;
- Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup seksi;
- Pelaksanaan tugas lain yang di berikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas Kepala Seksi Pelaporan sebagai berikut :
- Menyiapkan rencana kegiatan seksi sebagai bahan penyusunan program bidang;
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 20
- Menyusun laporan hasil kegiatan sekIsi sebagai bahan penyusunaan laporan hasil kegiatan bidang;
- Mengatur, mendistirbusikan dan mengkoordinaskan pelaksanaan tugas bawahan;
- Memberikan petunjuk, bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan;
- Melaksanakan pengelolaan dan perizinan lokasi bangunan (IMB);
- Melaksanakan pengaturan, pengawasan dan perizinan dan rehabilitasi bangunan;
- Melaksanakan sosialisasi tata cara dan mekanisme perizinan bangunan; - Membuat laporan berkala tentang pengelolaan izin lokasi dan izin
mendirikan bangunan;
- Mengkoordinasikan pelaksanaan pendirian bangunan dengan kantor pelayanan perizinan;
- Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan meberi saran pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
6. UPTD Penerangan Jalan Umum
Susunan organisasi UPTD Penerangan Jalan Umum terdiri dari :
6.1. Kepala UPTD
Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut diatas, kepala UPTD Penerangan Jalan Umum mempunyai fungsi :
- Perumusan kebijakan teknis dalam pengelolaan dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum;
- Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan bidang penataan kota;
- Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang pemeliharaan dan pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU);
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 21
- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan Kepala Dinas sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum sebagai berikut :
- membuat rencana program/kegiatan UPTD;
- mengatur, mendistribusikan, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas bawahan;
- memberi petunjuk, bimbingan teknis dan pengawasan kepada bawahan; - menyusun rencana pengadaan sarana dan prasarana penerangan jalan
umum;
- melaksanakan pemeliharaan dan pengawasan lampu penerangan jalan umum;
- menyusun dan mengusulkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) UPTD Penerangan Jalan Umum (PJU) kepada Dinas;
- menyusun program pelaksanaan pemantauan dan pengawasan Penerangan Jalan Umum (PJU) termasuk Lampu Hias dan Lampu Taman Kota;
- mengkoordinasikan pemantauan terhadap kondisi dan daya fungsi Penerangan Jalan Umum dengan instansi terkait;
- mengkoordinasikan pelaksanaan pencatatan meteran Penerangan Jalan Umum dengan pihal PLN;
- melaksanakan evaluasi terhadap gangguan dan kerusakan terhadap Penerangan Jalan Umum;
- mencatat pengaduan dan pelaporan masyarakat untuk ditindak lanjuti; - melaksanakan perbaikan, penggantian dan pemasangan terhadap
instalasi Penerangan Jalan Umum (PJU);
- melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam hal pengembangan lampu penerangan jalan;
- melaksanakan pembekuan/evaluasi pemakaian dan penggantian alat-alat Penerangan Jalan Umum;
- membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 22
6.2. Sub Bagian Tata Usaha
Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan ketatausahaan meliputi urusan kepegawaian, perlengkapan dan urusan rumah tangga.
Dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut diatas, Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi :
- perumusan kebijakan teknis administrasi umum, kepegawaian, keuangan, perencanaan dan evaluasi serta pelaporan;
- pemberian dukungan atas penyelenggaraan urusan administrasi umum, kepegawaian, perencanaan dan pengelolaan keuangan;
- pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan;
- pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Rincian tugas Kepala Sub Bagian Tata Usaha, sebagai berikut :
- melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan, administrasi dan pembuatan laporan;
- melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian meliputi pembuatan dan penanganan absen;
- melaksanakan pengawasan dan pengendalian urusan rumah tangga, kebersihan dan keamanan kantor;
- menyusun rencana pengadaan sarana dan prasarana Penerangan Jalan Umum;
- melaksanakan penatausahaan pengadaan barang dan penyaluran terhadap sarana dan prasarana lampu penerangan jalan;
- membuat laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.
Berdasarkan Peraturan Walikota Parepare Nomor 37 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Walikota Parepare Nomor 11 Tahun 2011 Tanggal 2 Februari 2011 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, serta
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 23
berdasarkan Peraturan Walikota Parepare Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Walikota Parepare Nomor 25 Tahun 2011 Tanggal 4 februari 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan di Lingkungan Pemerintah Kota Parepare, susunan organisasi Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare terdiri atas :
a. Kepala Dinas b. Sekretariat
1. Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian 2. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
3. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan c. Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan
1. Seksi Penataan Ruang dan Bangunan Gedung 2. Seksi Pelaksanaan dan Pemanfaatan Ruang d. Bidang Perumahan Permukiman
1. Seksi Peningkatan Kualitas Permukiman 2. Seksi Pengembangan Kawasan Perumahan e. Bidang Pengawasan Bangunan
1. Seksi Pengawasan dan Penertiban Bangunan 2. Seksi Perizinan Lokasi Bangunan
f. Kelompok Jabatan Fungsional
g. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penerangan Jalan Umum
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 24
STRUKTUR ORGANISASI DINAS TATA RUANG DAN PENGAWASAN
BANGUNAN KOTA PAREPARE
UPTD PJU KEPALA BIDANG TATA RUANG DAN TATA BANGUNAN KEPALA BIDANG PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KEPALA BIDANG PENGAWASAN BANGUNAN KEPALA SEKSI PENATAAN RUANG DAN BANGUNAN GEDUNG KEPALA SEKSI PELAYANAN DAN PEMANFAATAN RUANG KEPALA SEKSI PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN KEPALA SEKSI PENGAWASAN DAN PENERTIBAN BANGUNAN KEPALA SEKSI PERIZINAN LOKASI BANGUNAN KEPALA DINAS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KASUBAG ADMINISTRASI UMUM & KEPEGAWAIAN KASUBAG PERENCANAAN & KEUANGAN
KASUBAG EVALUASI & PELAPORAN
SEKRETARIS
KASUBAG TATA USAHA
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 25
a. SUMBER DAYA SKPD
i. Sumberdaya Manusia Aparatur
Susunan Komposisi pegawai yang dimiliki oleh Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare berdasarkan pangkat/golongan dan tingkat pendididikan dapat dilihat pada table 2.1 dan table 2.2 sebagai berikut :
Tabel 2.1 : Komposisi Pegawai Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare berdasarkan pangkat/Golongan
No Pangkat/Golongan a b c d Jumlah Laki-laki Perempuan
1 Golongan IV 2 2 - - 4 orang 4 orang -
2 Golongan III 11 12 5 4 32 orang 22 orang 10 orang
3 Golongan II 1 6 - 2 9 orang 6 orang 3 orang
4 Golongan I - - - -
5 Tenaga PTT - - - - 6 orang 5 orang 1 orang
6 Tenaga Sukarela - - - - 29 orang 9 orang 20 orang
Jumlah 80 orang 46 orang 34 orang
Berdasarkan tabel diatas, komposisi pegawai terdiri dari pegawai golongan I Tidak ada (0%), golongan II sebanyak 9 orang (10,00%), golongan III sebanyak 32 orang (40 %), golongan IV sebanyak 4 orang (5 %), Tenaga PTT sebanyak 6 orang (7,5 %) dan Tenaga Sukarela sebanyak 29 orang (36,2).
Tabel 2.2 : Komposisi Pegawai Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare berdasarkan Tingkat Pendidikan.
No Tingkat Pendidikan Jumlah Laki-laki Perempuan
1 Pasca Sarjana/S2 8 orang 5 orang 3 orang
2 Sarjana/S1 30 orang 19 orang 11 orang
3 Sarjana Muda/Diploma III 2 orang 1 orang 1 orang
4 SLTA 40 orang 13 orang 27 orang
5 SLTP - - -
6 SD - - -
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 26
Data pada tabel diatas, menunjukkan bahwa tingkat pendidikan pegawai Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare didominasi sarjana 30 orang (37,5%), SLTA sebanyak 40 orang (50,00%), Pasca Sarjana sebanyak 8 orang (10,00%), Sarjana Muda/Diploma III sebanyak 2 orang (2,5%).
Pegawai/Aparatur Pemerintah merupakan nukleus organisasi yang menempati posisi strategis dan peran dominan dalam membawa Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare untuk mencapai tujuannya. Tujuan Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan hanya akan terwujud apabila didukung oleh aparatur yang handal dan professional (Sarjana sebanyak 61,33%). Demikian penting dan strategisnya peran pegawai/aparatur ini menuntut diselenggarakannya manajemen sumber daya manusia secara baik, tepat dan terarah, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan efektifitas Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan. Tanpa itu semua pegawai justru dapat menjadi sumber penyebab terjadinya pemborosan dan inefisiensi, dan sangat sulit untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pada Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan terdapat pula Tenaga PTT dan Tenaga Sukarela yaitu Tenaga PTT sebanyak 6 orang (perempuan 1 orang dan laki 5 orang) dan Tenaga Sukarela sebanyak 7 orang (perempuan 3 orang dan laki-laki 4 orang). Dan pada UPTD PJU terdapat tenaga sukarela sebanyak 22 orang yang terdiri dari perempuan 6 orang dan laki-laki 16 orang.
i. Sarana dan Prasarana Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan
Perlengkapan kantor berupa sarana dan prasarana yang memadai secara kualitas maupun kuantitas, diperlukan sebagai unsur pendukung bagi kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare, sarana dan prasarana itu meliputi bangunan gedung kantor, alat komunikasi, alat transportasi, computer dan lain-lain.
Saat ini Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. Data peralatan dan perlengkapan kantor yang dimiliki Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan dapat dilihat tabel 2.3.
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 27
Tabel 2.3. Sarana dan Prasarana Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan
No. Jenis Asset Jumlah Kondisi
Baik Rusak
A. Gedung
1 Kantor Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan
1 Unit -
2 Kantor UPTD Penerangan Jalan Umum 1 Unit -
B. Alat-Alat Kantor
1 AC Organix 11 Unit 8 unit 3 unit
2 Brankas 1 Buah 1 unit -
3 Bor dan Mata Bor 1 Buah 1 unit -
4 Chain Saw 1 Buah - 1 Buah
5 Compressor 1 Unit 1 Unit -
6 Dudukan Solder, Penghisap Timah 1 Set 1 Set -
7 Komputer 15 Set 7 Set 8 Set
8 Aplikasi SMS Center (PJU) 1 KB 1 KB -
9 Modem SMS Gateway Wavecom 1 Buah 1 Buah -
10 Dispenser 2 Buah 1 Buah 1 Buah
11 Faximile KX-FT983 1 buah 1 Buah -
12 Filling Cabinet 5 Buah 4 Buah 1 Buah
13 Genset 1 Buah 1 Buah -
14 Handycam 1 Unit - 1 Unit
15 Helm Kerja dan Safety Belt 15 Buah 15 Buah -
16 Kamera 6 Unit 1 Buah 5 Buah
17 Kipas Angin 10 Unit 8 Buah 2 Buah
18 Kulkas 1 Unit 1 Unit -
19 Kursi 130 Buah 67 Bh 63 Bh
20 Laptop 6 Buah 4 Buah 2 Buah
21 Las 1 Buah 1 Buah -
22 LCD TRD Sc35 1 Buah 1 Buah -
23 Lemari 15 Buah 9 Buah 6 Buah
24 Meja Kerja 67 Buah 51 Buah 16 Bh
25 Mobil 4 Unit 3 Unit 1 Unit
26 Motor 19 Unit 16 Unit 3 Unit
27 Neon Box 7 Buah 7 Buah -
28 Pakaian Kerja Lapangan 30 Psg - 30 Psg
29 Printer 13 Buah 5 Buah 8 Buah
30 Rak 3 Buah - 3 Buah
31 Senter Kepala 6 Buah 2 Buah 4 Buah
32 Sofa dan Meja Tamu 4 Set 3 Set 1 Set
33 Tangga Aluminium 6 Buah 3 Buah 3 Buah
34 Telepon 1 Buah - 1 Buah
35 Telepon PABX (1 Set) 1 Set 1 Set -
36 Televisi 5 Unit 4 Unit 1 Unit
37 Tool Set 8 Unit 2 Unit 6 Unit
38 Unit Power Standby 17 Unit 7 Unit 10 Unit
39 Wireless Sound System 1 Unit 1 Unit -
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 28
a. KINERJA PELAYANAN SKPD
2.3.1 Urusan Perumahan
2.3.1.1. Lingkungan Pemukiman Kumuh
Di Kota Parepare nampaknya masih terdapat lingkungan perumahan kumuh. Pada tahun 2010 luas lingkungan kumuh 31,09 ha dan pada tahun 2011 menurun menjadi 17,75ha, namun pada tahun 2012 meningkat lagi menjadi 27,40ha. Penambahan luasan tahun 2011 ke 2012 diakibatkan oleh pelaksanaan up dating lingkungan kumuh, dimana pada tahun 2011 pendataan dilakukan berdasarkan titik-titik kumuh Kota Parepare, namun ada perubahan permintaan dari kementerian sehingga pada tahun 2012 dilakukan pendataan berdasarkan lingkungan kumuh, sehingga terjadi perbedaan luasan. Upaya pemerintah untuk menurunkan persentase pemukiman kumuh masih tetap menjadi perhatian dan akan dilaksakan secara bertahap dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.
Tabel 2.4 Lingkungan Pemukiman Kumuh Kota Parepare Tahun 2008-2012
NO BIDANG / URUSAN SATUAN TAHUN
2008 2009 2010 2011 2012 1 Luas Lingkungan Pemukiman Kumuh ha - - 31,09 17,75 27,40 2 Luas Wlayah ha - - 9.933 9.933 9.933 Lingkungan pemukiman kumuh % - - 0,31 0,18 0,28
Sumber : Dinas Tata Ruang, Tahun 2013
2.3.1.2 Rumah Layak Huni
Pertumbuhan jumlah penduduk yang tiap tahunnya semakin bertambah dan semakin meningkatnya sektor-sektor usaha di perkotaan, mengakibatkan kebutuhan suatu tempat hunian yang lebih layak semakin sulit. Berdasarkan Tabel 2.54 jumlah rumah Kota Parepare semakin bertambah dari tahun ke tahun. Namun untuk rumah yang tidak layak huni belum teridentifikasi dari tahun 2008 s.d 2011 sehingga pada tahun 2012 dilakukan pendataan rumah tidak layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 29
Berdasarkan pendataan rumah kurang/tidak layak huni tahun 2012 tersebut sebanyak 3.375 unit rumah yang masuk kategori rumah tidak layak huni dari masyarakat penghasilan rendah yang tersebar di 22 kelurahan.
Tabel 2.5
Rumah Layak Huni Kota Parepare Tahun 2008-2012
NO BIDANG / URUSAN SATUAN
TAHUN
2008 2009 2010 2011 2012
1 Jumlah rumah layak
huni unit - - - - 29.416
2 Jumlah rumah tidak
layak huni unit - - - - 3.375
3 Jumlah seluruh rumah unit - - 28.789 29.719 31.172
Rumah layak huni % 94,37
Sumber : Dinas Tata Ruang, Tahun 2013
Rumah layak huni yang terdata tahun 2012 tersebut akan ditangani secara bertahap melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui Kementerian Perumahan Rakyat, atau melalui anggaran Dinas Tata Ruang dan Perumahan dan Pemukiman Propinsi Sulawesi Selatan maupun melalui APBD Kota Parepare.
2.3.2 Penataan Ruang
2.3.2.1 Rasio bangunan ber-IMB per satuan bangunan
Jumlah bangunan di Kota Parepare selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan setiap tahun. Jumlah bangunan yang memperoleh IMB juga memperlihatkan peningkatan setiap tahun, namun jumlah ini merupakan IMB bangunan baru. Tahun 2008 jumlah bangunan berIMB sebanyak 3.817 unit dan terus mengalami peningkatan sehingga tahun 2012 mencapai 8.449 unit. Ada peningkatan rata-rata 82% dalam kurun waktu 2008-2012. Penambahan ini menunjukkan semakin meningkatnya pembangunan di Kota Parepare dari tahun ke tahun.
Walaupun demikian masih banyak bangunan-bangunan yang belum memiliki IMB. Peningkatan rasio bangunan berIMB disebabkan oleh semakin bertambahnya
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 30
jumlah bangunan baru di Kota Parepare. Bangunan yang tidak memiliki IMB ini sebenarnya adalah bangunan-bangunan lama/tua sehingga perlu ada langkah kongkrit dalam menertibkan bangunan-bangunan tanpa IMB tersebut. Berdasarkan Perwali No. 47 Tahun 2013 tentang Izin Mendirikan Bangunan dimana salah satu pasalnya adalah tentang pemutihan IMB, yang sebelumnya perlu dilakukan inventarisasi kembali bangunan yang ada di Kota Parepare untuk mengetahui usia bangunan yang belum memiliki IMB tersebut. Disamping itu diperlukan juga peningkatan kesadaran masyarakat untuk menyadari pentingnya izin mendirikan bangunan.
Tabel 2.6
Rasio bangunan ber-IMB per 100 bangunan Kota Parepare Tahun 2008-2012
NO BIDANG /
URUSAN SATUAN
TAHUN
2008 2009 2010 2011 2012
1 Jumlah bangunan
ber IMB unit 3.817 4.732 5.887 6.996 8.449
2 Jumlah Bangunan unit 26.719 27.634 28.789 29.719 31.172 3 Tidak Memiliki IMB unit 22.902 22.902 22.902 22.723 22.723 Sumber : Dinas Tata Ruang, Tahun 2013
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 31
Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan
Kota Parepare
No Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD
Target SPM
Targe t IKK
Target
Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun
ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Indikator
Lainnya 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Rasio rumah layak huni
per 1.000 penduduk 227,2 5 234, 10 241, 28 248, 63 255, 79 227, 25 234, 10 241, 28 248, 63 255, 79 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 2 Persentase lingkungan permukiman kumuh 0,25 % 0,23 % 0,20 % 0,18 % 0,15 % 0,25 % 0,23 % 0,20 % 0,18 % 0,15 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3 Rasio bangunan ber-IMB
persatuan bangunan 34,03 37,1 3 40,0 3 42,7 4 45,2 9 34,0 3 37,1 3 40,0 3 42,7 4 45,2 9 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 4 Ketaatan terhadap RTRW
SPM Bidang Penataan Ruang 5 Tersedianya informasi
mengenai rencana tata ruang (RTR) wilayah kab/kota beserta rencana rincinya melalui peta analog dan peta digital
100% 66,67 % 66,6 7 % 66,6 7 % 66,6 7 % 100 % - - - - 33% 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 6 Terlaksananya penjaringan aspirasi masyarakat melalui forum konsultasi publik yang memenuhi syarat insklusif dalam proses penyusunan RTR dan program pemanfaatan ruang. 100% 100% 100 % 100 % 100 % 100 % - - - - 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 32 dalam pengurusan izin
pemanfaatan ruang sesuai dengan Peraturan Daerah tentang RTR wilayah kab/kota beserta rencana rincinya % % % % % % % % % % 8 Terlaksananya tindakan awal terhadap pengaduan masyarakat tentang pelanggaran di bidang penataan ruang
100% 100% 100 % 100 % 100 % 100 % - - - 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 34 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Pekerjaan
Umum
Dalam rangka meningkatkan peran Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti telah diuraikan, maka perlu disusun strategi yang sesuia dengan visi misi RPJMD Kota Parepare Tahun 2013-2018, serta berpedoman kepada aturan-aturan yang berlaku, maka tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan selama 5 (lima) tahun kedepan dapat digambarkan seperti di bawah ini dalam pencapaian visi dan misi Dinas.
2.4.1 Tantangan
Belum optimalnya kapasitas Sumberdaya Manusia (SDM) Penataan Ruang dan penempatan SDM aparatur
Belum adanya basis data yang terpadu pada masing-masing bidang yang ditangani system informasi penataan ruang
Belum optimalnya pengelolaan penyediaan penerangan lampu jalan.
Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pemanfaatan dan pengendaliaan ruang.
Terjadinya perubahan peraturan perundang-undangan terkait dengan tugas Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan
2.4.2 Peluang
Adanya tuntutan penyelenggaraan good governance yang efektif untuk
mengimbangi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pembangunan
Adanya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang menjadi acuan dalam upaya untuk lebih mengefektifkan fungsi penataan ruang sebagai pendekatan strategis dalam pembangunan yang bertujuan untuk
Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Parepare | II - 35
Telah diperdakannya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Parepare sehingga harus menjadi acuan dalam pembangunan, dan pemanfaatan ruang sesuai RTRW menjadi hal yang mutlak sehingga perkembangan wilayah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Banyaknya pusat pendidikan, penelitian dan pengembangan IPTEK yang dapat dimanfaatkan untuk menjalin kemitraan bagi pengembangan profesionalisme
Terbukanya kesempatan mengikuti pendidikan formal dan informal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersedia
Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi sangat menunjang dalam penyusunan database yang menjadi dasar dalam perencanaan penataan ruang.