• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan Januari 2014 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 1,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,14. Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2014 sebesar 1,26 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 6,55 persen.

 Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran yaitu kelompok kesehatan 4,24 persen; kelompok bahan makanan 2,47 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,44 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,75 persen, kelompok sandang 0,72 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,28 persen.

 Komponen inti pada Januari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,60 persen, komponen volatile inflasi sebesar 0,44 persen, dan komponen administratif inflasi sebesar 0,21 persen.

 Komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan Januari 2014 antara lain: mobil, bahan bakar rumahtangga, obat dengan resep, shampo, daging ayam ras, cabai rawit, bayam, dan pepes. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: telur ayam ras, tahu mentah, bawang merah, dan tarif angkutan udara.

 Dari 82 kota tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,79 persen dan terendah di Pontianak 0,04 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong 0,17 persen dan terendah di Manokwari 0,07 persen.

 Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-28 dari 78kota yang mengalami inflasi.

No. 06/02/51/Th. XIV, 3 Februari 2014

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JANUARI 2014 KOTA DENPASAR INFLASI 1,26 PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya didaerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahantersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang

(2)

Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Paket komoditas Kota Denpasar hasil SBH 2012 terdiri dari 398 komoditas yang terdiri dari 316 komoditas kelompok inti, 17 komoditas kelompok harga yang diatur pemerintah, dan 17 komoditas kelompok harga yang bergejolak. Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pada bulan Januari 2014 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 1,26 persen. Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2014 sebesar 1,26 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 6,55 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran yaitu kelompok kesehatan 4,24 persen; kelompok bahan makanan 2,47 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,44 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,75 persen, kelompok sandang 0,72 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,28 persen.

Komoditas yang mengalami peningkatan harga antara mobil, bahan bakar rumahtangga, obat dengan resep, shampo, daging ayam ras, cabai rawit, bayam, dan pepes.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: telur ayam ras, tahu mentah, bawang merah, dan tarif angkutan udara.

Pada bulan Januari 2014 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kelompok bahan makanan 0,4652 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,2262 persen; kelompok kesehatan 0,2412 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,1965 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0667 persen; kelompok sandang 0,0381 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga 0,0251 persen.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Denpasar Januari 2012 Januari 2014

0,90

1,41

(3)

Tabel 1

Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Denpasar Januari 2014

Kelompok Pengeluaran Andil

Inflasi

(1) (2)

Umum 1,2590

1. Bahan Makanan 0,4652

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,2262 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,1965

4. Sandang 0,0381

5. Kesehatan 0,2412

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0251

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,0667

Tabel 2

Laju Inflasi Kota Denpasar Januari 2014, Tahun Kalender Januari 2014, dan Januari 2014 Terhadap Desember 2013 menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2013 IHK Januari 2014 Laju Inflasi Januari 2013 *) Laju Inflasi Tahun 2013 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Umum 107,78 109,14 1,26 1,26 6,55 Bahan Makanan 112,76 115,55 2,47 2,47 8,64

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 107,90 109,45 1,44 1,44 6,80 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 105,90 106,69 0,75 0,75 4,84

Sandang 99,95 100,67 0,72 0,72 0,46

Kesehatan 102,70 107,05 4,24 4,24 5,99

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 105,76 106,06 0,28 0,28 3,36 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 110,52 110,90 0,34 0,34 10,19

*) Persentase perubahan IHK Januari 2014 terhadap bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Januari 2014 terhadap bulan Desember 2013 ***) Persentase perubahan IHK Januari 2014 terhadap bulan Januari 2013

Gambar 2

Laju Inflasi Kota Denpasar Bulan Januari Tahun 2014 Menurut Kelompok Pengeluaran

4.24 2.47 1.44 0.75 0.72 0.34 0.28 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00

(4)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender Januari 2014 sebesar 1,26

(Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 6,55 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2012 dan 2013 masing-masing sebesar 0,90 persen dan 1,41 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Januari 2012 terhadap Januari 2011 dan Januari 2013 terhadap Januari 2012 masing-masing sebesar 3,62 persen dan 5,23 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, dan Year on Year, di Kota Denpasar Tahun 2012 2014

Inflasi 2012 2013 2014

(1) (2) (3) (4)

1. Januari 0,90 1,41 1,26

2. Januari (Januari - Desember) 0,90 1,41 1,26

3. Januari (tahun n) terhadap Januari (tahun n-1) (Year on Year) 3,62 5,23 6,55

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2014 sebesar 115,55 dan bulan sebelumnya sebesar 112,76 sehingga mengalami inflasi sebesar 2,47 persen. Dari sebelas subkelompok yang termasuk di dalam kelompok ini, sepuluh subkelompok mengalami peningkatan indeks atau inflasi yaitu : subkelompok sayur-sayuran 9,82 persen; subkelompok ikan segar 5,81 persen; subkelompok bumbu-bumbuan 4,46 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 3,60 persen; subkelompok buah-buahan 2,62 persen; subkelompok ikan diawetkan 1,91 persen; subkelompok lemak dan minyak 1,53 persen; subkelompok kacang-kacangan 0,54 persen; subkelompok bahan makanan lainnya 0,52 persen; subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya 0,21 persen. Satu subkelompok lainnya yaitu subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya mengalami penurunan indeks/deflasi sebesar 0,89 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar di kelompok ini adalah : daginga ayam ras 0,0860 persen; cabai rawit 0,0673 persen; bayam 0,0400 persen; dan ikan kembung/gembung 0,0324 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar pada kelompok ini adalah : telur ayam ras 0,0258 persen; tehu mentah 0,0235 persen; serta bawang merah 0,0152 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,4652 persen.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Januari 2014 adalah sebesar 109,45 dan bulan sebelumnya sebesar 107,90 sehingga mengalami inflasi sebesar 1,44 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, semuanya mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok makanan jadi 1,17 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 1,29 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 2,61 persen.

Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi anatara lain: pepes 0,0457 persen; capcai 0,0309 persen; gula pasir 0,0274 persen; rokok kretek filter 0,0298 persen; serta rokok putih 0,0265

(5)

persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini adalah biskuit 0,0006 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2262 persen.

3.

Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Januari 2014 adalah 106,69 dan bulan sebelumnya 105,90 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,75 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok biaya tempat tinggal 0,19 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air 2,74 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,18 persen. Sedangkan satu subkelompok lainnya yaitu subkelompok perlengkapan rumahtangga mengalami penurunan indeks/deflasi sebesar 0,02 persen.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain : bahan bakar rumahtangga 0,1626 persen; keramik 0,0172 persen; tarif sewa rumah 0,0075 persen; kayu lapis 0,0040 persen; dan air conditioner (AC) 0,0037 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah kulkas/lemari es 0,0043 persen dan mesin cuci 0,0015 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1965 persen.

4.

Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Januari 2014 adalah sebesar 100,67 dan bulan sebelumnya 99,95 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,72 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini semua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok sandang laki-laki sebesar 1,10 persen; subkelompok sandang wanita 0,05 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,27 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya 1,54 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah emas perhiasan 0,0128 persen; sandal kulit 0,0070 persen; handuk 0,0063 persen; dan kaos kaki 0,0050 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0381 persen.

5.

Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Januari 2014 adalah sebesar 107,05 dan pada bulan sebelumnya sebesar 102,70 atau mengalami inflasi sebesar 4,24 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok obat-obatan 17,54 persen serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 3,51 persen Sedangkan dua subkelompok lainnya yaitu subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah obat dengan resep 0,1643 persen; shampo 0,0439 persen; dan pasta gigi 0,0118 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah vitamin 0,0005 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2412 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Januari 2014 adalah sebesar 106,06 dan pada bulan sebelumnya sebesar 105,76 atau mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,16 persen dan subkelompok

(6)

rekreasi 1,71 persen. Tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok pendidikan, subkelompok kursus-kursus/pelatihan, dan subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan indeks/ tetap.

Komoditas yang memberikan sumbangan/andil inflasi adalah surat kabar harian 0,0231 persen; kertas HVS 0,0013 persen; dan tabloid 0,0007 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah televisi berwarna 0,0006 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0251 persen.

7. Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi,dan jasa keuangan pada bulan Januari 2014 adalah sebesar 110,90 dan bulan sebelumnya sebesar 110,52 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,34 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok transpor inflasi 0,55 persen serta subkelompok sarana dan penunjang transpor deflasi 0,02 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya yaitu subkelompok komunikasi dan pengiriman serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas yang memberikan andil inflasi adalah mobil 0,0521 persen; sepeda motor 0,0312 persen; dan bensin 0,0076 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah tarif angkutan udara 0,0226 persen; tarif angkutan antar kota 0,0014 persen; dan helm 0,0002 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0667 persen.

Tabel 4

Indeks Harga Konsumen Kota Denpasar Bulan Januari 2014 dan Desember 2013, Perubahannya,serta Sumbangan Inflasi (2007=100)

Kelompok/Subkelompok Indeks Desember 2013 Indeks Januari 2014 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 107,78 109,14 1,26 1,2590 I. BAHAN MAKANAN 112,76 115,55 2,47 0,4652

a. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 106,20 106,42 0,21 0,0091

b. Daging dan Hasil-hasilnya 111,73 115,75 3,60 0,1027

c. Ikan Segar 114,18 120,81 5,81 0,0875

d. Ikan Diawetkan 109,20 111,29 1,91 0,0109

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 114,26 113,24 -0,89 -0,0244

f. Sayur-sayuran 113,92 125,11 9,82 0,1385

g. Kacang-kacangan 115,73 116,36 0,54 0,0043

h. Buah-buahan 115,54 118,57 2,62 0,0406

i. Bumbu-bumbuan 135,95 142,01 4,46 0,0808

j. Lemak dan Minyak 101,54 103,09 1,53 0,0148

k. Bahan Makanan Lainnya 105,06 105,61 0,52 0,0004

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 107,90 109,45 1,44 0,2262

a. Makanan Jadi 108,61 109,88 1,17 0,1079

b. Minuman Tidak Beralkohol 108,17 109,57 1,29 0,0514

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 105,01 107,75 2,61 0,0669

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 105,90 106,69 0,75 0,1965

a. Biaya Tempat Tinggal 104,87 105,07 0,19 0,0292

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 111,36 114,41 2,74 0,1626

c. Perlengkapan Rumahtangga 99,78 99,76 -0,02 -0,0005 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 105,28 105,47 0,18 0,0052 IV. SANDANG 99,95 100,67 0,72 0,0381 a. Sandang Laki-Laki 99,53 100,62 1,10 0,0147 b. Sandang Wanita 101,25 101,30 0,05 0,0007 c. Sandang Anak-Anak 102,43 102,71 0,27 0,0036

(7)

V. KESEHATAN 102,70 107,05 4,24 0,2412

a. Jasa Kesehatan 100,02 100,02 0,00 0,0000

b. Obat-obatan 102,14 120,06 17,54 0,1713

c. Jasa Perawatan Jasmani 112,62 112,62 0,00 0,0000

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 103,97 107,62 3,51 0,0699

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 105,76 106,06 0,28 0,0251

a. Pendidikan 110,14 110,14 0,00 0,0000

b. Kursus-kursus/Pelatihan 100,07 100,07 0,00 0,0000

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 102,01 102,17 0,16 0,0019

d. Rekreasi 98,55 100,24 1,71 0,0232

e. Olahraga 102,97 102,97 0,00 0,0000

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 110,52 110,90 0,34 0,0667

a. Transpor 118,14 118,79 0,55 0,0669

b. Komunikasi dan Pengiriman 98,84 98,84 0,00 0,0000

c. Sarana dan Penunjang Transpor 101,69 101,67 -0,02 -0,0002

d. Jasa Keuangan 101,10 101,10 0,00 0,0000

PERBANDINGAN INFLASI KOTA DENPASAR DENGAN KOTA LAIN

DI INDONESIA DESEMBER 2013

Dari 82 kota tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,79 persen dan terendah di Pontianak 0,04 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong 0,17 persen dan terendah di Manokwari 0,07 persen.

Tabel 5

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi/Deflasi Januari 2014 untuk 82 Kota

No Kota IHK (%) No Kota IHK (%)

(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 PANGKAL PINANG 114,92 3,79 42 BANDUNG 109,87 1,09

2 TANJUNG PANDAN 116,12 3,60 43 PALEMBANG 109,07 1,07

3 SIBOLGA 113,76 3,24 44 SUKABUMI 111,29 1,07

4 METRO 122,47 2,79 45 MANADO 109,30 1,06

5 MEULABOH 114,40 2,67 46 DKI JAKARTA 110,75 1,05

6 TEMBILAHAN 115,63 2,58 47 YOGYAKARTA 110,77 1,05 7 LHOKSEUMAWE 108,99 2,42 48 BENGKULU 113,52 1,03 8 TANJUNG 110,00 2,35 49 PALU 111,58 1,03 9 BAU-BAU 111,84 2,18 50 MEDAN 112,62 1,00 10 MERAUKE 112,7 2,16 51 PROBOLINGGO 112,23 0,95 11 BUKITTINGGI 110,33 1,95 52 TASIKMALAYA 109,20 0,91 12 PADANG 114,76 1,89 53 SEMARANG 110,39 0,90

13 BANDA ACEH 108,47 1,85 54 MADIUN 109,71 0,85

14 PALOPO 108,86 1,77 55 SINGARAJA 114,67 0,83 15 SINGKAWANG 109,14 1,71 56 PURWOKERTO 110,49 0,82 16 JAYAPURA 113,21 1,7 57 AMBON 108,58 0,81 17 KUDUS 116,25 1,67 58 CILACAP 112,90 0,79 18 JAMBI 112,13 1,56 59 SUMENEP 109,42 0,78 19 MATARAM 111,22 1,48 60 DEPOK 111,53 0,77

(8)

20 SAMARINDA 114,14 1,37 61 MALANG 111,03 0,76

21 LUBUKLINGGAU 107,97 1,36 62 TEGAL 107,62 0,75

22 PADANGSIDIMPUAN 111,61 1,34 63 BANDAR LAMPUNG 110,08 0,74

23 CILEGON 111,46 1,33 64 BOGOR 111,73 0,74

24 BALIKPAPAN 112,16 1,32 65 BATAM 109,53 0,73

25 KEDIRI 112,09 1,28 66 PEKANBARU 110,92 0,69

26 BIMA 113,44 1,27 67 CIREBON 110,11 0,68

27 TANJUNG PINANG 112,41 1,26 68 BANJARMASIN 108,91 0,64

28 DENPASAR 109,14 1,26 69 BANYUWANGI 111,04 0,59 29 SERANG 111,98 1,25 70 PARE-PARE 108,21 0,55 30 JEMBER 110,65 1,24 71 KUPANG 111,39 0,50 31 SURAKARTA 109,50 1,22 72 TERNATE 112,35 0,45 32 TANGERANG 114,82 1,22 73 DUMAI 110,67 0,43 33 PALANGKARAYA 110,26 1,21 74 TARAKAN 113,64 0,43 34 MAKASSAR 108,65 1,2 75 MAMUJU 108,75 0,41 35 SAMPIT 109,94 1,19 76 GORONTALO 108,98 0,36 36 SURABAYA 110,47 1,18 77 KENDARI 108,5 0,31 37 BEKASI 110,36 1,15 78 PONTIANAK 111,78 0,04 38 BULUKUMBA 116,06 1,13 79 MANOKWARI 106,44 -0,07

39 PEMATANG SIANTAR 114,27 1,12 80 MAUMERE 108,76 -0,08

40 BUNGO 110,45 1,11 81 WATAMPONE 108,28 -0,15

41 TUAL 113,67 1,1 82 SORONG 108,43 -0,17

INFLASI KOMPONEN INTI JANUARI 2014

Paket komoditas Kota Denpasar hasil SBH 2012 terdiri dari 398 komoditas dimana sebanyak 316 komoditas merupakan komponen inti, 17 komoditas merupakan komponen harga yang diatur oleh pemerintah, dan sisanya sebanyak 17 komoditas merupakan komponen harga bergejolak.

Komponen inti pada Januari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,60 persen, komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,21 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi 0,44 persen.

Tabel 6

Dekomposisi Andil Inflasi Kota Denpasar Januari 2014

Komponen Andil Inflasi (%)

(1) (2)

U m u m 1,26

1 Inti 0,60

2 Harga Diatur Pemerintah 0,21

(9)

Informasi lebih lanjut hubungi: Amirudin, S.Si., MMSI. Kepala Bidang Statistik Distribusi

BPS Provinsi Bali

Telepon: 0361-238159, Fax: 0361-238162 E-mail: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Karena menyesuaikan dengan metode kualitatif yang menyajikan secara langsung hakikat antara hubungan peneliti dan responden dalam hal ini novel Anak Kecil Yang Mengubah

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan dapat digunakan untuk menggolongkan mangga Gedong gincu berdasarkan rasio kandungan gula asam dengan

Bagunan Raad van Justitie yang dibangun atas rancangan Van Raders dengan menggunakan gaya Indische Empire Style memiliki makna sebagai simbol kekuasaan dan

Untuk Indonesia, berdasarkan fakta bahwa pertumbuhan penduduk setiap periode selalu mengalami perubahan, maka jelas bahwa Indonesia tidak tepat jika didekati dengan model

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul Pengembangan Lab Dalam Kepingan (LDK) Berbasis Kertas Untuk Penentuan Kadar Asam Urat, Protein, dan pH

أطخ باتج نأ لاؤسلا ناك نإو رفصلا وباسحف ( 0 .) نٌترم رابتخلاا يطعت , يدعبلا رابتخلااو يلبقلا رابتخلاا نيعي. رابتخلاااّمأو تاملكلا نٌمتخ ةبعل ةقيرطب

H0: Hubungan daya tarik pesan moral iklan Traveloka dengan minat pelanggan yang tidak signifikan.. H1: Hubungan daya tarik pesan moral iklan Traveloka dengan minat

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN ISLAMIC