• Tidak ada hasil yang ditemukan

Haec Dies! JADWAL MISA. 20 April 2014 Tahun V No.16. haec est dies quam fecit Dominus exultemus et laetemur in ea. Alleluia.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Haec Dies! JADWAL MISA. 20 April 2014 Tahun V No.16. haec est dies quam fecit Dominus exultemus et laetemur in ea. Alleluia."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

20 April 2014 Tahun V – No.16

Haec Dies!

haec est dies quam fecit Dominus exultemus et laetemur in ea. Alleluia.

Suatu sore, ketika berkeliling di sekitar Gereja SanMaRe, terdengarlah lagu Haec Dies yang dinyanyikan oleh suara-suara malaikat kecil yang mengundang perhatian untuk disimak walaupun saat itu masih masa prapaskah. Vokal dan intonasi dari anak-anak pun terdengar jelas. Lafalnya pun terdengar tegas dan tiada kesan bahwa mereka begitu asing dengan lagu ini. Lalu, segera saja, saya masuk ke ruangan itu dan menyaksikan belasan anak yang sedang berlatih nyanyi lagu “Haec Dies” untuk persiapan Perayaan Ekaristi Paskah Anak.

Ketika mereka latihan, saya duduk dan mendengarkan mereka bernyanyi. Seketika, terkesan bahwa ada anak yang duduk di depan saya merasa ragu-ragu untuk bernyanyi (mungkin) karena “malu”. Ada yang bernyanyi dengan penuh semangat. Kepalanya bergoyang ke kiri dan ke kanan. Ada yang tidak melihat teks karena sudah hafal dengan teksnya. Menyenangkan rasanya mendengarkan dan memperhatikan adik-adik itu bernyanyi. Semangat dan keseriusan mereka menjadi

JADWAL MISA

Misa Harian: Senin s/d Jumat 06.00 wib

Hari Sabtu : 17.00 wib Hari Minggu : 06.30 - 09.00 - 17.00 wib

Misa Jumat Pertama : 06.00 - 12.00 - 19.30 wib

Adorasi Ekaristi : Setiap hari Senin 15.00 s/d 22.00 di Kapel ditutup pukul 22.00 dengan ibadat penutup (completorium)

PENYELIDIKAN KANONIK (dengan perjanjian) Hari Senin, 17.00 – 18.30 wib

Romo A.S. Gunawan, Pr. Hari Kamis, 17.00 – 18.30 wib

Romo Anton Baur, Pr.

Website: www.parokisanmare.or.id

Mailing-list:

[email protected]

Facebook Group: SanMaRe

Untuk kontribusi berita, artikel, pengumuman atau iklan baris,

silakan email ke : [email protected]

(2)

tanda pengharapan sesungguhnya dari permenungan selama masa prapaskah ini. Haec Dies

Di balik perjumpaan dengan mereka dalam latihan paduan suara itu, saya memperhatikan teks lagu Haec Dies dan mencoba merenungkan liriknya yang diambil dari Mazmur 118 ayat 24 tersebut. Secara harafiah haec est dies quam fecit Dominus, berarti “inilah hari yang Tuhan jadikan”. Saya bertanya dalam hati, apa maksudnya hari yang dijadikan oleh Tuhan. Apakah teks ini sebenarnya berbicara tentang penciptaan manusia dan alam semesta? Apa yang dijadikan oleh Tuhan?

Menarik jika diperhatikan bersama ayat 24 dalam kesatuannya dengan Mazmur 118. Mazmur 118 ini berbicara tentang Nyanyian Puji-Pujian kepada Allah. Mazmur ini berisi tentang madah syukur dan terima kasih atas segala kebaikan Allah. Yang lebih menarik lagi adalah ketika memperhatikan bagaimana teks Mazmur 118 ini digunakan oleh Gereja Katolik yang kudus sebagai mazmur tanggapan dalam bacaan harian di hari Sabtu di Minggu Paskah Pertama. Mazmur 118 menjadi mazmur tanggapan yang didaraskan setelah kita mendengarkan bacaan dari Kis 4:13-21 dan sebelum kita mendengarkan bacaan Injil dari Mrk 16:9-15. Dalam kedua bacaan ini, ada satu pengalaman yang senada, yakni pengalaman “takjub”.

Dalam Kis 4:13-21, pengalaman “takjub” itu ditunjukkan oleh para anggota Mahkamah Agama Yahudi yang melihat keberanian Petrus dan Yohanes yang tidak terpelajar, namun dapat berkata-kata dan mengajar dengan begitu baik serta membuat mukjizat dalam nama Yesus. Dalam Mrk 16:9-15, pengalaman senada pun dialami oleh para murid yang menjadi tidak percaya dengan kesaksian dari Maria Magdalena tentang Yesus yang bangkit.

Pengalaman “takjub” inilah yang mengantar kita masuk dalam misteri Paskah Kristus sendiri. Sebuah pengalaman iman yang hebat dan dahsyat inilah yang memampukan kita untuk melihat betapa besarnya kasih Allah kepada kita dalam misteri Paskah ini. Para murid yang tadinya tidak percaya akan Yesus yang bangkit, namun karena menyaksikan sendiri Yesus yang menampakkan diri-Nya kepada mereka, menjadi begitu mantap untuk beriman dan bersaksi tentang-Nya. Tidak ada keraguan dalam diri mereka.

Exultemus et Laetemur

Pengalaman “takjub” ini mengantar para murid sampai pada sebuah pengalaman iman. Buahnya adalah “bersorak-sorak dan bergembira” (exultemus et laetemur). Para rasul yang tadinya berhenti pada pengalaman “takjub” karena Yesus bisa menggandakan roti, menyembuhkan orang buta, dan membangkitkan orang mati, mengalami perubahan besar dalam diri mereka. Awalnya, mereka terguncang karena ketajuban mereka runtuh dengan kenyataan bahwa Kristus wafat di kayu salib. Akan tetapi, perubahan besar terjadi ketika mereka mengalami perjumpaan dengan Yesus yang bangkit.

Perubahan besar inilah tampak dalam kemampuan para rasul untuk memahami bagaimana cara Allah mencintai dan menyelamatkan manusia yang secara manusiawi terkesan tidak masuk akal. Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal kepada kita karena begitu besar kasih-Nya kepada kita (Yoh 3:16). Bahkan, Anak-nya yang tunggal itu rela mengosongkan diri dan menjadi manusia. Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib demi menebus dosa kita semua (Flp 2:7-8). Yesus Kristus menebus dosa-dosa kita itu tidak dengan cara meninggikan diri dan berlaku otoriter. Tetapi, Kristus merendahkan diri agar warta keselamatan itu bisa dipahami oleh semua manusia. Inilah yang menjadi kunci utama iman kita sebagai orang Kristiani. Iman itu semakin dimantapkan dengan kebangkitan-Nya dari alam maut. Inilah kegembiraan dan sorak-sorai yang kita lambungkan kepada-Nya.

(3)

-Inilah rasa syukur yang kita haturkan kepada-Nya karena kita menjadi bagian dari anak-anak yang menerima rahmat keselamatan.

Pengalaman iman para rasul inilah yang dibagikan kepada kita semua pada hari ini (haec dies), pada Hari Raya Paskah. Kita diajak untuk turut masuk dalam pengalaman iman ini dan tidak semata berhenti pada rasa kagum pada Yesus, Juruselamat kita yang rela berkorban habis-habisan untuk kita. Akan tetapi, sorak-sorai dan kegembiraan kita ini bermuara pada kata alleluia.

Alleluia

Sebenarnya, jika diperhatikan, dalam teks Mzm 118:24, tidak ada kata alleluia. Saya menduga bahwa kata ini merupakan pengalaman iman si pengarang lagu yang sungguh merasakan kebangkitan Kristus di dalam dirinya. Kebangkitan Kristus itu tidak sekedar bermuara pada sorak-sorai dan kegembiraan, tetapi bermuara pada pujian kepada Allah. Kata alleluia yang kerap ditulis juga hallelujah bisa dipahami sebagai ungkapan pujian syukur kepada Allah. Jika kita perhatikan teks Kitab Suci terjemahan Bahasa Inggris, King James Version misalnya, kita akan jumpai frase “Praise The Lord” untuk menerjemahkan kata alleluia. Dan, memang sudah sepatutnya, kita yang “takjub” dan bersyukur atas pengurbanan diri Yesus Kristus ini menghaturkan pujian setinggi-tingginya kepada-Nya yang telah menyelamatkan kita. Akan tetapi, ajakannya bahwa pujian ini tidak berhenti pada ungkapan saja, tetapi juga bermuara pada permohonan tiada henti untuk selalu dimampukan mengenali tanda-tanda kebangkitan-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Lebih dari itu, kita juga diajak untuk mewujudkan pujian kepada-Nya itu dalam segala perbuatan kita setiap harinya.

Rasanya, kegembiraan dan keseriusan anak-anak yang bernyanyi dalam latihan koor BIA menjelang Paskah Anak itu menjadi bukti nyata bahwa mereka sudah mengambil bagian dalam kegembiraan Paskah. Dan, semoga kegembiraan Paskah, kegembiraan akan kebangkitan Kristus, dan kegembiraan atas penebusan dosa-dosa kita ini, sungguh menjadi kegembiraan yang bisa kita bawa dan kita bagikan kepada semua orang yang kita jumpai. Biarlah madah “alleluia” ini bergema dalam hati kita, keluarga kita, dan juga di setiap setiap orang yang kita jumpai.

Selamat Paskah, Tuhan memberkati, dan alleluia.

Dipersembahkan oleh RD Anton Baur. Romo Paroki bersama Pengurus Dewan Paroki mengucapkan

* SELAMAT HARI RAYA PASKAH 2014 *

kepada seluruh umat Paroki Santa Maria Regina - Bintaro Jaya.

“Kiranya sengsara, wafat dan bangkit Tuhan Yesus Kristus memberikan kekuatan, kebahagiaan, kebersamaan dan kemampuan bagi kita untuk menjalani

kehidupan kristiani dan pelayanan kasih, baik di dalam keluarga, komunitas sosial dan masyarakat dengan sebaik-baiknya".

Dewan Paroki Santa Maria Regina Bintaro Jaya, Romo Alphonsus Setya Gunawan, Pr

Pastor Kepala/ Ketua Umum

(4)

Romo menjawab:

Terimakasih untuk pertanyaannya. Novena Kerahiman Ilahi itu merupakan doa yang berangkat dari pengalaman iman Santa Faustina Kowalska, seorang biarawati Polandia dari Kongregasi Suster-Suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih.

Pada tanggal 22 Februari 1931, Santa Faustina menerima pengalaman iman penampakan wajah Yesus. Yesus yang menampakkan diri adalah Yesus yang menunjukkan luka-luka-Nya. Dan, dari hati-Nya yang tertusuk tombak itu, mengalirlah dua sinar, merah dan biru

yang melambangkan darah dan air yang mengalir dari diri-Nya sebagai tanda cinta kasih dan pengorbanan-Nya yang besar bagi umat manusia. Kata-kata kunci permenungan yang dimunculkan dalam pengalaman penampakan Yesus ini adalah “Yesus, Engkau Andalanku”. Tekanan penting dalam doa ini adalah

permenungan tentang kerahiman Allah yang nyata dalam pengurbanan diri Yesus kepada manusia dalam luka-luka yang diterima-Nya.

Ajakan penting dalam novena ini adalah selain merenungkan kerahiman dan kemurahan hati Allah, kita pun diajak untuk senantiasa memohon terus menerus kerahiman dan kemurahan hati Allah itu sendiri. Dalam permohonan itu, kita juga mohon rahmat agar kita pun dapat membagikan kerahiman dan kemurahan hati Allah itu kepada sesama kita. Lebih dari itu, kita juga mohon rahmat percaya pada-Nya agar iman kita semakin tumbuh dan berkembang dalam Allah yang maharahim.

Doa ini sebagai sebuah novena, biasanya, didoakan sebanyak sembilan kali. Doa ini dimulai pada hari Jumat Agung dan didoakan setiap jam tiga sore. Doa ini diakhiri pada Minggu Paskah II. Dalam

perkembangan sejarah Gereja—semenjak tahun 2002—Paus Yohanes Paulus II mendedikasikan Minggu Paskah II sebagai Pesta Kerahiman Ilahi. Setiap kita memasuki Minggu Paskah kedua, kita pun turut berdoa dan bersyukur atas kerahiman Allah bagi kita semua.

Dalam praktek doa novena Kerahiman Ilahi sendiri, kita pun dipersilakan untuk mendokannya di luar kesempatan antara Jumat Agung sampai dengan Minggu Paskah kedua. Doa yang dikenal juga dengan doa koronka ini tetap dapat didoakan layaknya kita mendoakan doa Novena Tiga Salam Maria. Namun, yang menjadi khas dalam doa ini adalah bahwa doa ini didoakan setiap jam tiga sore. Dan, terkait dengan rumusan doa koronka ini, ada rumusan doa tersendiri. Baik juga rasanya jika kita tumbuhkan tradisi dan kebiasaan doa koronka ini, baik secara pribadi ataupun dalam komunitas kita masing-masing.

**

Diasuh oleh Romo Anton Baur, Pr

Pertanyaan silakan dikirimkan ke: [email protected]

umat bertanya

gembala menjawab

Kalau tidak salah, di Gereja

Katolik, ada kebiasaan doa

Novena Kerahiman Ilahi. Saya

pernah mengikutinya, tetapi

tidak paham benar. Setahu

saya doa ini dimulai seminggu

sebelum pekan suci? Apakah

itu benar, Romo? Bu Ina.

?

(5)

-Liturgi Ekaristi sebagai Pedoman Iman

Perayaan Ekaristi yang kita ikuti tiap minggu atau mungkin tiap hari adalah peringatan syukur

untuk mengenangkan sekaligus menghadirkan kembali Yesus yang mempersembahkan diri-Nya

dalam kematian di salib demi keselamatan manusia. Ini secara khusus kita peringati dalam pekan

suci yang baru saja kita lewati. Ekaristi juga merupakan SUMBER dan PUNCAK kehidupan Gereja

dan iman kita. Penghayatan Ekaristi dalam arti ikut merayakannya secara sadar, aktif, dan penuh

makna akan menjadi pengalaman iman yang dipersatukan dengan Kristus dan sesama.

Godaan yang paling besar dalam berdoa

adalah memahami doa hanya sebagai sebagai

doa permohonan. Dalam Ekaristi akan terlihat

suatu bentuk doa yang kaya. Perhatikan

struktur liturgi Perayaan Ekaristi, ada

pembukaan, persiapan membuka hati kepada

Allah, mendengarkan Sabda Allah, penjelasan

maknanya, puncaknya, ungkapan syukurnya

serta berkat pengutusan. Dalam Ekaristi, orang

beriman akan masuk ke dalam situasi yang

didalamnya dia mengenang, merasakan serta

bersyukur atas tindakan Allah dalam hidupnya.

Liturgi memang harus indah, serasi dan membawa kepada situasi perayaan dan doa. Tapi jangan

mengharapkan liturgi sebagai penghiburan emosional, cenderung egoistis atau bahkan kita yang

menentukan cara main dalam berelasi dengan Allah.

Dalam Perayaan Ekaristi kita mendengarkan dan mengenangkan kisah tentang karya besar Allah

bagi manusia. Kita bersyukur atas tindakan-Nya dalam menerima manusia yang sebenarnya tidak

pantas karena dosa. Jadi, bila liturgi adalah perayaan iman kita kepada Allah maka biarlah Allah

yang menjadi pusat, Allah yang bertindak bagi kita dalam Yesus Kristus.

Dalam Perayaan Ekaristi kita hadir bukan sebagai partisipan yang mengimani apa yang kita

rayakan, tapi kita diingatkan siapa kita ini; kita adalah orang-orang yang dicintai Allah dan yang

mengimani tindakan-Nya dalam hidup kita. Sebagai umat beriman kita tidak berhenti hanya

sampai merayakan liturgi, pada bagian akhir kita mendapat berkat dan pengutusan untuk

memberi kesaksian di luar liturgi Perayaan Ekaristi. Dengan kata lain, bagaimana kita beriman,

begitulah kita hidup, begitulah kita bertindak

.

Sumber: katolisitas.org Majalah Liturgi, Volume 24 2014

POJOK LITURGI

(6)

Di Balik Kisah Kelinci dan Telur Paskah

Dua simbol dari perayaan Paskah yang dirayakan oleh umat Kristiani adalah Kelinci dan Telur Paskah. Menurut legenda, menjelang Paskah tiba, Kelinci Paskah membawa keranjang yang penuh berisi telur, permen, dan mainan yang bewarna-warni ke rumah anak-anak pada malam Paskah secara diam-diam. Keesokan paginya, para anak mencarinya.

Kisah Kelinci Paskah memiliki kemiripan dengan legenda Santa Klaus atau Sinterklas. Apa perbedaannya? Santa Klaus akan memberikan hadiah kepada anak-anak yang tidak nakal dengan menempatkan hadiahnya di tempat yang mudah terlihat, seperti di bawah pohon atau di dalam kaus kaki yang digantung. Sedangkan Kelinci Paskah akan memberikan telur dan permen ke semua anak di tempat yang tersembunyi. Kedua legenda tersebut tentu saja tidaklah benar-benar terjadi. Jadi, apa makna di balik symbol kelinci dan telur Paskah?

Kenapa kelinci?

Kelinci dikenal sebagai hewan yang dapat melahirkan banyak anak. Pada zaman kuno, secara luas orang-orang percaya bahwa kelinci adalah hewan hermaprodit, yaitu hewan yang memiliki alat reproduksi ganda yaitu jantan dan betina, sehingga ia tidak melahirkan keturunan melalui hubungan dengan hewan lainnya yang sejenis.

Selain itu, kelinci yang secara alami melahirkan kehidupan baru, yaitu melahirkan anak-anaknya di lubang-lubang seperti gua, juga memiliki kemiripan yang sama dengan kisah Paskah saat Yesus bangkit kembali dari kematiannya, seperti lahir kembali setelah ia disalib dan tubuhnya dikubur di dalam gua.

Kenapa telur?

Telur secara umum merupakan simbol dari kesuburan, suatu bentuk awal dari sebuah kehidupan baru, sehingga disandingkan dengan kebangkitan Yesus dari kematiannya. Bagi sebagian orang, telur juga melambangkan kuburan Yesus yang kosong, meskipun bentuk telur lebih cenderung seperti batu yang menutup gua dimana Yesus dikubur.

Dalam perayaan Paskah, kegiatan menghias cangkang telur sudah menjadi sebuah tradisi.

Bahkan, tradisi menghias cangkang telur sudah ada sebelum Yesus dilahirkan. Telur burung unta dengan hiasan ukiran berusia 6.000 tahun telah ditemukan di Afrika. Telur-telur yang didekorasi dengan warna emas dan perak atau bentuk perwakilan telur burung unta merupakan hal yang umum yang diletakkan di kuburan bangsa Someria dan Mesir kuno pada sekitar 5.000 tahun yang lalu.

SERBA SERBI

(7)

- JADWAL LITURGI 

MINGGU PASKAH II - 26 & 27 April Bacaan: Kis. 2:42-47; Mzm. 118:2-4,13-15,22-24;Ul:1; 1Ptr. 1:3-9; Yoh. 20:19-31

Saran Nyanyian: PS 517, 519, (bait 6-10), 524, 525, 831, 955

MINGGU PASKAH III - 03 & 04 Mei Bacaan: Kis. 2:14,22-33; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11;Ul:11a; 1Ptr. 1:17-21; Luk. 24:13-35 Saran Nyanyian: PS 335, 528, 529, 530, 859, 961

Sabtu, 26 April, pukul 17.00

Koor dan Tatib: St. Thomas Rasul - VI Petugas Lektor : Elizabeth Lydia & Anastasia Tri Wulansari Putra/i Altar: Melvin Pratama, Lilian Dharmahutama, Gabriela Alexander Putri, Hieronimus Raturangga, Thomas Ginta Tarigan, Carmelita Ome Leba, Alvin Kindy Setiawan, Peter Bradley, Benedict Matthew Sukieche, Helena Keren Imanuela Prodiakon: Aloysius Bambang, Deddy Kurniawan, F.A. Soedjarno, Gunawan Gunarso, Heru Yuniriyanto, Irwan Wijaya, Josz Juswanto

Sabtu, 03 Mei, pukul 17.00 Koor dan Tatib: Sta. Beatrix - V

Petugas Lektor : EJ. Atlanta & Yohanna Apsari Tantiana Putra/i Altar: Oryza Emmanuella, Atlanta Andieani A.P., Ditto, Febriyanti Napitupulu, Timotius Raymond HL, Dianda Mayreena, Judith Vannessa Rahmadi, Felicia Safira Rahardjo, Ivana Permata Ariesta, Catarina Jennifer

Prodiakon: Agung Wahju, Dwi Respati, GD Noegroho TR, Hendrawan Thiodorus, Ignatius Sudarmadi, Johanna Kindangen, Maria Yoke Edna

Minggu, 27 April, pukul 06.30 Koor dan Tatib: St. Andreas - VII

Petugas Lektor : B. Diana Proditasari & F. Heru Setiawan Putra/i Altar: Stevanus Winata, Gabriel Randall W, Anggitasari Hartawan, Benedicto Siswoko, Hillary Stephina Putri, William Filipe Rahardjo, Jason Bhaskara, Nathania Sanchia, Christoporus Satrio B., Michelle Ivane

Prodiakon: Okky Sentana, Romualdus Ponidjan, Victor Sudytio, Anna Retno H., Djoko Soetarno, F.X. Margiono

Minggu, 04 Mei, pukul 06.30 Koor dan Tatib: St. Markus - I

Petugas Lektor :Jacinta & Maria A. Tri Mardikowati Putra/i Altar: Alleandra Luwina N., Xaverio Anggara N., Andreas Widiatmoko P., Ignatius Prayogo, Virgina Regina, Gita Adinda Satyaningtyas, Kiara Anindita, Marie Yohana, Jonathan Mark, Dias Riandari

Prodiakon: Probel Gultom, Tjhong Vincentius, Agustinus Darmawan, Bayu Rajasa, Eko Prihadi, Georgino Godong Minggu, 27 April, pukul 09.00

Koor dan Tatib: Sta. Ursula - II Petugas Lektor : Adette & Dinda

Putra/i Altar : Aurelia Virenze, Septaviel Kenzie, Felicitas Tania Elvina, Regina Retno Putri M., Shannon Wijaya, Fransiska Yuka Julia, Benedictus Raymardi, Issabella Titta Iswadi, Yohanes Purba Sangga, Cita Permata Kusuma, Caroline Susan Mahadewi, Chelsea Novelia

Prodiakon: Gunawan Wibowo, Hexana Tri Sasongko, Joachim Sulistyo, Kamilus Arifin , Paul August Liqui, Rudy Trisnanta, Antonius Indarahardjo, Djonowardjoko, F.X. Soehartono, Hadi Susanto, Joannes Suharno, Kristian Ong, PGL Sarwanawadya, Susman Riyadi, Adrianus Nggala, Antonius Nelwan

Minggu, 04 Mei, pukul 09.00

Koor dan Tatib: St. Frans. Xaverius - V Petugas Lektor : FX. Wibowo & Maria Linda Sulistyo Putra/i Altar : Grace Simon, Alexander Andi, Melody Dennise Allegra, Villda Regina, Isabel Varella, Felix Harly Kusnadi, Reynado Theofano Ryo, Anselmus Prayudi, Antonius Rangga H.W., DeBritto Maurizt A.S., Florentina Harly Kusnadi, Gabriella Putri

Prodiakon:Heribertus Darno, Indri Prijatmodjo, Johannes Pudjiastoto, Martha Maria Elfian, Rinto Setiono, Tri Darmawati, Albertus Bambang K.R., Benni Saptiyanto, Engelbertha Dumatubun, Gregorius Utomo, Heru Santosa, Joko Galungan, Mudjihardjo, RM. Soedjono Respati,Aloysius Bambang, Deddy Kurniawan

Minggu, 27 April, pukul 17.00 Koor dan Tatib: Sta. Helena - III

Petugas Lektor : Vinsensia Arindita & Syane Lientungan Putra/i Altar: Lukas Setya A.C.P, Rahardianto Patiung, Graciella Antonius Putri, Reynaldo Antonius Putra, Gerwyn Jovia, Miranda Theodorus, Theresia Natania, Joety J. Aaron Bongku, Ajeng Cipta Wening, Kristina Irmadani

Prodiakon: Donanta Octaviardi, Frans Narendra, Haryono Widarta, Ignatius Soeprapto, Johanes Sumardi, Prima Widii H., Temmy Royani

Minggu, 04 Mei, pukul 17.00

Koor dan Tatib: Sta. Yosh. Bakhita - VI Petugas Lektor : Minche & Yena Hidayat

Putra/i Altar: Christofer Rizal, Maretha Prita Pradita, Diandra Forceila, Christina Simamora, Gabriela Alexander Putri, Hieronimus Raturangga, Thomas Ginta Tarigan, Brigitta Stephanie, Estherania N, Yosilia Paskalovana Prodiakon: Gunawan Gunarso, Heru Yuniriyanto, Irwan Wijaya, Okky Sentana, Romualdus Ponidjan, Victor Sudytio, Anna Retno H.

(8)

PENGUMUMAN

1. Akan saling menerimakan Sakramen Pernikahan sebagai Pengumuman ke II :

a. Ronaida Sitio dari Lingk. Khatarina dengan Sauduran Bosco Harianja dari Paroki St. Arnoldus Jansen – Bekasi

b. Miranda Elisabeth Lucia Sebayang dari Lingk. Beata Teresa dengan Stefanus Hendra Benanto Budiman dari Paroki Regina Caeli – Pantai Indah

Akan saling menerimakan Pemberkatan Pernikahan sebagai Pengumuman ke II : a. Michael Sangga Wolung dari Lingk. Sta. Theresia dengan Novy Natalia dari Jakarta

Timur

Barangsiapa mengetahui adanya halangan perkawinan dimohon menghubungi pastor paroki. Para Calon Pengantin yang mau menikah wajib menemui Pastor Paroki, minimal tiga bulan sebelum pelaksanaan pernikahan.

2. Adorasi SanMaRe

PDKK SanMare mengadakan Adorasi Sanmare pada hari Kamis, 23 April 2014 pukul 19.30 yang dibawakan oleh P. Daniel OFM. Diundang seluruh Umat SanMare.

3. Ulang Tahun Perkawinan

Perayaan ekaristi ulang tahun perkawinan bulan April diadakan pada hari Sabtu, 26 April, pukul 17:00 di Gereja SanMaRe. Bapak-ibu yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan April dimohon mendaftarkan diri di sekretariat paroki

LOWONGAN KERJA: Dicari Driver dengan syarat sebagai berikut: Usia max. 40 tahun. Memiliki SIM-A yang masih berlaku. Katholik, paham jalan di Jakarta. Bisa tinggal di dalam. Hubungi: Bapak Boyke Aveanto, ph. 0811 860 2171 01/01-IV/14

LOWONGAN KERJA: Dicari Driver dengan syarat : punya SIM A yg masih berlaku, menguasai jalan-jalan di Jakarta dan Tangerang, tinggal di Bintaro, jujur, sopan, sabar. Hubungi: David 0812 9090 598 atau 021 9519 6681 02/01-IV/14 ZIARAH NAPAK TILAS TUHAN YESUS : Bethelem-Nazareth-

Yerusalem-S.-Yordan-Kana-D.Galilea-L.Mati-G.Sinai-Mesir-Gn.Nebo-Jordania. Tgl 9-20 Mei : Joppy Taroreh & Romo. 21/05-01/06 Juni : Benyamin Ratu & Romo. 15-26 Juni : P. Jordan OFM. 23/07-03/08: P. Endi Pr, & Yolanda Taroreh. 23/07-03/08 Lourdes, Roma, Vatican, Paris, Amsterdam, Monaco: Jopppy Taroreh.

Pendaftaran & Informasi hub. 021 71133336/ 08158073796

BSM Contractor : Mengerjakan Pembangunan dan Renovasi

Rumah Tinggal. Ruko dll. Melayani pembangunan/Renovasi di Jabodetabek, Luar kota, Luar Pulau, Sejak Th. 2000. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi : F.Bambang Suharso , HP : 0812 992 4065 / 0818 0796 8290 / pin BB : 32A86458 / email : [email protected]

IKLAN BARIS – Wahana bagi umat yang ingin mengiklankan informasi lowongan pekerjaan, mencari pekerjaan atau jasa usaha pribadi. Materi iklan diserahkan ke sekretariat paroki setiap hari kerja atau email ke:

[email protected]

"Siap Memasak? Petik sayur dari kebun sendiri, Organik dan Segar!!"

WKRI SanMaRe akan mengadakan acara Diary Wanita dan mengunjungi Kebun Sayur Organik di Gadog,Bogor,

pada hari RABU, 23 April 2014, pukul 08:00 - 17:00 Biaya @ Rp. 100,000/per orang.

Pendaftaran ke Ibu Roswitha - 0811 960 760. Tempat terbatas!!

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disarankan beberapa hal berikut: (1) diharapkan kepada guru bimbingan konseling, sebaiknya lebih aktif dalam pemberian

kadar atau jumlah obat bentuk aktif bentuk aktif dalam darah dan jaringan dalam darah dan jaringan antara satu sediaan obat antara satu sediaan obat dengan sediaan obat lain

Yang dapat dilakukan orangtua adalah dengan membekali anak agar ia dapat menjadi pribadi yang kompetitif, sehat mental, yang dapat beradaptasi di era globalisasi

Sebagai tambahan, penelitian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran orangtua dalam membahas masalah yang dihadapi oleh anak remaja mereka dapat menurunkan risiko dan

Serta keutamaan konsep akuntansi lingkungan bagi perusahaan yaitu kemampuan untuk meminimalisasi persoalan-persoalan lingkungan yang dihadapinya terkait limbah yang

Dalam perancangan iklan layanan masyarakat ini untuk bertujuan untuk mensosialisasikan Posyandu bagi masyarakat kota Semarang dan membantu visi dan misi Dinas Kesehatan

Hasil penelitian yang dilakukan penggorengan dari uji organoleptik dengan hasil perlakuan terbaik yaitu perlakuan A2 (10%) mempunyai nilai produk paling tinggi

Untuk keperluan pengukuran dan pemetaan selain pengukuran Kerangka Dasar Vertikal yang menghasilkan tinggi titik - titik ikat dan pengukuran Kerangka Dasar