SALEP MATA KLORAMFENIKOL SALEP MATA KLORAMFENIKOL
II.. NNaamma a SSeeddiiaaaann Nama Generik
Nama Generik : Salep mata kloramfenikol: Salep mata kloramfenikol Nama Dagang
Nama Dagang : Klofkol salep mata: Klofkol salep mata
IIII.. KKeekkuuaattaan Sn Seeddiiaaaann Salep m
Salep mata kloramata kloramfenikol fenikol 1 %1 %
IIIII.I. PPrreefoforrmumullaasi si ZZat at AAkkttiif f P
Peemmeerriiaann :: HaHablblur ur hahalulus s beberbrbenentutuk k jajarurum m atatau au lelempmpenengg memanjang, putih hingga putih kelabu atau putih memanjang, putih hingga putih kelabu atau putih kekuningan, larutan
kekuningan, larutan praktis netpraktis netral ral terhadap lakmusterhadap lakmus P stabil dalam larutan netral atau larutan agak asam P stabil dalam larutan netral atau larutan agak asam K
Keellaarruuttaann :: Sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol,Sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol, dalam propile
dalam propilenglikonglikol, l, dalam eseton dan dalam eseton dan dalam etildalam etil asetat asetat P P Titik lele Titik lele :: :: ntara !," # $," ntara !," # $," 1!&' ( 1")&' 1!&' ( 1")&' Sta!ilitas :
Sta!ilitas : Salah satu antibiotik *ang se+ara kimiai diketahuiSalah satu antibiotik *ang se+ara kimiai diketahui paling
paling stabil stabil dalam dalam segala segala pemakaian- pemakaian- StabilitasStabilitas baik
baik pada pada suhu suhu kamar kamar dan dan kisaran kisaran pH pH .($, .($, suhusuhu ."
."oo' dan pH mempun*ai aktu paruh hampir )' dan pH mempun*ai aktu paruh hampir )
tah
tahun- un- SangSangat at tidtidak ak stastabil bil daldalam am suasuasansana a basbasa- a-Klora
Kloramfenimfenikol kol dalam media dalam media air adalah air adalah peme+apeme+ahanhan hid
hidrofrofililik ik padpada a linlingkungkungan gan amiamida- da- StaStabil bil daldalamam basis min*ak dalam air, bas
basis min*ak dalam air, basis adeps lanae-is adeps lanae-In
Inkokom"m"atati!i!ililititasas :: minoph*line, mpi+illin, s+orbi+ a+id, 'al+iumminoph*line, mpi+illin, s+orbi+ a+id, 'al+ium +hlor
+hloride, ide, 'arbe'arbeni+ilni+illin lin sodiusodium, m, 'hlor'hlorpromaproma/ine/ine H'
H'l, l, 0r0r*t*thrhrom*om*+i+in n sasaltlts, s, GeGentntamami+i+in in susulflfatat,, H*d
H*dro+ro+ortortisoisone ne sodsodium ium su+su++in+inateate, , H*H*drodro*/*/ineine H'
H'l, l, 2e2eththi+i+ililin in sosodidiumum, , 2e2ethth*l*lprpredednisnisololononee ssododiuium m ssu+u++i+inanatte, e, NittroNirofufurrananttoioin n sosodidiumum,,
Pen#im"anan :
No3obio+in sodium, 4*tetra+*+line, Phen*toin sodium, Pol*miin 5 sulphate, Pro+hlorpera/ine salts, Proma/ine H'l, Prometa/ine
H'l-'hlorampheni+ol harus terlindung dari +aha*a-6empat pen*impanan harus steril, dan disegel 7 89-9 1" halaman 1; < 5ritish Pharma+opoeia 1) 3ol 99, hal 1).=
I$. Pen%em!an%an Formula
&. Pen%a'et
Sediaan ini harus mengandung bahan atau +ampuran bahan *ang sesuai untuk men+egah pertumbuhan atau memusnahkan mikroba *ang mungkin masuk se+ara tidak sengaja bila adah dibuka pada aktu penggunan sehingga perlu ditambahkan klorobutanol sebagai
pengaet-(. Antioksidan
Penggunaan antioksidan dalam sediaan ini sangat pentik karena kloramfenikol tidak stabil jika terkena paparan +aha*a dan basis *ang digunakan mengandung lemak sehingga, antioksidan *ang digunakan adalah
0D6-$. Formula Akir
Zat Aktif : Kloramfenikol
)asis : aseline 8la3um
Setil al+ohol
deps lanae 7>anolin= Paraffin +air
$I. Preformulasi Eksi"ien &. Setil alkool
Pemerian : 5erbentuk malam, putih, bergranul dan memiliki bau *ang khas, rasa *ang
lemah-Kelarutan : Praktis tidak larut dalam etanol 7"%= P dan eter, kelarutan meningkat dengan peningkatan suhu, praktis tidak larut dalam air- 2isible ketika meleleh
dengan lemak, paraffin padat dan +air, dan isoprop*l
miristat-Titik didi : )1?()!!@' 7)!!@' untuk bahan murni= )o!ot *enis : .!.,!!
+ensitas : A-;11 # A-;)A gB+m)
Titik lele : !" (".@' 7!@' untuk bahan murni=
Sta!ilitas : Stabil dengan adan*a asam basa, +aha*a, air dan udaraC serta tidak menjadi tengik- Setil alkohol sebaikn*a disimpan dalam adah *ang tertutup baik pada tempat sejuk dan
kering-Inkom"ati!ilitas : 9nkompatibel dengan bahan pengoksidasi
kuat-Fun%si : 'oating agent, bahan pengemulsi, stiffening agent-5atas penggunaan sebagai pengental : .(1A%-7Sumber Handbook of Pharma+euti+al 0ipients-Hal (1A)=
(. Parafin ,air -Liuid Paraffin/
Sinonim : 3ate+h, 'itationC hea3* liuid
petrolatumC hea3* mineral oilC liuid petrolatumC paraffin oilC hite mineral
oil
Pen%ertian Parafin ,air : Parafin +air adalah +ampuran dari +airan jenuh hidrokarbon *ang diperoleh dari petroleum
Pemerian : 6ransparan, tidak berarna, +airan kental, bebas dari flouresensi- Praktis tidak berasa dan tidak berbau ketika
didinginkan, dan mempun*ai bau *ang lemah ketika dipanaskan
Fun%si : 0molien, sol3ent, lubrikan tablet dan kapsul, agen terapetis- Parafin +air digunakan terutama sebagai eksipien pada sediaan famasi topi+al sebagai bahan pada basis salep- Se+ara terapetis, paraffin +air digunakan pada sediaan
untuk mata karena efek lubrikann*a-)atas Pen%%unaan : )(?A %
Titik +idi : E)?Ao'
+ensitas : A-;.$(A-;A gB+m)
$iskositas -dinamik/ : 11A(.)A mPa s 7.Ao'=
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam etanol "%, gliserin dan air, larut di aseton, ben/ene, kloroform, karbon disulfide, eter, dan petroleum eter- Kelarutan meningkat dengan peningkatan suhuC praktis tidak larut dalam air- 2isibel ketika meleleh dengan lemak, paraffin padat dan +air, dan isoprop*l
miristat-Sta!ilitas dan Pen#im"anan
: Paraffin +air teroksidasi ketika terpapar panas dan +aha*a- Parafin +air disterilisasi dengan panas kering- Parafin
+air sebaikn*a
disimpan dalam adah kedap udara, terlindung dari +aha*a, pada tempat *ang sejuk dan
kering-Inkom"ati!ilitas : 9nkompatibel dengan bahan pengoksidasi kuat
0ipients- Hal )1!()1" < 89-999 1$ Hal : !$!(!$"=
0. Kloro!utanol -,lor!utol/
)erat Molekul : 1$$,!? Klorobutanol terutama digunakan pada sediaan optalmik atau parenteral sebagai pengaet antimikroba 7antibakteri dan antijamur= pada konsentrasi hingga A," %- kti3itas dapat berkurang pada pemanasan, tetapi akti3itas dapat ditingkatkan dengan kombinasi dengan pengaet antimikroba
lainn*a-Fun%si : Pengaet antimikrobaC plasti+i/er- 5atas penggunaan sebagai bahan pengaet : A,"
%-Pemerian : 2udah menguap, tidak berarna atau kristal putih dengan bau
kamfer-Titik +idi : 1?$o'
+ensitas : A-;11(A-;)A gB+m)
Titik Lele : "($o'
Kelarutan : 7.Ao'= sangat larut dalam kloroform,
etanol 7" %= 1:A,?, eter, gliserin 71:1A=, min*ak atsiri, praktis tidak larut dalam air 71:1."=
Sta!ilitas dan
Pen#im"anan
: Klorobutanol mudah menguap dan men*ublim- Stabil pada pH ) tetapi menjadi buruk pada peningkatan pH-Klorobutanol sebaikn*a disimpan pada adah tertutup rapat pada suhu ;(1" 4+ Inkom"ati!ilitas : 9nkompatibel dengan 3ial lastik, bentonit,
magnesium trisilikat, polietilen dan
polihidrokdietilmetakrilat-La!el : 2engandung klorbutanol sampai A," % 7Sumber: Handbook of Pharma+euti+al 0ipients- Hal 111=
1. $aselin Fla2um
Pemerian : 2asa seperti lemak, kekuningan hingga amber lemah, berfluorensi sangat lemah alaupun stelah melebur- Dalam lapisan tipis transparan tifak atau hampir tidak berbau , tidak
berasa-Kelarutan : Kelarutan tidak larut dalam air , mudah larut dlam ben/ene, dalam karbon disulfida, dalam kloroform, dan min*ak terpentin, larut dalam eter, dalam heksana, dan umumn*a dalam min*ak lemak dan min*ak atsiri, tidak larut dalam etanol dingin dan etanol panas dan dalam etanol mutlak
dingin-Titik le!ur )o!ot *enis
: :
);(?Ao'
ntara A,;1" dan A,;;A lakukan penetapan dalam suhu
?A&-Sta!ilitas : aselin fla3um adalah bagian stabil dari komponen
hidrokarbon alam non(reaktif, ban*ak masalah stabilitas terjadi karena adan*a
Inkom"ati!ilitas
Pen%%unaan
3ada dan "en#im"anan : : :
sejumlah ke+il kontaminan- aselin dapat disterilisasi menggunakan panas-Falaupun 3aselin kuning dapat disterilisasi dengan radiasi sinar gamma, proses ini berpengaruh kepada fisik
3aselin seperti selling, perubahan arna,
bau, dan sifat
rheologi-2erupakan material *ang lemah dengan beberapa
inkompatibilitas-aselin digunakan sebagai basis salep dan emolien pada pengobatan pada pen*akit
kulit-Dalam adah tertutup baik 4. E+TA
Pemerian : Serbuk kristal arna putih Kelarutan : 1:"AA dalam air
3ada dan Pen#im"anan : adah tertutup rapat, tidak tembs +aha*a Sta!ilitas : stabil dalam bentuk padat, bentuk garam
lebih stabil dari pada asam bebas
$II. Peritun%an dan Penim!an%an ( Peritun%an 1- KloramfenikolBtube "A mg KloramfenikolB)tube .- Klorobutanol A,A." Pemi+ikan : Klorobutanol "A mg aselin fla3um .AA mg
Hasil pemi+ikan
Sisa Pemi+ikan 1AA ( "A "A KlorobutanolBtube A,A"
KlorobutanolB) tube A,A ) A,1"
)- 0D6
Pemi+ikan :
0D6 "A
aselin fla3um "AA
Hasil Pemi+ikan
Sisa Pemi+ikan "AA ( "A !!A
0D6Btube A,A"
0D6B) tube A,A" ) A,1"
!- Parafin liuidumBtube A,)
Parafin liuidumB) tube A,) ) A,
"- aselin fla3umBtube " # 7A,A" A,A A,A" A,)
" # A,!"
!,"" .A %
",!?
$III. Prosedur Pem!uatan
6imbang bahan aktif
6imbang basis dalam +aan penguap *ang dihampar kain kasa rangkap . dan telah ditimbang
6utup +aan penguap dengan ka+a arloji besar
Sterilkan dalam o3en suhu 1"Ao' selama )A menit
Sambil men*iapkan basis salep, maka peralatan steri lkan se+ara aseptis alat *ang akan digunakan
Peras basis salep *ang sudah steril dalam keadaan panas 7jepit ujung kain kasa dengan dua pinset steril, satukan dalam satu jepitan, pinset lain digunakan menekan bagian baah jepitan mendesak leburan basis meleati kain kasa=, timbang sejumlah
*ang diperlukan
6imbang /at aktif dan /at tambahan sejumlah *ang diperlukan
2asukan basis salep steril dingin sedikit demi sedikit kedalam gerusan /at ak tif dan /at tambahan dan gerus hingga homogen
6imbang sediaan sejumlah *ang diperlukan diatas kertas perkamen steril, digulung dengan bantuan pinset steril- Gulungan harus sedemikian rupa agar dapat dimasukkan
dalam tube steril *ang ujungn*a telah ditutup
'abut kertas perkamen dari tube jika /at aktif tersatukan dengan logam tube- Iika tidak, maka kertas perkamen dibiarkan tinggal dalam tube sebagai perintang antara
/at aktif dengan logam tube
>ipat dasar tube minimal dua kali dengan penekuk logam
>akukan e3aluasi sediaan
I5. E2aluasi &. 6*i sterilitas
2etode uji sterilitas
a- 9nokulasi langsung kedalam media uji b- 6eknik pen*aringan membran
teknik pen*aringan dengan filter membran 7dibagi menjadi . bagian= lalu
9nokulasi langsung ke dalam media perbenihan- olume tertentu spesimen ditambah 3olume tertentu media uji, inkubasi selama tidak kurang dari 1! hari- Faktu inkubasi dan suhu inokulasi : $ hari pertama pada suhu .AA(."A'
untuk melihat pertumbuhan jamur, $ hari kedua pada )AA()"A' untuk melihat
pertumbuhan bakteri 789 9 hal ;"" dan 'P45, .AA?=-(. 6*i omo%enitas sediaan
2enggunakan ka+a arloji dengan +ara mengambil sedikit sediaan dan di letakkan diatas ka+a arloji, kemudian di tetesi beberapa tetes auadest dan di tutup dengan ka+a arloji lain, lalu d gosokkan memutar- Iika sediaan tersebut dapat ber+ampur dengan auadest tersebut, maka sediaan tersebut dikatakan
homogen-0. Peneta"an "7
'ek pH salep atau sediaan semipadat lainn*a dengan +ara ambil sedikit sediaan dan masukkan ke dalam beaker glass, tambahkan sedikit auadest untuk melarutkan sediaan tersebut- 2asukkan kertas pH ke dalam sediaan *ang telah di+ampur auadest tersebut, kemudian ba+a pada range pH- pH mata adalah
$,!-1. Peneta"an "artikel lo%am dalam sale"
Jji ini bertujuan untuk membatasi jumlah dan ukuran partikel logam *ang diperbolehkan dalam salep
mata-Keluarkan isi 1A tube, masukkan maing(masing ke dalam +aan petri terpisah ukuran ?A mm, alas datar, jernih, dan bebas goresan- 6utup +aan, panaskan pada suhu ;"o' selama . jam, jika perlu naikkan suhu sedikit lebih
tinggi sampai salep meleleh sempurna- Dengan menjaga kemungkinan terjadin*a gangguan terhadap masa *ang meleleh, biarkan masing(masing men+apai suhu kamar dan
membeku-ngkat tutup, balikkan +aan petri sehingga berada dibaah mikroskop *ang sesuai untuk perbesaran )A kali *ang dilengkapi dengan mi+rometer pengukur dan dikalibrasi pada perbesaran *ang digunakan-rahkan illuminator dari atas salep dengan sudut !"o, amati partikel logam
"Am atau lebih besar pada setiap dimensi, pers*aratan dipenuhi jika jumlah partikel dari 1A tube tidak lebih dari "A partikel dan jika tidak lebih dari 1 tube
mengandung ;
partikel-78armakope 9ndonesia 0d- 9 hal 1A);(1A)= 4. 6*i !o!ot minimum
Dengan +ara membersihkan etiket *ang dapat mempengaruhi bobot pada aktu isi adah dikeluarkan- 5ersihkan dan keringkan dengan +ara *ang sesuai dan timbang satu per satu- Keluarkan isi se+ara kuantitatif dari adah, potong ujung adah, jika perlu +u+i dengan pelarut *ang sesuai, hati(hati agar
tutup dan bagian lain adah tidak terpisah- Keringkan dan timbang kembali adah kosong beserta bagian(bagiann*a- Perbedaan antar kedua penimbangan adalah bobot bersih isi adah- 5obot bersih tidak kurang dari bobot *ang tertera pada etiket dan tidak kurang A% untuk bobot ?A g atau kurang, tidak kurang "% untuk bobot lebih dari ?A g dan kurang 1"A
5I. +AFTAR P6STAKA
• meri+an Pharma+euti+al sso+iation- 1!- Handbook 4f
Pharma+euti+al 0+ipients .nd 0dition- Fashington: 6he Pharma+euti+al Press- hal !"(!$
• Departemen Kesehatan Lepublik 1$- 8armakope
9ndonesia-0disi 999- Iakarta: Departemen Kesehatan Lepublik 9ndonesia- Hal- 1!(1"
• Departemen Kesehatan Lepublik 1"- 8armakope
9ndonesia-0disi 9- Iakarta: Departemen Kesehatan Lepublik 9ndonesia- Hal- 11.
• Departemen Kesehatan Lepublik 9ndonesia- 1$;- 8ormularium Nasional