Karakterisasi Biobriket dari Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) sebagai Bahan Bakar Alternatif
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui cara mengolah limbah eceng gondok menjadi bioetanol, mengetahui kadar etanol yang dihasilkan dari pemanfaatan eceng
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan senyawa organik yang terdapat pada biomassa daun eceng gondok dalam kaitannya dengan adsorpsi logam kromium. Perlu
Kandungan unsur hara pada kompos berbahan dasar eceng gondok dari danau Rawapening telah memenuhi standar yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.. Penampilan
Dengan demikian perlakuan dengan menggunakan ekstrak eceng gondok dengan dosis 24 ml memiliki pertumbuhan rata – rata mutlak tertinggi, kemudian disusul dengan
Dari Gambar 3 didapat nilai kalor biobriket arang enceng gondok yang tertinggi dengan jenis perekat lem kayu dengan jumlah perekat 8% yaitu sebesar 4341,67cal/g.. Nilai
Grafik Rata-rata Pertambahan Berat Badan Jangkrik Selama Penelitian (gram/ekor) Gambar 4 menunjukan bahwa penggunaan eceng gondok 10% dan 15%, pertambahan berat badannya
Peningkatan biomassa eceng gondok ini diduga karena pada kondisi media limbah yang memilki pH 7, akar dari eceng gondok mampu menyerap dengan baik bahan organik
Eceng gondok digiling dengan alat mesin penggiling (disk mill); E. Hasil penggilingan Eceng gondok; F. Penimbangan EG dalam berat basah; G. Penimbangan Urea 2% dari berat basah EG;