• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kinerja Gabungan Kelompok Tani Kasus: Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kinerja Gabungan Kelompok Tani Kasus: Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Hubungan faktor internal dengan Kinerja Gapoktan
Tabel 3. Hubungan faktor eksternal dengan Kinerja Gapoktan  Faktor eksternal  Kinerja Gapoktan (rs) Pencapaian  tujuan  Perkembangan usaha  Perkembangan modal  Kebijakan pemerintah  0,822**  0,633**  0,482*

Referensi

Dokumen terkait

Dalam upaya peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD, pemerintah daerah merealisasikan penyertaan modal dengan harapan kinerja BUMD tersebut akan

Aspek kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang turut menentukan perkembangan mutu suatu kelompok tani-ternak, maka upaya-upaya yang mengarah kepada peningkatan mutu

Gapoktan akan memiliki perbedaan. Petani yang tergabung dalam Gapoktan relatif akan lebih mudah dalam mengakses teknologi, modal dan pasar. Perbedaan keragaan usahtani

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN. USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI KECAMATAN PEDAN

Merujuk dari penjelasan-penjelasan diatas yang ingin penulis tegaskan dalam penegasan judul ini adalah adanya Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam kontribusinya

Pemupukan modal yang berjalan dalam Gapoktan belum sepenuhnya dapat dilakukan karena pencairan dana dari pemerintah yang melalui Pengembangan Usaha Agribisnis

Salah satu upaya pemerintah dalam memberdayakan msyarakat petani yaitu melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Maka dari itu, melalui Gapoktan

Dengan begitu para anggota akan lebih merasakan adanya manfaat ekonomi dan sosial selama bergabung dengan Gapoktan Kopi Arjuna, (3) Manajemen kontrol perlu ditingkatkan