\
Politik Pemerintahan Republik Islam Iran
( ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Politik dan Pemerintahan Timur – Tengah )
Oleh :
Fikry Zuledy Pamungkas 140910101036
ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
1.1 Pendahuluan
Politik dan pemerintahan merupakan salah satu aspek dari kehidupan yang tidak dapat kita hidari lagi. Hampir setiap aspek dari kehidupan kita sehari-hari terpangaruh oleh sistem politik dan pemerintahan. Karenanya mempelajari politik dan pemerintahan menjadai salah satu hal yang penting untuk dipelajari dalam era yang sekarang ini.
Sebagai insan yang mempelajari ilmu politik, mempelajari politik tidak cukup hanya dengan melalui studi-studi akan teori tentang politik itu sendiri. Studi tentang rasional tidak akan relevan sepenuhnya jika kita mengesampingkan hal-hal yang bersifat empiris. Untuk itu, dalam mempelajari politik dan pemerintahan yang holistik dan hakiki maka kita perlu untuk mengkaji sistem politik dan pemerintahan dari negara-negara tertentu.
Sejak dahulu, kawasan timur tengah merupakan kawasan regional yang sangat menarik untuk dikaji. Beberapa ilmuan mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh, kondisinya yang rawan konflik atas kepentingan atau karena sumber daya alam di sana yang melimpah.
Berdasarkan pernyataan diatas bahwa negara-negara yang di regional timur tengah adalah merupakan negara yang menarik juga untuk dikaji, yaitu Negara Republik Islam Iran. Peristiwa – peristiwa penting seperti Revolusi Iran menjadi perjalanan Negara ini hingga sekarang. Karena itulah kami mengangkat Negara Iran untuk dikaji dan di analisis.
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimanakah sejarah revolusi Iran dan perkembangannya ? b. Bagaimanakah sistem pemerintahan Iran?
c. Apa saja aliran politik yang ada di Iran? d. Siapa tokoh penting di Iran?
e. Siapa Presiden baru Iran?
f. Apa isu terpenting dari Negara Iran saat ini? 1.3 Tujuan
a. Mengetahui sejarah revolusi Iran dan perkembangannya. b. Mengetahui sistem pemerintahan Iran.
c. Mengetahui aliran politik yang ada di Iran. d. Mengetahui tokoh penting Iran.
Iran termasuk salah satu dari 18 negara terbesar di dunia dalam hal luas wilayah dengan luas 1.648.195 km, Iran memiliki populasi lebih dari 70 juta. Iran adalah negara penting geostrategis tertentu karena lokasinya di Timur Tengah & pusat Eurasia. Iran berbatasan di sebelah utara dengan Armenia, Azerbaijan dan Turkmenistan. Iran adalah negara pesisir Laut Kaspia, yang merupakan laut pedalaman dan kondominium, Kazakhstan dan Rusia juga tetangga langsung Iran ke utara. Iran berbatasan di sebelah timur oleh Afghanistan dan Pakistan, di selatan dengan Teluk Persia dan Teluk Oman, di sebelah barat oleh Irak dan di laut oleh Turki. Teheran adalah ibukota, kota terbesar di negara itu dan pusat politik, budaya, komersial dan industri bangsa. Iran adalah kekuatan regional, dan memegang posisi penting dalam keamanan energi internasional dan ekonomi dunia sebagai akibat dari cadangan yang besar dari minyak bumi dan gas alam.1
2.1 Latar Belakang Revolusi Iran
Revolusi adalah perubahan ketatanegaraan, pemerintahan atau keadaan sosial yang dilakukan dengan kekerasan (perlawanan bersenjata) atau perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang. Pada 1978-79 Iran Revolusi Islam adalah nasionalis dan Islam Syiah
revolusi yang menggantikan sebuah monarki kuno dengan teokrasi berdasarkan " Perwalian para fukaha Islam "(atau velayat-e faqih).2
Revolusi ini terjadi 2 tahap. Tahap pertama bermula pada pertengahan 1977 hingga tahun 1979 yaitu pemberontakan menentang Shah Iran yang dipimpin oleh pihak liberal, golongan haluan kiri dan kaum agama. Tahap kedua kembalinya Ayatollah Khomeini ke Iran dari pengasingannya di Perancis dan menjadi pemimpin Revolusi Iran pada 1 Pebruari 1979 .
Revolusi Iran juga dikenal dengan sebutan Revolusi Islam Iran merupakan revolusi yang merubah Iran dari Monarki di bawah Shah Mohammad Reza Pahlavi menjadi Republik Islam yang dipimpin oleh Ayatullah Agung Ruhollah Khomeini pemimpin revolusi dan pendiri Republik Islam Iran. Sering disebut pula “revolusi besar ketiga dalam sejarah,” setelah Revolusi Perancis dan Revolusi Bolshevik.3
Penyebab mengapa Shah (Mohammad Reza Pahlevi ) digulingkan dan mengapa ia digantikan oleh Republik Islam adalah bahan perdebatan sejarah. Revolusi ini sebagian reaksi konservatif terhadap kebarat-baratan upaya dan sekularisasi dari barat Shah yang didukung dengan baek oleh Negara barat, reaksi tidak begitu konservatif untuk ketidakadilan sosial dan kekurangan lainnya dari rezim kuno. Shah dianggap oleh banyak orang iran sebagai boneka seorang non- muslimbarat ( Amerika Serikat ) yang kebudayaannya telah mencemari syah Iran.
Rezim Shah dilihat sebagai menindas, brutal, korup, dan boros. program ekonomi terlalu ambisius yang membawa kemacetan ekonomi, kekurangan dan inflasi. Serta kekurangan control shah yang tidak efektif dan terlalu bergantung pada kekuatan eksternal bukan dari internal. Shah melupakan kekuatan syah yang menjadi pondasi iran.
Walaupun dan beberapa orang berpendapat bahwa revolusi masih berlangsung, rentang waktu terjadinya revolusi terjadi pada januari 1978 dengan demonstrasi besar pertama, dan ditutup dengan disetujuinya konstitusiteokrasi baru. Dimana Khomeini menjadi pemimpin tertinggi negara pada desember 1979. Sebelumnya, Mohammad Reza Pahlavi meninggalkan Iran
2 Deutch Welle. Awal mula revolusi Islam Iran. (2014) http://www.dw.de/awal-mula-revolusi-islam-iran/a-4017109. diakses pada hari selasa 2 juni 2-15.
3 Iran Chamber. (2012). Islamic Revolution.
dan menjalani pengasingan pada Januari 1979 setelah pemogokan dan demonstrasi yang melumpuhkan negara dan pada 1 Februari 1979 Ayatullah Khomeini kembali ke Teheran dari pengasingannya yang disambut oleh beberapa juta orang Iran.
Kejatuhan terakhir Dinasti Pahlavi segera terjadi setelah1 Februari 1979 dimana angkatan bersenjata iran menyatakan dirinya netral setelah gerilyawan dan pasukan pemberontak mengalahkan tentara yang loyal kepada Shah dalam pertempuran jalanan. Iran secara resmi menjadi Republik Islam pada 1 April 1979 ketika sebagian besar bangsa Iran menyetujuinya melalui referendum nasional.
Revolusi Iran memiliki keunikan tersendiri karena mengejutkan seluruh dunia. Revolusi Iran menghasilan perubahan yang sangat besar dengan kecepatan tinggi. Mengalahkan sebuah rezim, walaupun rezim tersebut dilindungi oleh angkatan bersenjata yang dibiayai besar-besaran dan pasukan keamanan dan mengganti monarki kuno dengan ajaran teokrasi yang didasarkan atas “Guardianship of the Islamic Jurist” Hasilnya adalah sebuah Republik Islam yang dibimbing oleh ulama berumur 80 tahun yang diasingkan ke luar negeri dari Qom.4
2.2 Sistem Pemerintahan Iran
Dasar Negara Iran berdasarkan kepada Agama Islam Madzab Shiah Imam 12 (Ja’fari). Untuk melaksanakan prinsip ini maka diciptakan sistem Velayat e Faqih ( Supremasi kaum Ulama ) dimana seorang pemimpin agama memiliki hak untuk memberikan fatwa keagamaan dan sekaligus memegang kekuasaan tertinggi dalam masalah ketatanegaraan. Prinsip pemerintahan oleh faqih ( wilayatul faqih ) dan keutamaan hukum Islam di abadikan di konstitusi Iran. Pada saat yang sama konstitusi Republik Islam Iran mempunyai Pranata-pranata demokrasi konstitusi melengkapi sistem pemerintahan parlementer dengan badan eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Badan eksekutif terdiri dari; 1. Pemimpin Agung
Pemimpin Agung Iran bertanggung jawab terhadap kebijakan – kebijakan umum Republik Islam Iran. Ia juga merupakan ketua pasukan bersenjata dan badan intelijen Iran dan mempunyai kuasa mutlak untuk menyatakan perang. Ketua kehakiman, stasiun radio dan rangkaian televisi, ketua polisi, tentara dan enam belas anggota majelis Wali Iran yang juga dilantik oleh pemimpin Agung. Majelis Ahli bertanggung jawab dan juga memecat Pemimpin Agung atas Justifikasi kelayakan dan popularitas individu itu. Majelis ini juga bertanggung jawab memantau tugas dari Pemimpin Agung. Pemimpin Agung Iran sekarang dijabat oleh Sayyid Ali Khamenei.
2. Presiden
Presiden di Negara Iran merupakan orang kedua terpenting dalam Republik Islam Iran. Setiap Presiden dipilih melalui pemilihan umum dan akan memerintah Iran selama empat tahun. Setiap calon presiden akan mendapatkan persetujuan dari Majelis Wali Iran Sebelum pemilu dilaksanakan agar terjadi keserasian diantara mereka dengan gagasan Negara Islam. Tanggung jawab Presiden adalah memastikan konstitusi Negara diikuti dan juga mempraktikkan kekuasaan eksekutif. Tetapi presiden tidak berkuassa atas perkara-perkara yang di bawah kekuasaan Pemimpin Agung.
Presiden melantik dan mengepalai Kabinet Iran, dan berkuasa membuat keputusan mengenai administrasi Negara. Terdapat delapan wakil Presiden dan dua puluh satu Menteri yang ikut serta membantu Presiden dalam administrasi, dan mereka semua akan mendapatkan persetujuan badan perundangan. lain halnya dengan negara-negara lain, cabang eksekutif Iran tidak memiliki kekuasaan dalam pasukan bersenjata, tetapi Prresiden Iran berkuasa Melantik Menteri Pertahan, Intelijen yang sesuai persetujuan Pemimpin Agung dan badan perundangan. Badan Legislatif terdiri dari;
Parlemen Iran ( Majelis Syura Islam ) merupakan lembaga legislatif Iran yang beranggotakan 290 orang. Anggota majelis dipilih melalui pemilu setiap 4 tahun sekali dengan sistem distrik. Setiap 10 tahun rasio anggota majelis ditinjau kembali sesuai dengan jumlah penduduk. Parlemen saat ini merupakan hasil pemilu 2008, yang di Ketuai oleh Ali Larijani.
dan menteri yang bersangkutan mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Presiden, hasil disampaikan kepada Leader untuk memecat Presiden.
Badan Yudikatif Iran terdiri dari;
Kekuasaan tertinggi lembaga peradilan dijabat oleh ketua Justisi yang diangkat langsung oleh Leader untuk masa jabatan 5 tahun. Ia haruslah seorang Ulama fiqih ( Mujtahid ). Ketua Lembaga Yudikatif ( Chief of Judiciary ) saat ini adalah Ayatollah Hashemi Shahroudi. Fungsi utamanya adalah mengangkat dan memberhentikan ketua dan anggota Mahkamah Agung dan Jaksa Agung serta menyusun RUU. Ia juga mengusulkan calon Menteri Kehakiman kepada Presiden. ia bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan lembaga-lembaga Judikatif, sementara kementerian Kehakiman mengatur koordinasi antara lembaga Judikatif dan lembaga – lembaga Eksekutif dan Legislatif serta bertugas di bidang organisasi pemerintahan dan anggaran. Sistem peradilan Iran mempunyai dua bentuk yaitu peradilan umum dan khusu. Peradilan umum meliputi Pengadilan Tinggi Pidana, Pengadilan Rendah Pidana, Pengadilan Tinggi Perdata, Pengadilan Rendah Perdata dan Pengadilan Perdata Khusus. Sedangkan Pengadilan Khusus terdiri dari pengadilan Revolusi Islam, Pengadilan Khusus Ulama dan Pengadilan Pers.5
2.3 Aliran aliran Politik di Iran
PEMILU presiden tahun 1997 yang dimenangkan secara telak oleh kandidat reformis Muhammad Khatami dinilai mulai terjadinya perpecahan dan persaingan secara terbuka antara kubu konservatif dan reformis di Iran. Sejak itu berbagai forum di Iran, baik media massa, seminar, bahkan pemerintahan, tak pernah sepi dari polemik dan kadang konflik fisik di antara dua kubu itu.
Namun, dalam masing-masing kubu tersebut, masih terdapat faksi-faksi lagi yang berbeda satu sama lain kadar konservatif atau reformisnya. Secara garis besar kini terdapat delapan aliran politik di Iran yang membawa bendera konservatif dan reformis
1. Konservatif
Kubu konservatif terdiri dari berbagai partai dan kelompok yang dikenal dengan kubu kanan atau radikal. Kubu tersebut mulai muncul segera setelah meletusnya revolusi tahun 1979, tetapi mengemuka secara kuat pascapemilu presiden tahun 1997 yang dimenangkan kandidat reformis Muhammad Khatami. Mereka cenderung mendikte agenda sosial dan politiknya pada kelompok lain. Mereka sering mengadakan pelatihan dan pendidikan untuk para pendukung dan simpatisannya. Mereka sangat menentang kubu reformis dan berhasil melumpuhkan pemerintah Presiden Khatami.
2. Konservatif pragmatis
Kubu konservatif pragmatis terdiri dari partai dan personal independen yang mendukung reformasi politik dan ekonomi sebagai jalan untuk mempertahankan dan memperkuat legitimasi Republik Islam Iran di tengah terjadinya perubahan di dalam negeri, regional dan internasional. Namun, mereka tetap konservatif dalam hal etika dan sosial.
3. Neokonservatif
Kubu Neokonservatif dikenal sangat idealis dan ideologis. Pendukung kubu itu menuntut pelaksanaan politik luar negeri yang keras tanpa kompromi khususnya dalam menghadapi AS dan Israel, serta penerapan etika Islam yang ketat di masyarakat.
4. Konservatif tradisional
Kubu konservatif tradisional telah muncul sebelum terpilihnya Khatami sebagai presiden pada tahun 1997. Kubu itu mendukung reformasi ekonomi terbatas, tetapi menolak reformasi sosial dan budaya. Mereka juga mendukung reformasi bertahap yang diprogramkan oleh pemimpin spiritual agar sesuai dengan garis revolusi.
5. Reformis
Kubu reformis Iran mulai berani tampil secara terang-terangan menjelang pemilu presiden tahun 1997 setelah mereka yakin melalui hasil penelitiannya bahwa rakyat Iran sangat butuh reformasi serta mendapat dukungan dari sejumlah kekuatan politik di negara itu. Munculnya kubu reformis ke permukaan itu juga disebabkan oleh mulai dibukanya keran politik dan ekonomi pada masa jabatan Presiden Hashemi Rafsanjani (1989-1997).
6. Reformis modern
Kubu reformis modern menuntut reformasi total dan pendukung fanatik Presiden Khatami. Karena itu, kubu tersebut dikenal dengan aliran khatamisme. Kubu itu sering terlibat bentrok dengan kubu konservatif dan pemimpin spiritual Ali Khamenei.
7. Reformis tradisional
Kubu reformis tradisional dikenal sangat moderat dan hampir tidak ada jarak dengan kubu konservatif tradisional. Kubu reformasi tradisional mengkritik keras kebijakan reformis Presiden Khatami dan kubu reformis modern yang dianggap terlalu radikal dan membahayakan ideologi revolusi.
8. Reformis pragmatis
Kubu reformis pragmatis mendukung program reformasi bertahap dan moderat yang tidak menimbulkan goncangan sosial dan konflik dengan kubu konservatif. Mereka menyerukan program reformasi yang digulirkan sejak periode Presiden Rafsanjani dan lalu dilanjutkan Presiden Khatami, diteruskan sesuai dengan kebutuhan rakyat Iran tanpa harus mengorbankan prinsip revolusi.6
2.4 Biografi Ayatullah Khomeini
Ruhullah Al-Musawi Al-Khomaini atau Ayatullah Khomeini lahir pada tanggal 24 September 1902 di Khomein, Iran Tengah. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga
ulama, ayahnya Sayyid Musthafa merupakan seorang Ayatullah dan pemuka masyarakat, dan ibunya Hajar merupakan putri dari seorang Ayatullah yang juga terkemuka, yakni Mirza Ahmad.7
Pada usia tujuh bulan, ayahnya , Sayyid Musthofa meninggal dunia karena membela kaum petani dari kesewenang-wenangan para tuan tanah, dan kemudian disusul oleh ibunya, Hajar meninggal dunia saat ia berusia 16 tahun. Setelah speninggalan orang tuanya tersebut, Khomaini tinggal dan dibesarkan oleh kakeknya, Sayyid Murtadha.8 Sepeninggalan orang-orang
yang disayanginya pada saat ia masih belia tersebut lantas menjadikan Khomaini tumbuh besar sebagai sosok yang serius, banyak merenung, dan suka menyendiri.
Khomaini memulai pendidikannya dengan membaca dan menulis dari kakeknya Mirza Ahmad di Khumain. Kemudian pada usia 15 tahun , Khomaini telah menyeleseikan pendidikan Persianya dan mulai mempelajari bahasa Arab, dan studi-studi Islam. Sedangkan pada usia 17 tahun, ia dikirim oleh Sayyid Murtadha ke Arak, tapi setelah empat bulan kemudian ia mengikuti gurunya Syaikh Abd Al-Karim Ha’iri ke Qum dan tinggal di Madrasah Al-Syifa. 9
Saat berusia 27 tahun, Khomaini mulai meniti karirnya menjadi seorang guru Filsafat dan Tasawuf. Selain menguasai kedua bidang tersebut, Khomaini juga menguasai beberapa ilmu seperti : hukum Islam, ilmu kalam, dan politik. Ini ia buktikan dengan menulisdan menerbitkan beberapa karya tulisnya yang telah berjumlah 42 judul buku. Dari 42 judul buku tersebut, 16 diantaranya berbecara mengenai filsafat dan tasawuf, 6 buku mengenai ilmu kalam dan politik, dan 20 buku membahas fiqh dan ushul fiqh. 10
Khomaini menikah pada usia 30 tahun dengan seorang putri agamawan terkemuka dan memiliki dua orang anak yang juga merupakan seorang berpengaruh dalm agama dan negara. (Musthafa Khomaini, seorang Hujjatul Islam, sekaligus tangan kanan ayahnya, dan Ahmad
7 Jalaluddin Rakhmat, Antara Al-Farabi dan Khomaini Filsafat Politik Islam,(Bandung:Mizan, 2002), Hal.110.
8 Didin Saefuddin, Biografi Intelektual 17 Tokoh Pemikiran Modern dan Post modern Islam, (Jakarta:PT Grasindo, 2003), Hal.113.
9 Jalaluddin Rakhmat, Antara Al-Farabi dan Khomaini Filsafat Politik Islam,(Bandung:Mizan, 2002), Hal.111.
10 Didin Saefuddin, Biografi Intelektual 17 Tokoh Pemikiran Modern dan Post modern Islam,
Khomaini, seorang Hujjatul Islam juga yang kemudian menggantikan posisi kakeknya menjadi salah satu orang berpengaruh di Iran).
Pada tanggal 3 Juni 1989, Khomeini meninggal dengan memberikan sesuatu keyakinan kepada kaum Muslim diseluruh dunia bahwa ajaran Islam merupakan ajaran yang mampu menuntun manusia menuju kebenaran. Kontribusinya terhadap perkembangan Islam didunia pada umumnya dan Iran pada khususnya telah menjadikan Khomeini menjadi salah satu tokoh Islam modern yang tak terlupakan. Semoga harapan dan cita-citanya dapat menjadi kenyataan dalam sejarah umat Islam di dunia.
Pemikiran Politik Islam Ayatullah Khomeini
Khomeini mulai kritis mengenai persoalan etika sebagai respon terhadap modernisasi dan sekulerisasi Iran oleh Reza Syah Pahlevi pada sekitar tahun 1930-an. Pada tahun 1941, saat Syah Reza terpaksa turun tahta, Khomeini memandangnya sebagai akhir dari serangan ideologis dan kultural Barat, dan ia menganjurkan kekuasaan negara berbentuk ulama bersatu untuk mensiasati keadaan ini. Menurutnya, ulama merupakan mereka yang menghasilkan konstitusi dan menjamin kebebasan untuk menyatakan pendapat. Khomeini dengan tegas menjelaskan bahwa penghinaan terhadap ulama sama saja dengan penghinaan terhadap Islam. 11
Pada saat ingin mengembangkan pemikirannya tersebut, Khomeini sempat ditahan di penjara karena ia dituduh sebagai provokator utama yang berunjuk rasa anti Syah Reza. Namun, ia tetap menyebarluaskan pernyataan-pernyataannya dalam bentuk tulisan dan kaset pidato, hingga ia memiliki banyak pendukung dan berhasil menggulingkan pemerintahan Syah Reza dan Iran berubah menjadi Repulik Islam Islam dengan Khomeini menjabat sebagai pemimpin spiritual tertinggi Iran.
Khomeini memiliki konsep beranggapan bahwa suatu negara Islam sebenarnya merupakan suatu kenyataan yang segera bisa disepakati, khususnya di kalangan Syi’ah. Ini tercantum sebagai kalimat pembuka dalam karyanya Hukumat-i Islam.12 Menurutnya, umat
Muslim diwajibkan untuk menaati ulul al-amri disamping Allah dan Rasul-Nya. Ini berarti
11 Ibid. Hal. 117
diwajibkannya umat Muslim membentuk pemerintahan, Oleh karena itu, menurutya tak ada gunanya suatu peraturan tanpa adanya kekuasaan eksekutif yang memaksakan pelaksanaan hukum Islam. Kewajiban membentuk negara dan pemerintahan Islam juga tampak dari kewajiban menjaga integritas wilayah Islam. Bahkan fungsi dari sifat dan hukum Islam dijadikannya dasar untuk mengelola urusan politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan.
Negara menurut Khomeini merupakan instrument bagi pelaksanaan undang-undang Tuhan di muka bumi. Tidak seperti demokrasi (murni), pada dasarnya tak ada hak negara yakni lembaga legislative, sebagai wakil rakyat (demos) untuk membuat undang-undang. Otoritas membuat undang-undang dan kedaulatan ada di tangan Allah. Memberikan kepada rakyat hak untuk membuat undang-undang, selain bertentangan dengan ajaran islam sebagaimana diyakini imam Khomeini, juga hanya akan memaksa negara untuk menerima perundang-undangan yang boleh jadi buruk tetapi merupakan kemauan rakyat atau pun menolak perundang-undangan yang baik hanya karena bertentangan dengan kehendak rakyat.
Kemudian salah satu alternative yang dicanangkan oleh Khomeini dalam menanggapai permasalahan diatas adalah dengan menerapkan konsep wilayah al-faqih (pemerintahan faqih/ulama-ulama mujtahid) yang berada dalam bukunya, berjudul Tafsil al-Syari’ah, berkaitan dengan konsep-konsep dasar pemikiran politik religius Syiah, seperti : kesetiaan, imamah, dan taqlid. Oleh karena itu, kepemimpinan Islam diwujudkan dalam imamah yang diwakili oleh para Rasul Allah dan para imam yang harus dipatuhi oleh umat Islam. Selanjutnya ia menegaskan bahwa selama keghaiban imam al-Mahdi, imamah dilanjutkan oleh kepemimpinan faqih. Jadi, faqih atau muj’tahid memiliki hak memerintah sebagai wakil imam. Kemudian dalam urusan keagamaan dan sosial politik, hubungan masyarakat dengan faqih didasari oleh konsep taqlid, yakni mematuhi faqih seperti mematuhi imam.
2.5 Profil Hassan Rouhani Presiden baru Iran
Dalam pemilu yang digelar pada tanggal 14 juni 2013 Rouhani mendapatkan lebih dari 50 persen suara sedangkan saingan terberatnya adalah Mohammad Bagher Ghalibaf hanya mendapatkan 15 persen suara. Pria 65 tahun ini mendapatkan dukungan kebanyakan dari para reformis dan aktivis "Gerakan Hijau" yang jengah dengan kepemimpinan otoriter ala Ahmadinejad. Rohani memang dikenal sebagai ulama dan politisi yang moderat, yang digadang untuk membuat citra Iran lebih lunak dan manusiawi.13
Di bidang keagamaan Syiah Iran, Rohani dikenal sebagai ulama senior dan anggota Dewan Ahli. Tugasnya menunjuk atau mengganti pemimpin tertinggi. Pemimpin Syiah saat ini, Ayatullah Khamenei sudah berusia senja. Dalam penggantian Khamenei nanti, diprediksi Rohani akan punya pengaruh besar.
Di bidang pemerintahan, rohani sudah makan asam garam. Mengawali karir sebagai komandan angkatan udara Iran dan memimpin tiga perang dan dewan pertahanan, Rohani pernah jadi penasehat keamanan presiden selama 13 tahun sebelum Ahmadinejad memimpin.
Rohani memiliki tiga gelar pendidikan, termasuk doktor pada universitas di Skotlandia. Intelektualitasnya terbukti saat dia menjadi presiden pusat riset strategis Iran dan rutin menulis esai ilmiah. Pada tahun 2003-2005, Rohani menjadi negosiator nuklir di bawah kepemimpinan presiden Mohammad Khatami kala itu. Khatami kemudian memimpin aktivis Gerakan Hijau yang memprotes pemilihan kembali Ahmadinejad pada 2009. Saat itu, pemerintahan Ahmadinejad menggempur demonstran dengan menurunkan Garda Nasional. Dalam hal ini, Rohani mendukung perjuangan Gerakan Hijau pimpinan Khatami dengan mengatakan, "protes ini wajar dan populer, harus diperbolehkan."
Salah satu program yang ditawarkannya adalah menegakkan piagam hak-hak sipil. Dia mengatakan akan memperjuangkan hak-hak wanita dan etnis minoritas jika terpilih. Dia juga kerap mengkritik pengamanan yang ketat jelang pemilu, yang akhirnya berhasil membuatnya mendulang suara dari kaum liberal Iran.
13 Viva news. Hassan rouhani dari ulama hingga jadi presiden iran. 2013.
2.5 Isu Nuklir Iran : Iran menyetujui perjanjian dengan Negara P5+1 terkait pengembangan Nuklir.
Hasil dari perjanjian Nuklir ini bagi Iran adalah Iran akan memperoleh US$ 7 miliar sebagai pencabutan sanksi, sekitar US$ 4 miliar diantaranya merupakan pendapatan dari penjualan minyak yang dibekukan di bank-bank di AS dan Eropa akibat penjatuhan sanksi sebelumnya.Sebagai imbalannya Iran wajib menghentikan pengayaan uranium di bawah 5%menetralisir persediaan uranium 20%, dan menghentikan kemajuan dalam kapasitas pengayaannya, menyediakan askses bagi inspeksi Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency – IAEA) ke fasilitas pengayaan, reaktor dan gudang penyimpanan.14
Hipotesa yang muncul bahwa alasan mengapa Iran mau menandatangani kesepakatan dengan kelompok P5+1 didasari atas kepentingan nasional.Dimana dalam kasus ini Pemerintah Iran memusatkan perhatian pada penelaahan kepentingan nasional negaranya yang mana dengan adanya kesepakatan ini iran dapat tetap mengembangkan Nuklirnya dan secara perlahan dapat memperbaiki perekonomiannya yang terpuruk semenjak delapan tahun terakhir yang diakibatkan sanksi ekonomi dan politik yang berasal dari AS dan sekutunya.
Sanksi ekonomi yang diberikan UE sendiri berupa embargo minyak terhadap Iran pada bulan Januari 2012 lalu dan sanksi tersebut yang telah berlaku efektif pada 1 Juli 2012 . UE juga membekukan aset-aset yang dimiliki oleh Bank Sentral Iran, melarang perdagangan logam mulia emas, berlian dan barang berharga milik badan publik Iran di Eropa. Kebijakan ini diambil UE karena keengganan Iran bernegosiasi serta kekhawatiran Israel dan AS akan melakukan aksi militer terhadap Iran bila tekanan ekonomi gagal. Sanksi ekonomi itu melengkapi sanksi ekonomi berupa larangan kerja sama dengan bank, asuransi dan PMA dalam sektor gas dan minyak bumi Iran, yang telah ditetapkan PBB kepada Iran.Alternativ-alternativ haluan kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah Iran adalah membuka kembali negosiasi nuklir yang sempat terputus selama hampir tiga tahun15
14 Setiawan, D. (2013). Kesepakatan Nuklir Iran . Anatomi dan Agenda, hal. 1.
Keuntungan yang didapat Iran dengan diakui secara legal pengembangan nuklirnya akan membawa dampak yang sangat besar bagi Iran ,hal ini karenakan ; nuklir merupakan teknologi prestisius yang dapat membawa Iran menjadi bangsa yang maju. Konkretnya jika Iran berhasil memanfaatkan teknologi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listriknya, maka Iran akan dapat membangun pembangkit tenaga yang jauh lebih murah dan sangat efektif. Dengan begitu anggaran subsidi untuk konsumsi listrik nasional yang teus meningkat dari tahun ke tahun dapat dikurangi secara drastis. Itu artinya, untuk jangka panjang Iran akan sangat dimungkinkan menjadi negara yang mandiri hampir di semua bidang. Dengan memiliki alternatif teknologi nuklir, dan cadangan minyak yang besar, Iran jelas akan lahir menjadi negara kaya. Sedangkan untuk jangka pendeknya Iran akan memperoleh devisa negara yang sangat besar, seiring meningkatnya harga gas dan minyak dunia.
Selain itu, teknologi nuklir dapat membantu Iran dalam melawan segala bentuk penindasan dan dominasi negara-negara barat atas Iran khususnya, serta negara-negara berkembang umumnya. Ini jelas merupakan perisai tangguh yang dapat menangkis geliat hegemoni barat atas Iran. Lebih dari itu program pengembangan nuklir dinilai dapat meningkatkan semangat kemajuan seluruh rakyat Iran, yang selama ini hidup dalam berbagai tekanan, embargo, dan kekangan dunia barat sejak bergulirnya Revolusi 1979. Ahmadinejad menekankan bahwa, energi nuklir memiliki banyak manfaat hampir pada semua bidang kehidupan, termasuk bidang pertanian dan kedokteran. Pada saat energi fosil telah habis terkuras maka Iran akan mulai menjual energi nuklir pada bangsa lain dengan harga yang sangat tidak terjangkau. Dengan begitu Iran dapat mendominasi dunia, dan terus mempertahankannya 16
Disini pemerintah Iran melakukan penelaahan dan perhitungan untung rugi dengan menggunakan kriteria “optimalisasi hasil” sesuai dengan model rational actor dan konsep dasar dari rational Choice Theory yaitu utilitas (manfaat kegunaan).Dimana keuntungan yang akan didapat Iran bukan hanya mengenai hak iran dalam mengembangkan nuklir dan memperbaiki perekonomiannya,namun juga pada bidang politik.
Keuntungan lain dengan adanya kesepakatan dengan kelompok P1+5 terkait pengembangan nuklir Iran juga akan mengembangkan kekuatan politik Iran dikancah
internasional yang dimulai dari kawasan timur tengah dimana dengan adanya kesepakatan ini memberikan indikasi adanya perubahan geopolitik di timur tengah dan membuktikan keunggulan strategi diplomasi pemerintahan Iran yang baruhal ini juga sesuai dengan konsep dasar ke dua Rational Choice Theory yaitu peluang(probability). Yang mana dengan adanya keberhasilan dari kesepakatan ini akan membuat Iran memiliki peluang yang besar dalam mempengaruhi perpolitikan internasional.
Dengan letak geografis yang strategis,sumber daya minyak yang melimpah,dukungan dari rakyat iran kepada pemerintah yang ditunjang oleh Teknologi tinggi,sumberdaya,kekuatan militer yang kuat,kualitas diplomasi dan pemerintahan yang kuatmembuat Iran tumbuh menjadi negara yang patut diperhitungkan.Kebutuhan akan minyak bumi dan gas dunia yang sangat tinggi dimana Iran adalah negara dengan pengekspor minyak terbesar ke dua di OPEC membuat iran memiliki daya tawar politik yang semakin kuat.Selain itu Iran juga akan semakin mudah melakukan perdagangan dengan negara lain (terutama di kawasan Eropa dan Asia) yang sebelumnya selalu gagal dikarenakan adanya pengaruh dari AS.17
Keputusan yang diambil oleh pemerintah Iran sesuai dengan konsep Aturan keputusan (decision rule) yang mana keuntungan dari aturan ini adalah dia akan mengarahkan pada utilitas terbesar jika diaplikasikan pada sejumlah besar situasi pilihan dimana keuntungan-keuntungan yang didapat dari kesepakatan nuklir Iran adalah Iran tetap dapat mengembangkan nuklirnya dan secara sah diakui dunia Internasional tanpa harus mengalami embargo,tekanan dari AS dan uni Eropa. Pengambilan keputusan kesepakatan perjanjian nuklir oleh Pemerintahan Iran dapat dikatakan sesuai dengan Rational Choice Theory dikarenakan jika dilihat kebelakang,sebelumnya pemerintah Iran tidak ingin melakukan perjanjian terkait pengembangan nuklir dengan AS dan Uni Eropa.Namun dengan mempertimbangkan resiko dan manfaat dari adanya perjanjian ini membuat pemerintah Iran pada akhirnya menyepakati kesepakatan terkait pengayaan nuklirnya walapun perjanjian ini hanya akan berlangsung secara enam bulan
BAB 3 KESIMPULAN
1. Revolusi adalah perubahan ketatanegaraan, pemerintahan atau keadaan sosial yang dilakukan dengan kekerasan (perlawanan bersenjata) atau perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang. Pada 1978-79 Iran Revolusi Islam adalah nasionalis dan Islam Syiah revolusi yang menggantikan sebuah monarki kuno dengan teokrasi berdasarkan " Perwalian para fukaha Islam "(atau velayat-e faqih).
2. Politik di Iran di kuasai oleh dua aliran yaitu konservatif dan reformis Namun dalam dua kubu itu sendiri terbagi menjadi beberapa aliran. Yaitu Konservatif pragmatis , Neokonservatif, Konservatif tradisional, Reformis, Reformis modern, Reformis tradisional dan Reformis pragmatis.
3. Dasar Negara Iran berdasarkan kepada Agama Islam Madzab Shiah Imam 12 (Ja’fari). Untuk melaksanakan prinsip ini maka diciptakan sistem Velayat e Faqih ( Supremasi kaum Ulama ) dimana seorang pemimpin agama memiliki hak untuk memberikan fatwa keagamaan dan sekaligus memegang kekuasaan tertinggi dalam masalah ketatanegaraan. sama konstitusi Republik Islam Iran mempunyai Pranata-pranata demokrasi konstitusi melengkapi sistem pemerintahan parlementer dengan badan eksekutif, legislatif dan yudikatif.
4. Ruhullah Al-Musawi Al-Khomaini atau Ayatullah Khomeini merupakan tokoh revolusi sekaligus pemimpin spiritual pertama Iran. Saat ini pemimpin agung Iran digantikan oleh anaknya yaitu ayatollah ali khamenei setelah meninggalnya beliau.
5. Hassan Rouhani dikenal sebagai ulama dan politisi yang moderat dari kelompok konservatif, dengan pengalaman yang banyak dalam pemerintahan Iran dan digadang untuk membuat citra Iran lebih lunak dan manusiawi.
6. dari kesepakatan nuklir Iran adalah Iran tetap dapat mengembangkan nuklirnya dan secara sah diakui dunia Internasional tanpa harus mengalami embargo,tekanan dari AS dan uni Eropa. dengan mempertimbangkan resiko dan manfaat dari adanya perjanjian ini membuat pemerintah Iran pada akhirnya menyepakati kesepakatan terkait pengayaan nuklirnya walapun perjanjian ini hanya akan berlangsung secara enam bulan.
Situs Web
http://iran.unfpa.org/Country%20Profile.asp.Diakses pada selasa, 2 Juni 2015.
http://www.dw.de/awal-mula-revolusi-islam-iran/a-4017109. diakses pada hari selasa 2 juni 2-15.
http://www.iranchamber.com/history/islamic_revolution/islamic_revolution.php. Di akses pada hari selasa 2 juni 2015.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/17/ln/1821389.htm. Di akses pada hari selasa 2 juni 2015.
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/421104-hassan-rohani--dari-ulama-hingga-jadi-presiden-iran. di akses pada hari rabu 3 juni 2015.
Buku dan Artikel
Jalaluddin Rakhmat, Antara Al-Farabi dan Khomaini Filsafat Politik Islam,(Bandung:Mizan, 2002), Hal.111.
Didin Saefuddin, Biografi Intelektual 17 Tokoh Pemikiran Modern dan Post modern Islam,(Jakarta:PT Grasindo, 2003), Hal.114.
Jalaluddin Rakhmat, Antara Al-Farabi dan Khomaini Filsafat Politik Islam,(Bandung:Mizan, 2002), Hal.114
Setiawan, D. (2013). Kesepakatan Nuklir Iran . Anatomi dan Agenda, hal. 1.
Pujayanti, A. (2012). Sanksi Ekonomi Terhadap Iran dan Dampak Internasionalnya. Info Singkat Hubungan Internasional , 1.
Fahlevie, R. (2013). Peranan Mahmoud Ahmadinejas dalam Mengembangkan Iran Menjadi Kekuatan Besar dikawasan Timur Tengah. Jurnal Hubungan Internasional, 7.