• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepabeanan Ekspor Impor pertemuan 9 sete

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kepabeanan Ekspor Impor pertemuan 9 sete"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

TEMPAT PENIMBUNAN

TPS

Tempat Penimbunan Sementara

TPP

Tempat Penimbunan Pabean

TPB

TPB

Tempat Penimbunan Berikat

(2)

Kedatangan Keberangkatan

Penimbunan Barang di Kawasan Pabean / Tempat Penimbunan Sementara (TPS)

Pembongkaran

INWARD MANIFEST

BC 1.0  RKSP BC 1.1 : Pos & Sub-Pos

Pemuatan

BC 1.1 : Pos & Sub-Pos

OUTWARD MANIFEST

Penyelesaian Kewajiban

Pabean (IMPOR) Penyelesaian Kewajiban Pabean (EKSPOR)

BC 2.0

BC 2.3

BC 3.0

BC 2.4 KITE

Umum / Pasar Bebas

TPB

Perush.Fas KITE

Alur Pelayanan Kepabeanan

(3)

TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA

T P S

Pembongkaran

Impor untuk dipakai

Impor untuk dipakai

Impor sementara

Impor sementara

Tempat Penimbunan Berikat

Tempat Penimbunan Berikat

TPS lainnya

TPS lainnya

Diangkut terus/lanjut

Diangkut terus/lanjut

Diekspor kembali

Diekspor kembali

(4)

TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA

adalah :

Bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang

disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang, sementara menunggu pemuatan atau

pengeluarannya

Jenis Tempat Penimbunan Sementara :

1. Lapangan Penimbunan;

2. Lapangan Penimbunan Peti Kemas; 3. Gudang Penimbunan; dan/atau

4. Tangki penimbunan

Tempat Penimbunan Sementara dikelola oleh Pengusaha Tempat Penimbunan

Sementara, yang bertanggung jawab

terhadap Bea Masuk yang terutang atas barang yang ditimbun di Tempat

(5)

TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA

Penimbunan diperuntukkan bagi barang impor atau barang ekspor sementara menunggu pengeluaran atau pemuatannya

Peti kemas atau kemasan

barang-barang lainnya yang ditimbun dalam TPS hanya dapat dibuka untuk

kepentingan pemeriksaan fisik barang dalam rangka pemeriksaan pabean

Barang yang berasal dari dalam daerah pabean hanya dapat ditimbun di TPS untuk :

a. tujuan ekspor; b. reekspor; atau

c. tujuan dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean dengan melewati tempat di luar daerah pabean.

(6)

T P

P

TEMPAT PENIMBUNAN PABEAN

adalah :

Bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu, yang disediakan oleh pemerintah di kantor pabean, yang berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menyimpan barang yang dinyatakan tidak dikuasai, barang yang dikuasai negara dan barang yang menjadi milik negara

berdasarkan Undang-Undang ini.

Barang asal TPS yang telah ditetapkan sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai akan dilelang apabila

Kewajiban Pabeannya tidak

diselesaikan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak disimpan di TPP

Barang yang ditimbun di TPS yang tidak dikeluarkan dalam jangka waktu 30 hari sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai dan wajib dipindahkan dari Tempat Penimbunan Sementara (TPS) ke

(7)

Tempat Penimbunan

Berikat

adalah :

Bangunan, tempat atau kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.

barang impor

T P B

barang asal daerah pabean

DENGAN TUJUAN

DIIMPOR UNTUK DIPAKAI, DIKELUARKAN KE TPB LAINNYA ATAU DIEKSPOR

DIOLAH ATAU DIGABUNGKAN SEBELUM DIEKSPOR ATAU DI IMPOR UNTUK DIPAKAI

DIPAMERKAN

DIJUAL, KEPADA ORANG DAN/ATAU ORANG TERTENTU

DILELANG SEBELUM DIEKSPOR ATAU DIMASUKKAN KEMBALI KEDALAM DAERAH

PABEAN

MENIMBUN ASAL DAERAH PABEAN GUNA DIDAUR ULANG SEBELUM DI EKSPOR ATAU

(8)

MEMBERIKAN FASILITAS kepada pengusaha

berupa penangguhan pembayaran bea masuk

MEMBERIKAN FASILITAS kepada pengusaha

berupa penangguhan pembayaran bea masuk

Penangguhan yaitu PENIADAAN SEMENTARA kewajiban

pembayaran bea masuk sampai timbul kewajiban untuk membayar bea masuk berdasarkan undang-undang ini

Penangguhan yaitu PENIADAAN SEMENTARA kewajiban pembayaran bea masuk sampai timbul kewajiban untuk membayar bea masuk berdasarkan undang-undang ini

Pengadaan tempat penimbunan berikat ini diharapkan dapat MEMPERLANCAR ARUS BARANG impor

atau ekspor serta meningkatkan produksi dalam negeri

Pengadaan tempat penimbunan berikat ini diharapkan dapat MEMPERLANCAR ARUS BARANG impor

atau ekspor serta meningkatkan produksi dalam negeri

(9)

Gudang Berikat; Gudang Berikat;

Kawasan Berikat; Kawasan Berikat;

Tempat Penyelenggaraan Pameran Berikat;

Tempat Penyelenggaraan Pameran Berikat;

Toko Bebas Bea; Toko Bebas Bea;

Tempat Lelang Berikat; atau Tempat Lelang Berikat; atau

Kawasan Daur Ulang Berikat Kawasan Daur Ulang Berikat

Bentuk TPB

(10)

Tempat untuk menimbun barang impor, dapat disertai 1 (satu) atau lebih kegiatan

Tempat untuk menimbun barang impor, dapat disertai 1 (satu) atau lebih kegiatan

berupa pengemasan /pengemasan kembali, penyortiran,

penggabungan (kitting),

pengepakan, penyetelan,

pemotongan,

berupa pengemasan /pengemasan kembali, penyortiran,

penggabungan (kitting),

pengepakan, penyetelan, pemotongan,

atas barang-barang tertentu

atas barang-barang tertentu

dalam jangka waktu tertentu untuk dikeluarkan kembali.

dalam jangka waktu tertentu untuk dikeluarkan kembali.

(11)

Bangunan, tempat atau

kawasan dengan batas-batas tertentu

Bangunan, tempat atau

kawasan dengan batas-batas tertentu

didalamnya dilakukan kegiatan industri

pengolahan, rancang bangun, perekayasaan, penyortiran, pemeriksaan awal, pemeriksaan akhir dan pengepakan atas barang atau bahan asal impor atau dari dalam Daerah Pabean Indonesia Lainnya

didalamnya dilakukan kegiatan industri

pengolahan, rancang bangun, perekayasaan, penyortiran, pemeriksaan awal, pemeriksaan akhir dan pengepakan atas barang atau bahan asal impor atau dari dalam Daerah Pabean Indonesia Lainnya

yang hasilnya terutama untuk diekspor.

yang hasilnya terutama untuk diekspor.

(12)

KEGIATAN INDUSTRI PENGOLAHAN

Kegiatan yang mengolah bahan mentah, bahan baku,

barang setengah jadi dan atau barang jadi dengan nilai yang lebih tinggi

TUJUAN PEMBENTUKAN KAWASAN BERIKAT :

Meningkatkan efisiensi dengan mendekatkan persediaan

bahan baku bagi industri

Sarana pemberian fasilitas kepabeanan dan perpajakanMeningkatkan daya saing produk ekspor di pasar global

MEREKA YANG BERUSAHA DI KAWASAN BERIKAT

(13)

Tempat untuk menimbun

barang impor dalam jangka waktu tertentu,

Tempat untuk menimbun

barang impor dalam jangka waktu tertentu,

dengan atau tanpa barang dari dalam

Daerah Pabean

dengan atau tanpa barang dari dalam

Daerah Pabean

untuk

dipamerkan.

untuk

dipamerkan.

(14)

Tempat untuk menimbun barang

asal impor

dan/atau barang asal Daerah

Pabean

Tempat untuk menimbun barang

asal impor

dan/atau barang asal Daerah

Pabean

untuk dijual kepada orang

tertentu.

untuk dijual kepada orang

tertentu.

Mis : MMEA untuk

Ekspatriat

Mis : MMEA untuk

Ekspatriat

(15)

Tempat

untuk

menimbu

n barang

impor

Tempat

untuk

menimbu

n barang

impor

dalam

jangka

waktu

tertentu

dalam

jangka

waktu

tertentu

untuk

dijual

secara

lelang.

untuk

dijual

secara

lelang.

(16)

Tempat untuk menimbun barang impor

Tempat untuk menimbun barang impor

dalam jangka waktu tertentu

dalam jangka waktu tertentu

yang di dalamnya

dilakukan kegiatan daur ulang limbah asal impor dan/atau asal Daerah

Pabean

yang di dalamnya

dilakukan kegiatan daur ulang limbah asal impor dan/atau asal Daerah

Pabean

sehingga menjadi produk yang mempunyai nilai

tambah serta nilai

ekonomi yang lebih tinggi.

sehingga menjadi produk yang mempunyai nilai

tambah serta nilai

ekonomi yang lebih tinggi.

(17)

Luar Negeri

Luar

Negeri

Kawasan

TPB

Perlakuan BM, Cukai dan

PDRI Dalam Tempat

Penimbunan Berikat

Pemasukan barang ke TPB : Penangguhan BM, bebas Cukai dan Tidak dipungut : PPN, PPnBM, PPh Impor

Pengeluaran barang dianggap sebagai barang ekspor dan wajib MEMBAYAR : Bea Keluar (barang tertentu)

Daerah Indonesia

Lainnya

Daerah Indonesia

Lainnya

Pemasukan Barang ke TPB BEBAS : PPN, PPnBM dan Cukai

Pengeluaran barang ke Daerah Indonesia Lainnya wajib MEMBAYAR : BM, Cukai dan PPn, PPnBM, PPh dan wajib memenuhi ketentuan impor

Kawasan Bebas Lain di Daerah

Indonesia

Kawasan Bebas Lain di Daerah

Indonesia

Kawasan Berikat di Daerah Indonesia

Kawasan Berikat di Daerah Indonesia

Bebas Cukai, PPN, PPnBM,

(18)

BARANG IMPOR

Daerah Pabean

Pemasukan Barang Ke Tempat Penimbunan Berikat

Impor barang modal/peralatan perkantoran yang semata-mata dipakai PKB/PKB merangkap PDKB

Impor barang modal/peralatan perkantoran yang semata-mata dipakai PKB/PKB merangkap PDKB

Impor barang modal dan peralatan pabrik yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi PDKB

Impor barang modal dan peralatan pabrik yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi PDKB

Impor barang/bahan untuk diolah di PDKB.

Impor barang/bahan untuk diolah di PDKB.

Menggunakan dokumen BC 2.3

Menggunakan dokumen BC 2.3

Luar

Penangguhan BM

Penangguhan BM

Bebas Cukai

Bebas Cukai

Tidak

dipungut PPN, PPnBM dan

PPh Psl 22

Tidak

dipungut PPN, PPnBM dan

(19)

Ditangguhkan / Bayar BM dan PDRI

Karena Fungsi dan Sifatnya dipergunakan Secara langsung di dalam kegiatan usaha Industri pengolahan (di dalam pabrik)

- mesin produksi termasuk suku cadang

- Bahan Baku dan/atau bahan penolong

Barang berhubungan LANGSUNG DITANGGUHKAN BM & PDRI

Barang TIDAK berhubungan LANGSUNG BAYAR BM & PDRI

Karena fungsi dan sifatnya tidak dipergu nakan secara langsung di dalam kegiatan usaha industri pengolahan, misal :

Peralatan perkantoran yang habis pakai (kertas, tinta, pita printer dan disket)

BARANG YANG DIMASUKKAN KE TPB

BC 2.3

BC 2.0

(20)

Luar Negeri

Luar

Negeri

Kawasan

TPB

Dokumen Pemberitahuan

Di Kawasan TPB

Pemasukan barang ke TPB menggunakan : BC 2.3

Pengeluaran barang dianggap sebagai barang ekspor menggunakan : BC 3.0

Daerah Indonesia

Lainnya

Daerah Indonesia

Lainnya

Pemasukan Barang ke FTZ menggunakan : BC 4.0

Pengeluaran barang asal Luar Negeri ke Daerah Indonesia Lainnya menggunakan : BC 2.5

Kawasan Bebas Lain di Daerah

Indonesia

Kawasan Bebas Lain di Daerah

Indonesia

Kawasan Berikat di Daerah Indonesia

Kawasan Berikat di Daerah Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

(volt misalnya, jika ia adalah sinyal tegangan). Dari tabel tersebut di atas kita dapat menggambarkan dua grafik yaitu grafik amplitudo dan grafik sudut fasa, masing-masing

2.2.4 Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama.. Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam

Untuk menganalisa pengaruh harmonisa terhadap kinerja motor induksi tiga fasa, pada penelitian ini akan dibandingkan nilai harmonisa dari rangkaian inverter yang

Perikatan ini telah menjaminkan bahawa kepentingan asing tidak digugat,susunan ekonomi Malaya yang diwarisi dari zaman penjajahan tidak akan berubah

Peneliti : Wah, wah ibu tidak bisa lama-lama di sini. Kalau hasil tes kalian sudah bagus pada materi segitiga, ibu akan meninggalkan sekolah kalian. Pokoknya kalian

- Lalu hubungkan papan rangkaian dengan basic meter menggunakan kabel hitam dan kabel merah - Sebelumnya ubah basic meter ke amperemeter - Hitunglah ggl dan tegangan jepitnya. -

Pada kelompok eksperimen, peneliti memberi perlakuan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik, yang bertujuan untuk melihat gejala atau dampak yang

Long-term Retrospection on Mangrove Developmen Using Sediment Cores and Polen Analysis.. Morphology and Taxonomi Angiospermae An Introduction