• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Mengenai Pemberian Kredit Modal Kerja Oleh Bank Melalui Mekanisme “Take Over” (Kajian Mengenai Prosedur Dan Jaminan Pada Bank Swasta Di Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Mengenai Pemberian Kredit Modal Kerja Oleh Bank Melalui Mekanisme “Take Over” (Kajian Mengenai Prosedur Dan Jaminan Pada Bank Swasta Di Medan)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

i ABSTRAK

Kredit Modal Kerja merupakan kredit untuk perseorangan atau badan usaha sebagai tambahan permodalan untuk pengembangan usaha yang telah berjalan. Pemerintah sangat mendorong,mendukung dan membantu sektor UKM (Usaha Kecil Menengah atau SME “Small Medium Enterprise”), agar UKM menjadi penopang tatanan perekonomian Indonesia. Maknanya, bahwa pemerintah menginginkan agar perekonomian Indonesia berkembang terutama melalui sektor UKM. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah dalam menjamin pengembangan UKM adalah akses penjaminan dalam penyediaan pembiayaan yang meliputi kredit perbankan. Bank selaku pemberi kredit saling bersaing secara terbuka dalam menawarkan jasa kreditnya, salah satu strateginya adalah menarik debitur yang berasal dari bank lain yang memiliki track record perkreditan yang baik, sehingga bank memiliki debitur yang berkualitas dan dapat meminimalkan kemungkinan kredit bermasalah. Strategi tersebut adalah peralihan kredit atau dalam praktek perbankan dilapangan dikenal dengan istilah “take over”. Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana mekanisme peralihan kredit (take over) pada bank swasta nasional dalam pemberian fasilitas modal kerja bagi pengusaha kecil maupun menengah, bagaimana bank swasta nasional melakukan analisis terhadap kegiatan usaha pengusaha kecil dan menengah yang layak untuk di take over dan bagaimana solusi terhadap penurunan kinerja usaha pengusaha kecil maupun menengah terkait pinjaman kreditnya kepada bank.

Penelitian ini bersifat desktiptif analitis. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menggabungkan dua metode pengumpulan data yaitu studi kepustakaan/studi dokumen dan penelitian lapangan yang kemudian dianalisa dengan metode analisa kualitatif.

(2)

ii

pihak Account Officerbersama dengan debitur ke BankTake Over untuk dilakukan pengambilan dokumen jaminan asli di Bank Take Over dan wajib mengambil slip atau bukti tanda pelunasan, Surat Roya dan bukti kepemilikan jaminan yang asli. Objek jaminan di roya terlebih dahulu kemudian baru dibebani Hak Tanggungan. Dalam pemberian kredit analisa kualitatif dan kuantitatif wajib dilakukan karena prinsip yang terpenting dalam pemberian kredit modal kerja adalah cashflow dari usaha debitur yang merupakan sumber utama pembayaran kembali pinjaman. Komunikasi antara bank dengan debitur dan monitoring kredit harus terus dilakukan setelah kredit modal kerja disalurkan. Hal ini penting agar bank dapat menggali informasi terkini dari debitur terutama informasi mengenai usahanya sehingga jika usaha debitur mengalami tanda- tanda penurunan dapat segera diatasi oleh debitur dengan bantuan dan kerjasama dari bank. Dengan masih adanya kepercayaan dan dukungan bank terhadap debitur biasanya dapat menenangkan para supplier atau kreditur lain dalam bermitra usaha sehingga usaha debitur dapat terus berjalan dan debitur dapat memenuhi kewajibannya kepada bank.

Bank hendaknya tetap memegang teguh profesionalisme dan service quality karena kedua hal tersebutlah debitur dapat menetap pada suatu bank dan tidak dapat ditake overkreditnya oleh bank lain.Dalam memberikan kredit, bank harus teliti dan tegas dalam melakukan analisa kredit karena kredit yang diberikan oleh bank mempunyai resiko.Setelah kredit disalurkan, bank harus melakukan pemantauan terhadap debitur dalam penggunaan fasilitas kredit dan kepatuhan memenuhi kewajibannya.

(3)

iii ABSTRACT

Working capital is the credit for individual and business entity as te addtional capital for developing the running business. The government encourages, supports, and helps UKM ( Small and Medium Enterprise ) sector in order that it can support the Indonesian economic system. It indicates that the government wants the Indonesian economy to develop, especially through UKM sector. One of the efforts made by the government is guaranteeing UKM development is the access to the guarantee in providing financing wich includes banking credit. Bank as credit provider competes openly in offering its credit; one of its stategies is attracting its debtors who comes from other banks wich have track record in good credits so that the banks has qualified debtors and can minimize nonperfoming loan. This strategy is “take over” credit. The formal of the problem was about “take over”credit in the national private bank in giving working capital credit to small and medium enterprise, how national private bank does the analysis on the activity of small and medium enterprise wich is appropriate to take over, and how about the solution the deacrease in perfomance of small and medium enterprise,related its credit from bank. This is the analytical descriptive research using normative juridical approach by combining two methods of data collections, which are the study of literature/ documentary study and field study , then it is analysed by the qualitative analysis method.

(4)

iv

monitoring between bank and debtor must keep going, even after the working capital credit is given. This is very important, so that the bank can get the newest information about the debtor, mainly the information about his business. So if the debtor’s business seems to deacrease, it can be handled sooner by the debtor with the help and coorporation from the bank. By still having the trust and support from the bank to the debtor, usually it can calm down the supplier or other crediturs on their business partnership, so that the debtor’s business can keep going and the debtor can fulfill his responsibility to the bank.

It is recommended that bank should be firm professionalism and service quality since debtors will be loyal to a certain bank and their credit can’t be “taken over” by other banks. In giving credits, a bank should use prudential principle or due diligence in going credit analysis since the credit has its risk. After the credit has been given, the bank should monitor the debtors in using credit facility and compliance in fulfilling their obligation.

Referensi

Dokumen terkait

Judul Tugas Akhir : Prosedur Take Over dan Kinerja Penyaluran Kredit Guna Bhakti Pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Kantor Cabang Surakarta

Sistem dan Mekanisme Pemberian Kredit Komersil ………...33.. Mengisi Surat Permohonan Kredit

PROSEDUR PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT DAN MEKANISME PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH PADA

Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan tentang prosedur take over kredit pensiun pada Bank Tabungan Pensiunan Nasional Purna Bakti Kantor Cabang Pembantu Karanganyar

Pada saat proses analisis kredit account officer (AO) melakukan analisis berdasarkan data permohonan kredit yang selanjutnya melakukan peninjauan lapangan ketempat usaha

Prosedur penyelesaian hutang yang dilakukan secara take over dengan tujuan untuk modal kerja yang dilakukan oleh Bank Syariah berlanjut pada transaksi yang

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di dalam prosedur pemberian kredit modal kerja dan kredit konsumsi, ditemukan memiliki 8 tahapan kredit yaitu: permohonan

Prosedur pemberian kredit pada Bank Tabungan Negara Persero, Tbk Cabang Medan meliputi beberapa tahapan, meliputi : 1 Memeriksa Kelengkapan Berkas Permohonan Kredit dan Legalitas