• Tidak ada hasil yang ditemukan

Produksi Katekin Pada Kultur In Vitro Kalus Teh (Camellia sinensis L.) Dengan Elisitasi Saccharomyces Cerevisiae

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Produksi Katekin Pada Kultur In Vitro Kalus Teh (Camellia sinensis L.) Dengan Elisitasi Saccharomyces Cerevisiae"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

iv

PRODUKSI KATEKIN PADA KULTUR IN VITRO KALUS

TEH (Camellia sinensis L.) DENGAN ELISITASI Saccharomyces cerevisiae

ABSTRAK

Penelitian tentang “Produksi Katekin Pada Kultur In Vitro Kalus Teh (Camellia sinensis L.) Dengan Elisitasi Saccharomyces cerevisiae” telah dilakukan dari bulan Maret 2014 sampai bulan Oktober 2014 di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, dan Laboratorium Pengujian Mutu dan Residu Pestisida Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dinding sel Saccharomyces cerevisiae yang dapat meningkatkan produksi katekin pada kultur kalus teh (Camellia sinensis L.) secara in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yaitu: medium Murashige dan Skoog + 1 mg/L 2,4-D + 1 mg/L kinetin ditambahkan elisitor dinding sel Saccharomyces cerevisiae (dengan beberapa tingkatan konsentrasi elisitor). Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan kontrol (medium Murashige dan Skoog ditambah 1 mg/L 2,4-D dan 1 mg/L kinetin) memberikan pengaruh paling baik terhadap peningkatan berat basah kalus teh (Camellia sinensis L.), peningkatan konsentrasi elisitor dinding sel Saccharomyces cerevisiae cenderung menyebabkan peningkatan berat kering kalus teh, konsentrasi elisitor dinding sel Saccharomyces cerevisiae 0,50% merupakan konsentrasi elisitor yang paling baik dalam meningkatkan produksi katekin kalus teh dengan kandungan katekin tertinggi 2,105 mg/g BK atau meningkat 4 kali dibandingkan perlakuan kontrol.

Kata kunci: Elisitasi, Katekin, Saccharomyces cerevisiae, Teh,

(2)

v

CATECHIN PRODUCTION IN IN VITRO CULTURE OF TEA CALLUS (Camellia sinensis L.) WAS ELICITATED BY Saccharomyces cerevisiae

ABSTRACT

The study of “Catechin Production of In Vitro Culture of Tea Callus (Camellia sinensis L.) was elicitated by Saccharomyces cerevisiae” has been done from March 2014 to October 2014 at Plant Tissue Culture Laboratory of Mathematics and Science Faculty of Sumatera Utara University, and Trial Quality and Pesticides Residues Laboratory of The Technical Excutive Unit a Protect Crops and Horticulture in Medan. The aim of this research was to know the concentration of Saccharomyces cerevisiae’s cell walls elicitors to increase cathechin production. The experimental design was completely randomized non factorial using Murashige and Skoog medium with 1 mg/L of 2,4-D and 1 mg/L of kinetin that was added with Saccharomyces cerevisiae’s cell walls elicitors (with numbers of elicitor’s concentration level). The statistical analysis showed that in

Murashige and Skoog medium with 1 mg/L of 2,4-D and 1 mg/L of kinetin as control medium gave the best effect to increase fresh weights of tea callus (Camellia sinensis L.), the increase of Saccharomyces cerevisiae’s cell walls elicitors tend to cause an increase in the dry weights of tea callus. 0,50% is the best elicitor’s concentration that is able to increase highest catechin production of 2,105 mg/g DW or increases 4 times compared to control.

Keywords: Catechin, Elicitate, Saccharomyces cerevisiae, Tea

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian penulis pada tahun 2013 melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi Administrasi Kesehatan Komunitas/Epidemiologi di

 Menyelesaikan masalah program keahlian yang berkaitan dengan operasi bilangan riil..  Kuis

Metode yang digunakan untuk melihat tingkat infeksi mikoriza ada akar mengikuti metode Phylip dan Hyman (dalam Setiadi dan Setiawan, 2011) Sampel akar tanaman pada

Menurut Yumi dan Ediningtyas (2012), Sekolah Lapang bukanlah sekolah formal di ruang kelas dengan jadwal waktu yang ketat dan ruang gerak yang terbatas. Sekolah

Maka ada dua frase pokok pembahasan dalam penelitian disertasi ini, yakni: Sinjai pra Islam dan sejarah penerimaan, penyebaran Islam serta Perubahan sosial dalam aspek pemahaman

[r]

Hasil uji specific gravity pada tanah asli didapat nilai sebesar 2,749, dengan persentase penambahan kapur dan bubuk arang tempurung kelapa yang semakin besar dihasilkan

Pengumpulan data dengan wawancara mendalam kepada pengambil kebijakan sektor publik yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dan pemegang program, Komite Penanggulangan