• Tidak ada hasil yang ditemukan

(4) PAPARAN DUKCAPIL-PKU-SAHMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "(4) PAPARAN DUKCAPIL-PKU-SAHMEN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Drs. Hamdani, MM, M.Si, Ak, CA

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pembangunan

Disampaikan pada acara Rapat Koordinasi Nasional

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2016

Pekanbaru , 25 Agustus 2016

PENINGKATAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN

KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA (BMN) PADA

SATKER DK/TP

DITJEN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN PENCATATAN

SIPIL KEMENDAGRI

S U M A T ER A KA L I M A N T A N

J A V A

(2)

DASAR HUKUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAN

BMN DANA DEKON & TP

UU Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan

PP No. 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah;PP No. 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga;

PP No. 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

PP No. 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewengan serta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi yang disempurnakan dengan PP 23 Tahun 2011

PP No. 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah

PMK 156 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan yang disempurnakan dengan PMK 248 Tahun 2010

PMK Nomor PMK 213/PMK.05/2013 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.

PMK Nomor PMK 50/PMK.06/2014 tentangTata Cara Pelaksanaan Penghapusan Barang Milik Negara.

PMK Nomor PMK 246/PMK.06/2014 tentangTata Cara Pelaksanaan Penggunaan Barang Milik Negara.

PMK Nomor PMK 4/PMK.06/2015 tentang Pendelegasian Kewenangan dan Tanggung Jawab tertentu dari Pengelola Barang kepada Pengguna Barang.

PMK Nomor PMK 177/PMK.05/2015 tentang Pedoman Penyusunan dan Penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga.
(3)

IMPLEMENTASI PELAKSANAAN UU NOMOR 24 TAHUN 2013

Pendanaan untuk program dan

kegiatan administrasi

kependudukan dibebankan pada

APBN

Ps. 87A.

dialokasikan melalui dana dekonsentrasi

untuk provinsi, dan dana tugas

pembantuan (TP) untuk Kabupaten/Kota

LAPORAN

(4)

Kepala

Satker

Kepala

Satker

Kuasa BUN Kuasa BUN Pengguna Anggaran (PA) Pengguna Anggaran (PA)

Kuasa

PA

Kuasa

PA

BENDAHAR A BENDAHAR

A PPKPPK PPSPMPPSPM

delegatif

Perintah

bayar

Tanggungjawab Fungsional

delega

tif

penugasan

PRESIDEN

PRESIDEN

Mente

ri

Mente

ri

Perintah bayar Menteri Keuangan KPPN

Ex Officio

Bendahara Umum Negara (BUN)

(5)

BUN BUN

KUASA BUN KUASA

BUN

PA PA

KUASA PA KUASA PA

BENDAHAR A

BENDAHAR

A PPSPMPPSPM PPKPPK

delegatif

Perintah bayar Fungsional

PEJABAT PERBENDAHARAAN

delegati f

penugasan

PRESIDEN PRESIDEN

Ka Satker

(6)

PENGUJIAN TAGIHAN ATAS BEBAN APBN

Wetmatigheid (Sah Menurut Aturan), , Pengujian wetmatigheid dilakukan untuk mencari tahu terhadap jawaban atas pertanyaan, apakah tagihan atas beban anggaran belanja negara itu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku atau tidak, dan apakah dana yang digunakan untuk membayar tagihan atas beban anggaran belanja negara itu tersedia dalam DIPA/DPA atau tidak.

Rechtmatigheid (Sah Menurut Administrasi), , Pengujian rechmatigheid dilakukan untuk mencari tahu terhadap jawaban atas pertanyaan, apakah para pihak yang mengajukan tagihan atas beban anggaran belanja negara itu secara formal adalah sah. Untuk keperluan  pengujian rechmatigheid  ini, maka kepada para pihak penagih diminta untuk menunjukkan adanya surat-surat bukti, sehingga tagihan dapat dipertanggungjawabkan. Surat-surat bukti ini antara lain meliputi Surat Perintah Kerja, Surat Perjanjian/Kontrak, Kuitansi, Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan dan lain sebagainya

Doelmatigheid (Sah Menurut Fisik/Material) , Pengujian Doelmatigheid dilakukan untuk mencari tahu terhadap jawaban atas pertanyaan, apakah maksud/tujuan (output) dari suatu pekerjaan sebagai pelaksanaan kegiatan/sub kegiatan itu sesuai dengan sasaran/keluaran kegiatan dan indikator keluaran Sub Kegiatan yang tertuang dalam DPA atau tidak. Sebagai contoh, apabila ada pekerjaan pengadaan barang/jasa, maka hasil pengadaan berupa sejumlah (satuan) barang/jasa memang nyata-nyata ada sesuai dengan spesifikasi yang diminta dalam SPK/Kontrak. Termasuk juga pengujian adanya pemborosan atau tidak, sebagai contoh untuk perjalanan dinas yang tidak terlalu prioritas, dan atau pembelian/penggantian ban kendaraan yang masih baru/layak digunakan.

•Pengujian  Rechmatigheid dan Wetmatigheid  PPSPM dan Bendahara  kebenaran formiil atau secara administrasi .

(7)

PERTANGGUNGJAWABAN DAN PELAPORAN

DANA DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN

Pertanggungjawaban

dan Pelaporan DK/TP

Aspek Manajerial

Aspek Akuntabilitas

Realisasi Penyerapan Dana

Pencapaian Target Keluaran

Kendala yang dihadapi

Saran tindak lanjut

Laporan Realisasi Anggaran

Laporan Operasional

Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan Barang Milik Negara

Neraca

(8)

SISTEM AKUNTANSI INSTANSI BERBASIS

AKRUAL (SAIBA

Prosedur dalam siklus akuntansi

yang dilaksanakan pada lingkup

K/L yang dalam pelaksanaannya

memproses transaksi keuangan,

barang, dan transaksi lainnya

untuk

menghasilkan

laporan

keuangan yang dapat bermanfaat

bagi pengguna laporan keuangan

Formulir

Dokumen

Sumber

Formulir

Dokumen

Sumber

Jurnal

Jurnal

Buku

Besar

Buku

Besar

Buku

Pembant

u

Buku

Pembant

u

Laporan

Laporan

LR

A

LR

A

LO

LO

LP

E

LP

E

Nerac

a

Nerac

(9)

STRUKTUR SAIBA

Diselenggarakan

oleh

Kementerian

Negara/Lembaga menggunakan Sistem

Aplikasi Terintegrasi

SAIB

A

SAIB

A

Akuntansi dan

Pelaporan

Keuangan

Akuntansi dan

Pelaporan

Keuangan

Akuntansi dan

Pelaporan

Barang Milik Negara

Akuntansi dan

Pelaporan

Barang Milik Negara

KELUARAN

KELUARAN

Laporan Keuangan dan laporan

barang

kementerian

negara/lembaga

Laporan Keuangan dan laporan

barang

kementerian

(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)

PENGELOLAAN BMN DALAM SIKLUS KEUANGAN

NEGARA

PENGANGGA RAN

PENGELOL AAN

BMN

(17)

Perencanaan

Kebutuhan dan

penganggaran

Pengadaan

Penggunaan

Pengamanan dan

pemeliharaan

Penghapusan

Pemusnahan

Pembinaa n,

pengawas an, dan pengenda

(18)

DEFINISI DAN JENIS-JENIS PERSEDIAAN

Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau

perlengkapan yg dimaksudkan untuk mendukung kegiatan

operasional

pemerintah,

dan

barang-barang

yg

dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam

rangka pelayanan kepada masyarakat

(19)

PENYAMPAIAN DATA LBP (

audited)

KEPADA SATKER

1. Sesuai koreksi hasil pemeriksaan BPK per eselon I,

Koordinator

Eselon

I

berkoordinasi

dan

menyampaikan koreksi BPK dimaksud kepada

satker

dibawahnya

sebagai

bahan/dasar

penyesuaian/perbaikan atas data LBKP (

unaudited

)

menjadi data LBKP (

audited)

;

2. Setelah adanya koreksi hasil pemeriksaan BPK,

satker WAJIB melakukan penyesuaian/perbaikan

data sesuai koreksi BPK dan menyusun LBKP

(

audited);

3. Data LBKP (

audited)

tersebut secara berjenjang

disampaikan kepada Koordinator Eselon I sebagai

bahan penyusunan LBP-E1 (

audited);

4. Koordinator Eselon I menyampaikan data LBP-E1

(

audited)

kepada kooridnator K/L sebagai bahan

penyusunan LBP (

audited).

(20)

MITIGASI RISIKO

Dalam hal terdapat kondisi khusus (misalnya waktu yang

sempit dan satker yang banyak) maka Eselon I kiranya

mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar K/L

dapat menyajikan LBP (

audited

) tepat waktu, antara lain

sebagai berikut:

1.

Bertindak

sebagai

satker

melakukan

penyesuaian/perbaikan atas data LBKP (

unaudited

)

menjadi LBKP (

audited),

untuk selanjutnya data LBKP

(

audited

) tersebut didistribusikan kepada satker dan

satker WAJIB menggunakan data dimaksud dalam

menatausahakan BMN selanjutnya; atau

2.

Koordinator Eselon I memanggil dan mengumpulkan

seluruh satker untuk melakukan penyesuaian/perbaikan

atas data LBKP (

unaudited

) menjadi data LBKP

(

audited)

di tempat dan waktu yang sama (serentak);

(21)

PEMUTAKHIRAN DATA LBKP (

audited

) KE KPKNL

1.

Ketentuan PMK 69/PMK.06/2016 Pasal 10 ayat (2)

menentukan

bahwa

K/L

dapat

melakukan

perubahan/koreksi Saldo Awal BMN dalam rangka

penyesuaian data BMN dengan data BMN yang

tercantum dalam LKPP (

audited

) periode sebelumnya.

2.

Selaras dengan ketentuan tersebut di atas, setelah

Satker menyusun LBKP (

audited

), maka Satker

melakukan

rekonsiliasi

data

BMN

(perbaikan)/pemutakhiran data BMN ke KPKNL

setempat dalam hal terdapat pergerakan data LBKP

akibat dari koreksi BPK.

3. Upaya-upaya sebagaimana tersebut di atas

dilaksanakan guna menjamin akuntabilitas dan

konsistensi data pada seluruh jenjang pelaporan pada

K/L (Pengguna Barang);

(22)

DEFINISI DAN JENIS-JENIS

ASET TETAP

Aset Tetap adalah aset berwujud yg mempunyai masa

manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan utk

digunakan, atau dimaksudkan untuk digunakan,

dalam kegiatan pemerintah dan/atau dimanfaatkan

oleh masyarakat umum.

Aset Tetap adalah aset berwujud yg mempunyai masa

manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan utk

digunakan, atau dimaksudkan untuk digunakan,

dalam kegiatan pemerintah dan/atau dimanfaatkan

(23)

DEFINISI DAN JENIS-JENIS ASET LAINNYA

Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain

aset lancar, investasi jangka panjang, aset

tetap dan dana cadangan.

Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain

aset lancar, investasi jangka panjang, aset

(24)

24

Rekonsiliasi internal antara unit pelaporan keuangan dg unit pelaporan barang:

UAKPA dg UAKPB sebelum L/K disampaikan kepada KPPN dan UAPPA-W;

UAKPA d UAKPB dg jenis kw kantor pusat, sebelum L/K disampaikan

kepada KPPN dan UAPPA-E1

UAPPA-W dg UAPPB-W, sebelum L/K disampaiakan Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan UAPPA-E1;

UAPPA-E1 dg UAPPB-E1 sebelum L/K disampaiakan ke UAPA;

UAPA dg UAPB, sebelum L/K disampaikan ke Ditjen Perbend c.q Dit. Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Rekonsiliasi internal antara unit pelaporan keuangan dg unit pelaporan barang:

UAKPA dg UAKPB sebelum L/K disampaikan kepada KPPN dan UAPPA-W;

UAKPA d UAKPB dg jenis kw kantor pusat, sebelum L/K disampaikan

kepada KPPN dan UAPPA-E1

UAPPA-W dg UAPPB-W, sebelum L/K disampaiakan Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan UAPPA-E1;

UAPPA-E1 dg UAPPB-E1 sebelum L/K disampaiakan ke UAPA;

UAPA dg UAPB, sebelum L/K disampaikan ke Ditjen Perbend c.q Dit. Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan

yang diproses dengan beberapa sistem/sub sistem yang berbeda

Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan

yang diproses dengan beberapa sistem/sub sistem yang berbeda

(25)

25

Rekonsiliasi pelaporan keuangan antara pengguna anggaran dg BUN:

UAKPA dan UAKPA BUN dengan KPPN selaku UAKBUN- Daerah.

UAKPA dan UAKPA BUN dengan dg Dit. PKN selaku UAKBUN-Pusat

UAPPA W dg Kanwil Ditjen. Perbend selaku UAKKBUN-Kanwil

UAPPA E1 dg UAPBUN AP

UAPABUN lain dg UAPBUN AP dan

UAPA dg UAPBUN AP

Rekonsiliasi pelaporan keuangan antara pengguna anggaran dg BUN:

UAKPA dan UAKPA BUN dengan KPPN selaku UAKBUN- Daerah.

UAKPA dan UAKPA BUN dengan dg Dit. PKN selaku UAKBUN-Pusat

UAPPA W dg Kanwil Ditjen. Perbend selaku UAKKBUN-Kanwil

UAPPA E1 dg UAPBUN AP

UAPABUN lain dg UAPBUN AP dan

UAPA dg UAPBUN AP

REKONSILIASI (2)

Rekonsiliasi pelaporan barang antara pengguna barang dg pengelola barang:

UAKPB melakukan rekonsiliasi dengan KPKNL setiap semester.

UAPPB W melakukan rekonsiliasi dengan Kanwil Ditjen Kekayaan Negara setiap Semester

UAPPA E1 melakukan rekonsiliasi dengan Ditjen Kekyaan Negara setiap semester

UAPB melakukan rekonsiliasi dengan Ditjen Kekayaan Negara

Rekonsiliasi pelaporan barang antara pengguna barang dg pengelola barang:

UAKPB melakukan rekonsiliasi dengan KPKNL setiap semester.

UAPPB W melakukan rekonsiliasi dengan Kanwil Ditjen Kekayaan Negara setiap Semester

UAPPA E1 melakukan rekonsiliasi dengan Ditjen Kekyaan Negara setiap semester
(26)

1. MENTERI KEUANGAN SBG

PENGELOLA BARANG.

2. MENTERI/PIMPINAN

LEMBAGA

SBG

PENGGUNA BARANG

3. KEPALA

KANTOR

DI

LINGKUNGAN

KEMENTERIAN/LEMBAGA

SBG KUASA PENGGUNA

BARANG

1. MENTERI KEUANGAN SBG

PENGELOLA BARANG.

2. MENTERI/PIMPINAN

LEMBAGA

SBG

PENGGUNA BARANG

3. KEPALA

KANTOR

DI

LINGKUNGAN

KEMENTERIAN/LEMBAGA

SBG KUASA PENGGUNA

BARANG

1. GUBERNUR/BUPATI/WA

LIKOTA SBG PEMEGANG

KEKUASAAN

PENGELOLAAN

BARANG

2. SEKRETARIS DAERAH

SBG

PENGLOLA

BARANG

3. KEPALA

SKPD

SBG

PENGUNA BARANG

1. GUBERNUR/BUPATI/WA

LIKOTA SBG PEMEGANG

KEKUASAAN

PENGELOLAAN

BARANG

2. SEKRETARIS DAERAH

SBG

PENGLOLA

BARANG

3. KEPALA

SKPD

SBG

PENGUNA BARANG

PEJABAT PENGELOLAAN BMN

PEJABAT PENGELOLAAN BMN

PEMERINTAH

PEMERINTAH

(27)
(28)

Permasalahan Belanja Barang Yang Menghasilkan

Persediaan Terkait Nilai Persediaan Dan Beban

Persediaan

Permasalahan koreksi terhadap akun belanja barang yang

menghasilkan persediaan (5218XX) yang seharusnya bukan

merupakan belanja yang menghasilkan persediaan (5211XX)

masih belum selesai dan belum valid sehingga masih ada

beberapa satker yang dalam neraca masih muncul adanya pos

aset (persediaan) yang belum diregister.

Data transaksi dan nilai aset dari Ditjen Dukcapil yang belum

lengkap, dimana sebagian besar nilai asetnya adalah

persediaan mengakibatkan nilai persediaan dalam LK

Kemendagri menjadi tidak akurat.

Permasalahan tersebut di atas berakibat terhadap pos-pos

dalam laporan keuangan menjadi tidak valid, yaitu :

Nilai Persediaan dalam Neraca

Beban persediaan dalam LO

Beban barang dalam LO

Nilai surplus defisit LO dalam LPE

Nilai Ekuitas akhir menurut LPE dan Neraca

(29)

Belanja  daerah  dipergunakan  dalam  rangka  pelaksanaan 

urusan  pemerintahan  yang  menjadi  kewenangan  provinsi 

atau kabupaten/kota 

KLASIFIKASI BELANJA

(30)

DUKUNGAN APBD 

Penganggaran  Retribusi  Penggantian  Biaya  Cetak  KTP  dan  Akta 

Catatan  Sipil  tidak  diperkenankan  untuk  dianggarkan  dalam 

APBD  TA  2017  sesuai  maksud  Pasal  79A  UU  24/2013  tentang 

Perubahan Atas UU 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan 

diatur 

bahwa 

pengurusan 

dan 

penerbitan 

dokumen 

kependudukan  tidak  dipungut  biaya.  Berkaitan  dengan  hal 

tersebut,  pemerintah  daerah  harus  segera  menyesuaikan  perda 

sesuai UU 24/2013.

Penganggaran  Retribusi  Penggantian  Biaya  Cetak  KTP  dan  Akta 

Catatan  Sipil  tidak  diperkenankan  untuk  dianggarkan  dalam 

APBD  TA  2017  sesuai  maksud  Pasal  79A  UU  24/2013  tentang 

Perubahan Atas UU 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan 

diatur 

bahwa 

pengurusan 

dan 

penerbitan 

dokumen 

kependudukan  tidak  dipungut  biaya.  Berkaitan  dengan  hal 

tersebut,  pemerintah  daerah  harus  segera  menyesuaikan  perda 

sesuai UU 24/2013.

30

Pendanaan  penyelenggaraan  program  dan  kegiatan 

administrasi  kependudukan  yang  meliputi  kegiatan  fisik 

dan  non  fisik,  baik  di  provinsi  maupun  kabupaten/kota 

bersumber dari dan atas beban APBN sesuai maksud Pasal 

87A UU 24/2013.

Pendanaan  penyelenggaraan  program  dan  kegiatan 

administrasi  kependudukan  yang  meliputi  kegiatan  fisik 

dan  non  fisik,  baik  di  provinsi  maupun  kabupaten/kota 

bersumber dari dan atas beban APBN sesuai maksud Pasal 

87A UU 24/2013.

Terhadap  program  dan  kegiatan  administrasi  kependudukan  yang 

menjadi  kewenangan  pemerintah  daerah  dibebankan  pada  APBD 

dengan  mempedomani  Pasal  6  dan  Pasal  7  UU  24/2013  dan  UU 

23/2014.

(31)

a. Koordinasi  penyelenggaraan  Administrasi Kependudukan; 

b. Pemberian  bimbingan,  supervisi,  dan  konsultasi  pelaksanaan  Pendaftaran  Penduduk dan Pencatatan Sipil; 

c. Pembinaan  dan  sosialisasi  penyelenggaraan  Administrasi  Kependudukan; 

d. Pemanfaatan  dan  penyajian  Data  Kependudukan  berskala  provinsi  berasal  dari  Data  Kependudukan  yang  telah dikonsolidasikan dan dibersihkan  oleh  Kementerian  yang  bertanggung  jawab  dalam  urusan  pemerintahan  dalam negeri; 

e. Koordinasi  pengawasan  atas  penyelenggaraan  Administrasi  Kependudukan;

f. Penyusunan  profile  kependudukan  provinsi.

a. Koordinasi  penyelenggaraan  Administrasi Kependudukan; 

b. Pemberian  bimbingan,  supervisi,  dan  konsultasi  pelaksanaan  Pendaftaran  Penduduk dan Pencatatan Sipil; 

c. Pembinaan  dan  sosialisasi  penyelenggaraan  Administrasi  Kependudukan; 

d. Pemanfaatan  dan  penyajian  Data  Kependudukan  berskala  provinsi  berasal  dari  Data  Kependudukan  yang  telah dikonsolidasikan dan dibersihkan  oleh  Kementerian  yang  bertanggung  jawab  dalam  urusan  pemerintahan  dalam negeri; 

e. Koordinasi  pengawasan  atas  penyelenggaraan  Administrasi  Kependudukan;

f. Penyusunan  profile  kependudukan  provinsi. 31

Lanjutan ....

Kewenangan Provinsi  (Pasal 6 UU 24/2013) a. Koordinasi penyelenggaraan Adminduk; 

b. Pembentukan  Instansi  Pelaksana  yang  tugas  dan fungsinya di bidang Adminduk; 

c. Pengaturan  teknis  penyelenggaraan  Adminduk  sesuai dengan ketentuan Peraturan Per­UU­an;  d. Pembinaan  dan  sosialisasi  penyelenggaraan 

Adminduk; 

e. Pelaksanaan kegiatan pelayanan masyarakat di  bidang Adminduk; 

f. Penugasan  kepada  desa  untuk  menyelenggarakan  sebagian  urusan  Adminduk  berdasarkan asas tugas pembantuan; 

g. Pemanfaatan  dan  penyajian  Data  Kependudukan berskala  kab/kota  berasal dari  Data  Kependudukan  yang  telah  dikonsolidasikan  dan  dibersihkan  oleh  Kementerian  yang  bertanggung  jawab  dalam  urusan pemerintahan dalam negeri; 

h. Koordinasi  pengawasan  atas  penyelenggaraan  Adminduk;

i. Penyusunan  profile  kependudukan  kabupaten/kota.

a. Koordinasi penyelenggaraan Adminduk; 

b. Pembentukan  Instansi  Pelaksana  yang  tugas  dan fungsinya di bidang Adminduk; 

c. Pengaturan  teknis  penyelenggaraan  Adminduk  sesuai dengan ketentuan Peraturan Per­UU­an;  d. Pembinaan  dan  sosialisasi  penyelenggaraan 

Adminduk; 

e. Pelaksanaan kegiatan pelayanan masyarakat di  bidang Adminduk; 

f. Penugasan  kepada  desa  untuk  menyelenggarakan  sebagian  urusan  Adminduk  berdasarkan asas tugas pembantuan; 

g. Pemanfaatan  dan  penyajian  Data  Kependudukan berskala  kab/kota  berasal dari  Data  Kependudukan  yang  telah  dikonsolidasikan  dan  dibersihkan  oleh  Kementerian  yang  bertanggung  jawab  dalam  urusan pemerintahan dalam negeri; 

h. Koordinasi  pengawasan  atas  penyelenggaraan  Adminduk;

i. Penyusunan  profile  kependudukan  kabupaten/kota.

Kewenangan Kab/Kota (Pasal 7 UU 24/2013) Kewenangan Kab/Kota

(32)

32

Terima Kasih

SEMOGA PERTEMUAN INI DAPAT BERMANFAAT

BAGI KITA SEMUA

Referensi

Dokumen terkait

Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan ( supplies ).. Catatan atas Laporan Keuangan - 49 - pada tanggal neraca yang diperoleh dengan

Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional

Dan Rp.236.000,00 Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN | PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA 20 Persediaan merupakan jenis Aset Lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal

Dan menurut Meneg PPPA nomor 17 tahun 2012, persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang diperoleh, disimpan, dan didistribusikan untuk

Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan

Persediaan merupakan aset berwujud berupa barang atau perlengkapan supplies yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional Pemerintah Kota Probolinggo, bahan atau perlengkapan

PERSEDIAAN YANG DIAKUI ASET PEMERINTAH INGOUDE COMPANY 1.Barang atau perlengkapan supplies yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional pemerintah 2.Bahan atau perlengkapan