AKUNTANSI KLASIFIKASI PENGAKUAN PENGUKURAN PENGUNGKAPAN DAN PENILAIAN Kas
Uang tunai / simpanan yang setiap saat dapat digunakan (bebas).
Setara Kas
Inv. Jk. pendek yang sangat liquid, siap dijabarkan menjadi kas, bebas dari risk perubahan nilai.
Kas yang dikuasai, dikelola, dan di bawah tg.jw:
BUD
1. Saldo rek kasda
2. Setara kas (SUN,obg,dep) 3. Uang tunai di BUD
Selain BUD, kas di:
1. Bend Pengelu, pegang kas 2. Bend. Penerim
3. BLUD
Uang tunai, saldo, cek diakui Jika:
1. Dimiliki Pemda
2. Setiap saat dapat digunakan 3. Uang tunai di BUD
Inv. Jk. Pendek diakui jika:
1. Dimiliki pemda
2. Sangat likuid (< 3 bulan)
3. Bebas dari risk. Perubahan nilai
Kas dicatat sebesar nilai nominal, artinya sebesar nilai rupiahnya. Jika dalam valas maka harus dikonversi menjadi rupiah menggunakan kurs tengah BI pada tanggal trx.
Hal-hal yang harus diungkapkan dalam CaLK:
1. Penjelasan dan sifat dari setiap akun kas.
2. Rincian dan daftar sign. dari masing2 rek kas.
3. Kas di Bend.Pengeluaran (bukti2 pengeluaran)
4. Rincian setara kas (jenis & jk.waktunya) 5. Kurs pada tanggal neraca
Piutang
Jumlah uang yang wajib dibayar oleh pihak lain kepada Pemda, yg dapat dinilai dengan uang, sbg akibat perjanjian, PerUU, atau akibat lain yg sah.
Piutang karena:
1. Pendapatan
2. Pemberian pinjamam/
perikatan
3. Tuntutan perbendaharaan atau TGR.
Piutang karena:
1. Pendapatan, diakui saat:
- Diterbitkan surat ketetapan - Ada tanda tangan komitmen - Timbul hak krn perikatan
2. Pemberian pinjamam/ perikatan, diakui saat:
- Mengeluarkan kas/barang, surat ketetapan terbit
3. Tuntutan perbendaharaan atau TGR, diakui saat:
- Ditantangani SKTJM
- Surat ketetapan dari instansi
Piutang karena:
1. Pendapatan:
nilai nominal
2. Pemberian pinjamam/
perikatan
Jlh yg dikeluarkan
3. Tuntutan perbendaharaan atau TGR
Nominal dalam SKTJM
Hal-hal yang harus diungkapkan dalam CaLK:
1. Kebj.Akuntansi yg digunakan.
2. Rincian jenis2, saldo menurut umur (utk tujuan mengetahui kolektibilitas)
3. Penjelasan atas penyelesaian piutang 4. Jaminan/ sita jaminan (jika ada)
5. Informasi mengenai penghapusan piutang (jika ada)
Persediaan
Aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan
Persediaan merupakan aset yang berupa: (PSAP 5, prg 5)
1. Barang/ perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional pemerintah 2. Barang/ perlengkapan
(supplies) yang digunakan dalam proses prdx.
Persediaan diakui pada saat: (Prg.13) 1. Potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dg andal.
2. Pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah.
Persediaan disajikan sebesar:
(Prg.15)
1. Biaya perolehan apabila diperoleh dg pembelian 2. HPP apabila diperoleh dg
cara memprodx sendiri 3. Nilai wajar, apabila
diperoleh dengan cara
Penilaian (Prg.17)
Persediaan dapat dinilai dengan menggunakan:
1. Metode sistematis seperti FIFO atau rata- rata tertimbang.
2. Harga pembelian terakhir apabila setiap unit persediaan nilainya tidak material dan bermacam-macam jenis.
dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
(PSAP 05, Prg. 4)
3. Barang dalam proses produksi yg dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan ke masyarakat.
4. Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan.
lainnya seperti donasi/
rampasan.
Pengungkapan: (Prg.26)
Laporan keuangan mengungkapkan:
1. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan;
2. Penjelasan lebih lanjut persediaan;
3. Jenis, jumlah, dan nilai persediaan dalam kondisi rusak atau usang.
Investasi
Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi seperti bunga,
dividen dan royalti, dan/atau manfaat sosial,
sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan
kepada masyarakat.
(PSAP No.06. Prg.6)
PSAP No.06. Prg.9
Investasi pemerintah diklasifikasi menjadi dua, yaitu:
1. Investasi Jk.pendek (aset lancar)
- Deposito jk pendek - SUN jk pendek
2. Investasi Jk.panjang (aset nonlancar)
- Inv. Permanen - Inv. Nonpermanen Bentuk Investasi: (buku)
1. Inv. Surat berharga 2. Investasi langsung
PSAP No.06. Prg.19
Diakui sebagai investasi apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Kemungkinan manfaat ekonomi dan manfaat sosial atau jasa potensial di masa yang akan datang atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh pemerintah;
2. Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara andal (reliable).
*Pengakuan hasil invs. (Prg.42)
PSAP No.06. Prg.23-33 Dicatat sebesar:
1. Biaya Perolehan 2. Nilai wajar 3. Nilai nominal
4. Nilai tercatat/ nilai wajar lainnya.
Penilaian (PSAP No.06. Prg.39) 1. Metode Biaya
2. Metode Ekuitas
3. Metode nilai bersih yang dapat direalisasikan (buku)
Pengungkapan (PSAP No.06. Prg.54) Hal-hal yang harus diungkapkan:
1. Kebijakan akuntansi utk penentuan nilai investasi;
2. Jenis-jenis investasi, investasi permanen dan nonpermanen;
3. Perubahan harga pasar baik investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang yang memiliki harga pasar;
4. Penurunan nilai investasi yang signifikan dan penyebab penurunan tsb;
5. Investasi yang dinilai dengan nilai wajar dan alasan penerapannya;
6. Perubahan pos investasi.