pada acara
:
FORUM SKPD Tahun 2016
S a m a r i n d a , 2 9 M a r e t 2 0 1 6
KEBIJAKAN & ARAH PEMBANGUNAN
PROVINSI KALTIM TAHUN 2017
PEMANTAPAN INDUSTRI HILIR UNTUK MEWUJUDKAN
STRUKTUR EKONOMI YANG BERKUALITAS
Disampaikan oleh:
OUTLINE PAPARAN
2
PENGANTAR
EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2015 &
ISU UTAMA PEMBANGUNAN
SASARAN & ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
TAHUN 2017
KERANGKA PENDANAAN DAERAH TAHUN 2017
1.
2.
3.
4.
PENGANTAR
1.
1. Sesuai dengan amanat Permendagri No. 54 Tahun 2010 penyusunan
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) telah dan akan dilakukan
tahapan pembahasan sbb :
a. Rakor Bappeda se Kalimantan Timur pada tanggal 4 Februari 2016 di
Paser dan dilanjutkan dengan;
b. Konsultasi Publik tanggal 8 Maret 2016 di Hotel Mesra Samarinda;
c. Rakor Prioritas tanggal 22-23 Maret 2016 di Bappeda Prov. Kaltim;
d. Forum SKPD tanggal 29-30 Maret 2016 di Bappeda Prov. Kaltim;
e. Musrenbang RKPD Prov. Kaltim Tahun 2016 yang direncanakan
tanggal 4-5 April 2016 di Convention Hall Samarinda.
2. Tujuan FORUM SKPD adalah menyelaraskan program/kegiatan prioritas
SKPD Tahun 2017 dan usulan Kabupaten/Kota Tahun 2017 yang akan
masuk ke dalam Renja SKPD Prov. hasil pembahasan Rakor Program
Prioritas.
PENGANTAR
3. Pembahasan dalam Forum SKPD Provinsi, mencakup :
a. Penyelarasan program & kegiatan sesuai dengan tugas dan
fungsi SKPD Provinsi berdasarkan usulan program dan kegiatan
hasil musrenbang kab/kota;
b. Penajaman indikator dan target kinerja program dan kegiatan
sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD Provinsi;
c. Penyelarasan program dan kegiatan antar SKPD Provinsi dalam
rangka sinergi pelaksanaan dan optimalisasi pencapaian sasaran
sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD;
d. Penyesuaian pendanaan program dan kegiatan prioritas
berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD Provinsi.
1. Usulan Kabupaten/Kota terdiri dari :
1) Usulan BL program/kegiatan prioritas SKPD hasil Rakor Bappeda;
2) Usulan BL program/kegiatan prioritas SKPD diluar Rakor Bappeda (hasil
usulan Musrenbang Kabupaten/Kota);
3) Usulan Bantuan Keuangan Provinsi dengan 4 kategori:
a. Mendukung Prioritas Provinsi dan sesuai Prioritas Kab/Kota;
b. Mendukung Prioritas Provinsi tetapi tidak mendukung Prioritas
Kab/Kota;
c. Tidak mendukung Prioritas Provinsi tetapi sesuai Prioritas Kab/Kota;
d. Tidak mendukung Prioritas Provinsi dan tidak sesuai Prioritas Kab/Kota.
2. Substasi usulan BL SKPD yang dapat akomodir :
1) Kesesuaian dengan tupoksi SKPD Provinsi;
2) Usulan yang menjadi kewenangan Provinsi;
3) Apabila usulan bukan merupakan kewenangan Provinsi, maka usulan tsb
dianjurkan untuk dipindahkan pada format Bantuan Keuangan.
3. Proses penyampaian usulan :
1) Kab/Kota meginput usulan Kab/Kota hasil Rakor Bappeda se-Kaltim (menu
“USULAN KAB/KOTA” submenu “BL SKPD PROV (Hasil Rakor)”;
2) Kab/Kota meginput usulan Kab/Kota diluar Rakor Bappeda se-Kaltim
termasuk usulan hasil MUSRENBANG KAB/KOTA (pada menu “USULAN
KAB/KOTA” submenu “BL SKPD PROV (Diluar Rakor)”;
3) Kab/Kota menginput usulan Bantuan Keuangan pada menu “USULAN
KAB/KOTA” sub menu “BANTUAN KEUANGAN”.
4. Dilakukan Pembahasan terhadap usulan BL SKPD oleh kab/Kota, Bappeda dan
SKPD dengan sistem “desk”.
5. Usulan BL SKPD dari Kab/Kota yang diakomdir langsung diberikan status
hijau pada SIPPD dan SKPD secara langsung menyesuaikan LOKUS,
INDIKATOR dan TARGET kegiatan di Renja SKPD.
6. Bantuan Keuangan akan dibahas secara “desk” dengan Kab/Kota pada tahap
paska Musrenbang RKPD.
7. Lampiran Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum adalah Hasil Cetakan di
SIPPD pada menu usulan Kab. Kota.
EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN
TAHUN 2015 & ISU UTAMA
PEMBANGUNAN
TARGET INDIKATOR MAKRO PEMBANGUNAN
“
KALTIM MAJU 2018
”
NO
INDIKATOR
PEMBANGUNAN
KONDISI
AWAL
2013
PELAKSANAAN RKPD
TARGET
2018
2014
Reali
sasi
2015
Reali
sasi
2016
2017
1.
PDRB ADHK
(Rp. Triliun)
425,43
401,77 492,18 419,45
488,9
439,58
461,56
462,16
2.
Pertumbuhan
Ekonomi (%)
1,45
2,85
2,02
4,40
-0,85
4,80
5,00
4,7 – 5,3
3.
Tingkat
Pengangguran (%)
7,94
7,54
7,53
7,00
7,50
6,50
6,00
5,11
4.
Tingkat
Kemiskinan (%)
6,06
6,42
6,42
5,75
6,23
5,35
5,36
5,00
5.
I P M
77,33
77,01
73,82
77,14
73,82*
77,28
77,42
78
6.
Laju Inflasi (%)
*YoY
9,65
6,77
5,10
6,30
4,89
6,70
5,90
5,50
7.
Investasi
(Rp.Triliun) *TWIII
30,89
30,87
30,86
35,00
30,91
37,00
40,00
44,19
8.
Indeks Kualitas
Lingkungan
74,07
78,29
75,24
79,24
81,97
80,19
81,14
82,00
HASIL EVALUASI PER MISI
PEMBANGUNAN KALTIM TAHUN 2015
No MISI RPJMD PROGRAMJUMLAH TARGET (MEMENUHI achieve) TARGET (MENUJU on track)
BELUM MENCAPAI
TARGET (of track)
1 Mewujudkan Kualitas Sumber Daya ManusiaKaltim Yang Mandiri Dan Berdaya Saing
Tinggi 18 Program 16 Program 1 Program 1 Program
2 Mewujudkan Daya Saing Ekonomi Yang Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam
Dan Energi Terbarukan 59 Program 44 Program 9 Program 6 Program
3 Mewujudkan Infrastruktur Dasar Yang Berkualitas Bagi Masyarakat Secara Merata 14 Program 6 Program 3 Program 5 Program
4 Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Profesional, Transparan Dan Berorientasi Pada
Pelayanan Publik 12 Program 11 Program 1 Program
-5 Mewujudkan Kualitas Lingkungan Yang BaikDan Sehat Serta Berpresfektif Perubahan Iklim 16 Program 13 Program 1 Program 2 Program
JUMLAH 119 Progam 90 Program 15 Program 14 Program
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
KABUPATEN/KOTA 2011 2012 2013 2014 1. Paser 67,11 68,18 69,61 69,87 2. Kutai Barat 66,92 67,14 68,13 68,91 3. Kutai Kartanegara 68,47 69,12 70,71 71,20 4. Kutai Timur 67,73 68,71 69,79 70,39 5. Berau 70,43 70,77 72,02 72,26 6. PPU 66,92 67,17 68,07 68,60 7. Balikpapan 76,02 76,56 77,53 77,93 8. Samarinda 77,05 77,34 77,84 78,39 9. Bontang 77,25 77,55 78,34 78,58 10. Mahulu - - 63,81 64,32 KALTIM 72,02 72,62 73,21 73,82 NASIONAL 67,09 67,70 68,31 68,902011
2012
2013
2014
IPM Kaltim
72.02
72.62
73.21
73.82
IPM Nasional
67.09
67.70
68.31
68.90
72.02
72.62
73.21
73.82
67.09
67.70
68.31
68.90
60.00
62.00
64.00
66.00
68.00
70.00
72.00
74.00
76.00
78.00
80.00
Perkembangan IPM Kaltim Dan
Nasional
IPM Kaltim
IPM Nasional
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2013 mencapai 73,21 atau berada pada peringkat ke 4
secara nasional dan pada tahun 2015 menjadi 73,82 atau naik peringkat ke 3 secara nasional.
95,5 96 96,5 97 97,5 98 98,5 99 99,5 100 100,5 KETERANGAN:
= Diatas Rata-rata Provinsi
= Dibawah rata-rata Provinsi
BERAU
KUTIM
BONTANG
SAMARINDA
BALIKPAPAN
PPU
PASER
KUKAR
KUBAR
MAHULU
Kaltim 98,75 PersenKaltim 98,75 %
Angka Melek Huruf Kab/Kota di Kalimantan Timur Tahun 2015 (%)
Angka melek huruf merupakan persentase
penduduk usia 10 tahun ke atas yang dapat
membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf
lainnya. Angka melek huruf di Kalimantan Timur
menurut perkembangan meningkat setiap tahun
dari 97,36 persen pada tahun 2010 menurun
menjadi 97,26 persen tahun 2011 dan 97,55 persen
pada tahun 2012, selanjutnya meningkat lagi
menjadi 97,95 persen di tahun 2013, sedang tahun
2014 sebesar 98,75 dan tahun 2015 sebesar 98,75.
Angka Melek Huruf
KETERANGAN :
= Diatas Rata-rata Provinsi
= Dibawah rata-rata Provinsi
BERAU
KUTIM
BONTANG
SAMARINDA
BALIKPAPAN
PPU
PASER
KUKAR
KUBAR
MAHULU
Kaltim
Tahun 2015 9,60 %
0 2 4 6 8 10 12 2013 2014 Kabupaten/Kota 2013 2014 1 Paser 7,96 7,99 2 Kutai Barat 7,89 7,98 3 Kutai Kartanegara 8,41 8,46 4 Kutai Timur 8,56 8,60 5 Berau 8,52 8,53 6 PPU 7,30 7,46 7 Mahakam Ulu 6,86 7,15 8 Balikpapan 10,39 10,41 9 Samarinda 10,20 10,26 10 Bontang 10,34 10,35 Kalimantan Timur 8,87 9,04Rata-rata Lama Sekolah
TINGKAT KEMISKINAN 2008 - 2015
Provinsi / Kab–
Kota
Tingkat Kemiskinan (%)
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
Paser
10,97 10,11
9,48
7,91
7,64
7,94
7,87
Kutai Barat dan
Mahulu
10,60
8,97
9,90
8,25
8,28
7,70
7,53
Kutai
Kartanegara
9,29
8,03
8,68
7,21
6,94
7,52
7,43
Kutai Timur
13,20 11,88 11,38
9,43
8,77
9,06
9,10
Berau
5,81
5,90
6,60
5,46
5,24
4,83
4,76
P P U
12,99 11,38 10,46
8,67
8,57
7,70
7,56
Balikpapan
3,49
3,58
4,07
3,39
3,30
2,48
2,46
Samarinda
4,67
4,84
5,21
4,31
4,18
4,63
4,56
Bontang
7,26
6,66
6,67
5,40
5,20
5,16
5,10
KALTIM
9,51
7,73
7,66
6,77
6,68
6,06
6,42
NASIONAL
15,42 14,15 13,33 12,49 11,67 11,,37 11,25
Kemiskinan di pedesaan relatif lebih tinggi dibanding
perkotaan karena belum ditunjang oleh infrastruktur
ekonomi yang memadai
TAHUN 2015
Kaltim = 6,23%
Vs
Nasional = 11,22%
6.63
6.38
6.38
6.31
6.23
6.20 6.25 6.30 6.35 6.40 6.45 6.50 6.55 6.60 6.65 6.702011 2012 2013 2014 2015
•
Persentase Kemiskinan Kaltim selama 5 tahun jauh lebih rendah dibanding Nasional. Setiap tahunnya baik
Nasional maupun Kaltim mengalami penurunan.
TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT)
KABUPATEN/KOTA 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Paser 7.76 7.64 6.82 8.41 10.18 9.25 6.69 9.06 Kutai Barat 6.83 7.37 7.97 9.11 8.23 8.03 6.84 11.70 Kutai Kartanegara 9.82 11.38 11.53 7.68 7.89 7.37 7.65 10.22 Kutai Timur 5.09 14.59 12.71 9.41 6.49 6.09 5.65 5.14 Berau 10.07 9.37 9.33 8.21 5.79 5.85 10.05 5.72Penajam Pasir Utara 10.74 10.87 9.78 8.44 7.53 7.97 7.52 7.28
Balikpapan 16.06 13.70 11.76 12.14 8.95 7.95 7.56 5.95 Samarinda 12.31 10.19 9.22 10.90 9.71 8.57 7.56 5.61 Bontang 16.32 14.66 12.77 12.44 14.32 11.19 9.38 12.07 Mahulu - - - 4.75 KALTIM 11,11 11.22 10.41 9.88 8.80 7.94 7.54 7.50 NASIONAL 8,39 7,87 7,14 6,56 6,14 6,25 5,94 6.18
Ekonomi ekstraktif tidak berkorelasi dengan
penurunan pengangguran.
Capital Intensive
namun
less labor
9.84
8.90
7.94
7.54
7.50
7.00
8.00
9.00
10.00
2011
2012
2013
2014
2015
PEREKONOMIAN KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2015
Rp. Trilyun Persen 445,264 469,646 482,442 492,178 488,9056.47
5.48
2.72
1,4
-0.85
-2.00 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 420,000 430,000 440,000 450,000 460,000 470,000 480,000 490,000 500,000 2011 2012 2013 2014 2015PDRB ADHK (Rp. Milyar) LPE (%) Pertanian, Kehutanan,
dan Perikanan 9% Pertambangan dan Penggalian 43% Industri Pengolahan 20% Konstruksi 9% Perdagangan 6% Real Estate 1% Triwulan IV Tahun 2015 (Sumber: BPS Kaltim)
Distribusi PDRB
Wilayah
Kalimantan 8,2%
4,89%
1,19%
O,87%
1,27%
4,81 -0,85 3,84 7,01Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kalimantan
mengalami penurunan. Bahkan untuk Provinsi Kaltim
merosot tajam hingga mencapai minus 0,85%. Hanya
Provinsi Kalteng yang meningkat 7,01%. Hal ini
disebabkan pertumbuhan positif terjadi dari seluruh
sektor lapangan usaha di Kalteng dan kontribusi
sektor pertaniannya lebih mendominasi. Namun
meskipun demikian Kontribusi paling besar terhadap
pembentukan PDRB Wilayah Kalimantan terdapat di
Provinsi Kaltim.
KONDISI INVESTASI NASIONAL & KALTIM
PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) NASIONAL & KALTIM 2013 – 2015
PENANAMAN MODAL ASING (PMA) NASIONAL & KALTIM 2013 – 2015
Penurunan investasi terjadi pada investasi pemerintah dan swasta.
• Investasi pemerintah terindikasi dari realisasi belanja modal pemerintah provinsi tahun 2015 yang
realisasinya lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.
• Pada tahun 2015 realisasi belanja modal Pemprov Kaltim tercatat sebesar Rp2,00 triliun, lebih
rendah dibandingkan tahun 2014 yang mencapai Rp2,21 triliun atau
turun -9,6%
(yoy).
• Sementara penurunan investasi swasta terutama terjadi pada aktivitas penamanan modal dalam
negeri (PMDN paling besar terjadi pada sektor tersier yaitu sektor listrik, gas dan air, dan sektor
transportasi dan pergudangan.
• Aktivitas penanaman modal asing menunjukkan adanya peningkatan pada tahun 2015, khususnya
pada sektor industri makanan). Peningkatan PMA sejalan dengan perbaikan pada sektor industri
pengolahan Kaltim tahun 2015.
INVESTASI SEKTOR SWASTA DI KABUPATEN/KOTA
49.4 12.5 10.5 8.3 7.3 3.5 2.9 2.1 1.3 1.0 0.7 0.5 0.0 0.0 0 10 20 30 40 50 60 20.6 19.0 17.3 11.9 6.9 6.5 6.4 5.5 3.9 1.1 1.0 0.1 0.0 0.0 0 5 10 15 20 25TOTAL PMDN 2010-2015
IDR 69.844.298.049.860
71%
13%
16%
AVERAGE PERSENTASE
PMA
SEKTOR PRIMER SEKTOR SEKUNDER SEKTOR TERSIER39%
26%
35%
AVERAGE PERSENTASE
PMDN
SEKTOR PRIMER SEKTOR SEKUNDER SEKTOR TERSIERTOTAL PMA 2010-2015
US$ 10.779.187.345
KONDISI EKSPOR KALIMANTAN TIMUR
TAHUN 2015
•
Kinerja ekspor luar negeri Kaltim masih mengalami kontraksi pada Tahun 2015 khususnya
untuk ekspor nonmigas.
•
Secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur Januari-Desember 2015 mencapai
US$ 17,41 miliar atau menurun 23,19 persen dibanding periode Januari-Desember 2014.
Dari seluruh ekspor bulan Januari- Desember 2015, ekspor migas mencapai US$ 6,40 miliar
atau menurun 36,06 persen dan non migas mencapai US$ 11,02 miliar atau menurun 13,04
persen
•
Berdasarkan negara tujuannya, penurunan ekspor
batubara Kaltim dipicu oleh penurunan ekspor ke
India dan Tiongkok yang masing-masing terkontraksi
sebesar -24,2% (yoy) dan -14,7% (yoy).
•
Pada triwulan III 2015, negara tujuan utama ekspor
batubara Kaltim adalah India dengan volume ekspor
mencapai 15,40 juta ton, disusul oleh Tiongkok
sebesar 10,44 juta ton, ASEAN sebesar 8,60 juta ton
dan Korea Selatan sebesar 7,10 juta ton.
TUJUAN EKSPOR KALIMANTAN TIMUR
TAHUN 2015
EKSPOR BATUBARA
EKSPOR CPO
•
CPO juga mengalami pertumbuhan yang terkontraksi
sebesar -23,2% (yoy).
•
Secara spasial, terdapat empat negara yang menjadi
tujuan utama ekspor CPO Kaltim, yakni Malaysia,
Filipina, Tiongkok dan Eropa. Penurunan permintaan
CPO pada triwulan III 2015 terutama berasal dari
Tiongkok
PERKEMBANGAN INFLASI
Inflasi Provinsi Kaltim (yoy) sebesar 4,89%; dengan
rincian menurut Kota; Samarinda sebesar 4,24%,
Balikpapan 6,26% dan Tarakan 3,42%
BAHAN MAKANAN
60% MAKANAN
JADI, ROKOK & TEMBAKAU 19% PERUMAHAN 7% TRANSPOR DAN KOMUNIKASI 10%
ANDIL INFLASI KALTIM DARI SISI KOMODITI
1.30
0.76
0.97
0.00 0.50 1.00 1.50SAMARINDA BALIKPAPAN TARAKAN
Persen
KALTIM 1,05
Andil Inflasi Kaltim Menurut Kota
SUMBER : BERITA RESMI STATISTIK, BPS, 2016
Terdapat 4 kabupaten/kota yang berhasil swasembada beras. Namun pada tingkat Provinsi
Kalimantan Timur baru mencapi ketersediaan beras 67,46%. Sesuai RPJMD target 2015
sebesar 86,81% dan tahun 2016 sebesar 91,19% -> memerlukan keseriusan dalam mencapai
target tersebut.
REALISASI PEMENUHAN
KEBUTUHAN KONSUMSI BERAS KAB/KOTA TAHUN 2014
0.68 11.38 1.01
81.56
230.99
150.33
83.44
116.34
38.75
174.05
67.46
50.00
100.00
150.00
200.00
250.00
100,000
200,000
300,000
400,000
500,000
Produksi siap dikonsumsi (Ton Beras)
Kebutuhan Konsumsi (Ton Beras)
(P
rod
uks
idan
Kons
umsi
(Ton
Beras
)
Kete
rs
edi
aa
n
(%)
Kabupaten/kota Jumlah
sentra
ditanami 1x (Ha)
Luas Lahan
%
ditanami 2x
Luas Lahan
(Ha)
%
belum
ditanami
(Ha)
%
Luas Potensi Lahan(Ha)
Paser
7
3,428 26.77
2,176 16.99
7,175 56.03
12,806
Mahakan Ulu
2
31 73.81
-
0.00
11 26.19
42
PPU
4
4,700 35.63
6,102 46.26
2,345 17.78
13,191
Kubar
7
9,102 53.10
713
4.16
7,327 42.74
17,142
Samarinda
3
22
0.42
1,873 35.49
3,382 64.09
5,277
Berau
7
2,772 34.34
1,994 24.70
3,181 39.41
8,072
Kukar
13
1,239
1.98
18,229 29.07
42,884 68.38
62,716
Kutim
7
1,504 17.47
3,741 43.45
3,289 38.20
8,609
TOTAL
50
22,798
17.83
34,828
27.24
69,594
54.43
127,855
5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000 45,000 50,000 Paser Mahakan UluPPU Kubar Samarinda Berau Kukar Kutim
Lu as Lah an ( % )
Luas Lahan ditanami (Ha) belum ditanami (Ha)
POTENSI LAHAN PADA SENTRA PRODUKSI PADI SAWAH
Irigasi menjadi kendala
dalam pengembangan
lahan pertanian, 54 %
lahan sawah yang ada
belum bisa di tanami
Rasio Elektrifikasi
RT berlistrik : 798.734 KK
RT blm berlistrik : 215.428 KK
Desa berlistrik : 959 desa
Desa blm berlistrik : 42 desa
Kontinuitas Kegiatan Listrik
Untuk menjamin penyaluran tenaga listrik yang disediakan/disuplai dari Pembangkit PT.
PLN (Persero) dan Independent Power Producer serta Excess Power kepada konsumen
maka ketersediaan jaringan distribusi sangat dibutuhkan, yang selama ini didanai
melalui APBN yaitu kegiatan Listrik Pedesaan
70%
74.58%
78.76%
2013
2014
2015
72.00% 75.90% 78.75% 78.76% TW-1 TW-2 TW-3 TW-4 )*Rasio Elektrifikasi Tahun 2015
UPAYA DALAM PENINGKATAN PEMANFAATAN
ENERGI TERBARUKAN
1. Pembangunan pembangkit listrik tenaga gas
yang berasal dari pengolahan limbah pabrik
kelapa sawit (PLTBG-POME) berkerja sama
dengan perusahan perkebunan sawit dan PLN
melalui skema bisnis yang disepakati.;
2. Pemasangan PLTS terpusat sebanyak 2 unit di
Desa
Kendesiq
Kecamatan
Siluq
Ngurai
Kabupaten Kutai Barat dan Desa Memahaq
Teboq Kecamatan Long Hubung Kabupaten
Mahakam Ulu.
3. PLTS Tersebar sebanyak 906 unit di 13 Desa
yang berada di kawasan perbatasan wilayah
Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam
Ulu
2013
2014
2015
Bauran Energi
Terbarukan
0.02
0.50
1.01
0.02
0.50
1.01
0.20
0.40
0.60
0.80
1.00
1.20
•
SK Jalan Nasional No. 290/KPTS/M/2015 tentang
Penetapan Ruas Jalan Nasional Menurut Statusnya
sebagai Jalan Nasional
•
Jalan Mantap 93,66 % Kondisi aspal 1.670,82 Km,
Aggregat 40,10 km
•
(Kondisi Baik 768,73 km, sedang 833,76 Km, Rusak
65,80km dan
Rusak Berat 42,61 Km
A. JALAN NASIONAL
Kondisi :
B. JALAN PROVINSI
•
SK Mendagri dan OTDA No. 55 Tahun 2000 tentang Penetapan
status Ruas-Ruas Jalan Sebagai Jalan Provinsi.
•
Jalan Mantap 52,76 % (aspal 888,08 Km, Aggregat 250,08 km,
tanah 139,80 km)
•
Kondisi Baik 497,36 km, sedang 339,95 Km, Rusak 296,84 km
dan
Rusak Berat 455,67 Km
Kondisi :
Dalam upaya mendukung Kawasan industri, telah dibangun
beberapa infrastruktur secara bertahap yaitu :
1. Jalan Km 13 – Kariangau Balikpapan, Jalan Akses Maloy, Jalan
Tol, jalan akses ke Palaran.
2. Untuk menciptakan aksesibilitas antar kawasan, dilakukan
pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional dan jalan
provinsi, mengembangkan pelabuhan Pelabuhan Maloy dan
Kariangau, Pelabuhan Penajam, Pelabuhan Samarinda.
3. Untuk mendukung percepatan investasi ditingkatkan
aksesibilitas layanan transportasi udara berupa pengembangan
bandara Sultan Aji Mumahmmad Sulaiman Sepinggan,
Bandara Kalimarau, Bandara Maratua, Bandara Data Dawai,
Bandara Paser dan Bandara Samarinda Baru.
4. Membangun sumber daya air serta melakukan pemeliharaan
Jaringan irigasi untuk pertanian.
-19,07%
Rencana Aksi penurunan
emisi meliputi sektor
Berbasis Lahan, Limbah dan
Energi dan Transportasi
Indeks Kualitas Lingkungan dan Intensitas Emisi tahun 2015 telah mencapai target masing-masing
diatas 79,24 dan 1.458 ton CO
2/eq. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap
menargetkan penurunan Emisi Gas Rumah Kaca sebesar
19,07%
pada tahun
2020
28
Tujuan
Sasaran
Indikator
(Impact)
Kondisi Tahun Lalu
Kinerja Impact Tahun 2015
2013
2014
Target
Realisasi
Tingkat
Realisasi
Misi I: Mewujudkan Kualitas Sumber Daya Manusia Kaltim yang Mandiri dan Berdaya Saing Tinggi
Meningkatkan
kualitas SDM
Kaltim
1 Meningkatnya IPM IPM
73.21
73,82
77,14
73,82*
95,36%2
Meningkatnya
angka melek huruf
Angka melek
huruf
97.95
98,75
98,50
98,64**
100,14%3
Meningkatnya rata-
rata lama sekolah
Angka
rata-rata lama
sekolah
(Tahun)
8,87
9,04
10,50
9.60*
91,43%4
Meningkatnya
angka harapan
hidup
Angka harapan
hidup (tahun)
73,52
73,62
71.50
73,62*
102,61%5
Meningkatnya
pendapatan per
kapita
Pendapatan
per kapita
(Rp. Juta)
64,12
61,17
48,65
61,17*
125,73%Misi II: Mewujudkan Daya Saing Ekonomi yang Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam dan Energi Terbarukan
Meningkatkan
kesejahteraan
dan pemerataan
pendapatan
masyarakat
6
Menurunnya
tingkat kemiskinan
Tingkat
kemiskinan
(%)
6,06
6,42
5,75
6,23
92,29%Tujuan
Sasaran
Indikator (Impact)
Kondisi Tahun
Lalu
Kinerja Impact Tahun 2015
2013
2014
Target
Realisasi
Realisasi
Tingkat
Misi II: Mewujudkan Daya Saing Ekonomi yang Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam dan Energi Terbarukan
Meningkatkan
kesejahteraan
dan
pemerataan
pendapatan
masyarakat
7 Menurunnya
tingkat
pengangguran
Tingkat pengangguran
(%)
7,94
7,54
7.00
7,50
93,33%8 Meningkatnya daya
beli masyarakat
Tingkat inflasi (%)
9.65
7,66
6,30+1
4,89
77,62%Paritas daya beli
(purchasing power
parity)
649.850
Juta
653.700
juta
724.450
juta
653.700
juta*
90,23%9 Menurunnya
Indeks Gini
Indeks Gini
0.31
0,33
0.34
0.3332
98%Meningkat kan
pertumbuhan
ekonomi hijau
10 Meningkatnya
Pertumbuhan
Ekonomi yang
berkualitas
Pertumbuhan ekonomi
2,21
1,4
3,2-3,7
-1,65
51,56%Pertumbuhan ekonomi
non migas
5.39
3,45
7,0-7,3
-1,63
50,94%Pertumbuhan ekonomi
non migas dan non
batubara
6,03
5,22
7,7-8,0
4,14
53,76%11 Meningkatnya
kontribusi sektor
pertanian dalam
arti luas
Kontribusi sektor
pertanian dalam arti
luas
5,65
6,93
7,00
6,93*
99%30
Tujuan
Sasaran
Indikator
(Impact)
Kondisi Tahun
Lalu
Kinerja Impact Tahun 2015
2013
2014
Target Realisasi
Tingkat
Realisasi
Misi II: Mewujudkan Daya Saing Ekonomi yang Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam dan Energi Terbarukan
Meningkat kan
pertumbuhan
ekonomi hijau
12 Terciptanya Swasembada
Beras
Rasio Pemenuhan
Beras
72.00
71,22
78.00
70,17
89,96%13 Meningkatnya
pengembangan dan
pemanfaatan energi
terbarukan
Bauran energi
baru terbarukan
0,02
0,50
1,00
1,01
101%Misi III: Mewujudkan Infrastruktur Dasar yang Berkualitas bagi Masyarakat secara Merata
Menyediakan
Infrastruktur
Dasar yang
Berkualitas
14 Meningkatnya kepuasan
masyarakat terhadap
pelayanan infrastruktur
dasar
Indeks kepuasan
layanan
infrastruktur
dasar
5.00
5,90
6,00
6,21
103,50%Misi IV: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Profesional. Transparan dan Berorientasi pada Pelayanan
Publik
Mewujudkan
tata kelola
pemerintahan
yang baik
15 Terwujudnya pemerintahan
yang bersih dan bebas KKN
Indeks persepsi
korupsi
5,20
4,9
5,70
5,58*
97,89%Opini BPK
WTP
WDP
WTP
WTP
100%16 Terwujudnya Peningkatan
kualitas pelayanan publik
Indeks kepuasan
masyarakat
68,00
(Baik)
72,16
75,00
(Baik)
76,65**
(Baik)
102,20%31
Tujuan
Sasaran
Indikator
(Impact)
Kondisi Tahun Lalu
Kinerja Impact Tahun 2015
2013
2014
Target
Realisasi
Tingkat
Realisasi
Misi IV: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Profesional. Transparan dan Berorientasi pada Pelayanan
Publik
Mewujudkan
tata kelola
pemerintahan
yang baik
17 Meningkatnya
kapasitas dan
akuntabilitas
kinerja
Akuntabilitas
Kinerja
Pemerintahan
Daerah
70.75
70,97
74
75,14
101,54%Kinerja
Pemerintahan
Daerah
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi**
100%Misi V: Mewujudkan Kualitas Lingkungan yang Baik dan Sehat serta Berperspektif Perubahan Iklim
Meningkatkan
kualitas
lingkungan
hidup
18 Meningkatnya
indeks kualitas
lingkungan
Indeks kualitas
lingkungan
74.07
78,29
79,24
81,97
103,4%19 Menurunnya
Tingkat Emisi Gas
Rumah Kaca
Intensitas emisi
(ton CO
2/eq)
1.500
1.611
1.458
1.738
83,9%32
ISU & TANTANGAN PEMBANGUNAN
EKONOMI
SOSIAL
PEMERINTAHAN
•
Transformasi struktur ekonomi berjalan lambat >>
Dominasi migas dan batubara
•
Kelesuan Ekonomi akibat tekanan ekonomi global >>
penurunan harga komoditas
•
Proses hilirisasi komoditi unggulan belum berjalan
•
Daya saing investasi terkendala faktor infrastruktur
(transportasi dan energi)
•
Ketimpangan Pendapatan
•
Dominasi Kemiskinan di Pedesaan
•
Terjadinya peningkatan PHK
•
Kesiapan SDM menghadapi persaingan global (MEA)
•
Degradasi SDA
•
Pencemaran dan kerusakan Lingkungan
•
Tingkat emisi Gas Rumah Kaca Tinggi
LINGKUNGAN
•
Pelimpahan kewenangan dari kab/Kota ke Provinsi
•
Penyelarasan RPJMD Kab/Kota-Prov pasca Pilkada
•
Semakin Rendahnya Kapasitas Fiskal Untuk
Pembangunan
SASARAN & ARAH KEBIJAKAN
PEMBANGUNAN TAHUN 2017
RPJMD KE-1
(2005 – 2008)
Peningkatan kualitas
sumberdaya manusia
pengembangan
ekonomi
infrastruktur dasar
pemerintahan provinsi
dan kab/kota berjalan
dengan lebih efektif &
efisien
Pengutamaan hukum
Penataan ruang menjadi
dasar kebijakan
pembangunan
kelestarian alam &
lingkungan
RPJMD KE-2
(2009 – 2013)
Pemantapan
perubahan struktur
secara sosial ekonomi
pengembangan
pertanian berbasis
agribisnis dan
agroindustri mulai
berjalan
pengembangan
perekonomian
mengarah pada
perbaikan struktur
antara produk
hulu-hilir.
RPJMD KE-3
(2014 – 2018)
Kualitas SDM semakin
meningkat
Ketergantungan ekonomi
pada SDA terbarukan
semakin berkembang,
struktur ekonomi semakin
mantap.
Prasarana dan sarana
dasar pembangunan telah
mencapai wilayah
pedalaman
Pemerintahan
berjalan
makin efisien,efektif dan
transparan.
Penataan ruang menjadi
acuan pokok
pembangunan wilayah
Kualitas lingkungan
secara global semakin
terkendali & terus
meningkat
RPJMD KE-4
(2019 – 2025)
Peningkatan
kualitas sumber
daya manusia
Pemantapan
struktur ekonomi
peningkatan
pelayanan dasar
efisiensi dan
efektivitas,pemerint
ahan yang berbasis
penegakan hukum
Perencanaan tata
ruang wilayah
berbasis ekonomi &
ekologi.
VISI RPJPD KALTIM 2025
"
TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG ADIL
DAN SEJAHTERA DALAM PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN
"
TAHAPAN RPJPD 2005-2025
VISI DAN MISI KALTIM RPJMD 2013 -2018
PERDA NO. 7 TAHUN 2014
VISI
MEWUJUDKAN KALTIM SEJAHTERA YANG MERATA DAN BERKEADILAN
BERBASIS
AGROINDUSTRI
DAN ENERGI RAMAH LINGKUNGAN
FOKUS
MISI
1. SUMBER DAYA
MANUSIA
2. DAYA SAING
EKONOMI
3. INFRASTRUKTUR
4. TATA KELOLA
PEMERINTAHAN
5. LINGKUNGAN
HIDUP
352014
2015
2016
2017
2018
Penyiapan
Industrialisasi
Produk
Unggulan
Daerah dan
Pengembangan
Energi Baru dan
Terbarukan
Pemantapan
Industri Hilir
untuk
Mewujudkan
Struktur
Ekonomi yang
Berkualitas
Meningkatkan
Nilai Tambah
Ekonomi Produk
Unggulan
Daerah dan
Pemantapan
Konektivitas
Intra dan Antar
Wilayah
Penguatan
Ekonomi
Masyarakat
Menuju
Kesejahteraan
yang Adil dan
Merata
Penguatan
Daya Saing
Daerah Berbasis
SDA Terbarukan
Didukung
Penguatan
Managemen SD
Aparatur
36SINERGI
PROGRAM/KEGIATAN PEMBANGUNAN PEMERINTAH PUSAT, PEMERINTAH DAERAH PROVINSI,
KABUPATEN/KOTA, LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT, MAUPUN DARI DUNIA USAHA.
TEMA PEMBANGUNAN TAHUNAN
37
PEMANTAPAN INDUSTRI HILIR UNTUK MEWUJUDKAN
STRUKTUR EKONOMI YANG BERKUALITAS
1. Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan
2. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan
3.
Percepatan Pengentasan Kemiskinan
4. Peningkatan Dan Perluasan Kesempatan Kerja
5. Pengembangan Ekonomi Kerakyatan
6. Percepatan Transformasi Ekonomi
7. Pemenuhan Kebutuhan Energi Ramah Lingkungan
8. Pengembangan Agribisnis
9.
Peningkatan Produksi Pangan
10. Peningkatan Kualitas Infrastruktur Dasar
11. Reformasi Birokrasi Dan Tata Kelola Pemerintahan
12. Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup
TEMA RKPD 2017
SASARAN PEMBANGUNAN
KUALITAS SDM
Mewujudkan
Kualitas SDM
Yg Mandiri &
Berdaya Saing
Tinggi
Meningkatnya
IPM
77,42
Meningkatnya
Rata-rata Lama
Sekolah
11,5 th
Meningkatnya
Angka Melek
Huruf
98.80%
Meningkatnya
Angka Harapan
Hidup
72,5 th
Meningkatnya
Pendapatan
Per kapita
Rp. 52,65 juta
Dinas
Pendidikan
Dinas
Pendidikan
Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Disnakertrans,
Disperindangkop, seluruh SKPD
Dinas
Kesehatan
Dinas Tenaga Kerja
Mewujudkan Daya
Saing Ekonomi Yg
Berkerakyatan Berbasis
SDA & Energi
Terbarukan
Menurunnya
Tingkat Kemiskinan
5,15 %
Terciptanya
Swasembada Beras
86 %
Meningkatnya
Daya Beli
Masyarakat
Inflasi 5,90 %
±
1
Parietas daya beli
Rp. 779 rb
Meningkatnya
Kontribusi Sektor
Pertanian Dlm Arti
Luas
9 %
Meningkatnya
Pertumbuhan
Ekonomi Yg
Berkualitas
4,2
–
4,8
Bappeda.
Disperindagkop.
Biro Ekonomi
Distan. BKPP.
Disnakertrans.
Disnak. Dis PU
Birsos. Disdik. Diskes. Dissos. Biro Eknomi. BPMPD. Dishut.
Disnakertrans. Distan. Disnak. BPPKB. BPBD. Dis PU
Distan. Disbun. Disnak.
DKP. Disperindagkop.
Meningkatnya
Pengembangan &
Pemanfataan Energi
Terbarukan
2,12 %
Menurunnya
Tingkat
Pengangguran
6 %
Menurunya
Indeks Gini
0.32 %
Distamben.
Disnak. PLN.
Swasta
Disperindagkop.
Disbun. Disnak.
Disbudpar. BPPMD
Disnakertrans.
Disperindagkop.
Dispora. Dissos
SASARAN PEMBANGUNAN
DAYA SAING EKONOMI
Mewujudkan
Infrastruktur Dasar yg
Berkualitas bagi
Masyarakat Secara
Merata
Meningkatnya Kepuasan
Masyarakat Terhadap
Pelayanan Infrastruktur
Dasar
6,8
Dinas PU.
Dinas Perhubungan.
Diskominfo
SASARAN PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR
SASARAN PEMBANGUNAN
TATA KELOLA PEMERINTAHAN
Mewujudkan Tata
Kelola Pemerintahan yg
Profesional, Transparan,
& berorientasi pd
Pelayanan
Terwujudnya
Pemerintahan yg
Bersih & Bebas KKN
Indeks persepsi 6,70
WTP
Meningkatnya
Kapasitas &
Akuntabilitas Kinerja
78 B+(sangat baik)
Terwujudnya
Peningkatan
Kualitas Pelayanan
Publik
83 (sangat baik)
Inspektorat, Bappeda,
Biro Organisasi, Biro Keuangan
Biro Organisasi,
Biro Pemerintahan
SASARAN PEMBANGUNAN
KUALITAS LINGKUNGAN
Mewujudkan
Kualitas Lingkungan
yg Baik & Sehat
serta BerPersfektif
Perubahan Iklim
Meningkatnya
Indeks Kualitas
Lingkungan
81,14 %
Menurunnya
Tingkat Emisi
Gas Rumah Kaca
1.300 ton CO2
BLH. Dishut. Distamben.
Disbun. Dis PU
BLH. Dishut.
Disbun.
Distamben.
Bappeda
38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 2017
PRIORITAS &
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN (1)
1. Peningkatan kualitas
penyelenggaraan
pendidikan
12 PRIORITAS PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018
1. Peningkatan kesempatan belajar anak
2. Peningkatan kualitas
pelayanan kesehatan
2. Peningkatan mutu di bidang kesehatan
3. Percepatan pengentasan
kemiskinan
3. Pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat miskin
4. Penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat
miskin
4. Peningkatan dan
perluasan kesempatan
kerja
5. Peningkatan daya saing tenaga kerja dan
pengembangan kesempatan kerja
6. Menjaga stabilitas harga dan efisiensi distribusi
barang
7. Peningkatan Investasi sektor UMKM
8. Menjaga ekspektasi masyarakat melalui
transparansi harga
9. Peningkatan investasi daerah dengan
menciptakan iklim investasi yang berdaya saing
global
10. Peningkatan nilai tambah produk pertanin dalam
arti luas (Integrasi Proses Hulu Hilir)
11. Peningkatan ekpor produk olahan
12. Pengembangan ekowisata
6. Percepatan Transformasi
Ekonomi
5. Pengembangan
Ekonomi Kerakyatan
Pengembangan UMKM dan Distribusi Jalur Logistik
Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Unggulan Daerah
38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 2017
12 PRIORITAS PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018
PRIORITAS &
7. Pengembangan
Agrobisnis
13. Meningkatkan ekspor produk olahan unggulan
daerah
14. Penguatan mata rantai kawasan-kawasan agribisnis
15. Penerapan inovasi teknologi agribisnis
16. Pengembangan industri pengolahan produk
unggulan daerah
8. Peningkatan Produksi
Pangan
17. Peningkatan areal pertanian melalui cetak sawah dan
optimalisasi lahan
18. Penerapan mekanisasi dan teknologi pertanian
19. Penyediaan tenaga kerja melalui program transmigrasi
20. Peningkatan infrastruktur Pertanian
21. Peningkatan produktifitas pertanian
22. Perbaikan tataniaga produk pangan
Percepatan Agrobisnis
Produksi dan Produktivitas Pertanian
38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 2017
12 PRIORITAS PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018
PRIORITAS &
9. Pemenuhan Kebutuhan
Energi Ramah Lingkungan
23. Peningkatan bauran energi baru dan terbarukan
24. Peningkatan rasio elektrifikasi
25. Peningkatan kualitas dan kapasitas infrastruktur
transportasi
26. Peningkatan kualitas dan kapasitas infrastrukur dan
transportasi di kawasan Maloy, kawasan industri lainnya
dan pusat pertumbuhan
27. Peningkatan konektivitas antar kawasan industri dan
pusat pertumbuhan
Percepatan Infrastruktur Pada Kawasan Strategis dan
Cepat Tumbuh
10. Peningkatan Kualitas
Infrastruktur Dasar
11. Reformasi Birokrasi dan
Tata Kelola Pemerintahan
28. Standarisasi rencana dan prosedur tiga prioritas fokus
29. Peningkatan kapasitas dan manajeman aparatur
30. Percepatan pencapaian target-target penyelengaraan
tata kelola pemerintahan yang baik
38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 2017
12 PRIORITAS PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018
PRIORITAS &
12. Peningkatan Kualitas
Lingkungan Hidup
31. Perbaikan tata kelola dan perijinan pemanfaatan
hutan dan lahan
32. Meningkatkan kualitas perencanaan, pemanfaatan
dan pengendalian tata ruang dan luas tutupan
lahan
33. Penerapan konsep dan strategi pembangunan
ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan
34. Pemenfaatan lahan-lahan terdegradasi
35. Meningkatkan
kualitas
udara,
perairan,
dan
lingkungan hidup perkotaan
36. Penegakan hukum lingkungan
37. Penurunan emisi gas rumah kaca
38. Penggarusutamaan
perubahan
iklim
dalam
perencanaan pembangunan daerah
Percepatan Pembangunan berwawasan Ekonomi Hijau
38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 2017
12 PRIORITAS PEMBANGUNAN
RPJMD 2013-2018
PRIORITAS &
KERANGKA
PENDANAAN DAERAH
TAHUN 2017
URAIAN TAHUN 2015REALISASI TAHUN 2016TARGET TAHUN 2017 *PROYEKSI
PENDAPATAN 8.999.519.970.923 10.296.924.170.000 6.602.986.043.996 A. PENDAPATAN ASLI DAERAH 4.484.753.878.953 5.089.508.170.000 4.039.003.064.996 I. Pajak Daerah 3.753.718.935.816 4.012.255.300.000 3.090.089.583.000 a. Pajak Kendaraan Bermotor 746.376.224.473 760.000.000.000 765.000.000.000 b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 736.536.983.318 850.000.000.000 740.000.000.000 c. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 2.123.196.545.960 2.245.000.000.000 1.400.000.000.000 d. Pajak Air Permukaan 6.359.874.755 6.500.000.000 6.500.000.000 e. Pajak Rokok 141.249.307.310 150.755.300.000 178.589.583.000 II. Retribusi Daerah 14.722.788.428 12.996.200.000 16.308.560.000
a. Retribusi Jasa Umum 6.205.635.425 5.877.500.000 7.121.060.000 b. Retribusi Jasa Usaha 7.474.085.738 6.049.400.000 7.937.500.000 c. Retribusi Perizinan Tertentu 1.043.067.265 1.069.300.000 1.046..000.000 III. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yg
dipisahkan 230.816.057.795 289.251.210.000 196.606.502.616
IV. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang
Sah 485.496.096.914 775.005.460.000 735.998.419.380
Pendapatan 2015, Target 2016
& Proyeksi 2017…….(1)
URAIAN TAHUN 2015REALISASI TAHUN 2016TARGET TAHUN 2017*PROYEKSI
PENDAPATAN 8.999.519.970.923 10.296.924.310.000 6.602.986.043.996 B. DANA PERIMBANGAN 4.024.025.055.410 5.186.846.140.000 2.552.080.179.000
I. Bagi Hasil Pajak 639.155.368.700 883.000.000.000 660.000.000.000 a. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 349.229.352.700 505.000.000.000 360.000.000.000 b. Bagi Hasil PPh Psl 21. 25. 29 289.926.016.000 378.000.000.000 300.000.000.000 II. Bagi Hasil Bukan Pajak 3.166.218.336.710 3.212.361.151.000 1.811.678.000.000 a. Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) 20.988.189.751 13.615.200.000 20.000.000.000 b. Ijin Iuran Pengusaha Hutan (IIUPH) 3.907.016.672 2.500.000.000
-c. Landrent 17.989.556.201 18.101.600.000 25.000.000.000
d. Iuran Eksplorasi / Eksploitasi (Royalti) 1.267.109.239.225 1.312.403.151.000 1.038.839.260.000 e. Minyak Bumi 421.456.445.763 400.645.500.000 169.318.000.000 f. Gas Bumi 1.434.767.889.098 1.465.095.700.000 558.520.740.000 III. Dana Perimbangan Lainnya 218.651.350.000 1.091.484.989.000 80.402.179.000
a. Dana Alokasi Umum - 80.402.179.000 80.402.179.000
b. Dana Alokasi Khusus 218.651.350.000 352.062.210.000
-c. Dana BOSNAS - 659.020.600.000
-C. LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH
YANG SAH 490.741.036.560 20.570.00.000 11.902.800.000
I. Pendapatan Hibah 11.404.893.000 15.570.000.000 11.902.800.000 II. Dana Insentif Daerah / Dana Penyesuaian
Otonomi Khusus 479.336.143.560 5.000.000.000
-Pendapatan 2015, Target 2016
& Proyeksi 2017…….(2)
BELANJA DAERAH 2015,
TARGET 2016 & PROYEKSI 2017
URAIAN
TAHUN 2015
REALISASI
TAHUN 2016
TARGET
TAHUN 2017*
PROYEKSI
1. Pendapatan
8.999.519.970.923
10.296.924.310.000
6.602.986.043.996
2. Belanja
9.699.058.975.455
11.096.924.310.000
6.602.986.043.996
2.1. Belanja tidak langsung
5.734.352.715.949
5.809.876.200.000
3.801.408.043.996
2.2. Belanja Langsung
3.964.706.259.506
5.287.048.110.000
2.801.578.000.000
Surplus/Defisit
(699.539.004.532)
(800.000.000.000)
1000000000000.0 2000000000000.0 3000000000000.0 4000000000000.0 5000000000000.0 6000000000000.0REALISASI TAHUN 2015 TARGET TAHUN 2016 PROYEKSI TAHUN 2017
BELANJA DAERAH
Belanja tidak langsung Belanja Langsung
59,12 % 40,88 % 52,36 % 47,64 % 59,84 % 40,16 %
9.699 Milyar
11.096 Milyar
6.602Milyar
PEMBIAYAAN 2015,
TARGET 2016 & PROYEKSI 2017
No.
URAIAN
TAHUN 2015
TARGET
TAHUN 2016
PROYEKSI
TAHUN 2017*
PENERIMAAN PEMBIAYAAN 1.036.628.546.594 800.000.000.000 600.000.000.000
1.
Sisa Lebih Perhitungan
Anggaran Tahun Sebelumnya
(silpa)
1.036.628.546.594 800.000.000.000 600.000.000.000
2.
Pencairan dana cadangan
3.
Hasil penjualan kekayaan
daerah yang dipisahkan
4.
Penerimaan Pinjaman Daerah
5.
Penerimaan Kembali Pemberian
-Pinjaman
6.
Penerimaan Piutang Daerah
PENGELUARAN
PEMBIAYAAN
50.000.000.000
- 100.000.000.000
1.
Pencairan Dana Cadangan
2.
Penyertaan modal (investasi)
daerah
50.000.000.000
100.000.000.000
3.
Pembayaran pokok utang
4.
Pemberian pinjaman daerah
BELANJA WAJIB & MENGIKAT TAHUN 2015,
TAHUN 2016 & PROYEKSI TAHUN 2017
No
Uraian
Tahun 2015
Tahun 2016
Tahun 2017
1.
Belanja Tidak Langsung
6.440.849.402.155
5.783.922.200.000
3.801.408.043.996
Belanja Pegawai
1.031.590.350.125
1.052.777.951.000
1.550.000.000.000
Hibah & Bansos Wajib
977.532.900.000
1.171.123.100.000
37.250.000.000
Bankeu Spesifik
1.556.813.432.812
1.461.640.800.000
548.158.043.996
Belanja Bagi Hasil kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa
2.874.912.719.218
2.098.380.349.000
1.666.000.000.000
2.
Belanja Langsung
751.326.818.158
1.234.300.000.000
1.745.990.000.000
Belanja MYC
-
Tol
-
BSB
-
Jembatan Mahakam 4
-
Jalan Pendekat Mahakam 4
-
SPAM Maloy
-
Pipa Distribusi Maloy
423.133.000.000
175.000.000.000
123.133.000.000
75.000.000.000
50.000.000.000
-735.000.000.000
332.000.000.000
272.000.000.000
41.000.000.000
90.000.000.000
-1.149.390.000.000
450.000.000.000
250.000.000.000
90.890.000.000
200.000.000.000
89.300.000.000
69.200.000.000
BLUD
328.193.818.158
499.300.000.000
596.600.000.000
3.
Pembiayaan Pengeluaran
0
0
0
Pembentukan Dana Cadangan
-
-
-Pembayaran Pokok Utang
-
-
KAPASITAS RIIL KEUANGAN 2015,
TARGET 2016 & PROYEKSI 2017
NO.
URAIAN
TAHUN 2015
TAHUN 2016
TARGET
TAHUN 2017
PROYEKSI
1.
Pendapatan
8.999.519.970.923
10.296.924.310.000
6.602.986.043.996
2. Pencairan Dana Cadangan
-
-3. Sisa Lebih Riil Perhitungan
Anggaran
1.036.628.546.594
800.000.000.000
-Total Penerimaan
10.036.148.517.517
11.096.924.310.000
6.602.986.043.996
Dikurangi
4.
Belanja & Pengeluaran
Pembiayaan yg Wajib &
Mengikat
7.192.175.220.313 7.018.222.200.000
5.547.398.043.996
KAPASITAS RIIL KEMAMPUAN
USULAN KABUPATEN/KOTA
PADA BELANJA LANGSUNG PROGRAM PRIORITAS
SKPD PROV. KALTIM
DALAM RANGKA PENYUSUNAN RKPD 2017
MELALUI
SISTEM INFORMASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
BAPPEDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
TOTAL USULAN KABUPATEN / KOTA TERHADAP
BL SKPD PROVINSI
JUMLAH
PROGRAM
JUMLAH
KEGIATAN
TOTAL NILAI
206
270
Rp. 2,82 Trilyun
JUMLAH USULAN PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS
PER KABUPATEN / KOTA
28
41
25
27
9
10
46
63
9
11
30
39
6
8
4
5
26
33
23
33
0
10
20
30
40
50
60
70
P K P K P K P K P K P K P K P K P K P K BERAU KUBAR KUKAR KUTIM PASER PPU BPP BONTANG SMD MAHULUNILAI USULAN PER KABUPATEN / KOTA
(dalam Milyar rupiah)
340.20
53.85
59.90
467.94
98.15
335.41
21.61
26.75
223.40
1,197.90
200.00 400.00 600.00 800.00 1,000.00 1,200.00 1,400.00NILAI USULAN KAB/KOTA TERHADAP SKPD PROV. KALTIM
143.20 52.86 1,559.04 1.20 595.10 9.80 6.90 19.99 13.80 46.90 2.80 0.18 0.25 15.00 0.85 1.70 0.50 1.00 21.62 40.30 12.38 42.06 16.79 13.40 1.50 135.60 54.86 15.53 - 200.00 400.00 600.00 800.00 1,000.00 1,200.00 1,400.00 1,600.00 1,800.00 Disdik Dinkes PU Bappeda Dishub BLH BPPKB Dinsos Disnakertrans Disperindagkop BPPMD Dispora Kesbangpol BPBD Biro Keu Biro Ortal Inspektorat BKD BKPP Diskominfo Banpus Dispertan Disbun Disnakertrans Dishut Distamben Disbudpar DKPdalam Rp. Milyar
SKPD PROVINSI BERAU KUBAR KUKAR KUTIM PASER P K Rp. P K Rp. P K Rp. P K Rp. P K Rp. Disdik 2 5 73,895,078,800 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Dinkes 1 1 120,000,000 2 2 6,200,000,000 0 0 0 5 9 34,739,906,860 0 0 0 PU 4 7 91,250,000,000 2 2 18,000,000,000 1 1 40,000,000,000 4 4 65,887,000,000 2 2 48,000,000,000 Bappeda 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 200,000,000 0 0 0 Dishub 1 1 10,000,000,000 1 1 100,000,000 0 0 0 2 2 300,500,000,000 0 0 0 BLH 0 0 0 5 5 2,250,000,000 0 0 0 2 2 400,000,000 0 0 0 BPPKB 1 1 400,000,000 0 0 0 0 0 0 2 5 2,700,000,000 0 0 0 Dinsos 1 3 2,890,000,000 3 5 3,700,000,000 0 0 0 3 6 13,400,000,000 0 0 0 Disnakertrans 3 5 7,070,000,000 1 1 100,000,000 0 0 0 3 3 3,450,000,000 3 4 833,000,000 Disperindagkop 0 0 0 3 3 2,200,000,000 3 4 2,900,000,000 5 5 6,700,000,000 0 0 0 BPPMD 0 0 0 1 1 300,000,000 0 0 0 3 3 1,000,000,000 0 0 0 Dispora 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kesbangpol 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 BPBD 1 1 5,000,000,000 0 0 0 0 0 0 1 2 10,000,000,000 0 0 0 Biro Keu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Biro Ortal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Inspektorat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 BKD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 BKPP 2 4 1,500,000,000 1 1 2,000,000,000 0 0 0 4 9 12,520,000,000 0 0 0 Diskominfo 1 1 10,000,000,000 1 1 4,000,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Banpus 1 1 1,500,000,000 0 0 0 0 0 0 1 1 5,500,000,000 1 1 375,000,000 Dispertan 1 2 9,972,000,000 2 2 5,500,000,000 2 2 5,500,000,000 3 3 4,500,000,000 0 0 0 Disbun 2 2 8,045,000,000 0 0 0 0 0 0 2 2 1,141,000,000 0 0 0 Disnakertrans 1 1 4,000,000,000 0 0 0 0 0 0 3 4 4,700,000,000 0 0 0 Dishut 0 0 0 0 0 0 1 1 1,500,000,000 0 0 0 0 0 0 Distamben 2 2 109,401,895,000 2 2 8,200,000,000 0 0 0 1 1 500,000,000 0 0 0 Disbudpar 2 2 1,700,000,000 1 1 1,300,000,000 1 1 1,000,000,000 0 0 0 1 2 47,760,533,000 DKP 2 2 3,454,000,000 0 0 0 1 1 9,000,000,000 1 1 100,000,000 2 2 1,180,000,000 TOTAL 28 41 340,197,973,800 25 27 53,850,000,000 9 10 59,900,000,000 46 63 467,937,906,860 9 11 98,148,533,000
USULAN KAB/KOTA TERHADAP
PROG/KEG PRIORITAS
SKPD PROVINSI PPU BALIKPAPAN BONTANG SAMARINDA MAHULU P K Rp. P K Rp. P K Rp. P K Rp. P K Rp. Disdik 4 7 21,904,000,000 0 0 0 1 1 1,500,000,000 3 5 15,500,000,000 2 6 30,400,000,000 Dinkes 1 2 2,500,000,000 0 0 0 0 0 0 1 1 5,500,000,000 2 3 3,800,000,000 PU 4 6 273,400,000,000 0 0 0 2 3 25,000,000,000 4 5 131,500,000,000 5 6 866,000,000,000 Bappeda 1 1 1,000,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Dishub 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 20,000,000,000 2 5 264,500,000,000 BLH 1 1 150,000,000 0 0 0 0 0 0 1 2 7,000,000,000 0 0 0 BPPKB 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2 3,800,000,000 0 0 0 Dinsos 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Disnakertrans 1 1 100,000,000 0 0 0 1 1 250,000,000 0 0 0 1 1 2,000,000,000 Disperindagkop 1 1 200,000,000 2 2 18,400,000,000 0 0 0 4 5 16,500,000,000 0 0 0 BPPMD 1 2 1,500,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Dispora 0 0 0 1 2 175,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kesbangpol 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 250,000,000 0 0 0 BPBD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Biro Keu 2 2 500,000,000 0 0 0 0 0 0 1 1 350,000,000 0 0 0 Biro Ortal 1 1 200,000,000 0 0 0 0 0 0 2 2 1,500,000,000 0 0 0 Inspektorat 1 1 500,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 BKD 1 1 1,000,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 BKPP 1 1 600,000,000 0 0 0 0 0 0 1 1 5,000,000,000 0 0 0 Diskominfo 2 2 16,300,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 10,000,000,000 Banpus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 5,000,000,000 0 0 0 Dispertan 2 3 5,855,000,000 1 2 1,985,000,000 0 0 0 3 4 6,500,000,000 3 3 2,250,000,000 Disbun 3 4 5,050,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 2,550,000,000 Disnakertrans 2 2 2,150,000,000 1 1 50,000,000 0 0 0 1 1 2,500,000,000 0 0 0 Dishut 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Distamben 1 1 2,500,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 15,000,000,000 Disbudpar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2,500,000,000 1 1 600,000,000 DKP 0 0 0 1 1 1,000,000,000 0 0 0 0 0 0 2 2 800,000,000 TOTAL 30 39 335,409,000,000 6 8 21,610,000,000 4 5 26,750,000,000 26 33 223,400,000,000 23 33 1,197,900,000,000