• Tidak ada hasil yang ditemukan

REPRESENTASI BENCANA LUMPUR LAPINDO DALAM KARYA FOTOGRAFI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "REPRESENTASI BENCANA LUMPUR LAPINDO DALAM KARYA FOTOGRAFI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

REPRESENTASI BENCANA LUMPUR LAPINDO DALAM KARYA FOTOGRAFI

(Analisis Semiotik Foto “The Vanished Land” Karya Mamuk Ismuntoro Pada Buku Foto CITY OF WAVES)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Komunikasi

Oleh: Fika Aditama NIM: 09220035

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : FIKA ADITAMA NIM : 09220035

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Judul Skripsi : REPRESENTASI TENTANG BENCANA LUMPUR LAPINDO DALAM KARYA FOTOGRAFI (Analisis Semiotik Foto “The Vanished Land” Karya Mamuk Ismuntoro pada Buku Foto CITY OF WAVES)

Disetujui,

Mengetahui,

Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi

Sugeng Winarno, MA Pembimbing I

Novin Farid S.W., M.Si

Pembimbing II

(3)

LEMBAR PENGESAHAAN

Nama : FIKA ADITAMA NIM : 09220035

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Judul Skripsi : REPRESENTASI TENTANG BENCANA LUMPUR LAPINDO DALAM KARYA FOTOGRAFI (Analisis Semiotik Foto “The Vanished Land” Karya Mamuk Ismuntoro pada Buku Foto CITY OF WAVES)

Telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

dan dinyatakan LULUS

Pada Hari : Jum’at Tanggal : 08 Mei 2015 Tempat : Ruang 605

Mengesahkan, Dekan FISIP UMM

Dr. Asep Nurjaman, M.Si

Dewan Penguji :

1. Nasrullah, M.Si Penguji I ( )

2. Widya Yutanti, MA Penguji II ( )

3. Novin Farid S.W., M.Si Penguji III ( )

(4)

PERNYATAAN ORISINALITAS

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : FIKA ADITAMA

Tempat, tanggal lahir : Malang, 14 juli 1990 Nomor induk mahasiswa : 09220035

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Menyatakan bahwa karya tulis ilmiah (skripsi) dengan judul :

REPRESENTASI TENTANG BENCANA LUMPUR LAPINDO DALAM KARYA FOTOGRAFI

(Analisis Semiotik Foto “The Vanished Land” Karya Mamuk Ismuntoro pada Buku Foto CITY OF WAVES)

Adalah bukan karya tulis ilmiah (skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya dengan benar.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Malang, 28 April 2015 Yang menyatakan,

(5)

BERITA ACARA BIMBINGAN

Nama : FIKA ADITAMA NIM : 09220035

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan : Ilmu Komunikasi

Judul Skripsi : REPRESENTASI TENTANG BENCANA LUMPUR LAPINDO DALAM KARYA FOTOGRAFI (Analisis Semiotik Foto “The Vanished Land” Karya Mamuk Ismuntoro pada Buku Foto CITY OF WAVES)

Pembinbing : 1. Novin Farid S.W., M.Si 2. Sugeng Winarno, MA

Kronoligi Bimbingan

Malang, 28 April 2015

Disetujui,

Tanggal Paraf Dosen Pembimbing Keterangan

Pembimbing I Pembimbing II

28 Maret 2015 Acc BAB I, II, III

30 Maret 2015 Acc IV

18 April 2015 Acc V

28 April 2015 Acc Abstraksi

28 April 2015 Acc Seluruh Naskah

Pembimbing I

Novin Farid S.W., M.Si

Pembimbing II

(6)

MOTTO

Jika salah, perbaiki

Jika gagal, coba lagi

Tapi jika MENYERAH

Semuanya selesai sudah ..

“NEVER GIVE UP “

(7)

ABSTRAK

Fika Aditama, 09220035

Representasi Tentang Bencana Lumpur Lapindo Dalam Karya Fotografi (Analisis Semiotik Foto “The Vanished Land” Karya Mamuk Ismuntoro pada Buku Foto CITY OF WAVES)

Pembimbing: Novin Farid S.W., M.Si dan Sugeng Winarno, MA xiv + 88 halaman + 11 table + 14 gambar

Bibliografi : 20 buku + 6 non buku + 2 jurnal + 4 internet Kata Kunci : Representasi, Sosial Ekologis, Fotografi

Fotografi mempunyai peran representasi tentang apa yang diabadikan. Karya-karya fotografi yang ada di dalam buku mencoba menceritakan kembali apa yang kamera rekam dari kehidupan-kehidupan masyarakat Indonesia yang ada di Sidoarjo, yaitu permasalahan semburan lumpur panas yang keluar dari perut bumi. Seperti yang diceritakan dari serangkaian foto yang ada, penikmat mencoba diarahkan kepada realita tentang sebuah masalah sosial ekologi. Dengan pendekatan lanscape dan daily life documentary keseharian masyarakat terdampak Lumpur Lapindo, serta komplikasi masalah yang terjadi. Sejatinya karya-karya yang ada kesemuanya adalah sebuah kritik sosial dari apa terjadi. Semacam permintaan tanggung jawab kepada semua penikmat khususnya pemerintah dan PT Lapindo Brantas Inc. Untuk memberikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat terdampak bencana Lumpur Lapindo.

Rumusan masalah yang coba digali oleh peneliti kali ini adalah representasi sosial ekologis melalui pengaplikasian sebuah karya fotografi. Representasi dalam hal ini lebih kepada pencarian beberapa bukti permasalahan sosial ekologis yang masih nampak dari warga terdampak Lumpur Lapindo. Masih dalam konteks yang sama yaitu sebuah wujud kritik sosial, dalam hal ini kritik sosial lebih mengarah pada wujud tanggung jawab sosial atas kehilangan tanah warga terdampak luberan lumpur panas ini.

Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-intrepretatif dengan analisis semiotik. Mengacu pada teori dari Roland Barthes dengan struktur dikotomi denotasi dan konotasi, peneliti akan mencari beberapa tanda yang merujuk pada bentuk-bentuk masalah sosial ekologis sesuai dengan rumusan masalah yang akan dijawab. Ruang lingkup penelitian sendiri ada pada 10 foto yang dipublish pada buku foto CITY OF WAVES.

Setelah dilakukan penelitian menggunakan analisi semiotok Roland Barthes, akhirnya ditemukan beberapa jawaban atas polemik sosial ekologi yang terjadi. Pertama adalah dampak sosial ekologi yang terjadi karena luberan lumpur yaitu hilangnya lahan produktif menjadi tanah mangkrak yang tidak lagi difungsikan. Kedua, mempengaruhi dinamika ekonomi politik pemerintahan pusat karena melihat Sidoarjo juga merupakan tulang punggung transportasi Jawa Timur yang menghubungkan bagian Timur Jawa dengan Surabaya. Dan yang ketiga adalah bencana sosial karena bentukan dari struktur dan proses sosial-politik dalam masyarakat yang menyebabkan mereka terpaksa mengungsi dimana

(8)

seketika harga sewa rumah di Sidoarjo melonjak tajam seiring dengan tingginya permintaan akan sewa rumah, sementara jumlah rumah pun terbatas.

Dari penelitian diatas, dapat disimpulkan, kesulitan ekonomi yang terjadi akibat dari bencana ekologi yang menenggelamkan sebagian besar pabrik-pabrik, perumahan, dan persawahan ini berujung pada ribuan buruh yang kehilangan pekerjaanya. Kerusakan ekologis yang berimbas pada permasalahan sosial seperti melonjaknya harga sewa rumah sekitar peta terdampak lumpur Lapindo serta masalah pembayaran ganti rugi atas tanah peta terdampak belum juga terselesaikan. Dari bukti yang ditemukan, korban peta terdampak selayaknya mendapatkan hak tanggung jawab atas tanah yang hilang sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Pembimbing I

Novin Farid S.W., M.Si

Pembimbing II Sugeng Winarno, MA Malang, 11 Mei 2015 Peneliti Fika Aditama Menyetujui,

(9)

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Sholawat serta salam saya curahkan atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, atas terselesaikannya tugas akhir ini. Dengan perjuangan keras dan dukungan dari banyak pihak, akhirnya saya dapat menyelesaikan studi di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Dengan terselesaikannya Skripsi saya yang berjudul REPRESENTASI MASALAH SOSIAL-EKOLOGIS TENTANG BENCANA LUMPUR LAPINDO DALAM KARYA FOTOGRAFI (Analisis Semiotik Foto Dokumenter “The Vanished Land” Karya Mamuk Ismuntoro pada Buku Foto The 3rd Jakarta International Photo Summit 2014 : CITY OF WAVES), maka selesai sudah masa studi Strata 1 saya di kampus tercinta ini. Walaupun mungkin masih banyak terdapat kelemahan pada penelitian yang saya lakukan, Insyaallah skripsi ini menjadikan acuan saya guna mengembangkan terus keilmuan saya di bidang Ilmu Komunikasi yang sudah saya dapatkan.

Penelitian ini berawal dari minat saya menekuni fotografi sejak masuk ke bangku kuliah. Selama beberapa tahun saya mencoba mendalaminya, ternyata saya sadar bahwa fotografi tidak hanya sebatas pemahaman teknis penggunaan kamera. Fotografi bukan sekedar membuat foto bagus dan indah. Tapi esensi fotografi yang paling penting adalah alat untuk berkomunikasi. Suatu sarana

(10)

untuk kita (pembuat foto) menyampaikan sebuah informasi kepada khalayak (penikmat foto) melalui media gambar/visual. Untuk membaca bahasa visual diperlukan pula penggunaan beberapa teori untuk memahaminya. Diantara beberapa teori tentang pesan fotografi, saya mencoba untuk mendalami salah satunya yaitu semiotika. Tanpa disadari atau tidak, fotografi tersurat banyak tanda untuk berkomunikasi dan dari tanda itu tersirat makna-makna yang mungkin dimaksud pembuat karya untuk menyampaikan pesannya. Aplikasi penggunaan semiotika kali ini diterapkan pada foto dokumenter karya karya salah satu mentor fotografi dari MATANESIA Surabaya dengan judul “The Vanished Land” pada buku foto JIPS 2014 : CITY OF WAVES yang karya-karya tersebut juga dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia (GNI), dimana saya pribadi mencoba menggali representasi sebuah karya foto dalam hal sosial ekologis.

Semoga ulasan skripsi saya walaupun tidak begitu sempurna dapat menjadi wacana umum di kalangan pegiat ilmu komunikasi terutama pada fotografer-fotografer di tanah air. Paling tidak dengan menguasai fotografi secara teknis dan wacana keilmuannya, harapan saya pribadi hal ini dapat menambah daya saing fotografer-fotografer lokal maupun nasional dengan fotografer lainnya. Dan juga dengan kesederhanaan skripsi saya, semoga ini menjadi motivasi untuk semua pihak yang melakukan penelitian sejenis untuk menambah atau menyempurnakannya. Amin

Malang, 28 April 2015

(11)

HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan Rahmat Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha

Penyayang…

Dengan ini saya persembahkan tugas akhir ini untuk orang tua

tercinta dan tersayang atas kasihnya yang berlimpah.

Teristimewa Bapak “Budiyono” dan Ibu “Yarniatik” tercinta,

tersayang, kupersembahkan sebuah tulisan dari didikan kalian

yang ku aplikasikan dengan ketikan hingga menjadi barisan

tulisan sebagai sebuah kado kecil yang dapat ku berikan dari

bangku kuliahku tak lain hanya sebagai ucapan TERIMA KASIH

yang setulusnya tersirat atas segala usaha dan jerih payah

pengorbanan untuk anakmu selama ini. Tak lupa permohonan

maaf yang sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya atas segala

tingkah laku yang tak selayaknya diperlihatkan yang membuat

hati dan perasaan Bapak dan Ibu terluka, bahkan teriris perih.

Teman-teman senasib, seperjuangan dan sepenanggungan,

Octo, Dahlia, Ucup, Pecoq, Tantri serta kawan-kawan “JUFOC”

terima kasih atas gelak tawa dan solidaritas serta pengalaman

yang luar biasa sehingga masa-masa kuliah lebih berarti.

“Ya Allah, ampuni dosa-dosa kedua orang tuaku, bukakanlah

pintu rahmat, hidayat, rezeki bagi mereka ya Allah. Dan jadikan

hamba Mu ini anak yang berbakti pada orang tua, dan dapat

mewujudkan mimpi orang tua serta membalas jasa orang tua

walaupun jelas terlihat bahwa jasa orang tua begitu besar, takkan

terbalas dalam bentuk apapun. serta jadikan Ilmu dan amalku

sebagai lentera jalan hidupku, keluarga dan saudara seimanku.

(12)

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan Skripsi / i Lembar Pengesahan / ii

Pernyataan Orisinalitas / iii

Berita Acara Bimbingan Skripsi / iv Motto / v

Abstraksi / vi

Kata Pengantar / viii Lembar Persembahan / x Daftar Isi / xi

Daftar Tabel / xiii Daftar Gambar / xiv

BAB I PENDAHULUAN / 1 A. Latar Belakang / 1 B. Rumusan Masalah / 9 C. Tujuan Penelitian / 9 D. Manfaat Penelitian / 9 E. Tinjauan Pustaka / 9 1. Representasi / 9

2. Masalah sosial Ekologis / 11 3. Bencana Lumpur Lapindo / 12

4. Konflik Sosial-Ekologi Dampak Lumpur Lapindo / 16 5. Foto sebagai Kegiatan Komunikasi / 19

6. Foto Dokumenter atau Stories / 29

7. Foto Jurnalistik sebagai Bentuk Komunikasi Massa / 30 8. Fotografi sebagai Representasi Realitas / 32

9. Analisis Teks Media / 36 F. Metode Penelitian / 45

1. Jenis Penelitian / 46

2. Ruang Lingkup Penelitian / 46 3. Teknik Pengumpulan Data / 47 4. Teknik Analisa Data / 77

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN / 49 A. Foto Dokumneter “The Vanishe Land” / 49 B. Tentang Buku Foto Foto CITY OF WAVES/ 50 C. Resensi Tentang Buku Foto CITY OF WAVES/ 51 D. Hak Cipta Penerbit / 53

E. Profil Fotografer / 53

BAB III ANALISIS DATA FOTO DOKUMENTER “THE VANISHED LAND” / 55

A. Alih Fungsi Tanah Produktif / 58 B. Lumpur Mangalih Sampai Jauh / 66 C. Kehidupan Sosial yang Tenggelam / 75 BAB IV PENUTUP / 85

(13)

A. Kesimpulan / 88 B. Saran / 88 DAFTAR PUSTAKA / 89

(14)

DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Lembar Kerja Tabel Data Visual / 47 Tabel 3.1 Data Visual / 59

Tabel 3.2 Data Visual / 62 Tabel 3.3 Data Visual / 65 Tabel 3.4 Data Visual / 68 Tabel 3.5 Data Visual / 70 Tabel 3.6 Data Visual / 72 Tabel 3.7 Data Visual / 76 Tabel 3.8 Data Visual / 78 Tabel 3.9 Data Visual / 80 Tabel 3.10 Data Visual / 82

(15)

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Signifikasi Dua Tahap Barthes / 40 Gambar 1.2 Peta Tanda Roland Barthes / 41

Gambar 2.1 Buku CITY OF WAVES ,tampak depan / 52 Gambar 2.2 Buku CITY OF WAVES, tampak belakang /52

Gambar 3.1 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 214 / 59 Gambar 3.2 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 216 / 61 Gambar 3.3 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 216 / 64 Gambar 3.4 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 216 / 67 Gambar 3.5 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 216-217 /

70

Gambar 3.6 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 217 / 72 Gambar 3.7 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 215 / 75 Gambar 3.8 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 217 / 70 Gambar 3.9 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 218 / 80 Gambar 3.10 Sumber buku foto “JIPS 2014 : CITY OF WAVES” hal 219 / 82

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Ajidarma, Seno Gumirah. KisahMata: Fotografi antara Dua Subyek. Yogyakarta: Galang Press. 2001.

Barker, Chris. Cultural Studies.Yogyakarta: KreasiWacana. 2006. Budiman, Kris. Kosa Semiotika. Yogyakarta: LkiS. 1999.

. SemiotikaVisual. Yogyakarta: Penerbit Buku Baik. 2003.

Danesi, Marcel. Pesan, Tanda dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra. 2010.

Dradjat, Ray Bachtiar. Filosofi Penghayat Cahaya. Jakarta : Kompas Gramedia. 2010.

Fiske, Jhon. Introduction of Communication Studies. Second Edition. London : Routlegde. 1990.

Hoed, Benny. Semiotika & Dinamika Sosial. Jakarta: Komunitas Bambu. 2011. Ismuntoro, Mamuk. Tanah yang Hilang. Jakarta : Yayasan Panna. 2014.

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2006.

. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Cetakan ke-14. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2010.

Noviana, Ratna. Jalan Tengah Memahami Iklan. Yogyakarta :PustakaBelajar. 2000.

Nurudin.Pengantar Komunikasi Massa.Jakarta: PT RajagrafindoPersada. 2007 Pawito. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: LKiS. 2008.

. Analisis Teks Media. Cetakan ke-5.Bandung: Remaja Rosdakarya. 2009. Nasir, Abdul. Fiskal Migas Indonesia. Jakarta : Grasindo. 2014.

Nawiroh, Vera .Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor : Galia Indonesia. 2014.

Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2006. Surya, Rama. Yang Kuat Yang Kalah. Jakarta: Elex Media Kompatindo, 1996. Widowati, Heningtyas. Irama Visual: Dari Toekang Reklame Sampai

Komunikator Visual. Yogyakarta: Jalasutra, 2007. Jurnal

Prabowo, M. Firman Unggul. Pencitraan Presiden dalam Karya Fotografi (Analisis Semiotik Foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyonon dan Megawati Soekarno Putri dalam buku “Split Second Split Moment” karya Julian Sihombing). Malang: Fakultas Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. 2012.

(17)

Novia H., Aris. Foto dokumenter “Los ruang Cita Rasa Kelas Atas” Karya Raditya Rahendra Yasa dalam Rubrik Foto Pekan Ini KOMPAS. Malang: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang. 2011.

Novenanto, Anton. Melihat Kasus Lapindo sebagai Bencana Nasional. Malang : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. 2010.

Non buku

Handout Materi ORDAS (Orientasi Dasar) JUFOC (Jurnalistik Fotografi Club). 2010.

Kumpulan Materi JUFOC (Jurnalistik Fotografi Club). 2010-2011.

Materi Workshop foto Dokumenter JUFOC (Jurnalistik Fotografi Club). 2010. Pusat Sumber Daya Geologi. Geokimia Sebaran Unsur Logam pada Endapan

Lumpur Sidoarjo. 2007.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang : Pengelolaan Lingkungan Hidup.(c. 1). Jakarta.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang : Penanggulangan Bencana.(c. 1). Jakarta.

Website

Putri Adityowati (2015). Tempo.co [internet], 13 Februari. Available from : < http://www.tempo.co/read/news/2015/02/13/078642278/Dana-Lapindo-Rp-780-M-Golkar-Ini-Perhatian-Khusus-Jokowi > [accessed 14 Maret 2015].

Idris Rusadi Putra (2015). Merdeka.com [internet], 13 Februari. Available from : <http://www.merdeka.com/uang/apbn-p-2015-disahkan-dana-talangan-lapindo-rp-781-m-siap-cair.html> [accessed 14 Maret 2015].

PannaFoto.org [internet], 20 Maret, Aviable from :<http://www.pannafoto.org/publishing/tanah-yang-hilang/> [accessed 20 Maret 2015].

Yohanes Ari (2015). Gunadarma.ac.id [Internet], Aviable from :< http://yohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/38444/referensi+ kutipan.pdf> [accessed 20 Maret 2015].

Gambar

Tabel 3.2       Data Visual / 62  Tabel 3.3       Data Visual / 65   Tabel 3.4       Data Visual / 68   Tabel 3.5       Data Visual / 70   Tabel 3.6       Data Visual / 72   Tabel 3.7       Data Visual / 76   Tabel 3.8       Data Visual / 78   Tabel 3.9
Gambar 2.1    Buku CITY OF WAVES ,tampak depan  / 52  Gambar 2.2    Buku CITY OF WAVES, tampak belakang  /52

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi terhadap bencana dan strategi coping dalam menghadapi bencana pada remaja korban lumpur panas PT.. Lapindo Brantas di

Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar orang lanjut usia dalam menghadapi bencana luapan Lumpur Panas Lapindo Sidoarjo menggunakan strategi coping yang berpusat

Bentuk dominasi pemerintah (negara) dan korporasi (PT LBI) dalam arena peristiwa bencana Lumpur Lapindo, sebagai berikut: (1) Kebijakan pemerintah dalam memberikan ijin

Pola keruangan kerentanan sosial ekonomi di kawasan bencana Lumpur Lapindo Kabupaten Sidoarjo tepatnya di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Porong, Tanggulangin, dan

Bagaimana tidak, bila lumpur Lapindo ini berhasil dinyatakan sebagai bencana alam, bukan hanya dapat membobol APBN untuk membiayai dampak sosial dan lingkungan dari

Pola keruangan kerentanan sosial ekonomi di kawasan bencana Lumpur Lapindo Kabupaten Sidoarjo tepatnya di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Porong, Tanggulangin, dan

Sehubungan dengan rendahnya pendapatan rumah tangga pasca bencana lumpur Lapindo yang dikarenakan hilangnya mata pencaharian selama di Jatirejo serta kesulitan menemukan

Bencana Lumpur Lapindo dijadikan suatu daya tarik wisata oleh masyarakat lokal dan pemerintah sehingga menimbulkan isu – isu negatif mengenai dijadikannya bencana Lumpur Lapindo sebagai