• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT REFERAT TUMOR PAYUDARA.pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PPT REFERAT TUMOR PAYUDARA.pptx"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

TUMOR PAYUDARA

TUMOR PAYUDARA

REFERAT  REFERAT  Disusun Oleh : Disusun Oleh :

Adelia Putri Sabrina

Adelia Putri Sabrina

1102013005

1102013005

Pembimbing : Pembimbing :

dr

dr. Ah. Ahmad Yasin, Sp.mad Yasin, Sp.BB

Bidang Kepaniter

Bidang Kepaniteraan Klinik aan Klinik Ilmu BedahIlmu Bedah

Selasa, 13 Juni 2017 Selasa, 13 Juni 2017

(2)
(3)

AN

(4)

AN

(5)
(6)

PUBERTAS

MENSTRUASI

KEHAMILAN

MENOPAUSE

FISIOLOGI

PAYUDARA

FISIOLOGI PAYUDARA

• Peningkatan jaringan kelenjar • Deposit jaringan lemak • Estrogen & Progesteron

meningkat memicu

perkembangan asinus dan duktus

• Fase premenstruasi terjadi

pembesaran vascular & perbesaran kelenjar

• Epitel duktus berproliferasi • Sekresi hormon prolaktin • Kolostrum dan sekresi susu

• Lobulus berinvolusi

• Jaringan lemak menggantikan

(7)

DISKUSI

TUMOR

PAYUDARA

JINAK :

A. Fibroadenoma Mammae B. Kista Mammae C. Papilloma Intraduktus D. Perubahan Fibrokistik

E. Tumor Filoides (Sistosarkoma filoides) F. Adenosis Sklerosis G. Galaktokel H. Ductus Ectasia I. Nekrosis Lemak

GANAS :

Noninvasif 

1. Karsinoma duktal in situ (DCIS) 2. Penyakit paget

3. Karsinoma lobular in situ (LCIS) Invasif 

1. Karsinoma lobular invasif  2. Karsinoma duktal invasif  3. Karsinoma inflamasi

(8)
(9)

FIBROADENOMA

Fibroadenoma merupakan neoplasma jinak yang terutama terdapat pada wanita muda berusia 15-25 tahun.

• Pertumbuhan meningkat selama kehamilan,

laktasi atau menjelang menopause

• Pada pemeriksaan didapatkan konsistensi kenyal

padat, tidak ada reaksi inflamasi, permukaan licin, mobile, dan tidak nyeri

• Diagnosa ditegakkan melalui pemeriksaan fisik

dan gambaran klinik pada pasien usia muda

• Tatalaksana: eksisi dibawah pengaruh anestesi

(10)

KISTA MAMMAE

Kista mammae terbentuk dari cairan yang berasal dari kelenjar payudara.

• Benjolan berasal dari destruksi dan dilatasi

lobulus dan duktus terminalis payudara

• Pada pemeriksaan: konsistensi kenyal

padat, permukaan licin, mobile, biasanya pasien merasa nyeri, berbatas tegas, dan berisi air

•   Diagnosa ditegakkan melalui pemeriksaan

klinis , aspirasi sitologi dan ultrasonografi.

(11)

PAPILLOMA INTRADUKTUS

Papilloma Intraduktus merupakan tumor benigna pada epithelium duktus mammae dimana terjadinya hipertrofi pada epithelium dan mioepithelial. Insidens tertinggi pada dekade ke enam.

• Gejala: 70% dari pasien datang dengan

nipple discharge   yang   serous dan

bercampur darah.

• Tatalaksana: Konservatif atau eksisi dengan

(12)

PERUBAHAN FIBROKISTIK

Kelainan ini timbul pada berbagai usia yang ditandai penambahan jaringan fibrous dan glandular.

• Etio: ketidakseimbangan hormonal, dan terkait

dengan proses penuaan alami.

• Gejala: Payudara teraba lebih keras, bengkak • , terdapat penebalan, dan terdapat rasa nyeri

bila disentuh

• Diagnosis: pemeriksaan fisik, mammogram,

atau biopsi.

• Tatalaksana: Medikamentosa simptomatis,

operasi apabila medikamentosa tidak menghilangkan keluhannya

(13)

TUMOR FILOIDES

Tumor fibroepitelial yang ditandai dengan hiperselular stroma dikombinasikan dengan komponen epitel

• Etio: ketidakseimbangan hormonal, dan

terkait dengan proses penuaan alami.

• Gejala: benjolan berbentuk bulat lonjong

dengan permukaan berbenjol-benjol, berbatas tegas dan > dari fibroadenoma, pertumbuhannya cepat.

• Tatalaksana: Jika tumor sudah besar,

biasanya perlu dilakukan mastektomi simpel.

(14)

ADENOSIS SKLEROSIS

Pembesaran lobulus payudara, yang mencakup kelenjar-kelenjar yang lebih banyak dari biasanya.

• Gejala: Adenosis sklerosis dengan karakteristik lobus payudara yang

terdistorsi dan biasanya muncul pada mikrokista multipel, tetapi biasanya muncul berupa massa yang dapat terpalpasi.

• Diagnosis: Biopsi melalui aspirasi jarum halus biasanya dapat menunjukkan

(15)

GALAKTOKEL

Kista berisi susu yang terjadi pada wanita yang sedang hamil atau menyusui , merupakan dilatasi kistik suatu duktus yang tersumbat yang terbentuk selama masa laktasi.

• Gejala: benjolan yang nyeri, terdapat fokus

indurasi persisten, mobile dan berbatas jelas

•   Diagnosis: skrining sonografi, dimana akan

terlihat penyebaran dan kepadatan tumor tersebut.

• Tatalaksana: aspirasi jarum halus untuk

mengeluarkan sekret susu. Pembedahan dilakukan jika kista terlalu kental dan sulit di aspirasi

(16)

DUCTUS ECTASIA

Pelebaran dan pengerasan dari duktus.

•   Penyebab: kerusakan elastin dinding

duktus payudara, diikuti infiltrasi sel radang

• Gejala: sekresi puting yang berwarna

hijau atau hitam pekat, dan lengket, daerah disekitarnya akan terasa sakit, tampak kemerahan dan teraba massa berupa duktus yang membesar dan retraksi puting

• Tatalaksana: Kompres air hangat, jika

tidak membaik dilakukan nsisi tepi areola. Pemdahan dilakukan jika sekret yang keluar terlalu banyak.

(17)

NEKROSIS LEMAK

Jaringan payudara yang berlemak rusak, bisa terjadi spontan atau akibat dari cedera yang mengenai payudara

• Gejala: massa keras yang sering agak nyeri tetapi tidak membesar. Kadang

terdapat retraksi kulit dan batasnya tidak rata.

(18)
(19)

NON INVASIF

Karsinoma duktal in situ (DCIS)

Timbul sel-sel abnormal ditemukan pada lapisan duktus laktiferus.

Penyakit paget

Penyakit pada puting payudara yang disebabkan oleh perluasan karsinoma duktal in situ ke duktus laktiferus, tampak sebagai erupsi eksematosa (eritema, edema, papul, vesikel) kronik yang berkembang menjadi ulkus basah.

Karsinoma lobular in situ (LCIS)

Sel-sel abnormal tumbuh dalam lobulus, kelenjar penghasil susu pada akhir saluran payudara

(20)

INVASIF

Karsinoma lobular invasif 

Karsinoma lobular invasif telah menembus dinding lobulus dan mulai menyerang jaringan payudara sekitar.

Karsinoma duktal invasif 

Kanker ini yang telah menembus dinding duktus laktiferus dan menyerang  jaringan payudara sekitarnya. Terjadi fiksasi lesi, melekat ke kulit sehingga

menyebabkan retraksi dan cekungan (dimpling) kulit payudara.

Karsinoma inflamasi

Karsinoma inflamasi ini jarang ditemukan yang mempunyai gambaran klinis berupa pembesaran dan pembengkakan payudara, kemerahan, biasanya tanpa teraba massa yang disebabkan oleh penyumbatan pada saluran limf dermis.

(21)

FAKTOR RISIKO

1.Usia

2.Genetik

3.Reproduksi dan Hormonal

4.Gaya hidup

(22)

PATOGENESIS

HIPERPLASIA DUKTAL

KARSINOMA IN SITU

KARSINOMA INVASIF

(23)

MANIFESTASI KLINIK

• Benjolan di payudara yang tidak nyeri

• Nyeri lokal di salah satu payudara

• Retraksi puting

• Keluarnya cairan dari puting, radang dan ulserasi

• Pembesaran KGB pada ketiak

• Retraksi kulit   (skin dimpling)   akibat infiltrasi kanker pada otot

pektoralis akan bertambah jelas saat otot dikontraksikan

• Limfangitis karsinomatosa dapat tampak sebagai inflamasi infeksius

(nyeri, bengkak, merah, demam dan malaise)

(24)

TATALAKSANA

Tindakan pembedahan:

• Mastektomi radikal klasik: Pengangkatan seluruh kelenjar payudara

dengan sebagian besar kulitnya, otot pektoralis mayor, minor dan kelenjar limfe kadar I, II dan III.

• Mastektomi radikal modifikasi:   Sama dengan mastektomi radikal

klasik namun otot pektoralis mayor dan minor dipertahankan.

• Mastektomi sederhana:   seluruh kelenjar payudara diangkat, tanpa

pengangkatan kelenjar limfe aksila dan otot pektoralis. Dilakukan jika dipastikan tidak ada penyebaran ke kelenjar limfe.

• Breast conserving surgery   (BCS).   Prosedur ini membuang massa

tumor dengan memastikan batas bebas tumor dan diseksi aksila kadar I dan II atau dilakukan sentinel node biopsy  terlebih dahulu.

(25)

TATALAKSANA

Radioterapi

Radioterapi dapat digunakan sebagai adjuvan kuratif pada pembedahan mastektomi simpel, mastektomi radikal modifikasi dan terapi paliatif  pasca mastektomi, metastasis tulang dan otak

Terapi hormonal

Terapi hormonal terdiri dari obat-obatan anti-estrogen seperti (tamoksifen, toremifen) analog LHRH, inhibitor aromatase selektif  (anastrazol, letrozol), agen progetasional (megesterol asetat), agen androgen dan prosedur ooforektomi

(26)

TATALAKSANA

Kemoterapi

Kemoterapi adjuvan merupakan kemoterapi yang diberikan pasca mastektomi untuk membunuh sel-sel tumor yang mungkin tertinggal atau menyebar secara mikroskopik. Kemoterapi neoadjuvan merupakan kemoterapi yang diberikan sebelum pembedahan untuk memperkecil besar tumor sehingga dapat diangkat dengan lumpektomi atau mastektomi simpel.

(27)

PEMERIKSAAN PAYUDARA

ANAMNESIS

• Keluhan dan gejala yang telah dituliskan dalam manifestasi klinis serta

pengaruh siklus menstruasi terhadap gejala yang timbul.

• Faktor risiko yang dia miliki

• Kemungkinan metastasis ke organ otak, paru, paru, hati, dan tulang

dengan menyakan gejala seperti adanya sesak nafas, nyeri tulang, dan sebagainya.

(28)

PEMERIKSAAN PAYUDARA

SADARI

Cara melakukan SADARI adalah :

• Wanita sebaiknya melakukan SADARI pada posisi duduk atau berdiri

menghadap cermin.

• Pertama kali dicari asimetris dari kedua payudara, kerutan pada kulit

payudara, dan puting yang masuk.

• Angkat lengannya lurus melewati kepala atau lakukan gerakan

bertolak pinggang untuk mengkontraksikan otot pektoralis (otot dada) untuk memperjelas kerutan pada kulit payudara.

•   Sembari duduk / berdiri, rabalah payudara dengan tangan

sebelahnya.

• Selanjutnya sembari tidur, dan kembali meraba payudara dan ketiak. • Terakhir tekan puting untuk melihat apakah ada cairan.

(29)

PEMERIKSAAN PAYUDARA

PEMERIKSAAN PENUNJANG

  MAMMOGRAFI

  ULTRASONOGRAFI

  SCINTIMAMMOGRAFI

(30)

PENCEGAHAN

Tumor payudara dapat dicegah dengan mengetahui

faktor risiko dan mengetahui cara pencegahannya.

Pencegahan

yang

dapat

dilakukan

adalah

pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)

(31)

PROGNOSIS

Prognosis kanker payudara buruk jika pasien

menderita kanker payudara bilateral, pada usia

muda, adanya mutasi genetik, dan adanya

  triple

negatif 

 yaitu

 grade

 tumor tinggi dan seragam

Referensi

Dokumen terkait

Banyak tipe pembedahan yang digunakan untuk menyembuhkan kanker. Terkadang, mengangkat tumor ialah satu-satunya jalan dalam pengobatan yang diperlukan, tetapi biasanya kemoterapi

Pada penelitian ini, epoetin alfa diberikan dengan dosis 40.000 IU/minggu yang dimulai pada minggu pertama pasca-mastektomi, dilanjutkan sampai siklus kedua kemoterapi berbasis

a) Mengobati tumor ganas secara sempurna (kemoterapi kuratif). b) Untuk membantu keefektifan pengobatan lainnya seperti radioterapi. c) Untuk mengurangi resiko kembalinya tumor

Seringkali, kolesteatoma menyebabkan risiko lebih besar untuk sisa pendengaran daripada pembedahan itu sendiri, dan, lebih sering daripada tidak,

Banyak tipe pembedahan yang digunakan untuk menyembuhkan kanker. Terkadang, mengangkat tumor ialah satu-satunya jalan dalam pengobatan yang diperlukan, tetapi biasanya kemoterapi

Dilakukan pemeriksaan kadar petanda tumor antigen SCC dan CEA sebelum dan sesudah kemoterapi dan dinilai respon klinik pada kanker serviks stadium lanjut yang diberikan

Kemoterapi sekarang telah digunakan sebagai terapi tambahan untuk reseksi tumor, untuk tumor lambung tingkat tinggi lanjutan dan pada kombinasi dengan terapi

Pada pasien lainnya yang hanya dilakukan pembedahan, meskipun sebagian besar jaringan kanker sudah diangkat saat operasi, beberapa pasien masih membutuhkan kemoterapi atau radiasi