BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. tidak terkontrolnya pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal. Jika

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kanker

2.1.1 Pengertian

Kanker adalah sebuah kumpulan penyakit yang dikarakterisasikan dengan tidak terkontrolnya pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal. Jika penyebaran tidak terkontrol, maka akan menyebabkan kematian (American Cancer Society, 2015). Sel-sel tersebut membentuk sebuah blok yang menutupi semua jaringan dan organ didalam tubuh. Sel membelah untuk menciptakan sel baru, dan menggantikan sel-sel yang tua maupun berbahaya. Masing-masing sel mengandung material genetik (DNA) yang memberitahu sel kapan harus membelah, dan kapan harus mati. Kanker terjadi ketika DNA menjadi berbahaya dan memberikan instruksi yang salah. Sel-sel kanker bertumbuh diluar kendali. Sel kanker membelah ketika tidak seharusnya membelah, dan bertahan lebih lama dari waktu yang tidak seharusnya. Sel kanker dapat menutupi dan memenuhi lebih dari sel-sel normal. Kumpulan dari sel-sel kanker dinamakan tumor. Tumor terbagi atas ganas/malignant (cepat berkembang dengan ancaman menyebar) dan jinak/benign (pertumbuhan lambat dan tidak menyebar) (Children’s Oncology Group, 2011).

2.1.2 Tipe Kanker pada Anak

Berdasarkan Children’s Oncology Group (2011) menerangkan bahwa masing-masing jenis kanker memiliki nama, pengobatan, dan prognosis. Kanker pada anak dibagis atas tiga tipe :

(2)

2.1.2.1 Leukemia

Leukemia adalah kanker pada pembentukan sel-sel darah yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Sumsum tulang berada pada pertengahan antara tulang dan saraf sebagai pabrik dari pembuatan darah. Tiga jenis tipe darah yang dihasilkan pada sumsum tulang. Sel darah merah yang membawa oksigen kedalam tubuh. Sel darah putih yang membasmi infeksi. Platelet yang menghentikan pendarahan.

2.1.2.2 Lymphoma

Lymphoma ialah kanker yang terjadi pada system limpatik. Sistem limpatik merupakan salah satu bagian penting pada system imun. Jaringan limpatik ditemukan di seluruh bagian tubuh pada kelenjar getah bening, tonsil, adenoid, limpa, kelenjar thymus, dan didalam sumsum tulang. Lymphoma timbul ketika sel dari system limpatik menjadi sel kanker yang bermutasi dan membelah secara tidak terkontrol. Sel ganas tersebut bertumbuh dan menyebar hingga tunas getah bening dan organ tubuh. Gejala dari lymphoma bergantung pada lokasi dari penyebaran kelenjar limpa dan organ tubuh. Biasanya, tanda dan gejala pertama kali ditemukan ialah benjolan atau pembengkakan, yang berada disekitar leher, selangkangan atau dibawah lengan. Terkadang sel-sel lymphoma menyebabkan tunas getah bening didalam dada membengkak yang akan mebimbulkan batuk atau nyeri dada. Sel lymphoma dapat menyebabkan pembengkakan pada hati maupun limpa, atau penyebaran pada tunas getah bening abdomen, menyebabkan nyeri. Sel-sel lymphoma terkadang menyebar ke sumsum tulang belakang, menyebabkan nyeri pada tulang.

(3)

2.1.2.3 Tumor Solid (kanker pada tulang, otot, otak, atau pada jaringan dalam tubuh)

Tumor solid terdiri dari: Otak dan jaringan saraf tulang belakang juga dikenal dengan system saraf pusat (SSP), kanker ginjal, kanker hati, neuroblastoma, melanoma, retinoblastoma, jaringan lunak, dan saroma tulang, karsinoma, dan kanker tiroid.

2.1.3 Penyebab Kanker pada Anak

Kanker pada anak yang disebabkan oleh faktor keturunan memiliki angka kejadian yang kecil. Ini berarti bahwa anak dilahirkan dengan perubahan yang terjadi pada DNA yang menyebabkan beberapa sel berkembang menjadi kanker. Terkadang, perubahan pada DNA terjadi pada awal tahap perkembangan (sebelum anak lahir). Pada kisah lainnya, perubahan DNA ini dapat juga diwariskan oleh orang tua. Ketika ini terjadi, ada kemungkinan bahwa orangtua memiliki tipe kanker yang sama. Kanker pada anak yang diwariskan seperti retinoblastoma, malignant, tumor saraf perifer, dan adrenokortikal karsinoma. Kebanyakan kanker lainnya tidak diwariskan.

2.1.4 Tanda dan Gejala

Menurut American Cancer Society (2014) tanda dan gejala penyakit kanker adalah sebagai berikut:

2.1.4.1 Demam

Demam adalah kejadian yang sangat umum dengan kanker, tetapi lebih sering terjadi setelah kanker telah menyebar dari tempat dimana dimulai. Hampir semua pasien dengan kanker akan mengalami demam pada beberapa waktu,

(4)

terutama jika kanker atau pengobatannya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat membuat lebih sulit bagi tubuh untuk melawan infeksi. Paling sering, demam mungkin merupakan tanda awal kanker, seperti kanker darah seperti leukemia atau limfoma.

2.1.4.2 Kelelahan

Kelelahan yang terjadi tidak dapat segera pulih hanya dengan istirahat. Ini merupakan gejala penting karena pertumbuhan kanker. Hal ini terjadi lebih awal dalam beberapa kanker seperti leukemia. Beberapa kanker kolon atau lambung dapat menyebabkan kehilangan darah. Hal ini merupakan cara kanker untuk dapat menyebabkan kelelahan.

2.1.4.3 Nyeri

Nyeri merupakan gejala awal beberapa kanker seperti kanker tulang atau kanker testis. Sakit kepala yang tidak hilang atau menjadi lebih baik dengan pengobatan merupakan gejala dari tumor otak. Nyeri punggung dapat merupakan gejala dari kanker usus besar, rektum, atau ovarium. Paling sering nyeri akibat kanker berarti telah menyebar atau bermetastasis dari mana kanker dimulai.

2.1.4.4 Perubahan Kulit

Seiring dengan kanker kulit, beberapa kanker lainnya dapat menyebabkan perubahan kulit yang dapat dilihat. Tanda-tanda dan gejala termasuk: kulit yang tampak gelap (hiperpigmentasi), kulit dan mata berwarna kekuningan (jaundice), kulit kemerahan (eritema), gatal (pruritus), dan pertumbuhan rambut yang berlebihan.

(5)

2.1.4.5 Perubahan pola buang air besar atau fungsi kandung kemih Sembelit jangka panjang, diare, atau perubahan ukuran tinja mungkin merupakan tanda dari kanker usus besar. Nyeri saat buang air kecil, darah dalam urin, atau perubahan fungsi kandung kemih, seperti perlu buang air lebih sering dari biasanya dapat dikaitkan dengan kandung kemih atau kanker prostat.

2.1.4.6 Luka yang tidak kunjung sembuh

Kanker kulit dapat berdarah dan terlihat seperti luka yang tidak kunjung sembuh. Sebuah luka yang tidak kunjung sembuh di mulut bisa menjadi kanker mulut. Hal ini harus ditangani dengan segera, terutama pada orang yang merokok, mengunyah tembakau, atau sering minum alkohol. Luka pada penis atau vagina dapat berupa tanda-tanda infeksi atau kanker dini.

2.1.4.7 Bintik-bintik putih di lidah dan mulut

Bercak putih di dalam mulut dan bintik-bintik putih di lidah mungkin leukoplakia. Leukoplakia adalah daerah pra-kanker yang disebabkan oleh sering iritasi. Hal ini sering disebabkan oleh merokok atau penggunaan tembakau lainnya. Orang yang merokok pipa atau menggunakan tembakau beresiko tinggi untuk leukoplakia. Jika tidak diobati, leukoplakia bisa menjadi kanker mulut.

2.1.4.8 Pendarahan

Perdarahan yang tidak biasa bisa terjadi pada kanker dini atau lanjut. Batuk darah di sputum merupakan tanda dari kanker paru-paru. Darah dalam tinja yang dapat terlihat seperti tinja sangat gelap atau hitam bisa menjadi tanda dari usus besar atau kanker rektum. Kanker serviks atau endometrium dapat menyebabkan perdarahan vagina abnormal. Darah dalam urin merupakan tanda

(6)

dari kandung kemih atau kanker ginjal. Darah yang keluar dari puting tanda kanker payudara.

2.1.4.9 Benjolan

Banyak kanker dapat dirasakan melalui kulit. Kanker ini kebanyakan terjadi pada payudara, testis, kelenjar getah bening (kelenjar), dan jaringan lunak tubuh. Sebuah benjolan atau penebalan merupakan tanda awal atau akhir dari kanker. Kanker payudara muncul dengan kulit merah atau menebal serta adanya tonjolan.

2.1.5 Prosedur Pemeriksaan

Banyak cara cara dan pengobatan yang berbeda-beda untuk membantu menurunkan nyeri dan ansietas yang dirasakan oleh anak selama prosedur dan tes dilakukan. Berikut ialah informasi mengenai beberapa jenis pengobatan yang tersedia (Children’s Oncology Group, 2011).

2.1.5.1 Anestesi lokal

Sebelum tes dan prosedur dilakukan, pengobatan untuk mematikan rasa dapat diberikan. Pengobatan ini bisa dalam bentuk krim topikal, tambalan, cairan, atau alat lain yang diletakkan pada kulit. Obat yang diberikan akan mematikan rasa pada kulit dan jaringan. Untuk beberapa anak, pengobatan ini cukup untuk mematikan rasa dalam prosedur pengambilan melalui jarum suntik. Jika diperlukan, setelah obat berhasil mematikan rasa pada permukaan kulit, obat lainnya dapat juga digunakan menggunakan jarum suntik berukuran kecil yang ditempatkan lebih dalam menuju jaringan.

(7)

2.1.5.2 Sedasi

Jika obat yang diperlukan lebih dari lokal anastesi, para tenaga kesehatan selanjutnya akan membicarakan mengenai sedasi (pengunaan obat-obatan, kombinasi dari beberapa obat, untuk membuat anak merasa lebih relaks atau tertidur selama proses tes dan prosedur). Sedasi dapat diberikan pada level yang berbeda, berkisar dari perasaan tenang, keadaan mengantuk, anestesi umum (dalam keadaan tertidur). Level sedasi bergantung pada kondisi anak, prosedur ansietas, dan panduan rumah sakit.

2.1.5.3 Biopsi

Dalam biopsi, beberapa bagian jaringan akan diambil dari tubuh dan diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat sel kanker. Biopsi terbuka dilakukan ketika kulit dibuka dalam pembedahan untuk mendapatkan sampel dari jaringan. Biopsi tertutup dilakukan ketika jarum dimasukkan kedalam kulit untuk mengambil jaringan tanpa melakukan pembedahan.

2.1.5.4 Pengeluaran cairan dari sumsum tulang

Pengeluaran cairan dari sumsum tulang ialah tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sel didalam sumsum tulang dalam keadaan sehat dan menemukan jika ada sel kanker yang menyebar ke tulang sumsum dari bagian lain didalam tubuh. Sumsum tulang ialah pabrik dimana sel-sel darah dihasilkan. Sumsum tulang belakang juga berada pada pusat tulang dan menyusun antara tulang berongga dan cairan sumsum. Dalam tes ini, jarum akan ditempatkan pada tulang (biasanya tulang pinggul) dan sebagian sampel cairan pada sumsum tulang akan dimasukkan kedalam alat injeksi.

(8)

2.1.5.5 Biopsi pada sumsum tulang

Ketika pengambilan cairan pad sumsum tulang telah dilakukan untuk melihat darah, biopsi pada sumsum tulang dilakukan untuk mempelajari bagian sesungguhnya dari sumsum tulang berongga. Biopsi juga membantu untuk menentukan apakah sel dalam sumsum tulang dalam keadaan sehat atau terdapat sel kanker. Dalam tes ini, jarum suntik akan ditempatkan pada tulang (biasanya pada tulang pinggul), dan sebagian kecil pada sumsum tulang berongga akan diambil dan dikirm ke laboratorium untuk menentukan hasil

2.1.5.6 Magnetic resonance imaging/ MRI

MRI dilakukan dengan menggunbakan mesin khusus untuk melihat keadaan didalam tubuh. Mesin tyersebut menggunakan gelombvang magnetic untuk menciptakan gambar didalam tubuh. Anak akan dibaringkan pada meja yang tersdia didalam mesin MRI selama pencetakan gambar. Anak tidak akan memakai barang-barang yang megandung metal (perhiasaan. tali pinggang, dsb) karena mesin mengikat metal.

2.1.6 Penatalaksanaan

Masing-masing tipe kanker pada anak dapat disembuhkan dengan cara yang berbeda, bergantung pada tipe pengobatan yang paling efektif sesuai dengan jenis kanker. Berikut adalah beberapa tipe pengobatan yang diberikan (Children’s Oncology Group, 2011).

2.1.6.1 Kemoterapi

Kemoterapi ialah pengobatan kanker dengan menghentikan pertumbuhan ataupun menghancurkan sel-sel kanker. Beberapa tipe dari

(9)

pengobatan kemoterapi mungkin digunakan, sebab kemoterapi akan menghentikan maupun menghancurkan sel-sel kanker dengan cara yang berbeda. Ketika kemoterapi menghancurkan sel kanker, juga akan membahayakan sel-sel sehat. Bahaya yang diterima oleh sel-sel-sel-sel sehat dapat menyebabkan efek samping. Biasanya efek samping yang dialami akan membaik atau menghilang ketika pengobatan selesai.

2.1.6.2 Terapi Radiasi

Terapi radiasi memberikan cahaya dengan kekuatan tinggi yang membahayakan DNA dan dengan cepat menghancurkan sel-sel pertumbuhan, seperti sel kanker. Radiasi bisa saja digunakan dengan sendiri atau bahkan dikombinasikan dengan terapi lain, seperti kemoterapi dan pembedahan. Pengobatan ini dapat membahayakan baik sel sehat maupun sel kanker, namun sel sehat memiliki kemampuan dalam penyembuhan diri. Tidak seperti kemoterapi, radiasi tidak menyebabkan bahaya pada sel di seluruh tubuh. Radiasi hanya membahayakan sel pada area dimana radiasi diberikan.

2.1.6.3 Pembedahan

Banyak tipe pembedahan yang digunakan untuk menyembuhkan kanker. Terkadang, mengangkat tumor ialah satu-satunya jalan dalam pengobatan yang diperlukan, tetapi biasanya kemoterapi atau radiasi juga digunakan untuk menghancurkan sisa dari sel kanker : 1) pembedahan primer ialah pembedahan yang mengangkat hampir semua bagian tumor saat didiagnosa. Beberapa bagian tumor tidak dapat diangkat secara aman dikarenakan bentuk maupun lokasi tempat tumor berada, 2) Pembedahan kedua biasanya dilakukan setelah

(10)

pengobatan dengan kemoterapi dan/atau radiasi, dan 3) pembedahan perawatan dukungan dilakukan untuk membantu anak melalui pengobatan kanker yang dialami, jika pengobatan tersebut membuat anak menjadi sulit makan, sebuah tabung makan akan dipasangkan langsung ke lambung atau saluran pencernaan sampai anak mampu mengkonsumsi nutrisi makanan lewat mulut.

2.1.6.4 Bioterapi

Bioterapi dikenal juga dengan imunoterapi. Bioterapi menggunakan sistem imun tubuh untuk memerangi sel kanker. Sistem imun tubuh ialah sebuah penghubung antara organ dan sel-sel yang bekerja untuk melindungi tubuh melawan penyakit. Sistem ini bekerja untuk mencari sel-sel yang tidak normal dan mencoba untuk menghancurkan. Bioterapi ini dapat menolong sel sistem imun tubuh untuk menemukan sel yang tidak normal lalu menghancurkan sel kanker.

2.1.6.5 Perawatan Paliatif

Perawatan paliatif adalah perawatan yang penuh pengertian dan pendekatan menyeluruh kepada anak dengan penyakit serius. Perawatan ini mendukung anak dan keluarga dengan menenangkan gejala fisik seperti menolong secara emosional, sosial, dan aspek spiritual. Penting untuk mengetahui bahwa perawatan paliatif ini dapat dimulai kapan saja selama penyakit berlangsung, anak dengan penyakit serius dapat memanfaatkan, baik penyembuhan yang diharapkan atau pengobatan penyembuhan bukan lagi sebuah pilihan.

2.2 Studi Fenomenologi

Penelitian kualitatif ialah jenis penelitian yang berfokus akan individu maupun grup yang memiliki perspektif berbeda dalam memandang sebuah realita

(11)

(biasanya realita sosial maupun psikologikal). Penelitian ini berfokus pada pengalaman yang dirangkum sebagai data yang tidak dapat dihitung menggunakan angka (Hancock, Ockleford & Windridge, 2009).

Fenomenologi, berakar dari tradisi filosofi yang dikembangkan oleh Husserl dan Heidegger, sebuah pendekatan untuk mengerti pengalaman kehidupan manusia setiap hari. Para pakar fenomenologi percaya bahwa pengalaman hidup memberikan arti tersendiri bagi masing-masing persepsi manusia pada setiap fenomena yang terjadi. Tujuan dari pendekatan ini ialah untuk mengerti persepsi dan pengalaman hidup bagi yang mengalami. Empat aspek pengalaman kehidupan yang diamati oleh para pakar fenomenologi ialah ruang kehidupan, ruang jasmani, ruang duniawi, dan hubungan sesama manusia (Polit & Beck, 2012).

Ada beberapa variasi dan interpretasi metodologi dalam fenomenologi yaitu fenomenologi deskriptif dan fenomenologi interpretif (Polit & Beck, 2012). Fenomenologi deskriptif pertama kali dikembangkan oleh Husserl pada tahun 1962. Fenomenologi ini mencakup hal yang didengar, dilihat, dirasakan, dipercaya, diingat, diputuskan, dievaluasi, dan aksi. Fenomenologi deskriptif memiliki empat tahap: bracketing, intuiting, analyzing, dan describing (Polit & Beck, 2012).

Langkah pertama yaitu bracketing. Bracketing adalah proses mengidentifikasi dan mengurungkan keyakinan yang terbentuk sebelumnya serta opini yang objektif tentang fenomena yang diteliti. Bracketing tidak pernah dapat diwujudkan secara total, tetapi peneliti berjuang untuk tidak menambahkan anggapan untuk menjaga data dalam keadaan asli (Polit & Beck, 2012).

(12)

Langkah selanjutnya ialah intuiting. Intuiting ialah keadaan dimana peneliti benar-benar memahami dan tenggelam dalam fenomena sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh partisipan. Peneliti menghindari segara kritik, evaluasi, ataupun opini dan tetap memerhatikan fenomena sesuai dengan yang dijelaskan partisipan (Streubert & Carpenter, 2011).

Pada tahap berikutnya adalah analyzing. Pada tahap ini peneliti mengidentifikasi esensi fenomena yang telah diinvestigasi berdasarkan data yang diperoleh dan bagaimana data diberikan (Streubert & Carpenter, 2011).

Langkah terakhir yaitu describing. Tujuan melakukan describing untuk mengkomunikasikan, menuliskan, juga memberikan perbedaan deskripsi secara verbal, elemen-elemen pengkritik dari fenomena. Deskripsi yang dilakukan berdasarkan klasifikasi dari fenomena. Peneliti harus menghindari dalam menambahkan deskripsi sebelum waktunya (Streubert & Carpenter, 2011).

Proses analisis data pada fenomenologi deskriptif adalah Collaizi (1978), Giorgi (1985), dan Van Kaam (1966). Ketiga fenomenologi tersebut berpedoman pada filosofi Husserl dimana fokus utamanya ialah mengetahui gambaran dari sebuah fenomena (Beck, 2013).

Jenis fenomenologi yang kedua adalah fenomenologi interpretif. Fenomenologi interpretif dikembangkan oleh Heidegger. Jenis penelitian ini menekankan pada pemahaman dan penafsiran, tidak sekedar deskripsi pengalaman manusia. Penelitian interpretif bertujuan untuk menemukan pemahaman dari makna pengalaman hidup dengan cara masuk ke dalam dunia partisipan (Polit & Beck, 2012).

(13)

Sumber data dalam studi fenomenologi berasal dari perbincangan yang cukup dalam (in-depth interview) antara peneliti dan partisipan dimana peneliti membantu partisipan untuk menggambarkan pengalaman hidupnya tanpa adanya suatu diskusi. Melalui perbincangan yang cukup dalam peneliti berusaha untuk menggali informasi sebanyak mungkin dari partisipan (Polit & Beck, 2012).

Dalam studi fenomenologi, jumlah partisipan yang terlibat adalah 10 orang atau lebih sedikit. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini akan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu metode pemilihan partisipan dalam suatu penelitian dengan menentukan terlebih dahulu kriteria partisipan yang akan dilibatkan dalam penelitian. (Polit & Beck, 2012).

Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan pendekatan fenomenologi desriptif. Hasil penelitian dalam studi fenomenologi diperoleh melalui proses analisa data Collaizi (1978 dalam Polit & Beck, 2012) menyatakan ada tujuh langkah yang harus dilalui untuk menganalisa data. Proses analisa data tersebut meliputi: 1) membaca transkrip wawancara untuk mendapatkan perasaan partisipan, 2) meninjau setiap transkrip dan menarik peryataan yang signifikan, 3) menguraikan makna dari setiap pernyataan yang signifikan dan memilih kata kuncinya, 4) mengelompokkan makna-makna tersebut kedalam kelompok-kelompok tema, 5) mengintegrasikan kedalam bentuk transkrip, 6) memformulasikan deskripsi lengkap dari fenomena yang diteliti sebagai identifikasi pernyataan, dan 7) memvalidasi apa yang telah ditemukan kepada partisipan sebagai tahap validasi akhir.

(14)

Penelitian kualitatif termasuk fenomenologi perlu ditingkatkan kualitas dan integritas dalam proses penelitiannya, sehingga perlu diperiksa bagaimana tingkat keabsahan data pada penelitian kualitatif termasuk fenomenologi. Lincoln dan Guba (1985 dalam Polit & Beck, 2012) menyatakan bahwa untuk memperoleh hasil penelitian yang dapat dipercaya maka data divalidasi dengan beberapa kriteria yaitu: 1) credibility (dapat dipercaya), 2) dependability

(konsisten), 3) confirmability (persetujuan relevansi), 4) transferability (bisa digunakan pada konteks lain), dan 5) authenticity.

Credibility meliputi keyakinan terhadap kebenaran data dan interpretasinya. Kredibilitas yang tinggi tercapai jika partisipan yakin dan mengenali dengan benar tentang hal-hal yang diceritakannya. Tujuan prosedur ini adalah untuk memvalidasi keakuratan hasil laporan transkrip kepada partisipan terhadap apa yang telah diceritakan tentang pengalamannya.

Dependability merupakan suatu bentuk kestabilan data pada setiap waktu dan kondisi. Dependability dilakukan dengan melibatkan pembimbing penelitian atau pakar penelaahan data. Pembimbing merupakan eksternal viewer yang berfungsi untuk memeriksa hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti.

Confirmability mengandung makna bahwa sesuatu hal dinilai secara objektif dan netral, dimana ada beberapa orang independen yang menilai data-data yang telah dikumpulkan oleh peneliti. Prinsip confirmability dilakukan dengan cara mendiskusikan hasil penelitian berupa tema-tema yang telah didapatkan kepada ahli dalam penelitian ini yaitu pembimbing.

(15)

Transferability merupakan bentuk validitas eksternal yang menunjukkan derajat ketepatan sehingga hasil penelitian dapat diterapkan pada setting dan kelompok yang berbeda pada populasi yang sama. Seorang peneliti harus dapat menyediakan deskripsi data dengan rinci, jelas, sistematis dan mudah dimengerti pada laporan penelitiannya sehingga pengguna lainnya dapat mengevaluasi data kedalam konteks yang lain.

Authenticity memfokuskan pada sejauh mana peneliti dapat menunjukkan berbagai realitas. Authenticity muncul dalam penelitian ketika partisipan menyampaikan pengalaman partisipan dengan penuh perasaan. Penelitian memiliki keaslian jika dapat mengajak pembaca merasakan pengalaman kehidupan yang digambarkan, dan memungkinkan pembaca untuk mengembangkan kepekaan yang meningkat sesuai masalah yang digambarkan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :