JADWAL MISA Misa Harian: Senin s/d Jumat 06.00 wib
Hari Sabtu : 17.00 wib Hari Minggu : 06.30 - 09.00 - 17.00 wib
Misa Jumat Pertama : 06.00 - 12.00 - 19.30 wib
Adorasi Ekaristi : Setiap hari Senin 15.00 s/d 22.00 di Kapel ditutup pukul 22.00 dengan ibadat penutup (completorium)
PENYELIDIKAN KANONIK (dengan perjanjian) Hari Senin, 17.00 – 18.30 wib
Romo A.S. Gunawan, Pr. Hari Kamis, 17.00 – 18.30 wib
Romo Anton Baur, Pr. PELAYANAN MISA REQUIEM
DI GEREJA
Dapat diselenggarakan pada hari Senin hingga Jumat. Hubungi Sekretariat Paroki.
Website: www.parokisanmare.or.id
Facebook Group: SanMaRe
Kontribusi artikel, pengumuman, iklan: [email protected]
10 April 2016 Tahun VII – No. 14
Kegalauan Usai Paskah
Baru saja kita rayakan Paskah Kebangkitan Kristus dan penebusan umat manusia. Juga kita dengar Yesus meniupkan Roh Kudus ke pada murid-muridnya. Hikmatnya juga ikut menyegarkan batin. Tetapi sekarang kita kembali ke hidup sehari-hari: mencari nafkah, memikirkan keluarga, masa depan, karier, pergaulan dengan sejawat. Rasa-rasanya kok kita kembali seperti dulu, sama saja. Apa arti kebangkitan dan kata-kata indah sebangsanya?
Kembali ke Rutinitas. Demikian juga yang dipikirkan para
murid Yesus. Memang mereka berbesar hati. Namun orang tidak bisa terus-menerus berbesar hati. Yesus sudah bangkit dan tidak diragukan lagi. Semua percaya. Lalu? Iman bukan dapur ajaib yang asapnya bisa berkepul terus. Iman tidak menggebah pergi begitu saja kesulitan rumah tangga, tidak menjawab semua soal di kantor. Memang seminggu sekali kita biasa ziarah ke oasis rohani sejam, pulang dibekali kata-kata dan gagasan indah mengenai iman yang mestinya membikin orang ulet dan tahan banting. Tapi kalau sungguh dibanting beneran apa betul-betul bertahan? Dan berapa lama?
Itulah sebabnya setelah beberapa waktu Petrus mengambil
keputusan, “Aku mau pergi menangkap ikan.” (Yoh 21:3). Dan maksudnya menangkap ikan sungguhan, bukan ikan kiasan, bukan manusia-manusia yang akan dikumpulkan dan diajarinya tentang Yesus. Ia mau kembali bekerja seperti dulu. Kan masih punya kepiawaian sebagai pebisnis ikan danau. Dan pengalaman mengikuti Yesus dan menyaksikan hal-hal hebat dulu itu rasa-rasanya sudah jadi lembaran hidup yang mesti ditutup.
Bisa diceritakan kepada orang banyak, tapi sudah selesai. Keadaan sudah berubah. Juga murid-murid lain yang disebut dalam ayat 2 berpikiran sama. Bertujuh mereka kembali ke pekerjaan mereka. Mumpung masih punya relasi. Paling tidak kan bisa kembali bekerja pada Firma Zebedeus & Sons di utara. Dan Yerusalem? Hanya kenangan manis yang makin lirih kedengarannya.
Catatan eksegese. Mengapa dipakai sebutan “kedua anak Zebedeus”, dan bukan Yakobus dan
Yohanes begitu saja? Tentunya untuk mengingatkan pembaca, kedua murid ini dulu mulai ikut Yesus ketika masih bekerja dalam perusahaan ikan milik ayah mereka itu (Mat 4:21 dan Mrk 1:19-20). Petrus dan Andreas katakan saja mitra usaha Zebedeus & Sons ini (Mrk 1:16-20; Luk 5:10). Tuan Zebedeus memiliki pekerja-pekerja upahan (Mrk 1:20). Istrinya, Salome, dulu mengurus kebutuhan sehari-hari Yesus (Mrk 15:40-41).
Jelas keluarga itu cukup berada. Tak heran, sebagai ibu dari kalangan terhormat, Ny. Zebedeus pernah memintakan kedudukan khusus bagi kedua anaknya di kanan kiri Yesus (Mat 20:20-21) dan mereka berdua sendiri memang menyatakan keinginan seperti itu (Mrk 10:37). Bagaimanapun juga perusahaan itu sambungan nafkah mereka sekarang. Dan bertujuh mereka membangun bisnis perikanan lagi, syukur dengan mitra-mitra baru.
Yesus dalam Hidup Sehari-hari
Penampakan yang dikisahkan dalam Yohanes-21 lain dari yang lain justru karena terjadi ketika murid-murid sudah kembali ke kehidupan biasa, mencari nafkah, meniti hari demi hari. Mereka sudah tidak lagi sempat memikirkan lagi apa itu kebangkitan atau mengingat-ingat yang diajarkan guru mereka dulu. Kali ini Yesus memperlihatkan diri kepada murid-murid dalam kehidupan sehari-hari mereka. Seandainya para murid itu pemilik lahan pertanian, Yesus datang berdiskusi mengenai masalah agrobisnis, seandainya mereka itu pengajar, Yesus akan hadir dalam pembicaraan soal teologi, seandainya mereka pemilik bengkel, bisa jadi malah Yesus datang minta dicek mobilnya kok gasnya sudah tidak galak lagi.
Ini kedengaran seperti khotbah yang melulu mau membumi-bumikan Injil. Tidak! Ini menampilkan kembali yang mau dikatakan penulis Yohanes-21 sendiri. Penjelasannya? Yesus
mendatangi murid-muridnya dalam kehidupan mereka yang nyata. Ia masuk dalam urusan mereka. Murid-murid semalaman bekerja dan sedikit hasilnya, malah kata penulis Injil
“tidak menangkap apa-apa”. Dan hari mulai siang. Murid-murid melihat ada orang berdiri di
-pantai. Seperti seorang pemantau keadaan danau. Dan begitulah perkiraan para murid. Orang itu menunjukkan tempat yang ada ikannya.
Maklum, tempat seperti itu lebih kelihatan bila diamati dari jauh. Ada tanda-tandanya: burung, air beriak, tanya saja kepada mereka yang ahli. Dan orang itu memberi aba-aba supaya jala ditebar di tempat yang ada ikannya. Yesus yang menampakkan diri kepada para penangkap ikan itu berlaku sebagai orang dari perusahaan perikanan mereka. Ia memberi tahu mereka agar menebar jala ke arah kanan (Yoh 21:6).
Yesus masuk ke dalam urusan dan kehidupan mereka sebelum mereka mengenalinya.
Hanya satu dari mereka yang menyebut diri “murid yang dikasihi Yesus” melihat siapa sebenarnya orang itu. Memang sejak melihat kafan dan penutup muka di makam yang kosong (Yoh 20:8), pikirannya tak lepas lagi dari gurunya itu. Ia melihatnya ada di mana-mana dan ingin mempersaksikannya kepada orang-orang di dekatnya.
Kali ini ia memberi tahu Petrus yang juga langsung mengerti. Petrus pun mengenakan kembali pakaian luar yang tadi dilepaskan (Yoh 21:7) dan datang kepada Yesus. Bukan maksudnya seperti abdi dalem sowan kraton pakai jas beskap menyandang keris segala. Di sini pakaian membuat sosok orang dikenali. Agak idiomatik cara bicaranya. Maksudnya, Petrus datang kepada Yesus untuk memperkenalkan diri. Bukan Petrus yang dulu, tetapi yang sudah kembali ke hidup sehari-hari itu. Ia mau tahu apa Tuhan mau menerimanya kembali dalam keadaannya yang sekarang ini.
Di pantai Yesus sudah menyiapkan ikan dan roti. Mereka hanya diminta menambah lauk dari tangkapan mereka yang melimpah itu. Maklum “ikan” (ayat 10, Yunaninya “opsarion”) di situ juga berarti makanan yang dipakai lauk, dalam hal ini kebetulan ikan. Pembaca kisah ini akan teringat episode Yesus memberi makan lima ribu orang dengan roti dan lauk ikan dalam Yoh 6:1-15. (Dalam Mat 14:13-21; Mrk 6:32-44 dan Luk 9:10-17 dipakai kata “ikan” yang biasa, “ikhtus”, tapi jelas memang untuk lauk.) Waktu itu
murid-murid ini ikut membagikan makanan tadi. Kini mereka ikut berbagi makanan di tengah-tengah kegiatan mereka sehari-hari.
Penulis Injil menyebut tak ada yang berani bertanya siapakah dia itu karena tahu bahwa ia itu Tuhan (Yoh 21:12). Ada suasana keramat. Mereka sadar Tuhan di situ. Tak perlu macam-macam. Bila diakui kehadirannya, yang keramat akan memberi ketenangan. Kalau bertanya-tanya bisa jadi ia akan melejit pergi. Murid-murid diam. Paham. Yesus
mendatangi mereka membagi makanan, memberikan dirinya yang keramat ke dalam hidup sehari-hari, dan murid-murid membawakan tambahan ikan sebagai lauk, sebagian hasil jerih payah keringat mereka. Dan
ini membuat hidup berlanjut terus. Ini ujud hubungan dengan Yesus dalam dunia sehari-hari.
Ditulis oleh Romo Antonius Gianto, SJ – http:// sesawi.net
Disiapkan oleh Rm Anton Baur Pr.
Misericordiae Vultus
Memahami Wajah Kerahiman Allah (12)
(Sambungan)Paus Fransiskus menyatakan, tahun 2016 adalah Tahun Yubelium Luar Biasa Kerahiman Allah. Hal ini dikatakan oleh beliau dalam Bulla Misericordiae Vultus (Wajah Kerahiman Allah) yang disampaikan pada 11 April 2015. Tahun Yubelium Luar biasa ini dimulai pada Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda pada 8 Desember 2015 dan diakhiri pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam pada 20 November 2016. Di dalam Bulla inilah, dijelaskanlah maksud rohani yang utama dari adanya Tahun Yubelium Luar Biasa ini.
Bapa Paus memiliki refleksi yang begitu mendalam akan Wajah Kerahiman Allah. Kini, kita akan bersama-sama mencoba mengenali Bulla ini dalam beberapa kesempatan di Warta paroki kita. Kita akan mengenalinya paragraf per paragraf dalam terjemahan Bahasa Indonesia. 15. Dalam Tahun Suci Luar Biasa, kita mengharapkan pengalaman kita membuka hati untuk mereka yang tinggal di pinggiran, terluar dari masyarakat. Dalam masyarakat modern, yang disebut pinggiran itu adalah sebuah kenyataan yang diciptakan. Berapa banyak situasi yang tidak pasti dan menyakitkan ada di dunia saat ini. Berapa banyak luka yang ditanggung oleh tubuh mereka ynag tidka memiliki suara karena jeritan mereka teredam dan tenggelam oleh ketidak-pedulian orang yang berkecukupan. Selama tahun Yubelium ini, Gereja dipanggil untuk menyembuhkan luka-luka tersebut, menenangkan mereka dengan minyak penghiburan, membebat luka mereka dengan kerahiman, dan menyembuhkan mereka dengan solidaritas dan kepedulian yang tak kunjung henti. Janganlah kita jatuh pada ketidak-pedulian yang memalukan atau rutinitas monoton yang menghambat kita untuk menemukan apa yang baru! Marilah kita menangkal sinisme yang merusak! Marilah membuka mata kita dan menyadari bahwa kita didorong untuk mengindahkan jeritan mereka dengan pertolongan! Semoga kita menjangkau mereka dan mendukung merkea sehingga mereka dapat merasakan kehangatan kehadiran, persahabatan, dan persaudaraan kita! Semoga jeritan mereka menjadi jeritan kita, dan bersama-sama semoga kita mendobrak hambatan-hambatan ketidak-pedulian yang terlalu sering menguasai kita dan topeng kemunafikan serta egoisme kita!
Itulah keinginan membara saya agar selama tahun Yubelium ini, ornag-orang Kristiani dapat merenungkan karya jasmani ataupun rohani dari kerahiman. Ini akan menjadi cara untuk membangunkan kembali nurani Anda, yang terlalu sering tumbuh membosankan dalam rupa kemiskinan. Dan marlah kita masuk lebih dalam ke jantung Injil di mana orang miskin memiliki sebuah pengalaman khusus akan kerahiman Allah. Yesus memperkenalkan karya kerahiman-Nya dalam kotbah-Nya kepada kita seingga kita bisa mengenali apakah kita hidup sebagai para murid-Nya atau tidak. Marilah kita menemukan kembali karya-karya jasmani kerahiman: memberi makan mereka yang lapar, memberi minum kepada mereka yang haus, memberi pakaian mereka ynag telanjang, menyambut yang terasing, menyembuhkan yang sakit, mengunjungi yang dipenjara, dan menguburkan yang mati. Dan, janglah
-kita melupakan karya rohani kerahiman: menasihati mereka yang bimbang, mengajari yang bebal, menegur yang berdosa, menghibur yang menderita, mengampuni yang salah, menanggung dengan sabar mereka yang berbuat jahat kepada kita, dan mendoakna orang yang hidup dan yang mati. Kita tidak bisa meluputkan kata-kata Tuhan kepada kita, dan mereka akan menjadi kriteria yang atasnya kita akan dihakimi: apakah kita telah memberi makan yang lapar dan memberikan minum kepada mereka yang haus, menyambut orang asing, dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang, atau menghabiskan waktu dengan orang sakit dan orang-orang dalam penjara (Mat 25:31—45). Selain itu, kita akan ditanya paakah kita telah membantu orang lain untuk meluputkan kerahuan yang menyebabkan mereka jatuh ke dalam keputus-asaan dan yang sering menjadi sumber kesepian; apakah kita telah membantu mereka mengatasi kebodohan yang di dalamnya jutaan orang hidup, terutama anak-anak yang kehilangan sarana yang diperlukan untuk membebaskan mereka dari ikatan kemiskinan; apakah kita telah dekat dengan orang yang kesepian dan menderita; apakah kita telah mengampuni orang-ornag yang telah menyakitki kita dan telah menolak segala bentuk kemarahan dan kebencian yang mengarah pada kekerasan; apakah kita telah memiliki semacam kessabaran yang ditunjukkan Allah, yang begitu sabar dengan kita; dan apakah kita telah mempercayakan saudari-saudara kita kepada Tuhan di dalam doa. Dalam tiap “anak-anak” kecil ini, Kristus sendiri hadir. Tubuh-Nya akan terlibat dalam tubuh orang yang di dera, orang kekurangan gizi, dan orang yang terasing … yang diakui, dijamah, dan dirawat oleh kita. Marilah kita tidak melupakan perkataan St. Yohanes dari Salib: “ketika kita bersiap-siap meninggalkan kehidupan ini, kita akan dihakimi atas dasar kasih”. (Bersambung)
Agenda Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah
1. Gerakan Rohani Pekan Pertama Mei 2016
Adorasi, Rekoleksi, Novena, Amal Kasih*
- Rekoleksi 7 Mei 2016. Kerahiman Allah dalam Pengabdian Guru.
*Amal Kasih dinyatakan dalam amplop putih, tersedia dipintu Gereja mulai April 2016.
2. Sakramen Tobat (Mohon Partisipasi Umat)
Kamis, 12 Mei 2016 di Wilayah II. Pkl 19.00 – 22.00.*
Oleh : Romo Alp. Setya Gunawan Pr & Romo Antonius Baur A. Pr * Bila ada perubahan akan diberitahukan.
3. Novena Roh Kudus
6 – 14 Mei 2016.
4. Ziarah 9 gereja di Keuskupan Agung Jakarta
Mengikuti Buku Panduan Gerakan Rohani Keuskupan Agung Jakarta.
- JADWAL LITURGI
HARI MINGGU PASKAH IV, Minggu Panggilan, 17 April
Bacaan:
Kis. 13:14,43-52; Mzm. 100:2,3,5; Ul:3c;Why. 7:9,14b-17; Yoh. 10:27-30
SaranLagu
:
PS 421, 539, 542, 543, 544, 656, 693, 689, 849, 961HARI MINGGU PASKAH V, 24 April
Bacaan:
Kis. 14:21b-27; Mzm.145:8-9,10-11,12-13ab; Ul:lih, 1; Why. 21:1-5a; Yoh. 13:31-33a,34-35
SaranLagu
:
PS 610, 660, 661, 662, 663, 692, 836, 956Sabtu, 16 April, pukul 17.00 Koor dan Tatib:St. Felix
Putra/i Altar: Maria Aurelia Larasati Hendrarto,
Maria Audriana Saraswati, Kerri Maria Gunawan,
Elisabeth Margaretha Manalu, Timotius Patrick Lie
Leonad, Gabriella Putri, Theresia Aurora Rosarian
Adliana, Antonius Rangga Hapsoro W, Mikael
Josafat, Laurentius Melvin Pratama
Prodiakon: Antonius E. Nelwan, Agung Wahyu
Wibowo, Fransiskus P. Narendra, Heribertus Darno,
Agus Munandar, Esther Meinelsa Manurung, Rinto
Setiono, Royandi Ernestus DP
Sabtu, 23 April, pukul 17.00 Koor dan Tatib:Keluarga Kudus
Putra/i Altar: Antonius Totonafo Harefa, Michael
Cathney, Rafael Christian, Bernadette Nathania
Sukieche, Benedict Matthew Sukieche, Peter
Bradley, Maria Carolina Itu Leba, Maria Carmelitta
Ome Leba, Brigitta Stephanie, Gabriela Alexander
Putri
Prodiakon: Hendrawan Thiodorus, Yoseph
Martahan Sitorus, Ignatius Sudarmadi, Adrianus
Nggala, George Pangemanan, Andreas FK,
Gunawan Gunarso, Didik Wiryawan AP
Minggu, 17 April, pukul 06.30 Koor dan Tatib:Sta. Maria Ratu Rosari
Putra/i Altar: Ignasius Jonathan Wicaksono
Nugroho, Clara Tanjung Pramesti, Natalia Sekar
Dinda Kartika, Florentia Lentera Kasih Rosari,
Fransiska Yola Yunita, Teresa Amely Digrazia,
Efrem Kriste Prana Pangasta Mukti, Fransiskus
Arya Kusuma Aji, Vincentius Adrian Laurens Nestya
Pradhana, Fransiskus Xaverio Anggara Nugroho
Prodiakon: Gunawan Wibowo, Agustinus Fadjar
AS, Bambang Tedjo Nugroho, Haryono Widarta,
Daniel Bala Batti, Lily Irene Tantra
Minggu, 24 April, pukul 06.30 Koor dan Tatib:St. Paulus
Putra/i Altar: Maria Kinarkinanti Aditya, Renata
Majandra Aditya, Valentinus Ayodya
Koesyudawisama, Jesslyn, Dennise Joyliem,
Maximillian Guido Yosa Adityama, Dominique
Gabriella Da Silva, Theodorus Albert Winata,
Christopher Satrio Binatoro, YM Jonathan Glenn
Paskalis
Prodiakon: Floribertus Rismantoro, Gregorius
Suyanto Utomo, Joannes Suharno, Lucas Hanifa
Natahusada, Yadi Djuhandi, Ping Julianto Widjaja
Minggu, 17 April, pukul 09.00
Koor dan Tatib: GREGORIAN & Wilayah 3/ St. Thomas Aquinas
Pemazmur: Koor Gregorian
Putra/i Altar: Theresia Carissa Indurasmi, Helena
Amithya da Rato, Mikhael Abhiseka Pramono,
Santos Ferdinand Tambunan, Paulus Winton
Fernandes Tambunan, Joety Johannes Aaron
Bongku, Maria Ajeng Cipta Wening, Jose Marie
Pareira, Matthew James Pareira
Prodiakon: Hartawan Makmur, Heru Santosa,
Georgino Godong, Temmy Royani, Paul August
Liqui, Soetojo Dharmadi, Tjhong Vincentius,
Yohannes Pudjiastoto, Gatot Kusumo Atmojo, Bayu
Minggu, 24 April, pukul 09.00 Koor dan Tatib: Wacana Bhakti & OMK Pemazmur: Koor Wacana Bhakti
Putra/i Altar: Gabriela Fawnia Santosa, Thomas
Becket Tegar Surya Christy, Noel Ruben Guido
Sagala, F.X. Gayu Gotama Bangga, Maria
Fransiska Chelsea Novelia Prodigma Gunawan,
Agata Anjani Cita Permata Kusuma, Jonathan
Stevandhy, Kevin Stevandhy, Gabriel Nathaniel
Orion, Michael David Christopher
Prodiakon: Willem Dagi, Yuliana Yelly, Agnes A.
Sayan Rampisela, Albertus Sugianto Supriadi,
Wahid Gunawan, Saras Damai Susetyo, Irwan
Wijaya, Agustono Widjaja, Helfina M. Tisnakusuma,
Rajasa, Arden Andreas Barus, Fifi Amaliawaty,
Florentina Ratna Supeni H., Grace Theresia Supit, I.
Y. Supriyanto, Saly Listiyadhi, Ingewati Kusuma,
Heru Yuniriyanto, Didi Hartanto, Veronika Kani,
Yosep Yendi, Rudyanto Gunawan
Marcus B. Samosir, Maryono Suwargo, Romualdus
Ponidjan, Hesti Purbaningsih, Yasinta Fatmawati,
Yustinus F. Irjayanto, Agnes Bertha Tabarani,
Alfonsus Haryanto, Anna Retno Hapsari, Josz
Juswanto, Franciscus Xaverius Andri, Probel
Gultom, Johanes Sumardi
Minggu, 17 April, pukul 17.00 Koor dan Tatib:St. Damian
Putra/i Altar: Kristina Irmadani Darwin, Teresa
Alana Dewi, Genoveva Audrey Divavolney
Dhayawardhana, Marcus Aurelius Brehatmaja D.D,
Thomas Lasmono Wibowo, Aurelia Yashodara
Nareswari, Robertus Darren Radyan, Michael Rama
Aviandri Santoso, Margaretha Velicia
Prodiakon: Dwi Respati, Bambang Sulistyo P., F.
A. Soedjarno, Donanta Octaviardi, Noegroho
Tjiptorahardjo, Joachim Sulistyo, Kamilus Arifin,
Maria Yoke Edna, Petrus Lazarus Mardjono, Hadi
Susanto
Minggu, 24 April, pukul 17.00 Koor dan Tatib:St. Ignatius
Putra/i Altar: Andreas Widiatmoko Prabowo,
Lidwina Gea Ekartama, Ignatius Prayogo,
Fortunatus Narendra Narthapandya, Patricia Dias
Riandari, Jonathan Mark, Maria Kiara Anindita,
Josephine Marie Yohana, Eudes Pendar Gandlewa
Hening, Honoratus Pavel Galis Hening
Prodiakon: Cynthia Catharina, Prima Widi Hatmi,
Ronald C. Sampayan, Thomas Erwin Kurniawan,
Yohanes Budi Purwanto, Rinto Setiono, Royandi
Ernestus DP, Gunawan Wibowo, Agustinus Fadjar
AS, Bambang Tedjo Nugroho
PENGUMUMAN
1. Misa Warga Senior akan diadakan pada hari Jum’at tanggal 15 April 2016 pukul 10.00 di Aula Sanmare.
2. Seksi kesehatan akan mengadakan Kegiatan Donor Darah pada hari Minggu, 24 April 206, pukul 08.00 – 12.00 di Aula gereja Sanmare. Mohon partisipasi umat.
3. Dalam rangka menyambut hari Kartini, WKRI cabang Sanmare akan mengadakan
Workshop “Wanita Berkain” dengan narasumber Ibu Rere Tenunsan pada hari
Rabu, 20 April 2016 pukul 09.00 s/d 12.00 di Aula Sanmare. Untuk pendaftaran harap menghubungi Rei 0878 2508 1982 atau Rinni 0812 842 9288. Biaya pendaftaran Rp.25.000 harap ditransfer ke rekenig BCA No. 7310621379 an. Reny Damayanti. Peserta diharapkan membawa kain masing-masing.
4. Pendaftaran calon katekumen baru telah dibuka sampai 30 April 2016. Wawancara akan diadakan pada 1 Mei dan pembelajaran dimulai 1 Mei 2016 sampai Maret 2017. Pendaftaran bisa melalui Sekretariat Paroki atau melalui lingkungan terdekat.
Pe
PEMENANG TEKA TEKI SILANG EDISI PASKAH 2016
Selamat kepada pemenang teka teki silang edisi Paskah, berikut ini: 1) Briggita Archita/ Lingk. St. Gregorius
2) Bioline/ Lingk. St. Markus
3) Daniel Christianto/ Lingk. St. Fransiskus Maria
Sekretariat paroki akan menghubungi para pemenang untuk pemberian hadiah. Terima kasih kepada seluruh umat yang berpartisipasi dalam kuis teka-teki silang ini. 8