• Tidak ada hasil yang ditemukan

WEEKLY REPORT 04 April 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "WEEKLY REPORT 04 April 2016"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

    

 

           

 

 

NEWS HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Sinyalemen teknikal terkonfirmasi positif bagi IHSG untuk pekan ini, Sinyal tersebut tercermin dari lagging maupun leading indikator. Dimana MA5 dan MA20 terkonfirmasi positif bagi IHSG, demikian dengan inidikator MACD dan Stochastic mensinyalkan upside bagi IHSG untuk pekan ini..

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)

IHSG 4843.186 -2.185 4,431.32 5,689,33

LQ-45 840.296 -0.054 1,560.62 4,108.27

MARKET REVIEW

MARKET VIEW

Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah ke level 4,843.19. Dari domestik, BPS mencatat laju inflasi nasional sebesar 0,19% pada Maret 2016 dengan inflasi tahunan mencapai 4,45%. Selanjutnya, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan ekonomi XI yang meliputi meliputi KUR berorientasi ekspor, dana investasi real estate (DIRE), percepatan bongkar muat barang di pelabuhan atau dwelling time, dan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan. Dengan KUR berorientasi ekspori, para pelaku UMKM yang ingin mengekspor produknya berhak mendapatkan KUR dengan bunga 9%. Selain itu, PPh final dari penjualan properti real estate diturunkan dari 5% menjadi 0,5%. Ketiga, pemerintah meluncurkan sistem Indonesia Single Risk Management (ISRM) untuk mempermudah proses bongkar muat barang di pelabuhan. Terakhir, pemerintah berupaya agar bahan baku obat dan alat kesehatan diproduksi di dalam negeri. Selanjutnya, Pertamina mengeluarkan kebijakan penurunan harga BBM nonsubsidi sebesar Rp200 per liter efektif 30 Maret 2016. Pertalite akan diturunkan menjadi Rp7.100 per liter, sedangkan Pertamax diturunkan menjadi Rp7.500 per liter. Selanjutnya, harga BBM jenis premium juga diturunkan sebesar Rp500/liter dari Rp6.950 menjadi Rp6.450/liter. Harga solar juga turun sebesar Rp500/liter dari Rp5.650/liter menjadi Rp5.150/liter. Selain penurunan harga BBM, penurunan tarif listrik juga diberlakukan per 1 April 2016 yang berlaku bagi 12 golongan pelanggan, mulai dari rumah tangga hingga industri. Pada awal April, tarif listrik akan turun mengikuti harga minyak dunia yang mengalami penurunan. Untuk rumah tangga pelanggan listrik golongan 1.300 VA ke atas penurunannya sekitar Rp12 per KwH, dari Rp1.355 menjadi Rp1.343 per KwH. Sedangkan untuk industri sedang, turun sekitar Rp9 per KwH, dari Rp1.042 per menjadi Rp1.033 per KwH. Industri besar turun sekitar Rp8 per KwH, dari Rp933 menjadi Rp925 per KwH. Dari global, Gubernur the Fed Janet Yellen memberi pernyataan bahwa bank sentral AS akan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga acuan dengan memperhatikan kondisi perekonomian global. Selanjutnya, data resmi pemerintah AS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat secara tahunan mencapai 1,4% pada kuartal IV 2015. Departemen Perdagangan AS merevisi pertumbuhan ekonomi AS pada periode tersebut dari sebelumnya 0,7%. Secara umum, perekonomian AS diestimastikan tumbuh pada kisaran 2,4% sepanjang 2015. Salah satu alasan dilakukannya revisi pertumbuhan ekonomi adalah lantaran belanja masyarakat lebih besar dari yang diperkirakan, didorong membaiknya pasar tenaga kerja. Meskipun demikian, para analis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS pada 4Q15 tidak akan berubah dari estimasi sebelumnya, yakni 1%.

Kondisi pasar global yang tengah di hadapi perlambatan, namun pejabat the Fed penuh dengan keyakinan mengatakan bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga sebanyak 3 kali tahun ini. Sebelumnya sebagian besar petinggi the Fed juga memperkirakan kenaikan suku bunga sebanyak 2 kali tahun ini, namun komentara Lockhart mensinyalkan bahwa bank sentral dapat mengambil pendekatan yang sedikit lebih agresif untuk menaikkan suku bunga jika data ekonomi terus menunjukkan hasil yang positif. The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan pada pertengahan April. Namun, para pejabat the Fed ini mensinyalkan bahwa bank sentral dapat mengambil pendekatan yang sedikit lebih agresif untuk menaikkan suku bunga jika data ekonomi terus menunjukkan hasil yang positif. Ditengah optimistis para pejabat The Fed terhadap perekonomian AS, namun diperkirakan akan terkendala oleh perekonomian global, khususnya perekonomian Cina yang berdampak bagi global. Bahkan, Standard & Poor's (S&P) pada pekan lalu menurunkan outlook peringkat kredit Cina dan Hong Kong menjadi “negatif” dari sebelumnya "stabil", dengan alasan risiko ekonomi dan keuangan terhadap utang pemerintah telah meningkat. Langkah ini mengindikasikan peluang bahwa lembaga pemeringkat ini dapat memangkas rating 'AA-' milik Cina dan rating 'AAA' milik Hong Kong dalam jangka waktu 6 bulan sampai 2 tahun ke depan. S&P percaya bahwa dalam 5 tahun ke depan Cina masih akan menunjukkan perkembangan yang moderat dalam menyeimbangkan ekonomi dan perlambatan dalam pertumbuhan kredit. Downgrade yang dilakukan S&P ini berpotensi membebani sentimen di pasar saham Cina dan Hong Kong. Sementara itu, pamor perekonomian Cina terangkat oleh data aktivitas manufaktur Cina yang kembali menunjukan ekspansi, diharapkan dapat memberikan angin segar bagi pelaku pasar yang sebelumnya cemas akan kesehatan ekonomi negara ini. Data dari pemerintah Cina menunjukkan indeks aktivitas manufaktur naik menjadi 50,2 di bulan Maret, dari bulan sebelumnya 49,3. Sentimen lain bagi pasar, tren pergerakan harga minyak dunia tetap dapat memberikan dampak bagi pergerakan indeks global. Sedangkan sentimen dari dalam negeri mulai terbatas, maka faktor eksternal akan berdampak bagi IHSG yang diperkirakan bergerak mixed. Kendati demikian peluang untuk menguat bagi indeks masih cukup terbuka di pekan ini.

WEEKLY REPORT

04 April 2016

• Lini energi belum jadi prioritasi WSKT

• Anak usaha TBIG terbitkan surat utang USD 500 juta • JSMR perbesar porsi pendapatan lain

• MEDC gandeng Ratchaburi incar PLTG USD 350 juta • Laba STAR tahun 2015 turun jadi Rp 83,39 juta

• ABMM beri pinajaman ke anak usaha Rp 70 miliar & USD 16,871 juta • ABBA tahun 2015 cata rugi Rp 49,74 miliar

• INAF menargetkan pertumbuhan ekspor 16% • CINT lanjutkan ekspansi yang tertunda

• Laba GSMF tahun 2015 turun jadi Rp 76,08 miliar • Laba MRAT tahun 2015 urun jadi Rp 1,04 miliar • Laba UNIT tahun 2015 naik jadi Rp 417,11 juta • Pendapatan MLPT naik 4,6% YoY pada 2015 • Laba MTDL naik 27,5% YoY pada 2015 • Laba SOCI didukung galangan kapal • DPUM kaji terbitkan obligasi dan akuisisi • MSKY jajaki pinjaman USD 275 juta

• SMMA jual seluruh saham PT. PAnji Ratu Jakarta senilai Rp 17 miliar • RANC catat rugi Rp 17,16 miliar di 2015 dari laba Rp 15,19 miliar • DILD targetkan marketing sales 2016 capai Rp 2,5 triliun • APLN terganjal kasus hukum salah satu direkturnya • Fame Brigde Investment Ltd. jual saham DMAS • DMAS kaji tambah saham publik sebesar 10%

• EMDE eksekusi proyek properti untuk pertahankan kinerja • Laba MEGA tahun 2015 naik jadi Rp 1,05 triliun

(2)

     

           

 

 

4 April 2016

4 April 2016

Waskita Karya (WSKT) belum berencana mengembangkan lebih jauh lini usaha sektor energi yang dimiliki oleh perusahaan pada 2016. Perusahaan berencana melakukan sejumlah pembangkit listrik tenaga mikrohidro setelah menyelesaikan satu pembangkit listrik di Sangir, Sumatera Barat dengan kapasitas 2x5 mega watt (MW). Realisasi pembangunan Sangir Hulu telah mencapai 95% dan sekarang sedang mempersiapkan pemasangan turbin dan generator di mana tanggal operasi komisioning direncanakan pada Juni 2016. Pada 2016, kontribusi lini jalan tol ditargetkan mencapai 40-50% terhadap total pendapatan, diikuti oleh beton sebesar 20-25% dan terakhir properti. Jasa Marga (JSMR) berencana memperbesar porsi pendapatan lain atau di luar pendapatan tol menjadi 15%-20% pada 2016 atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang masih di bawah 10%. Salah satu contoh pendapatan lain yang dapat dinaikkan adalah pemeliharaan jalan tol yang dikelola oleh anak usaha perusahaan. Menurut perusahaan, anak usaha tersebut dapat menggarap pemeliharaan aset milik JSMR. Selain itu, perusahaan akan menaikkan pendapatan dari lini pendapatan sewa, pendapatan property, pendapatan iklan dan sebagainya.

TBG Global Pte.Ltd, entitas anak Tower Bersama Infrastructure (TBIG), berencana untuk menerbitkan surat utang atau notes dengan nilai sebanyak-banyaknya USD 500 juta. Dana hasil penerbitan notes akan digunakan untuk keperluan investasi dalam bentuk pemberian pinjaman dan penyertaan modal pada Tower Bersama Singapore Pte. Ltd. (TBS), entitas anak TBG Global Pte. Ltd. Selanjutnya, TBS akan memberikan fasilitas pinjaman antar perusahaan kepada perseroan. Jatuh tempo pembayaran utang pokok adalah pada tahun 2025 dengan bunga maksimal 8% per tahun.

Medco Energi Internasional (MEDC) melalui anak usahanya, Medco Power Indonesia, menggandeng perusahaan asal Thailand, Ratchaburi Electricity Generating Holding Pcl untuk mengikuti tender pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 250 MW di Riau. Nilai PLTG tersebut diperkirakan sekitar USD 350 juta. Perseroan memperkirakan proposal tender akan diserahkan pada Juni 2016. Bila berhasil memenangkan independent power producer (IPP) Riau, Medco berencana menguasai hingga 51% dan 49% sisanya Ratchaburi Electricity.

ABM Investama (ABMM) pada 30 Maret 2016 telah melakukan transaksi afiliasi berupa pemberian pinjaman kepada anak usahanya, yaitu PT Cipta Krida Bahari (CKB) dan PT Cipta Kridatama (CK) masing-masing Rp 70 miliar untuk CKB dan USD 16.871.109 untuk CK. Pinjaman itu akan digunakan untuk modal kerja CKB dan CK dalam menjalankan kegiatan usaha.

Star Petrochem (STAR) mencatat kenaikan pendapatan tahun 2015 sebesar Rp 258,96 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 228,62 miliar. Laba bersih tercatat Rp 83,39 juta turun dari sebelumnya Rp 340,03 juta.

Indofarma (INAF) membidik penjualan ekspor mencapai US$3,5 juta pada tahun ini atau tumbuh 16,6% disbanding realisasi 2015 sekitar US$3 juta. Perusahaan juga memacu penjualan produk herbal untuk menggenjot kinerja. Tahun ini, perusahaan membidik beberapa negara seperti Singapura, Vietnam, Kamboja, Filipina, Myanmar, Timor Leste hingga Suriname. Produk yang diekspor teridiri atas produk ethical dan obat bebas. Penjualan dari ekspor pada periode Januari-Maret 2016 yang sudah diraih perusahaan mencapai US$300 ribu. Permintaan ekspor tersebut datang dari Afghanistan.

Millenium Pharmacon International (SDPC) mengklaim kinerja penjualan pada triwulan pertama tahun ini sesuai dengan target, yaitu sejalan dengan pertumbuhan yang ditargetkan di 2016 sebanyak 20%. Salah satu factor pemicu terdorongnya pertumbuhan adalah penurunan suku bunga Bank Indonesia. Pasalnya, untuk menjalankan usaha, perusahaan meminjam dana dengan pembayaran jangka pendek kepada tiga bank, yaitu PT Bank UOB Indonesia, Standard Chartered Bank dan Deutsche Bank AG. Tahun lalu hutang terhadap tiga bank tersebut mencapai Rp258,46 miliar. Selain itu, perusahaan

juga akan mengembangkan obat nonresep dan alat kesehatan. Penjualan bruto Mustika Ratu (MRAT) tahun 2015 turun menjadi Rp 593,54 miliar dari sebelumnya Rp 616,94 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 1,04 miliar dari sebelumnya Rp 7,05 miliar.

MNC Sky Vision (MSKY) menjajak pinjaman hingga USD 275 juta dari dua bank asing. Aksi penggalangan dana tersebut akan digunakan untuk melunasi (refinancing) utang senilai USD 215 juta. Perseroan juga berencana melakukan penambahan modal tanpa HMETD hingga 706,38 juta atu 10% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor. Tujuan dari non-HMETD ini adalah meningkatkan struktur permodalan dan keuangan perusahaan. Multipolar (MLPT) membukukan pendapatan konsolidasi senilai Rp 17,9 triliun sepanjang 2015, naik 4,6% YoY. Perlambatan ekonomi domestik dan pelemahan mata utang Rupiah ditambah dengan kerugian pencatatan mata uang asing dan biaya one-time konversi, serta pengalihan bisnis Hypermart di China menyebabkan perseroan membukukan kerugian sebesar Rp 1,2 triliun.

Metrodata Electronics (MTDL) membukukan pertumbuhan kinerja pada 2015 baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Perseroan membukukan penjualan Rp 9,96 triliun pada tahun lalu, meningkat 17,9% YoY. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh diversifikasi penjualan produk. MTDL aktif memasarkan smartphone dengan membentuk direktorat khusus, sehingga fokus dan mampu meningkatkan porsi penjualan smartphone dari 5% menjadi 15% dari total penjualan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 226,6 miliar pada 2015, meningkat 27,5% YoY. Pada tahun ini, MTDL menargetkan penjualan sebesar Rp 11,1 triliun atau tumbuh 11% YoY. Mahaka Media (ABBA) mencatatkan penurunan penjualan bersih tahun 2015 menjadi Rp 290,55 miliar dari sebelumnya Rp 318,91 miliar. Rugi sebelum pajak tercatat Rp 49,74 miliar dari sebelumnya membukukan laba sebelum pajak Rp 12,09 miliar.

Supra Boga Lestari (RANC) mencatatkan kerugian Rp 17,16 miliar per Desember 2015 dari sebelumnya membukukan laba Rp 15,19 miliar. Pendapatan bersih naik menjadi Rp 1,91 triliun dari sebelumnya Rp 1,64 triliun.

Champion Pacific Indonesia (IGAR) memutuskan untuk memangkas belanja modal sebesar 83% YoY menjadi Rp 5 miliar tahun ini. Penurunan belanja modal dipicu oleh ekspektasi belum stabilnya kondisi ekonomi tahun ini. Belanja modal tahun ini hanya dimanfaatkan untuk perawatan mesin. Untuk meningkatkan kinerja keuangan tahun ini, perseroan akan memperbesar kontribusi penjualan kemasan makanan dan minuman menjadi 15% tahun ini, dari realisasi tahun lalu sekitar 10% terhadap total penjualan.

Nusantara Inti Corpora (UNIT) meraih laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 417,11 juta dibandingkan sebelumnya Rp 179,97 juta. Pendapatan naik menjadi Rp 118,26 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 102,44 miliar.

Chitose Internasional (CINT) pada tahun ini menganggarkan belanja modal sama seperti tahun lalu yaitu sekitar Rp33 miliar untuk merealisasikan sejumlah rencana ekspansi yang tertunda pada 2015. Perusahaan akan menjalankan renacna bisnis yang belum terealisasi tahun lalu dan akan dilaksanakan tahun ini.

Sinarmas Multiartha (SMMA) melakukan penjualan seluruh sahamnya di PT Panji Ratu Jakarta pada 31 Maret 2016 kepada pemegang saham lain PT Surya Mitra Sejati. Jumlah saham yang dilepas mencapai 170.000 saham senilai Rp17.000.000.000.

Dua Putra Utama Makmur (DPUM) berencana menerbitkan obligasi dan akuisisi beberapa perusahaan. Hal ini didorong kebijakan pemerintah menggalakkan kemaritiman sehingga berdampak positif bagi perusahaan perikanan terintegrasi. Dampak positif dari kebijakan Menteri Susi memberantas kapal illegal mulai dirasakan perusahaan,

(3)

     

           

 

 

4 April 2016

4 April 2016

Persaingan semakin berkurang dan permintaan terhadap komoditas ikan terus meningkat. Saat ini, perusahaan melakukan due diligence untuk mengakuisisi tiga perusahaan perikanan.

Soechi Lines (SOCI) membukukan perolehan laba bersih senilai USD 41 juta pada 2015, tumbuh 23% YoY. Kenaikan pendapatan dari bisnis galangan kapal menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan laba perseroan di tengah tren menurunnya harga minyak dunia. Total pendapatan sepanjang tahun lalu mencapai USD 142 juta, tumbuh 11,3% YoY. Pendapatan dari segmen pelayaran mencapai USD 113 juta, tumbuh 4,81% YoY, sementara pendapatan dari bisnis galangan kapal meningkat hingga 45,71% YoY menjadi USD 20,08 juta. Tahun ini, armada perseroan juga bertambah dengan kehadiran satu kapal berkapasitas 100.000 DWT.

Adira Dinamika Multifinance (ADMF) membukukan pembiayaan baru (new booking) sekitar Rp 7 triliun pada akhir Maret 2016, relatif stabil dibandingkan dengan pencapaian kuartal I-2015.

Equity Development Investment (GSMF) mencatatkan penurunan laba tahun 2015 menjadi Rp 76,08 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 85,78 miliar. Pendapatan turun menjadi Rp 1,19 triliun dari sebelumnya Rp 1,25 triliun.

Asuransi Ramayana (ASRM) membukukan kenaikan pendapatan premi menjadi Rp 656,42 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 902,19 miliar. Pendapatan usaha tercatat Rp 311,25 miliar naik dari sebelumnya Rp 232,48 miliar.

Bank Negara Indonesia (BBNI) optimistis mampu mendorong pertumbuhan lini bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) double digit pada tahun ini. Salah satu indicator dapat dilihat dari kenaikan kredit hunian pada kuartal I/2016 yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Untuk meningkatkan pertumbuhan KPR pada tahun ini, salah satu strategi yang ditempuh dengan memberikan sejumlah program menarik untuk kembali menggairahkan pasar. Seperti program BNI Griya bunga 8,70% pada tahun pertama dan kemudian 10,70% untuk tahun kedua.

Bank Mega (MEGA) meraih laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 1,05 triliun dari sebelumnya Rp 568,06 miliar. Pendapatan bunga naik menjadi Rp 6,45 triliun dari sebelumnya Rp 5,97 triliun.

Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) berupaya memperluas pasar program Laku Pandai ke sejumlah pulau di Indonesia melalui program 'BTPN Wow!' pada tahun 2016, yaitu ke seluruh Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara. Melalui produk tersebut BBTN ingin menyentuh masyarakat terutama nasabah yang "unbanked" atau belum terlalu memahami perbankan.

Kasus hukum yang menjerat salah satu direksi Agung Podomoro Land (APLN) berpotensi untuk menjadi penghambat kinerja perusahaan. Fundamental APLN diperkirakan akan memburuk jika kasus hokum berujung pada pencabutan izin reklamasi di Teluk Jakarta. Kasus hokum yang menjerat direksi APLN juga berpotensi menghambat proyek Pluit City yang tengah digarap perusahaan melalui anak usahanya. Di lain pihak, perusahaan menyatakan berkomitmen untuk mematuhi seluruh proses hukum yang diperlukan.

Intiland Development (DILD) menargetkan marketing sales tahun 2016 mencapai Rp 2,5 triliun. Sebagai upaya untuk merealisasikan target tersebut, DILD akan fokus terhadap penjualan proyek-proyek eksisting. Seiring dengan peluncuran sejumlah proyek baru yang berkualitas dengan konsep pengembangan yang kuat baik di Jakarta maupun Surabaya. Hingga akhir triwulan I 2016, Intiland berhasil

meraih marketing sales sekitar Rp 702 miliar setara 28% dari target.

Megapolitan Developments (EMDE) terus mengeksekusi proyek properti yang direncanakan guna mempertahankan kinerja. Pada 2015, perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 35% YoY menjadi Rp 61,2 miliar. Selain itu, EMDE membukukan penjualan sebesar Rp 325,3 miliar, meningkat 4% YoY. Pendapatan perseroan

didapat dari pengembangan yang memberikan kontribusi sebesar Rp 234,3 miliar atau hampir 70% dari pendapatan. Sedangkan 30% sisanya berasal dari pendapatan berkelanjutan.

Greenwood Sejahtera (GWSA) mencetak laba bersih sebanyak Rp1,26 triliun sepanjang 2015 atau tumbuh 124% dibandingkan dengan realisasi pada 2014. Kenaikan valuasi aset property investasi menjadi factor utama peningkatan laba perusahaan. Pada 2015, perusahaan melakukan revaluasi terhadap aset-aset property investasi menyusul pemberian diskon pajak yang diberikan oleh pemerintah. Hasilnya, perusahaan membukukan selisih kenaikan atau gain atas empat aset properti investasi sebanyak Rp1,07 triliun. Kenaikan nilai wajar property melesat 321,81% dibandingkan dengan posisi 2014.

Puradelta Lestari (DMAS) bukukan laba bersih sebesar Rp1,37 triliun pada 2015 atau naik 41,9% dibandingkan 2014. Sementara itu, margin laba bersih perusahaan tergolong tinggi sebesar 59,8% dengan return on equity (ROE) 19,1%. Kenaikan laba bersih didorong oleh peningkatan pendapatan sebesar 48,6% menjadi Rp2,29 triliun pada 2015 dibandingkan 2014 yang sebesar Rp1,54 triliun. Kenaikan pendapatan terutama ditopang dari penjualan lahan industri sebesar Rp2,24 triliun, naik 180,2% dibandingkan 2014. Ke depan, DMAS tidak hanya berfokus kepada penjualan lahan-lahan industri, tetapi juga membangun area komersial dan hunian untuk menghadirkan kenyamanan berupa fasilitas yang lengkap bagi pekerja di kawasan industri.

Fame Bridge Investment Limited menjual seluruh saham tersisa di Puradelta Lestari (DMAS) ke AFP International Capital Pte Ltd. Fame Bridge melepas 3.857.010.000 saham seharga Rp 208 per saham atau setara Rp 802,25 miliar. Penjualan saham itu mengakibatkan porsi pemilikan AFP International, anak usaha Sinarmas Land Ltd., meningkat menjadi 63,87%. Akuisisi tersebut menyebabkan porsi pemilikan saham Sinarmas Land meningkat dari 44,46% menjadi 58,96%. Sejauh ini Sinarmas Land telah mengeluarkan dana hingga Rp 2,262 triliun untuk meningkatkan porsi pemilikan di Puradelta. Puradelta Lestari (DMAS) tengah mengkaji untuk menambah jumlah saham yang beredar di publik sebesar 10%, sehingga total saham beredar akan menjadi 20%. Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari rencana awal pemegang saham saat melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada Mei 2015. Rencana penambahan jumlah saham beredar akan tergantung dengan kondisi pasar modal. Perseroan belum menentukan waktu dan skema yang akan digunakan untuk menambah jumlah saham beredar di masyarakat.

Bank Indonesia memperkirakan penyaluran kredit perbankan akan meningkat pada triwulan II 2016, sehingga mampu mendorong pertumbuhan fungsi intermediasi perbankan sesuai target tahun 2016 di rentang 12%-14%. Pencapaian pertumbuhan kredit perbankan secara tahunan yang sebesar 8% per Februari 2016 belum sesuai ekspetasi. Hal itu salah satunya karena manfaat ekonomi dari kebijakan pelonggaran moneter oleh bank sentral sejak Desember 2015, belum tertransmisikan dengan baik ke industri perbankan dan sektor riil. Kebijakan penurunan suku bunga acuan (BI rate) secara bertahap dari 7,5% hingga 6,75%, beserta penurunan Giro Wajib Minimum-Primer, tidak secara serta merta langsung mendorong perbankan untuk memacu penyaluran kreditnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan pada April 2016 berpotensi terjadi deflasi, bila pemerintah mampu menjaga harga komoditas, seperti bawang maupun cabai. Selain itu ada kemungkinan April mulai memasuki masa panen dan kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif angkutan umum serta tarif dasar listrik bisa menjadi faktor lain yang bisa menyumbang deflasi pada periode ini. Namun ada komponen yang berpotensi mengalami kenaikan harga dan menyumbang inflasi pada April, antara lain penyesuaian iuran BPJS, fluktuasi harga emas yang terus meningkat dan kenaikan harga minyak goreng.

(4)

      

 

 

 

 

 

4 April 2016

COMMODITIES

DUAL LISTING

Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change

(IDR)

Crude Oil (US$)/Barrel 36.35 -0.44 TLKM (US) 51 16,801 89

Natural Gas (US$)/mmBtu 1.99 0.03 ANTM (GR) 0.02 315 0

Gold (US$)/Ounce 1219.69 -2.82

Nickel (US$)/MT 8320.00 -170.00

Tin (US$)/MT 16700.00 0.00

Coal (NEWC) (US$)/MT* 50.50 -11.90

Coal (RB) (US$)/MT* 52.60 -10.76

CPO (ROTH) (US$)/MT 732.50 12.50

CPO (MYR)/MT 2676.00 6.00

Rubber (MYR/Kg) 668.00 3.50

Pulp (BHKP) (US$)/per ton 736.79 -0.28

*weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

Change PER (X) PBV (X)

Country Indices Price

%Day %YTD 2015E 2016F 2015E 2016F

Market Cap (USD

Bn)

USA DOW JONES INDUS. 17792.75 0.61 2.11 16.36 14.59 3.05 2.92 5,363.4

USA NASDAQ COMPOSITE 4914.54 0.92 -1.85 20.85 17.66 3.37 3.07 7,712.7

ENGLAND FTSE 100 INDEX 6146.05 -0.47 -1.54 16.38 13.83 1.71 1.65 1,513.4

CHINA SHANGHAI SE A SH 3149.47 0.19 -14.98 13.03 11.57 1.41 1.29 3,908.2

CHINA SHENZHEN SE A SH 1988.84 -0.56 -17.66 26.22 21.12 3.17 2.81 3,073.0

HONG KONG HANG SENG INDEX 20498.92 -1.34 -6.46 10.83 9.82 1.03 0.97 1,671.3

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 4843.19 -0.05 5.45 16.80 14.60 2.50 2.27 390.8

JAPAN NIKKEI 225 16164.16 -3.55 -15.08 14.88 13.75 1.32 1.24 2,590.3

MALAYSIA KLCI 1710.55 -0.41 1.07 16.40 15.20 1.73 1.64 260.2

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 2818.49 -0.79 -2.23 12.74 12.06 1.08 1.03 290.8

FOREIGN EXCHANGE

FOREIGN EXCHANGE

Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change

USD/IDR 13,167.00 -72.00 1000 IDR/ USD 0.08 0.0004

EUR/IDR 14,996.29 -15.43 EUR / USD 1.14 -0.0002

JPY/IDR 117.83 0.65 JPY / USD 0.01 0.0000

SGD/IDR 9,761.72 -2.57 SGD / USD 0.74 0.0011

AUD/IDR 10,094.02 -17.34 AUD / USD 0.77 -0.0011

GBP/IDR 18,728.08 -135.59 GBP / USD 1.42 -0.0004

CNY/IDR 2,031.38 2.27 CNY / USD 0.15 -0.0007

MYR/IDR 3,384.40 -10.65 MYR / USD 0.26 0.0006

KRW/IDR 11.41 -0.17 100 KRW / USD 0.09 -0.0008

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)

FED Rate (%) US 0.50 JIBOR (IDR) Indonesia 6.06

BI Rate (%) Indonesia 6.75 LIBOR (GBP) England 0.51

ECB Rate (%) Euro 0.00 SIBOR (USD) Singapore 0.17

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.07

BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.07

PBOC Rate (%) China 4.35 SHIBOR (RENMINBI) China 2.82

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

SBI

Description March-16 February-16 Description Rate (%)

Inflation YTD % 0.62 0.42 SBI (9M) 7.10

Inflation YOY % 4.45 4.42 SBIS (9M) 7.10

Inflation MOM % 0.19 -0.09 SBI (12M) 7.15

Foreign Reserve (USD) 104.54 Bn 102.13 Bn SBIS (12M) 7.15

(5)

      

 

 

 

 

 

4 April 2016

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

Date Agenda Expectation

04 Apr US Factory Orders Turun menjadi -1.7% dari 1.6%

04 Apr US Durable Goods Orders --

05 Apr Indonesia Consumer Confidence Index Tetap 110.0

05 Apr US Trade Balance Defisit naik menjadi $46.30Bn dari $45.68Bn

07 Apr US Initial Jobless Claims --

07 Apr US Continuing Claims --

08 Apr US Consumer Credit Naik menjadi $15.00 Bn dari $10.53 Bn

08 Apr US Wholesale Inventories MoM Turun menjadi 0.2% dari 0.3%

Ket: (*) US Time (^) Tentative

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt

ASII IJ 7325 1.03 2.87 BBRI IJ 11100 -2.84 -7.50 HMSP IJ 99000 0.61 2.64 BMRI IJ 10100 -1.94 -4.36 TLKM IJ 3350 0.75 2.38 BBNI IJ 5100 -1.92 -1.74 UNVR IJ 43175 0.58 1.80 CPIN IJ 3505 -2.37 -1.32 SCMA IJ 3245 3.34 1.45 IIKP IJ 3370 -9.53 -1.13 PGAS IJ 2660 1.72 1.03 TOWR IJ 4295 -2.39 -1.01 PNBN IJ 745 6.43 1.01 BJBR IJ 900 -6.74 -0.59 JSMR IJ 5525 2.31 0.80 BSIM IJ 447 -8.78 -0.57 ICBP IJ 15325 0.82 0.69 SMAR IJ 3100 -6.06 -0.54 MIKA IJ 2475 2.06 0.69 LPPF IJ 18175 -0.95 -0.48

UPCOMING IPO'S

Company Business IPO Price

(IDR)

Issued

Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter

PT Bank Ganesha Banking &

Finance

102-105 6100.00 TBA TBA Indo Premier Securities

PT Buyung Poetra Sembada

(6)

      

 

 

 

 

 

 

4 April 2016

4 April 2016

DIVIDEND

Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment

LPKR 3.50 Cash Dividend 01 Apr-16 04 Apr-16 06 Apr-16 27 Apr-16

ITMG TBA Cash Dividend 04 Apr-16 05 Apr-16 07 Apr-16 21 Apr-16

WSKT 15.43 Cash Dividend 05 Apr-16 06 Apr-16 08 Apr-16 29 Apr-16

MERK 100.00 Cash Dividend 05 Apr-16 06 Apr-16 08 Apr-16 27 Apr-16

JSMR 43.12 Cash Dividend 06 Apr-16 07 Apr-16 11 Apr-16 29 Apr-16

WTON 6.26 Cash Dividend 06 Apr-16 07 Apr-16 11 Apr-16 29 Apr-16

MFMI 2.20 Cash Dividend 06 Apr-16 07 Apr-16 11 Apr-16 29 Apr-16

ABDA 130.00 Cash Dividend 06 Apr-16 07 Apr-16 11 Apr-16 29 Apr-16

CORPORATE ACTIONS

Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period

ALKA Stock Split 1:5 -- -- TBA TBA 

BEKS Rights Issue 1000:256 200-225 TBA TBA TBA 

RIMO Rights Issue 2:167 265.00 04 Apr’16 05 Apr’16 11 Apr – 09 May’16

 

SIPD Rights Issue 108:46 1000.00 04 Apr’16 05 Apr’16 11 Apr – 15 Apr’16

 

MCOR Rights Issue 100:154 100.00 07 Apr’16 08 Apr’16 14 Apr – 27 Apr’16

 

BSIM Rights Issue TBA TBA 04 May’16 09 May’16 13 May – 26 May’16

 

BNLI Rights Issue TBA TBA 15 May’16

 

16 May’16

 

24 May – 30 May’16

 

ACST Rights Issue TBA TBA TBA TBA 15 May – 21 May’16

 

BINA Rights Issue TBA TBA 10 July’16 11 July’16 15 Jul – 21 Jul’16

 

GENERAL MEETING

Emiten AGM/EGM Date Agenda

KRAS RUPST

 

04-Apr-16

JPFA RUPST/LB

 

04-Apr-16

SOBI RUPSLB

 

04-Apr-16

IGAR RUPST

 

05-Apr-16

KAEF RUPST

 

06-Apr-16

INAF RUPST

 

06-Apr-16

BBCA RUPST

 

07-Apr-16

PLIN RUPST

 

07-Apr-16

NISP RUPST

 

07-Apr-16

TINS RUPST

 

07-Apr-16

PGAS RUPST

 

08-Apr-16

AALI RUPST/LB 11-Apr-16

BBTN RUPST 12-Apr-16

MPPA RUPST 13-Apr-16

BKSW RUPSLB 13-Apr-16

PTBA RUPST

 

14-Apr-16

TGKA RUPST

 

14-Apr-16

(7)

      

 

 

 

 

 

4 April 2016

4 April 2016

WIKA

TRADING BUY

S1 2605 R1 2670 Trend Grafik Major Down Minor Up

S2 2540 R2 2735

Closing

Price 2640

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area netral

Prediksi • Trading range Rp 2605-Rp 2670

• Entry Rp 2640, take Profit Rp 2670

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 35.55 Positif

MACD 10.07 Positif

True Strength Index (TSI) -7.43 Positif

Bollinger Band (Mid) 2591 Positif

MA5 2604 Positif 2,400 2,500 2,600 2,700 2,800 2,900 3,000 3,100

September October November December 2016 February March April WIKA Downward Sloping Channel

2,620 2,604 2,591 2,580 2,478.08 2,384.59 2,384.59 2,640 2,640 2,640 2,717.73 2,717.73 2,730 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 WIKA - Stochastic %D(6,3,3) = 18.64, Stochastic %K = 36.31, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

20 18.6368 18.6368 36.3072 36.3072 80 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 0.0 WIKA - MACD (5,3) = -3.38, Signal() = 1.42

-3.3778 1.41756 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 WIKA - TSI(3,5,3) = -7.43, Volume() = 8,947,500.00

-7.42596 -18.0334 0.00000

8,947,500 WIKA - William's % R(14) = -47.37, Volume() = 8,947,500.00 -47.3684

8,947,500

Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

SMRA

TRADING BUY

S1 1590 R1 1650 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 1545 R2 1695

Closing

Price 1620

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp 1590-Rp 1650

• Entry Rp 1620, take Profit Rp 1650

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 48.97 Positif

MACD -10.19 Negatif

True Strength Index (TSI) -48.69 Positif

Bollinger Band (Mid) 1652 Negatif

MA5 1640 Negatif 1,000 1,100 1,200 1,300 1,400 1,500 1,600 1,700 1,800

September October November December 2016 February March April SMRA Upward Sloping Channel

1,652.25 1,640 1,620 1,620 1,620 1,575 1,530.11 1,674.38 1,760 1,779.57 1,779.57 , 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 SMRA - Stochastic %D(6,3,3) = 20.79, Stochastic %K = 17.13, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

20 17.1258 17.1258 20.7947 20.7947 80 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 0.0 SMRA - MACD (5,3) = 15.53, Signal() = 15.89

15.5252 15.8852 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 SMRA - TSI(3,5,3) = -48.69, Volume() = 23,623,000.00

-36.3146

-48.6895 0.00000

23,623,00

SMRA - William's % R(14) = -70.00, Volume() = 23,623,000.00 -70 23,623,00

(8)

      

 

 

 

 

 

4 April 2016

4 April 2016

PWON

TRADING BUY

S1 483 R1 505 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 468 R2 520

Closing

Price 492

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp 483-Rp 505

• Entry Rp 492, take Profit Rp 505

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 34.25 Positif

MACD -3.11 Negatif

True Strength Index (TSI) -52.83 Positif

Bollinger Band (Mid) 503 Negatif

MA5 497.2 Negatif 350.0 400.0 450.0 500.0 550.0

September October November December 2016 February March April PWON Upward Sloping Channel

492 492 492 475.682 475.682 461.97 456 497.2 503.2 504.5 540 558.9 558.9 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 PWON - Stochastic %D(6,3,3) = 8.91, Stochastic %K = 13.64, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

13.6364 8.91053 8.91053 13.6364 20 80 -8.0 -4.0 0.0 4.0 8.0 0.0 PWON - MACD (5,3) = 4.05, Signal() = 4.21

4.05429 4.20986 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 PWON - TSI(3,5,3) = -52.83, Volume() = 49,936,900.00

-46.4199

-52.8308 0.00000

49,936,90 PWON - William's % R(14) = -81.36, Volume() = 49,936,900.00 -81.3559

49,936,90

Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

LPKR

TRADING BUY

S1 1020 R1 1070 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 990 R2 1100

Closing

Price 1035

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp 1020-Rp 1070

• Entry Rp 1035, take Profit Rp 1070

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 41.02 Positif

MACD -11.43 Negatif

True Strength Index (TSI) -65.97 Positif

Bollinger Band (Mid) 1097 Negatif

MA5 1074 Negatif 900.0 960.0 1,020.0 1,080.0 1,140.0 1,200.0 1,260.0 1,320.0 1,380.0

September October November December 2016 February March April LPKR Upward Sloping Channel

Bearish Breakout 1,041 1,041 1,040 1,035 1,035 1,035 1,012.25 1,074 1,096.5 1,106.25 1,180 1,196 1,196 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 LPKR - Stochastic %D(6,3,3) = 11.36, Stochastic %K = 6.46, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

11.3632 6.45833 6.45833 11.3632 20 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 0.0 LPKR - MACD (5,3) = 17.41, Signal() = 15.45 15.4463 17.4103 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 LPKR - TSI(3,5,3) = -65.97, Volume() = 52,597,100.00 -47.3728 -65.969 0.00000 52,597,10 LPKR - William's % R(14) = -90.63, Volume() = 52,597,100.00 -90.625 52,597,10

(9)

      

 

 

 

 

 

4 April 2016

4 April 2016

CSAP

TRADING BUY

S1 410 R1 440 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 395 R2 455

Closing

Price 425

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area netral

Prediksi • Trading range Rp 410-Rp 440

• Entry Rp 425, take Profit Rp 440

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 18.69 Positif

MACD 0.21 Positif

True Strength Index (TSI) 2.31 Positif

Bollinger Band (Mid) 418 Positif

MA5 417 Positif 320.0 340.0 360.0 380.0 400.0 420.0 440.0

September October November December 2016 February March April CSAP Upward Sloping Channel

425 425 417.95 417 417 411 407.484 425 436.44 436.44 443 451.5 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 CSAP - Stochastic %D(6,3,3) = 30.06, Stochastic %K = 50.95, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

30.0568 30.0568 20 50.9524 50.9524 80 -6.0 -4.0 -2.0 0.0 2.0 4.0 0.0 CSAP - MACD (5,3) = -1.11, Signal() = -0.12

-1.11248 -0.115608 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 CSAP - TSI(3,5,3) = 2.31, Volume() = 12,291,400.00

0.00000 -7.82631 2.30547

12,291,40 CSAP - William's % R(14) = -56.25, Volume() = 12,291,400.00 -56.25

12,291,40

Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

KAEF

TRADING BUY

S1 1275 R1 1325 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 1250 R2 1350

Closing

Price 1300

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area netral

Prediksi • Trading range Rp 1275-Rp 1325

• Entry Rp 1300, take Profit Rp 1325

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 53.51 Positif

MACD 3.60 Positif

True Strength Index (TSI) 6.51 Positif

Bollinger Band (Mid) 1268 Positif

MA5 1278 Positif 320.0 340.0 360.0 380.0 400.0 420.0 440.0

September October November December 2016 February March April CSAP Upward Sloping Channel

425 425 417.95 417 417 411 407.484 425 436.44 436.44 443 451.5 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 CSAP - Stochastic %D(6,3,3) = 30.06, Stochastic %K = 50.95, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

30.0568 30.0568 20 50.9524 50.9524 80 -6.0 -4.0 -2.0 0.0 2.0 4.0 0.0 CSAP - MACD (5,3) = -1.11, Signal() = -0.12

-1.11248 -0.115608 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 CSAP - TSI(3,5,3) = 2.31, Volume() = 12,291,400.00

0.00000 -7.82631 2.30547

12,291,40 CSAP - William's % R(14) = -56.25, Volume() = 12,291,400.00 -56.25

12,291,40

(10)

      

 

 

 

 

 

 

4 April 2016

4 April 2016

THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

01-04-16 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low

Agriculture

AALI Trading Buy 18150 18150 18375 17175 17775 18375 18975 Positif Positif Positif 19550 14000

LSIP Trading Sell 1800 1800 1825 1745 1785 1825 1865 Positif Positif Positif 1830 1335

SGRO Trading Buy 1975 1975 2010 1935 1960 1985 2010 Positif Positif Positif 1980 1715

Mining

PTBA Trading Sell 6200 6200 6150 6000 6150 6300 6450 Negatif Negatif Negatif 7225 4355

ADRO Trading Buy 665 665 690 630 650 670 690 Positif Positif Positif 800 570

MEDC Trading Buy 1435 1435 1510 1250 1380 1510 1640 Positif Negatif Positif 1575 740

INCO Trading Sell 1735 1735 1720 1685 1720 1755 1790 Negatif Negatif Negatif 2045 1420

ANTM Trading Sell 461 461 452 452 458 464 470 Negatif Negatif Negatif 481 356

TINS Trading Sell 730 730 725 710 725 740 755 Negatif Negatif Negatif 810 555

Basic Industry and Chemicals

WTON Trading Buy 1010 1010 1030 985 1000 1015 1030 Positif Positif Positif 1040 930

SMGR Trading Sell 10200 10200 10000 10000 10125 10250 10375 Negatif Positif Negatif 10750 9925

INTP Trading Sell 19750 19750 19625 19325 19625 19925 20225 Positif Negatif Positif 20850 18750

SMCB Trading Buy 1075 1075 1095 1015 1055 1095 1135 Negatif Positif Positif 1145 910

Miscellaneous Industry

ASII Trading Buy 7325 7325 7550 7100 7250 7400 7550 Positif Positif Positif 7525 6225

GJTL Trading Buy 795 795 825 675 750 825 900 Positif Positif Positif 760 480

Consumer Goods Industry

INDF Trading Buy 7225 7225 7400 7025 7150 7275 7400 Positif Positif Positif 7575 6500

GGRM Trading Sell 65200 65200 64550 63350 64550 65750 66950 Positif Positif Positif 67375 58750

UNVR Trading Sell 43175 43175 42875 42400 42875 43350 43825 Positif Positif Positif 47800 40750

KLBF Trading Sell 1450 1450 1475 1365 1420 1475 1530 Positif Negatif Positif 1465 1250

Property, Real Estate and Building Construction

BSDE Trading Sell 1815 1815 1795 1745 1795 1845 1895 Negatif Negatif Negatif 1940 1655

PTPP Trading Buy 3850 3850 3895 3705 3800 3895 3990 Negatif Positif Negatif 3985 3645

WIKA Trading Buy 2640 2640 2670 2540 2605 2670 2735 Positif Positif Positif 2750 2425

ADHI Trading Sell 2680 2680 2655 2595 2655 2715 2775 Negatif Negatif Negatif 2840 2475

WSKT Trading Buy 2035 2035 2060 1940 2000 2060 2120 Positif Positif Positif 2045 1855

Infrastructure, Utilities and Transportation

PGAS Trading Buy 2660 2660 2685 2535 2610 2685 2760 Positif Positif Positif 2760 2475

JSMR Trading Buy 5525 5525 5575 5325 5450 5575 5700 Negatif Positif Negatif 5700 5200

ISAT Trading Sell 6125 6125 6000 6000 6100 6200 6300 Negatif Negatif Negatif 6450 4700

TLKM Trading Buy 3350 3350 3365 3275 3320 3365 3410 Positif Positif Positif 3500 3140

Finance

BMRI Trading Buy 10100 10100 10275 9575 9925 10275 10625 Negatif Negatif Negatif 10375 9175

BBRI Trading Buy 11100 11100 11275 10675 10975 11275 11575 Positif Negatif Negatif 12050 10425

BBNI Trading Sell 5100 5100 4950 4950 5050 5150 5250 Negatif Negatif Negatif 5675 4880

BBCA Trading Sell 13300 13300 13100 13100 13225 13350 13475 Positif Positif Positif 13925 12875

BBTN Trading Sell 1730 1730 1710 1670 1710 1750 1790 Negatif Negatif Negatif 1865 1430

Trade, Services and Investment

UNTR Trading Sell 15300 15300 15100 15100 15225 15350 15475 Positif Negatif Positif 16350 14475

(11)

 

 

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan terjadi pada batas epitel skuamosa dan epitel kolumnar ( squamousco- lumnar junction ) yang menyusut cepat ke dalam kanalis endoserviks, daerah ini dinamakan

Menurut Siti Mutmainnah metode Tilawati dalam suatu metode atau cara belajar membaca Al-Quràn mempunyai ciri yang sangat khas yaitu menggunakan lagu rost dan pendekatan yang

Untuk mencapai hal tersebut pelayanan yang diberikan harus benar-benar diperhatikan mulai dari persiapan kerja sampai pada penyajiannya kepada tamu selain didukung oleh aspek

Hasil uji heteroskedastisitas tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat masalah heteroskedastisitas pada regresi investasi portofolio bila melihat nilai λ = 3,073721 yang lebih

7 Syprianus Aristeus, Penerapan Sanksi Pidana dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup terhadap Pelanggaran Baku Mutu Lingkungan dari Limbah

Jasa Lainnya , adalah jasa yang membutuhkan kemampuan tertentu yang mengutamakan keterampilan ( skillware ) dalam suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas

Terdiri dari berbagai peralatan khusus cleaning service untuk mendukung pekerjaan rutin atau berkala, peralatan tersebut pada umumnya hanya dapat digunakan sekali

Kakék juga berpesan, “Kalau Ujang dan Buyung ingin berburu, jangan suka pergi ke hutan yang luar dari hutan kita ini.. Sebab kalau meréka pergi ke hutan lain, nanti