• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN TEORITIS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1 Definisi Eksplorasi

Menjelaskan definisi dari kata eksplorasi yang didapat dari beberapa sumber, seperti :

2.1.1 Menurut Kamus Bahasa Indonesia:

a. Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan tentang keadaan, terutama melalui sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan

b. kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru

c. Penyelidikan; terhadap suatu masalah dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak mengenai masalah tersebut

2.1.2 Menurut Encarta Dictionaries:

ex·plo·ra·tion [èksplə ráysh'n]

Noun (Plural ex·plo·ra·tions)

Investigation of something: a careful investigation or study of something such as data, particular subject, or possible courses of action

2.1.3 Menurut the Penguin Dictionary of English:

(Noun) Investigation; research, inquiry; preliminary, discussion; act of traveling to discover

2.2 Definisi Tekstur

Menjelaskan definisi dari kata tekstur yang didapat dari beberapa sumber, seperti :

(2)

2.2.1 Menurut Kamus Bahasa Indonesia:

Tekstur adalah ukuran dan susunan (jaringan) suatu benda, jalinan atau penyatuan bagian-bagian sesuatu sehingga membentuk benda.

2.2.2 Menurut Encarta Dictionaries: tex·ture [tékschər]

Noun (plural tex·tures)

a. feel of surface: the feel and appearance of a surface, especially how

rough or smooth it is

b. structure of something: the structure of a substance or material such as

soil or food, especially how it feels when touched or chewed

c. rough quality: the rough quality of a surface or fabric - a fabric that has

a lot of texture

d. distinctive character: the typical and distinctive character of something

complex

e. way artist depicts surface: the way in which an artist depicts the quality

or appearance of a surface

f. give rough feel to surface: to give a surface a rough and grainy fee

2.2.3 Menurut Encyclopedia of Textiles:

TEXTURE. The word derives from the Latin textura. The verb is texere, meaning to weave and from this root comes the word textile. Etymologically, therefore texture refers to woven fabric, a web, the connecting of threads in a woven fabric.

(3)

2.3 Definisi Kain

Menjelaskan definisi dari kata kain yang didapat dari beberapa sumber, seperti :

2.3.1 Menurut Encarta Dictionaries: fab·ric [fábbrik]

Noun (plural fab·rics)

a. cloth: any type of cloth made from woven, knitted, or felted thread or

fibers

b. texture: the particular texture or quality of a kind of cloth

c. substance: the fundamental structure or makeup of something

2.3.2 Menurut the Penguin Dictionary of English:

(Noun) Structure, framework; cloth made of threads woven, knitted or felted together; building; (fig) essential basic.

2.4 Definisi Sintetik

Menjelaskan definisi dari kata sintetik yang didapat dari beberapa sumber, seperti :

2.4.1 Menurut Encarta Dictionaries: Syn-thetic [fábbrik]

(4)

a. chemically produced substance or material: a substance or material produced by chemical processes and not occurring naturally

b. artificial fiber: a synthetic textile fiber, or an item of clothing made of this (usually used in the plural)

2.4.2 Menurut the Penguin Dictionary of English:

Ads of or by synthesis: produced by chemical synthesis, not by natural process; of or as artificial substitute for natural product.

2.5 DEFINISI CHIFFON

Menjelaskan definisi dari kata chiffon yang didapat dari beberapa sumber, seperti :

2.5.1 Menurut the Encyclopedia of Fashion:

Light, gossamer-sheer fabric created by tightly twisted yarns. Chiffon is made of silk, wool, synthetics. It has been used almost exclusively for eveningwear.

2.5.2 Menurut buku Modern Textiles:

Chiffon is a term used to describe many light, gossamer, sheer, plain waive fabric. Chiffon may be made of silk, wool or a synthetic fiber. It is woven in an open weave with tightly twisted yarns. The word is used before names of fabrics to indicate a lightness of weight. Silk chiffon is made of raw silk in both the lengthwise and crosswise direction. The yarn highly creped and twisted, ranging from 40 to 50 turns an in into 70 to 80 turns an inch. Some chiffon

(5)

structions made of fibers other than silk are sized with water-soluble sizing to give them the hand and feel of silk.

2.5.3 Menurut Encyclopedia of Textiles:

Plain-weave, lightweight, sheer, transparent cotton, rayon, or silk fabric made with fine, highly twisted, strong yarn. Dyed or printed and often used as “draped over silk or rayon”. The material is difficult to handle but drapes and wears well. This stately or conventional type of fabric is very durable despite its light, weight; however, it is not for everyday wear must be laundered with care.

2.6 Sejarah Chiffon

Chiffon, dalam bahasa Perancis berarti kain, adalah kain ringan dengan permukaan yang sedikit kasar. Ditemukan sejak 5000 sebelum masehi di Mesopotamia (www.wikipedia).

2.7 Jenis Chiffon

Chiffon terbagi kedalam dua jenis serat yaitu serat alam dan serat sintetik.

2.7.1 Menurut yang didapat dari Pengetahuan Bahan Tekstil :

Chiffon Sintetik adalah kain chiffon yang terbentuk dari tenunan serat buatan yang dipintal dengan cara lelehan. Seperti nylon atau polyester.

(6)

Serat polyester apabila dilihat mikroskop berbentuk silinder memanjang dan bulat hampir serupa dengan serat nylon, yang dipintal secara pelelehan. Tetapi serat polyester tidak tembus cahaya atau transparan seperti nylon.

Serat nylon dan polyester dapat dibedakan dengan pembakaran dengan mengamati bau dan asapnya. Kedua serat tersebut meleleh dan tetesan berwarna hitam kecoklatan waktu membeku. Polyester berbau senyawa aromatik dan berasap hitam legam. Sedangkan nylon berbau seperti seledri dan asapnya berwarna putih.

Polyester bersifat tahan kusut dan dimensi/tekstur/bentuknya stabil. Begitu pun juga dengan nylon memiliki kestabilan dimensi yang baik dengan tingkat kekusutan yang sedikit.

2.7.2 Nama Jenis Chiffon

Ada pun nama – nama jenis chiffon sintetik yang didapat dari http://www.fashiontex.com/e-gsjs.html, seperti :

a. Chiffon

b. Chiffon Embroidery

c. Chiffon Holospangle Embroidery d. Chiffon Crepe

e. Chiffon Jacquard f. Chiffon Prints g. Chiffon Printing h. Chiffon Crush

(7)

i. Chiffon Flocking j. Chiffon Hycon

k. Chiffon Double Hycon

Chiffon memiliki beragam nama di pasaran, seperti: a. Chiffon Bunglon

b. Chiffon Pelangi c. Chiffon Motif /Fancy

d. Chiffon Crepe /Yoryu /Georgette e. Chiffon Metalik

f. Chiffon Double Hycon g. Chiffon Hycon

h. dll

2.8 Teknik Pengolahan dalam Tekstil

Teknik pengolahan dalam tekstil terbagi kedalam dua macam, yaitu :

a. Reka Rakit (Structural Design)

Reka rakit adalah perancangan yang dilakukan dalam mengkonstruksi serat/ benang menjadi kain. Contoh : Tenunan, Rajut, Ikat.

b. Reka Latar (Surface Design)

Reka latar adalah perancangan yang dilakukan setelah kain jadi. Seperti sebagai berikut :

(8)

2.8.1 Teknik Jahit

Teknik jahit adalah teknik yang menggunakan jarum dan benang: untuk menggabungkan atau memperbaiki.

2.8.1.1 Teknik Jahit Manual

Teknik jahit manual merupakan menjahit benang dengan jarum menggunakan tangan.

2.8.1.2 Teknik Jahit Masinal

Teknik jahit yang menggunakan mesin jahit dengan jarum dan benang secara praktis. Biasa digunakan untuk membuat jahitan yang banyak.

Teknik jahit memiliki beragam variasi konstruksi teknik jahitan, seperti:

a.Tranpunto, yaitu teknik dimana dipasangkan busa yang dilapis dan diaplikasikan pada kain yang sama

b. Quilting, yaitu teknik membuat pola dengan jahitan yang dibuat diatas kain yang didalamnya diberi busa (dakron)

c. Spiral, yaitu kain yang dipotong membentuk spiral dan dijahit ujungnya d. Smoking, yaitu jahitan pada kain yang ditarik benangnya sehigga membentuk smok

f. Strook, yaitu menjahit pada ujung kain

(9)

2.8.2 Teknik Heat Setting

Teknik yang memberi perlakuan pada kain sintetik dengan tekanan panas yang meningkatkan kerutan atau bentuk lainnya yang akan permanen melalui proses cuci atau pun dry clean. Teknik ini dapat digunakan pula pada kain yang berserat alam namun melalui proses kimia terlebih dahulu.

2.8.2.1 Teknik Heat Press

Teknik heat press adalah teknik yang menggunakan alat khusus heat press atau setrika yang bertenaga panas untuk menghasilkan bentuk sesuai tekanan yang dibuat pada kain. Embossing juga termasuk kedalam heat press dengan hasil efek timbul atau relief.

2.8.2.2 Teknik Steam dan Teknik Rebus

Teknik yang tetap menggunakan tenaga panas namun dengan alat perantara sederhana seperti steam dapat memakai alat kukus dan rebus memakai panci sederhana. Ukuran disesuaikan dengan besarnya kain.

2.8.2.3 Teknik Soldering

Teknik soldering adalah pembentukkan kain kedalam berbagai bentuk dengan menggunakan bantuan panas dari solder. Biasanya digunakan untuk membuat kelopak bunga atau daun. Selain itu juga dapat membentuk motif.

2.8.3 Teknik Destruktif

Teknik destruktif disebut juga teknik pengerusakan karena cara yang digunakan merubah susunan bentuk/struktur kain menjadi seperti “rusak”.

(10)

2.8.3.1 Teknik Bakar

Teknik yang menggunakan nyala api untuk merubah struktur atau bentuk kain yang terkena nyala api menjadi bentuk baru. Teknik bakar paling aman digunakan diatas lilin yang menyala. Agar posisi kain dengan mudah diatur pada bagian kain yang akan memakai teknik bakar.

2.8.3.2 Teknik Gunting

Teknik yang menggunakan gunting atau benda tajam lainnya untuk menimbulkan efek tekstur pada kain yang terkesan ekspresif. Teknik simpul menyimpul kain dapat dilakukan juga setelah kain digunting untuk memberi variasi tekstur dan bentuk.

2.8.3.3 Teknik Pleats

Teknik pleats adalah menumpukkan kain kedalamnya dengan posisi tertentu dan diberi obat khusus pleats kemudian dipanaskan dengan setrika. Ada beberapa jenis pleats, seperti :

a.Knife Pleats

(11)

c. Rolled Pleats

d.Cartridge Pleats

2.8.4 Teknik Aplikatif

teknik apilkatif adalah teknik mengapilkasikan sesuatu bentuk/tampilan menjadi bentuk atau tampilan yang baru.

2.8.4.1 Teknik Appliqué

Kain yang dijahit diatas kain lain: membentuk kain baru pada kain untuk membentuk desain atau motif.

2.8.4.2 Teknik Beading

Teknik yang menjahitkan payet, manik-manik atau batu-batuan dan sejenisnya yang disusun diatas kain baik sebagai aksen atau berbentuk motif.

(12)

2.8.4.3 Teknik Printing

Teknik yang digunakan pada kain untuk mengaplikasikan desain motif menggunakan pasta printing (sablon). Ada pun alat-alat yang membantu untuk printing seperti screen, wood blocks, dll. Teknik sablon ini memiliki berbagai macam jenis, seperti:

a. Direct Print adalah sablon yang terdiri dari berbagai warna untuk mentrasfer motif ke kain.

b. Flocking, Foiling dan Transfer Print. Yaitu mentransfer motif melalui pasta khusus seperti MT SP TOP INK untuk merekatkan foil (hasil sablon seperti mengkilap), flock(hasil sablon seperti beludru) dan transfer print (hasil print dari komputer yang dipindahkan ke kain).

c. Gliterring adalah efek yang dihasilkan dari sablonan pasta Binder GTBR yang ditaburi glitter.

d. Puff Printing, menggunakan sablon khusus puff, sehingga hasilnya print-nan berupa puff (seperti busa keras).

e. Burn Out adalah hasil dari sablon yang terbentuk melalui proses kimia yang memiliki tektur flat pada selain motif dan bertekstur pada sablonan (yang bermotif).

d. Caviar adalah taburan yang berbentuk seperti telur ikan yang ditabur di atas sablonan dengan menggunakan pasta Stretch Rubber yang ditambah dengan fixer G dan Fixer F.

2.8.4.4 Teknik Bordir

Teknik bordir adalah suatu tindakan membuat pekerjaan jahit menjahit dekoratif: menggunakan pekerjaan/perlakuan jahit menjahit untuk membuat

(13)

desain dekoratif menggunakan tangan atau mesin bordir. Istilah bordir identik dengan menyulam karena kata “bordir” diambil dari istilah embroidery (im-broide) yang artinya sulaman. Pengerjaan kerajinan hias ini sangat sederhana, berawal hanya dengan bantuan alat berupa jarum dan benang. Dengan menggunakan jari-jemari tangan, kedua alat ini ditusuk-tusuk pada kain, lalu muncullah berbagai istilah jenis tusuk, yang pada akhirnya disebut dengan istilah sulam. Dengan berkembangnya teknologi, pengerjaan bordir ini meningkat dengan memakai alat bantu berupa mesin jahit (mesin bordir), sehingga hasil pekerjaannya menjadi lebih baik. Bahkan kini sudah banyak diproduksi mesin jahit bordir pengembangan dari komputer (bordir komputer). Dan kini menyertakan material lain seperti potongan metal, mutiara, manik-manik, bulu ayam, dan perhiasan.

2.8.4.5 Teknik Cutwork

Teknik yang memotong kain di suatu bagian pada kain dengan desain atau motif yang diinginkan. Teknik ini dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunting kain sesuai desain dan menggunakan lasercut untuk mendapatkan potongan kain yang lebih tajam seperti desain yang diinginkan secara sempurna.

2.8.5 Teknik Layering

Teknik layering merupakan teknik yang menggabungkan dua atau lebih kain sehingga menghasilkan berbagai efek garis dan bentuk juga opasitas.

(14)

2.9 Efek Psikologis dalam Sebuah Pakaian Menurut Visual Dress In Design, Marian L. Davis, adalah :

Tekstur dapat memberi penekanan dan menghidupkan mood yang dituangkan dalam tekstil. Tiga buah gaun yang dibuat dengan struktur desain yang sama dengan tekstur yang berbeda dapat menyampaikan tiga macam mood yang berbeda pula. Pemakai pakaian akan mendapatkan efek sentuhan dan sensasi visual tetapi orang yang melihat hanya akan mendapatkan efek visual.

2.9.1 Efek Sentuhan

Hanya pengguna pakaian yang merasakan tekstur dikulit baik disisi dalam atau pun dari sisi luar. Sensasi-sensasi ini dapat memberikan mood tertentu. Katun flanel yang lembut dan hangat dipakaian tidur anak bisa memberikan perasaan nyaman dan aman. Yang akan membantu tidur lebih pulas. Untuk mendapatkan kesan pebisnis kita bisa menggunakan kain yang lebih kaku dan licin. Kain yang terasa halus dapat memberikan perasaan seduktif. Kokoh namun ringan pada pakaian olahraga memberikan rasa aman dan kebebasan dalam bergerak. Tekstur yang kaku dan mengikat bisa memberikan efek tekanan psikologis.

2.9.2 Efek Visual

Tekstur dapat memberikan sugesti umur, kerumitan, musim, kepribadian, acara dan karakter. Dikebudayaan barat jarang sekali anak kecil menggunakan bahan satin atau lace karena keduanya memberikan kesan sophisticated untuk mereka yang lebih tua. Pemahaman konsep untuk

(15)

formalitas sebuah tekstur sering muncul dari pengalaman memakainya. Tekstur yang rapuh secara perlahan memberikan efek sensitif. Dan tekstur yang kuat memberikan kesan sporty karena ketahanannya.

2.9.3 Efek Bunyi

Gesekan kain tafeta dan bunyi halus yang ditimbulkan kain satin dapat memberikan mood yang elegan. Sedangkan bunyi kulit dan vinyl memberikan kesan sporty dan membumi. Bunyi manik-manik dari kayu atau cincin logam atau gosokan kain corduroy dapat memberikan kesan kasual.

2.9.4 Kombinasi

Popularitas tekstur berubah sesuai dengan gaya, suasana dan ketersediaan tekstur baru. Pengembangan double knits menginspirasi gaya baru dan kebebasan yang sebelumnya tidak bisa didapatkan dari kain tenunan. Kain bouffance yang kaku dan popular di tahun 50’an dan 60’an memberikan jalan pada tekstur yang lebih halus di tahun 70’an. Walau pun begitu terkadang orang memunculkan efek psikologis yang tidak sesuai dengan mode fashion saat itu. Individu yang kaku mungkin memilih tekstur yang halus untuk menampilkan efek anggun, sedangkan orang yang kurus mungkin memilih tekstur yang lebih kaku namun rapuh. Untuk memberikan kesan stabil.

Mengkombinasikan tekstur untuk kepuasan psikologis dan estetika fisik cenderung adalah tantangan memadukan harmoni. Kombinasi yang menawarkan keberagaman efek sentuhan dan efek visual yang masih dalam satu mood sering kali memberikan kepuasan pada perancang atau

(16)

pemakainya. Crepe dan satin atau plissé dan kain tenun yang datar memiliki kesamaan mood dan cara perawatan, tetapi memiliki kontur dan pantulan cahaya yang berbeda. Kombinasi yang baik sering kali melibatkan kesamaan mood, musim, usia, karakter, kebutuhan perawatan, dan karakteristik namun perbedaannya dalam pantulan cahaya, karakter suhu, kontur dan gesekan permukaan. Tekstur dapat membantu mendukung struktur desain. Sebagai contoh, kain chiffon yang tidak dapat mempertahankan bentuk lengan dengan model puff, bila digabungkan dengan kain tafetta dapat membentuk bentuk yang kokoh. Kombinasi tekstur seperti itu biasanya dapat memberikan efek kaku dan volume dan efek psikologi yang bersangkutan dibandingkan mood kain itu sendiri. Perbedaan kualitas tekstur dapat memberikan perubahan mood. Dan desainer dan konsumen dapat memiliki keberagaman tekstur untuk memberikan mood dan personality yang diinginkan.

2.10 WARNA

Menjelaskan pengertian dan fungsi dari kata warna yang didapat dari sumber buku WARNA : “Teori dan Kreativitas Pengggunaannya”, edisi ke-2. oleh Sulasimi Dharmaprawira, yaitu :

2.10.1 Fungsi Warna

Warna sebagai fungsi artistik praktis. Ada warna yang memiliki sifat-sifat yang abadi, seperti warna-warna nada dengan perubahan gelap ke terang, atau menuju ke arah murni atau ke arah warna lembut termasuk warna-warna yang disukai sepanjang waktu.

(17)

Warna untuk pakaian harus diatur seimbang dengan pembagian badan pemakaiannya. Kesan warna akan baik dan menyenangkan apabila warna cocok bagi orang yang memakainya, cocok suasananya dan cocok situasinya. Yang dimaksud cocok dengan orang yang memakainya, artinya seimbang baik secara estetis maupun kegunaan.

Warna yang sifatnya individual perlu dirancang dan dipilih dengan baik. Yang dimaksud dengan memilih warna bagi tipe-tipe individual adalah menonjolkan bagian terbaiknya dan menyamarkan bagian yang kurang menariknya. Beberapa faktor yang mempengaruhi warna agar sempurna dalam penampilan: 1. Efek Cahaya 2. Tekstur 3. Umur Pemakai 4. Ukuran Pemakai 5. Kepribadian Pemakai 6. Wajah Pemakainya 7. Kesempatan memakainya

Efek cahaya. Pengaruh cahaya siang hari terhadap warna akan berbeda dengan pengaruh cahaya buatan. Cahaya buatan akan banyak memodifikasi warna, sehingga kadang-kadang kalau penyinaran tidak penuh, warna asli akan berubah. Cahaya yang kekuningan akan merusak atau menetralisir komplemennya.

(18)

Tekstur. Tekstur tenunan, struktur benang dan finishing kain (reka latar) merupakan efek penting terhadap warna. Efek ini perlu dikenal untuk pilihan warna yang baik. Warna tertentu dengan tekstur lembut seperti chiffon lebih mudah dipakai daripada bahan lain dengan warna yang sama. Yang menarik, mungkin juga menguntungkan, bahwa kontras pada tekstur sama seperti kontras pada warna.

2.10.2 Psikologi Warna

Pada masa sekarang orang memilih warna tidak hanya sekedar mengikuti selera pribadi berdasarkan perasaannya saja, tetapi telah memililihnya dengan penuh kesadaran akan kegunaannya. Para ilmuwan memperkenalkan keterlibatan warna terhadap cara otak menerima serta menginterpretasikan warna. Kemudian perkembangan bidang psikologi juga membawa warna menjadi objek perhatian bagi para ahli psikologi.

2.10.2.1 Karakteristik Warna

Yang dimaksud karakteristik warna adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas yang dimiliki oleh suatu warna. Secara garis besar terbagi kedalam dua golongan besar, yaitu warna panas dan warna dingin. Hideaki Chijiwa dalam bukunya Color Harmony membuat klasifikasi lain dari warna-warna, ia pun mengambil dasar dari karakteristiknya :

Warna hangat : coklat, jingga, dsb terutama dalam lingkaran warna yang berada dari merah ke kuning

Warna sejuk : dalam lingkaran terletak dari hijau ke ungu melalui biru

(19)

Warna tegas : warna hitam

Warna tua/gelap : warna-warna tua yang mendekati warna hitam (coklat tua, dsb)

Warna muda/terang : warna-warna yang medekati warna putih Warna tenggelam : semua warna yang diberi campuran abu-abu

Ada pun karakteristik warna yang didapat melalui persepsi dari dimensi psikologi warna (diktat Mata Kuliah Psikologi Persepsi). Orang terpengaruh pada emosi yang berubah-ubah karena reaksi yang sangat bebas terhadap warna. Kecuali jika acuh tak acuh terhadap warna, maka tidak akan terpengaruh oleh warna. Pengalaman keseharian pun menimbulkan kesan-kesan tertentu. Seperti :

Merah --- memberi pengaruh membangkitkan; semangat, gembira dan kehangatan. Merupakan pilihan yang berwatak; temperamental, kejam, agresif, impulsif, ramah, optimistik. Diasosikan sebagai api, darah, matahari; karenanya merah merupakan lambang ketegasan, kekuatan dan keberanian.

Kuning --- membuat kehidupan emosi seseorang menjadi terkontrol, yaitu; riang, gembira, ceria, optimis, imaginatif, terbuka dan ramah.

Hijau --- orang yang menyenangi warna ini tergolong orang yang dingin, sopan, selalu resmi/teratur, kaku. Dipercayai orang sebagai ungkapan keinginan akan pertumbuhan dan merupakan corak warna paling sejuk, sebagai lambang kemakmuran dan kesegaran.

(20)

Biru --- orang yang menyenangi warna ini ; tenang, pasti, matang, introvert. Efek dingin melambangkan kesetiaan, hormat, penuh kepercayaan. Lambang/simbolis dari sesuatu yang ningrat, spiritual, pemikir, berkebudayaan tinggi.

Oranye --- merangsang kegiatan orang menjadi aktif, giat, genit. Menimbulkan suasana cerah, panas.

Coklat --- merupakan warna pribadi formal, penuh tanggung jawab, melakolis.

Ungu --- merupakan simbol sakit, murung, misterius.

Abu-abu --- merupakan warna dewasa, matang, formal, dingin, mahal.

Hitam --- melambangkan sesuatu yang misterius, menekan, agung, sombong.

Putih --- merupakan tanda cahaya, kesucian, kemuliaan, keagungan. Sebagai simbol semangat kesatuan, kejujuran dan kesederhanaan.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak n-heksan daun tumbuhan maja (A. marmelos Linn) yang berasal dari

Berikut ini adalah grafik hasil analisa dengan metode GC untuk produk katalis terbaik, yaitu pada suhu 70 o C dengan waktu reaksi 75 menit. Berdasarkan hasil analisa didapatkan

Jaringan Local Area Network pada saat ini sering digunakan untuk meminimalkan suatu pekerjaan umum, segmentasi jaringan yang berbeda pada suatu gedung

Dari data yang telah didapatkan oleh penulis, maka positioning dalam kegiatan visual branding sebagai bentuk promosi ini adalah menempatkan kedai OKE Kopi

 Menghasilkan rancangan Pusat Budidaya Terumbu Karang di Kabupaten Lamongan sebagai wadah bagi masyarakat lamongan untuk dapat meningkatkan produksi perikanan laut

Terdapat pengaruh pemberian dekstrometorfan dosis bertingkat per oral terhadap gambaran histopatologi otak tikus wistar antara kelompok kontrol dengan kelompok

Tugas sehari-hari seorang Public Relations officer (PRO) adalah mengadakan kontak social dengan kelompok masyarakat tertentu, serta menjaga hubungan baik (community

Mampu menguasai konsep, prinsip dan prosedur biologi serta mengaplikasikannya dalam kajian keanekaragaman struktur tumbuhan lumut, paku, tumbuhan biji terbuka, dan